Setup Menus in Admin Panel

Gerakan karismatik: sisi positif dan sisi negatif

Pertanyaan:

Salam dalam kasih Kristus,
Dalam beberapa tahun terakhir ini banyak teman2 saya dari berbagai lingkungan dan usia yang terlibat aktif dalam Persekutuan Doa Kharismatik Katolik (PDKK), karena PDKK ini merupakan bagian dari kegiatan yg dianggap resmi oleh Gereja maka awalnya saya anggap biasa saja. Namun setelah beberapa tahun terakhir saya mulai “merasakan ada perbedaan” dalam gaya bicara,teriakan2, gaya berdoa, termasuk dalam penekanan2 pembicaraan tentang konsep anugerah/karunia2, tentang bahasa Roh, saya secara naluri mulai merasakan ada doktrin2 yg “asing” yang tidak cocok di pemahaman doktrin iman Katolik saya. Saat orang2 lain berteriak2 berbahasa roh saya malah jadi takut, saya merasa asing dan tidak nyaman. Gejala apa ini? apakah justru sayanya yang salah??
Saya merasa terganggu saat misa2 lingkungan ada kesaksian2 yang agak bombastis, dengan gaya2 berdoa yang mirip denominasi gereja lain, dengan gaya2 bahasa roh yang kadang2 menyiratkan adanya “kesombongan rohani” bagi mereka yang telah menjalankannya, ..(maaf kalau justru saya yang salah perasaan/persepsi), saya malah bertanya sendiri : mungkin lama2 ikut PDKK dengan ikut kebaktian gereja protestan Karismatik akan sama saja? Memang tetap ada bedanya, tapi itupun kelihatannya hanya kosmetik luar saja supaya identitas Katoliknya tetap terjaga, namun esensi ibadah dan doanya sudah amat mirip. Saya mencoba menghibur diri dengan berpikir : Ah, mungkin ini cuma “oknum” saja yang kebablasan. Namun diluar itu (dan ini merupakan pertanyaan saya) :
1. Bagaimana peran kontrol pemimpin2 gereja Katolik thp praktek2 gerakan ini, tidak cuma dalam bentuk dokumen (buku pedoman) tapi yang saya maksud adalah dalam hal kontrol “pagar2? di level pelaksanaan di tiap Paroki?
2. Saya mengimajinasikan sebuah skenario terburuk : Jika seorg Katolik yang aktivis di gerakan Karismatik dan sangat menikmati dan mendalaminya, pada suatu titik ia telah “kebablasan” mendapat teguran/koreksi dari otoritas gereja, bisa jadi ia akan memilih mencari wadah baru (gereja lain) yang lebih mengakomodasi preferensinya? bukankan secara tidak langsung Gereja telah melakukan “pembiaran” atas gejala ini?
3. Belajar dari sejarah Gereja Katolik berabad2 lalu mengenai ajaran2 yang menyimpang, mulai dari Montanisme di abad ke 3, dan seterusnya,.apakah Gereja sudah memperhitungkan resiko2 yang dapat muncul dari gerakan Karismatik ini sendiri? Saya membaca buku karangan Romo Deshi “apakah Karismatik dapat sungguh Katolik?”, menurut saya buku tersebut cukup baik dan memberi pencerahan. Sekian persen umat Katolik mungkin beruntung jika membaca buku tersebut, namun bagaimana dengan mereka yang tidak membaca atau tidak mengerti sama sekali (karena tidak berkesempatan mendapat pencerahan)? apa sejauh ini keuskupan sudah cukup bertindak memasang pagar2/rambu2 agar umat dalam skala luas tidak terperosok ?
4. Saya beberapa kali mendengar ada umat yang berucap “Oh, itu romo karismatik”, dan sebaliknya “Oh, romo anu anti Karismatik”. Ini sinyal2 gejala apa?
Mohon pencerahan dan bimbingan.Maaf jika ada kata2 atau ungkapan2 saya yang kurang tepat. Terima Kasih.
Shalom. – Antonius

Jawaban:

Shalom Antonius,
Terima kasih atas pertanyaannya tentang gerakan karismatik. Memang ada dua kubu yang berbeda dalam melihat gerakan ini, dimana yang satu berpendapat bahwa gerakan karismatik adalah sesat dan yang satu berpendapat bahwa gerakan ini adalah untuk membangun gereja dan diakui oleh Gereja Katolik. Atau yang lebih ekstrem lagi, mereka yang berpendapat bahwa gerakan karismatik ini adalah yang paling utama, yang mampu menyelamatkan Gereja.
Dalam jawaban saya berikut ini, saya tidak membahas secara detil tentang gerakan ini, namun lebih kepada menyikapi gerakan ini. Mungkin suatu saat, saya akan menulis artikel tersendiri tentang hal ini, sehingga dapat diulas dengan lebih jauh dan detil.
Beberapa fakta tentang gerakan karismatik dan spiritualitas Katolik.

  1. Beberapa Paus memberikan sambutan dalam konferensi gerakan karismatik Katolik, seperti Paus Paulus VI, dan Paus Yohanes Paulus II kepada para pemimpin gerakan karismatik Katolik, yang dapat dilihat disini (silakan klik, klik ini juga), dimana di salah satu sambutan oleh Paus Yohanes Paulus II pada tanggal 4 April 1998, paragraf 2, dikatakan “You are an ecclesial movement. Therefore, all those criteria of ecclesiality of which I wrote in Christifideles laici (cf. n. 30) must be expressed in your lives, especially faithful adherence to the Church’s Magisterium, filial obedience to the Bishops and a spirit of service towards local Churches and parishes.
  2. Kita melihat ada beberapa efek negatif dari gerakan ini, dimana menimbulkan perpecahan Gereja, juga ada yang mempunyai kesombongan rohani menganggap bahwa yang tidak ikut gerakan karismatik adalah tertutup dan tidak terbuka akan gerakan Roh Kudus.
  3. Namun ada juga efek-efek positif, dimana banyak dari anggota gerakan ini yang mempunyai kerinduan untuk melayani Tuhan, rindu untuk bertekun dalam Sabda Tuhan, dll.
  4. Dalam sejarah perkembangan Gereja, kita melihat ada begitu banyak jenis spiritualitas di Gereja Katolik.

Bagaimana menyikapi gerakan Karismatik?

Dari beberapa kenyataan tersebut di atas, maka saya mempunyai pendapat sebagai berikut: (dalam hal ini, perlu saya sampaikan, bahwa ini adalah pendapat saya pribadi, yang tentu saja mungkin ada yang tidak setuju dan memang dapat didiskusikan lebih lanjut).

  1. Karena gerakan ini masih termasuk baru, namun masuk dalam “ecclesial movement“, seperti yang ditegaskan oleh Paus Yohanes Paulus II, maka alangkah baiknya kalau kita terbuka dengan gerakan ini, namun dari pihak hirarki dapat memberikan pengarahan yang baik, sehingga gerakan ini tidak membawa perpecahan, namun turut membangun Gereja Katolik dari dalam. Di satu sisi, kita juga tidak dapat memaksakan semua orang untuk menyukai dan mempraktekkan spiritualitas dari gerakan karismatik, sama seperti spiritualitas Carmelite atau Jesuit tidak dapat dipaksakan kepada semua umat Katolik. Oleh karena itu, kita juga tidak dapat memaksakan semua pastor harus menyukai spiritualitas dari gerakan karismatik. Jadi kalau ada orang yang bilang “oh, itu romo karismatik, atau oh itu romo anti karismatik”, mungkin mengacu kepada hal ini. Namun alangkah bijaksananya kalau kita tidak mengecap romo berdasarkan suka atau tidaknya dia dengan gerakan karismatik, sama seperti kita tidak mengecap seorang romo kalau dia suka atau tidak dengan spiritualitas dari Benediktus.
  2. Namun karena gerakan ini termasuk baru, maka Gereja perlu untuk membimbing gerakan ini, sehingga gerakan ini dapat turut berpartisipasi dalam membangun Gereja Katolik bersama dengan unsur-unsur yang lain. Diharapkan bahwa semua dapat bersatu untuk mewartakan Kristus yang hidup dengan kekuatan Roh Kudus.
    1. Perlu diadakan suatu pendekatan pastoral yang tepat serta training yang baik bagi orang-orang yang terlibat aktif di dalam gerakan karismatik. Termasuk di dalamnya adalah para pewarta perlu diberikan suatu dasar teologi dengan ekklesiologi yang baik. Kembali saya tidak tahu apa yang terjadi di lapangan. Mungkin sudah dilaksanakan, mungkin juga perlu ditingkatkan lagi.
    2. Badan Pelayanan Nasional Pembaharuan Karismatik Katolik Indonesia (BPNPKKI) dapat menjadi sarana untuk membimbing gerakan ini di Indonesia agar mempunyai arah yang benar dan turut serta dalam membangun Gereja Katolik dari dalam, sesuai dengan visi dan misinya (silakan klik), dimana di point ke-5 dikatakan “Untuk memupuk pertumbuhan yang terus menerus dalam kesucian melalui integrasi yang tepat antara penekanan segi karismatik ini dengan kehidupan yang utuh dari Gereja. Hal ini terlaksana melalui partisipasi dalam suatu kehidupan sakramental dan liturgis yang kaya, penghargaan terhadap tradisi doa-doa dan spiritualitas katolik dan pembinaan terus menerus dalam ajaran-ajaran Katolik dibawah bimbingan Magisterium Gereja dan peran serta dalam rencana pastoral Gereja.
      Perlu pemikiran bagaimana menjabarkan lebih detail prinsip di atas dalam skala yang luas maupun dalam skala paroki.
    3. Mungkin BPNPKKI dapat mengadakan suatu program training untuk para pengajar dan orang-orang yang terlibat di dalamnya, sehingga mereka tidak terlalu menekankan pada karunia-karunia Roh Kudus, namun lebih kepada inti dari pengajaran Kristus dan Gereja Katolik, yaitu kekudusan (holiness). Karunia-karunia Roh Kudus yang tidak mengarah kepada kekudusan dapat membahayakan kehidupan spiritual. Dan tentu saja pengajaran tentang ekklesiologi dapat membantu agar semua pihak dapat membangun Gereja Katolik dengan satu visi. Saya tidak tahu secara persis pelaksanaan tentang hal ini, mungkin saja BPNPKKI telah melakukan pelatihan ini.
    4. Yang jelas, gerakan karismatik tidak dapat terlalu menekankan karunia-karunia Roh Kudus, namun selayaknya memahami bahwa karunia-karunia Roh Kudus secara penuh dicurahkan kepada Gereja Katolik, lewat sakramen-sakramen dan juga lewat hirarki. Bahkan dipertegas di Lumen Gentium, bahwa segala karunia karismatik harus tunduk kepada hirarki Gereja. Karunia karismatik tidak boleh sampai membawa perpecahan. Lumen Gentium, 12 mengatakan ““Kepada setiap orang dianugerahkan pernyataan Roh demi kepentingan bersama” (1Kor 12:7). Karisma-karisma itu, entah yang amat menyolok, entah yang lebih sederhana dan tersebar lebih luas, sangat sesuai dan berguna untuk menanggapi kebutuhan-kebutuhan Gereja; maka hendaknya diterima dengan rasa syukur dan gembira. Namun kurnia-kurnia yang luar biasa janganlah dikejar-kejar begitu saja; jangan pula terlalu banyak hasil yang pasti diharapkan daripadanya untuk karya kerasulan. Adapun keputusan tentang tulennya karisma-karisma itu, begitu pula tentang pengalamannya secara teratur, termasuk wewenang mereka yang bertugas memimpin dalam Gereja. Terutama mereka itulah yang berfungsi, bukan untuk memadamkan Roh, melainkan untuk menguji segalanya dan mempertahankan apa yang baik (lih. 1Tes 5:12 dan 19-21).
  3. Karena gerakan ini dapat membuat orang benar-benar mempunyai keinginan untuk mengasihi Kristus dan mempunyai devosi kepada Roh Kudus, dan disatu sisi yang lain Gereja Katolik adalah Tubuh Mistik Kristus dan Roh Kudus adalah Roh penggerak dari Gereja Katolik, maka perlu diberikan suatu penjelasan tentang hubungan antara Yesus, Roh Kudus, dan Gereja Katolik.
    1. Jika seseorang yang ikut gerakan karismatik mempunyai semangat yang berkobar-kobar, namun  tidak disertai pengajaran yang baik, maka itu dapat membuatnya kehilangan arah. Oleh karena itu, setelah atau dalam LISS (Life in the Spirit Seminar) atau SHBDR (Seminar Hidup Baru Dalam Roh), harus ada pengajaran tentang buah-buah Roh, dan bukan hanya karunia Roh Kudus, serta pengajaran tentang Gereja, sehingga diperoleh pengertian hubungan antara Yesus, Roh Kudus, dan Gereja Katolik.
    2. Pendapat tentang, “Hanya Yesus dan saya” atau “hanya Roh Kudus dan saya” dapat menjadikan seseorang sombong rohani dan dapat salah langkah.
    3. Pengikut gerakan karismatik harus tahu bahwa ada hubungan yang tak perpisahkan antara Yesus, Roh Kudus, dan Gereja Katolik. Oleh karena itu mereka yang tergabung dalam gerakan ini harus mempunyai dasar yang benar tentang ekklesiologi. Tanpa dasar ekklesiologi yang benar, maka seseorang atau suatu gerakan akan dengan mudah memisahkan diri dari Gereja Katolik.
    4. Seperti yang diserukan oleh Paus Yohanes Paulus II, gerakan ini harus mempunyai ketaatan Magisterium Gereja, kepada uskup setempat, juga semangat melayani di dalam gereja lokal atau paroki. Karena setiap keuskupan dan paroki mempunyai adaptasi dan cara pandang yang berbeda, maka gerakan ini harus tunduk kepada hirarki setempat.
  4. Kita dapat melihat juga buah-buah yang terjadi gerakan ini. Memang tidak dapat dipungkiri bahwa ada efek negatif, namun juga ada efek positif. Adalah peran hirarki untuk meminimalisasi efek negatif dan semakin mengembangkan efek-efek yang positif.
  5. Pada saat yang bersamaan, Gereja juga harus semakin aktif untuk memberikan pelatihan kepada kaum awam tentang spiritualitas Katolik yang berakar pada tradisi Katolik (doa meditasi, doa batin), yang terbukti mampu menghasilkan buah-buah yang baik, seperti yang dibuktikan oleh para kudus sepanjang sejarah Gereja. Dari semua cara berdoa yang ada: doa lisan, doa renung, doa batin (KGK 2721), maka doa batin adalah merupakan puncak doa (KGK, 2714). Oleh karena itu, seluruh umat, termasuk yang mengikuti gerakan karismatik juga harus diberikan suatu pengajaran tentang doa meditasi dan doa batin.
  6. Seperti kita ketahui, bahwa banyak spiritualitas Katolik yang ada di dalam sejarah perkembangan Gereja, namun semuanya mempunyai satu tujuan, yaitu mewartakan Kristus dan membangun Gereja Katolik dengan cara hidup kudus. Perlu suatu pemikiran tersendiri, apakah mungkin gerakan karismatik ini dapat menjadi “salah satu dari spiritualitas Katolik” – mungkin waktu yang akan membuktikannya.
  7. Dan mari kita semua kembali kepada prinsip dasar, bahwa semua spiritualitas Katolik – apapun bentuknya – mengarah kepada hidup kudus (holiness), dan juga sakramen-sakramen, terutama Sakramen Tobat dan Sakramen Ekaristi. Dan terutama semua spiritualitas Katolik harus belajar dari Bunda Maria, sehingga Bunda Maria dapat mengantar setiap orang dari spiritualitas yang berbeda-beda kepada Kristus. Akhirnya semua spiritualitas Katolik harus taat kepada Magisterium Gereja, Uskup setempat, sehingga dalam perbedaan, setiap orang dapat membangun Gereja dalam ikatan kasih Kristus. Spiritualitas yang terlepas dari hal-hal di atas tidaklah dapat dipertanggungjawabkan dan perlu dipertanyakan keberadaannya.
    1. Mengikuti gerakan karismatik namun terpisah dari sakramen atau menganggap pertemuan doa karismatik lebih utama/ tinggi dibandingkan dengan Sakramen Ekaristi, adalah sikap yang pasti salah arah. Hal ini disebabkan karena Perayaan Ekaristi adalah sumber dan puncak dari kehidupan kristen (KGK, 1324, 1407). Anggota gerakan karismatik yang merasa tidak perlu mengaku dosa setelah mengikuti gerakan ini adalah salah jalan, karena semakin dekat dengan Tuhan, maka akan semakin kita sadar akan dosa-dosa kita, dan semakin kita harus rendah hati di hadapan Allah.
    2. Mengikuti gerakan karismatik namun terlepas dari devosi kepada Bunda Maria juga adalah sikap yang salah, karena Bunda Maria adalah manusia yang mempunyai hubungan paling erat dengan Yesus dan Roh Kudus, sehingga kita semua harus mempunyai kerendahan hati untuk belajar dari teladan Bunda Maria. Bunda Maria juga yang mempunyai karunia dan memanifestasikan buah-buah Roh secara sempurna. Oleh karena itu, ia dapat mengantar kita kepada Yesus dan Roh Kudus.
    3. Mengikuti gerakan karismatik, namun memisahkan diri dari Gereja Katolik adalah sikap yang membahayakan keselamatan sendiri, karena ini menunjukkan suatu kesombongan rohani.

Demikian apa yang dapat saya sampaikan. Mungkin tidak semua uraian di atas menjawab pertanyaan-pertanyaan yang bersifat detail. Kembali saya ingin menegaskan bahwa hal-hal di atas adalah pemikiran saya pribadi, dan mungkin dari umat Katolik sendiri ada yang tidak setuju dengan apa yang saya paparkan.
Semoga keterangan di atas dapat berguna.

Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
stef – http://www.katolisitas.org

17/02/2009

Tinggalkan pesan

131 Komentar di "Gerakan karismatik: sisi positif dan sisi negatif"

Ingatkan untuk
Disortir menurut:   terbaru | terlama
yougie
Member
Selamat Siang Pak Stef dan Bu Ing. Saya ingin bertanya beberapa hari kemarin saya baru mendapat pengetahuan baru tentang ordo yang saya belum pahami. 1. Apa perbedaan Ordo O.Carm dan CSE Saya baca dari berbagai sumber kedua ordo tersebut adalah sama2 beraliran karismatik katolik. jadi Apa perbedaan kedua ordo tersebut? 2. Apa perbedaan Persekutuan Doa ( O.Carm ) dengan KTM ( CSE ) Saya baru mengetahui bahwa di KTM tidak beda jauh dengan PD seperti Pujian Merah dan berbahasa roh maka dari itu apa yang menjadi letak perbedaan nya? 3. Apakah perbedaan kalau kita mengikuti retret awal baik seperti di… Read more »
yougie
Member
Sharing saja.. saya juga ikut komunitas katolik karismatik sejak ikut ini emang banyak sifat saya yang buruk berubah menjadi pribadi yang baik. dan walaupun saya ikut katolik karismatik tetapi saya selalu taat atas ajaran dan liturgi gereja. Sebelumnya saya mengikuti PD disaat saya kuliah dikota lain. di sana saya merasa That is Real Katolik karismatik yang tidak menyimpang dari beberapa banyak PD. dan Setelah saya pindah ke kampung halaman. saya mengikuti PD disini menemukan banyak keganjilan. Sebelum bercerita saya menyayangkan banyak anggota Katolik karismatik yang menyimpang karena terlalu banyak menjajan dari firman dan lagu gereja2 sebelah. Yang Berakibat menjadi seperti… Read more »
cinde
Guest

Dear all

saya merasa diberkati melalui komunitas PDPKK.
Tidak akan ada ujungnya kalau membahas apakah sesuatu sesat atau tidak sesat.
jangan samapai kita merenungkan firman Tuhan siang dan malam tapi malah lupa melakukanya.

Mari berpikir positif untuk komunitas yang ada di GK. Oh indahnya hidup saling menghormati

Ingrid Listiati
Admin
Shalom Cinde, Ya, Anda benar bahwa sebagai sesama anggota Gereja Katolik, selayaknya kita saling menghormati dan menghargai semua komunitas yang ada dalam Gereja Katolik. Artikel di atas hanya mau mengungkapkan realita yang ada, bahwa memang terdapat sisi positif dan sisi negatif dari gerakan karismatik dalam Gereja Katolik, sebab nyatanya memang ada. Hal positif dan negatif dari suatu gerakan memang merupakan sesuatu yang umum terjadi, jadi bukan hanya pada gerakan karismatik saja. Adalah baik jika sisi-sisi negatif dan positif tersebut diketahui, terutama oleh semua yang terlibat dalam dalam Persekutuan Doa Karismatik, agar dapat bersama-sama berjuang, agar sisi-sisi negatif tersebut dihindari, agar… Read more »
Monita
Guest

Syalom, saya mau menanyakan, saya suka ikut kegiatan healing movement camp yang diadakan oleh gereja protestan, karena saya merasa roh yang semakin hidup dan semakin ingin berbuat baik setiap pulang dari HMC tersebut. Tetapi saya masih rajin dalam kegiatan gereja katolik, saya masih sering misa di gereja katolik.
Apakah perbuatan saya melanggar ketetapan gereja katolik? Walaupun saya tidak pindah agama, dan hanya mengikuti kegiatan khusus tersebut

Berkah Dalem

Ioannes
Member
Salam, Monita Menurut iman Katolik, Allah memang mengikatkan rahmat yang berlimpah secara definitif dalam Gereja. Namun, Allah juga bebas mengalirkan rahmat dan karyaNya dimanapun Ia mau, termasuk dalam kalangan saudara-saudari Kristiani non-Katolik (Lumen Gentium 15). Oleh sebab itu, bisa jadi Roh Kudus berkarya dalam diri Monita dalam salah satu kesempatan camp tersebut. Monita dapat melakukan discernment lebih jauh untuk menguji buah-buah Roh yang dihasilkan setelah perubahan tersebut untuk melihat bahwa Allah benar-benar berkarya dalam diri Monita. Perubahan dalam diri Monita ini akan lebih baik lagi bila Monita tumbuh kembangkan. Roh Cinta yang berkobar dalam diri Monita dapat diarahkan untuk tidak… Read more »
Jessica Celinne Kusnadi
Member
Ioannes. Terima kasih pencerahannya. Gereja Katolik memang mengakui dan menerima bahwa Allah bebas untuk bergerak kemana saja yang Dia akan lewati, termasuk juga kepada saudara kita sesama Umat kristiani. Itulah sebabnya pernyataan tersebut membuat saya semakin giat mengikuti kegiatan gereja Abbalove, mereka mengadakan banyak sekali kegiatan untuk pengembangan jati diri, Pria Sejati konon berasal dari sini yang akhirnya menjadi praktek kegiatan di dalam agenda gereja Katolik. Memang harus diakui, bahwa gereja denominasi lain itu sangat giat menghantar saya kepada iman yang kukuh dan pada akhirnya saya menjadi “jatuh hati” kepada gereja Abbalove. Tidak masalah kan yah? Toh Tuhan tidak membatasi… Read more »
albert
Guest
Terus terang saya termasuk suka dengan gerakan karismatik jadi saya hanya ingin berpendapat secara pribadi mengenai karismatik buat saya. Pertama saya ingin membagikan visi dan misi karismatik yang saya tau dr KTM oleh pertapaan Karmel dengan pembimbing Rm. Yohanes. Yang saya tau visi dan misi dari KTM adalah merasakan terlebih dahulu kasih dari Tuhan kemudian baru membagikan kasih itu pada orang lain. Saya rasa tidak ada yang salah kan dengan itu? [Dari Katolisitas: Ya, tidak ada yang salah dengan hal tersebut] Kami selalu sebisa mungkin ketika hidup dalam persekutuan kami saling mendoakan terbukti dengan rante-rante doa yang slalu kami doakan… Read more »
deff
Guest
salam ibu inggrid…. saya jadi bingung mengenai pendapat ibu yg mengatakan kharismatik ada baiknya jg. sedang kan yg saya baca dari nara sumber lain (dari Katolisitas: kami edit) dengan tegas mengatakan bahwa kharismatik sesat. pertimbangan nya krn landasan gerakan ini dan alasan2 yt lainnya. dan mengenai hirarki yg mengijinkan beliau menganalogikan dengan perkembangan gerakan katolik yg awalnya direstui ttp akhirnya tdk direstui. contohnya templar. demikian dari saya ibu. terima kasih. [Dari Katolisitas: Silakan membaca terlebih dahulu artikel ini, silakan klik. Magisterium Gereja Katolik menyatakan bahwa Gerakan Karismatik Katolik sebagai gerakan gerejawi / ecclesial movement, maka kita tidak seharusnya mencap gerakan… Read more »
Merry
Guest
Shalom, Sebelumnya saya mohon maaf jika apa yang akan saya katakan ini mungkin tidak tepat karena saya hanya manusia biasa, tapi dari apa yang saya lihat saya merasa sejauh ini gerakan karismatik katolik masih dianaktirikan dalam gereja. Hal ini berdasarkan pengamatan saya pada saat misa, diantaranya ada romo yang jika koor sudah melagukan lagu-lagu yang bernuansa karismatik maka ia akan menekankan dengan kata-kata “Bapa kami dinyanyikan secara biasa”. Begitu pula pada saat adorasi setelah misa harian. Romo yang tadinya memimpin misa langsung menghilang dan digantikan oleh romo lain yang hanya bertugas mengeluarkan Sakramen Maha Kudus dan lalu romo tersebut menghilang… Read more »
Ingrid Listiati
Admin
Shalom Merry, Tentang hal ini mari kita mengacu kepada dokumen yang dikeluarkan oleh KWI, yang berjudul: Aneka Karunia, Satu Roh, tentang pembaruan Karismatik. Di sana disebutkan ajakan kepada para Uskup dan imam untuk menerima gerakan Karismatik Katolik dan menggembalakan/ membimbingnya. Silakan membaca dokumen tersebut, khususnya, sub judul berikut ini, silakan klik. Khususnya point 35: “35. Para Uskup dan imam serta pemuka jemaat kami ajak mengikuti seruan Sri Paus Johannes Paulus II untuk menekankan pembaruan rohani Gereja. [18] Kewajiban imam untuk memberi bimbingan pastoral kepada umatnya perlu tetap kita junjung tinggi, walaupun, misalnya, ia tidak merasa terpanggil untuk bergabung dengan PKK(Pembaruan… Read more »
Herman Jay
Guest
Virus Rohani Sekadar menambahkan info bagi teman kita Fransiscus. Gerakan karismatik katolik di dalam setiap paroki mendapatkan tempatnya di dalam kelompok kategorial. Mudah2an saya tidak salah menginfokan kepada temanku ini. Silakan cross check lagi pada struktur organisasi Dewan Paroki. Jadi gerakan ini diakui dan dikontrol oleh hirarki gereja katolik sampai di tingkat paroki. Biasanya ada kelompok yang menamakan diri atau dinamai Persekutuan Doa Karismatik Katolik (PDKK). Bahkan di paroki tertentu , PDKK berkembang sampai ke tingkat wilayah dan atau lingkungan. Kekuatiran adanya penyimpangan pada masa sekarang ini relatif tidak ada. Memang ada periode sekitar awal tahun 1980-an, kelompok karismatik katolik… Read more »
Yindri
Guest
Shalom, Sedih membaca org yg anti karismatik, sy pribadi yg dulunya pemeluk agama lain dan setelah menjadi katolik justru menjadi lebih hidup krn kelompok karismatik ini. Bukan krn hingar bingar musik atau lagunya yg membuat sy jd lebih hidup, tapi cara persekutuan ini mengajak utk mendalami kitab suci, sharing kelompok, pelayanan2annya dan juga beberapa kesaksian2 yg menyentuh hati saya. Bagaimana komonitas ini orgnya sama tinggi dan rendah, tidak ada golongan kaya atau miskin, perselisihan pasti ada, tapi tidak membuat kelompok ini jd terbelah. Setiap sy ada hal yg kurang dimengerti, mereka sangat membantu memberi penjelasan. Saya seperti memiliki keluarga baru… Read more »
Alfons C. Novena
Guest
Salam Damai Kristus, Secara pribadi, saya kurang “sreg” dengan pergerakan karismatik ini. Mungkin simpel saja, jika memang kegiatan ini sungguh direstui dan dikehendaki oleh Allah sendiri, mengapa begitu bayak menimbulkan perdebatan? Apakah ini sebuah proses yang baik, melihat eksklusivisme yang muncul dari beberapa persekutuan doa karismatik? Bukankah ini berpotensi ke arah denominasi Gereja? Selanjutnya, secara faktual di lapangan, ibadat/Misa versi para karismatik menyimpang dari Missale Romanum dan Magisterium Gereja. Adakah tindakan tegas Hirarki yg sungguh dipatuhi para karismatik? (Paling tidak memahami apa yg pernah dipublikasikan KWI di tahun 1995) Jika para karismatik selalu berpegang teguh pada perikop yg ditulis oleh… Read more »
Adi P.Nugroho
Guest
Respon paragaf pertama, Yesus sewaktu datang ke bumi juga mengundang perdebatan disana-sini…. bahkan penolan dari para ahli agama pada masa itu. Apa maksud anda tentang “denominasi” ? Respon Paragaf ke-2, Lihat 16 dokumen hasil Konsili Vatikan II, yaitu Dei Verbum tentang kedudukan Magisterium. Respon paragaf ke-3, Kalau meneladani St.Paulus, bacalah Alkitab saudara, pelajari, renungkan dan lakukan, itulah seharusnya yang dilakukan semua umat percaya, kecuali anda tidak haus dan lapar akan Firman Tuhan. respon atas paragaf ke-4. Apa maksud “haus” sensasi peribadatan ? Supaya bisa Membedakan roh, perlu mengetahui benar dan memiliki yang asli terlebih dahulu, spy bisa tahu yang palsu… Read more »
Ingrid Listiati
Admin
Shalom Adi dan Alfons, Sepertinya telah kami tanggapi pertanyaan Adi dalam artikel di link yang telah kami berikan di atas, silakan klik, sehingga tak perlu pertanyaan-pertanyaan yang bersifat tendensius ini dibahas kembali. Magisterium telah jelas menyatakan tidak menolak gerakan Karismatik Katolik, hanya saja memang selanjutnya diperlukan juga bimbingan dari pihak otoritas Gereja (yaitu keuskupan setempat) agar gerakan ini dapat bertumbuh dan berkembang dalam koridor Gereja Katolik. Ketentuan dari KWI tentang gerakan Karismatik, dapat dibaca di sini, silakan klik. Mari berfokus untuk mengusahakan kesatuan dalam Gereja Katolik, daripada meributkan hal-hal yang sesungguhnya tak perlu diributkan, sebab ketentuannya sendiri sudah sangat jelas,… Read more »
Gorby
Guest
shalom langsung ke pertanyaan kenapa umat beragama katholik selain wajib mengikuti misa harian di gereja n kenapa tidak diwajibkan mengikuti PDKK ?? Menurut pendapat saya cara anak muda mengenal katholik dan Yesus melalui PDKK lebih tepat sesuai dengan jiwa anak muda dinamis dan to do point dalam khotbah jauh lebih masuk dan mudah dicerna [Dari Katolisitas: PDKK adalah salah satu gerakan gerejawi (ecclesial movement) yang setara dengan Legio Mariae, Marriage Encounter (ME), dan gerakan-gerakan lainnya dalam Gereja Katolik. Maka kedudukan kegiatan itu tidak akan pernah sama dengan Misa Kudus. Sebagaimana umat tidak dapat diharuskan untuk ikut Legio Mariae atau ikut… Read more »
Susan
Guest

Mohon informasi mengenai katolik karismatik.
bagaimana menurut pandangan Bapak / Ibu mengenai katolik karismatik.
Terima Kasih.

Susan

[dari katolisitas: silakan melihat dua tanya jawab ini – silakan klik dan klik ini]

Simon M.Tulasi
Guest
Salom katholisitas, saya mau bertanya, apakah seminar hidup baru dlm roh, dpt mengubah sesorang menjadi lebih baik, dan roh yg berada dlm diri seseorang akan keluar dan digantikan oleh Roh Kudus/Roh Kristus/Roh Allah? [Dari Katolisitas: ….. edit Pesan ini digabungkan karena masih satu topik] Katolisitas dan pengasuhnya yg dikasihi dlm nama Yesus, Saya mau bertanya utk menjawab keraguan dan ketidakyakinan saya akan SHBDR dan penyembuhan, yaitu: 1.Apakah setiap org yg mengikuti SHBDR dpt mempelajari, menerima dan berbicara dan dlm bahasa Roh? 2.Apakah dpt terjadi penyembuhan, pengusiran roh, dan terjadilah org yg ber-teriak2, berjatuhan itu karena ROH KUDUS yg menggantikan roh2… Read more »
Adi P.Nugroho
Guest
Seseorang akan lebih baik di hadapan Allah jika ia dengan sadar ingin dibangun dan dibentuk oleh Firman Allah yang hidup. Roh yang keluar dari seseorang lalu ada roh lain yang mengisi seseorang adalah konsep hindu, cakra, kejawen dan sejenisnya. Disarankan membaca Alkitab dan mempelajarinya, serta merindukan dipenuhi baptisan Roh Suci, sebab hanya Roh Suci yang mampu menerangi seluruh kebenaran dalam diri seseorang. Berbicara dalam bahasa Roh adalah tanda awal dibaptis Roh Kudus oleh Allah sendiri, [Dari Katolisitas: Gereja Katolik memakai istilah pencurahan Roh Kudus, dan bukan baptisan Roh Kudus. Sebab Baptisan yang ada hanya satu (Ef 4:5)] berbahasa roh tidak… Read more »
Ingrid Listiati
Admin
Shalom Simon Tulasi, Nampaknya perlu diketahui, bahwa sejak kita dibaptis, kita telah menerima Roh Kudus di dalam diri kita. Roh Kudus ini tetap tinggal di dalam kita asalkan kita tidak menolak Dia dengan melakukan dosa berat. Maka sesungguhnya, tidak ada istilah roh kita digantikan oleh Roh Kudus; sebab selama kita masih hidup di dunia ini, artinya jiwa rohani kita masih ada bersatu dengan tubuh kita. Jika kita sudah dibaptis, maka yang terjadi dalam SHBDR (Seminar Hidup Baru dalam Roh Kudus)  adalah: adalah pencurahan Roh Kudus; bukan baptisan Roh Kudus (sebab hanya ada satu baptisan (Ef 4:5), juga bukan baru pada… Read more »
Felix Sugiharto
Guest

Shalom pak Stef

Terima kasih pak; Jawaban yang sangat baik dan sempurna.. memang sering kita dapatkan apa yang seperi pak Stef paparkan…

Mudah2an penjelasan ini bermanfaat bagi pembaca yang ikut dalam pergerakan karismatik katolik.
Terima kasih.

Tuhan Yesus memberkati

Felix Sugiharto

Leonard
Guest
Dear Pak Stef , Bu Ingrid dan Bu Caecilia Apakah gerakan Kharismatik ini sperti pedang bermata dua bagi Gereja Katolik. Sebenarnya saya jg terbantu oleh karismatik. Ada peneguhan2 dan ketika saya diberikan karunia menyicipi sedikit bahasa Roh. Saya sukacita, lebih gampang mendengar “Suara Tuhan” dan keesokan hari pas Misa Kudus ketika melihat hosti sampai terharu bgt melihat Kebaikan Tuhan kita. Tapi saya sadari kalau misalnya saya tidak tau ttg arti sebenarnya Ekaristi mgkn saya jg lebi mencari “perasaan-perasaan” di PD. Tetap saya tidak tau yah,, kok ada orang sudah sudah terima Komuni tiap minggu yg bisa meraung2 menangis, trus ada… Read more »
Iwan G
Guest
Syaloom.. Selamat pagi tim Katolisitas yg terkasih. Saya pernah ikut beberapa acara karismatik dimana ada beberapa orang berbahasa dalam bahasa yg saya tidak mengerti. Saya diinfokan sesudahnya, bahwa mereka berbahasa roh. Yg menjadi pertanyaan saya : 1. Setahu saya bahasa roh diucapkan seseorang namun dapat dimengerti oleh banyak bangsa berbeda dalam bahasa mereka masing2 yg berbeda pula. Mengapa saya tidak mengerti apa yg mereka ucapkan padahal saya dgn org yg mengucapkan bahasa roh, sama-sama orang Indonesia ? 2. Saya pernah disampaikan bahwa yg boleh (?) berbahasa roh dalam kesempatan yg sama, maksimum 3 orang saja dan itupun tidak serempak, melainkan… Read more »
Ingrid Listiati
Admin
Shalom Iwan G, Sebenarnya pertanyaan-pertanyaan anda sudah dibahas di artikel Tentang Bahasa Roh, silakan klik, dan Apakah Gerakan Karismatik Katolik itu Sesat?, klik di sini. Jika anda belum membacanya, saya mengundang anda untuk membaca artikel- artikel tersebut, berikut dengan tanya jawab di bawahnya. 1. Bahasa roh yang anda dengar itu kemungkinan adalah karunia berdoa di dalam roh/ senandung di dalam roh; yaitu doa- doa pribadi dalam roh yang dilakukan bersama- sama dalam komunitas PDKK. 2. Sedangkan yang dibatasi maksimum tiga orang untuk berbicara dalam Roh, itu adalah pembicaraan yang dengan keras disampaikan kepada seluruh umat yang hadir, sehingga perlu diartikan,… Read more »
Iwan G
Guest
Syaloom .. Salam damai dalam Kasih Kristus ! Terima kasih atas tanggapannya bu. Dari jawaban ibu, saya simpulkan (mudah2an tidak keliru) ternyata berbahasa roh itu ada 2 macam yaitu : a. Speaking In Tongue (SIT) dimana ada 4 kriterianya yakni : 1. disampaikan secara keras (volume suara?) 2. ditujukan kepada umat 3. harus ada yang mampu menginterpretasikannya 4. harus diucapkan seorang demi seorang (tidak serempak) b. Praying In Tongue (PIT) dengan 4 kriteria pula yakni : 1. diucapkan tidak secara keras, mungkin bisik-bisik ? 2. untuk konsumsi sendiri, tidak dimaksudkan untuk diperdengarkan kepada orang lain. 3. tidak perlu diinterpretasikan kpd… Read more »
Ingrid Listiati
Admin
Shalom Iwan, 1. Memang istilah “Speaking in Tongue” (berkata- kata dalam roh) dan “Praying in Tongue” (berdoa dalam roh) tidak secara literal disebut di dalam Kitab Suci, namun kita dapat menangkap pembedaan ini dari keterangan yang disampaikan dalam ayat- ayat Kitab Suci. Tentang berdoa dalam roh, disebutkan dalam Rom 8:26-27, “Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan. Dan Allah yang menyelidiki hati nurani, mengetahui maksud Roh itu, yaitu bahwa Ia, sesuai dengan kehendak Allah, berdoa untuk orang-orang kudus.”… Read more »
Iwan
Guest

Terima kasih atas penjelasannya. Tuhan memberkati !

NOBERT
Guest
[dari Katolisitas: komentar di bawah ini di beberapa bagian telah diedit atas ijin yang bersangkutan] Kalau menurut pengamatanku mengenai Karismatik, 1. Hampir semua umat Katholik yang mendengar Karismatik, selalu menolak dahulu, ini dikarenakan, mereka menganggapnya dari Protestan 2. Setelah mereka coba mengikuti Karismatik, ada yang bertumbuh imannya, dan ada juga yang lantas tidak setuju dengan Karismatik. 3. Yang bertumbuh imannya, ada banyak juga yang keblinger, menganggap dirinya lebih bagus dari yang lainnya, tetapi jauh lebih banyak yang tetap rendah hati dan semakin bertumbuh imannya dan menghasilkan banyak buah. Biar lebih jelasnya, aku tulis pengalaman pribadi aku saja. Sejak kecil aku… Read more »
Stefanus A.T
Guest
Shalom Aloysius, Saudaraku Aloysius yg dikasihi Kristus, dulu sy juga demikian sependapat dengan dogma pemikirin Anda, beriring dengan waktu suatu hari sy ikut pelayanan ke pendalaman Irian, baru aku menyadari banyak hal yg tidak mengerti yaitu TRADISI, ADAT, dan KESADARAN. Saudaraku, Sy ingin belajar dan ingin berbagi sedikit pengalaman, waktu kami di pendalaman Irian yaitu disaat perarakan Misa Ekaristi umat disana dengan bahasa Hu, Ha, Hu, Ha … bukan dengan pujian PS/MB bagaimana pendapatmu apakah itu sesat? kemudian pakaian adat mereka dengan KOTEKA dan tombat yg ada ditangan mereka, apakah itu juga sesat? dan disaat Konsenbrasi umat histeris mengangkat tangan… Read more »
Caesarandra
Guest
Yth Stef dan Inggrid, Saya ada beberapa pertanyaan menyangkut mengenai bahasa roh yang ada didalam Alkitab, sebenarnya itu bahasa roh yang benar itu seperti apa ? apakah orang berbahasa dalam bahasa lain yang dalam kehidupan sebenarnya dia tidak pernah pelajari, seperti dalam ayat ini : Kis 2:4 Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya. Kis 2:6 Ketika turun bunyi itu, berkerumunlah orang banyak. Mereka bingung karena mereka masing-masing mendengar rasul-rasul itu berkata-kata dalam bahasa mereka sendiri. Kis 2:7 Mereka semua tercengang-cengang dan heran, lalu… Read more »
Ingrid Listiati
Admin

Shalom Caesandra,

Silakan anda membaca kembali artikel ini, silakan klik.

Menurut Kitab Suci, terdapat 3 perwujudan karunia bahasa Roh, yaitu sebagai ungkapan doa pribadi sebagai keluhan yang tak terucapkan (lih. Rom 8:26), sebagai bahasa dari bangsa lain yang tidak pernah dipelajari (lih. Kis 2:7-11), dan sebagai bahasa lain yang bukan merupakan bahasa di dunia, namun yang diucapkan sebagai nubuat, sehingga perlu diinterpretasikan (lih. 1 Kor 14:5, 13).

Selanjutnya silakan juga membaca artikel tentang Apakah gerakan Karismatik Katolik itu sesat, silakan klik

Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
Ingrid Listiati- katolisitas.org

 

Alexander Pontoh
Guest

1Kor 14:13 Karena itu siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, ia harus berdoa, supaya kepadanya diberikan juga karunia untuk menafsirkannya.

dari ayat ini, ada kalimat “ia harus berdoa”

apakah ada doa khusus? atau sekedar doa spontan?

Ingrid Listiati
Admin

Shalom Alexander,

Dalam ayat tersebut memang tidak dikatakan dengan rinci, apakah ada doa khusus tentang hal ini. Prinsipnya di sini sederhana, yaitu bahwa orang tersebut harus berdoa, agar karunia bahasa roh yang diterimanya tersebut dapat berguna untuk membangun jemaat (Gereja).

Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
Ingrid Listiati- katolisitas.org

 

Rudi
Guest
shallom Stefanus Tay. Terima kasih atas jawabannya. Saya sependat dengan saudara lewat jawaban anda terhadap pertanyaan saya. Bagi saya gerakan Karismatik telah mengubah hidup saya, karena apa yang saya rasakan dan alami tidak dapat dirasakan dan dialami oleh orang lain. Saya bersyukur karena hal negatif dari gerakan Karismatik yang ditulis oleh saudara Stefanus tidak saya alami, karena tujuan saya bukan hal-hal yang negatif itu. Sekarang saya telah menyadari betapa besar kasih dan cinta Allah Bapa kepada anak-anak-Nya, dan saya menyadari betapa besar pula dosa-dosa yang telah saya perbuat, serta saya menyadari apa yang harus saya lakukan untuk menebus dosa-dosa yang… Read more »
aloysius
Guest
Rudi Yth, Saya ingin mengkritisi pernyataan Anda :”Bagi saya gerakan karismatik telah mengubah hidup saya, karena apa yang saya rasakan dan alami tidak dapat dirasakan dan dialami oleh orang lain.” Pernyataan Anda sering diucapkan oleh banyak umat Katolik pengikut gerakan karismatik yang saya jumpai. Saya tidak mengerti bagaimana Anda bisa menyatakan hal itu. Lalu apakah artinya sakramen-sakramen bagi Anda? Apakah sakramen-sakramen(baptis, ekaristi, pengakuan dosa, krisma) yg telah Anda terima tidak mampu mengubah hidup Anda? Kalau demikian, berarti Anda telah merendahkan sakramen-sakramen dan mengagungkan gerakan karismatik. Ini bukanlah apa yang diajarkan oleh Gereja Katolik. Lebih baik Anda tidak perlu menerima sakramen… Read more »
Yindri
Guest

Dari pengalaman saya karismatik membuat kita lebih menghayati sakramen,saya dari PDKK di Bali,karena semangat karismatik yang kami miliki membuat kami semakin ingin menghayati Firman,pendalaman KS,Sakramen dan lain2.Kalo saya sederhanakan Karismatik dan Sakramen ibarat Bunda Maria dan Yesus,saat kita berdoa Salam Maria,Bunda kita akan membawa kita lebih mencintai Putranya.demikian Karismatik semakin membuat kita menghargai Sakramen…bukan sebaliknya.

Daniel Kurniadi
Guest
Shallom, Saya berkecimpung dalam gerakan karismatik mulai 1996, ketika saya mengikuti Camping Rohani Siswa di pertapaan karmel, Tumpang, Malang. dalam perjalanan waktu, saya melihat banyak sekali teman2 saya yang berubah hidupnya, semakin mencintai Gereja, dan Sakramen-sakramen yang ada, namun juga tidak dapat dipungkiri, banyak juga yang berpindah ke gereja lain. namun fenomena yang menarik juga ditemukan, bahwa ada orang2 dari denominasi lain yang justru tertarik dengan gereja katolik, dan memutuskan untuk bergabung dengan gereja kita ini. Dalam jatuh-bangun perjalanan iman saya, belum sekalipun saya terpikir untuk pindah ke gereja / keyakinan lain, banyak misteri dalam gereja kita yang bagi saya… Read more »
Ingrid Listiati
Admin
Shalom Daniel, Ya, seharusnya sikap yang anda miliki itulah yang layak dimiliki oleh semua yang tergabung dalam gerakan Karismatik Katolik. Gerakan karismatik harus membawa seseorang menjadi semakin menghayati iman Katoliknya, dan bukan malah menjauhinya. Dan intinya memang adalah perayaan Ekaristi. Buku- buku Scott Hahn memang sangat baik dan inspiratif, terutama karena dalam tulisan- tulisannya ia memaparkan ajaran Magisterium Gereja Katolik, dengan bahasa yang mudah dipahami. Silakan, jika anda memang anda pandang membantu, untuk membahas tulisan- tulisannya di dalam kelompok komunitas anda, agar semakin banyak orang Katolik mengenal dan mengasihi iman Katolik; dan hidup sesuai dengan ajaran iman Katolik. Salam kasih… Read more »
wpDiscuz
katolisitas.org adalah karya kerasulan yang berfokus dalam bidang evangelisasi dan katekese, yang memaparkan ajaran Gereja Katolik berdasarkan Kitab Suci, Tradisi Suci dan Magisterium Gereja. Situs ini dimulai tanggal 31 Mei 2008, pesta Bunda Maria mengunjungi Elizabeth. Semoga situs katolisitas dapat menyampaikan kabar gembira Kristus. @Copyright katolisitas - 2008-2016 All rights reserved. Silakan memakai material yang ada di website ini, tapi harus mencantumkan "www.katolisitas.org", kecuali pemakaian dokumen Gereja. Tidak diperkenankan untuk memperbanyak sebagian atau seluruh tulisan dari website ini untuk kepentingan komersial |
Romo pembimbing: Rm. Prof. DR. B.S. Mardiatmadja SJ. | Bidang Hukum Gereja dan Perkawinan : RD. Dr. D. Gusti Bagus Kusumawanta, Pr. | Bidang Sakramen dan Liturgi: Rm. Dr. Bernardus Boli Ujan, SVD | Bidang OMK: Rm. Yohanes Dwi Harsanto, Pr. | Bidang Keluarga : Rm. Dr. Bernardinus Realino Agung Prihartana, MSF, Maria Brownell, M.T.S. | Pembimbing teologis: Dr. Lawrence Feingold, S.T.D. | Pembimbing bidang Kitab Suci: Dr. David J. Twellman, D.Min.,Th.M.| Bidang Spiritualitas: Romo Alfonsus Widhiwiryawan, SX. STL | Bidang Pelayanan: Romo Felix Supranto, SS.CC |Staf Tetap dan Penulis: Caecilia Triastuti | Bidang Sistematik Teologi & Penanggung jawab: Stefanus Tay, M.T.S dan Ingrid Listiati Tay, M.T.S.
X