Setup Menus in Admin Panel

9 pertanyaan kekristenan

Pertanyaan:

[Tanpa mengurangi esensi dari pertanyaan Bong Felix, Admin telah mengedit komentar ini, karena ada 9 tulisan yang panjang sekali dalam pesan ini. Semoga bisa dimengerti]

Terima kasih Kepada para moderator Katolisitas.org yang cukup membantu kita sebagai umat/bagian dari gereja,untuk mendapat informasi yang tepat guna dalam pengembangan iman secara Katolik. Terus terang saya agak sedikit gusar dengan perkembangan dewasa ini yang begitu bebas menyatakan pendapatnya tentang hal-hal yang bekenaan dengan agama dan keyakinan, dan baru-baru ini saya sempat masuk ke webside nya komunitas muslim, mereka begitu antusias mempelajari Injilnya Kristen dan tentunya hal ini membuat kita senang , namun diluar dugaan juga bermunculan pertanyaan-pertanyaan yang memojokkan Komunitas Kristiani, dan disini saya mau bertanya: apa yang harus kita lakukan apabila mendapatkan pertanyaan-pertanyan berikut ini

  1. Mana pengakuan Yesus di dalam Alkitab bahwa dia beragama Kristen?
    Yesus tidak pernah berkata bahwa Dia beragama Kristen. Kristen mulai dipakai di Antiokia (Kis 11:23-26). Jadi yang membuat nama Kristen adalah adalah Barnabas dan Paulus. Kristen hanya disebut 6x (Kis 11:26, Kis 26:28, Rm 16:7, 1 Kor 9:5, 2 Kor 12:2 dan 1 Ptr 4:16).
  2. Mana ajaran Yesus ketika berumur 13-29 tahun? Injil tidak menceritakan hal ini, dan ini berarti Injil tidak komplit.
  3. Yesus tidak pernah mengatakan “Akulah Allah Tuhanmu, maka sembahlah Aku saja.
  4. Yesus tidak pernah mengatakan “”Akulah yang mewahyukan Alkitab, Aku pula yang menjaganya”
  5. Mana perintah Yesus atau Tuhan untuk beribadah pada hari Minggu? Kemudian membandingkan dengan sepuluh perintah Allah yang mengharuskan seseorang beribadah pada hari Sabat.
  6. Dimanakah Alkitab mengatakan bahwa Yesus 100% Tuhan dan 100% manusia? Yesus tidak pernah mengatakan hal itu. Kemudian argumentasi berkembang dengan memberikan Jesus seminar sebagai dasar bahwa Yesus tidak pernah mengatakan hal tersebut, dan Jesus seminar menyimpulkan bahwa 82% dari Injil bukan benar-benar diucapkan oleh Yesus.
  7. Mana dalilnya asal percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat dijamin “pasti masuk surga”?
  8. Mana foto asli wajah Yesus dan siapa pemotretnya?
  9. Mana dalilnya Yesus lahir pada tanggal 25 Desember dan perintah merayakannya!

Jawaban:

Shalom Bong Felix,

Terima kasih atas semua pertanyaannya. Kita tidak boleh gusar, karena memang Islam tidak percaya bahwa Yesus adalah Tuhan. Kami minta maaf, bahwa jawaban yang akan kami berikan mungkin tidak dapat terlalu panjang mengingat waktu yang terbatas. Namun secara perlahan-lahan kita akan menjawabnya dalam bentuk artikel-artikel yang lebih lengkap di masa datang. Jadi mohon kesabarannya. Artikel-artikel yang berhubungan dengan jawaban ini dapat dilihat di: Yesus Tuhan, Gereja Katolik, Inkarnasi, nubuat, Yesus menurut sejarah.

Mari kita sekarang melihat pertanyaan-pertanyaan tersebut. Yang menjadi permasalah di sini adalah pertanyaan-pertanyaan di atas (1-6) mencoba memaksakan suatu bukti dengan cara yang kriteria yang dibuat sendiri, tanpa melihat bukti-bukti lain yang mendukung suatu pernyataan. Ini dapat digambarkan seperti seseorang berkata:

  1. “Tunjukkan kepada saya, bahwa Bill Gates adalah orang kaya. Kalau dia tidak pernah mengatakan bahwa dia orang kaya, saya tidak akan percaya bahwa dia orang kaya.” Pernyataan seperti ini tidak mendasar, karena kita dapat melihat buktinya bahwa Bill Gates mempunyai uang 58 milyar US$, yang kurang lebih sekitar 60% dari budget negara Indonesia tahun 2008. Organisasi amalnya mempunyai uang sekitar 32% dari total budget negara indonesia selama satu tahun. Kalau kita tetap bersikeras bahwa Bill Gates tidak kaya, karena Bill Gates tidak pernah mengatakan bahwa dia kaya walaupun bukti-bukti di atas sudah menunjukkan bahwa Bill Gates orang yang sangat kaya, rasanya keberatan seperti itu kurang dapat dipertanggungjawabkan.
  2. Atau contoh yang lain, seorang anak mengatakan “saya tidak percaya bahwa orang tua saya mencintai saya, karena mereka tidak pernah mengatakan bahwa mereka mencintai saya.” Namun orang tua dari anak itu, sebenarnya begitu memperhatikan, berlaku lemah lembut, selalu ada di samping anak itu kalau anak itu mengalami kesulitan, mencukupi semua kebutuhan anak itu, meluangkan waktu untuk bercanda, bercerita, dll.
  3. Contoh yang mungkin lebih gamblang adalah seseorang yang bertanya kepada seorang suami dan mengatakan “Saya tidak akan percaya bahwa istri kamu adalah seorang wanita, karena dia tidak pernah mengatakan bahwa dia seorang wanita.” Tentu saja sang suami tidak terpengaruh, karena sang suami tahu persis bahwa istrinya adalah seorang wanita, karena istrinya telah melahirkan beberapa anak, dll.
  4. Begitu mudah orang untuk mengatakan bahwa “saya kaya, saya mengasihi engkau”, namun belum tentu terbukti. Nah dalam hal ini, Tuhan kita yang menjelma menjadi manusia, telah menunjukkannya dalam segala perkataan dan juga dalam perbuatan, bahwa dia adalah Allah yang benar-benar mengasihi umat-Nya. Mana yang lebih besar tanda kasihnya “perkataan saya mengasihi engkau” atau “mati di kayu salib untuk menebus dosa manusia”? Oleh karena itu, jawaban-jawaban berikut ini tidak akan mencoba untuk mencari-cari perkataan seperti yang diinginkan oleh penanya, namun membuktikan apa yang sesungguhnya mau ditanya.

Mari sekarang kita melihat pertanyaan-pertanyaan tersebut:

I. Tentang pengakuan Yesus bahwa Dia beragama Kristen.

  1. Yesus memang tidak pernah mengatakan bahwa Dia datang ke dunia ini untuk mendirikan agama Kristen. Namun Yesus mengatakan bahwa Dia datang ke dunia ini untuk menebus dosa dan menyelamatkan manusia dari belenggu dosa (Yoh 3:17; Yoh 12:47). Yesus juga mendirikan Gereja, seperti yang dikatakan-Nya di Mat 16:18, bahwa Dia mendirikan Gereja-Nya di atas Petrus (batu karang) dan berjanji bahwa alam maut tidak akan menguasainya. Dan juga begitu banyak perkataan akan “kerajaan Allah”, yang sebenarnya merujuk kepada “Gereja”. Nah, sampai di sini, kita setuju bahwa Yesus mendirikan Gereja. Apakah nama Gereja-Nya? Dalam perkembangannya, memang betul bahwa nama Kristen mulai dipakai di Antiokia (Kis 11:23-26). Dan agama Kristen terus berkembang, yang mendasari ajarannya berdasarkan akan perkataan dan perbuatan Kristus.
  2. Dan Gereja Katolik mulai dipakai pada tahun 110 AD oleh St. Ignasius, seperti yang tertulis dalam suratnya kepada Smyrnaeans (jemaat di Smyrna), dimana dia mengatakan bahwa dimana uskup ada, disitu juga umat berada, dan dimana Jesus ada, disitu juga ada Gereja Katolik. Dan ini terus diteguhkan dengan surat dari St. Polikarpus, dll, sampai saat ini. Dan begitu banyak surat-surat yang ada untuk membuktikan hal ini.
  3. Jadi, sampai sini, kita tahu bahwa Yesus telah mendirikan Gereja, kemudian berkembang dengan nama Kristen, yang dimanifestasikan dalam Gereja Katolik. Nah, Yesus dalam banyak kesempatan mengatakan “ikutlah aku” (Mat 4:19; Mat 9:9; Mk 1:17; Lk 9:59; Yoh 1:43). Seseorang yang mengikuti Kristus disebut “Kristen” atau “Christian“. Jadi Yesus tidak mengakan Dia beragama Kristen, namun Dia mengatakan “Ikutlah Aku”. Jadi, Yesus Kristus memang bukan beragama Kristen, namun Dia adalah pendiri agama Kristen; karena Ia memberikan perintah untuk mengikuti Dia. Pengikut Kristus inilah yang disebut Kristen.

II. Mana ajaran Yesus ketika berumur 13-29 tahun?

  1. Kalau dikatakan bahwa ketidakkomplitan Injil karena kurang lengkapnya memuat biografi dari Yesus, maka pernyataan tersebut adalah benar. Bahkan, Alkitab menegaskan kebenaran ini, seperti yang dikatakan oleh Rasul Yohanes, bahwa tidak semua tercantum di sini (Yoh 21:25). Namun Kitab Suci ditulis bukan untuk memuat biografi Yesus secara lengkap. Namun Kitab Suci memuat perkataan dan perbuatan Yesus, sehingga semua orang dapat percaya bahwa Yesus adalah Tuhan dan yang mengikuti Dia akan memperoleh keselamatan. Kita mempercayai bahwa ketika Yesus berumur 13-29 tahun, Yesus tidak melakukan karya publik apapun untuk menyatakan diri-Nya sebagai Mesias, namun Yesus hidup sebagaimana layaknya manusia biasa. Tentu saja hal seperti ini tidak perlu ditulis dalam Alkitab.
  2. Namun dibalik sesuatu yang sederhana ketika Yesus melakukan tugas sehari-hari, kekayaan dan keindahan doktrin Inkarnasi menjadi semakin jelas dan terkuak. Yesus datang ke dunia dan mengambil nature/kodrat manusia dengan segala kelemahan dan keterbatasannya, sehingga Yesus bisa mengangkatnya dan menjadikannya kudus. Jadi pada saat Yesus datang ke dunia ini dan menjadi manusia, Yesus mempunyai intelek dan keinginan, seperti manusia. Dan akal budi inilah yang diangkat oleh Yesus, sehingga menjadi kudus. Pada saat Yesus lahir ke dunia, Dia mengangkat kodrat manusia yang dilahirkan ke dunia ini, sebagai gambaran Allah. Pada saat Yesus melakukan tugas sehari-hari sampai berumur 30 tahun, bukan berarti Dia tidak melakukan apa-apa. Yang dilakukan adalah mengangkat semua pekerjaan sehari-hari untuk menjadi kudus dan memuliakan Allah.
  3. Disinilah pentingnya untuk menyadari bahwa, Yesus, dengan memutuskan hidup sebagai manusia, Dia sungguh-sungguh hidup seperti layaknya manusia, yang harus bekerja, menurut perkataan orang tua, belajar, melakukan pekerjaan sehari-hari, dll. Dan inilah yang menunjukkan kedalaman kasih Allah kepada manusia, bahwa Dia rela untuk menjadi terbatas, seperti manusia, sehingga Dia dapat menyelamatkan manusia. Kalau kita mau menerima alasan Inkarnasi, kita akan dapat menerima bahwa Yesus melakukan pekerjaan sebagaimana layaknya manusia sebelum Dia melakukan karya publik-Nya. Dan tidak ada yang aneh dengan hal ini. Dan sebagai pengikut Kristus, kita semakin didorong untuk mengkuduskan segala sesuatu yang kita lakukan sehari-hari, karena Yesus juga melakukan hal yang sama.

III. Yesus tidak pernah mengatakan “Akulah Allah Tuhanmu, maka sembahlah Aku saja.

  1. Ini adalah contoh bagaimana seseorang ingin memaksakan bahwa Bill Gates kaya hanya kalau dia pernah mengatakan bahwa dia kaya. Ini merupakan suatu argumen yang menurut saya kurang masuk diakal. Dengan mudah sekali orang berkata, bahwa saya adalah yang paling pintar di kelas, namun belum tentu dia benar-benar paling pintar di kelas. Namun kalau dia dapat membuktikan bahwa dia benar-benar mendapatkan nilai A dalam setiap ujian, dan nilainya paling tinggi di kelas itu, maka tanpa dia pernah mengucapkan bahwa dia paling pintar, orang akan mengakui bahwa dia paling pintar di kelas.
  2. Inilah yang dilakukan Yesus, tanpa Dia berkata “Akulah Tuhanmu, maka sembahlah Aku saja,” orang percaya kepada-Nya bahwa Dia Tuhan. Kenapa? Karena para nabi di Perjanjian Lama telah memberitakannya melalui ratusan nubuat. Kalau memang Tuhan tidak datang ke dunia ini, kenapa para nabi memberikan ratusan nubuat? Dan nubuat ini dipenuhi secara persis dalam diri Yesus. Tentang hal ini dapat dibaca di artikel ini. Tidak ada tokoh-tokoh agama lain yang kedatangannya diberitakan sebelumnya dengan ratusan nubuat.
  3. Dan, di dalam kehidupannya, Yesus dalam beberapa kesempatan menyatakan ke-Allahan-Nya, baik dengan perkataan maupun dari mukjijat yang Dia lakukan. Tentang hal ini, dapat dibaca di artikel ini.
  4. Jadi dapat disimpulkan bahwa Yesus tidak mengatakan bahwa “Akulah Allah Tuhanmu, maka sembahlah Aku saja,” namun dia menyatakannya dalam kesempatan yang berbeda-beda dan dalam perbuatan nyata. Orang mengatakan “Action speaks lauder than words.”

IV. Yesus tidak pernah mengatakan “”Akulah yang mewahyukan Alkitab, Aku pula yang menjaganya”

  1. Memang Yesus tidak mengatakan bahwa Dialah yang mewahyukan Alkitab, dan kemudian berjanji menjaga-Nya. Namun Dia berkata bahwa Dia akan mendirikan Gereja-Nya, dan alam maut tidak akan menguasainya (Mat 16:18). Dan dengan kelahiran Gereja, maka lahir pulalah Alkitab. Alkitab menjadi salah satu pilar dari Gereja bersama dengan Tradisi. Alkitab dan Tradisi berasal dari sumber yang sama, yaitu Roh Kudus. Dan karena Gereja yang melahirkannya, Gereja pulalah yang berhak untuk menginterpretasikannya melalui Magisterium. Jadi dengan ini, Gereja mempunyai tiga pilar yang tak terpisahkan, yaitu Sacred Scripture, Sacred Tradition, dan Sacred Magisterium (KGK 95). Ketiga hal ini tak terpisahkan, dimana yang satu tidak dapat berdiri sendiri tanpa yang lain. (Lihat artikel: Gereja Tonggak Kebenaran dan Tanda Kasih Tuhan bagian ke-3)
  2. Ketika Gereja Katolik mengatakan tentang “Sacred Tradition“, ini merujuk kepada elemen-elemen dari Sabda Allah yang tidak tertulis (Lih. 1 Kor 11:2; 2 Thes 2:15; KGK 81, 83). Oleh karena itu, Tradisi ini menduduki tempat yang penting sama seperti Kitab Suci, karena keduanya berasal dari sumber yang sama (KGK, 80). Karena Gereja Katolik percaya bahwa tiang penopang dan dasar kebenaran adalah Gereja (1 Tim 3:15) dan Yesus sendiri yang akan melindungi Gereja-Nya (Mat 16:18), maka Gereja Katolik mempunyai Sacred Magisterium, yang mempunyai otoritas tertinggi untuk menginterpretasikan doktrin dan ajaran Gereja. Inilah yang membuat pengajaran Gereja Katolik tidak berubah dari awal sampai saat ini, karena kebenaran tidak berubah.
  3. Jadi memang benar, bahwa Yesus datang ke dunia ini bukan untuk mewahyukan alkitab, namun Dia datang ke dunia ini untuk menyelamatkan manusia, yang karya-Nya dilakukan dilanjutkan oleh Gereja-Nya yaitu Gereja Katolik. Dan Melalui Gereja Katolik inilah, maka keselamatan dapat menjangkau seluruh bangsa. Dan janji Yesus terpenuhi sampai saat ini, bahwa Gereja-Nya dilindungi sampai akhir jaman. Sejarah membuktikan bahwa walaupun banyak sekali tantangan, namun Gereja tetap bertahan. Mengapa Gereja-Nya ada di Gereja Katolik dapat dibaca di artikel ini.

V. Mana perintah Yesus atau Tuhan untuk beribadah pada hari Minggu?

  1. Disini perlu dijelaskan bahwa ibadah merupakan suatu bentuk penghayatan untuk merayakan secara publik apa yang dipercayai. Dari definisi ini, agama Kristen mempunyai kepercayaan bahwa Yesus bangkit pada hari Minggu, dimana ini adalah kemenangan atas maut yang telah diberitakan dari awal mula (Gen 3:15).
  2. Jadi dengan beribadah pada hari Minggu, agama Kristen memperingati kebangkitan Kristus yang melambangkan bahwa kita menjadi ciptaan baru di dalam Dia. Sehingga hari Tuhan tidak diperingati pada hari Sabat atau hari terakhir penciptaan, dimana Tuhan beristirahat, namun menjadi hari pertama penciptaan, yang terjadi pada hari Minggu. Disinilah pentingnya memperingati hari Tuhan pada hari Minggu, karena kita telah menjadi ciptaan baru di dalam Kristus.
  3. Pada masa Gereja awal, banyak orang-orang Kristen yang berasal dari Yahudi hendak memaksakan ibadah pada hari Sabat. Namun Bapa Gereja di masa-masa Gereja perdana menentang hal ini, karena seolah-olah mereka yang merayakan ibadah pada hari Sabat tidak pernah menerima berkat dari Yesus, atau seolah-olah keselamatan di dapat karena pekerjaan dari hukum Taurat. Namun seorang Kristen diselamatkan bukan karena menjalankan hukum Taurat, namun karena rahmat Tuhan semata, dimana diterima lewat berkat pengorbanan Kristus di kayu salib.

VI. Dimanakah Alkitab mengatakan bahwa Yesus 100% Tuhan dan 100% manusia?

  1. Pertanyaan seperti ini, sebenarnya mau mengatakan bahwa Yesus tidak pernah berkata bahwa Dia Tuhan namun pada saat yang bersamaan Dia adalah manusia. Pertanyaan ini bukan hanya berkembang pada saat ini, namun sudah mulai berkembang di masa-masa Gereja awal. Namun di Gereja awal, ada yang mempertentangkan dua nature Yesus, yaitu bagaimana dalam satu orang mempunyai dua nature? Dan semua heresy/bidaah tentang Yesus adalah yang terlalu memandang rendah kemanusiaan atau ke-Allahan Yesus Kristus. Bagaimana intelect dan keinginan (will) dari nature Yesus sebagai manusia dan nature Yesus sebagai Tuhan saling berkerjasama dalam karya keselamatan?
  2. Saya tidak mau mengomentari terlalu panjang lebar tentang The Jesus Seminar. Secara logika, mari kita renungkan, kalau kita mau mendengar cerita tentang nenek moyang kita 4 generasi yang lalu, kita lebih percaya akan perkataan tetangga kita yang hidup 1 generasi yang lalu, atau berdasarkan catatan teman-teman nenek moyang kita, yang hidup di masa yang sama? Kalau kita lebih percaya kepada perkataan tetangga kita daripada catatan teman-teman nenek moyang kita, maka rasanya tidak logis. Inilah yang menjadi dasar kenapa orang Kristen percaya akan keaslian dari Kitab Suci. Karena trustworthiness (kepercayaan) terhadap sumbernya. Jadi, kalau Alkitab, yang ditulis relatif dengan banyak saksi yang masih hidup, tidak memberikan pernyataan yang benar, misalkan bahwa Yesus tidak bangkit, maka pasti ada banyak dokumen pada masa awal, yang menentang kebohongan ini. Namun kita tidak pernah menemukan dokumen yang mempertentangkan hal ini pada masa-masa awal kekristenan. Untuk lebih lengkapnya, baca artikel ini.
  3. Kembali untuk mengatakan bahwa Yesus tidak 100% manusia dan juga bukan 100% Tuhan, karena Yesus tidak pernah mengatakannya, adalah argumentasi yang terlalu dibuat-buat. Mungkin ini akan menjadi pertanyaan yang lebih masuk logis, kalau pertanyaan ini diubah menjadi “bagaimana membuktikan bahwa Yesus 100% manusia dan 100% Tuhan?” Ini berarti pembuktian bukan hanya terbatas pada ayat yang mengatakan bahwa Yesus 100% Tuhan dan 100% manusia. Dengan ini, kita dapat melihat konteks dari Alkitab secara keseluruhan.
  4. Bagaimana membuktikan bahwa Yesus adalah 100% manusia? Josephus, sejarahwan berkebangsaan Yahudi menjelaskan adanya keberadaan Yesus di dalam sejarah manusia. Dan Injil menyatakan bagaimana Dia melakukan segala sesuatunya seperti manusia, kecuali dalam hal dosa. Jadi pembuktian ini tidaklah terlalu sulit. Kenyataan bahwa Yesus mengalami penderitaan dan mati seperti manusia, juga membuktikan bahwa Dia manusia seperti kita. Jadi Yesus adalah 100% manusia.
  5. Namun kita kembali kepada pertanyaan yang lain, bagaimana membuktikan bahwa Yesus Tuhan? Untuk menjawab pertanyaan ini silakan membaca artikel ini. Dimana Yesus menyatakan bahwa Dia Tuhan dengan cara yang berbeda-beda. Dan mukjijat seperti menyembuhkan berbagai penyakit, membangkitkan orang mati dan juga kebangkitan-Nya adalah bukti yang kuat bahwa Dia adalah Tuhan. Juga, bahwa Dia mengampuni dosa seseorang adalah suatu pernyataan yang cukup explisit bahwa Yesus itu Tuhan, karena hanya Tuhan saja yang dapat mengampuni dosa. Dan kedua nature ini dirangkum dalam St. Paulus yang mengatakan “Tidak ada dari penguasa dunia ini yang mengenalnya, sebab kalau sekiranya mereka mengenal-Nya, mereka tidak menyalibkan Tuhan yang mulia” (1 Cor 2:8).

VII. Mana dalilnya asal percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat dijamin “pasti masuk surga”?

  1. Telah diterangkan di depan bahwa Gereja Katolik mempunyai tiga pilar, yaitu Sacred Scripture, Sacred Tradition, dan Sacred Magisterium. Dalam hal-hal yang begitu penting, seperti konsep keselamatan, kita tidak dapat menginterpretasikannya menurut kehendak kita pribadi, namun harus berdasarkan Sacred Magisterium. Saya rasa, hal ini bukanlah hal yang aneh, karena kalau kita mau meniliti banyak umat dari agama-agama lain juga tidak mengerti 100% akan arti dari banyak ayat di dalam Kitab Suci mereka. Dan para ahli membantu untuk menafsirkannya. Perbedaannya, dalam Gereja Katolik, kita mengakui bahwa penafsiran yang pasti ada pada Sacred Magisterium. Dengan ini, umat Katolik mendapatkan kepastian suatu ajaran, yang bersumber pada Alkitab dan Tradisi Gereja, yang diwariskan dari generasi ke generasi tanpa ada perubahan, karena kebenaran tidak berubah.
  2. Jadi apa yang diajarkan oleh Gereja Katolik tentang keselamatan? Gereja Katolik mengajarkan bahwa keselamatan datang dari berkat Tuhan semata yang mengalir dari Misteri Paska, yaitu penderitaan, wafat dan kebangkitan Kristus. Karena Kristuslah, manusia memperoleh jalan untuk bersatu dengan Tuhan. Jalan sudah tersedia, mamun karena manusia mempunyai kehendak bebas, manusia dapat mengatakan “tidak” atau “ya” terhadap jalan yang telah ditawarkan oleh Kristus. Dengan ini, maka Gereja Katolik mengajarkan bahwa kita harus berusaha dengan segala kekuatan kita dan juga bergantung kepada rahmat Tuhan untuk berkata “ya” secara terus-menerus terhadap kehendak Tuhan, sampai pada saat kita dipanggil Tuhan.
  3. Gereja Katolik tidak mengajarkan bahwa sekali mengaku bahwa Yesus adalah Tuhan, maka dia akan diselamatkan sampai selamanya. Di sinilah, terlihat bahwa dalam menafsirkan Kitab Suci, perlu dilihat secara keseluruhan. Gereja Katolik percaya bahwa keselamatan adalah suatu yang telah (past), sedang (present), dan akan datang (future), dengan dasar ini:
    • Telah diselamatkan (Rom 8:24; Ef 2:5,8; 2 Tim 1:9; Tit 3:5).
    • Sedang dalam proses (1 Kor 1:18; 2 Kor 2:15; Fil. 2:12; 1 Pet 1:9).
    • Akan diselamatkan (Mt 10:22, 24:13; Mk 13:13; Mk 16:16; Kis 15:11; Rm 5:9-10; Rm 13:11; 1 Kor 3:15; 2 Tim. 2:11-12; Ibr. 9:28).
  4. Kesadaran bahwa keselamatan adalah suatu berkat dan Rahmat Tuhan semata – karena hanya semata perbuatan kita, kita tidak mendapatkan keselamatan -, namun pada saat yang bersamaan Tuhan menuntut kerjasama dari umat-Nya untuk senantiasa bekerjasama dengan rahmat Tuhan, membuat umat Katolik senantiasa berjuang dalam kekudusan, yang diwujudkan dalam kasih kepada Tuhan dan sesama. Dan ini adalah perjuangan seumur hidup.
  5. Mungkin untuk keterangan detail tentang keselamatan menurut Gereja Katolik, akan ditulis dalam artikel tersendiri. Artikel yang berhubungan dengan hal ini, dapat dibaca di artikel ini.

VIII. Mana foto asli wajah Yesus dan siapa pemotretnya?

  1. Manusia mempunyai keinginan untuk menggambarkan apa yang dia percayai, karena manusia mempunyai senses. Di dalam Perjanjian Lama, umat Tuhan tidak dapat mempresentasikan Tuhan dengan benda-benda atau gambaran apapun, namun di dalam Perjanjian Baru, Tuhan telah menjelma menjadi manusia dalam diri Yesus, seperti yang dikatakan bahwa Yesus adalah gambar Allah yang tidak kelihatan (1 Kol 1:15). Dengan ini, maka manusia mempunyai kesempatan untuk mempresentasikan Yesus dalam gambar atau seni yang lain.
  2. Sebenarnya, setiap orang, dapat menangkap universality dari sesuatu yang digambarkan dalam imaginasinya. Sebagai contoh, kalau kita bilang kata kucing, maka secara otomatis, kita menggambarkan kucing yang ada di dalam imaginasi kita. Kemampuan untuk menangkap universalitas, membuat manusia dapat menangkap esensi kucing, walaupun kucing itu kecil, besar, berbeda warna, dll. Contoh ini juga dapat diterapkan di semua agama. Pada waktu seseorang ditanya, apa yang tergambar pada waktu seseorang berdoa? Mungkin umat dari agama lain dapat mengatakan bahwa yang tergambar dalam pemikirannya adalah cahaya, atau huruf, atau yang lain. Namun bagi umat Kristen sebagian besar tergambar wajah Yesus, karena umat Kristen mempercayai bahwa Yesus, adalah Tuhan yang datang menjadi manusia. Itu adalah latar belakang dari seni atau gambar yang mempresentasikan Yesus.
  3. Nah, permasalahannya adalah bagaimana kita tahu bahwa Yesus yang ada sekarang adalah Yesus seperti yang ada pada gambar-gambar yang kita kenal? Namun sebelum kita melihat hal ini, kita perlu menganalisa bahwa ada hal-hal yang bersifat accidental dan essensi. Accidental dari manusia adalah berkumis, berjenggot, tinggi/pendek, kulit hitam atau putih, rambut panjang atau pendek, dll. Namun essensi dari manusia adalah mempunyai tubuh dan juga jiwa, dimana jiwanya adalah bersifat kekal dan juga spiritual. Spiritualnya karena manusia mempunyai akal budi (intellect dan juga keinginan/will). Dan kesempurnaan manusia ditunjukkan dengan bagaimana manusia dapat bersikap sebagaimana layaknya manusia, dimana tujuan akhirnya adalah Tuhan. Disinilah, Yesus sebagai Tuhan datang ke dunia ini untuk memberikan jalan kepada manusia dan menunjukkan bagaimana seharusnya manusia bersikap sebagaimana layaknya manusia menurut gambaran Allah (yaitu dengan kasih, baik terhadap Allah dan sesama), sehingga manusia pada akhirnya akan memperoleh persatuan dengan Allah. Jadi dari sini, tidaklah terlalu penting apakah Yesus berjenggot atau tidak, karena jenggot, warna kulit, dll adalah accidental, yang tidak menentukan kualitas dari orang tersebut. Yang menentukan kualitas dari orang adalah esensi, bagaimana seseorang menjadi gambaran Allah. Dan Yesus, bukan hanya kepenuhan dari gambaran Allah, namun Dia sendiri adalah Allah. Jadi dalam seni, yang paling penting adalah mempresentasikan dan mengekspresikan tentang sosok tersebut, misalkan Yesus akan terlihat: lemah lembut, penuh kasih, dll.
  4. Nah, sumber-sumber yang penting yang menjadi acuan bagi penggambaran wajah Yesus adalah “shroud of Turinsilakan klik, dan gambar-gambar dari katakombe, yang menjadi tempat penguburan jemaat Kristen pada sekitar abad ke 2. Di sanalah, menurut penemuan arkeologis, ditemukan gambar Yesus, seperti yang kita lihat saat ini, di katakombe/ gereja-gereja bawah tanah di Roma. Beberapa galeri dari katombe bisa dilihat di link ini, silakan klik. Beberapa dokumen bisa dibaca di link ini, silakan klik, di mana dikatakan bahwa gambar-gambar Yesus yang kita lihat sekarang mengacu kepada gambar ikon Yesus dari Gereja Kristen Timur sekitar abad ke 6.

IX. Mana dalilnya Yesus lahir pada tanggal 25 Desember dan perintah merayakannya!!

  1. Saya pernah menjawab pertanyaan ini di jawaban ini (silakan klik). Tidak terlalu penting tahu tanggal Yesus lahir di dunia ini secara persis. Namun kita percaya bahwa Yesus datang ke dunia ini. Dan kedatangan-Nya bahkan membagi sejarah dalam dua, sebelum masehi (BC / Before Christ) dan setelah masehi atau AD (Anno Domini Nostri Iesu Christi atau In the Year of Our Lord Jesus Christ / di tahun Tuhan kita Yesus Kristus). Sadar atau tidak, perhitungan tahun yang kita pakai sekarang berdasarkan kedatangan Kristus di dunia ini. Kalaupun benar bahwa tanggal 25 Desember adalah diambil dari tradisi orang pagan, juga tidak menjadi masalah, karena dengan ini, memberikan nilai yang baru dan benar terhadap kepercayaan yang salah. Dan memang, kita tidak tahu secara persis tanggal lahir dari Yesus. Namun kembali tanggal persis tidaklah penting, namun kita harus mengakui bahwa ada suatu tanggal dan tahun, dimana Yesus, Tuhan Allah masuk dalam sejarah manusia. Namun, Gereja Katolik tidak berkompromi terhadap keinginan pada masa awal, dimana banyak orang Yahudi yang menjadi Kristen ingin menyelenggarakan ibadah pada hari Sabat. Kenapa? Karena, kita tahu secara persis, bahwa kebangkitan Kristus jatuh pada hari Minggu, dan juga karena alasan yang saya sudah uraikan di nomor V.
  2. Semua manusia pada dasarnya mempunyai kebutuhan untuk mengekpresikan rasa syukur, hormat, dan hal-hal lain dalam bentuk yang dapat dirasakan, diraba, atau dilihat, yang intinya adalah dapat dirasakan oleh senses kita. Pertanyaan ini sama seperti, mana dalilnya manusia di dunia ini harus merayakan ulang tahun seseorang? Tidak peduli agama apapun, sudah jamak bahwa orang merayakan ulang tahun seseorang. Kalau manusia merayakan ulang tahun sesamanya tidak dipertanyakan, kenapa mempertanyakan ulang tahun dari Yesus Kristus, Tuhan yang datang ke dunia ini?

Demikitan jawaban singkat kami dan semoga dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan. Kembali kita harus mengingat apa yang dikatakan oleh Rasul Petrus dalam 1 Pet 3;15 “Dan siap sedialah pada segala waktu untuk memberi pertanggungan jawab kepada tiap-tiap orang yang meminta pertanggungan jawab dari kamu tentang pengharapan yang ada padamu, tetapi haruslah dengan lemah lembut dan hormat“.

Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
stef –  http://www.katolisitas.org

Please log in to rate this.
0 orang mengatakan bahwa ini berguna

Category: Allah Putera
Tags:

← FAQ dan Komentar
25/09/2008

Tinggalkan pesan

21 Komentar di "9 pertanyaan kekristenan"

Ingatkan untuk

Disortir menurut:   terbaru | terlama
edi albogori
Guest
edi albogori
2 tahun 7 bulan yang lalu
Jika agama kristiani adalah merasa benar tolong jawab pertannyaan ini ???? 1. Mana pengakuan Yesus di dalam Alkitab bahwa dia beragama Kristen ? 2. Mana ajaran Yesus ketika berumur 13 sampai 29 tahun ? 3. Pernahkah Yesus Mengatakan: “Akulah Allah Tuhanmu, maka sembahlah Aku saja”??? 4. Pernahkah Yesus Mengatakan: “Akulah yang mewahyukan Alkitab, Aku pula yang menjaganya” 5. Mana perintah Yesus atau Tuhan untuk beribadah pada hari Minggu ? 6. Mana dalilnya dalam Alkitab Yesus 100% Tuhan & 100% manusia??? 7. Mana dalilnya asal percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat dijamin “pasti masuk surga?? 8. Mana foto asli wajah… Read more »
bram
Guest
bram
3 tahun 8 bulan yang lalu

Agamamu, Agammaku,,, saya yg ikut Yesus, kenapa kalian yg sewot,, wkwkwkk…
mungkin kalau jawabannya hanya se simple ini, udah kebakar jenggotnya kali yaa,,,??

mungkin pertanyaan2 itu ada karena Alkitabnya belum di baca,di pahami,dan di mengerti. utk saudara muslim, kalau ingin benar2 tau syapa Yesus sebenarnya, baca dulu Alkitabnya sambil berkata dalam hati yg tulus : “Yesus jika memang Engkau Tuhan dan Juru Selamat, berikan petunjuk-Mu)

dijamin 1000% kalian akan temukan Jawaban dari yg kalian tanyakan,,,

maaf hanya sekedar solusi,,,

Madin
Guest
Madin
3 tahun 10 bulan yang lalu
Dear Katolisitas, Saya ingin memberi pandangan sendiri mengenai topik ini Jawaban dari katolisitas, dan saudara seiman, begitu baik, dan menjadi pencerahan semua pembaca Saya ingin bertanya, sebagai seorang Katolik, Bolehkah untuk melihat pada “terang” kita membandingkan pada “gelap” itu sendiri ? Karena menurut saya sangat penting untuk “melihat” gelap (kesesatan) untuk memperjelas “terang” yang menyinari jalan Tuhan melalui Katolik Semisal seperti banyak kesaksian exorcism, yang membuktikan kenyataan “iblis” itu “ada” demi untuk menguatkan keimanan kita pada Tuhan yang nyata. Berkaitan dengan 9 Pertanyaan Ke-kristenan, bagi saya pribadi mungkin ada baiknya mempelajari juga agama lain tersebut. Agar memahami, mengapa mereka bisa… Read more »
Ingrid Listiati
Admin
3 tahun 10 bulan yang lalu
Shalom Madin, Buku-buku tafsir dan penjelasan Kitab Suci Katolik yang kami miliki, mengatakan bahwa perikop Yes 29:9-16 tersebut mengisahkan tentang Yerusalem/ bangsa Yahudi/ Israel yang ‘buta’, walaupun dapat dikaitkan juga dengan kehidupan kita di zaman sekarang, di mana ada banyak orang yang ‘buta’ secara rohani. ay. 11. Nabi Yesaya nampaknya menyamakan bangsa Israel sebagai bangsa yang buta huruf, sebab mereka melihat pesan Tuhan seperti melihat buku yang tersegel (tak bisa dibuka). Ini serupa orang buta huruf yang disodorkan tulisan, ia tak dapat membacanya. Jika dikaitkan dengan orang zaman sekarang, banyak orang menerima Sabda Tuhan seperti orang buta huruf ‘membaca’ surat… Read more »
windakar
Guest
windakar
3 tahun 11 bulan yang lalu
Pertanyaannya sangat mudah, cukup dijawab berdasarkan ayat-ayat Alkitab itu sendiri karena buku ini (Alkitab) bukan saja pengetahuan akan baik dan salah tapi jg pengetahuan akan segala rahasia Ilahi dan kepada siapa Roh Kudus mengungkapkan maka orang itu akan melihat bahwa Alkitab tidak pernah keliru. Saati ini, Setan menyerang gereja melalui serangannya terhadap Fondasi yang paling mendasar dari iman gereja – Yesus, Firman yang Hidup, dan Alkitab, Firman-Nya yang Tertulis. Iblis sedang menyerang Kristus dengan mengkritik perkataan-perkataan Kristus. Setan menggunakan para tokoh2,orang2 pintar dan para pengikut mereka untuk menebarkan benih kebingungan dalam hati dan pikiran orang-orang Kristen yang percaya Alkitab Bagi… Read more »
Madin
Guest
Madin
3 tahun 10 bulan yang lalu

Sdr Windakar,

Sedikit sharing,

Saya sendiri sudah sempat berjumpa dan berbincang langsung dengan “ahli mualaf” tersebut.

Sebagai awam saya setuju dengan anda, bahwa semua opininya memang luarbiasa “menggelikan” dan “tidak mengandalkan logika sehat” (saya juga memiliki beberapa buku lain karangannya)

Satu hal yang ditekankan berulang oleh “beliau” bahwa agamanya sangat menghormati Yesus, dan juga BANYAK MENGAMBIL pengajaran dari Yesus (Isa AS)yang dianggapnya sebagai Nabi biasa.

Ironisnya, pengajaran “Isa AS” dengan Nabinya sendiri, berbanding terbalik.

Sebagai umat Katolik, semoga kita bisa “mempertanggung jawabkan iman kita, dengan sabar dan lemah lembut”

Salam damai, GBU

Arif Lewisape
Guest
Arif Lewisape
4 tahun 3 hari yang lalu
Kajian atas ayat-ayat Alkitab ( Injil-Injil Sinoptik ) menunjukkan secara jelas bahwa Yesus tidak pernah mengajarkan bahwa untuk MEMPEROLEH KEHIDUPAN KEKAL harus percaya dengan penyaliban Yesus karena dengan penyaliban Yesus maka dosa-dosa manusia tertebus. Di samping tidak ada bukti tentang benarnya penyaliban Yesus, sesungguhnya Yesus mengajarkan bahwa UNTUK MEMPEROLEH KEHIDUPAN KEKAL , maka para murid harus melakukan AMAL SALEH bukan pada penyaliban Yesus. Hal ini dapat kita baca ayat Matius 19 : 17b : ” ….. Tetapi jikalau engkau masuk kepada hidup, turutlah hukum-hukum itu …. ” lalu djelaskan lanjut oleh Yesus pada ayat Matius 19 : 18 -19 :… Read more »
onooyes
Guest
onooyes
4 tahun 8 hari yang lalu

saya seorang katolik,saya bingung dengan jawaban dari saudara2 kita,
1.kenapa yesus datang untuk menyelamatkan manusia,padahal dia itukan tuhan,kok repot ngurusin umatnya?
2.selanjutnya kenapa yesus sekarang tidak menjelma menjadi manusia lagi untuk menyelamatkan manusia,disaat banyak umat kristen banyak yang berbuat dosa?
3.kenapa yesus acuh tak acuh dengan nama kristen,seharusnya kalau dia juru selamat,logikanya harus ngasih tau kalau ini adalah agama yang dapat membuat kita selamat,yesus kok malah mati sebelum ngasih nama?
4.kalau memang demikian saya sebagai orang yag beragama kristen sebenarnya mengikuti agama tuhan apa agama yang namanya dikarang manusia?
Mohon penjelasan……????

Ingrid Listiati
Admin
4 tahun 4 hari yang lalu
Shalom Onooyes, 1. Mengapa Yesus datang untuk menyelamatkan manusia? Mengapa Tuhan repot mengurusi umat-Nya? Jawaban singkatnya adalah karena Allah begitu mengasihi manusia, tepatnya demikianlah yang dikatakan dalam Kitab Suci: “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” (Yoh 3:16) Jadi Allah mengutus Yesus ke dunia untuk menyelamatkan manusia, karena begitu besarlah kasih-Nya kepada manusia yang diciptakan-Nya menurut gambar dan rupa-Nya (Kej 1:26-27). Allah dalah Kasih (1 Yoh 4:8) dan kasih itu pada hakekatnya menginginkan yang terbaik bagi pihak yang dikasihi.… Read more »
T Budi W
Guest
T Budi W
4 tahun 12 hari yang lalu

Mohon jawabannya dari pertanyaan berikut ini :
Kapan atau di mana Yesus mengucapkan kata “kristen” ?
Mohon diuraikan secara lengkap , terima kasih . GBU .

[dari katolisitas: silakan melihat tanya jawab ini- silakan klik]

lionel sebastian
Guest
lionel sebastian
4 tahun 1 bulan yang lalu

shalom

1. dari mana dasarnya terdapat gambar tuhan yesus sekarang dan apakah itu dapat dipercaya?
2. dari mana dasarnya natal (kelahiran kristus) tanggal 25 desember
3. dari mana dasarnya ada santa klaus padahal setahu saya itu tak ada di dalam alkitab dan banyak mengatakan bahwa itu adalah penyimpangan
4. apakah taman eden ada di bumi atau tidak melihat bahwa nama sungainya ada yang sama dengan nama salah satu sungai di bumi(lupa nama sungainya tapi ada)

makasih

Ingrid Listiati
Admin
4 tahun 1 bulan yang lalu
Shalom Lionel, Pertanyaan serupa pertanyaan Anda sudah beberapa kali ditanyakan, dan sudah kami tanggapi. Silakan membaca di beberapa artikel di bawah ini: 1&2. Tentang foto wajah Yesus dan asal usul perayaan Natal 25 Desember, silakan membaca artikel di atas, silakan klik, yaitu ada di point 8 dan 9. Secara khusus tentang perayaan Adven dan Natal, klik di sini 3. Tentang Santa Claus, silakan membaca jawaban ini, silakan klik. 4. Tentang Apakah Taman Eden sama dengan Surga, silakan membaca artikel ini, silakan klik. Selanjutnya jika Anda mempunyai pertanyaan, silakan Anda menggunakan fasilitas pencarian di sisi kanan homepage. Ketiklah kata kunci dari… Read more »
abdul hadi
Guest
abdul hadi
4 tahun 7 bulan yang lalu

untuk apa patung Yesus dibikin?

Submitted on 2012/01/06 at 8:52am

dosa apa saja yang ditebus Yesus?

[dari katolisitas: Silakan melihat tanya jawab di atas – silakan klik.]

Pavo
Guest
Pavo
5 tahun 3 bulan yang lalu
saya tidak mengajukan pertanyaan, hanya ingin membagikan sedikit pengalaman iman, saya memang belum pernah menonton film DaVinci Code, namun saya pernah menonton film berjudul Tha Body yang di bintangi Antonio Banderas, yang menceritakan tentang diketemukannya fosil kerangka manusia dengan tanda2 seperti kisah sengsaya Tuhan di balik tirai batu di dalam gua yang diyakini sebagai makam Tuhan, Esensinya ada di bagian akhir film yang mengatakan, apabila benar Tuhan tidak bangkit, apakah kita akan terus mangimani semua ajarannya? Dari semua pengalaman kehidupan saya yang lebih dari cukup saya rasa, saya menemukan bahwa Yesus adalah Tuhan memang adalah nyata adanya….. apapun godaan yang… Read more »
Christoadi
Guest
Christoadi
5 tahun 3 bulan yang lalu
Salam, Saya percaya bahwa Alkitab ditulis karena Roh Kudus dan karenanya Alkitab tidak untuk didiskusikan oleh akal manusia ( roh dunia) untuk mengertikan Alkitab hanya Roh Kudus yang bisa menjabarkannya kepada kita. Menurut yang namanya ilmu pengertahuan ( roh dunia) tsunami dan gempa bumi adalah kejadian alam dan karena ulah manusia, tapi saya percaya bahwa bahwa Allah Bapa yang maha kuasa yang telah melaksanakan kemarahanNya, karena saya percaya hanya Allah Bapa yang mampu menghancurkan bumi maupun menciptakan bumi baru atau menjadikan bumi tetap stabil biarpun manusia menyedot isinya bumi sampai kosong. Saya percaya bahwa Allah Bapa bisa menjelmakan dirinya jadi… Read more »
Stefanus Tay
Admin
5 tahun 3 bulan yang lalu

Salam Christoadi,
Terima kasih atas tanggapannya. Kitab Suci ditulis agar kita mengerti karya keselamatan Allah. Untuk semakin mengerti karya keselamatan Allah ini, maka kita perlu mendalami Sabda Allah lebih lanjut. Bagi umat Katolik, kita perlu mendengar pengajaran dari Magisterium Gereja – karena Roh Kudus adalah jiwa dari Gereja. Tidak semua bencana alam adalah merupakan manifestasi dari kemarahan Tuhan. Namun, yang jelas Tuhan mengijinkan hal tersebut terjadi, karena tidak ada sesuatupun yang terjadi tanpa seijin Tuhan.
Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
stef – katolisitas.org

thomas
Guest
thomas
6 tahun 10 bulan yang lalu
shalom.. tman sy yg merupakan saudara kita dari islam ingin menanyakan beberapa hal, ia ingin jwbnnya brdsrkan ayat2 di kitab suci. begini: 1. Mana pengakuan Yesus di dalam Alkitab bahwa dia beragama Kristen? Semua pengikut Yesus pasti mengakui bahwa mereka beragama Kristen. Tetapi apakah ada di antara mereka bisa membe­rikan bukti atau menunjukkan ayat-ayat yang tertulis di dalam Alkitab bahwa Yesus beragama Kristen? Pertanyaan seperti itu tampak sepele atau main-main, padahal kami benar-benar serius dan akan menepati janji bila ada diantara umat Kristiani atau dari agama manapun yang bisa memberikan bukti berupa ayat-ayatnya yang tertulis dalam Alkitab tentang pengakuan Yesus… Read more »
Stefanus Tay
Admin
6 tahun 10 bulan yang lalu

Shalom Thomas,
Pertanyaan-pertanyaan ini telah saya jawab di tanya jawab di atas (silakan klik). Silakan membacanya, dan kalau masih ada pertanyaan silakan menanyakannya kembali.
Tambahan untuk pertanyaan tentang hari Sabat – lihat di sini (silakan klik)
Untuk argumentasi the Jesus seminar (red, pink, gray, black): silakan lihat di sini (silakan klik).
Dan untuk membuktikan bahwa Yesus adalah Tuhan, silakan melihat beberapa arsip Kristologi (silakan klik).
Semoga jawaban-jawaban tersebut dapat membantu.
Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
stef – http://www.katolsitas.org

Bong Felix.H
Guest
Bong Felix.H
7 tahun 11 bulan yang lalu
[Tanpa mengurangi esensi dari pertanyaan Bong Felix, Admin telah mengedit komentar ini, karena ada 9 tulisan yang panjang sekali dalam pesan ini. Semoga bisa dimengerti] Terima kasih Kepada para moderator Katolisitas.org yang cukup membantu kita sebagai umat/bagian dari gereja,untuk mendapat informasi yang tepat guna dalam pengembangan iman secara Katolik. Terus terang saya agak sedikit gusar dengan perkembangan dewasa ini yang begitu bebas menyatakan pendapatnya tentang hal-hal yang bekenaan dengan agama dan keyakinan, dan baru-baru ini saya sempat masuk ke webside nya komunitas muslim, mereka begitu antusias mempelajari Injilnya Kristen dan tentunya hal ini membuat kita senang , namun diluar dugaan… Read more »
Christopher Rudy
Guest
Christopher Rudy
5 tahun 3 bulan yang lalu
Salam Pak Bong Felix, Kalo menurut saya pertanyaan2 mereka itu menghasilkan 2 jawaban yang berbeda : 1. jika tidak bisa dijawab atau jawabannya salah maka mereka akan senang dan ke yakinan mereka tidak terusik. 2. kalau diberi jawaban yang benar ( misalkan mereka yakin jawaban itu benar) maka mereka akan marah karena keyakinan mereka terusik. Saya bisa bayangkan apa yang terjadi kalau saya belajar sesuatu dari masa kecil dan setelah cukup dewasa atau mungkin sudah tua tiba2 saya mendengar bahwa hanya ada 1 jalan menuju Surga dan itu milik orang yang selama ini saya anggap salah jalan dan saya sendiri… Read more »
paskalis
Guest
paskalis
7 tahun 9 bulan yang lalu
Buat saudara Bong Felix. Ini comment dari orang awam seperti saya. Kalau bung Stef pasti secara bukti yg konkrit. Lebih baik saya mengajak siapa pun yang PERCAYA YESUS SEBAGAI JURU SELAMAT KITA maka 1. Ingatlah bahwa Yesus mengajarkan KASIH. 2. Berkat Yesus, apakah kita cukup bahagia?. 3. Berkat Yesus, apakah kita sudah cukup dekat Dia?. saya pribadi, jika saya merasa pertanyaan di atas sudah memenuhi standar baik maka saya TIDAK PEDULI apa yang mau dipertanyakan tentang TUHAN YESUS. Film Da Vinci Code pernah nonton?. enjoy dan percaya TUHAN YESUS. Tuhan kita mengalahkan segala sesuatu perkara dengan KASIH. Tidak dengan jalan… Read more »
wpDiscuz
katolisitas.org adalah karya kerasulan yang berfokus dalam bidang evangelisasi dan katekese, yang memaparkan ajaran Gereja Katolik berdasarkan Kitab Suci, Tradisi Suci dan Magisterium Gereja. Situs ini dimulai tanggal 31 Mei 2008, pesta Bunda Maria mengunjungi Elizabeth. Semoga situs katolisitas dapat menyampaikan kabar gembira Kristus. @Copyright katolisitas - 2008-2016 All rights reserved. Silakan memakai material yang ada di website ini, tapi harus mencantumkan "www.katolisitas.org", kecuali pemakaian dokumen Gereja. Tidak diperkenankan untuk memperbanyak sebagian atau seluruh tulisan dari website ini untuk kepentingan komersial |
Romo pembimbing: Rm. Prof. DR. B.S. Mardiatmadja SJ. | Bidang Hukum Gereja dan Perkawinan : RD. Dr. D. Gusti Bagus Kusumawanta, Pr. | Bidang Sakramen dan Liturgi: Rm. Dr. Bernardus Boli Ujan, SVD | Bidang OMK: Rm. Yohanes Dwi Harsanto, Pr. | Bidang Keluarga : Rm. Dr. Bernardinus Realino Agung Prihartana, MSF, Maria Brownell, M.T.S. | Pembimbing teologis: Dr. Lawrence Feingold, S.T.D. | Pembimbing bidang Kitab Suci: Dr. David J. Twellman, D.Min.,Th.M.| Bidang Spiritualitas: Romo Alfonsus Widhiwiryawan, SX. STL | Bidang Pelayanan: Romo Felix Supranto, SS.CC |Staf Tetap dan Penulis: Caecilia Triastuti | Bidang Sistematik Teologi & Penanggung jawab: Stefanus Tay, M.T.S dan Ingrid Listiati Tay, M.T.S.