Setup Menus in Admin Panel

Tentang sebutan Tuhan, Allah dan Yahweh, samakah?

Menurut New Advent Catholic Encyclopedia, Bangsa Yahudi mengenal tiga sebutan nama untuk Tuhan, yaitu El, Elohim dan Eloah, di samping nama YHWH (Tetragrammaton/ Yahweh). Perkataan Yahweh ini terdapat sekitar 6000 kali dalam Perjanjian Lama, Elohim 2570, Eloah 57 kali dan El 226 kali. Walaupun masih menjadi perdebatan para ahli Kitab Suci, dikatakan bahwa kemungkinan kata Allah berasal dari kata El ini, yang berarti Tuhan yang Mahabesar/Mahakuasa (lih. Kel 6:2) yang secara derivatif dapat pula berarti “Ia yang dikejar oleh semua orang, Ia yang menjadi tujuan semua orang, ia yang kepada-Nya semua orang mencari perlindungan dan bimbingan, Ia yang kepada-Nya seseorang mendekatkan dirinya, dst”. Diskusi argumen tentang asal usul kata ini, setuju atau tidak setuju akan makna derivatif-nya akan menghasilkan pembicaraan yang terlalu jauh.

Sedangkan nama Tuhan sebagai YHWH yang diterima oleh Musa, merupakan nama yang sangat sakral, maka menurut tradisi Yahudi, mereka dilarang menyebutkan nama YHWH tersebut. Penyebutan nama YHWH (Yahweh) hanya dilakukan setahun sekali oleh Imam Agung, yang dilakukan di Bait Allah, pada pesta Yom Kippur.  Karena kesakralan kata YHWH ini, maka tak sembarang orang menyebutkannya; dan di dalam pembacaan Kitab suci, mereka mengganti kata YHWH tersebut dengan Adonai. Septuagint dan Vulgate kemudian menerjemahkan Adonai ini dengan Kyrios/ Dominus. Paus Benediktus XVI dalam bukunya Jesus of Nazareth condong kepada hasil studi para ahli Kitab Suci yang mengatakankan bahwa pengakuan Petrus akan Yesus sebagai Mesias, Putra Allah yang hidup (Mat 16:13-15), jatuh pada peringatan hari Yom Kippur ini (lihat buku karangan Bapa Paus Benedict XVI, Jesus of Nazareth p. 306); yang menunjukkan penggenapan sebutan Allah YHWH/ Adonai ini di dalam diri Kristus Yesus.

Selanjutnya tentang topik Tuhan dan Allah silakan membaca artikel ini (silakan klik).

Kurios‘ itu adalah ‘Tuhan’ (Lord) yang diambil dari bahasa Yunani, yang merupakan bahasa penulisan kitab Perjanjian Baru. Sedangkan kata “Tuhan” (Lord) dalam Kitab Perjanjian Lama (PL) dalam bahasa Ibrani-nya adalah “Adonai“. Dalam PL, kata “Adonai” (Tuhan/ Lord) ini dipakai sebagai kata ganti bagi YHWH (Yahwe) dan digunakan bersama- sama kata “Elohim/ (Allah/ God)” (lih. Mzm 38:15; Mzm 8:1,9), walaupun kata “adonai” ini memang juga menggambarkan hubungan antara tuan dan hamba (lih. Kej 24:9,20,12,14,27; Kel 21:4-6) antara suami dan istri (lih. Kej 18:12, Yud 19:27; Mzm 45:12).

Demikianlah contoh ayat-ayat di mana kata ‘YHWH’, ‘Tuhan’ (Lord)  dan ‘Allah’ (God)  digunakan untuk mengacu kepada Allah yang satu dan sama:

“Sebab kepada-Mu, ya TUHAN [YHWH/ Yehovah], aku berharap; Engkaulah yang akan menjawab, ya Tuhan [Adonai], Allahku [Elohim].” (Mzm 38:15)

“Ya TUHAN [YHWH/ Yehovah], Tuhan [Adonai] kami, betapa mulianya nama-Mu di seluruh bumi! …. Ya TUHAN [YHWH/ Yehovah], Tuhan [Adonai] kami, betapa mulianya nama-Mu di seluruh bumi! (Mzm 8:1,9).

Di kitab Perjanjian Baru, terdapat ayat-ayat, di mana kata “kurios” diterjemahkan sebagai “Tuhan” (Lord), dan mengacu kepada Allah (God), seperti halnya pada Luk 1:32; 2:9, Kis 5:19), dan kata “kurios” ini juga mengacu kepada Yesus (lih. Rom 10:9, 1Kor 12:3; Flp 2:11; Why 19:15); sehingga dengan demikian, ayat-ayat tersebut mengajarkan bahwa Yesus adalah Allah (God).

Kata Ibrani “Adonai” diterjemahkan di dalam Kitab Septuaginta (PL dalam bahasa Yunani) dengan kata Yunani, yaitu “Kurios” (Lord). Kata “Kurios” ini juga digunakan untuk menterjemahkan kata YHWH (God). Maka Kitab Suci mengajarkan bahwa, baik kata ‘Kurios‘ dan ‘YHWH’ ini mengacu kepada kata ‘Allah’ (dalam PL) dan kepada ‘Tuhan’ dan ‘Yesus’ (dalam PB); dan dengan demikian, Kitab Suci mengajarkan bahwa Yesus adalah Allah. Kata Adonai  dalam Perjanjian Lama adalah kata ganti terhadap kata YHWH [Yehovah/ Yahwe], yaitu kata yang penggunaannya terbatas, oleh karena bangsa Yahudi menolak untuk mengucapkan kata tersebut karena takut menyebutkannya dengan tidak hormat, dan dengan demikian melanggar perintah Allah, “Janganlah menyebut nama Tuhan [YHWH/ Yehovah] Allah-mu [Elohim] dengan tidak hormat” (lih. Kel 20: 7). Dengan digunakannya kata “Adonai” ini sebagai kata ganti YHWH (dalam PL), dan kata yang sama ini juga mengacu kepada Yesus (dalam PB), maka kita sampai pada kesimpulan bahwa Yesus adalah Kurios, dan karena Kurios adalah YHWH/ Allah, maka Yesus adalah Allah.

Dengan demikian, penggunaan nama Yahweh, Adonai, Kyrios (Kurios), Dominus, ini sebenarnya bermakna sama, yaitu Tuhan atau Allah.  Mari kita berpegang pada apa yang diajarkan Gereja tentang sebutan ‘Allah’ dan ‘Tuhan’ ini. Roman Curia dalam, ” The Congregation for Divine Worship” 29 Juni 2008,  mengatakan, ” Penyebutan gelar Kyrios kepada Tuhan yang bangkit merupakan pernyataan akan ke-Allah-an-Nya.” Dokumen ini memberikan kesimpulan bagi penggunaan kata Kyrios untuk kata YHWH (Tetragrammaton) yang artinya adalah Allah.

 

Please log in to rate this.
1 orang mengatakan bahwa ini berguna

Category: Allah Putera
Tags:

← FAQ dan Komentar
Jan 19, 2009

Tinggalkan pesan

43 Komentar di "Tentang sebutan Tuhan, Allah dan Yahweh, samakah?"

Ingatkan untuk

Disortir menurut:   terbaru | terlama
Angga Aldy Longdong
Member
Angga Aldy Longdong
1 tahun 9 bulan yang lalu

Syaloom..
terima kasih utk kesempatannya
sblmnya dlam perjanjian lama Allah mempunyai nama yaitu: Yahweh, Adonai, EL, Elohim, Elyon, Shaddai, dan El=Shaddai
dan dlm perjanjian baru Allah mempunyai nama juga yaitu: Theos, Kurios/Kyrios, Bapa/Peter
disini aku ingin bertanya ttg
Mengapa Allah sendiri yang memberikan nama bagi diri-Nya sendiri??

terima kasih
Syaloom…

Ingrid Listiati
Admin
1 tahun 8 bulan yang lalu
Shalom Angga, Dalam Wahyu Ilahi yang disampaikan kepada kita, Allah menyatakan Diri-Nya yang terbatas itu kepada kita manusia yang terbatas. Untuk itu, Allah menggunakan bahasa manusia, dan menyampaikan kepada kebenaran-Nya agar dapat ditangkap oleh akal budi manusia. Salah satunya adalah bagaimana Ia menghendaki agar manusia memanggil-Nya/ mengenal-Nya, yang menggambarkan hakekat-Nya. Ini umum dikenal sebagai ‘nama’ oleh bahasa manusia. Allah menyatakan Diri-Nya sebagai Diri-Nya sendiri (Aku adalah Aku) yang tidak tergantung oleh sesuatu yang lain, sehingga dengan demikian menyatakan kebesaran-Nya yang mengatasi segala sesuatu. Nah, mengenai arti kata YHWH, atau El/ Elohim sudah pernah dibahas di artikel di atas, silakan klik. KGK… Read more »
Akasa
Member
Akasa
2 tahun 24 hari yang lalu

Sebelumnya saya mohon maaf kalau pertanyaan saya out of topic:
Yang ingin saya tanyakan:
1. Perbedaan antara YHWH (ELOHIM) dan ALLAH
2. Sudah sejak peradaban apakah mc pertama kali mengenal YHWH
3. Mohon di sertakan dengan link lengkap mengenai hal ini
4. Terima Kasih

[Dari Katolisitas: Mohon membaca artikel di atas terlebih dahulu, silakan klik. Sejak dari pewahyuan kepada umat Israel melalui Nabi Musa, manusia mengenal Allah dengan sebutan YHWH, selain juga sebagai El, ataupun Elohim.]

Aritra
Guest
Aritra
2 tahun 7 bulan yang lalu

Bagaimana penjelasan tentang kata Akulah Guru dan Tuan dalam Alkitab Ende Yohanes 13:13, sedangkan dalam Alkitab TB Yohanes 13:13 Akulah Guru dan Tuhan, Terimakasih Tuhan Berkati.

Ingrid Listiati
Admin
2 tahun 7 bulan yang lalu
Shalom Aritra, Silakan membaca artikel di atas, silakan klik. ‘Kurios‘ itu adalah ‘Tuhan’ (Lord) yang diambil dari bahasa Yunani, yang merupakan bahasa penulisan kitab Perjanjian Baru. Sedangkan kata “Tuhan” (Lord) dalam Kitab Perjanjian Lama (PL) dalam bahasa Ibrani-nya adalah “Adonai“. Dalam PL, kata “Adonai” (Tuhan/ Lord) ini dipakai sebagai kata ganti bagi YHWH (Yahwe) dan digunakan bersama- sama kata “Elohim/ (Allah/ God)” (lih. Mzm 38:15; Mzm 8:1,9), walaupun kata “adonai” ini memang juga menggambarkan hubungan antara tuan dan hamba (lih. Kej 24:9,20,12,14,27; Kel 21:4-6) antara suami dan istri (lih. Kej 18:12, Yud 19:27; Mzm 45:12). Maka memang kata Adonai/ Kurios… Read more »
Heru
Guest
Heru
3 tahun 12 hari yang lalu

Saudara sekalian….yang terpenting kita harus lebih peka terhadap tuntunan Tuhan dan untuk penyebutan nama Tuhan di tiap2 negara bahkan suku, daerah itu berbeda-beda….jadi IMAN kita yang menentukan kepada siapa kita percaya… nama Tuhan ngak boleh diperdebatkan….sorry bagi saya sekali Yesus tetap Yesus…orang Indonesia kok mau berlagak pakai bahasanya orang luar….Gbu

aten
Guest
aten
3 tahun 3 bulan yang lalu
Nama-nama Tuhan Perjanjian Lama dalam Sejarah Alkitab Indonesia yaitu ; -Tuhan Hua, -Tuhan Jehuwa, -Tuhan Allah, -Tuhan Jahwe dan -Tuhan Yahweh. Terjemahan Lama LAI (1962) – Tuhan JEHUWA (Kel 15: 3) Foto: Terjemahan Lama LAI (1970) – Tuhan HUA (Yeh 12:28) Foto: Terjemahan Baru LAI (2011) – Tuhan ALLAH ( Yeh 12:28) Foto: Terjemahan KSKK (LAI 2002) – Tuhan Yahweh ( Yes 42: 8) Terjemahan ENDE (1969) – Tuhan Jahweh (Yeh 3:27) Link: http://sabdaweb.sabda.org/bible/chapter/?b=26&c=3&version=tb&altver%5B%5D=ende&view=column#27 Nama Yahweh dalam kamus TB LAI 2011, carilah kata TUHAN Foto: Nama Yahweh pada Pengantar kitab Mazmur alkitab “Penuntun Hidup Berkelimpahan” Hal 813, LAI 1994 Foto:… Read more »
Ingrid Listiati
Admin
3 tahun 3 bulan yang lalu
Shalom Aten, Dalam Kitab Suci, kata ALLAH  yang satu disebut dengan beberapa istilah: YHWH/ Yehovah (sekitar 6800 kali); Elohim (2,600 kali); Adonai (439 kali) dan El (238 kali). Ada lagi istilah yang merupakan kombinasi, seperti El Shaddai, El Eloah dan Yahweh Elohim. Dalam Yeh 12:28, yang digunakan adalah kata “Adonai” dan “Yehovah”, demikian: “Oleh karena itu katakanlah kepada mereka: Beginilah firman Tuhan (Adonai) ALLAH (Yehovah): Tidak satupun dari firman-Ku akan ditunda-tunda. Apa yang Kufirmankan akan terjadi, demikianlah firman Tuhan (Adonai) ALLAH (Yehovah).” Maka yang Anda permasalahkan di sana adalah kata terjemahan, yang tidak mengubah apapun maksud dari Kitab Suci, sebab… Read more »
Lucius
Guest
Lucius
3 tahun 4 bulan yang lalu
Dear katolisitas, Cuman pingin tahu saja nih. Kalo mengambil analogi dari kata ‘petros’ dan ‘petra’ dalam bahasa Yunani seperti yg sdh pernah dijelaskan di artikel yang lain di website ini, petros berarti batu karang dalam bentuk maskulinnya (dalam bentuk gender laki2). Apakah itu berarti Kurios/ Kyrios ini juga diartikan Tuhan dalam bentuk gender laki2 (seperti kata Bapa) ? Padahal kita tidak tahu gender Tuhan itu apa dan dalam tata bahasa Yunani, sesuatu yg tidak diketahui gendernya maka digunakan bentuk feminim-nya, yang contohnya adalah kata ‘petra’ itu sendiri. Mohon pejelasannya, terima kasih. Tuhan memberkati. [Dari Katolisitas: Gender bagi kata Allah (Elohim)… Read more »
aten
Guest
aten
3 tahun 4 bulan yang lalu
Katolik di Indonesa justru memperkenalkan nama Yahweh.. Coba perhatikan berbandingan terjemahan dibawah ini? Yes 42: 8 “Aku ini Yahweh, itulah namaKu…” (KSKK Edisi Pastoral Katolik, LAI 2002) Yes 42:8 ” Aku ini TUHAN, itulah namaKu…” (Terjemahan LAI sampai saat ini” Kesalahan penterjemahan menimbulkan banyak perbedaan pendapat, saya kira terjemahan yg benar pada ayat diatas adalah terjemahan KSKK( Kitab Suci Komunitas Kristiani Edisi Pastoral Katolik cetakan LAI 2002). Kenapa? Coba lihat perbedaannya sangat signifikan antara; ->Sebuah NAMA (Yahweh) dan jabatan (TUHAN) Sangat ironis jika seorang menanyakan “siapa nama ayah kamu??” . Terus anda menjawab nama ayah saya adalah “AYAH”. Bukankah AYAH… Read more »
Ingrid Listiati
Admin
3 tahun 4 bulan yang lalu
Shalom Aten, Demikianlah keterangan tentang kata asli yang terdapat pada ayat Yes 42:8, menurut http://www.e-sword.net/wordstudy.html, yang menjelaskan mengapa di beberapa teks diterjemahkan sebagai Tuhan, dan di teks lainnya diterjemahkan YHWH: Kata yang ada di teks aslinya adalah: (diberi kode H3068): ְיהָוֹהyehōwāh: A noun meaning God. The word refers to the proper name of the God of Israel, particularly the name by which He revealed Himself to Moses (Exo_6:2-3). The divine name has traditionally not been pronounced, primarily out of respect for its sacredness (cf. Exo_20:7; Deu_28:58). Until the Renaissance, it was written without vowels in the Hebrew text of the… Read more »
Feris
Guest
Feris
3 tahun 6 bulan yang lalu

Bahkan Tuhan Yesus pun mengajari kita untuk bersikap sopan santun terhadap Sang Pencipta dengan memanggil Dia dengan sebutan Bapa… :)
Tidak mungkin kan kita memanggil ayah kita dengan menyebut “nama” beliau, pastilah kita akan memanggil mereka dengan sebutan “ayah”.
God Bless us….! ^_^

CAHAYA LASE
Guest
CAHAYA LASE
3 tahun 6 bulan yang lalu

Syalom smuanya,yg Tuhan berkati,sy ingin bertanya apakah klo kita gunakan nama Tuhan yg benar itu jd suatu dosa bgi diri kita,klo menurut sy sudah saatnya kita kembali kepada bahasa asli dlm kitab suci,contohnya penggunaan nama asli dari Tuhan,trims

Ingrid Listiati
Admin
3 tahun 5 bulan yang lalu
Shalom Cahaya Lase, Nampaknya di sini persoalannya adalah, apakah kita mau membaca Kitab Suci dengan terang Roh yang sama dengan Roh yang mengilhami penulisan Kitab Suci, dan melihat kenyataan bagaimana Sabda Allah itu diartikan dalam kehidupan nyata bangsa pilihan-Nya. Sebab jika kita membaca dengan sikap batin yang sedemikian, maka kita akan menyadari dan mengakui bahwa nama Yahweh merupakan ekspresi kebesaran Allah yang tak terbatas, yang bahkan dianggap sebagai istilah yang tak boleh diucapkan, sehingga istilah tersebut dalam Kitab Suci sendiri kerap digantikan dengan nama lain, yaitu Adonai, yang artinya Tuhan. Jika seseorang tidak membaca Kitab Suci dengan prinsip pemahaman ini,… Read more »
jjohan
Guest
jjohan
3 tahun 8 bulan yang lalu

ketika ada kebenaran yang nyata, masih sajakan tidak boleh diutarakan di Forum ini?

[dari katolisitas: Cobalah untuk berfokus pada satu topik diskusi. Dan sebelum mengajukan pertanyaan, silakan juga membaca dari topik diskusi yang ada melalui fasilitas pencarian. Silakan juga melihat diskusi-diskusi panjang yang telah dilakukan. Yang tidak mau kita lakukan adalah mengulangi argumentasi-argumentasi yang telah diberikan. Semoga dapat dimengerti]

lionel
Guest
lionel
3 tahun 11 bulan yang lalu

mengapa nama tuhan kita berbeda-beda tiap negara dan di indonesia sendiri nama tuhan kita sama dengan nama tuhan dari agama muslim

mohon penjelasannya

Ingrid Listiati
Admin
3 tahun 11 bulan yang lalu
Shalom Lionel, Allah mewahyukan Diri-Nya dalam Sabda-Nya yang ditulis dalam bahasa manusia, maka memang sebutan nama-Nya dinyatakan sesuai dengan bahasa yang digunakan pada saat pewahyuan itu. Kemudian seiring dengan berjalannya sejarah manusia, sebutan itu diterjemahkan ke dalam banyak bahasa bangsa manusia, sehingga dapat terjadi terjemahan yang berbeda-beda untuk kata “Tuhan”. Kata “Tuhan” dalam Wahyu Ilahi yang dinyatakan kepada kita umat Kristiani, adalah sebagaimana yang tertulis dalam Kitab Suci, yang pada awalnya ditulis dalam bahasa Ibrani, yaitu El, Elohim, Eloah dan YHWH (Tetragrammaton/ Yahweh). Penjelasannya lebih lanjut, silakan membaca artikel di atas, silakan klik. Walaupun masih terjadi perdebatan di kalangan para… Read more »
lionel
Guest
lionel
3 tahun 11 bulan yang lalu

jadi tuhan kristen dan tuhan islam sama

Ingrid Listiati
Admin
3 tahun 11 bulan yang lalu
Shalom Lionel, Katekismus Gereja Katolik mengajarkan hubungan Gereja dengan umat Islam demikian: KGK 841    Hubungan Gereja dengan umat Islam. “Namun rencana keselamatan juga merangkum mereka, yang mengakui Sang Pencipta; di antara mereka terdapat terutama kaum Muslimin, yang menyatakan, bahwa mereka berpegang pada iman Abraham, dan bersama kita bersujud menyembah Allah yang tunggal dan maharahim, yang akan menghakimi manusia pada hari kiamat” (Lumen Gentium 16, Bdk. Nostra Aetate 3). Maka Gereja Katolik mengakui bahwa umat muslim-pun mengakui Allah yang satu, walaupun pemahaman mereka tentang Allah yang satu itu tidak sama dengan pemahaman kita umat Kristiani. Fr. Vincent Serpa OP di situs… Read more »
lionel
Guest
lionel
3 tahun 11 bulan yang lalu
makasih atas jawabannya. dari apa yang disampaikan itu berarti Tuhan Kristen, Islam, Yahudi SAMA. namun salah seorang guru agama Pantekosta menjawab bahwa itu adalah nama yang sama namun pribadi yang berbeda, contohnya ada dua orang bernama budi namun mereka berdua memiliki sifat yang sangat bertolak belakang. itulah yang dimaksud dengan guru agama tersebut, bagaimana tanggapan iman Katolik terhadap pernyataan ini? lalu seorang pastor pada saat homili mengatakan bahwa MAU sembah ALLAH KATOLIK atau ALLAH ISLAM, MAU sembah ALLAH KASIH atau ALLAH KEJAM, berarti dengan kata lain, pernyataan tersebut berarti memang Tuhan Katolik dan Islam berbeda. mohon maaf kalau banyak bertanya,… Read more »
Stefanus Tay
Admin
3 tahun 11 bulan yang lalu
Shalomn Lionel, Kalau mau lebih jelas, sebenarnya kita harus memberikan penjelasan tentang “apanya yang sama” dan “apanya yang berbeda”. Kita tahu bahwa Allah yang satu sebenarnya dapat dibuktikan dengan akal budi – lihat artikel ini – silakan klik. Bahkan kepada jemaat di Athena, Rasul Paulus menegaskan “Sebab ketika aku berjalan-jalan di kotamu dan melihat-lihat barang-barang pujaanmu, aku menjumpai juga sebuah mezbah dengan tulisan: Kepada Allah yang tidak dikenal. Apa yang kamu sembah tanpa mengenalnya, itulah yang kuberitakan kepada kamu.” (Kis 17:23) Dengan demikian, menjadi masuk akal kalau memang agama Yahudi, Islam dan Kristen menyembah Tuhan yang satu. Namun, kita tahu… Read more »
lionel
Guest
lionel
3 tahun 11 bulan yang lalu

makasih atas jawabannya. berarti pernyataan yg saya kemukakan sebelumnya dari pendeta dan pastor tersebut salah?

dari jawaban tim katolisitas di atas, berarti sah-sah saja jika kita menyembah tuhan islam atau tuhan yahudi. jadi tidak mesti semua harus menjadi kristen untuk masuk surga, biarpun saudara kita yang beragama islam dan yahudi pun serta semua agama lain yg tak mengenal nama ALLAHnya sesuai dengan apa yg dikatakan rasul paulus dapat masuk surga? jadi tidak usah ada pewartaan injil karena mereka sudah mengetahuinya?

bagaimana menurut katolisitas?

Stefanus Tay
Admin
3 tahun 11 bulan yang lalu
Shalom Lionel, Setelah kita mengetahui persamaan dan perbedaan, maka kita dapat melihat mana yang kurang dan mana yang kurang tepat. Walaupun umat Yahudi dan Islam menyembah satu Tuhan, namun bukan berarti bahwa kita tidak perlu mewartakan kepada mereka. Kristus sendiri memberikan amanat agung di Mat 28:19-20 untuk mewartakan kabar gembira kepada semua orang. Kalau kita menyadari bahwa Kristus sendiri mendirikan Gereja Katolik dan Gereja diperlukan untuk keselamatan (lihat diskusi ini – silakan klik) serta kepenuhan kebenaran ada di dalam Gereja Katolik, maka sudah seharusnya kita mewartakan kabar gembira kepada semua orang, seperti yang diperintahkan oleh Kristus. Lihat juga diskusi tentang… Read more »
lionel
Guest
lionel
3 tahun 11 bulan yang lalu

makasih jawabannya katolisitas, akhirnya saya mengerti.
GBU

andimmike
Guest
andimmike
4 tahun 6 jam yang lalu

shalom,

saya selalu terbayang-banyang mengenai nama tuhan. nama tuhan di beberapa negara berbeda-beda, ada ALLAH, LORD, YAHWE. di indonesia sendiri nama tuhan dalam alkitab adalah ALLAH. pertanyaannya adalah mengapa bisa terjadi perbedaan nama ini dan mengapa di indonesia nama tuhan katolik sama dengan nama tuhan muslim ( apakah sengaja atau bagaimana, mohon penjelasannya) dan apakah tuhan katolik sama dengan tuhan islam ( dalam hal kepribadian karena memiliki nama yang sama)

Terimakasih

[dari katolisitas: Silakan melihat tanya jawab di atas – silakan klik]

Eduardus Tri Soegiharto
Guest
Eduardus Tri Soegiharto
4 tahun 1 bulan yang lalu
Maaf, saya ingin bertanya untuk meluruskan pemahaman tentang Allah yang benar bagi orang Kristen. Seringkali kita berdoa menyebut nama Allah / Bapa (Tuhan kami Yesus Kristus), tetapi tidak memahami Allah yang mana (Allah yang tidak jelas), bukannya lebih tepat kita mengatakan: Allah nenek moyang kami Abraham, Ishak dan Yakub seperti yang dicontohkan oleh para Nabi-nabi di zaman Perjanjian Lama berikut: ? Keluaran 3:16 Pergilah, kumpulkanlah para tua-tua Israel dan katakanlah kepada mereka: TUHAN, Allah nenek moyangmu, Allah Abraham, Ishak dan Yakub, telah menampakkan diri kepadaku, serta berfirman: Aku sudah mengindahkan kamu, juga apa yang dilakukan kepadamu di Mesir. 1 Raja-raja… Read more »
Ingrid Listiati
Admin
4 tahun 1 bulan yang lalu
Shalom Eduardus, Sesungguhnya ayat yang Anda pilih itu adalah ayat yang sangat baik yang menjelaskan siapakah Allah menurut yang diwahyukan-Nya sendiri dalam Perjanjian Lama, asalkan kita membacanya dalam kaitannya dengan ayat-ayat sebelumnya. Demikian mari kita melihat kutipannya: “Lalu Musa berkata kepada Allah: “Tetapi apabila aku mendapatkan orang Israel dan berkata kepada mereka: Allah nenek moyangmu telah mengutus aku kepadamu, dan mereka bertanya kepadaku: bagaimana tentang nama-Nya? -apakah yang harus kujawab kepada mereka? Firman Allah kepada Musa: “AKU ADALAH AKU.” (I Am Who I Am) Lagi firman-Nya: “Beginilah kaukatakan kepada orang Israel itu: AKULAH AKU (I am) telah mengutus aku kepadamu.”… Read more »
Lucas Margono
Guest
Lucas Margono
4 tahun 5 bulan yang lalu

Terima kasih jawaban Katolisitas untuk pertanyaan saya “Perbedaan syarat keseselamatan di Gereja Katolik dan Gereja-gereja lain?” Jawabannya sungguh luar biasa rasional dan tak terbantahkan.

Kali ini saya ingin menanyakan :Apakah benar dulu sekitar tahun 1950 an untuk penyebutan Allah, dalam Gereja Katolik adalah YAHWE baik itu dalam pengajaran maupun kotbah termasuk dalam Kitab Suci, karena Allah adalah istilah dari bahasa Arab?
Kalau itu benar kenapa dirubah, siapa yang merubahnya dan atas dasar apa?
Demikian atas jawaban Katolisitas saya mengucapkan terima kasih. Tuhan memberkati.

Ingrid Listiati
Admin
4 tahun 5 bulan yang lalu

Shalom Lucas,

Demikian adalah informasi yang kami peroleh dari Rm. Indra Sanjaya, Pr. dan Rm. Martin Harun, OFM:

1) Memang benar bahwa Jerusalem Bible (bahkan juga New Jerusalem Bible) menggunakan kata Yahweh untuk YHWH. Perjanjian Lama terjemahan P. Groenen mengikuti model ini tetapi menganjurkan untuk membacanya sebagai Tuhan (seperti dalam Hebrew Bible, YHWH dibaca ‘Adonai‘).
2) Penggunaan kata YHWH tidak ada kaitannya dengan penggunaan kata ‘Allah’.

Selanjutnya tentang Sebutan Tuhan, Allah dan Yahweh, sudah pernah diulas di atas, silakan klik. Sedangkan tentang Apakah Tuhan sama dengan Allah?, klik di sini.

Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
Ingrid Listiati- katolisitas.org

Protasius Margo J.
Guest
4 tahun 5 bulan yang lalu

Syallom!
Sehubungan dengan penggunaan kata ‘Allah’ini, saya ingin mengajukan pertanyaan sbb :
1. Apakah kata ‘Allah’ memang sudah ada dalam teks PL dan PB asli (PL dan PB dalam tulisan dan bahasa penulis kitab tersebut)?
2. Apakah waktu Yesus hidup, kata ‘Allah’ sudah digunakan oleh orang Israel/Yahudi untuk menyebut nama Tuhan mereka?
Terima kasih atas bantuannya, Tuhan memberkati!

Ingrid Listiati
Guest
4 tahun 5 bulan yang lalu
Shalom Protasius, Berikut jawaban dari Romo Indra Sanjaya, Pr (dituliskan dalam huruf bercetak miring) salah satu pakar Kitab Suci di tanah air, terima kasih kepada Rm Indra atas jawaban yang diberikan bagi pertanyaan Protasius Sehubungan dengan penggunaan kata ‘Allah’ini, saya ingin mengajukan pertanyaan sbb : 1. Apakah kata ‘Allah’ memang sudah ada dalam teks PL dan PB asli (PL dan PB dalam tulisan dan bahasa penulis kitab tersebut)? O ya pasti ada karena penerjemah tidak pernah mengubah teks. Yang diterjemahkan ya teks apa adanya; tidak ditambah dan dikurangi. 2. Apakah waktu Yesus hidup, kata ‘Allah’ sudah digunakan oleh orang Israel/Yahudi… Read more »
jeffreywinmart
Guest
jeffreywinmart
5 tahun 5 bulan yang lalu
Mikael Liu
Guest
Mikael Liu
5 tahun 9 bulan yang lalu

apakah kita harus selalu bertahan pada tradisi2 atau kita semua boleh menimbang sendiri, dalam arti selama tingkah laku dan atau sikap kita berdasarkan Kasih. Hal ini tidak bertentangan dengan kehendak Allah. Contoh: kita menyebut Allah atau Tuhan atau Yahwe atau apapun itu selama berdasarkan Kasih itu bisa di benarkan? Mohon penjelasan. Terima kasih. (Mikael Liu)

Ingrid Listiati
Admin
5 tahun 9 bulan yang lalu
Shalom Mikael Liu, Pertama- tama, perlu dibedakan antara Tradisi Suci (dengan huruf besar) dengan tradisi (dengan huruf kecil). Umat Katolik menjunjung tinggi Tradisi Suci sebagaimana telah diajarkan oleh Magisterium (Wewenang Mengajar) Gereja. Yang termasuk dalam Tradisi Suci di sini adalah pengajaran yang berkenaan dengan iman dan moral, yang berasal dari ajaran para rasul dan para Bapa Gereja. Butir- butir pengajaran Magisterium berdasarkan Tradisi Suci ini dapat dilihat secara sistematis dalam daftar dogma, silakan klik, hasil Konsili- konsili dan dokumen Gereja lainnya. Namun kalau hanya sekedar tradisi yang tidak langsung berhubungan dengan iman dan moral, semacam tradisi mengadakan misa tutup tahun,… Read more »
Herman Jay
Guest
Herman Jay
5 tahun 11 bulan yang lalu
Aliran Jehovah tetap mempersalahkan Gereja Katolik dan Gereja-gereja Protestan karena tidak menggunakan kata Jehuwa sebagai nama Allah dalam Kitab Suci. Semua gereja menggunakan kata- kata Tuhan sebagai terjemahan dari Jehuwa. Padahal arti dasar dari Tuhan adalah Tuan (Adhonai). Kutipan Majalah Menara Pengawal 1 Juli 2010 halaman 6 antara lain : “orang-orang Kristen yang murtad tampaknya menyingkirkan nama pribadi Yehuwa lalu menggantinya dengan Ky’rios, kata Yunani untuk “Tuan”. Oleh karena itu pada halaman 8:”Menghapus nama Allah dari FirmanNya yang tertulis dan menggantinya dengan “Tuhan” merintangi para pembaca untuk benar-benar mengenal siapa Allah”.Terjemahan yang membuat blunder adalah Kisah Para Rasul 2:34 :… Read more »
Ingrid Listiati
Admin
5 tahun 11 bulan yang lalu
Shalom Herman Jay, Sebenarnya kutipan yang anda sebut itu adalah pendapat yang memang dipegang oleh para Saksi Yehuwa. Tetapi sebenarnya, jika kita sendiri membaca Kitab Suci, kita akan melihat bahwa anggapan tersebut tidak benar. Bangsa Yahudi menggunakan kata Yahwe dan Adonai, untuk menyebutkan Tuhan. Kata Adonai dipakai sebagai kata lain dari kata YHWH (Yahwe), yang dianggap sangat sakral, sehingga penyebutan kata Yahwe oleh imam kepala itu hanya dilakukan sekali saja setahun pada hari raya Yom Kippur. Hal ini sudah pernah dibahas di sini, silakan klik, dan di sini, silakan klik. Maka pembedaan Yahwe dan Adonai itu disebabkan karena pemahaman para… Read more »
Joshua Arie Poernomosidi
Guest
Joshua Arie Poernomosidi
6 tahun 4 bulan yang lalu

shaloom,

ada beberapa pertanyaan yang ingin saya tanyakan:
1. Kitab Perjanjian Lama ditulis dengan Bahasa Ibrani. Apa ada kata Allah di dalamnya? Jika ada tolong disebutkan.
2. Apa bisa nama diganti dengan gelar? Karena setahu saya YHWH itu nama dan sedangkan kata Tuhan atau Allah hanya merupakan gelar.
3. Dalam kata HALELLUYAH bkn kah kata ini berarti ‘Terpujilah YAHWEH’? Jika kita ingin menggunakan kata Allah bukankah seharusnya berbunyi HALELLULAH?
4. Apakah Tuhannya orang percaya dengan Tuhannya orang islam itu sama?

Tq, LJBU

Ingrid Listiati
Admin
6 tahun 4 bulan yang lalu
Shalom Joshua Arie, 1. Allah dalam bahasa Ibrani adalah “elohim” yang merupakan bentuk plural dari “el” atau “eloah”. Meskipun bentuk ini plural/ jamak, tetapi tidak untuk dimaksudkan bahwa Allah itu banyak, karena jelas sekali dalam PL Allah (elohim) berkata, “Tuhan (yehova/ YHWH) lah Allah (elohim), tidak ada yang lain kecuali Dia (bentuk tunggal)” (Ul 4:35, 39) 2. Jadi sebenarnya “elohim” itu bukan sekedar gelar, tetapi memang kata yang mengacu kepada Allah, seperti halnya Tuhan (yehovah/ YHWH/ Yahwe). 3. Halleluyah atau Alleluia (Latin) itu berasal dari kata yang tercantum dalam Kitab Septuagint yaitu transkrip Yunani asli dari Kitab Tobit (Tob 13:22),… Read more »
Fredrik Mariang
Guest
Fredrik Mariang
6 tahun 4 bulan yang lalu
Hal Yang Terpenting Contohilah Teladan Yesus Kristus SelamaNya. kita boleh bangga dengan diri kita tapi satu hal bahwa Tuhanlah yang mengasihi kita sehingga kita boleh di beri Talenta yang Begitu Bermanfaat/berguna bagi setiap Manusia! jangan pernah pandang kulit, Ras atau pun Agama Tetapi Berikanlah Hidupmu di Semua Manusia karena Yahweh ” Tuhan Yesus Kristus” menunggumu Untuk MEMULIAHKAN DIA” TUHAN YESUS ” Hari ini, kini dan selamanya. Berkaryalah untuk kebesaran Nama Tuhan Yesus selamanya. Yahweh adalah Yesus Kristus !!! kata Allah Adalah sebutan yang tidak mempunyai Arti!!, yang orang sampai sekarang masih memakainya di mana kata Allah dulu di terjemahkan oleh… Read more »
Stefanus Tay
Admin
6 tahun 4 bulan yang lalu

Shalom Fredrik Mariang,
Terima kasih atas tanggapannya. Kata Allah bukannya tidak mempunyai arti sejauh dimengerti apa yang dimaksud kata Allah sebenarnya. Untuk itu, silakan melihat keterangan tentang hal ini di sini (silakan klik) dan ini (silakan klik). Silakan memberikan tanggapan lebih lanjut setelah membaca dua link tersebut.

Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
stef – http://www.katolisitas.org

wpDiscuz
katolisitas.org adalah karya kerasulan yang berfokus dalam bidang evangelisasi dan katekese, yang memaparkan ajaran Gereja Katolik berdasarkan Kitab Suci, Tradisi Suci dan Magisterium Gereja. Situs ini dimulai tanggal 31 Mei 2008, pesta Bunda Maria mengunjungi Elizabeth. Semoga situs katolisitas dapat menyampaikan kabar gembira Kristus. @Copyright katolisitas - 2008-2016 All rights reserved. Silakan memakai material yang ada di website ini, tapi harus mencantumkan "www.katolisitas.org", kecuali pemakaian dokumen Gereja. Tidak diperkenankan untuk memperbanyak sebagian atau seluruh tulisan dari website ini untuk kepentingan komersial |
Romo pembimbing: Rm. Prof. DR. B.S. Mardiatmadja SJ. | Bidang Hukum Gereja dan Perkawinan : RD. Dr. D. Gusti Bagus Kusumawanta, Pr. | Bidang Sakramen dan Liturgi: Rm. Dr. Bernardus Boli Ujan, SVD | Bidang OMK: Rm. Yohanes Dwi Harsanto, Pr. | Bidang Keluarga : Rm. Dr. Bernardinus Realino Agung Prihartana, MSF, Maria Brownell, M.T.S. | Pembimbing teologis: Dr. Lawrence Feingold, S.T.D. | Pembimbing bidang Kitab Suci: Dr. David J. Twellman, D.Min.,Th.M.| Bidang Spiritualitas: Romo Alfonsus Widhiwiryawan, SX. STL | Bidang Pelayanan: Romo Felix Supranto, SS.CC |Staf Tetap dan Penulis: Caecilia Triastuti | Bidang Sistematik Teologi & Penanggung jawab: Stefanus Tay, M.T.S dan Ingrid Listiati Tay, M.T.S.