Di Sorga, Malaikat atau Manusia yang Lebih Tinggi?

Pertanyaan:

Saya pernah membaca bahwa manusia yang lebih tinggi tingkatannya daripada malaikat. Karena manusia dikaruniai kemampuan untuk berkembang biak, sedangkan malaikat tidak. Bagaimana pendapat Anda mengenai hal ini? Apakah benar kemampuan berkembang biak itu menjadi kelebihan manusia atas malaikat?

Lalu kaitannya dengan tubuh, jiwa dan roh. Malaikat adalah murni roh jadi sudah pasti tidak memiliki tubuh, namun malaikat juga punya kehendak bebas seperti manusia. Kehendak bebas manusia berhubungan dengan jiwanya. Pertanyaannya, apakah malaikat juga memiliki jiwa?

Terima kasih.. GBU – Agung

Jawaban:

Shalom Agung,

Terima kasih atas pertanyaannya mana yang lebih sempurna, apakah malaikat atau manusia. Kesempurnaan sendiri dapat dilihat dari perbandingan kodrat dan apa yang dicapai dalam tujuan akhir.

1. Kesempurnaan dilihat dari perbandingan kodrat

Kita dapat melihat bahwa Tuhan menciptakan segala sesuatunya dengan derajat atau tingkat yang berbeda-beda. Tuhan menginginkan agar semua makhluk dari yang paling rendah sampai ke yang paling tinggi berpartisipasi dalam kebahagiaan yang dijanjikan oleh Tuhan, sehingga kemuliaan Tuhan akan dapat dinyatakan dengan jelas dan penuh. Dari sisi kodrat, maka sesungguhnya malaikat mempunyai kodrat lebih tinggi dibandingkan dengan kodrat manusia, karena malaikat diciptakan murni spiritual sedangkan manusia diciptakan dengan kodrat yang terdiri dari tubuh – yang bersifat material – dan jiwa – yang bersifat spiritual. Ketinggian sesuatu yang bersifat spiritual dapat dilihat dari kekekalan dan kemampuan.

a. Dari sisi kekekalan, maka sesuatu yang kekal lebih sempurna dibandingkan dengan sesuatu yang bersifat sementara. Dengan prinsip ini, maka kita melihat bahwa jiwa kita lebih utama tubuh kita, karena tubuh adalah sementara, sedangkan jiwa adalah kekal. Kalau kita terapkan pada malaikat dan manusia dengan prinsip ini, maka kita dapat mengatakan bahwa malaikat lebih tinggi derajatnya dari manusia, karena malaikat adalah murni spiritual sedangkan manusia terdiri dari material (tubuh) dan spiritual (jiwa). Inilah sebabnya, dalam kemanusiaan-Nya, Yesus dikatakan lebih rendah daripada malaikat. Dikatakan di dalam kitab Ibrani ” Namun Engkau telah membuatnya untuk waktu yang singkat sedikit lebih rendah dari pada malaikat-malaikat, dan telah memahkotainya dengan kemuliaan dan hormat” (Ibr 2:7)

b. Dari sisi kemampuan, maka semakin sederhana (simple) sesuatu dalam spiritual, maka tingkatannya akan semakin tinggi. Karena manusia mempunyai jiwa dan tubuh, maka hal ini membuat manusia menjadi lebih kompleks dibandingkan malaikat. Sebagai contoh sederhana, malaikat tidak memerlukan organ otak untuk bertindak dengan benar. Sebaliknya, walaupun manusia mempunyai jiwa, namun kalau organ otaknya rusak, maka dia tidak dapat bertindak dengan benar. Pengetahuan malaikat tentang Tuhan didapatkannya bukan dengan belajar secara bertahap seperti manusia, namun didapatkannya secara penuh dalam saat itu juga atau pada saat para malaikat diciptakan.

Karena malaikat adalah murni makhluk spiritual, maka perbedaan antara satu dengan yang lain adalah dari tingkat spiritualitasnya, seperti penghulu malaikat Mikael, Gabriel, dan Rafael tingkatannya lebih tinggi dari malaikat-malaikat yang lain. Pada waktu para malaikat diciptakan oleh Tuhan, mereka diciptakan berbeda satu dengan yang lain.

Bagaimana dengan manusia? Karena kodrat manusia yang terdiri dari tubuh (material) dan jiwa (spiritual), maka Tuhan memberikan kesempatan kepada orang tua untuk berpartisipasi dalam penciptaan, yaitu dengan hubungan suami istri yang berdasarkan kasih, sehingga tercipta embrio yang merupakan pertemuan antara sel telur dan sperma. Sesuatu yang bersifat material ini kemudian diberikan jiwa oleh Tuhan, sehingga terjadi kehidupan. Apakah dengan partisipasi ini, maka manusia lebih tinggi dari malaikat yang tidak diciptakan dengan kodrat untuk beranak cucu? Untuk menjawab ini, kita dapat melihat point berikutnya.

2. Kesempurnaan dilihat dari tujuan akhir

Kalau kita ingin membandingkan sesuatu, maka kita melihat perbandingan keduanya dari sisi tujuan akhir. Karena tidak ada kawin dan dikawinkan di Sorga (lih. Mat 22:30), maka tingkat kesempurnaan tidak dapat diukur dari apakah satu makhluk dapat beranak atau tidak. Dengan demikian, manusia yang dapat beranak cucu tidak dapat menjadi tolak ukur bahwa manusia lebih tinggi dari malaikat.

Pada saat kita bersatu dengan Tuhan, maka kita akan berhadapan muka dengan Tuhan untuk selamanya. Di Sorga akan ada derajat atau tingkatan dalam memandang Allah. Tingkatannya adalah berdasarkan tingkatan kasih, karena kasih tidak berkesudahan (lih. 1Kor 13:8). Karena kasih mensyaratkan pengetahuan, maka malaikat yang diberi pengetahuan untuk mengenal Tuhan dengan derajat lebih tinggi dari manusia, maka secara umum dapat dikatakan bahwa para malaikat mempunyai derajat lebih tinggi dari manusia. Namun, hal ini tidak menutup kemungkinan bagi manusia untuk dapat melampaui malaikat dalam tingkatan kasih, seperti yang terjadi dalam diri Bunda Maria.

Tuhan memberikan misi kepada Maria untuk menjadi Bunda Allah, menjadi Bunda Sang Penebus. Ini adalah misi yang begitu penting dan istimewa, jauh melebihi semua misi keselamatan yang lain. Oleh karena itu, rahmat yang diberikan kepada Maria lebih besar dari semua makhluk lain. Jadi, Maria akan menduduki tempat yang lebih tinggi dari para malaikat atau Maria akan menduduki tempat yang paling tinggi setelah Kristus di dalam Kerajaan Sorga. Semoga jawaban ini dapat membantu.

Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
stef – katolisitas.org

19/12/2018

18
Tinggalkan pesan

Please Login to comment
7 Comment threads
11 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
11 Comment authors
Felix Sugihartoyusup sumarnofransiskaLukas Cungbram Recent comment authors
fransiska
Guest
fransiska

penjelasan diatas bahwa malaekat lebih tinggi dari manusia dan Maria lebih ttinggi kedudukannya di Surga jangan bodoh dan buka mata rohanimu mana ayatnya dalam alkitab kalau simaria itu mendapat kedudukan yang tinggi di surga,maka jangan bodoh baca langsung alkitab,jangan mau dibacakan alkitab langsung baca itu alkitab supaya jangan di bodohi penyesat karena hanya Tuhan Yesus saja pusat penyembahan dan pujian,selain itu tidak ada yang layak disembah,hanya Tuhan Yesus pengantara manusia dengan Bapa tidak ada yang lain, Maria hanya sarana tidak punya kuasa untuk mendoakan Manusia tidak punya kuasa menyelamatkan manusia karena dia manusia biasa sama seperti kita.

yusup sumarno
Guest
yusup sumarno

Buat Fransiska,
Mengapa Anda masih minta bantuan doa dri pendeta Anda? Bukankah ia manusia biasa. Maria memang manusia, namun dia istimewa di hadapan Allah penciptanya krn ia tdk berdosa.

Felix Sugiharto
Guest
Felix Sugiharto

Shalom Fransiska… izinkanlah saya ikut memberikan sedikit komentar dan pandangan bagi anda. Dengan membaca dari apa yg anda pertanyakan, saya berani mengatakan bahwa anda belom benar2 memahami pengajaran Gereja Katholik, hanya sebatas apa yg anda lihat atau yg didengar saja – saya memberikan saran kepada anda (jika anda berani melakukannya ?), luangkan waktu anda.. ikut katekumen (katekisasi) juga bersamaan ikut ibadah di gereja katholik; yg terpenting adalah anda berani masuk kedalam gereja katolik… dengan demikian anda memahaminya dari dalam gereja (bukan seperti yang anda dengar selama ini) “Katekumen” di gereja katholik TIDAK semata2 diperuntukan bagi orang2 yg ingin dibaptis secara… Read more »

bram
Guest
bram

maaf kalau pertanyaanya udah lari dari topik :
saya hanya ingin tau aja, mohon diperjelas, dari segi apa Bunda Maria akan menduduki tempat yang paling tinggi setelah Kristus di dalam Kerajaan Sorga. dan mengapa dlm ajaran katolik itu lebih mengara pada Bunda Maria dari pada Yesus sendiri. “(maaf, tidak ada maksud apa2 hanya ingin tau saja, karena kalau di lihat2, dlm katolik lebih banyak bunda Marianya). maaf yaa,,,,

Agung
Guest
Agung

Terima kasih untuk jawabannya. Jadi kalau saya simpulkan, manusia dan malaikat kalau mau dibandingkan hendaknya dibandingkan secara spiritual, karena hal yang spiritual itulah yang akan bertahan sampai selamanya (dalam hal ini kasih). Ke-spiritual-an (kasih) itu nantinya akan menentukan “tingkatan” pada saat roh/jiwa manusia dan malaikat itu sama-sama berada di surga. Bisa saja ada roh/jiwa manusia yang kasihnya melebihi malaikat yang strukturnya paling tinggi diantara malaikat yang lain (seperti Bunda Maria). Benar begitu? Lalu timbul pertanyaan selanjutnya. Di artikel tentang api penyucian di katolisitas.org, disebutkan bahwa perbuatan kasih seseoranglah yang menentukan apakah dia akan masuk api penyucian dahulu, langsung ke surga… Read more »

Nugraha
Guest
Nugraha

Selamat Natal 2011 dan Tahun baru 2012 untuk semua tim Katolisitas.org, Pada waktu yg lalu saat sy beserta teman memberikan mentoring/materi bina iman KMK ttg Roh Kudus, sy mendapat suatu pertanyaan dari teman katolik saya, Apa bedanya antara Malaikat, Orang Kudus dan Roh Kudus jika sama-sama melindungi, menyertai dan mendoakan manusia? Apakah malaikat itu juga ada yang baik dan yang jahat, sedangkan Roh juga ada yang baik dan jahat, dan ada yang bilang yg di kanan adalah yg baik, dan di kiri yg jahat, kemudian tugas-tugasnya apa saja? Mohon balasannya, semoga dapat sy berikan jawabannya pada saat pertemuan mentoring minggu… Read more »

Yohanes Dwi Harsanto Pr
Guest
Yohanes Dwi Harsanto Pr

Salam Nugraha, Roh Kudus ialah pribadi ketiga dalam Allah Tritunggal Mahakudus. Manusia menjadi orang kudus karena mau dibimbing oleh Allah Roh Kudus. Malaikat karena hakikatnya memutuskan untuk taat pada kehendak Allah Tritunggal Mahakudus. Malaikat yang jahat menjadi jahat definitif kekal sejak semula, dan mereka disebut iblis atau setan, pangeran durhaka, bapa dusta kekal. Malaikat ialah makhluk rohani yang punya kebebasan dan intelektual, ciptaan Allah sejak semula dan taat pada kehendak-Nya. Malaikat yang memberontak ialah setan atau iblis. Untuk memperkaya keterangan ini, silahkan klik jawaban mengenai malaikat, setan, klik di sini. Orang kudus yang sudah mulia sebagai anggota Gereja yang sudah… Read more »

yoga nugraha
Guest
yoga nugraha

untuk saudaraku, mengapa kita saling menguji dan memperdebatkan,
bukankah Yesus sendiri yang mengajarkan kepada kita untuk saling bergandengan,
saya sempat berpikir, apakah Yesus Kristus sedih atau tidak, ketika para murid-Nya memerdebatkan-Nya,
Allah memberi kita hati untuk merasakan, dan pikiran untuk kita bisa berpikir,
menurut saya inilah saat nya kita menggunakan HATI untuk merasakan,
bukan pikiran yang tidak akan pernah selesai.
salam damai bagi Kristus.

Eduardo Simanjuntak
Guest
Eduardo Simanjuntak

Saya ingin bertanya, jika Malaikat adalah roh murni, mengapa ada istilah The Fallen Angel atau malaikat yang jatuh dalam dosa karena tergoda oleh kecantikan anak manusia. Mereka kemudian bersetubuh dan memiliki keturunan. Yang paling jelas adalah Nimrod. Dan apakah benar Malaikat Michael dan Lucifer itu adalah saudara kembar? Saya pernah membaca tentang hal itu dan juga pernah disinggung di film Supranatural season 5

Mohon penjelasannya.
Trima kasih.GBU

Agung Swiyanto
Guest
Agung Swiyanto

Saya pernah membaca bahwa manusia yang lebih tinggi tingkatannya daripada malaikat. Karena manusia dikaruniai kemampuan untuk berkembang biak, sedangkan malaikat tidak. Bagaimana pendapat Anda mengenai hal ini? Apakah benar kemampuan berkembang biak itu menjadi kelebihan manusia atas malaikat?

Lalu kaitannya dengan tubuh, jiwa dan roh. Malaikat adalah murni roh jadi sudah pasti tidak memiliki tubuh, namun malaikat juga punya kehendak bebas seperti manusia. Kehendak bebas manusia berhubungan dengan jiwanya. Pertanyaannya, apakah malaikat juga memiliki jiwa?

Terima kasih.. GBU

[dari katolisitas: silakan melihat jawaban di atas – silakan klik]

Yohanes Dwi Harsanto Pr
Guest
Yohanes Dwi Harsanto Pr

Salam, Saya menambahkan informasi buku mengenai malaikat dan iblis, silahkan dicari (juga melalui alat pencarian di internet), buku Dr. Peter Kreeft: “Angels & Demons – Malaikat dan Iblis, Apa yang Kita Tahu Tentang Mereka?”, Dioma, Malang, cetakan I th 2006, cetakan II th 2007, cetakan III tahun 2009. Buku ini berisi 100 pertanyaan dan jawaban mengenai malaikat dan setan, plus 4 lampiran: 1. Filsafar Angelistik; 2. Surat Snakebites: Seks dan Media, contoh surat setan senior kepada roh jahat yang sedang magang yang mengajarkan cara efektif menggoda manusia; 3. Teks-Teks Katekismus Gereja Katolik mengenai Malaikat; 4. Teks-Teks Kitab Suci mengenai malaikat… Read more »

Agung
Guest
Agung

Baik, mo.. terima kasih untuk tambahan infonya..

Romo pembimbing: Rm. Prof. DR. B.S. Mardiatmadja SJ. | Bidang Hukum Gereja dan Perkawinan : RD. Dr. D. Gusti Bagus Kusumawanta, Pr. | Bidang Sakramen dan Liturgi: Rm. Dr. Bernardus Boli Ujan, SVD | Bidang OMK: Rm. Yohanes Dwi Harsanto, Pr. | Bidang Keluarga : Rm. Dr. Bernardinus Realino Agung Prihartana, MSF, Maria Brownell, M.T.S. | Pembimbing teologis: Dr. Lawrence Feingold, S.T.D. | Pembimbing bidang Kitab Suci: Dr. David J. Twellman, D.Min.,Th.M.| Bidang Spiritualitas: Romo Alfonsus Widhiwiryawan, SX. STL | Bidang Pelayanan: Romo Felix Supranto, SS.CC |Staf Tetap dan Penulis: Caecilia Triastuti | Bidang Sistematik Teologi & Penanggung jawab: Stefanus Tay, M.T.S dan Ingrid Listiati Tay, M.T.S.
top
@Copyright katolisitas - 2008-2018 All rights reserved. Silakan memakai material yang ada di website ini, tapi harus mencantumkan "www.katolisitas.org", kecuali pemakaian dokumen Gereja. Tidak diperkenankan untuk memperbanyak sebagian atau seluruh tulisan dari website ini untuk kepentingan komersial Katolisitas.org adalah karya kerasulan yang berfokus dalam bidang evangelisasi dan katekese, yang memaparkan ajaran Gereja Katolik berdasarkan Kitab Suci, Tradisi Suci dan Magisterium Gereja. Situs ini dimulai tanggal 31 Mei 2008, pesta Bunda Maria mengunjungi Elizabeth. Semoga situs katolisitas dapat menyampaikan kabar gembira Kristus. 
X