Dialog tentang ekklesiologi dan perpecahan gereja

Pertanyaan:

[Dari katolisitas: diskusi sebelumnya ada di tanya jawab ini – silakan klik]

Terimakasih atas jawabannya sungguh saya sangat menghargai jawaban yg cerdas namun tetap saja banyak kendala yang bagi saya untuk menyakini kebenaran Iman Katolik. Mohon anda jelaskan beberapa hal yang masih menjadi pertanyaan bagi saya antara lain:

Mengenai cabang denominasi 28.000 itu Boleh saya diberikan link atau infonya? Karena setahu saya tidak sampai sebanyak itu Paling yang ada Lutheran, Calvin (Injili), Baptis, Methodist, Pantekosta, Kharismatik

ajaran Sola Scriptura itu baik atau tidak?

bukan saja sekedar baik namun itulah esensi subtansi dari Ajaran KRISTUS tentang Diri-Nya
bukan tentang pencitraan Bunda Maria, bukan soal tradisi suci, bukan soal magisterium

sekali tentang Karya-Nya yang mendamaikan manusia dengan Diri-Nya Bapa, KRISTUS YESUS dan Roh Kudus Sebagaimana

Joh 4:23 Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian.

Tambahan-tambahan yang dapat merusak adonan, adalah ragi sifatnya, dan bila berlebihan dapat menghamirkan seluruh adonan

Karena itu Roh Kudus memberikan Inspirasi kepada Rasul2 Modern Martin Luther, John Calvin dan Ulrich Zwingli Walaupun berbeda, adalah hal2 yang tidak mendasar Mereka semua mengembalikan ajaran KRISTUS pada hakekatnya Yakni CHRIST “alone” Bukan Bunda Maria, Tradisi Suci dan Magisterium

Roh Kudus pada jaman akhir ini akan dicurahkan semakin melimpah Akan menuntun kepada kebenaran sejati Yaitu menyembah dengan roh dan Kebenaran Roh di tuntun oleh Roh Kudus untuk mengerti dan mengerjakan kebenaran, untuk menghasilkan buah pertobatan dan buah Roh

Bisakah anda tunjukan apa kelebihan doktrin Gereja Katolik dibanding Protestan? Tunjukan pada saya secara kongkrit anda kesalahan2 dari doktrin rasul modern dari gereja2 Lutheran, Calvin (Injili), Baptis, Methodist, Pantekosta, Kharismatik saya kira dengan menunjuk dengan jelas kesalahannya baru kita bisa mengetahui. Jika memang tidak ada tentunya tidak akan dapat anda temukan kesalah di gereja2 tersebut dibanding dengan yg ada di Gereja Katolik.

Demikian pertanyaan saya, sekali lagi mohon maaf sebesae2nya kalau mungkin pertanyaan ini agak menyinggung, semoga terang yag anda miliki dapat juga bersinar bagi saya, sebaliknya jika terang itu ada pada saya semoga dapat menyinari anda  agar anda dapat menemukan kebenaran.

Salam Kasih dan Semoga Tuhan Memberkati – Lisa

Jawaban dari Stefanus Tay:

Shalom Lisa,

Terima kasih atas kesempatan untuk berdiskusi dengan Lisa. Saya menyadari maksud baik Lisa dan mungkin teman-teman Lisa, yang menaruh perhatian kepada keselamatan umat Katolik, yang mungkin dipandang tidak memegang ajaran Kristus yang murni. Untuk itu saya berterima kasih. Namun, saya juga mempunyai kerinduan yang sama dari sisi yang berbeda, bahwa Lisa dan teman-teman juga dapat melihat bahwa pengajaran Gereja Katolik sungguh mempunyai dasar yang kuat dan dapat dipertanggungjawabkan. Bahkan, sesungguhnya mengajarkan apa yang sungguh diajarkan oleh Kristus sendiri. Untuk itu, mari di dalam perbedaan, kita dapat berdialog dengan hormat dan lemah lembut (lih. 1 Pet 3:15), tanpa mengaburkan kebenaran yang kita imani.

Saya akan melanjutkan diskusi yang tadinya dilakukan oleh Lisa dan Ingrid, yang sebelumnya dilakukan di sini (silakan klik). Berikut ini adalah tanggapan yang dapat saya berikan:

1) Lisa mengatakan “Mengenai cabang denominasi 28.000 itu Boleh saya diberikan link atau infonya? Karena setahu saya tidak sampai sebanyak itu Paling yang ada Lutheran, Calvin (Injili), Baptis, Methodist, Pantekosta, Kharismatik

a) Lisa dapat melihat di beberapa link berikut ini: 1) site dari katolik (silakan klik), yang memberikan daftar 33,000 denominasi. 2) site dari wikipedia dapat dilihat disini (silakan klik), yang memberikan jumlah perpecahan 34,000. Anggaplah jumlah denominasi sekitar 20,000. Bukankah ini adalah suatu bukti perpecahan dari gereja-gereja? Kalau kita lihat, semua gereja-gereja mengatakan bahwa mereka mendasarkan ajarannya pada Alkitab saja.

b) Lisa meneruskan dengan “ajaran Sola Scriptura itu baik atau tidak? bukan saja sekedar baik namun itulah esensi subtansi dari Ajaran KRISTUS tentang Diri-Nya bukan tentang pencitraan Bunda Maria, bukan soal tradisi suci, bukan soal magisterium

1) Pertanyaannya adalah: kalau memang Alkitab saja (Sola Scriptura) adalah benar, mengapa gereja tidak bersatu padu setelah Martin Luther? Mengapa terjadi perpecahan, dan semua mengatakan bahwa ajarannya berdasarkan Alkitab saja?

2) Kalau anda mengatakan bahwa Sola Scriptura adalah esensi dari ajaran Kristus, silakan memberikan ayat yang mengatakan bahwa Alkitab adalah satu-satunya sumber kebenaran. Kalau di Alkitab sendiri tidak disebutkan bahwa Alkitab adalah satu-satunya sumber kebenaran dan pada saat yang bersamaan dipercaya bahwa Alkitab adalah satu-satunya sumber kebenaran, bukankah justru ajaran “sola scriptura” menjadi tidak alkitabiah? Ada baiknya juga kalau Lisa dapat memberikan bukti dari para Bapa Gereja (jemaat perdana) yang percaya bahwa Alkitab saja adalah satu-satunya sumber kebenaran. Kapankah ajaran “Sola Scriptura” dimulai?

3) Pencitraan Bunda Maria dalam ajaran Gereja Katolik bukan berhenti pada Bunda Maria, namun senantiasa akan menuntun pada Kristus. Ada baiknya Lisa memberikan definisi apa yang dimaksud dengan “pencitraan”. Mungkin kita dapat berdiskusi tentang Bunda Maria dalam topik tersendiri. Lisa dapat memilih satu topik yang spesifik tentang Bunda Maria dan kemudian kita dapat mendiskusikannya secara mendalam. Kalau Kristus sendiri menghormati ibu-Nya – sesuai dengan perintah ke-4 dari 10 perintah Allah – mengapa kita tidak menghormati Bunda Maria, yang telah diberikan oleh Kristus kepada umat Allah (lih. Yoh 19:27)?

4) Tentang hubungan Alkitab, Tradisi Suci, dan Magisterium Gereja dapat telah saya jawab di sini (silakan klik). Di jawaban saya, saya mempertanyakan bagaimana kita mendapatkan Alkitab, seperti yang kita kenal saat ini. Dan Alkitab yang kita kenal saat ini tidak akan mungkin ada tanpa adanya Tradisi Suci dan Magisterium Gereja. Atau pertanyaan yang lain, bagaimana seseorang tahu bahwa Matius yang menuliskan Injil Matius?

2) Lisa mengatakan “sekali tentang Karya-Nya yang mendamaikan manusia dengan Diri-Nya Bapa, KRISTUS YESUS dan Roh Kudus Sebagaimana Joh 4:23 Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian.

Saya tidak tahu hubungan ayat ini dengan topik yang sedang kita diskusikan. Namun, kalau mau dihubungkan bahwa penyembah-penyembah yang benar adalah setelah kedatangan Martin Luther, maka pertanyaan saya adalah: Apakah jemaat perdana, dari tahun 33 -1500 tidak menyembah Bapa dalam Roh dan kebenaran? Kalau begitu, bagaimana dengan janji di Mt 16:16-19?

3) Lisa menuliskan “Tambahan-tambahan yang dapat merusak adonan, adalah ragi sifatnya, dan bila berlebihan dapat menghamirkan seluruh adonan

a) Kalau maksudnya bahwa Gereja Katolik menambahkan apa yang telah diajarkan oleh Yesus, silakan memberikan pengajaran mana yang menyimpang dari pengajaran Kristus. Dan saya akan mencoba untuk memberikan argumentasi, bahwa ajaran tersebut bersumber pada Kristus sendiri. Justru, perpecahan yang terjadi secara luar biasa setelah Martin Luther menjadi tidak sesuai dengan pesan Yesus terakhir di Yoh 17. Dan kalau mau dibandingkan dengan ragi, maka perpecahan ini sebenarnya lebih buruk.

b) Dan kalau Lisa mengatakan “Karena itu Roh Kudus memberikan Inspirasi kepada Rasul2 Modern Martin Luther, John Calvin dan Ulrich Zwingli Walaupun berbeda, adalah hal2 yang tidak mendasar Mereka semua mengembalikan ajaran KRISTUS pada hakekatnya Yakni CHRIST “alone” Bukan Bunda Maria, Tradisi Suci dan Magisterium“, maka pertanyaan saya adalah satu: Kalau memang apa yang mereka ajarkan adalah benar – yang mengklaim untuk kembali kepada ajaran Kristus yang murni – membawa begitu banyak perpecahan terjadi? Seharusnya kalau kembali kepada ajaran Kristus yang murni, maka semuanya harus menjalankan pesan Kristus, termasuk pesan: “supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.” (Yoh 17:21)

Pengajaran Gereja Katolik bukanlah menghormati Bunda Maria tanpa membawa umat kepada Kristus. Dan Tradisi Suci dan Magisterium Gereja justru untuk meneruskan pesan Kristus dari satu generasi ke generasi yang lain secara murni. Oleh karena itu, semua pengajaran Gereja Katolik bersumber pada Kristus sendiri. Jadi, di sini saya melihat ada banyak kesalahpahaman dari Lisa terhadap apa yang sebenarnya diajarkan oleh Gereja Katolik. Mungkin, penyimpangan-penyimpangan ajaran Gereja Katolik yang ada di dalam pikiran Lisa, sebenarnya bukanlah suatu penyimpangan kalau Lisa mengetahui secara persis ajaran Gereja Katolik.

c) Lisa menuliskan “Roh Kudus pada jaman akhir ini akan dicurahkan semakin melimpah Akan menuntun kepada kebenaran sejati Yaitu menyembah dengan roh dan Kebenaran Roh di tuntun oleh Roh Kudus untuk mengerti dan mengerjakan kebenaran, untuk menghasilkan buah pertobatan dan buah Roh

Kalau kita mempercayai bahwa Roh Kudus adalah Roh pemersatu dan bukan Roh pemecah, dan kalau Roh Kudus dicurahkan pada akhir zaman ini, seharusnya kita melihat adanya persatuan umat Allah. Dengan demikian, gereja-gereja seharusnya dapat bersatu. Justru, salah satu tanda bahwa Gereja Katolik adalah Gereja yang didirikan oleh Kristus sendiri (lih. Mt 16:16-19), adalah “satu“. Untuk itu, silakan membaca artikel ini (silakan klik) dan ini (silakan klik).

4) Lisa menuliskan “Bisakah anda tunjukan apa kelebihan doktrin Gereja Katolik dibanding Protestan? Tunjukan pada saya secara kongkrit anda kesalahan2 dari doktrin rasul modern dari gereja2 Lutheran, Calvin (Injili), Baptis, Methodist, Pantekosta, Kharismatik saya kira dengan menunjuk dengan jelas kesalahannya baru kita bisa mengetahui. Jika memang tidak ada tentunya tidak akan dapat anda temukan kesalah di gereja2 tersebut dibanding dengan yg ada di Gereja Katolik.

a) Apa kelebihan Gereja Katolik dibandingkan dengan gereja-gereja yang lain? Bagaimana kalau kita mulai dengan artikel “Mengapa kita memilih Gereja Katolik” (silakan klik). Kemudian silakan juga melihat empat tanda Gereja Katolik, yaitu: satu, kudus, katolik dan apostolik.

Gereja yang Satu
(Rom 12:5, 1Kor 10:17, 12:13, KGK (Katekismus Gereja Katolik 813-822), LG 4)

Yesus mendirikan hanya satu Gereja, bukan kesatuan dari beberapa gereja yang berbeda-beda. Kita mengetahuinya dari Yesus sendiri, yang mengatakan bahwa Ia akan mendirikan Gereja-Nya (bukan gereja-gereja) di atas Petrus (Mat 16:18). Pada saat Perjamuan Terakhir sebelum wafatNya Kristus berdoa untuk kesatuan GerejaNya: “supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau…” (Yoh 17:21). Kitab suci mengatakan bahwa Gereja adalah ‘mempelai Kristus’ (Ef 5:23-32). Karenanya, tidak mungkin Ia mempunyai lebih dari satu mempelai. Mempelai-Nya yang satu adalah Gereja Katolik.

Kesatuan Gereja Katolik ini ditunjukkan dengan kesatuan dalam hal (1)iman dan pengajaran, berdasarkan ajaran Kristus (2) liturgi dan sakramen dan (3) kepemimpinan, yang awalnya dipegang oleh para rasul di bawah kepemimpinan Rasul Petrus, yang kemudian diteruskan oleh para pengganti mereka. Kepada kesatuan inilah semua para pengikut Kristus dipanggil (Fil 1:27, 2:2), sebagai “sebuah bangsa yang dipersatukan dengan kesatuan Bapa, Putera dan Roh Kudus.” (LG 4)

Kesatuan Gereja Katolik dalam hal pengajaran mempunyai dua dimensi, yaitu berlaku di seluruh dunia dan berlaku sepanjang sejarah. Hal ini dimungkinkan karena dalam hal iman kepemimpinan Gereja dipegang oleh seorang kepala, yaitu seorang Paus yang bertindak sebagai wakil Kristus. Sepanjang sejarah, oleh bimbingan Roh Kudus, Gereja semakin memahami akan ajaran-ajaran Kristus (Yoh 16:12-13) dan menjabarkannya, namun tidak pernah menetapkan sesuatu yang bertentangan dari apa yang sudah ditetapkan sebelumnya.

Gereja yang kudus
(Ef 5:25-27, Why 19:7-8, KGK 823-829, LG 8, 39, 41,42)

Kekudusan Gereja disebabkan oleh kekudusan Kristus yang mendirikannya. Hal ini tidak berarti bahwa setiap anggota Gereja-Nya adalah kudus, sebab Yesus sendiri mengakui bahwa para anggotaNya terdiri dari yang baik dan yang jahat (lih. Yoh 6:70), dan karenaNya tak semua dari anggotaNya masuk ke surga (Mat 7:21-23). Tetapi Gereja-Nya menjadi kudus karena ia adalah mempelai Kristus dan Tubuh-Nya sendiri, sehingga Gereja menjadi sumber kekudusan dan sebagai penjaga alat yang istimewa untuk menyampaikan rahmat Tuhan melalui sakramen- sakramen (lih. Ef 5:26).

Jadi kekudusan Gereja dapat dilihat dari para anggotanya yang hidup di dalam rahmat pengudusan, terutama mereka yang sungguh-sungguh menerapkan kekudusan itu di dalam kaul religius seperti para rohaniwan, rohaniwati dan terutama terlihat nyata pada para martir dan Orang Kudus (lih. LG 42). Kekudusan Gereja juga terlihat dari banyaknya mukjizat yang dilakukan oleh Para Kudus sepanjang sejarah. Dalam hal kekudusan inilah, maka Gereja menggarisbawahi pentingnya pertobatan (lih. LG 8), agar para anggotanya dibawa kepada rahmat pengudusan Allah.

Gereja yang katolik
(Mat 28:19-20, Why 5:9-10, KGK 830-856, LG 1)

Kata ‘Katolik’ berasal dari bahasa Yunani, katholikos, yang artinya “keseluruhan/ universal” atau “lengkap “. Jadi dalam hal ini kata katolik mempunyai dua arti: bahwa Gereja yang didirikan Yesus ini bukan hanya milik suku tertentu atau kelompok eksklusif yang terbatas; melainkan mencakup ‘keseluruhan‘ keluarga Tuhan yang ada di ‘seluruh dunia‘, yang merangkul semua, dari setiap suku, bangsa, kaum dan bahasa (Why 7:9). Kata ‘katolik’ juga berarti bahwa Gereja tidak dapat memilih-milih doktrin yang tertentu asal cocok sesuai dengan selera/ pendapat kita, tetapi harus doktrin yang setia kepada ‘seluruh‘ kebenaran. Rasul Paulus mengatakan bahwa hakekatnya seorang rasul adalah untuk menjadi pengajar yang ‘katolik’ artinya yang “meneruskan firman-Nya (Allah) dengan sepenuhnya…. tiap-tiap orang kami nasihati  dan tiap-tiap orang kami ajari dalam segala hikmat, untuk memimpin tiap-tiap orang kepada kesempurnaan dalam Kristus.” (Kol 1:25, 28)

Maka, Gereja Kristus disebut sebagai katolik (= universal) sebab ia dikurniakan kepada segala bangsa, oleh karena Allah Bapa adalah pencipta segala bangsa. Sebelum naik ke surga, Yesus memberikan amanat agung agar para rasulNya pergi ke seluruh dunia untuk menjadikan semua bangsa murid-muridNya (Mat 28: 19-20). Sepanjang sejarah Gereja Katolik menjalankan misi tersebut, yaitu menyebarkan Kabar Gembira pada semua bangsa, sebab Kristus menginginkan semua orang menjadi anggota keluarga-Nya yang universal (Gal 3:28). Kini Gereja Katolik ditemukan di semua negara di dunia dan masih terus mengirimkan para missionaris untuk mengabarkan Injil. Gereja Katolik yang beranggotakan bermacam bangsa dari berbagai budaya menggambarkan keluarga Kerajaan Allah yang tidak terbatas hanya pada negara atau suku bangsa yang tertentu.

Nama ‘Gereja Katolik’ pertama diresmikan pada awal abad ke-2 (tahun 107), ketika Santo Ignatius dari Antiokhia menjelaskan dalam suratnya kepada jemaat di Syrma 8, untuk menyatakan Gereja Katolik sebagai Gereja satu-satunya yang didirikan Yesus, untuk membedakan umat Kristen dari para heretik pada saat itu yang menolak bahwa Yesus adalah Allah yang sungguh-sungguh menjelma menjadi manusia, yaitu heresi/ bidaah Docetism dan Gnosticism. Dengan surat ini St. Ignatius mengajarkan tentang hirarki Gereja, imam, dan Ekaristi yang bertujuan untuk menunjukkan kesatuan Gereja dan kesetiaan Gereja kepada ajaran yang diajarkan oleh Kristus. Demikian penggalan kalimatnya,
“…Di mana uskup berada, maka di sana pula umat berada, sama seperti di mana ada Yesus Kristus, maka di sana juga ada Gereja Katolik.
Di sinilah baru Gereja Katolik memiliki arti yang kurang lebih sama dengan yang kita ketahui sekarang, bahwa Gereja Katolik adalah Gereja universal di bawah pimpinan para uskup yang mengajarkan doktrin yang lengkap, sesuai dengan yang diajarkan Kristus.

Namun, istilah ‘katolik’ bukan istilah baru, karena sudah dipakai sebelumnya pada zaman Santo Polycarpus (murid Rasul Yohanes) untuk menggambarkan iman Kristiani,[3] bahkan pada jaman para rasul. Kis 9:31 menuliskan asal mula kata Gereja Katolik (katholikos) yang berasal dari kata “Ekklesia Katha Holos“. Ayatnya berbunyi, “Selama beberapa waktu jemaat di seluruh Yudea, Galilea dan Samaria berada dalam keadaan damai. Jemaat itu dibangun dan hidup dalam takut akan Tuhan. Jumlahnya makin bertambah besar oleh pertolongan dan penghiburan Roh Kudus.” Di sini kata “Katha holos atau katholikos” dalam bahasa Indonesia adalah jemaat/ umat Seluruh/ Universal atau Gereja Katolik, sehingga kalau ingin diterjemahkan secara konsisten, maka Kis 9:31, bunyinya adalah, “Selama beberapa waktu Gereja Katolik di Yudea, Galilea, dan Samaria berada dalam keadaan damai. Gereja itu dibangun dan hidup dalam takut akan Tuhan. Jumlahnya makin bertambah besar oleh pertolongan dan penghiburan Roh Kudus.”

Gereja yang Apostolik
(Ef 2:19-20, KGK 857-865, LG 22)

Gereja disebut apostolik karena Yesus telah memilih para rasul-Nya untuk menjadi pemimpin- pemimpin pertama Gereja-Nya, di bawah pimpinan Rasul Petrus (Mat 16:18, Yoh 21:15-18). Oleh karena Yesus sendiri menjanjikan Gereja-Nya tidak akan binasa (Mat 16:18), maka kepemimpinan Gereja tidak berhenti dengan kepemimpinan para rasul tetapi diteruskan oleh para penerus mereka. Dengan demikian janji penyertaan Yesus terus berlangsung sampai pada saat ini, di mana Ia mengatakan, “Aku akan menyertai engkau senantiasa sampai kepada akhir zaman” (Mat 28:20).

Para rasul adalah para uskup yang pertama, dan sejak abad pertama, pengajaran para rasul di dalam Kitab suci dan Tradisi kudus diturunkan dari mulut ke mulut kepada para penerus mereka (lih. 2 Tes 2:15), misalnya tentang kehadiran Kristus yang nyata di dalam Ekaristi, kurban Misa, pengampunan dosa melalui perantaraan imam, kelahiran baru dalam pembaptisan, keberadaan Api penyucian, peran khusus Maria dalam karya Keselamatan, hal kepemimpinan Paus, dan lain-lain.

Surat pertama dari Santo Klemens (penerus ketiga setelah Rasul Petrus, tahun 96) kepada jemaat di Korintus yang menyelesaikan konflik di antara mereka membuktikan kepemimpinan Gereja di bawah penerus Rasul Petrus sebagai uskup di Roma.[4] Kepemimpinan di bawah Paus di Roma ini diakui oleh Gereja Katolik sampai saat ini (LG 22). Singkatnya, jika kita kembali ke abad pertama, kita akan menemukan Gereja yang memiliki banyak kemiripan dengan Gereja Katolik yang sekarang, karena memang itu adalah satu dan sama.

b) Lisa meminta untuk menunjukkan kesalahan dari gerakan revolusi, yang dimotori oleh Martin Luther, Calvin, Zwing-li, dll. Bagaimana kalau kita mulai dari hal-hal mendasar: 1) Sola Scriptura, 2) Sola fide, 3) TULIP (Total Depravity, Unconditional Election, Limited Atonement, Irresistible Grace, Perseverance of the Saints)?

Demikian jawaban yang dapat saya berikan. Kalau mau fokus, kita dapat membatasi diskusi pada satu topik, sehingga diskusi tidak melebar kemana-mana. Mungkin ada baiknya diskusi ini berfokus pada ekklesiologi secara umum. Saya juga minta maaf kalau dalam keterbatasan saya untuk menyampaikan pendapat ada kata-kata yang menyinggung anda. Semoga dialog kita dapat membawa kita kepada kebenaran dan membawa kemuliaan bagi nama Tuhan.

Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
stef – www.katolisitas.org

19/12/2018

62
Tinggalkan pesan

Please Login to comment
27 Comment threads
35 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
33 Comment authors
BimomartensPieterRafaelLukas CungMartin Teiseran Recent comment authors
Pieter
Guest
Pieter

Salam kasih dalam Kristus,
Saya awam dalam kekristenan dan baru dibaptis, saya kadang bingung apakah saya salah memahami kitab suci (alkitab), atau saudaraku yg lain belum pernah membaca di kitab 1 Korintus 1 : 10 – 17 , mohon bantuannya agar saya bisa lebih memahami kekristenan, Tuhan Memberkati, Amin.

Pieter
Paroki St. Joseph Pekerja, Gotong-gotong, Makassar

Rafael
Guest
Rafael

Saya ingin bertanya,
Bagaimanakah cara ibadah oikumene dilangsungkan, apakah sperti PD, Taize? Dan aturan bagi umat Katolik apa saja? Karena saudara2 di kampus sy ada banyak kerinduan untuk dpt berkumpul dengan Unit Kegiatan Mahasiswa Kristen/non-katolik.

Terimakasih..

Ingrid Listiati
Member

Shalom Rafael, Sejujurnya, saya tidak menemukan penjabaran secara eksplisit tentang seperti apakah cara ibadah ekumene, menurut ajaran Gereja Katolik. Sebab yang dituliskan dalam dokumen Konsili Vatikan II tentang ekumenisme adalah: 1) bahwa memang sebagai umat Kristen, kita harus melakukan perubahan hati, kekudusan hidup dan doa, baik secara pribadi maupun secara publik, untuk kesatuan umat Kristen (lih. Unitatis Redintegratio (UR), 8); 2) Dikatakan pula, “di dalam kesempatan- kesempatan istimewa” umat Katolik dapat bergabung dengan para saudara- saudari Kristen non- Katolik untuk bersama- sama berdoa demi persatuan umat Kristiani (lih. UR, 8). 3) Doa bersama macam ini diperbolehkan, namun perayaan sakramen- sakramen… Read more »

Martin Teiseran
Guest

Saya angkat jempol pada isi diskusi dalam website ini. Sungguh amat berguna dan menambah pengetahuan saya tentang gereja Katolik yang menjadi persekutuan saya sejak 60 tahun lalu. Saya akan semakin banyak membaca dan mendalami diskusi di sini. Saya menjadi lebih mengerti, gereja Katolik yang satu kudus apostolik dst terima kasih

giovani
Guest
giovani

Tim katolisitas: saya mau nanya tentang Hari Sabath.. apakah itu hari Sabtu atau hari Minggu. Mengapa gereja Katolik merayakan Misa pada hari Minggu?… Bagaimana dengan 10 perintah Allah, kuduskanlah Hari Sabath….. dan mengenai penciptaan, Allah beristirahat pada hari ke 7… bukankah hari ke 7 itu hari Sabtu.. karena ketika kebangkitan Tuhan..tertulis.. pada hari pertama minggu itu…(Markus 16 1-8) berarti hari pertama hari Minggu?… mohon penjelasannya… terimakasih

[dari Katolisitas: Anda dapat menemukan jawaban pertanyaan Anda di artikel ini, silahkan klik.]

giovani
Guest
giovani

Saya orang Katolik fanatik.. tapi saya sering diajak teman ke gereja T dan B, sekedar toleransi saya pikir gak apa apa.. yang saya mau tanyakan.. seorang pendeta berkhotbah sangat berapi api, bahkan seperti punya karunia Roh Kudus… tetapi sudah mulai menyinggung bahkan mengatakan ajaran gereja lain salah… Roh Kudus macam apakah yang ada sama pendeta itu? Apakah Roh Kudus Katolik ama Protestan berbeda?

Vian
Guest

Saran untuk Giovvani…sebaiknya tidak perlu lagi pergi ke Gereja lain…mengapa? karena antara sikap toleransi dengan perangkap iblis itu batasnya sangaaaaaaaat tipis. Bila Mas Gio nggak kuat iman…tanpa sadar….bisa terseret arus sungai lho…syalom

Lukas Cung
Guest
Lukas Cung

Shalom Giovani,

Saya menduga Anda sedang mencari sesuatu di sana, yang tidak Anda temukan di Gereja Katolik, sehingga Anda bersedia diajak ke sana. Ini dugaan saya. Maka, di Misa malam Natal nanti, saya akan berdoa utk Anda: mohon karunia Roh Kudus, agar semakin banyak “harta karun” yang Anda temukan di Gereja Katolik, sehingga Anda tidak lagi tertarik ke sana – walau dengan alasan toleransi sekalipun.

Salam,
Lukas Cung

Benedictus Widi H
Guest
Benedictus Widi H

Syaloom, Terimakasih Katolisitas. Jawaban yang begitu santun, dan penuh bukti serta cerdas. Sungguh, Gereja Katolik ini lah yang selama ini saya imani, benar-benar masih masuk dalam analogi dan penalaran saya. Terutama melihat hirarki kepemimpinan yang dimulai dari Petrus sendiri yang secara notabene adalah Murid Yesus. Bisa anda bayangkan, bahwa Bapa Benedictus ke-16 yang saat ini adalah Bapa Paus, adalah penerus Rasul Petrus. Orang yang sangat dekat dengan Yesus waktu masih hidup didunia. Dan itu masih diwariskan secara istimewa melalui gereja sampai sekarang. Bisa anda bayangkan, rentang waktu ratusan tahun, bahkan ribuan tahun semenjak kebangkitan Yesus hingga saat ini. Masih tetap… Read more »

epie
Guest
epie

Saya sangat setuju dengan pendapat anda..saya bersyukur kerana menjadi umat Kristen Katolik..Bapa memilih saya dan anda mnjadi anaknya..saya juga amat suka membaca website katolisitas..Iman saya semakin bertumbuh..Puji Tuhan….

yohanes
Guest
yohanes

Alkitab menghendaki agar Gereja “bersatu dan tidak terpecah-pecah”.. jika melihat realita yang ada saat ini.. perlu adanya kesatuan antar denominasi.. antar denominasi bisa saling berkoordinasi.. tidak saling memfitnah, menjelek-jelekan dan menjatuhkan har…ga diri.. Dengan catatan, selama Gereja itu tidak sesat.. pengajarannya “kembali pada” kebenaran Kitab Suci (Sola Scriptura).. bukan mengacu pada kitab 1001 tafsir mimpi.. Kalo sesat.. jemaatnya jadi gajah makan kawat (gawat).. perlu dihimbau untuk minggat.. hehehe.. —- “Dan berusahalah memelihara KESATUAN ROH OLEH IKATAN DAMAI SEJAHTERA: SATU TUBUH, DAN SATU ROH, sebagaimana kamu telah dipanggil kepada satu pengharapan yang terkandung dalam panggilanmu,satu Tuhan, satu iman, satu baptisan, satu… Read more »

Romo pembimbing: Rm. Prof. DR. B.S. Mardiatmadja SJ. | Bidang Hukum Gereja dan Perkawinan : RD. Dr. D. Gusti Bagus Kusumawanta, Pr. | Bidang Sakramen dan Liturgi: Rm. Dr. Bernardus Boli Ujan, SVD | Bidang OMK: Rm. Yohanes Dwi Harsanto, Pr. | Bidang Keluarga : Rm. Dr. Bernardinus Realino Agung Prihartana, MSF, Maria Brownell, M.T.S. | Pembimbing teologis: Dr. Lawrence Feingold, S.T.D. | Pembimbing bidang Kitab Suci: Dr. David J. Twellman, D.Min.,Th.M.| Bidang Spiritualitas: Romo Alfonsus Widhiwiryawan, SX. STL | Bidang Pelayanan: Romo Felix Supranto, SS.CC |Staf Tetap dan Penulis: Caecilia Triastuti | Bidang Sistematik Teologi & Penanggung jawab: Stefanus Tay, M.T.S dan Ingrid Listiati Tay, M.T.S.
top
@Copyright katolisitas - 2008-2018 All rights reserved. Silakan memakai material yang ada di website ini, tapi harus mencantumkan "www.katolisitas.org", kecuali pemakaian dokumen Gereja. Tidak diperkenankan untuk memperbanyak sebagian atau seluruh tulisan dari website ini untuk kepentingan komersial Katolisitas.org adalah karya kerasulan yang berfokus dalam bidang evangelisasi dan katekese, yang memaparkan ajaran Gereja Katolik berdasarkan Kitab Suci, Tradisi Suci dan Magisterium Gereja. Situs ini dimulai tanggal 31 Mei 2008, pesta Bunda Maria mengunjungi Elizabeth. Semoga situs katolisitas dapat menyampaikan kabar gembira Kristus. 
X