Dosa menghujat Roh Kudus – dosa yang tak terampuni

Pertanyaan:

Yth Katolisitas,

Saya ingin bertanya tentang Dosa menghujat Roh Kudus, bagaimana jika seseorang menghujat Allah atau Yesus Kristus, Putra-Nya apakah juga takkan terampuni seperti halnya menghujat Roh Kudus?

Demikian pertanyaan dari saya, terima kasih
Tuhan memberkati -Chris

Jawaban:

Shalom Chris,
Terima kasih atas pertanyaannya. Saya pernah menjawab pertanyaan sehubungan dengan dosa menghujat Roh Kudus disini (silakan klik), dimana saya mengatakan:
I. Dosa Menghujat Roh Kudus:
1) Di dalam Katekismus Gereja Katolik 1864 dikatakan “Tetapi apabila seorang menghujat Roh Kudus”, ia tidak mendapat ampun selama-lamanya, tetapi bersalah karena berbuat dosa kekal” (Mrk 3:29). Kerahiman Allah tidak mengenal batas; tetapi siapa yang dengan sengaja tidak bersedia menerima kerahiman Allah melalui penyesalan, ia menolak pengampunan dosa-dosanya dan keselamatan yang ditawarkan oleh Roh Kudus. Ketegaran hati semacam itu dapat menyebabkan sikap yang tidak bersedia bertobat sampai pada saat kematian dan dapat menyebabkan kemusnahan abadi.
2) Jadi secara prinsip dosa adalah suatu kesalahan yang membuat manusia membelok dari tujuan akhir, yaitu persatuan dengan Tuhan. Semakin parah suatu dosa, maka pembelokannya terhadap tujuan akhir akan semakin besar. Dan dosa menghujat Roh Kudus, adalah suatu pembelokan yang benar-benar bertentangan dengan tujuan akhir. Hal ini dapat juga dimanifestasikan dengan keputus-asaan dan tidak mempunyai sikap untuk sampai pada tujuan akhir.
3) Perwujudan dari dosa ini adalah keputusasaan karena meragukan kasih Allah (despair) dan juga anggapan yang salah tentang keadilan Allah (sin of presumption). Dua hal ini adalah akibat dari kesalahan menilai hakekat Allah. Keputus-asaan melawan kebijaksanaan ilahi harapan (hope), di mana harapan ini diperlukan untuk percaya akan janji Allah tentang kehidupan kekal di surga. Keputus-asaan sebenarnya memberikan tuduhan yang tidak benar akan Allah yang sebenarnya maha pengampun dan maha kasih. Dengan demikian seseorang yang berputus asa akan menganggap dosanya lebih besar dari kasih Allah. Oleh karena itu, orang ini dapat melakukan apa saja yang melawan Allah, dengan anggapan bahwa dia tidak mungkin mendapatkan kasih Allah.
Di sisi yang lain, anggapan yang salah tentang keadilan Allah (sin of presumption) adalah dosa yang melawan Roh Kudus, yang bertolak belakang dengan dosa keputus-asaan. Presumption percaya akan janji Allah tentang Surga, namun menyalahi Allah yang sebenarnya Maha Adil, sehingga orang ini berfikir dapat mencapai surga dengan caranya sendiri tanpa mempedulikan bahwa Allah menghendaki pertobatan dan bahwa ada konsekuensi dari dosa/ kesalahan yang diperbuat olehnya. Orang macam ini menempatkan anggapan sendiri lebih tinggi dari pada hukum Tuhan. Dia juga berfikir bahwa dia dapat terlepas dari hukuman Tuhan walaupun dia berdosa. Oleh karena itu, pertobatan yang membawa kepada kebahagiaan kekal, menjadi suatu yang sulit sekali dilakukan, sebab orang ini tidak melihat bahwa pertobatan itu diperlukan. Dan akhirnya orang ini juga dapat terjebak untuk tidak mengakui adanya hukum moral dan kebenaran yang bersumber dari Tuhan. Oleh karena itu orang ini sulit diselamatkan, karena menolak kebenaran berarti menolak Tuhan, sumber dari kebenaran atau kebenaran itu sendiri.
II. Bagaimana dengan dosa menghujat Allah Putera dan Allah Bapa?
1) Dalam konteks perikop tersebut (Mt 12:22-37), dikatakan bahwa Yesus telah begitu banyak menyembuhkan orang, yang tidak mungkin dapat dilakukan tanpa kuasa Allah. Walaupun dengan bukti-bukti tersebut dan ditambah dengan begitu banyak orang yang mengatakan bahwa “Yesus adalah anak Daud (yang berkonotasi Sang Mesias)” (Mt 12:23), kaum farisi masih tetap tidak percaya. Dari perikop tersebut, kita melihat bahwa Yesus mengusir setan, menyembuhkan yang buta dan bisu, seperti yang diceritakan demikian, “Kemudian dibawalah kepada Yesus seorang yang kerasukan setan. Orang itu buta dan bisu, lalu Yesus menyembuhkannya, sehingga si bisu itu berkata-kata dan melihat.” (Mt 12:22). Seharusnya, sebagai seorang farisi, mereka tahu akan nubuat nabi Yesaya, “Pada waktu itu mata orang-orang buta akan dicelikkan, dan telinga orang-orang tuli akan dibuka. Pada waktu itu orang lumpuh akan melompat seperti rusa, dan mulut orang bisu akan bersorak-sorai; sebab mata air memancar di padang gurun, dan sungai di padang belantara.“(Is 35:5-6). Namun bukannya percaya atau minimal mempelajari hal ini, mereka dengan serta merta mereka berkata “Dengan Beelzebul, penghulu setan, Ia mengusir setan.” (Mt 12:24). Dalam konteks inilah Yesus mengatakan bahwa “Segala dosa dan hujat manusia akan diampuni, tetapi hujat terhadap Roh Kudus tidak akan diampuni.” (Mt 12:31).

Kalau mereka masih meragukan kehadiran Mesias dalam rupa manusia, mungkin mereka masih dapat dimaafkan (lihat Catena Aurea, komentar dari Santo John Chrysostom pada Mt 12:31-32). Rasul Paulus mengatakan “bahwa tetapi kami memberitakan Kristus yang disalibkan: untuk orang-orang Yahudi suatu batu sandungan dan untuk orang-orang bukan Yahudi suatu kebodohan” (1 Kor 1:23). Namun pada saat mereka menghujat karya Allah, Roh Kristus yang sebenarnya terbentang di hadapan mereka – seperti pengajaran dan banyak mukjijat – kemudian mengatakan bahwa semua itu adalah dari Setan, mereka telah mengeraskan hati mereka dan secara jelas menolak Allah, yang telah berbicara kepada bangsa Yahudi lewat para nabi.
2) Kalau begitu apakah dosa terhadap Allah Putera dan Allah Bapa dapat diampuni?
Dosa pada dasarnya adalah melawan Allah, dan tidak dapat dipisahkan antara dosa melawan Allah Bapa, Putera, Roh Kudus, karena tiga Pribadi tersebut adalah Allah yang satu. Namun bagaimana menjawab ayat Mt 12:31, yang seolah-olah menempatkan Roh Kudus lebih tinggi dari pribadi yang lain, sehingga dosa terhadap Roh Kudus tidak dapat diampuni dan dosa terhadap yang lain dapat diampuni. Kita dapat meninjaunya dari sisi “appropriation“, dimana hal ini digunakan untuk membedakan tiga Pribadi dalam Tritunggal Maha Kudus, seperti yang diterangkan oleh St. Thomas Aquinas, ST, I, q. 39, a. 7.
Tentang Roh Kudus yang dijanjikan, Yesus berkata “Dan kalau Ia datang, Ia akan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman.” (Yoh 16:8). Oleh karena itu, tugas utama Roh Kudus adalah ‘menginsafkan’ manusia dari dosanya. Jika manusia tidak mau insaf, maka ia berdosa melawan Roh Kudus. Maka adalah benar, kalau seseorang menolak Roh Kudus, berarti ia menolak kebenaran dan menolak kasih Allah, serta menolak pengampunan dari Allah, maka tidak mungkin diampuni baik di kehidupan sekarang maupun yang akan datang.
Demikianlah penjelasan singkat tentang “dosa menghujat Roh Kudus”.
Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
stef – http://www.katolisitas.org
19/12/2018

103
Tinggalkan pesan

Please Login to comment
34 Comment threads
69 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
43 Comment authors
TimotiusmichaelflorenceYophi Hudjantarayohanes Recent comment authors
Timotius
Guest
Timotius

Saya seorang Katolik ingin menanyakan kepada dosa Hujat. Saya pernah membaca sebuah tulisan yang dengan seenaknya ditulis oleh kawan protestan tentang Bunda Maria yg sangat tidak berkenan. Jika ada yang menghina, menyerang dan melecehkan Bunda Maria dan para kudus dengan sengaja apakah dapat kita katakan sebagai bentuk hujatan kepada TUHAN juga? Sebab saya bagi saya ejekan serius terhadap Bunda Maria, para kudus, ataupun orang-orang yang dikonsekrasikan bagi Tuhan adalah juga hujat sebab Tuhan-lah yang secara tidak langsung diserang. Bukankah dalam sebuah kerajaan sudah menjadi pengetahuan umum bahwa jika seorang utusan Raja dilecehkan maka seringkali pelecehan tersebut dianggap ditujukan kepada Sang… Read more »

Ingrid Listiati
Member

Shalom Timotius, Pada umumnya, tidak ada orang yang berkenan, jika ibunya atau bapanya dilecehkan orang lain. Maka, kita dapat membayangkan bahwa Yesus mungkin juga tidak berkenan jika ibu-Nya dilecehkan ataupun dihina. Namun ada kalanya orang menghina Bunda Maria, karena ketidaktahuannya bahwa hal ini tidak berkenan di hadapan Tuhan, atau orang itu hanya meneruskan saja pengajaran yang diterimanya dari para pendahulunya. Nah, biarkanlah kita serahkan kepada Tuhan, yang memahami isi hati setiap orang untuk menilai tentang hal ini. Kristus pernah bersabda kepada para murid-Nya demikian, “Barangsiapa mendengarkan kamu, ia mendengarkan Aku; dan barangsiapa menolak kamu, ia menolak Aku; dan barangsiapa menolak… Read more »

michael
Guest
michael

Salam dalam Kasih Kristus

kepada tim katolisitas,sy mau bertanya apakah:
1.Dosa sakralegi,apa conto nya dlm kehidupa sehari”?
2.Profanasi?conto nya?

Trima Kasi
Berkah Dalem

Ingrid Listiati
Member

Shalom Michael, Sakrilegi, menurut pengertian umum adalah ‘the violation or injurious treatment of a sacred object‘, atau pelanggaran ataupun perlakuan yang tidak senonoh untuk suatu benda yang sakral. Contohnya misalnya jika orang tidak memperlakukan hosti yang sudah dikonsekrasi dengan tidak semestinya. Profanasi, adalah tindakan yang menunjukkan sikap ‘irreverence or contempt for God or sacred principles or things, not devoted to holy or religious purposes‘, atau kurang hormatnya kepada Tuhan atau benda-benda/ prinsip yang sakral, tidak menghargai maksud yang suci atau religius. Contohnya adalah menyanyikan lagu-lagu sekular dalam perayaan Ekaristi Kudus, atau menyambut Komuni kudus dengan cara yang tidak mencerminkan iman… Read more »

michael
Guest
michael

Trima kasi bu inggrid atas penjelasan nya,
Lalu apa kah,semisal ketika kita tidak sengaja menerima haosti dengan tangan,dan ada remahan nya yg jatuh(dlm hal ini remahan sangat kecil dan kita tidak tahu)itu termasuk dosa sakralegi?
apa dosa sakralegi dn profanasi tsb hanya bisa d ampuni oleh tahta suci vatikan saja?apa kah tidak bisa dengan menerima Sak.Tobat?mohon penjelasannya,
Berkah Dalem

Ingrid Listiati
Member

Shalom Michael, Dosa sakrilegi dan profanasi merupakan pelanggaran perintah Tuhan yang pertama dalam ke-10 perintah Allah, dan karena itu merupakan dosa yang serius. Namun baru dapat dikatakan dosa berat, jika yang melakukannya mengetahuinya bahwa itu dosa berat, dengan sadar tetap melakukannya, meskipun ia tahu bahwa itu dosa. Selanjutnya Katekismus dan Kitab Hukum Kanonik mengajarkan: KGK 2118    Perintah Allah yang pertama mencela dosa-dosa melawan penyembahan Allah. Termasuk dalamnya pada tempat pertama: mencobai Allah dengan perkataan dan perbuatan, sakrilegi dan simoni. KGK 2120    Sakrilegi dilakukan seorang yang menajiskan atau tidak menghormati Sakramen-sakramen atau tindakan liturgi yang lain, pribadi, benda, atau tempat… Read more »

michael
Guest
michael

Salam dalam Kasih Kristus

Trima kasi bu inggrid atas penjelasan nya,sungguh suatu yang sgt b’arti buat p’embangan iman,
Berkah Dalem

florence
Guest
florence

Salam kasih… saya seorang isteri dan ibu kepada 4 org anak. saya aktif dlm pelayanan gereja namun suami dan anak-anak saya tidak berminat dengan pelayanan saya. suami saya mengalami amputasi pada kaki kiri dan memang mengalami sedikit kesukaran untuk bergerak bebas. yang membuatkan saya kecewa, sikap suami saya tidak mahu menghadiri misa kudus. macam-macam alasan yg tidak relevan. anak-anak pun ikutan x mahu ke gereja. saya malu kerana setiap minggu hanya saya sendirian di bangku gereja. saya mengajak mereka tapi saya tidak akan memaksa kerana semakin dipaksa makin keras hati mereka… saya ada mencadangkan agar suami meminta pelayanan sakramen ekaristi… Read more »

Ingrid Listiati
Member

Shalom Florence, Saya tidak tahu, apakah Anda sudah pernah bicara dari hati ke hati dengan suami Anda untuk menanyakan, apakah sebenarnya alasannya tidak mau menghadiri Misa Kudus. (Jika belum dilakukan, silakan Anda membicarakannya dengan suami Anda). Mungkin saja suami Anda malu atau enggan, tapi setidaknya Anda mengetahui apakah alasannya. Bawalah semua keinginan Anda ini untuk membawa suami dan anak-anak lebih dekat kepada Tuhan, dalam doa-doa Anda setiap hari, melalui Novena ataupun perayaan Ekaristi yang Anda ikuti setiap hari. Bukannya tidak mungkin ini adalah cara Tuhan menguduskan Anda, dan menjadikan Anda sebagai tiang doa (pendoa syafaat) bagi keluarga Anda. Jika Anda… Read more »

Yophi Hudjantara
Guest
Yophi Hudjantara

Salam sejahtera Pak Stef dan Bu Inggrid yang terkasih….

Mau bertanya bagaimana dengan orang yang meninggalkan Kristus (semula beragama katolik)dan akirnya masuk dalam agama lain (tanpa Kristus) setelah melalui proses yang sangat panjang akibat pasang surutnya kehidupan yang dialami. HAl ini dialami oleh kawan saya yang akirnya katanya menemukan kedamaian setelah memeluk agama tersebut dimana menurutnya banyak petunjuk yang jelas dalam menjalakan kehidupannya. Apakah kawan saya tersebut termasuk yang menolak Roh Kudus yang pernah dimilikinya sebelumnya.

Terimakasih

NT. Yophi Hudjantara

yohanes
Guest
yohanes

Ayoo kita menyatakan solidaritas sesama umat kristen dan mengutuk keras kejadian pengeboman gereja di Pakistan yg baru-baru ini terjadi, ratusan umat kristen tak bersalah tewas diterjang bom….itu perbuatan biadab yg dilakukan oleh kelompok yg mengatas namakan agamanya…Mari kita galang persaudaraan dan rasa solidaritas kita sesama umat kristen…kalau bukan kita siapa lagi

[Dari Katolisitas: Nampaknya yang lebih efektif adalah menunjukkan solidaritas dengan mendoakan sesama kita, daripada aksi-aksi demo dan sejenisnya. Untuk selanjutnya mari kita dalam kapasitas kita masing-masing berusaha melakukan dialog atas dasar kasih dengan mereka yang tidak seiman dengan kita.]

tyo
Guest
tyo

Salam hormat
Sy seorang katolik.
Sy ingin bertanya.

1.Apakah orang2 Farisi yg menghujat Roh Kudus tsb tidak akan diampuni selamanya bahkan jika mereka kemudian bertobat?
(Apakah orang yg PERNAH menghujat Roh Kudus tidak akan diampuni jika kemudian mereka bertobat?)

2.Bgmn dgn orang2 yg mengatakan dan yakin bahwa iman Kristen mengenai Allah Tritunggal itu tidak benar dan sesat? Dgn kata lain, selain menghujat Allah Bapa dan Putra, mereka menghujat Roh Kudus yg terlibat di dalamnya?

Semoga Tuhan memberkati pengurus2 Katolisitas dgn semangat dan hikmat :)

Ingrid Listiati
Member

Shalom Tyo, 1. Orang yang sudah bertobat, artinya ia tidak menghujat Roh Kudus. Sebab hakekat dari ‘menghujat Roh Kudus’ adalah orang yang menolak pertobatan, entah karena tidak percaya bahwa Tuhan dapat mengampuni dosanya yang begitu besar, atau sebaliknya, merasa sudah menjadi orang yang sedemikian baik/ sempurna, sehingga tidak perlu bertobat lagi, dan tidak percaya kepada Tuhan yang berkehendak untuk mengampuni dosa manusia (ini yang terjadi pada orang-orang Farisi). Nah, maka jika orang Farisi itu bertobat, artinya ia tidak lagi termasuk dalam dua kriteria ‘menghujat Roh Kudus’. Silakan membaca kembali uraian di atas tentang dosa menghujat Roh Kudus. 2. Orang yang… Read more »

abc
Guest
abc

hingga saat ini hampir setahun saya mengalami masalah dan saat saya berdoa memohon bantuan,Tuhan seakan sama sekali tidak perduli hingga saya cape,kecewa,frustasi,marah,bingung, saya merasa Tuhan benar2 tidak adil apa karna saya belum babtis jadi Tuhan tidak bersedia membantu.Dalam bekerja saya selalu jujur tapi yang ada saya malah hancur,dalam percintaan saya tidak pernah mempermainkan tetapi malah dipermainkan akhirnya saya tidak mau berdoa lagi,tetapi beberapa bulan saya tidak berdoa perasaan jadi kacau ada kerinduan untuk berdoa dan merasakan kedamaian jadi saya mulai berdoa kembali dan minta ampun tapi disatu sisi saya malu juga dosa saya sangat banyak sebentar2 minta ampun sebentar2 kecewa… Read more »

Ingrid Listiati
Member

Shalom Abc, Jika kita sedang menghadapi masalah, memang seringnya perhatian kita terarah kepada diri kita sendiri, sehingga kita dapat merasa sepertinya Tuhan meninggalkan kita. Tetapi sejujurnya pandangan ini keliru. Sebab sebaliknya, Tuhan justru menopang kita, di saat-saat yang sulit itu. Namun untuk melihat dan mengalami hal itu, kita perlu mengubah fokus perhatian kita. Janganlah terarah kepada diri kita sendiri, tetapi kepada Tuhan. Dengan mata hati tertuju kepada Tuhan, kita dapat melihat penyertaan tangan Tuhan, yang tetap memelihara kita dalam keadaan yang sulit itu. Kita akan dimampukan Allah untuk melihat berkat-berkat-Nya yang terus mengalir setiap hari yang memampukan kita menghadapi berbagai… Read more »

michael
Guest
michael

Salam dalam kasih Kristus, Halo pak stef,bu inggrid dn para p’bimbing katolisitas Sy mau tanya sesuatu ttg kitab Kejadian,critanya siang td saat d kantor sy sempet m’uping (heheheheh) tmn’ kristen d kntor sy yg sdang b’bincang dn m’pertanyakan ttg saat’ penciptaan Allah menciptakan Cakrawala,mengapa tidak ada kata’ Allah melihat bahwa semua nya itu baik.? Lalu tmn sy itu mulai berargumen bahwa cakrawala itu adl tmp kerjaan setan(aneh mnrt sy)dn mulai dng yakin layak nya para org’ protestan lain yg senang menduga” ttg KS,m’hub.kan nya dng surat paulus(namun sy tidak tau pasti,krn mmg mereka tidak mnyebut dng pasti dr kitab mn… Read more »

win
Guest
win

Shalom team katolisitas

apakah menyembah berhala dalam Mat 6:24 termasuk dosa menghujat Roh Kudus

dan apakah dalam Ibr 10:27-29 bisa di kategorikan dosa menghujat Roh Kudus

Mohon penjelasannya, terima kasih sebelumnya

Semoga semangat team Katolisitas menyebarkan ajaran Tuhan dalam pelayanan di website ini terus berkembang dan semakin banyak orang yang percaya kepada Tuhan..

Kasih Kristus Yesus menyertai team Katolisitas

Ayu Agustina L.
Guest
Ayu Agustina L.

pada saat saya berbuat dosa, saya merasa bersalah sekaligus menyesal…pada saat itu saya merasa terlalu malu dan kotor untuk meminta maupun mereima pengampunan Tuhan. Setiap kali ada pikiran untuk meminta ampun, saya selalu menolaknya dan berusaha mengabaikannya.bukan karena marah atau kecewa dengan diri saya sendiri, melainkan karena saya merasa malu terhadap Tuhan yang kepada-Nya saya telah berlaku tidak setia dan mengkhianati-Nya.apakah ini merupakan dosa penolakan terhadap Roh Kudus yang tidak terampuni itu?mohon penjelasannya – dan apakah Tuhan selalu mengampuni dosa-dosa kita? sebesar apapun?bagaiaman agar saya menyadari hal ini sepenuhnya? terima kasih tim katolisitas atas tanggapannya… Submitted on 2013/09/06 at 6:29… Read more »

Ingrid Listiati
Member

Shalom Ayu, Nampaknya, Anda perlu memeriksa batin Anda dengan jujur kepada diri Anda sendiri, untuk mengetahui, mengapa Anda enggan mengaku dosa ataupun malu terhadap Tuhan. Sebab perasaan itu sesungguhnya mempunyai dua akar permasalahan. Yang pertama, Anda berpikir bahwa dosa Anda sudah sedemikian besar, dan tak mungkin Tuhan mau mengampuni. Yang kedua adalah sebaliknya, Anda enggan mengaku, karena Anda berpikir, toh karena Tuhan Maha Kasih, maka pasti Tuhan memahami kesulitan Anda dan pada akhirnya akan mengampuni Anda, walaupun Anda tidak/ belum minta ampun. Kedua akar ini termasuk dari dosa menghujat Roh Kudus, sebab keduanya menganggap “mengaku dosa” itu tidak perlu/ tidak… Read more »

Ferry Gh. Beu
Guest
Ferry Gh. Beu

Dalam Injil Mateus dikatakan dosa yang tak terampuni adalah dosa pengkhiatan terhadap roh kudus. Apa yang dimaksudkan dengan pengkhianatan roh kudus? perbuatan-perbuatan seperti apa dikatakan sebagai mengkhianati roh kudus?

[dari katolisitas: Silakan melihat jawaban di atas – silakan klik. Lain kali, Anda dapat menggunakan fasilitas pencarian di kanan bagian atas]

Ferry Gh. Beu
Guest
Ferry Gh. Beu

Perilaku-perilaku seperti apakah yang dikatakan sebagai mengkhianati Roh Kudus??? Mohon penjelasan.

[Dari Katolisitas: Silakan membaca artikel di atas, silakan klik]

John
Guest
John

Shalom pak Stef & bu Ingrid yg t’kasih… Sya prnah t’baca ttg dosa m’hujat roh kdus ini. D stu dterang’n- skiranya kita ingn b’buat dosa, tp d hati kta msh tkut & ragu2, b’erti roh kdus sdg b’bsik kpd kta utk jangan b’buat dosa t’sbut. Tp skiranya kta degil & buat jg, malah b’kali2, roh kdus akn meninggal’n kta… Pd wktu itulah kita tdk akn b’rasa b’slah lg jka b’buat dosa krn roh kdus sdh xda dlm hati kita. & ini merupa’n 1 krugian krna khilangan kasih Tuhan… Soalan sya- skiranya slepas 1 wktu yg pnjang dlm dosa, kmudian kta… Read more »

Ingrid Listiati
Member

Shalom John, Seseorang yang sungguh bertobat, sudah tidak dapat dikatakan menghujat Roh Kudus. Sebab orang yang menghujat Roh Kudus itu tidak mengakui perlunya pengampunan Allah, sebagaimana telah dijabarkan di artikel di atas. Bagi kita umat Katolik, jika kita sungguh bertobat dan mengaku dosa dalam sakramen Pengakuan Dosa, maka Tuhan akan mengampuni dosa-dosa kita sepenuhnya. Dan kita akan mengalami rahmat pengampunan Allah seperti dalam perumpamaan Anak yang hilang dalam Luk 15:11-32. Selanjutnya kita perlu mewujudnyatakan pertobatan kita dengan menghindari kesempatan berbuat dosa, dan bertumbuh dalam iman, harap dan kasih. Semua ini adalah tanggapan kita atas belas kasih dan pengampunan yang kita… Read more »

dony
Guest
dony

selamat pagi, saya ingin bertanya, jika sewaktu bayi kita sudah dibaptis percik, lalu semasa anak2 sampai dewasa banyak sekali melakukan dosa, sama sekali tdk melambangkan kelakuan seorang anak Tuhan, padahal saya hidup di dalam keluarga kristen, ke gereja walaupun tdk rajin dan mengenal firmannya, mendapat karunia roh kudus (dicintai keluarga, berkat melimpah) tapi semasa itu juga saya tetap berkelakuan penuh dosa yg disengaja dan sadar sewaktu melakukannya, bahkan sewaktu hendak melakukan dosa besar, sudah terbayang neraka dipikirannya tapi tetap juga diterjang, lama lama saya melakukan dosa besar itu sehingga perbuatan dosa itu tidak terasa seperti dosa lagi, tidak ada perasaan… Read more »

Romo pembimbing: Rm. Prof. DR. B.S. Mardiatmadja SJ. | Bidang Hukum Gereja dan Perkawinan : RD. Dr. D. Gusti Bagus Kusumawanta, Pr. | Bidang Sakramen dan Liturgi: Rm. Dr. Bernardus Boli Ujan, SVD | Bidang OMK: Rm. Yohanes Dwi Harsanto, Pr. | Bidang Keluarga : Rm. Dr. Bernardinus Realino Agung Prihartana, MSF, Maria Brownell, M.T.S. | Pembimbing teologis: Dr. Lawrence Feingold, S.T.D. | Pembimbing bidang Kitab Suci: Dr. David J. Twellman, D.Min.,Th.M.| Bidang Spiritualitas: Romo Alfonsus Widhiwiryawan, SX. STL | Bidang Pelayanan: Romo Felix Supranto, SS.CC |Staf Tetap dan Penulis: Caecilia Triastuti | Bidang Sistematik Teologi & Penanggung jawab: Stefanus Tay, M.T.S dan Ingrid Listiati Tay, M.T.S.
top
@Copyright katolisitas - 2008-2018 All rights reserved. Silakan memakai material yang ada di website ini, tapi harus mencantumkan "www.katolisitas.org", kecuali pemakaian dokumen Gereja. Tidak diperkenankan untuk memperbanyak sebagian atau seluruh tulisan dari website ini untuk kepentingan komersial Katolisitas.org adalah karya kerasulan yang berfokus dalam bidang evangelisasi dan katekese, yang memaparkan ajaran Gereja Katolik berdasarkan Kitab Suci, Tradisi Suci dan Magisterium Gereja. Situs ini dimulai tanggal 31 Mei 2008, pesta Bunda Maria mengunjungi Elizabeth. Semoga situs katolisitas dapat menyampaikan kabar gembira Kristus. 
X