Diskusi mengenai Gereja Katolik dan ke-Allahan Yesus Kristus

[Berikut ini adalah rangkaian diskusi antara Glenn dan stef, yang berawal dari komentar Glenn di sini (silakan klik). Diskusi ini kemudian berkembang menjadi rangkaian diskusi panjang tentang berbagai macam topik. Semoga dapat membantu kita semua untuk menemukan kebenaran]

Pertanyaan:

1.”.,.,kita tidak dapat mendasarkan pengetahuan akan kepercayaan pada Yesus sebagai Tuhan hanya berdasarkan pada filosofi, maka saya mencoba melihat peran dari wahyu Allah dan filosofi (reason) atau iman (faith) dan akal budi (reason).,.”, inilah yang menurut saya kaum teolog eropa/tradisonal selalu mengedepankan iman guna memandang ilmu pengatahuan dan sejarah,.,,.dan bukan melandaskan pada ilmu dan pengetahuan serta sejarah yg benar dan rasional guna mendapatkan keimanan yang benar yg bersumber dari sang Ilahi.,.,.hal ini juga mungkin yg menyebabkan faham atheis ala karl max.,.tumbuh subur juga di eropa pada saat kristen mencapai kejayaan sekitar abad18

2.”Paus Yohanes Paulus II dalam ensiklik-nya “Fides et Ratio” mengatakan bahwa iman dan akal budi seperti dua sayap burung yang membawa manusia pada kebenaran.”,.,.ini juga yang menjadi bukti bahwa,.kaum kristen ialah penganut paulus dan bukan yesus,.,.karena hanya ajaran paulus yang kita ejawantahkan dalam kehidupan sehari-hari,.,.,.
sebagai contoh :
– Matius 5;17 ( jgnlah kmu menyangka aq datang untuk mengaapuskan hukum taurat dan kitab para nabi tetapi untuk menggenapinya ( intinya krang lebih gini dah.,.,.)………tetapi paulus menantangnya dengan menjawab,.,.,.,.,
(Roma3:20).,.Sebab tidak seorang pun dibenarkan di hadapan allah karena melakukan hukum taurat, karena dengan hukum taurat itulah manusi mengenal dosa,.,
atau dengan,.,
(galatia, 5:2) jikalau kamu menyunatkan dirimu maka kristus sama sekali tidak berguna bagimu,.,,.padahal kristus dan muridnya sendiri menyunatkan dirinya,,.

3.”Trinitas hanya dapat dipercaya bukan karena akal budi, namun karena Tuhan yang mewahyukannya kepada manusia”,,inlah yg saya maksud bahwa umat kristen selalu memandang segala sesuatu dari segi iman yang mereka pahami menurut versi mereka sendiri, padahal dari sisi historis konsep trinitas muncul 300 tahun setelah yesus wafat, sedangkan konsep akan tuhan yang esa sudah muncul pada era aristoteteles yg notabene jauh sebelum yesus lahir, apakah dengan ini kita hendak mengambil kesimpulan bahwa orang2 yang meyakini akan tuhan yang esa yang lahir sebelum era yesus akan tidak mendapatkan penyelamatan dari Tuhan,.,?????

4. “,.,.Walaupun pada awalnya doktrin Trinitas belum mendapatkan definisi yang baku, namun para bapa Gereja percaya akan Trinitas, karena Tuhan sendiri yang mewahyukannya kepada manusia, seperti yang ditulis di dalam Kitab Suci,.,.”,ini yg saya maksed bahwa konsep trinitas merupakan hasil dari konsep filosofi manusia pada jaman itu, sedangkan tentang trinitas tidak pernah ada jawaban yg logis tentang keberadaannya selain pada tatran “iman”, bahkan pada hari raya tritunggal maha kudus saja seorang romo pemimpin ekaristi dalam kotbahny mengatakan “..memang akan sulit bagi kita manusia untuk memahami trinitas selain dengan hanya dengan iman,.,,.,”hmmmm jwbn yg tidak memuaskan,.,.

5. “karena Tuhan sendiri yang mewahyukannya kepada manusia, seperti yang ditulis di dalam Kitab Suci.”

yg ingin saya tanggapi berapa persenkah orang kristen yang paham dan mengerti bahwa pemilihahan ayat dalam kitab suci dipilih dengan membuang undi,.,.berapa banyyakah orang kristen yg tahu akan isi injil barnabas selain karena fatwa / dogma haram oleh gereja,.tanpa ada eksplanasi logis.,.???

6.”St. Thomas mengatakan bahwa semua ahli filosofi sebelum kedatangan Yesus kalah kalau dibandingkan dengan wanita tua yang mungkin kurang berpendidikan, namun beriman kepada Yesus.”, tanpa mengurangi rasa hormat da kagum saya pada thomas aquinas, namun saya kurang sependapat dengan pernyataan ini, karena hal ini merupakan pernyaataan subjektif dan tanpa melalui proses diskursus yg demokratis guna mendapatkan kesepakatan yg hakikki yg benar secara akal budi dan iman yang benar

7. “Gereja Katolik tidak tergantung dari Konsili-konsili untuk mengatakan bahwa Yesus adalah Tuhan. Konsili menyatakan bahwa Yesus Tuhan, karena Yesus sendiri mengatakan bahwa Dia adalah Tuhan, bukan hanya dengan segala perkataan dan perbuatan-Nya yang begitu banyak tersebar di dalam Perjanjian Baru”,.,.,.argumen saya.,,.

a. tentang perbuatan,.perbuatan mana yang mengisyaratkan yesus ialah tuhan,.??apakah dengan mukjizat2nya.,.bukankan nabi2 sebelum yesus pun sudah melakukan mukjizatnya,,.,,..apakah anda hendak mengatakan bahwa mukjizat yesus lebih hebah dan dasyat dibanding nabi musa , nabi nuh, dll

b. tentang perkataan, bagaimana mungkin seorang tuhan akan berkata,.,.

– “ya bapaku, sekiranya mungkin.,.,.dst (matius 26:42)

-”Eli,,…eli,.,lama.,.,.sabaktani,.,.,.dst ( matius 27;46)

c. tentang perjanjian baru sebenarnya akan muncul permasalahan baru mengnai otensitas dari ayat2 dalam perjanjian baru yg mana tokoh2 sebelum konsili nicea yg anda sebutkan akan sangat mempunyai peranan penting,..namun hal yg ingin saya sampaikan ialah bahwa dalam ayat perjanjian baru akan sangat mudah ditemui ayat2 yg saling bertentangan,sehingga benarlah yang dikatakan thomas paine.,.singguh mudah untuk mengatakan bohong, namun akan sangat susah untuk mempertahankan kebohongan itu,..,.

8. Tentang tokoh2 sebelum konsili nicea,.yang saya ingin komentari terutama tentang sisi historisnya dari toko ireneus

pada masa sebelum era konsili nicea,.,.banyaklah injil2 yg berlaku disana mulai dari injil ibrani, injil mesir, injil petrus, dan itu sah dan digunakan oleh berbagai macam aliran pada jaman itu,…kemudian ketika muncul pertanyaan mengapa dasar kepercayaan kristen hanyalah empat injil sinoptik (matius, markus, lukas,yohanes) jwbn ireneus,.

” INJIL ADALAH PONDASI GEREJA DAN GEREJA TELAH TERSEBAR DI SELURUH DUNIA SEDANG DUNIA TERDIRI DARI 4 BENUA (?) MAKA PATUTLAH BILA DIAMBIL 4 BUAH INJIL. KEMUDIAN INJIL ADALAH NAFAS KEHIDUPAN ILAHI ATAU NAPAS MANUSIA’ JUGA DI DUNIA TERDAPAT 4 MATA ANGIN MAKA DENGAN DEMIKIAN INJIL JUGA HARUS 4. ATAU KALAM (LOGOS ; FIRMAN) PENCIPTA DUNIA MEMPUNYAI THERUBIM, THERUBIM MEMPUNYAI 4 TUBUH NAKA LOGOS JUGA MEMBERIKAN 4 BUAH INJIL”

hal ingin saya sampakan ialah dari alasan yang dibuat ireneus saja sudah sangat tidak masuk akal.,.bagaimana mungkin kita dapat mempercayai bahwa tuhan hanya memberikan injil sinoptik sebagai dasar bekehidupan kita,.,.????

9. “Namun, karena Yesus adalah Tuhan, maka Dia dinubuatkan, melakukan mukjijat yang tak mungkin dilakukan oleh manusia biasa, dan menjadi Kepala dari Gereja Katolik, yang satu, Kudus, katolik, dan apostolik. Dan Konsili Nicea hanya mengulangi kepercayaan ini dan memberikan definisi yang baku tentang ke-Allahan Yesus.”……argunen saya,,keberadaan konsili nicea akan sangat erat kaitannya dengan kondisi perpolitikan saat itu..kaisar konstantin yang yang berkuasa saat itu bukanlah seorang kriten, namun seorang pagan sejati oleh sebab itu kita kana merasakan sanagt kuatnya pengaruh pagan dalam penggabungan agama kristen guna kelangsungan keberadaan kekaisarannya pada saat itu.,.bahakan suatu ketika konstantin sangat menyesal telah menyetujui konsep trinitas, namun hal itu sudah telambat karena pengaruh ajaran gereja sudah menyebar sangat luas,.,,

10. Tentang teologi pembebasan mungkin ada lebih baiknya anda baca sendiri dulu, namun dari sana akan melihat pebedaan-perbedaan yang sangat jelas dari teologi eropa dan teologi pembebasan terutama tentang pendefinisian iman,.,.,.,.,.serta tentang PEMBEBASAN DOSA.,.,.

ouw jadi anda sedang di luar negeri,.,.????oleh2 dunk,.,.hwehehhehehe,.,,.

11. tentang keyakinan yang saya anut, anda mungkin akan kaget jika ssaya mengatakan bahwa saya “terlahir” sebagai katolik sama seperti anda. nama baptis saya benedictus sama seperti nama paus kita dan saya dibabptis saat saya belum bisa berbicara dan berfikir apa2

namun keadaan yang membuat saya mempertanyakan segala ini lingkungan saya dan pendidikan yang katholik ternyata hanya memberikan jawaban iman sebagai suatu “simbol tentang keimanan pada yesus ” sebagai tuhan tanpa mempertanya asal usulnya serta otensitasnya,.,.,

namun saya tetap sangt menghargai bahwa ajaran yesus akan kasih merupakan ajaran yang luar biasa, yang mungkin disalahartikan untuk menerima segala penderitaan yg kita terima dengan jaminan surga bila kita beragama katholik,.,…saya habya ingin mencari kebenaran yang hakiki,.,dan jika memungkinkan kenapa kita takut untuk melontarkan ide revolusi gereja bila dianggap perlu,….

namun sekali lagi dengan sekala kerendahan hati saya, saya hanya ingin,.berdiskusi dengan siapa saja tanpa ada emosi dan tapa ada fatwa pendosa terhadap saya,.,.,hal ini yang tidak daat saya temui di lingkungan saya,.,…saya hanya ingin belajar dari semua yang saya temui,.,termasuk dengan anda.,.,,.

TERIMA KASIH.,.,.

GBU – Glenn

Jawaban:

Shalom Glenn,

Terima kasih atas tanggapannya. Berikut ini adalah tanggapan dari saya:

I. Tentang Iman dan akal budi:

1) Glenn mengutip tulisan saya “…kita tidak dapat mendasarkan pengetahuan akan kepercayaan pada Yesus sebagai Tuhan hanya berdasarkan pada filosofi, maka saya mencoba melihat peran dari wahyu Allah dan filosofi (reason) atau iman (faith) dan akal budi (reason)…” Dalam hal ini saya memang melihat hubungan antara iman dan akal budi, dan keduanya akan menghantar kita kepada Allah.

a) Saya telah memaparkan hubungan antara keduanya (iman dan akal budi). Pertanyaan saya, menurut Glenn apakah hubungan antara akal budi dan iman? Apakah tidak ada hubungan sama sekali? Mana yang lebih utama dari keduanya dan apakah alasannya? Apakah keduanya saling bertentangan? Kalau saling bertentangan, siapakah yang menciptakan iman dan akal budi? Kalau kedua-duanya diciptakan oleh Tuhan, mengapa dapat saling bertentangan?

2) Saya menuliskan hubungan antara iman dan akal budi seperti dua sayap burung yang membawa manusia kepada kebenaran. Ini berarti bahwa akal budi diperlukan, sama seperti manusia juga memerlukan iman, untuk mencapai kebenaran. Oleh karena itu saya tidak mengerti dengan pernyataan Glenn “inilah yang menurut saya kaum teolog eropa/tradisonal selalu mengedepankan iman guna memandang ilmu pengatahuan dan sejarah,.,,.dan bukan melandaskan pada ilmu dan pengetahuan serta sejarah yg benar dan rasional guna mendapatkan keimanan yang benar yg bersumber dari sang Ilahi

a) Dari komentar ini, seolah-olah Glenn tidak dapat menerima bahwa akal budi dan iman dapat bekerja sama untuk membawa manusia kepada kebenaran. Mungkin Glenn dapat memperjelas lagi posisi Glenn tentang pernyataan di atas. Dan silakan memberikan contoh-contoh.

b) Manakah ajaran kekristenan yang bertentangan dengan akal budi? Apakah Glenn berpikir bahwa Gereja Katolik mengajarkan iman yang bertentangan dengan akal budi dan tidak berdasarkan sejarah yang benar? Apakah dasarnya anda berpendatap demikian? Apakah Glenn berpendapat bahwa semua acuan harus dari ilmu pengetahuan dan tidak boleh dari iman? Apakah ilmu pengetahuan (akal budi) lebih utama daripada iman? Apakah akal budi mempunyai keterbatasan atau tidak terbatas, atau apakah akal budi dapat salah atau tidak? Kalau akal budi terbatas dan dapat salah, mengapa dapat dijadikan acuan utama?

II. Tentang Yesus dan Paulus.

1) Dari komentar Glenn, maka Glenn ingin mengatakan bahwa pesan Yesus bertentangan dengan pesan Paulus. Dalam hal ini, saya juga tidak mengerti apa hubungannya hal ini dengan kutipan “Fides et Ratio”. Namun, saya akan mencoba menjawab bahwa tidak ada yang bertentangan antara pesan yang disampaikan oleh Yesus dengan pesan yang disampaikan oleh Paulus, karena Paulus hanya memperjelas pesan yang disampaikan oleh Yesus. Mari kita melihat contoh-contoh yang diberikan oleh Glenn:

2) Mt. 5:17 “Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.” Dan kemudian Glenn mempertentangkannya dengan perkataan Paulus, yaitu “Sebab tidak seorangpun yang dapat dibenarkan di hadapan Allah oleh karena melakukan hukum Taurat, karena justru oleh hukum Taurat orang mengenal dosa.” (Rm 3:20) dan juga “Sesungguhnya, aku, Paulus, berkata kepadamu: jikalau kamu menyunatkan dirimu, Kristus sama sekali tidak akan berguna bagimu.” (Gal 5:2)

a) Untuk konsep hukum Taurat, saya telah menjawabnya disini (silakan klik), dimana saya mengatakan:

St. Thomas Aquinas (ST, I-II, q. 98-108) mengatakan bahwa ada 3 macam hukum di dalam Perjanjian Lama, yaitu:

1) Moral Law: Moral Law atau hukum moral adalah menjadi bagian dari hukum kodrati, hukum yang menjadi bagian dari kodrat manusia, sehingga Rasul Paulus mengatakan “Sebab dengan itu mereka menunjukkan, bahwa isi hukum Taurat ada tertulis di dalam hati mereka dan suara hati mereka turut bersaksi dan pikiran mereka saling menuduh atau saling membela” (Rom 2:15). Contoh dari hukum ini adalah yang tertulis di 10 perintah Allah, dimana terdiri dari dua loh batu, yang mencerminkan kasih kepada Allah (perintah 1-3) dan juga kasih kepada sesama (perintah 4-10). Hukum kodrati ini adalah hukum yang tetap mengikat (bahkan sampai sekarang) dan dipenuhi dengan kedatangan Kristus, karena hukum kodrati ini adalah merupakan partisipasi di dalam hukum Tuhan.

2) Ceremonial law atau hukum seremonial: sebagai suatu ekpresi untuk memisahkan sesuatu yang sakral dari yang duniawi yang juga berdasarkan prinsip hukum kodrat, seperti: hukum persembahan, tentang kesakralan, proses penyucian untuk persembahan, tentang makanan, pakaian, sikap, dll. Hukum ini tidak lagi berlaku dengan kedatangan Kristus, karena Kristus sendiri adalah persembahan yang sempurna; sebab Kristus menjadi Anak Domba Allah yang dikurbankan demi menebus dosa-dosa dunia. Maka kurban sembelihan seperti yang disyaratkan di dalam Perjanjian Lama tidak lagi diperlukan, karena telah disempurnakan di dalam kurban Kristus di dalam Perjanjian Baru. Itulah sebabnya di Gereja Katolik sesuai dengan apa yang diajarkan oleh Yesus dan juga para rasul (Petrus dan Paulus) tidak mempermasalahkan makanan-makanan persembahan, karena bukan yang masuk yang najis, namun yang keluar. Ulasan ini dapat melihat di jawaban ini (silakan klik ini).

3) Judicial law: Ini adalah merupakan suatu ketentuan yang menetapkan hukuman (sangsi) sehingga peraturan dapat dijalankan dengan baik. Oleh karena itu, maka peraturan ini sangat rinci, terutama untuk mengatur hubungan dengan sesama, seperti: peraturan untuk penguasa, bagaimana memperlakukan orang asing, dll. Dalam Perjanjian Lama, Judicial law ini ditetapkan sesuai dengan tradisi bangsa Yahudi. Contoh dari judicial law: kalau mencuri domba harus dikembalikan empat kali lipat (Kel 22:1), hukum cambuk tidak boleh lebih dari empat puluh kali (Ul 25:3), memberikan persembahan persepuluhan (Mal 3:6-12). Setelah kedatangan Kristus di Perjanjian Baru, maka judicial law ini tidak berlaku lagi; sebab Kristus membuka pintu keselamatan bagi bangsa-bangsa lain, sehingga ketentuan hukuman (sangsi) diserahkan kepada pemerintahan bangsa-bangsa lain tersebut, dan di dalam konteks umat Kristiani, maka judicial law ditetapkan oleh Gereja Katolik yang memiliki anggota dari seluruh bangsa.

Jadi tradisi dan law yang bersifat ceremonial law dan judicial law harus dilakukan dalam terang Perjanjian Baru, seperti yang saya tulis di atas.

b) Apakah arti menggenapi hukum taurat tanpa membuang satu titikpun di Mt 5:17-20? Mt. 5:17-20 mengatakan “17 “Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. 18 Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi. 19 Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga. 20 Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.

1) Pada waktu Yesus mengatakan bahwa Dia datang bukan untuk meniadakan hukum Taurat, namun menggenapinya, maka dapat dilihat bahwa “menggenapi” adalah dengan menambahkan apa yang sebelumnya tidak ada, atau dengan melakukan apa yang diperintahkan (lih. St. Agustinus dalam komentarnya tentang ayat ini, yang dituliskan oleh St. Thomas Aquinas dalam Catena Aurea). Jadi Kristus menambahkan apa yang tidak ada sebelumnya, yaitu Diri-Nya sendiri, yaitu Sang Sabda yang menjadi manusia. Dan kalau inti dari hukum Taurat adalah mengasihi Allah dan sesama (Mt 22:37-40), maka Yesus telah memenuhi hukum ini secara sempurna, dengan menyerahkan nyawa-Nya di kayu salib untuk menghapus dosa kita manusia, sesuai dengan kehendak Allah Bapa.

2) Kalau di dalam hukum taurat apa yang dilakukan di luar (exterior acts) adalah begitu penting, maka Yesus menuntut hal yang lebih sempurna – perbuatan yang baik harus juga didasari oleh intensi yang baik. Inilah sebabnya Yesus mengatakan “20 Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.“(Mt 5:20).

3) Jadi, dalam hal ini, seperti yang saya sebutkan pada point 1), maka Kristus tidak akan menghilangkan “moral law”, namun  “ceremonial law” dan “judicial law“ pada jaman PL tidak berlaku lagi karena telah disempurnakan oleh Kristus dalam terang PB.

c) Dan mengapa Paulus mengatakan “”Sebab tidak seorangpun yang dapat dibenarkan di hadapan Allah oleh karena melakukan hukum Taurat, karena justru oleh hukum Taurat orang mengenal dosa.” (Rm 3:20)? Di sini Paulus ingin menekankah bahwa keselamatan bukanlah dari mengikuti hukum (law), namun seperti yang ditekankan oleh Yesus, bahwa disposisi hati menjadi bagian yang begitu penting. Inilah sebabnya Yesus mengatakan,

“Dan melalui Roh Kristus, seseorang dapat dikuatkan untuk mengikuti perintah Kristus dengan baik. Saya pernah menjawab hubungan tentang hukum (law) dan rahmat (grace) secara singkat di sini (silakan klik).

d) Bagaimana dengan “Sesungguhnya, aku, Paulus, berkata kepadamu: jikalau kamu menyunatkan dirimu, Kristus sama sekali tidak akan berguna bagimu.” (Gal 5:2). Secara prinsip, tulisan dari Rasul Paulus kepada umat di Galasia adalah untuk menyanggah orang-orang kristen Yahudi yang mengatakan bahwa untuk diselamatkan, sunat dan mengikuti hukum Taurat harus dilakukan (Gal 3:1-4). Oleh karena itu, rasul Paulus mengatakan bahwa bukan sunat yang menyelamatkan, namun iman di dalam Kristus. Dan iman di dalam Kristus inilah yang memampukan mereka untuk merdeka dan hidup dalam Roh dan menghasilkan buah-buah Roh, seperti yang disebutkan dalam Gal 5:22-23.

III. Trinitas

1) Pada point ini, Glenn mengatakan “inilah yg saya maksud bahwa umat kristen selalu memandang segala sesuatu dari segi iman yang mereka pahami menurut versi mereka sendiri, padahal dari sisi historis konsep trinitas muncul 300 tahun setelah yesus wafat“. Saya telah memaparkan bahwa Kristus adalah Tuhan telah dikemukakan oleh banyak Bapa Gereja sebelum tahun 325. Ini adalah bukti tertulis. Dan kalau Glenn mengatakan bahwa umat Kristen selalu memandang segala sesuatu dari segi iman yang mereka pahami “menurut versi mereka sendiri“, apakah Glenn ingin mengatakan bahwa seharusnya umat Kristen berpegang pada versi sejarah orang yang salah mengartikan sejarah? Bukankah bukti tulisan Bapa Gereja sebelum tahun 325 yang menyatakan bahwa Kristus adalah Tuhan adalah bukti sejarah? Bagaimana Glenn dapat mengatakan bahwa konsep ke-Allahan Kristus baru dimulai pada tahun 325 di konsili Nicea, sedangkan kenyataannya: 1) Kristus telah dinubuatkan sebelumnya oleh para nabi selama 2000 tahun sebelum Dia lahir, 2) Kristus melakukan bermacam mukjijat yang hanya dapat dilakukan oleh Tuhan dan memenuhi nubuat dari Perjanjian Lama, 3) Banyaknya teks Perjanjian Baru yang menunjukkan ke-Allahan Yesus, 4) Banyaknya tulisan jemaat perdana tentang ke-Allahan Kristus. Kalau semua bukti-bukti tersebut ada, dan Glenn masih tetap berpendapat bahwa ke-Allahan Kristus baru dimulai tahun 325, maka Glenn harus memberikan argumentasi yang membuktikan bahwa semua itu hanyalah karangan belaka.

2) Kemudian Glenn memberikan argumentasi tentang konsep keselamatan. Karena Tuhan telah memberikan jiwa yang bersifat spiritual kepada manusia, maka manusia mempunyai kemampuan untuk mengetahui dan mengasihi penciptanya. Mereka yang hidup sebelum kedatangan Kristus diadili menurut hukum yang telah ditulis oleh Tuhan di dalam hati mereka. Namun, kalau mereka diselamatkan, mereka diselamatkan oleh Kristus yang menebus dosa mereka. Diskusi konsep keselamatan dapat dibaca di sini – silakan klik.

3) Dua hal di atas (point 1 dan 2) sebenarnya tidak terlalu berhubungan satu sama lain.

4) Glenn mengatakan sekali lagi “maksud bahwa konsep Trinitas merupakan hasil dari konsep filosofi manusia pada jaman itu, sedangkan tentang Trinitas tidak pernah ada jawaban yg logis tentang keberadaannya selain pada tatran “iman“. Justru saya telah menyanggah beberapa kali dengan argumentasi yang telah saya berikan bahwa manusia tidak mengarang Trinitas, karena Trinitas – yang merupakan kehidupan pribadi Allah – hanya dapat dipahami setelah Kristus yang menyatakan Diri-Nya sebagai manusia dan menjanjikan Roh Kudus untuk menyertai manusia. Namun, Trinitas sendiri tidak berlawanan dengan akal budi. Silakan Glenn membaca artikel tentang Trinitas (silakan klik). Dan Glenn dapat memberikan argumentasi, di bagian mana dari artikel tersebut yang tidak masuk di akal. Dan kembali saya ingin memberikan argumentasi bahwa konsep Trinitas juga telah diajarkan oleh Alkitab dan juga Bapa Gereja sebelum tahun 359 pada Konsili Konstantinopel I.

a) St. Paus Clement dari Roma (menjadi Paus tahun 88-99): Bukankah kita mempunyai satu Tuhan, dan satu Kristus, dan satu Roh Kudus yang melimpahkan rahmat-Nya kepada kita?[2]

b) St. Ignatius dari Antiokhia (50-117) membandingkan jemaat dengan batu yang disusun untuk membangun bait Allah Bapa; yang diangkat ke atas oleh ‘katrol’ Yesus Kristus yaitu Salib-Nya dan oleh ‘tali’ Roh Kudus.[3]

c) St. Polycarpus (69-155), dalam doanya sebelum ia dibunuh sebagai martir, “… Aku memuji Engkau (Allah Bapa), …aku memuliakan Engkau, melalui Imam Agung yang ilahi dan surgawi, Yesus Kristus, Putera-Mu yang terkasih, melalui Dia dan bersama Dia, dan Roh Kudus, kemuliaan bagi-Mu sekarang dan sepanjang segala abad. Amin.”[4]

d) St. Athenagoras (133-190), “Sebab, … kita mengakui satu Tuhan, dan PuteraNya yang adalah Sabda-Nya, dan Roh Kudus yang bersatu dalam satu kesatuan, -Allah Bapa, Putera dan Roh Kudus.”[5]

e) St. Irenaeus (115-202), “Sebab bersama Dia (Allah Bapa) selalu hadir Sabda dan kebijaksanaan-Nya, yaitu Putera-Nya dan Roh Kudus-Nya, yang dengan-Nya dan di dalam-Nya, …Ia menciptakan segala sesuatu, yang kepadaNya Ia bersabda, “Marilah menciptakan manusia sesuai dengan gambaran Kita.”[6]

f) St. Athanasius (296-373), “Sebab Putera ada di dalam Bapa… dan Bapa ada di dalam Putera…. Mereka itu satu, bukan seperti sesuatu yang dibagi menjadi dua bagian namun dianggap tetap satu, atau seperti satu kesatuan dengan dua nama yang berbeda… Mereka adalah dua,(dalam arti) Bapa adalah Bapa dan bukan Putera, demikian halnya dengan Putera… tetapi natur/ hakekat mereka adalah satu (sebab anak selalu mempunyai hakekat yang sama dengan bapanya), dan apa yang menjadi milik BapaNya adalah milik Anak-Nya.”[7]

g) St. Agustinus (354-430), “… Allah Bapa dan Putera dan Roh Kudus adalah kesatuan ilahi yang erat, yang adalah satu dan sama esensinya, di dalam kesamaan yang tidak dapat diceraikan, sehingga mereka bukan tiga Tuhan, melainkan satu Tuhan: meskipun Allah Bapa memperanakkan Putera, dan Putera datang dari Allah Bapa, Ia yang adalah Putera, bukanlah Bapa, dan Roh Kudus bukanlah Bapa ataupun Putera, namun Roh Bapa dan Roh Putera; dan Ia sama (co-equal) dengan Bapa dan Putera, membentuk kesatuan Tritunggal.”[8]

5) Pada waktu seorang Romo mengatakan bahwa “memang akan sulit bagi kita manusia untuk memahami Trinitas selain dengan hanya dengan iman“, maka Romo tersebut mengatakan bahwa memang akal budi manusia terbatas untuk mengerti “interior life” dari Allah yang tunggal, yang mempunyai tiga Pribadi. Namun hal ini tidak bertentangan dengan akal budi. Untuk membuktikan hal ini, silakan membaca artikel Trinitas yang telah saya berikan link-nya di atas. Setelah membaca artikel tersebut, silakan Glenn memberikan masukan bagian mana yang tidak masuk di akal.

IV. Kitab Suci adalah hasil membuang undi?

1) Glenn mengatakan “berapa persenkah orang kristen yang paham dan mengerti bahwa pemilihahan ayat dalam kitab suci dipilih dengan membuang undi,.,.berapa banyakah orang kristen yg tahu akan isi injil barnabas selain karena fatwa / dogma haram oleh gereja,.tanpa ada eksplanasi logis.,.???” Ini adalah satu topik diskusi sendiri yang telah saya jawab di sini (silakan klik), dimana saya mengatakan:

a) Mari sekarang kita masuk dalam diskusi tentang perkataan Yesus hanya 20% saja, dimana gagasan ini berdasarkan akan The Jesus Seminar. The Jesus seminar beranggotakan beberapa ahli Alkitab dari beberapa gereja, dimana mereka menimbang dan menilai apakah perkataan Yesus di dalam ke- empat Injil dan injil Thomas (tidak termasuk dalam kanonikal) benar-benar merupakan perkataan Yesus, dan kemudian mereka memberikan tanda warna-warna sebagai berikut pada ayat-ayat Injil:

1) Merah, berarti Yesus mengatakannya, merah muda, berarti kemungkinan Yesus mengatakannya, abu-abu yang berarti Yesus tidak pernah mengatakannya namun merupakan refleksi dari ajaran Yesus, dan hitam yang berarti Yesus tidak pernah mengatakannya. Ada beberapa parameter untuk menentukan warna, dan kalau ada ketidaksetujuan, maka mereka melakukan pemungutan suara.

2) Sebagai catatan: anggota awalnya ada sekitar 200 orang yang kemudian dengan berjalannya waktu menjadi sekitar 74 orang dan didominasi oleh orang-orang yang sangat liberal (36 orang lulus atau mengajar “Perjanjian Baru” di Universitas Harvard, Claremont, Vanderbilt, yang termasuk liberal. Tidak ada perwakilan dari Eropa ataupun dari kelompok Orthodox. Ini berarti bahwa hasil pemungutan suara sudah dapat dipastikan hanya mewakili kelompok liberal.

b) Dari beberapa hal di atas, maka The Jesus seminar tidak dapat dipercaya dengan beberapa alasan berikut ini:

1) Keanggotaan dari The Jesus Seminar yang hampir semuanya termasuk dari golongan liberal, dapat dipastikan menghasilkan sesuatu yang terlepas dari tradisi yang berlangsung selama berabad-abad. Parameter voting yang tidak konsisten juga perlu dipertanyakan.

2) Bagaimana para scholars pada jaman modern ini dapat menentukan secara pasti: mana perkataan Yesus dan mana yang bukan, sedangkan para Bapa Gereja dari masa-masa awal kekristenan menganggap bahwa Alkitab adalah benar-benar wahyu Tuhan dan Yesus benar-benar mengatakan apa yang ditulis di dalam Injil? Apakah kita beranggapan bahwa kita lebih tahu daripada saksi-saksi di abad-abad awal?

Mungkin Glenn dapat membayangkan, kalau misalkan kita ingin tahu secara persis kehidupan kakek dari kakek Glenn. Maka kita akan lebih mempercayai perkataan dari para saksi di jaman kakek dari kakek anda daripada orang yang hidup di masa sekarang. Bayangkan kalau ini terjadi 2,000 tahun yang lalu – kita lebih percaya saksi-saksi awal atau para ahli yang sekarang?

3) The Jesus Seminar berusaha untuk tidak memasukkan unsur-unsur supernatural dalam Injil. Ini adalah suatu pemisahan antara Yesus di dalam sejarah dan Yesus yang diimani. Ingrid telah membuat artikel tentang hal ini, yang intinya bahwa Yesus yang ada di dalam sejarah adalah sama dengan Yesus yang diimani oleh orang Kristiani (silakan klik).

2) Jadi, berapa banyak orang yang terjebak dengan kesalahan yang menyatakan bahwa Alkitab adalah merupakan produk dari hasil membuang undi, padahal hal ini diprakasai oleh Robert Funk di tahun 1985. Kalau memang Alkitab hanyalah produk membuang undi, saya ingin bertanya kepada Glenn:

a) Apakah Glenn mempercayai the Jesus Seminar yang dibuat di tahun 1985 dibandingkan dengan Alkitab saat ini, yang merupakan wahyu Allah sendiri, yang ditulis pada saat begitu banyak saksi mata masih hidup, yang diperjuangkan dengan begitu banyak darah para martir? Apakah para martir yang disiksa karena mempertahankan Alkitab dan iman kepada Kristus sebenarnya hanya mempertahankan suatu produk undian?

b) Bagaimana kita dapat menerangkan hal berikut ini:

1) Sebuah mitos tidak mungkin dapat dibuat dalam jangka waktu yang terlalu dekat dengan kejadian aslinya, yaitu pada saat banyak saksi mata kejadian yang masih hidup dan dapat ditanyakan konfirmasinya. Injil ditulis pada generasi yang sama dengan para saksi mata tersebut. Injil Matius pada tahun 50 AD, Lukas dan Markus sekitar 62-68 AD, dan Yohanes tahun 90 AD.[3] Juga penting diketahui, bahwa para pengarang Injil adalah saksi Kristus yang terdekat: Matius dan Yohanes adalah Rasul Yesus, Markus adalah pembantu terdekat Rasul Petrus, dan Lukas adalah pembantu terdekat Rasul Paulus. Jadi, kita dapat mempercayai keaslian dan kebenaran tulisan mereka. Seandainya isi keempat Injil tersebut tidak benar, harusnya terdapat bukti sejarah dari abad pertama yang menyangkal kebenaran Injil (terutama soal kebangkitan Yesus). Namun kenyataannya, tidak ada satupun klaim pada abad awal yang menyangkal kebenaran tersebut yang dapat ditemukan dalam sejarah.[4] Rasul Paulus dalam suratnya yang pertama kepada jemaat di Korintus (55-56 AD) secara jelas menyebutkan Kebangkitan Kristus yang pada suatu kesempatan disaksikan lebih dari 500 orang, dan banyak dari antara mereka masih hidup dan dapat ditanya konfirmasinya (lih. 1 Kor 15:3-8).

2) Sangat tidak mungkin jika kita berpikir bahwa para rasul dapat membuat kebohongan yang konsisten, sebab manusia pada dasarnya lemah dan mudah ‘jatuh’ oleh tawaran suap. Satu kesempatan tawaran saja dapat mengubah semuanya, namun demikian, tidak satupun dari mereka mengubah kesaksian mereka tentang Yesus, walaupun mereka dipenjara, disiksa, bahkan dibunuh sebagai martir karena kesaksian tersebut. Ini membuktikan bahwa yang mereka katakan tentang Yesus adalah kebenaran, sebab sangat tidak mungkin orang rela mati untuk membela sebuah kebohongan.

3) Sangat tidak mungkin bahwa serangkaian mitos dapat dibuat pada jaman sejarah (di mana segala sesuatu dapat dibuktikan benar atau tidaknya) dan mitos tersebut mendapatkan penghormatan dari banyak orang.

4) Joseph Ratzinger/ Paus Benediktus XVI dalam bukunya, Jesus of Nazareth mengatakan bahwa tidak mungkin bahwa sekelompok orang yang tidak terkenal ini (para rasul yang mayoritas hanya nelayan) dapat begitu kreatif dan begitu meyakinkan dan dapat mempengaruhi seluruh dunia. Menjadi lebih logis jika kesaksian yang mereka sampaikan sungguh-sungguh terjadi.[5]

5) Pertumbuhan jemaat Kristen yang begitu pesat pada abad pertama hanya dapat dijelaskan oleh kesaksian hidup para murid yang mencerminkan kekudusan, jumlah para murid yang dibunuh sebagai martir untuk membela iman mereka, termasuk di dalamnya hampir semua rasul Yesus, dan ke-empat tanda Gereja yang terbentuk pada saat itu: satu, kudus, katolik dan apostolik. Mitos atau legenda tidak akan mungkin pernah mempengaruhi banyak orang untuk percaya, apalagi sampai menyerahkan hidup mereka.

V. Pernyataan St. Thomas Aquinas

1) Glenn menyatakan ketidaksetujuan akan pernyataan St. Thomas yang mengatakan “Semua ahli filosofi sebelum kedatangan Yesus kalah kalau dibandingkan dengan wanita tua yang mungkin kurang berpendidikan, namun beriman kepada Yesus.” Tentu saja dalam hal ini bukan berarti bahwa otak dari wanita tua tersebut lebih hebat dari para filsuf. Yang dimaksud di sini adalah, karena wanita itu telah beriman kepada Kristus, ia telah masuk kepada suatu misteri yang luar biasa, tanpa perlu mencari sendiri kebenaran tersebut. Berapa banyak filsuf yang mencoba mencari arti hidup, kebahagiaan, pengharapan, kasih, Tuhan yang satu – maha baik, dll. Namun semuanya itu terjawab dengan iman kepada Kristus.

Glenn menyatakan bahwa pernyataan dari St. Thomas Aquinas adalah “merupakan pernyaataan subjektif dan tanpa melalui proses diskursus yg demokratis guna mendapatkan kesepakatan yg hakikki yg benar secara akal budi dan iman yang benar.” Pertanyaannya adalah:

a) Dimanakah letak subyektifitasnya?

b) Apakah kesepakatan hakiki yang benar secara akal budi dan iman harus mendapatkan kesepakatan dan melalui proses diskursus yang demokratis? Kalau begitu, apakah kebenaran tergantung dari suara mayoritas?

VI. Gereja Katolik – Yesus Tuhan

1) Glenn memberikan meragukan akan mukjijat yang dibuat oleh Yesus, yang membuktikan bahwa Yesus adalah Tuhan. Bahkan Glenn bertanya “apakah anda hendak mengatakan bahwa mukjizat yesus lebih hebah dan dasyat dibanding nabi musa , nabi nuh, dll?” Jawaban saya adalah “YA”, Yesus lebih besar daripada mereka semua, karena mereka semua adalah ciptaan, sedangkan Yesus adalah Tuhan, Sang Pencipta yang menjelma menjadi manusia. Berikut ini adalah perkataan dan mukjijat yang dilakukan oleh Yesus yang membuktikan bahwa Dia adalah Tuhan:

a) Pertama-tama, ketika berusia 12 tahun dan Ia diketemukan di Bait Allah, Yesus mengatakan bahwa bait Allah adalah Rumah Bapa-Nya (lih. Luk 2:49). Dengan demikian, Yesus mengatakan bahwa Ia adalah Putera Allah.

b) Pernyataan ini ditegaskan kembali oleh Allah Bapa pada saat Pembaptisan Yesus, saat terdengar suara dari langit, “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nya Aku berkenan.”(Luk 3:22).

c) Pada saat Yesus memulai pengajaranNya, terutama dalam Khotbah di Bukit (Delapan Sabda Bahagia), Ia berbicara di dalam nama-Nya sendiri, untuk menyatakan otoritas yang dimiliki-Nya (Mat 5:1-dst). Ini membuktikan bahwa Ia lebih tinggi dari Musa dan para nabi[6], sebab Musa berbicara dalam nama Tuhan (lih. Kel 19:7) ketika Ia memberikan hukum Sepuluh Perintah Allah; tetapi Yesus memberikan hukum dalam nama-Nya sendiri, “Aku berkata kepadamu….” Hal ini tertera sedikitnya 12 kali di dalam pengajaran Yesus di Mat 5 dan 6, dan dengan demikian Ia menegaskan DiriNya sebagai Pemberi Hukum Ilahi (the Divine Legislator) itu sendiri, yaitu Allah. Demikian pula dengan perkataan “Amen, amen…”, pada awal ajaranNya, Yesus menegaskan segala yang akan diucapkan-Nya sebagai perintah; bukan seperti orang biasa yang mengatakan ‘amen’ diakhir doanya sebagai tanda ‘setuju’.

d) Jadi dengan demikian Yesus menyatakan bahwa Ia adalah Taurat Allah yang hidup, suatu peran yang sangat tinggi dan ilahi, sehingga menjadi batu sandungan bagi orang-orang Yahudi untuk mempercayai Yesus sebagai Sang Mesias. Hal ini dipegang oleh banyak orang Yahudi yang diceriterakan dengan begitu indah dalam buku Jesus of Nazareth, yaitu dalam percakapan imajiner seorang Rabi Yahudi dengan Rabi Neusner,[7] mengenai bagaimana mencapai kesempurnaan hidup. Kesempurnaan inilah yang dimaksudkan oleh Yesus ketika Ia berbicara dengan orang muda yang kaya, “Jika engkau mau sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan bagikanlah kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di surga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku” (Mat 19:21). “Aku” di sini hanya mungkin berarti Tuhan sendiri.

e) Yesus menyatakan DiriNya sebagai Seorang yang dinantikan oleh para Nabi sepanjang abad (lih. Mat 13:17). Ia juga berkata,“…supaya kamu menanggung akibat penumpahan darah orang yang tidak bersalah mulai dari Habel, … sampai Zakharia… semuanya ini akan ditanggungkan pada angkatan ini!” (Mat 23:34-36). Secara tidak langsung Ia mengatakan bahwa darah-Nya yang akan tertumpah dalam beberapa hari berikutnya merupakan rangkuman dari penumpahan darah orang yang tidak bersalah sepanjang segala abad.

f) Yesus sebagai Tuhan juga terlihat dengan jelas dari segala mukjizat yang dilakukan dalam nama-Nya sendiri, yang menunjukkan bahwa kebesaran-Nya mengatasi segala sesuatu. Yesus menghentikan badai (Mat 8: 26; Mrk 4:39-41) menyembuhkan penyakit (Mat 8:1-16), mengusir setan (Mat 8:28-34), mengampuni dosa (Luk5:24; 7:48), dan membangkitkan orang mati (Luk 7:14; Yoh 11:39-44). Di atas semuanya itu, mukjizat-Nya yang terbesar adalah: Kebangkitan-Nya sendiri dari mati (Mat 28:9-10; Luk 24:5-7,34,36; Mrk 16:9; Yoh 20:11-29; 21:1-19).

g) Pada saat Ia menyembuhkan orang yang lumpuh, Yesus menyatakan bahwa Ia memiliki kuasa untuk mengampuni dosa (Mat 9:2-8; Luk5:24), sehingga dengan demikian Ia menyatakan DiriNya sebagai Tuhan sebab hanya Tuhan yang dapat mengampuni dosa.

h) Pada beberapa kesempatan, Yesus menyembuhkan para orang sakit pada hari Sabat, yang menimbulkan kedengkian orang-orang Yahudi. Namun dengan demikian, Yesus bermaksud untuk menyatakan bahwa Ia adalah lebih tinggi daripada hari Sabat (lih. Mat 12:8; Mrk 3:1-6).

i) Yesus juga menyatakan Diri-Nya lebih tinggi dari nabi Yunus, Raja Salomo dan Bait Allah (lih. Mt 12:41-42; 12:6). Ini hanya dapat berarti bahwa Yesus adalah Allah, kepada siapa hari Sabat diadakan, dan untuk siapa Bait Allah dibangun.

j) Yesus menyatakan Diri-Nya sebagai Tuhan, dengan berkata “Aku adalah… (I am)” yang mengacu pada perkataan Allah kepada nabi Musa pada semak yang berapi, “Aku adalah Aku, I am who I am” (lih. Kel 3:14):

Pada Injil Yohanes, Yesus mengatakan “Aku adalah….” sebanyak tujuh kali: Yesus menyatakan Dirinya sebagai Roti Hidup yang turun dari Surga (Yoh 6:35), Terang Dunia (Yoh 8:12), Pintu yang melaluinya orang diselamatkan (Yoh 10:9), Gembala yang Baik yang menyerahkan nyawa-Nya bagi domba-domba-Nya (Yoh 10:10), Kebangkitan dan Hidup (Yoh 11:25), Jalan, Kebenaran, dan Hidup (Yoh 14:6), Pokok Anggur yang benar (Yoh 15:1).

Yesus menyatakan diri-Nya sebagai sumber air hidup yang akan menjadi mata air di dalam diri manusia, yang terus memancar sampai ke hidup yang kekal (Yoh 4:14). Dengan demikian Yesus menyatakan diri-Nya sebagai sumber rahmat; hal ini tidak mungkin jika Yesus bukan Tuhan, sebab manusia biasa tidak mungkin dapat menyatakan diri sebagai sumber rahmat bagi semua orang.

Yesus menyatakan, “Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku” (Yoh 14:6); dan dengan demikian Ia menempatkan diri sebagai Pengantara yang mutlak bagi seseorang untuk sampai kepada Allah Bapa.

Ia menyatakan bahwa “… kamu akan mati dalam dosamu… jika kamu tidak percaya bahwa Akulah Dia” (Yoh 8:24) yang datang dari Bapa di surga (lih. Yoh 21-29).

Yesus mengatakan, “Aku ini (It is I)…”, pada saat Ia berjalan di atas air (Yoh 6:20) dan meredakan badai.

Yesus mengatakan, “Akulah Dia,” pada saat Ia ditangkap di Getsemani.

Ketika Yesus diadili di hadapan orang Farisi, dan mereka mempertanyakan apakah Ia adalah Mesias Putera Allah, Yesus mengatakan, “Kamu sendiri mengatakan, bahwa Akulah Anak Allah.”[8]

Mungkin yang paling jelas adalah pada saat Yesus menyatakan keberadaan DiriNya sebelum Abraham, “…sebelum Abraham jadi, Aku telah ada.” (Yoh 8:58)

Dengan demikian, Yesus menyatakan DiriNya sudah ada sebelum segala sesuatunya dijadikan. Dan ini hanya mungkin jika Yesus sungguh-sungguh Tuhan. Mengenai keberadaan Yesus sejak awal mula dunia dinyatakan oleh Yesus sendiri di dalam doa-Nya sebelum sengsara-Nya, “Bapa, permuliakanlah Aku pada-Mu sendiri dengan kemuliaan yang Kumiliki di hadirat-Mu sebelum dunia ada.” (Yoh 17:5)

k) Dengan keberadaan Yesus yang mengatasi segala sesuatu, dan atas semua manusia, maka Ia mensyaratkan kesetiaan agar diberikan kepadaNya dari semua orang. “Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih dari Aku, ia tidak layak bagi-Ku” (Mat 10:37). Ia kemudian berkata bahwa apa yang kita lakukan terhadap saudara kita yang paling hina, itu kita lakukan terhadap Dia (lih. 25:40). Ini hanya dapat terjadi kalau Yesus adalah Tuhan yang mengatasi semua orang, sehingga Dia dapat hadir di dalam diri setiap orang, dan Ia layak dihormati di atas semua orang, bahkan di atas orang tua kita sendiri.

l) Yesus menghendaki kita percaya kepada-Nya seperti kita percaya kepada Allah (lih. Yoh 14:1), dan Ia menjanjikan tempat di surga bagi kita yang percaya. Dengan demikian Ia menyatakan diriNya sebagai yang setara dengan Allah Bapa, “Siapa yang melihat Aku, melihat Bapa, (Yoh 14:9), Bapa di dalam Aku dan Aku di dalam Bapa (Yoh 10:38). Tidak ada seorangpun yang mengenal Anak selain Bapa, dan mengenal Bapa selain Anak (lih. Mat 11:27). Yesus juga menyatakan DiriNya di dalam kesatuan dengan Allah Bapa saat mendoakan para muridNya dan semua orang percaya, ”… agar mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau…” (Yoh 17:21). Ini hanya mungkin jika Ia sungguh-sungguh Tuhan. Pernyataan Yesus ini berbeda dengan para pemimpin agama lain, seperti Muhammad dan Buddha, sebab mereka tidak pernah menyatakan diri mereka sendiri sebagai Tuhan.

m) Ketika Yesus menampakkan diri kepada para murid setelah kebangkitan-Nya, Thomas, Rasul yang awalnya tidak percaya menyaksikan sendiri bahwa Yesus sungguh hidup dan ia berkata, “Ya Tuhanku dan Allahku”. Mendengar hal ini, Yesus tidak menyanggahnya (ini menunjukkan bahwa Ia sungguh Allah), melainkan Ia menegaskan pernyataan ini dengan seruanNya agar kita percaya kepadaNya meskipun kita tidak melihat Dia (Yoh 20: 28-29).

n) Yesus menyatakan Diri sebagai Tuhan, dengan menyatakan diriNya sebagai Anak Manusia, yang akan menghakimi semua manusia pada akhir jaman (lih. Mat 24:30-31), sebab segala kuasa di Surga dan di dunia telah diberikan kepada-Nya, seperti yang dikatakanNya sebelum Ia naik ke surga, “Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa, dan Putera dan Roh Kudus…” (Mat 28:18). Dengan demikian, Yesus menyatakan diriNya sebagai Pribadi Kedua di dalam Allah Tritunggal Maha Kudus, dan dengan kuasaNya sebagai Allah ini maka ia akan menghakimi semua manusia di akhir dunia nanti, seperti yang dinubuatkan oleh nabi Daniel (Dan 7:13-14). Yesus tidak mungkin membuat pernyataan sedemikian, jika Ia bukan sungguh-sungguh Tuhan.

2) Bagaimana Tuhan dapat mengatakan:

a) “Ya Bapa-Ku jikalau cawan ini tidak mungkin lalu, kecuali apabila Aku meminumnya, jadilah kehendak-Mu!” (Mt 26:42). Untuk menjawab hal ini, kita harus mengerti hakekat dari Yesus, yang sungguh Allah dan sungguh manusia. Di dalam diri Yesus, ada dua kodrat (manusia dan Tuhan). Masing-masing kodrat mempunyai akal budi (reason), yang terdiri dari akal (intellect) dan kehendak (will). Oleh karena itu, Yesus mempunyai dua akal budi. Pada saat Yesus mengatakan “jadilah kehendak-Mu (Bapa)“, maka ini berarti bahwa Yesus dengan akal budi manusia berpasrah sepenuh-Nya kepada kehendak Bapa. Di sini Yesus juga ingin mengajarkan kepada manusia, untuk senantiasa melaksanakan kehendak Bapa. Itulah sebabnya rasul Paulus mengatakan “Jadi sama seperti oleh ketidaktaatan satu orang semua orang telah menjadi orang berdosa, demikian pula oleh ketaatan satu orang semua orang menjadi orang benar.” (Rm 5:19).

b) “46 Kira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: “Eli, Eli, lama sabakhtani?” Artinya: Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?” (Mt 27:46) – Saya pernah menjawabnya di sini (silakan klik).

VII. Tentang Perjanjian Baru.

1) Glenn mengatakan “tentang perjanjian baru sebenarnya akan muncul permasalahan baru mengenai otensitas dari ayat2 dalam perjanjian baru yg mana tokoh2 sebelum konsili nicea yg anda sebutkan akan sangat mempunyai peranan penting“.

a) Silakan menyampaikan bukti-bukti tentang pernyataan di atas. Bagian mana dari ayat-ayat tersebut yang tidak otentik?

b) Glenn mengatakan “dalam ayat perjanjian baru akan sangat mudah ditemui ayat2 yg saling bertentangan.” Silakan memberikan ayat-ayat yang bertentangan, dan saya akan mencoba untuk menjawabnya semampu saya (kalau saya bisa). Rasul Petrus mengatakan “Hal itu dibuatnya dalam semua suratnya, apabila ia berbicara tentang perkara-perkara ini. Dalam surat-suratnya itu ada hal-hal yang sukar difahami, sehingga orang-orang yang tidak memahaminya dan yang tidak teguh imannya, memutarbalikkannya menjadi kebinasaan mereka sendiri, sama seperti yang juga mereka buat dengan tulisan-tulisan yang lain.” (2 Pet 3:16). Itulah sebabnya, Gereja Katolik percaya bahwa Alkitab tidak dapat menginterpretasikan sendiri, sehingga Kristus juga mendirikan Gereja-Nya, yang dapat menjadi pilar kebenaran untuk menyampaikan harta kekayaan rohani ini dari generasi ke generasi secara murni.

c) Lebih lanjut Glenn mengutip Thomas Paine “sungguh mudah untuk mengatakan bohong, namun akan sangat susah untuk mempertahankan kebohongan itu” Saya tidak terlalu jelas dengan maksud Glenn untuk mengutip kalimat ini. Apakah Glenn ingin mengatakan bahwa ayat-ayat di dalam Alkitab hanyalah sebuah kebohongan belaka? Kalau memang Glenn berpendapat seperti itu, apakah Glenn dapat memberikan argumentasi untuk mendukung pendapat ini?

VIII. Injil dan Bapa Gereja

1) Glenn mengutip pernyataan dari Irenaeus yang mengatakan “INJIL ADALAH PONDASI GEREJA DAN GEREJA TELAH TERSEBAR DI SELURUH DUNIA SEDANG DUNIA TERDIRI DARI 4 BENUA (?) MAKA PATUTLAH BILA DIAMBIL 4 BUAH INJIL. KEMUDIAN INJIL ADALAH NAFAS KEHIDUPAN ILAHI ATAU NAPAS MANUSIA’ JUGA DI DUNIA TERDAPAT 4 MATA ANGIN MAKA DENGAN DEMIKIAN INJIL JUGA HARUS 4. ATAU KALAM (LOGOS ; FIRMAN) PENCIPTA DUNIA MEMPUNYAI THERUBIM, THERUBIM MEMPUNYAI 4 TUBUH NAKA LOGOS JUGA MEMBERIKAN 4 BUAH INJIL” Kutipan tersebut diambil dari Book III, Ch 11. No.8. St. Irenaeus membuat pernyataan tersebut karena pada saat tersebut ada pengikut Gnostic yang ingin menambahkan Injil, seperti bidaah Valentinus menambahkan pseudo-gospel, yang dimanakan “Gospel of Truth“. Tulisan di atas, di dalam teologi disebut “argument of fittingness” dan ini diberikan setelah St. Irenaeus sendiri memberikan bukti-bukti berikut ini.

Mungkin kutipan di atas terlihat seolah tidak memberikan argumentasi yang kuat tentang adanya ke-4 Injil, namun yang Glenn tidak kutip adalah alasan sebenarnya dari St. Irenaeus mengapa dia percaya bahwa ada empat Injil. Hal ini dikatakannya di Book III, Ch. 1. No.1, dimana dia mengatakan: (ditulis tahun 180 AD).

We have learned from none others the plan of our salvation, than from those through whom the Gospel has come down to us, which they did at one time proclaim in public, and, at a later period, by the will of God, handed down to us in the Scriptures, to be the ground and pillar of our faith…. For, after our Lord rose from the dead, [the apostles] were invested with power from on high when the Holy Spirit came down [upon them], were filled from all [His gifts], and had perfect knowledge: they departed to the ends of the earth, preaching the glad tidings of the good things [sent] from God to us, and proclaiming the peace of heaven to men, who indeed do all equally and individually possess the Gospel of God. Matthew also published a gospel in writing among the Hebrews in their own language, while Peter & Paul were preaching the gospel and founding the church in Rome. But after their death, Mark, the disciple & interpreter of Peter, also transmitted to us in writing what Peter used to preach. And Luke, Paul’s associate, also set down in a book the gospel that Paul used to preach. Later, John, the Lord’s disciple—the one who lay on his lap—also set out the gospel while living at Ephesus in Asia Minor.

Dan bukti tersebut di atas sangat penting, karena St. Irenaeus sendiri adalah murid dari rasul Yohanes.

2) Apa yang dikatakan oleh Origen (185-254)

First written was that according to Matthew, once publican but later apostle of Jesus Christ, who published it for the believers from Judaism, composed in Hebrew letters. Second was by Mark, who composed as Peter led him, whom he avowed as son in the catholic epistle, saying as follows: “She who is in Babylon, chosen together, sends you greetings and so does my son Mark.” [1 Pet. 5:17]. And third, that according to Luke, who has composed for those from the Gentiles the gospel praised by Paul; after all of them, that according to John.”  (Comm. In Matth. I, quoted in Eusebius, History of the Church, 6, 25, 3-6.)

Semoga dengan bukti-bukti tersebut dapat memberikan gambaran yang lebih jelas akan keaslian dari ke-empat Injil.

IX. Konsili Nicea (325).

Konsili Nicea dipicu oleh bidaah Arius, yang mengajarkan bahwa Tuhan bukanlah Tritunggal Maha Kudus, Yesus hanyalah seperti “super-archangel“, bukan sehakikat dengan Bapa, Yesus bukanlah Tuhan, namun dipandang mempunyai kodrat di tengah-tengah antara Tuhan dan manusia. Tentu saja pengajaran ini ditentang oleh begitu banyak uskup, sampai akhirnya Patriarkh Alexander mengekskomunikasi Arius dari Gereja Alexandria. Namun, Arius mempunyai hubungan yang baik dengan orang-orang yang dekat dengan kekuasaan, dalam hal ini uskup Caesarea di Palestina dan uskup Nicomedia. Uskup Nicomedia mempunyai hubungan dekat dengan “imperial court” dan teman dari Constantia saudara perempuan dari Constantine. Uskup Eusebius dari Nicomedia inilah yang menjadi “pelindung” Arius.

Karena Constantine pada tahun 323 berhasil membuat kerajaannya damai, maka dia tidak mau ada kekacauan. Oleh karena itu, dia mengundang para uskup untuk menyelesaikan masalah keagamaan ini. Constantine yang memang waktu itu belum dibaptis, tidak mempunyai motif yang sama seperti St. Athanasius – yang benar-benar ingin mempertahankan iman kekristenan.

Konsili Nicea akhirnya dihadiri oleh 300 uskup, yang mayoritas berasal dari bagian Timur dari kerajaan. Dan hasilnya, seperti yang dicatat dalam sejarah, hampir dengan suara bulat, mereka menyatakan bahwa Kristus adalah Tuhan. Ada sekitar 17 orang dari 300 uskup yang ragu-ragu, walaupun akhirnya mereka menyetujui “Nicene Creed”. Ada dua orang, termasuk Arius yang tidak menyetujui Nicene Creed.

Namun, dengan intrik-intrik, partai Arian mempengaruhi pihak kerajaan, sampai akhirnya mereka mengasingkan St. Athanasius. Akhirnya Constantine sendiri berpihak kepada Arians, dan dukungan terhadap partai Arian terus berlanjut sampai Constantius II (memerintah 337-361). Eusebius dari Nicomedia berhasil meyakinkan raja untuk memberikan tekanan kepada para patriarkh, agar mereka dapat menerima kembali Arius ke dalam Gereja – yang tentu saja ditolak oleh St. Athanisius dan juga St. Eustachius dari Antiokh. Partai Arian mengasingkan mereka, dan berencana untuk membuat konsili yang memberikan perintah agar Arius diterima kembali ke dalam Gereja Katolik. Namun, uskup Alexander dari Konstantinopel meminta kepada semua umat untuk berpuasa seminggu lamanya agar tidak terjadi konsili. Dan pada malam hari sebelum kemenangan Arius dinyatakan melalui konsili, Arius meninggal secara mendadak. (Silakan membaca Cardinal Newman, The Arians of the Fourth Century, hal 268-269). Dan akhirnya pengaruh dari partai Arian pudar karena pelindung dari partai ini, yaitu raja Constantine meninggal.

Demikianlah sejarah singkat tentang konsili Nicea.

X. Teologi Pembebasan

1) Saya telah memberikan argumentasi saya tentang teologi pembebasan yang tidak sesuai dengan iman Gereja Katolik di sini (silakan klik). Dan tentu saja saya telah membaca tentang apakah teologi pembebasan. Kalau Glenn berpendapat bahwa teologi pembebasan adalah sesuatu yang lebih baik daripada teologi yang ada di dalam Gereja Katolik, silakan Glenn memberikan bukti-bukti dan argumentasi.

XI. Penutup.

Akhirnya, saya berharap bahwa Glenn dapat melihat iman Gereja Katolik bukan hanya sesuatu yang tidak mempunyai dasar teologis atau sejarah yang tidak jelas. Bahkan Kardinal Henry Newmann, seorang Anglikan menjadi Katolik setelah dia mempelajari sejarah kekristenan.

Saya tidak tahu agama apa yang Glenn anut saat ini, namun dari argumentasi yang Glenn kemukakan, Glenn banyak sekali mendapatkan sumber informasi yang tidak benar. Semoga dengan diskusi ini, minimal Glenn dapat melihat ada kebenaran di dalam iman akan Kristus dan Gereja Katolik. Kalau Glenn ingin mencari kebenaran yang hakiki, Glenn hanya perlu untuk kembali ke rumah Glenn yang sebenarnya, yaitu Gereja Katolik. Masalahnya bukan takut atau tidak takut untuk melontarkan ide revolusi, seperti yang Glenn kemukakan. Yang menjadi masalah adalah apakah kita mempunyai pengertian yang benar akan iman kita, sebelum kita melontarkan ide-ide kita.

Banyak orang yang mencoba merombak Gereja, melakukan ide-ide revolusi. Namun cara membangun Gereja yang paling efektif adalah dengan cara hidup kudus, seperti yang dicontohkan oleh para kudus. Mereka membuktikan bahwa iman kepada Kristus dan Gereja Katolik mengubah kehidupan mereka dan mereka menjadi saksi yang hidup yang memberikan terang Kristus, baik dengan perbuatan, atau dengan perkataan. Semoga pencarian kebenaran ini akan membawa Glenn kembali ke Gereja Katolik. Saya turut berdoa.

19/12/2018

16
Tinggalkan pesan

Please Login to comment
11 Comment threads
5 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
8 Comment authors
AlbertsAdihanapidonny nur cahyoAlbertchrist Recent comment authors
Alberts
Guest
Alberts

Salam damai dalam kristus…. Maaf sebelumnya saya ikut bergabung disini, saya katolik sejak lahir pengalaman batin saya ingin bagikan kepada rekan2 dan semua yang bergabung disini. Pernah saya jalan kepedalaman di Irian jaya bersama teman2x, kebetulan saya sendiri yang beragama katolik. Dua hari kita masuk hutan tanpa disengaja salah satu teman saya menyenggol sarang lebah wahasil seluruhnya terkena sengatan tawon, termasuk saya. Sama2x kita cabutin jarum bekas sengatan tawon.Mulai tekena sengatan saya keluarkan rosario dan saya tempelkan didahi, kepala , leher dan tangan saya. Anehnya bekas sengatan lebah tidak bengkak tetapi kempes dan sembuh. Malam hari rekan2 saya demam dan… Read more »

Adihanapi
Guest
Adihanapi

Shalom, Maaf ikut nimbrung, saya mau bagi pengalaman sedikit :-) Kita selalu diajarkan untuk memakai otak, jadi kadang hal keyakinan agama pun kita 100% mengandalakan otak. Saya pernah meninggalkan Kristus dan gereja Katolik karena semua saya pikir, kaitkan, analisa hanya dengan 100% pikiran, saya merasa saya tau segalanya tentang ajaran gereja dan mulai mempelajari agama lain sebagai perbandingan, semua saya bandingkan, disinilah ketersesatan mulai. Sampai suatu hari Yesus buka hati saya untuk terima Dia dengan jalan yang tidak dapat saya mengerti sampai saat ini, Yesus sentuh hati/perasaan bukan lewat pikiran. Saat itu saya menjadi sadar bahwa saya tidak mengenal Yesus,… Read more »

glenn
Guest
glenn

Buat mas christ,.,., hmm.,.saya setuju banget bahwa ajaran ttng kasih ialah ajaran yesus yang sangat berarti dan berharga,.,. dan saya juga menyetujui 100%.,.,.walau terkadang sebagaio manusia saya sering alpa menjalankannya,., hwheheheheh,.,.,..,,.,. sekali lagi saya katakan agar tidak terjadi mispersepsi,.,saya tidak pernah anti dengan semua yang berbau katolik.,.,di dalam kehidupan yang plural ini saya sangat mengahargai setiap perbedan yang ada.,., saya sangat menghargai setiap pengalaman religi yang dialami seseorang/lewat islam,.,katolik kristen atau apakah itu,.,.,semua itu bersumber dari Allah dan hanya Allah yang akan menilai pahala dan dosa Manusia,.,. saya hanya mencoba untuk mendisikan dengan sipoa saja.,.bukan dengan tujuan untuk mencapai kesamaan… Read more »

Albert
Guest
Albert

Damai Tuhan beserta kita.

Mohon penjelasn dari bapak Stefanus. Saya agak bingung dengan indentitas agama kita (Katolik). Biasanya setiap orang yang menanyakan agama saya, saya langsung jawab saya agama Katolik. Apa itu benar atau yang sebenarnya kita ini agama Kristen Katolik. apa saya harus menjawab saya beragama Kristen ? Intinya Katolik ataun Kristen?
Apakah kita diidentik dengan agama Katolik? atau diedentik dengan agama Kristen.

Terimakasih banyak.

Albert
Timor Leste

Stefanus Tay

Shalom Albert,
Kalau kita mengatakan bahwa kita adalah umat dari Gereja Katolik yang satu, kudus, katolik dan apostolik, maka pernyataan tersebut telah merangkum identitas kita dengan jelas. Kalau kita mengatakan bahwa agama kita adalah Katolik, saya pikir orang mengerti apa yang kita maksud. Yang perlu kita pegang adalah, Gereja Katolik bukanlah salah satu denominasi, tapi Gereja yang didirikan oleh Kristus sendiri, yang menjadi tubuh mistik Kristus dengan Kristus sebagai Kepala-Nya. Jadi, Katolik adalah Kristen, namun bukan sekedar salah satu denominasi Kristen. Untuk kata Katolik, silakan melihat tanya jawab di sini (silakan klik).
Semoga dapat memperjelas.
Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
stef – http://www.katolisitas.org

glenn
Guest
glenn

buat pak chris.,.
karena saya terbatas itu saya nanya kalo saya dah lebih pinter dari pak stef ya saya g nanya dunk,.,.ma beliau
hwehehehehe,.,…,.,.

christ
Guest
christ

mohon maaf kalau saya ikut nimbrung…
ketika seseorang mulai menggunakan pikiran (padahal terbatas banget), apapun akan dilihat dan dinilai sesuai dengan daya pikir. begitu banyak yang kita baca, begitu besar rasa haus dan lapar akan kebenaran (pengetahuan), semakin sempit olah rasanya. bersandar pada pengetahuan, iman tidak lagi mendapat tempat. salut untuk Bpk Stef yang dengan sabar dan terbuka memberikan penjelasan. semoga jadi berkat.

PIH
Guest
PIH

hemmm.. nampaknya tim katolisitan dan juga sie katekese harus bekerja lebih keras dalam pengajaran,dari pemaparan saudara Glenn,saya melihat banyak sekali hal..seperti hawa memakan buah apel yang rasanya tidak ada dalam pengajaran katekese Khatolik atau mungkin ada katekis lain yang menyimpulkan kalo buah itu apel ya?dan juga Trinitas yang di pahami dalam arti kontektual semata seperti juga ayat ayat dalam perikop lainnya. demikian pula pemahaman yang di tangkap saudara Glenn tentang dosa asal yang di artikan sama dengan dosa dari perbuatan jahat seseorang sehingga ketika di benturkan secara harafiah dengan bayi yang baru lahir,,jadinya kelihatan rancu seolah olah bayi yang baru… Read more »

glenn
Guest
glenn

WAh memang terbukti anda lebih pandai.,.,.,.maaf jika jawaban saya kurang mendalam karena pendidikan saya memnag tidak terlalu tinggi, saya hanya manusia yang dibatasi oleh keadaan sehingga mungkin tidak memiliki pemikiran yang terstruktur, namun hanya lewat dunia maya inilah saya bisa menyuarakan aspirasi serta pendapat saya.,.,.,.,.,.hwheheheeh 1. hubungan antara iman dan akal budi pun sudah saya jelaskan sebelumnya, mungkin anda belum mengerti yg saya maksud, hubungan antara iman dan akal budi ialah dengan akal budi kita akan menemukan sesuatu hal yang logis dan realistis sehingga berangkat dari sanalah seharusnya kita menemukan sebuah pegangan hidup yang benar yang harus kita imani,.,.,., namun… Read more »

Stefanus Tay

Shalom Glenn, Kita di sini sama-sama belajar, dan yang penting adalah kita berusaha mencari kebenaran dengan sungguh-sungguh. Glenn mengatakan bahwa sebelumnya Glenn sebelumnya telah dibaptis secara Katolik, namun dari beberapa komentar Glenn, terlihat bahwa Glenn mempunyai pandangan negatif terhadap pokok-pokok iman Katolik. Glenn mungkin telah meluangkan waktu dan berusaha untuk melihat sisi-sisi yang terlihat negatif dari Gereja Katolik maupun kekristenan secara umum. Pertanyaan saya adalah, apakah Glenn benar-benar juga meluangkan waktu untuk benar-benar mencari tahu dan berusaha sebisa mungkin (dengan segala pikiran, hati, dan kekuatan) untuk mempelajari pokok-pokok iman Katolik secara benar? Setelah hal tersebut dijalankan, Glenn kemudian dapat membandingkan… Read more »

PIH
Guest
PIH

ehmm,nimbrung sedikit,mungkin dak langsung ke pointnya,namun saya ingin menulis sedikit. Saya menjadi Khatolik pada usia 23 th,dan menempuh kelas ketekumen selama hampir 4 tahun. Jatuh bangun antara mau di baptis menjadi Khatolik atau tidak. Mulai dari di baptis dak jadi jadi dari tahun ke tahun,sampai pernah di tolak pernikahan secara Khatolik karena saat itu sampai tahun ke 3,masih tetap belum di baptis,absen cukup namun baptisan hanya ada di masa paskah,sedang saya dengan ke miniman pengetuahuan sudah mencanangkan pernikahan pada bulan Desember,dan Pastor Paroki tidak bergeming dengan permintaan memelas dari saya. Jadi saya mengatakan bahwa proses menjadi Khatolik bagi saya amat… Read more »

glenn
Guest
glenn

1.”.,.,kita tidak dapat mendasarkan pengetahuan akan kepercayaan pada Yesus sebagai Tuhan hanya berdasarkan pada filosofi, maka saya mencoba melihat peran dari wahyu Allah dan filosofi (reason) atau iman (faith) dan akal budi (reason).,.”, inilah yang menurut saya kaum teolog eropa/tradisonal selalu mengedepankan iman guna memandang ilmu pengatahuan dan sejarah,.,,.dan bukan melandaskan pada ilmu dan pengetahuan serta sejarah yg benar dan rasional guna mendapatkan keimanan yang benar yg bersumber dari sang Ilahi.,.,.hal ini juga mungkin yg menyebabkan faham atheis ala karl max.,.tumbuh subur juga di eropa pada saat kristen mencapai kejayaan sekitar abad18 2.”Paus Yohanes Paulus II dalam ensiklik-nya “Fides et… Read more »

glenn
Guest
glenn

1. ” Iman Katolik bersumber pada Allah Tritunggal dan berpusat pada Kristus, Allah yang menjelma menjadi manusia untuk menyelamatkan kita. Inkarnasi, Allah menjadi manusia, adalah perbuatan Tuhan yang terbesar, yang menunjukkan segala kesempurnaanNya: KebesaranNya, namun juga KasihNya yang menyertai kita. Penjelmaan Allah ini telah dinubuatkan oleh para nabi. Yesus Kristus yang kita imani sekarang adalah sungguh Yesus Tuhan yang ber-inkarnasi dan masuk ke dalam sejarah manusia. “,.,.,…… – disinilah mungkin letak kesalahan gereja katolik menjadikan konsep tritunggal sebagai sumber iman padahal sudah sangat jelas bahwa konsep tritunggal muncul 325 tahun setelah wafat yesus dan merupakan hasil voting belaka,.,jadi bukan yesus… Read more »

Stefanus Tay

Shalom Glenn, Terima kasih atas tanggapannya. Berikut ini adalah tanggapan saya atas komentar Glenn dan semoga dapat menjawab keberatan Glenn. I. Tentang wahyu dan filosofi. 1) Pada waktu saya mengatakan bahwa bahwa kita tidak dapat mendasarkan pengetahuan akan kepercayaan pada Yesus sebagai Tuhan hanya berdasarkan pada filosofi, maka saya mencoba melihat peran dari wahyu Allah dan filosofi (reason) atau iman (faith) dan akal budi (reason). Baik wahyu Allah dan reason (akal budi) diperlukan untuk mencapai kebenaran. Paus Yohanes Paulus II dalam ensiklik-nya "Fides et Ratio" mengatakan bahwa iman dan akal budi seperti dua sayap burung yang membawa manusia pada kebenaran.… Read more »

christ
Guest
christ

sangat buanyak hal tentang katolik dan ajaran Yesus yang sayangnya hanya sedikit yang bisa mengeti, memehami, dan menjalani. lebih banyak yang ‘ikut-ikutan’. begitu ya mas glenn?? dulu saya mengalami hal yang sama dengan anda. sampai akhirnya ketemu batunya… tapi ternyata lebih dari apa yang kita tahu dari macam-macam sumber tentang ajaran katolik. saya mulai bisa menerima semua itu ternyata dari teladan ibu kos (seorang kristen bethany). dia keras dalam prinsip hidup kristen, sangat2 alkitabiah. saya benar2 kewalahan menghadapi pertanyaan beliau tentang ajaran katolik, dogma, devosi dan muacem2 lainnya. 3 tahun saya mengenal beliau, ketaatannya dalam menjalani dan melaksanakan hukum KASIH… Read more »

donny nur cahyo
Guest
donny nur cahyo

[Dari Admin Katolisitas: beberapa bagian dari tulisan ini kami edit] Saya baru ini membaca tulisan2 yg ada d sini, saya hanya sedikit berbagi tentang kehidupan beragama saya. Saya di lahirkan dlm keluarga yang berbeda agama, sedikit penjelasan. Ayah dulu Islam lalu masuk Katolik dan bersama ibu beragama Katolik sampai ayah meninggal. Kakak kebetulan moslem, adik Katolik dan satu lagi Kristen, dan saya sendiri alhamdulilah puji tuhan pengikut Kristus dengan bernaung dlm Gereja Katolik walaupun saya belum dibaptis karena saya sudah mengikuti pelajaran agama tapi selalu gagal, mungkin karena waktu yg berbenturan tapi bukan berarti saya tdk mengenal Kristus. Singkat cerita… Read more »

Romo pembimbing: Rm. Prof. DR. B.S. Mardiatmadja SJ. | Bidang Hukum Gereja dan Perkawinan : RD. Dr. D. Gusti Bagus Kusumawanta, Pr. | Bidang Sakramen dan Liturgi: Rm. Dr. Bernardus Boli Ujan, SVD | Bidang OMK: Rm. Yohanes Dwi Harsanto, Pr. | Bidang Keluarga : Rm. Dr. Bernardinus Realino Agung Prihartana, MSF, Maria Brownell, M.T.S. | Pembimbing teologis: Dr. Lawrence Feingold, S.T.D. | Pembimbing bidang Kitab Suci: Dr. David J. Twellman, D.Min.,Th.M.| Bidang Spiritualitas: Romo Alfonsus Widhiwiryawan, SX. STL | Bidang Pelayanan: Romo Felix Supranto, SS.CC |Staf Tetap dan Penulis: Caecilia Triastuti | Bidang Sistematik Teologi & Penanggung jawab: Stefanus Tay, M.T.S dan Ingrid Listiati Tay, M.T.S.
top
@Copyright katolisitas - 2008-2018 All rights reserved. Silakan memakai material yang ada di website ini, tapi harus mencantumkan "www.katolisitas.org", kecuali pemakaian dokumen Gereja. Tidak diperkenankan untuk memperbanyak sebagian atau seluruh tulisan dari website ini untuk kepentingan komersial Katolisitas.org adalah karya kerasulan yang berfokus dalam bidang evangelisasi dan katekese, yang memaparkan ajaran Gereja Katolik berdasarkan Kitab Suci, Tradisi Suci dan Magisterium Gereja. Situs ini dimulai tanggal 31 Mei 2008, pesta Bunda Maria mengunjungi Elizabeth. Semoga situs katolisitas dapat menyampaikan kabar gembira Kristus. 
X