Bunda Maria, tetap Perawan, mungkinkah?

Pendahuluan

Pernahkah anda mendengar komentar-komentar seperti: “Bunda Maria tetap perawan? Ah, tidak mungkin…” atau “Bagi saya, tidak penting Bunda Maria perawan atau bukan…” atau “Bunda Maria itu yang tetap perawan jiwanya, bukan tubuhnya…” Semua komentar ini meragukan atau mempertanyakan keperawanan Maria, atau bahkan menganggapnya tidak penting. Gereja Katolik tidak mengajarkan demikian, karena keperawanan Maria membawa arti penting, yang menunjukkan kesempurnaan kasih Allah dalam melaksanakan rencana keselamatanNya, dan bahwa Yesus yang dilahirkan oleh Bunda Maria adalah sungguh-sungguh Allah. Karena itu, Gereja dipanggil untuk menjaga kemurnian ajarannya, dan mencontoh teladan hidup Maria yang murni jiwa dan raganya.

Bunda Maria, tetap perawan

Gereja Katolik mengajarkan bahwa Bunda Maria adalah tetap perawan, sebelum, pada saat dan sesudah melahirkan Yesus. ((Lihat Michael O’Caroll C.S. Sp, Theotokos, A Theological Encyclopedia of the Blessed Virgin Mary, ( Michael Glazier Inc. Dublin, Ireland, reprint in 1982 in the USA), p. 357. “Mary of Nazareth conceived her Son Jesus while remaining a virgin; her virginity was not altered by childbirth; she remained a virgin in her marriage with St. Joseph.” Jadi, Maria tetap perawan sebelum, pada saat dan setelah melahirkan Yesus (virginitas ante partum, in partu, post partum) )) Semua orang Kristen percaya bahwa Bunda Maria adalah perawan sebelum melahirkan Yesus, dan banyak dari mereka percaya bahwa Maria tetap perawan pada saat melahirkan Yesus. Tetapi hanya sedikit umat gereja Kristen Protestan yang percaya bahwa Bunda Maria tetaplah perawan setelah melahirkan Yesus Kristus. Kenapa hal Maria yang tetap perawan ini menjadi penting? Karena menurut sejarah, penyangkalan terhadap Maria yang tetap perawan akan menuju kepada penyangkalan terhadap kelahiran Yesus melalui Perawan Maria (the virgin birth of Christ), yang kemudian menjadi penyangkalan akan keilahian Yesus.  ((Robert Payesko, The Truth about Mary, A Summary of the Trilogy, (Queenship Publishing Company, CA, 1998), p.110)) Berikut ini kita lihat penjelasan mengenai hal keperawanan Maria menurut pengajaran Gereja Katolik, yang berdasarkan Kitab Suci, tulisan para Bapa Gereja, dan berdasarkan akal sehat. Juga kita lihat pengajaran dari para pendiri gereja Protestan, karena mereka semua sebenarnya juga mengakui keperawanan Maria.

Ayat dari Kitab Suci yang paling sering dikutip

1. Matius 13:55, Mrk 6:3 “Bukankah Ia ini anak tukang kayu? Bukankah ibu-Nya bernama Maria dan saudara-saudara-Nya: Yakobus, Yusuf, Simon dan Yudas?”

Di dalam Alkitab, istilah “saudara” dipakai untuk menjelaskan banyak arti. Kata “saudara” memang dapat berarti saudara kandung, namun dapat juga berarti saudara seiman (Kis 21:7), saudara sebangsa (Kis 22:1), ataupun kerabat, seperti pada kitab asli bahasa Ibrani yang mengatakan Lot sebagai saudara Abraham (Kej 14:14), padahal Lot adalah keponakan Abraham.

Jadi untuk memeriksa apakah Yakobus dan Yusuf itu adalah saudara Yesus, kita melihat kepada ayat-ayat yang lain, yaitu ayat Matius 27:56 dan Markus 15:40, yang menuliskan nama-nama perempuan yang ‘melihat dari jauh’ ketika Yesus disalibkan. Mereka adalah Maria Magdalena, Maria ibu Yakobus dan Yohanes, dan ibu anak-anak Zebedeus (Mat 27:56); atau Maria Magdalena, Maria ibu Yakobus Muda, Yoses dan Salome (Mar 15:40). Alkitab menunjukkan bahwa Maria ibu Yakobus ini tidak sama dengan Bunda Maria. ((Maria ibu Yakobus dan Yoses (Yusuf) dicatat dalam Alkitab sebagai salah satu wanita yang menyaksikan penyaliban Kristus (Mt 25:56; Mk 15:40) dan kubur Yesus yang kosong/ kebangkitan Yesus (Mk 16:1; Lk 24:10) ))

Mungkin yang paling jelas adalah kutipan dari Injil Yohanes, yang menyebutkan bahwa yang hadir dekat salib Yesus adalah, Bunda Maria, saudara Bunda Maria yang juga bernama Maria, istri dari Klopas, dan Maria Magdalena (Yoh 19:25). Jadi di sini jelaslah bahwa Maria (saudara Bunda Maria) ini adalah istri Klopas/ Kleopas ((Kleopas adalah salah satu dari murid-murid Yesus yang berjalan ke Emmaus dan mengalami penampakan diri Yesus setelah kebangkitan-Nya (Luk 24:18) )), yang adalah juga ibu dari Yakobus dan Yoses. Kesimpulannya, Yakobus dan Yoses ini bukanlah saudara kandung Yesus.

2. Mat 1:24-25: Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya. Ia mengambil Maria sebagai isterinya, tetapi tidak bersetubuh dengan dia sampai ia melahirkan anaknya laki-laki …

Banyak saudara-saudari kita dari gereja lain mengartikan ayat ini bahwa Maria tidak lagi perawan setelah melahirkan Yesus. Kata kuncinya di sini adalah kata ‘sampai’. Di dalam Alkitab, kata ‘sampai‘ ini tidak selalu berarti diikuti oleh perubahan kondisi. Contoh, pada 1 Kor 15:25, dikatakan, “Karena Ia harus memegang pemerintahan sebagai Raja sampai Allah meletakkan semua musuh-Nya di bawah kaki-Nya.” Hal ini tidak bermaksud bahwa setelah Yesus mengalahkan musuh-Nya Ia tidak lagi menjadi Raja.

3. Luk 2:7: …dan ia (Maria) melahirkan seorang anak laki-laki, anaknya yang sulung, lalu dibungkusnya dengan lampin…

Kata kunci di sini adalah, ‘sulung’. Sulung di sini tidak berarti bahwa Yesus kemudian mempunyai adik-adik. ‘Sulung’ di dalam Alkitab menerangkan hak istimewa dari seseorang. Contoh, pada Kitab Mazmur, Allah menyebut Daud ‘anak sulung’ (Mzm 89:28), meskipun Daud adalah anak ke-8 dari Isai (1 Sam 16).

Allah menyebut bangsa Israel disebut sebagai anak yang sulung (Kel 4:22). Kristus disebut ‘sulung’ adalah untuk menunjukkan bahwa Ia adalah ‘Israel’ yang baru, yang menjadi yang sulung dari banyak saudara (Rom 8:29), yang sulung dari segala ciptaan (Kol 1:15).

4. Mat 15:1-9 dan Yoh 19:27: Dalam Injil Matius bab 15, Yesus mengecam orang-orang Farisi yang mempersembahkan korban tetapi kemudian menelantarkan orang tua mereka. Hukum pada Perjanjian Lama seharusnya mewajibkan seorang anak untuk menanggung orang tuanya, sehingga praktek orang Farisi yang melanggar hal ini membuat Yesus menyebut mereka sebagai ‘munafik’ (Mat 15:1-7).

Dalam Yoh 19:26-27, pada saat Yesus disalibkan, Yesus memberikan Maria ibu-Nya kepada Yohanes (anak Zebedeus) rasul yang dikasihi-Nya, yang bukan saudara-Nya. Seandainya Yesus mempunyai adik-adik, seperti yang dianggap oleh gereja Protestan, perbuatan Yesus ini sungguh tidak masuk di akal. Yesus yang mengecam orang Farisi yang menelantarkan orang tuanya tidak mungkin menyebabkan saudara-Nya sendiri menelantarkan ibu-Nya. Kenyataan bahwa Yesus mempercayakan Maria kepada Yohanes adalah karena Ia tidak mempunyai saudara kandung, karena Bapa Yusuf-pun telah meninggal dunia, dan Yesus tidak mau meninggalkan ibu-Nya sebatang kara.

5. Luk 1:34: Kata Maria kepada malaikat itu, “Bagaimana hal itu mungkin terjadi karena aku belum bersuami?”

Ayat ini sesungguhnya merupakan terjemahan dari “How shall this be, since I have no husband” (RSV) atau, “I am a virgin” (Jerusalem Bible), atau “I know not man” (Douay -Rheims terjemahan dari Vulgate). Sesungguhnya terjemahan yang benar adalah aku tidak bersuami (jika mengikuti RSV), atau aku seorang perawan (Jerusalem Bible) atau aku tidak mengenal/ berhubungan dengan laki-laki (D-R). Kalimat ini hanya masuk akal jika Maria telah memiliki kaul keperawanan -meskipun pada saat itu ia sudah bertunangan dengan Yusuf- karena, jika tidak demikian, pernyataan ini akan terdengar ‘ganjil’. Sebagai contoh, jika seseorang ditawari rokok, dan ia menjawab ‘saya tidak merokok’, maka maksudnya adalah ‘saya tidak pernah merokok’, dan bukan ‘saya tidak sedang merokok sekarang’. ((Lihat Rene Laurentine, A Short Treatise on the Virgin Mary, (Washington, New Jersey: AMI Press, 1991),p 285))

Pengajaran Bapa Gereja dari Gereja awal

Para Bapa Gereja secara konsisten mengajarkan Maria tetap Perawan (Perpetual Virginity of Mary). Sejarah membuktikan bahwa pengajaran tentang keperawanan Maria ini telah berakar dari sejak Gereja awal, seperti pengajaran dari:

1. Ignatius dari Antiokhia (meninggal tahun 110), Origen (233), Hilarius dari Poiters (m. 367) dan Gregorius Nissa (m. 394). ((Robert Payesko, The Truth about Mary, Volume II, p. 2-155))

2. St. Athanasius (293-373) menyebutkan Maria sebagai Perawan selamanya (Ever Virgin) ((St. Athanasius, Discourses Against the Arians, 2, 70, Jurgens, Vol.1, n. 767a)) dalam bukunya Discourses Against the Arians.

3. St. Jerome (347- 420) tidak hanya menyebutkan keperawanan Maria, tetapi juga keperawanan Yusuf. Ia menulis, “…You say that Mary did nor continue a virgin: I claim still more, that Joseph himself on account of Mary was (also) a virgin, so that from wedlock a virgin son was born.” ((St. Jerome, The Perpetual Virginity of Blessed Mary, Chap 21, seperti dikutip oleh John R. Willis, SJ, The Teaching of the Church Fathers (Ignatius Press, San Francisco, 2002 reprint, original print by Herder and Herder, 1966) p. 358))

4. St. Agustinus dan St. Ambrosius (akhir abad ke- 4), mengajarkan keperawanan Maria sebelum, pada saat dan sesudah melahirkan Yesus Kristus, sehingga Maria adalah perawan selamanya. ((Lihat St. Agustinus, Sermons, 186, Heresies, 56; Jurgens, vol.3, n. 1518 dan 1974d.)) Dengan kuasa Roh Kudus yang sama, Yesus lahir tanpa merusak keperawanan Bunda Maria, seperti halnya setelah kebangkitan-Nya, Dia dapat datang ke dalam ruang tempat para murid-Nya berdoa, tanpa merusak semua pintu yang terkunci (Lih. Yoh 20:26). ((St. Agustinus, Letters no. 137., seperti dikutip oleh John R. Willis, SJ, The Teaching of the Church Fathers, p. 360.)) Roh Kudus yang  membangkitkan Yesus dari mati adalah Roh Kudus yang sama yang membentuk Yesus dalam rahim Bunda Maria. Maka kelahiran Yesus dan kebangkitan-Nya merupakan peristiwa yang ajaib: kelahirannya tidak merusak keperawanan Maria, seperti kebangkitan-Nya tidak merusak pintu yang terkunci.

St. Agustinus mengajarkan, “It is not right that He who came to heal corruption should by His advent violate integrity.” (Adalah tidak mungkin bahwa Ia yang datang untuk menyembuhkan korupsi/kerusakan, malah merusak keutuhan.” ((St. Agustinus, Serm. 189, n.2; PL 38, 1005))

4. St. Petrus Kristologus (406- 450), St. Paus Leo Agung (440-461)dan St. Yohanes Damaskus (676- 749) juga mengatakan hal yang sama. ((St Petrus Kristologus, “The Virgin conceives, the Virgin brings forth her child, and she remains a virgin.” (Sermons, no. 117); St Leo Agung, “…a Virgin conceived, a Virgin bare and a Virgin she remained.”))

5. Konsili Konstantinopel II (553) menyebutkan Bunda Maria sebagai, “kudus, mulia, dan tetap-Perawan Maria”. ((Robert Payesko, The Truth about Mary, Volume II, Mary in Scripture and the Historic of Christian Faith, (Queenship Publishing Company, CA, 1998), p.2-155,

Salah satu butir pengajaran untuk menjawab ajaran yang keliru tentang Bunda Maria di dalam Konsili Konstantinopel II, butir 6, “If anyone declares that it can be only inexactly and not truly said that the holy and glorious ever-virgin Mary is the mother of God, or says that she is so only in some relative way, considering that she bore a mere man and that God the Word was not made into human flesh in her, holding rather that the nativity of a man from her was referred, as they say, to God the Word as he was with the man who came into being; if anyone misrepresents the holy synod of Chalcedon, alleging that it claimed that the virgin was the mother of God only according to that heretical understanding which the blasphemous Theodore put forward; or if anyone says that she is the mother of a man or the Christ-bearer, that is the mother of Christ, suggesting that Christ is not God; and does not formally confess that she is properly and truly the mother of God, because he who before all ages was born of the Father, God the Word, has been made into human flesh in these latter days and has been born to her, and it was in this religious understanding that the holy synod of Chalcedon formally stated its belief that she was the mother of God: let him be anathema.”))

Konsili ini merangkum ajaran-ajaran penting berkaitan dengan bahwa Yesus, adalah sungguh Allah dan sungguh manusia. Termasuk dalam ajaran ini adalah tentang keperawanan Maria.

Pengajaran Magisterium Gereja Katolik

Doktrin dari keperawanan Maria, sebelum, pada saat dan sesudah kelahiran Yesus dinyatakan secara defintif oleh Paus St. Martin I di Sinode Lateran tahun 649, yang berbunyi:

The blessed ever-virginal and immaculate Mary conceived, without seed, by the Holy Spirit and without loss of integrity brought Him forth, and after His birth preserved her virginity inviolate.” ((Denzinger’s Enchiridion Symbolorum (DS, 256)).

Terjemahannya:

Maria yang tetap perawan dan tak bernoda yang terberkati, mengandung tanpa benih manusia, oleh Roh Kudus, dan tanpa kehilangan keutuhan melahirkan Dia dan sesudahnya tetap perawan (keperawanannya tidak ‘rusak’).

Maka, seperti Kritus yang bangkit dengan tubuh-Nya dapat menembus pintu-pintu rumah yang terkunci (lihat Yoh 20: 26), maka pada saat kelahiran-Nya, Ia pun lahir dengan tidak merusak keperawanan ibu-Nya, yaitu Bunda Maria.

Pengajaran dari para pendiri gereja Protestan

Mungkin banyak dari saudara-saudari yang kita yang beragama Kristen non-Katolik tidak mengetahui bahwa para pendiri gereja Protestan awal juga mengajarkan mengenai hal Maria yang tetap perawan, seperti berikut ini:

1. Martin Luther (1483-1546): “Sudah menjadi iman kita bahwa Maria adalah Ibu Tuhan dan tetap perawan…. Kristus, kita percaya, lahir dari rahim yang tetap sempurna (‘a womb left perfectly intact’).” ((Diterjemahkan dari Martin Luther, Works of Luther, Vol. 11, p. 319-320; Vol. 6, p. 510.))

2. John Calvin (1509-1564): “Ada orang-orang yang ingin mengartikan dari perikop Mat 1:25 bahwa Perawan Maria mempunyai anak-anak selain dari Kristus, Putera Allah, dan bahwa Yusuf berhubungan dengannya kemudian, tetapi, betapa bodohnya pemikiran seperti ini! Sebab penulis Injil tidak bermaksud merekam apa yang terjadi sesudahnya; ia hanya mau menyampaikan dengan jelas hal ketaatan Yusuf dan untuk menyatakan bahwa Yusuf telah diyakinkan bahwa Tuhanlah yang mengirimkan malaikatNya kepada Maria. Yusuf tidak pernah berhubungan dengan Maria …(He had therefore never dwelt with her nor had he shared her company)… Dan selanjutnya Tuhan kita Yesus Kristus dikatakan sebagai yang sulung. Hal ini bukan berarti bahwa ada anak yang kedua dan ketiga, tetapi karena penulis Injil ingin menyampaikan hak-hak yang lebih tinggi (precedence). Alkitab menyebutkan hal ‘sulung’ (firstborn), baik ada atau tidaknya anak yang kedua.” ((Diterjemahkan dari John Calvin, Sermon on Matthew, 1:22-25, published in 1562.))

John Calvin bahkan mengecam Helvidius, yang mengatakan bahwa Maria mempunyai banyak anak. ((Lihat Bernard Leeming, “Protestants and Our Lady, Marian Library Studies, January 1967, p.9.))

3. Ulrich Zwingli (1484-1531): “Saya yakin dan percaya bahwa Maria, sesuai dengan perkataan Injil, sebagai Perawan murni melahirkan Putera Allah dan pada saat melahirkan dan sesudahnya selalu tetap murni dan tetap perawan (‘forever remained a pure, intact Virgin’).” ((Diterjemahkan dari Zwingli Opera, Vol. 1, p. 424.))

4. John Wesley (1703-1791)menulis: “Saya percaya bahwa Dia (Tuhan Yesus) telah menjadi manusia, menyatukan kemanusiaan dengan keilahian dalam satu Pribadi; dikandung oleh satu kuasa Roh-Kudus, dilahirkan oleh Perawan Maria yang terberkati, yang setelah melahirkan-Nya tetap murni dan tetap perawan tak bernoda.” ((Diterjemahkan dari John Wesley, Letter to a Roman Catholic, July 18, 1749.))

Pentingnya Keperawanan Maria bagi Gereja

Keperawanan Maria berakibat penting pada Gereja karena Maria adalah ‘model’/ teladan bagi Gereja. Misteri keperawanan Maria dilanjutkan oleh Gereja dalam dua hal. Yang pertama Gereja menjaga kemurnian pengajarannya terhadap ajaran yang menyimpang (“heresy“). Kedua, Gereja memberikan tempat khusus pada penerapan ‘keperawanan’ secara jasmani, sepanjang sejarah Gereja. ((Lihat Hugo Rahner, SJ., Our Lady and the Church, (Zaccheus Press, 2004, reprint, original print by Tyrolia- Verlag, Innsbruck, Vienna, 1961), p. 32-33)) Keperawanan jasmani ini bukan dimaksudkan untuk merendahkan arti perkawinan, tetapi untuk menunjukkan kesempurnaan sesuai dengan teladan yang dicontohkan oleh Yesus sendiri yang mempersembahkan seluruh tubuh dan jiwa untuk pemenuhan rencana keselamatan Allah.

Roh Kudus yang bekerja menaungi Bunda Maria untuk mengandung dan melahirkan Yesus itu juga bekerja menaungi kita saat kita menerima Sakramen Pembaptisan. Dengan demikian, Kristus juga menjadikan Gereja-Nya sebagai Perawan, sebagaimana Bunda Maria adalah Perawan.

Kesimpulan

Dari uraian di atas, kita dapat mengetahui bahwa pengajaran Gereja Katolik tentang Bunda Maria yang tetap Perawan memiliki dasar yang kuat. Sebagai orang Katolik kitapun harus meyakini tentang keperawanan Bunda Maria ini, dan mensyukuri teladan kemurniannya. Maka, janganlah kita sampai meragukan keperawanan Maria, hanya karena kita berpikir itu tidaklah mungkin dari kacamata kita sebagai manusia. Karena tiada yang mustahil bagi Allah, apalagi jika itu menyangkut segala pernyataan tentang Diri-Nya yang kudus dan penuh kasih. Dengan perbuatan-Nya menguduskan Maria sedemikian rupa, Ia menunjukkan betapa kasih-Nya yang sempurna tidak meninggalkan sedikitpun cacat dan noda pada kemurnian Bunda Maria. Bunda Maria menjadi teladan bagi Gereja yang menjunjung tinggi nilai kemurnian tubuh dan jiwa dalam mengabdi Tuhan, dan memberi contoh bagi kita bagaimana memberikan diri seutuhnya bagi rencana Keselamatan Allah.


84
Tinggalkan pesan

Please Login to comment
39 Comment threads
45 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
45 Comment authors
Christian RenhardpetrusjosenikolasStellemariano Recent comment authors
Christian Renhard
Member
Christian Renhard

Shalom.
di sini saya hanya ingin memberikan sedikit pandangan bahwa Maria yang merupakan ibunda dari Yesus Kristus tidak seumur hidupnya menjadi seorang perawan. Karena Yesus sendiri mempunyai saudara-saudari jasmani yang tentunya dilahirkan oleh ibuNya Maria seperti yang dicatat dalam Injil Matius 13:55-56 dan Lukas 8:19-21.

[dari Katolisitas: kami mengundang Anda untuk membaca dua buah artikel berikut ini, silakan klik: “Yesus dan sanak saudara-Nya Luk 8:19-21” dan “Apakah Yesus mempunyai saudara-saudari kandung?“]

Christian Renhard
Member
Christian Renhard

New Catholic Encyclopedia (1967, Jil. IX, hlm. 337) mengakui mengenai kata-kata Yunani a·del·foi′ dan a·del·fai′, yang digunakan dalam Matius 13:55, 56, bahwa kata-kata ini ”mempunyai arti saudara laki-laki dan saudara perempuan kandung dalam dunia yang berbahasa Yunani pada zaman Penginjilan dan secara wajar akan diterima dalam makna ini oleh para pembaca Yunaninya.

Stelle
Guest
Stelle

Dear katolisitas,
ada hal yg mau saya tanyakan..
saya penasaran mengapa Bunda Maria selalu disebut perawan? Bukankah Yesus, Maria & Yusuf jg disebut Keluarga Kudus Nazareth sehingga dapat disimpulkan bahwa Maria & Yusuf sudah menikah..
thanks

[dari katolisitas: Silakan melihat link ini – silakan klik]

yosef
Guest
yosef

Dengan mengimani bunda maria menikah dan hidup selayaknya manusia biasa setelah yesus lahir, berarti orang tersebut juga mengimani bahwa rasul paulus, yakobus, yohanes, petrus dll.. hidup seperti manusia biasa lagi, yg menikah dan meninggalkan tanggung jawab kerasulan mereka dan melepaskan hidup kudus, setelah yesus diangkat kesurga dan menulis surat dalam perjanjian baru.. Sungguh tidak masuk akal, jika para rasul dan murid tuhan yesus saja berusaha mengejar hidup kudus disiksa sampai ajal menjemput…. sedangkan ibunya tuhan yesus sendiri malah meninggalkan hidup kudus??.. Kecuali kalau orang tsb menolak kesaksian yg diberikan bapa2 suci pada masa gereja perdana.. Salam bunda maria, perawan yg… Read more »

Tita
Guest
Tita

Mengenai Bunda Maria, menurut saya bukan hal yang harus diperdebatkan apakah setelah Yesus dilahirkan perawan atau tidak ataukah meahirkan anak-anak lagi dari Yusup suaminya, hal yang harus direnungkan adalah bahwa Dia ( Bunda Maria ) yang ditentukan Allah sejak awal sejak kutuk ditimpakan kepada Adam dan Hawa dan sang Iblis, bahwa oleh keturunan perempuan iblis kepala iblis akan diremukkan… nilai yang terpenting dari kisah awal penciptaan, nubuatan para Nabi, dan perjanjian Allah dengan Abraham semuanya adalah janji keselamatan untuk manusia melalui kehadiran Yesus melalui rahim Bunda Maria yg saat itu oleh Allah dilihat sebagai wanita yang kudus. kita wajib mencontoh… Read more »

mariano
Guest
mariano

Pendapat Tita yang selalu menekankan ” tidak penting” ” yang penting ” memberi kesan ” sok pinter” “sok hebat ” Saya sangat tidak setuju hal itu. Shalom.

[Dari Katolisitas: Mari janganlah mempunyai praduga yang negatif terhadap sesama kita. Mungkin bukan maksud Tita untuk sok atau sejenisnya, tetapi memang demikianlah menurut pendapatnya. Di situs Katolisitas kami berusaha menyampaikan apa yang menjadi ajaran Gereja Katolik, dan selanjutnya terserah kepada para pembaca bagaimana menyikapinya.]

yayo
Guest
yayo

salam. Saya setuju dengan pendapat bapak yang mengatakan bahwa kata ‘saudara’ bisa rancu artinya, bisa saudara kandung, bisa saudara seiman, saudara sepupu. Namun mari kita perhatikan konteks Matius 13:55 “Bukankah Ia ini anak tukang kayu? Bukankah ibu-Nya bernama Maria dan saudara-saudara-Nya: Yakobus, Yusuf, Simon dan Yudas?” Ayat ini dimulai dengan ‘ayah’ Yesus yaitu Yusuf kemudian disusul dengan penyebutan nama bunda Maria. Berarti hal ini sudah masuk dalam ranah keluarga. Kemudian disebutkanlah nama Yakobus, Yusuf, Simon, dan Yudas, bukankah itu menunjukkan bahwa mereka adalah 1 keluarga. Orang2 g mungkin menyebut nama Yakobus,dll bersamaan dengan nama bunda Maria dan Yusuf, kalau mereka… Read more »

Prasetyo Dj
Guest
Prasetyo Dj

Shalom,

Tidak semua manusia di panggil TUHAN YESUS untuk menjadi muridnya…. Dan tidak kepada semua manusia TUHAN YESUS memberikan BundaNYA…. Semua karena kehendakNYA…Syukur kepada ALLAH, Bapa, Putera dan Roh Kudus.

TUHAN MEMBERKATI.

Stefanus Tay

Shalom Prasetyo, Sebenarnya Yesus menginginkan seluruh umat manusia menjadi murid-Nya, sehingga sebelum naik ke Sorga, Dia memberikan amanat agung “Karena itu pergilah, dan jadikanlah semua bangsa muridku, dan baptislah mereka dalam nama Bapa, dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman” (Mat 28:19-20) Dan Yesus memang memberikan Bunda-Nya kepada para murid atau dengan kata lain Maria menjadi Bunda seluruh umat beriman. Namun, kalau kita melihat bahwa Tuhan memberikan Yesus kepada semua orang dan karena persatuan Bunda Maria dengan Yesus, maka Bunda Maria juga diberikan… Read more »

Prasetyo Dj
Guest
Prasetyo Dj

Yth. Pak Stef,

Bagaimana dengan: AKU yang memilihmu menjadi muridKU… bukan kamu yang memilihKU… saya lupa ayat kitab sucinya.

Terima Kasih.

budi yoga
Guest
budi yoga

Shalom Pak Stef Bu Inggrid Sungguh saya merasa risih bila kita mempersoalkan BundaMaria. Dia hanyalah bagian dari sejarah keselamatan yg dimulai dari adam dan ditutup oleh Yesus dimana oleh satu orang kita jatuh dlm dosa dan oleh satu orang jugalah kita memperoleh keselamatan yaitu Yesus Kristus.BundaMaria disebut bunda bangsa bunda Allah bunda rosario dll itu tdklah bgt penting. Pengenalan kita akan Kristus dan kryaNya dlm hidup kita itu yg terutama dlm hidup kekristenan kita, yg lain cuma tambahan sekedar pengetahuan yg seringkali sgt meragukan spt Maria diangkat ke surga padahal jelas ia meninggal dan ada makamnya tdk seperti elia atau… Read more »

Stefanus Tay

Shalom Budi Yoga, Kerisihan Anda sebenarnya mungkin menjadi cermin dari pandangan Anda bahwa Bunda Maria dan para santo-santa adalah saingan Yesus. Umat Katolik tidak menganggap bahwa Bunda Maria adalah saingan Yesus, namun sebagai Bunda Allah, yang telah diberi misi oleh Allah untuk menjadi Bunda Allah, yang telah menunjukkan kesetiaan untuk melakukan perintah Allah, dan yang telah diberikan oleh Yesus kepada seluruh umat beriman. Santo-santa juga dianggap sebagai rekan sekerja Kristus, yang telah membuktikan bahwa mereka setia untuk mengasihi Kristus dalam derajat yang sungguh luar biasa. Jauh dari risih, sesungguhnya kehidupan Bunda Maria dan santo santa justru dapat memberikan inspirasi kepada… Read more »

Yosef
Guest
Yosef

“Perawan yang mulia, engkau sungguh lebih besar daripada kebesaran apapun.. Jika aku berkata bahwa malaikat dan malaikat agung adalah besar – tapi engkau lebih besar dari mereka, karena mereka melayani Ia yang berdiam di rahimmu dengan gemetar, dan mereka tidak berani berbicara dalam kehadiran-Nya, sementara engkau berbicara dengan bebas kepada-Nya.”

– St. Athanasius of Alexandria –

“Jangan pernah takut untuk mengasihi Perawan Yang terberkati secara berlebihan. Anda tidak pernah bisa mencintainya lebih dari yang Yesus lakukan”

– St. Maximilian Kolbe –

josenikolas
Guest
josenikolas

Apa yang dikatakan oleh santo Athanasius ini merupakan jawaban yang sangat sederhana dan paling tepat untuk mereka yang meragukan dan menentang ajaran suci gereja katolik tentang Maria.

budiaroyotejo
Guest
budiaroyotejo

Perbedaan itu timbul karena persepsi atas kata “saudara- saudara(nya)” yg ada di alkitab.
Namun referensi2 individu /kelompok dalam sejarah telah menghasilkan ketetapan Maria perawan sedang persepsi modern/ sekarang didasarkan pada pendapat masing2 individu / kelompok yg menghasilkan Maria punya anak selain Yesus. ….

[Dari Katolisitas: Tentang topik, Apakah Yesus mempunyai saudara/i kandung?, silakan klik di sini]

hamba tidak berguna
Guest
hamba tidak berguna

IBU MARIA Kita semua tahu siapa ibu Maria, dia hanya seorang hamba dan manusia biasa, yang bukan berasal dari keturunan Daud, tetapi suaminya : Yusuf yang merupakan keturunan langsung dari Daud. Lihat Matius 1 : 1 – 17 Lukas 1:38 Kata Maria: “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.” Rahim Maria dipinjam Tuhan untuk melahirkan Yesus, yang adalah Allah sendiri yang menjelma menjadi manusia, untuk menebus dosa manusia. Matius 1:18 – 25 18 Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai… Read more »

Stefanus Tay

Shalom Hamba, Terima kasih atas tanggapan anda. Sebenarnya topik tentang keperawanan Maria telah dibahas begitu panjang lebar di situs ini, baik melalui artikel maupun tanya jawab dan dialog. Kami juga telah menunjukkan bahwa pendiri gereja-gereja non-Katolik, seperti Martin Luther, John Calvin, Zwingli juga percaya akan keperawanan Maria, termasuk mereka percaya bahwa Maria tetap perawan setelah Yesus lahir. Pernahkah anda bertanya dan mencoba melihat dari sisi yang lain, mengapa para pendiri gereja-gereja non-Katolik mempercayai keperawanan Maria dan setelah lima abad kemudian banyak pengikutnya yang tidak percaya, padahal semuanya menggunakan sumber yang sama, yaitu Kitab Suci? Beberapa pertanyaan yang anda ajukan: Apakah… Read more »

albert cendikiawan
Guest
albert cendikiawan

Yang terhormat Hamba pertanyaan anda serupa sekali dengan komentar seorang pendeta yang berusaha ‘membuka’ pikiranku bahwa Yusuf sebagai suami resmi secara hukum dari Maria berhak dan memang menggunakan haknya untuk mengadakan hubungan seksual dgn Maria setelah Yesus lahir dengan bukti Yesus memiliki empat saudara kandung. Pertanyaan benarkah pendapat pendeta tersebut? Mari kita lihat. Sebelumnya saya dengan rendah hati mohon koreksi oleh moderator, jangan sampai ada pemikiran saya yg berlawanan dengan Magisterium Gereja Katolik. Bila ada silakan edit atau bahkan hapus. Pendapat pendeta tersebut salah karena: 1. Pendeta tersebut menerjemahkan Kitab Suci menurut pendapatnya sendiri meski dia mengaku dibimbing oleh Roh… Read more »

Hendra
Guest
Hendra

Saya pernah berdebat dengan seorang teman mengenai Bunda Maria. Bagi teman saya itu, Maria itu tidak pernah menikah dengan Yosef, tapi bagi saya Maria menikah dengan Yosef. Ketika saya mengatakan Maria menikah dengan Yosef, ia pun langsung memberi komentar bahwa Maria tidak mungkin menikah dengan Yosef, karena kalau ia menikah dengan Yosef berarti Maria tidak lagi suci dan perawan. Lalu saya memberi argumen begini: Menikah jangan dikaitkan dengan masalah seksual saja, tapi harus dilihat lebih dari itu. Saya menduga bahwa teman saya ini memikirkan pernikahan hanya sebatas seksual saja (dikacaukan dengan istilah “kawin”). Kemudian saya juga mengatakan bahwa Maria mesti… Read more »

There
Guest
There

Dear Ibu Ingrid, Saat ini saya lagi mencari buku-buku berikut karena temen saya menyampaikan hal ini ke mereka, mereka malah mengatakan itu buku sebelum reformasi lah dan gak mungkin para tokoh ini mengakui spt itu kata temen saya. nah saya bisa minta tolong bu kira2 buku ini dimna bisa saya temukan?? 1. Martin Luther (1483-1546): “Sudah menjadi iman kita bahwa Maria adalah Ibu Tuhan dan tetap perawan…. Kristus, kita percaya, lahir dari rahim yang tetap sempurna (‘a womb left perfectly intact’).”[15] 2. John Calvin (1509-1564): “Ada orang-orang yang ingin mengartikan dari perikop Mat 1:25 bahwa Perawan Maria mempunyai anak-anak selain… Read more »

Stefanus Tay

Shalom There, Terima kasih atas pertanyaannya. Menurut saya, kalau seseorang telah memberikan sumber pengarang, nama buku, penerbit, halaman atau paragraf berapa dari buku tersebut, maka secara akademis telah cukup sebagai bukti. Silakan membaca salah satu dialog antara Katolik dan Protestan, di mana pihak Katolik langsung menyebutkan bukti tulisan Martin Luther dan pihak Protestan menerimanya – silakan klik. Lihat di bagian footnote. Kalau seseorang tidak yakin bahwa Martin Luther pernah mengatakan hal tersebut, maka bebannya adalah pada orang tersebut bahwa Martin Luther tidak pernah mengatakan hal tersebut atau memberikan argumentasi bahwa Martin Luther mengatakan hal tersebut namun bukan itu maksudnya. Tentu… Read more »

There
Guest
There

Dear Pak Stefanus,

Terimakasih banyak sudah memberikan info hal ini. temen saya tidak percaya bahwa Martin Luther pernah mengatakan itu. dan kata mereka jika itu pun pernah pasti itu sebelum masa Reformasi atau sewaktu Marthin menjadi biarawan katolik. sepertinya mereka (teman saya) ga bisa terima hal itu. Malah saya dituduh dengan mengatakan bisa bisanya katolik saja.. Memang sejarah yang dia tau banyak negatifnya tentang ajaran katolik sehingga apa yang sebenarnya saya kasih tau menjadi sulit dia terima.
saya hanya mengandalkan doa saya untuk hal ini.

Sekali lagi terimakasih Pak Stef yahh.

Tuhan Yesus memberkati.

Salam

Theresia

yohanes s
Guest
yohanes s

Saya seorang Protestan, saya bukan teolog tapi setahu saya Yusuf dan Maria itu menikah. Logika sederhana saya, hubungan suami-istri yang diberkati bukanlah hal yang terlarang dan tidak menajiskan. Kalaupun mereka berhubungan sebagai suami-istri itu adalah hubungan suci. Keperawanan dalam konteks Maria saya artikan sebagai sikap menjaga hati dan pikiran yang bersih dan pasrah kepada Tuhan. Maafkan kesederhanaan cara berpikir saya, dan saya tidak sehebat para bapa gereja. Intinya saya menghargai Bunda Maria yang telah dipilih Bapa di Surga menjadi Bunda Tuhan kita Yesus Kristus.

Terima kasih.

Stefanus Tay

Shalom Yohanes S, Terima kasih atas tanggapannya tentang keperawanan Maria. Silakan anda mulai dengan membaca artikel tentang keperawanan Maria di sini – silakan klik. Dan bahkan keperawanan Maria juga dipercayai oleh pendeta Protestant, Martin Luther, juga John Calvin, Ulrich Zwingli dan John Wesley. Para pendiri ini saya yakin tahu bahwa tidak ada yang salah dalam hubungan suami istri dalam ikatan perkawinan. Tapi, mengapa mereka tetap percaya bahwa Maria tetap perawan, walaupun telah melahirkan Yesus? Cobalah melihat link yang saya berikan di atas. Tentang argumentasi yang anda berikan, memang hubungan suami istri dalam ikatan perkawinan bukan saja tidak terlarang, namun justru… Read more »

terang
Guest
terang

Pertama, jawaban2 kutipan ayat alkitab dari pihak katolisitas sama sekali tidak nyambung dengan topik. Kedua tidak ada gunanya juga topik ini dibahas terus, putar2 gitu aja, gak ada gunanya bagi kita semua yang menyimak.Masalahnya pihak katolisitas, membahasnya dengan pola pikir daging.

Masalahnya di mana pola pikir kita berdiri, pola pikir daging atau pola pikir Roh?

Mohon baca, renungkan dan terima kebenaran ayat2 berikut :

Roma 8:5-8, Efesus 2:3,

2 Timotius 2:14

Terimakasih.

Stefanus Tay

Shalom Terang, Terima kasih atas tanggapan anda. Saya terus terang tidak tahu apa yang anda ingin diskusikan. Dari tanggapan anda, anda seolah-olah tidak ingin berdiskusi karena menganggap bahwa jawaban dari katolisitas tidak nyambung dengan topik, berputar-putar dan bahkan dengan pola pikir daging. Kalau anda ingin berdiskusi secara serius, alangkah baiknya, kalau anda dapat memberikan argumentasi. Tanpa argumentasi yang jelas, maka tanggapan ini akan memperlemah posisi anda, karena hanya merupakan tuduhan tanpa dasar. Apalagi kalau disimpulkan bahwa jawaban dari katolisitas menggunakan pola pikir daging. Apakah yang disebut pola pikir daging? Apakah kalau kami tidak menyetujui pengajaran dari gereja-gereja non-Katolik, maka argumentasi… Read more »

YONGKY
Guest
YONGKY

ikut mengomentari masalah bunda Maria : 1. Pada perjanjian lama Musa dalam kitab keluaran diperintah oleh Allah untuk membuat kemah suci yaitu kemah untuk pertemuan dengan yang Maha Kudus , dengan sangat detail Allah memberi petunjuk cara pembuatan , benda suci yang harus dibuat , mezbah korban bakaran , dan diletakan pula tabut perjanjian , dipilihnya imam agung dan para kudus , diletakan loh batu hukum , minyak yang digunakan, roti bundar , roti tipis tak beragi , kandil , pelataran , tempat kudus dan tempat Maha Kudus , meja , bejana pembasuhan , kerub , dan cara mengkuduskan semuanya… Read more »

Nuel
Guest
Nuel

Dlm pembukaan di atas disebutkan: “penyangkalan terhadap Maria yang tetap perawan akan menuju kepada penyangkalan terhadap kelahiran Yesus melalui Perawan Maria (the virgin birth of Christ), yang kemudian menjadi penyangkalan akan keilahian Yesus.” Sy percaya bhw sebelum Maria melahirkan Yesus, ia adalah perawan. Tp setelah melahirkan Yesus……….? OK, bukan ini yg mau jd point sy. Krn Yesus itu dari Allah, & Allah adalah Roh, maka keberadaan Yesus di dalam kandungan Maria juga oleh Roh. Jd Yesus tetap ilahi apapun keadaan Maria setelah melahirkan Yesus (perawan atau tidak perawan). Bgmn hal keilahian Yesus dikaitkan dgn keperawanan Maria? Krn Allah sdh exist… Read more »

handel
Guest
handel

As-salāmu`alaykum, Nuel.. Mohon maaf saya sebetulnya bukan beragama Kristen. Saya hanya ingin berbagi dengan anda prihal Maryam (Maria) Ibu dari Nabi ISA AS. yang sangat di hormati umat Muslim didalam ALQURAN. Didalam Alquran (Qs. 21 Al Anbiyaa 91) disebutkan bahwa: “Wallatii ahshanat farjahaa la nalakhnaa fihaa mir ruuhinaa Wa ja’alnaahaa wabnahaa ayatal lil ‘aalamiin” “Ingatlah kisah seorang perempuan yang memilihara kehormatannya (Maryam) lalu Kami tiupkan kepadanya Roh Kami (Roh Allah) dan Kami jadikan dia anaknya tanda (kuasa Alaah) bagi semesta.” (Qs. 21 Al Anbiyaa 91) kata: “memelihara kehormatanya (Maryam)” kata inilah sudah cukup menjelaskan/mengambarkan bagi anda bahwa MARIA adalah Suci… Read more »

Tristan
Guest
Tristan

Salam jumpa lagi Ibu Inggrid. Saya ingin bertanya tentan pernikahan pura-pura Maria dan Yosef, sebab Katolik mengganggap merekka tidak pernah “menjadi satu daging” Rasanya hal itu tidak mungkin dan bertentangan dengan Firman TUHAN sendiri. Mengingat semua latar belakang adat-istiadat Yahudi, Yusuf dan Maria akan melanjutkan ke perkawinan menurut adat-istiadat Yahudi, yaitu seorang laki-laki akan bersatu dengan istrinya sehingga keduanya menjadi satu daging. Tetapi Yusuf menahan diri untuk sementara waktu. Sampai kapan? Alkitab memberi tahu: sampai Maria melahirkan YESUS (Mat 1:24-25). Apakah dapat disebut perkawinan jika mereka berikrar selibat dari persetubuhan selama perkawinan mereka? Jika itu terjadi, entu saja mereka melanggar… Read more »

Dela
Guest
Dela

Shalom Alkitab memang terbatas dalam menuliskan ini, hanya saja unsur manusiwai (rasa ingin tahu) selalu ada dibenak kita. Karena itu bahan yang kita pakai adalah Alkitab yang terbatas seperti yang diakui oleh penulisnya sendiri: [u]Yoh. 21:25[/u] maka kita harus menggunakan sumber2 lain yang dekat dengan sumber Alkitab yaitu tulisan dari para Bapa Gereja. Seperti kita ketahui bersama bahwa para Bapa Gereja adalah murid dari murid TUHAN sendiri. Mereka hidup masih dekat dengan jaman Para Rasul. Sejarah membuktikan bahwa pengajaran tentang keperawanan Maria ini telah berakar dari sejak Gereja awal, jika Yesus memang benar2 memiliki saudara-saudara kandung seperti yang dituduhkan oleh… Read more »

budiaroyotejo
Guest
budiaroyotejo

Dear bu Ingrid dan pak Stef,
Kalo demikian siapakah Yakobus, Yudas (bukan iskariot) dan saudara2nya Tuhan Yesus. Bukankah mereka itu anak2nya Yusup.
Trus bagaimana Bunda Maria dikatakan perawan/Imaculata?
Rgds

[Dari Katolisitas: Silakan membaca artikel ini, silakan klik, atau di sini, silakan klik
Sedangkan untuk artikel Bagaimana mungkin Bunda Maria tetap perawan, silakan klik
]

Dela
Guest
Dela

Shalom Ibu Inggrid, bisakah saya menafsirkan ayat ini sbb:

tetapi tidak bersetubuh dengan dia sampai ia melahirkan anaknya laki-laki dan Yusuf menamakan Dia YESUS.( Mat. 1:25 )

Kata sampai di ayat tersebut mempunyai makna yang sama dengan

“Siapakah Aku ini sampai ibu TUHANku datang mengunjungi Aku”(Lukas 1:43)

Sampai = sehingga/hingga

Serafina Maria
Guest
Serafina Maria

DVC….
Saya yakin dan percaya Bunda Maria adalah yang dipilih Allah..,
IA tetap perawan..,
tetap suci..,
tak bercela..,
tak bernoda..,
sejak lahir hingga selam-lamanya….
Bunda Maria tetap hidup..,
dan Santo Yosep pun adalah suci….

Dela
Guest
Dela

Shalom Ibu Ingrid, saya mau tanya sejak kapan Mariology (Maria sebagai Perwan Suci Selamanya) “secara resmi” dijadikan bagian dari doktrin Gereja (Katholik khususnya)?

Tuhan Memberkati

Dela

[dari katolisitas: silakan melihat artikel di atas – silakan klik, Paus St. Martin di Sinode Lateran, 649]

Romo pembimbing: Rm. Prof. DR. B.S. Mardiatmadja SJ. | Bidang Hukum Gereja dan Perkawinan : RD. Dr. D. Gusti Bagus Kusumawanta, Pr. | Bidang Sakramen dan Liturgi: Rm. Dr. Bernardus Boli Ujan, SVD | Bidang OMK: Rm. Yohanes Dwi Harsanto, Pr. | Bidang Keluarga : Rm. Dr. Bernardinus Realino Agung Prihartana, MSF, Maria Brownell, M.T.S. | Pembimbing teologis: Dr. Lawrence Feingold, S.T.D. | Pembimbing bidang Kitab Suci: Dr. David J. Twellman, D.Min.,Th.M.| Bidang Spiritualitas: Romo Alfonsus Widhiwiryawan, SX. STL | Bidang Pelayanan: Romo Felix Supranto, SS.CC |Staf Tetap dan Penulis: Caecilia Triastuti | Bidang Sistematik Teologi & Penanggung jawab: Stefanus Tay, M.T.S dan Ingrid Listiati Tay, M.T.S.
top
@Copyright katolisitas - 2008-2018 All rights reserved. Silakan memakai material yang ada di website ini, tapi harus mencantumkan "www.katolisitas.org", kecuali pemakaian dokumen Gereja. Tidak diperkenankan untuk memperbanyak sebagian atau seluruh tulisan dari website ini untuk kepentingan komersial Katolisitas.org adalah karya kerasulan yang berfokus dalam bidang evangelisasi dan katekese, yang memaparkan ajaran Gereja Katolik berdasarkan Kitab Suci, Tradisi Suci dan Magisterium Gereja. Situs ini dimulai tanggal 31 Mei 2008, pesta Bunda Maria mengunjungi Elizabeth. Semoga situs katolisitas dapat menyampaikan kabar gembira Kristus. 
X