Bukankah pencuri yang disalibkan bersama Yesus langsung ke Firdaus dan tidak perlu melalui Purgatorium?

Prinsipnya adalah, pemurnian jiwa dapat terjadi di dunia ini maupun di kehidupan setelah kematian, di Purgatorium. Dalam kasus  si pencuri ini, nampaknya pemurnian ini terjadi di dunia, yang nyata terlihat dalam penderitaannya disalibkan di sisi Yesus. Maka tetaplah contoh tersebut tidak mengubah ajaran Gereja Katolik. Keselamatan kekal diperoleh karena karunia Allah, oleh iman yang bekerja oleh kasih (Ef 2:8; Gal 5:6); dan  keselamatan itu diperoleh melalui pertobatan, yang nyata dalam penerimaan Baptisan (Mrk 16:16; Kis 2:38). Dan  selanjutnya, seseorang tetap harus menjaga kekudusannya sampai akhir hidupnya di dunia, agar ia dapat  diselamatkan dan memandang Allah di Surga (Ibr 12:14).

Kasus penjahat yang bertobat yang disalibkan bersama Yesus adalah suatu contoh yang khusus/ istimewa, sebab apa yang terjadi atasnya juga begitu khusus bahkan langka. Sebab ia- lah satu-satunya orang yang bertobat menjelang ajal, ketika sedang disalibkan bersama Yesus. Maka sekalipun tidak menerima sakramen Baptis, ia menunjukkan  kerinduan akan Pembaptisan, yang tetap menghasilkan baginya buah-buah Pembaptisan (lih. KGK 1258). Penyesalan atas dosa-dosanya dan juga perbuatan kasih yang ditunjukkannya kepada Yesus sudah menjamin keselamatan yang tidak dapat ia terima melalui Sakramen Baptis (lih. KGK 1259). ‘Firdaus’, paradise atau dalam bahasa Yunani adalah parádeisos, yang salah satunya dapat diartikan sebagai satu ‘tempat’ bagi orang-orang beriman yang meninggal dunia sebelum kebangkitan Kristus. ‘Tempat’ ini disebut juga sebagai limbo of the just, the bosom of Abraham (Luk 16:23) atau terjemahannya, pangkuan Abraham, atau Hades (tempat penantian). Semua jiwa yang berada di tempat ini, akan menuju ke Surga secara langsung setelah kebangkitan Kristus. Dalam Syahadat Aku Percaya, kita mengatakan, bahwa kita percaya akan Yesus Kristus, Putera Allah yang Tunggal, …. “yang disalibkan, wafat, dan dimakamkan; yang turun ke tempat penantian, pada hari ketiga bangkit dari antara orang mati….” Dalam jangka waktu tiga hari setelah kematian-Nya, Yesus datang ke tempat penantian untuk memberitakan wahyu Tuhan secara lengkap kepada jiwa-jiwa yang berada di sana. Di tempat penantian inilah si penjahat yang bertobat itu ada bersama Yesus pada hari itu, sebelum akhirnya Yesus membawanya ke Surga.

19/12/2018
Romo pembimbing: Rm. Prof. DR. B.S. Mardiatmadja SJ. | Bidang Hukum Gereja dan Perkawinan : RD. Dr. D. Gusti Bagus Kusumawanta, Pr. | Bidang Sakramen dan Liturgi: Rm. Dr. Bernardus Boli Ujan, SVD | Bidang OMK: Rm. Yohanes Dwi Harsanto, Pr. | Bidang Keluarga : Rm. Dr. Bernardinus Realino Agung Prihartana, MSF, Maria Brownell, M.T.S. | Pembimbing teologis: Dr. Lawrence Feingold, S.T.D. | Pembimbing bidang Kitab Suci: Dr. David J. Twellman, D.Min.,Th.M.| Bidang Spiritualitas: Romo Alfonsus Widhiwiryawan, SX. STL | Bidang Pelayanan: Romo Felix Supranto, SS.CC |Staf Tetap dan Penulis: Caecilia Triastuti | Bidang Sistematik Teologi & Penanggung jawab: Stefanus Tay, M.T.S dan Ingrid Listiati Tay, M.T.S.
top
@Copyright katolisitas - 2008-2018 All rights reserved. Silakan memakai material yang ada di website ini, tapi harus mencantumkan "www.katolisitas.org", kecuali pemakaian dokumen Gereja. Tidak diperkenankan untuk memperbanyak sebagian atau seluruh tulisan dari website ini untuk kepentingan komersial Katolisitas.org adalah karya kerasulan yang berfokus dalam bidang evangelisasi dan katekese, yang memaparkan ajaran Gereja Katolik berdasarkan Kitab Suci, Tradisi Suci dan Magisterium Gereja. Situs ini dimulai tanggal 31 Mei 2008, pesta Bunda Maria mengunjungi Elizabeth. Semoga situs katolisitas dapat menyampaikan kabar gembira Kristus. 
X