Beberapa pertanyaan tentang kredibilitas Alkitab

Pertanyaan:

Maaf, Yang saya pernah tau dari berbegai majalah, Bible itu hanya 20% perkataan Yesus, sisanya kebanyakan adalah perkataan Paulus, saya sebagai muslim pernah membaca salah satu ayat bible yg ‘kerangka’nya mirip di salah satu ayat AlQuran,,, dan saya masuk islam, alasan kuatnya adalah, karena AlQuran dari zaman Nabi Muhammad sampe sekarang tidak berubah isinya setitikpun, karena kalau kebenaran mutlak itu pasti sifatnya akan statis, tidak akan berubah dan tetap, begitu pula Alquran,, klo bible kan tiap taun mengalami perubahan, bahkan ayat di bible yg mengharamkan babi, bisa jadi lenyap di dalam bible. Allah pernah berfirman dalam salah satu dalil Islam, bahwa DIa akan menjaga Alquran, itulah kebenarannya. Lalu apakah benar Yesus lahir tanggal 25 Desember? trus dari mana asal muasalnya Pohon Natal? Pohon Cemara? padahal di tempat kelahiran Yesus, sampe sekarang gak bisa ditemukan pohon cemara yg dapat tumbuh? ada yg bisa jawab? – Hamba Allah

Jawaban:

Salam damai HambaAllah,

Terima kasih atas pertanyaannya. Mari kita membahasnya satu-persatu.

I. Injil – Surat Rasul Paulus di Alkitab.

  1. Alkitab terdiri dari Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, dimana Perjanjian Baru adalah sekitar sepertiga dari seluruh Alkitab.
  2. Dalam Perjanjian Baru, seperti yang terlihat dalam daftar di bawah ini (sumber: wikipedia – silakan klik), kita melihat bahwa surat-surat rasul Paulus ditinjau dari jumlah ayat dan kata-kata adalah sekitar 30% total Perjanjian Baru. Sedangkan Injil yang terdiri dari Matius, Markus, Lukas, dan Yohanes, yang menceritakan kehidupan Yesus terdiri dari sekitar 45%, seperti yang terlihat di tabel di bawah ini:
    Perjanjian Baru Bab Ayat Kata Bab Ayat Kata
    Injil (Mt, Mk, Lk, Yoh) 89 3,779 72,573 34% 47% 45%
    Kisah Para Rasul 28 1,007 22,066 11% 13% 14%
    Surat-surat rasul Paulus 100 2,336 47,405 38% 29% 29%
    Petrus, Yakobus, Yoh, Yudas 21 431 9,332 8% 5% 6%
    Wahyu 22 404 10,396 8% 5% 6%
    Total 260 7,957 161,772 100% 100% 100%
  3. Tentu saja metode perhitungan bermacam-macam. Kalau kita menghitung prosentase Injil dengan berdasarkan Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, maka prosentasinya akan menjadi lebih kecil. Kalaupun kita menganggap bahwa prosentase Injil adalah hanya merupakan prosentase yang kecil, maka hal tersebut juga tidak menjadi masalah, karena:
    • Perjanjian Lama, yang mencakup sekitar dua pertiga dari total Alkitab merupakan suatu persiapan akan kedatangan Kristus, dimana Ingrid dan saya pernah menjawabnya di dalam artikel Kristologi (1, 2, 3, 4).
    • Yesus adalah merupakan pemenuhan nubuat para nabi, seperti yang dinubuatkan di dalam Perjanjian Lama. Dan perbuatan dan perkataan, mukjijat, karya publik Yesus diceritakan di dalam Injil.
    • Semua kitab dari Kisah Para Rasul sampai Wahyu mempunyai satu karakteristik yang sama, yaitu merupakan wahyu Ilahi yang memperjelas tentang pribadi Kristus.
    • Dan dari semua kitab, baik di dalam Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru tidak ada yang saling bertentangan, walaupun ditulis dalam kurun waktu sekitar 2,000 tahun atau lebih dari 20 generasi. Kenyataan ini adalah merupakan suatu mukjijat tersendiri.

II. Perkataan Yesus hanya 20% saja?

  1. Mari sekarang kita masuk dalam diskusi tentang perkataan Yesus hanya 20% saja, dimana gagasan ini berdasarkan akan The Jesus Seminar.
    The Jesus seminar beranggotakan beberapa ahli Alkitab dari beberapa gereja, dimana mereka menimbang dan menilai apakah perkataan Yesus di dalam ke- empat Injil dan injil Thomas (tidak termasuk dalam kanonikal) benar-benar merupakan perkataan Yesus, dan kemudian mereka memberikan tanda sebagai berikut:

    1. Merah, berarti Yesus mengatakannya, merah muda, berarti kemungkinan Yesus mengatakannya, abu-abu yang berarti Yesus tidak pernah mengatakannya namun merupakan refleksi dari ajaran Yesus, dan hitam yang berarti Yesus tidak pernah mengatakannya.
    2. Ada beberapa parameter untuk menentukan warna, dan kalau ada ketidaksetujuan, maka mereka melakukan pemungutan suara.
      Sebagai catatan: anggota awalnya ada sekitar 200 orang yang kemudian dengan berjalannya waktu menjadi sekitar 74 orang dan didominasi oleh orang-orang yang sangat liberal (36 orang lulus atau mengajar “Perjanjian Baru” di universitas Harvard, Claremont, Vanderbilt, yang termasuk liberal. Tidak ada perwakilan dari Eropa ataupun dari kelompok Orthodox.
      Ini berarti bahwa hasil pemungutan suara sudah dapat dipastikan hanya mewakili kelompok liberal.
  2. Dari beberapa hal di atas, maka The Jesus seminar tidak dapat dipercaya dengan beberapa alasan berikut ini:
    1. Keanggotaan dari The Jesus Seminar yang hampir semuanya termasuk dari golongan liberal, dapat dipastikan menghasilkan sesuatu yang terlepas dari tradisi yang berlangsung selama berabad-abad. Parameter voting yang tidak konsisten juga perlu dipertanyakan.
    2. Bagaimana para scholars pada saat ini dapat menentukan secara pasti mana perkataan Yesus dan mana yang bukan, sedangkan para Bapa Gereja dari masa-masa awal kekristenan menganggap bahwa Alkitab adalah benar-benar wahyu Tuhan dan Yesus benar-benar mengatakan apa yang ditulis di dalam Injil? Apakah kita beranggapan bahwa kita lebih tahu dari saksi-saksi di abad-abad awal?
      • Mungkin HambaAllah dapat membayangkan, kalau misalkan kita ingin tahu secara persis kehidupan kakek dari kakek HambaAllah. Maka kita akan lebih mempercayai perkataan dari para saksi di jaman kakek dari kakek anda daripada orang yang hidup di masa sekarang. Banyangkan kalau ini terjadi 2,000 tahun yang lalu – kita lebih percaya saksi-saksi awal atau para ahli yang sekarang?
    3. The Jesus Seminar berusaha untuk tidak memasukkan unsur-unsur supernatural. Ini adalah suatu pemisahan antara Yesus di dalam sejarah dan Yesus yang diimani. Ingrid telah membuat artikel tentang hal ini, yang intinya bahwa Yesus yang ada di dalam sejarah adalah sama dengan Yesus yang diimani oleh orang Kristiani (silakan klik).

III. Al Qur’an tidak berubah dari jaman nabi Muhammad sampai sekarang tidak berubah satu titikpun.

  1. Saya minta maaf terlebih dahulu bahwa, karena saya beragama Katolik, tentu saja kepercayaan saya berdasarkan Kristus, seperti yang diajarkan oleh Alkitab, Tradisi Suci, dan Kewenangan mengajar dari Gereja. Oleh karena hal ini, tentu saja pemahaman saya tentang Al Qur’an berbeda dengan pemahaman HambaAllah dan kaum Muslim pada umumnya.
  2. Saya terus terang tidak ahli dalam Agama Islam. Namun dari sumber di wikipedia (klik disinicatatan: saya tidak tahu sampai berapa persen artikel tentang topik ini dapat dipercaya), maka kita melihat ada suatu proses untuk menyeragamkan tulisan-tulisan Nabi Muhammad dari beberapa sumber, sehingga pada jaman Utsman Bin Affan terjadi keseragaman Al Qur’an seperti yang kita kenal saat ini. Hal ini memungkinkan, karena pengumpulan naskah secara relatif terjadi pada masa yang hampir sama. Bayangkan kalau pengumpulan naskah terjadi dalam kurun waktu 2,000 tahun. Mungkin yang terjadi akan sama, karena kemungkinan terjadinya variasi teks.
  3. Kalau dikatakan bahwa Allah pernah berfirman bahwa Allah sendiri yang akan menjaga kesucian Al Quran, yang menjadi masalah adalah bukti tentang keabsahan Al Qur’an adalah Al Qur’an sendiri yang ditulis pada generasi yang hampir sama. Inilah perbedaannya dengan Alkitab. Pada saat umat Kristen berkata bahwa Alkitab adalah benar, ini dapat ditelusuri dari beberapa buku di dalam Alkitab yang ditulis pada jaman yang berbeda-beda (lebih dari 20 generasi). Dan keterangan yang saling mendukung walaupun terpisah ratusan tahun membuat Alkitab menjadi sumber kebenaran, seperti nubuat tentang kedatangan Sang Penebus, yang terpenuhi dalam diri Yesus, baik kelahiran-Nya, karya publik-Nya, penderitaan-Nya, kematian-Nya.
  4. Dalam pembahasan point-point ini, saya tidak mempunyai tujuan untuk mengkritisi Al Qur’an karena memang jawaban ini bukanlah untuk menjawab atau mengkritik Kitab Suci agama lain. Namun ada beberapa hal yang menjadi tugas bagi seluruh umat beriman untuk senantiasa belajar lebih dalam lagi terhadap agamanya masing-masing. Jadi mungkin perlu dipelajari lagi apa yang diajarkan oleh Al Qur’an terhadap topik-topik seperti: keselamatan (baik untuk umat Muslim, Kristiani, dan agama lain), ajaran moral, hubungan antara iman dan akal budi, pengadilan terakhir, dll. Hal ini juga berlaku untuk saya sendiri, dimana saya berterima kasih terhadap pertanyaan-pertanyaan yang masuk ke website ini, yang memungkinkan saya untuk semakin mendalami iman Kekatolikan saya.

IV. Kebenaran adalah statis

  1. Saya setuju bahwa kebenaran adalah sesuatu yang sama, dulu, sekarang, dan yang akan datang. Namun kita perlu mendefinisikan kebenaran yang seperti apa. Saya pernah menjawab hal ini, yaitu bagaimana menghubungkan peraturan-peraturan di dalam Perjanjian Lama: (klik disini), dimana saya mengatakan: St. Thomas Aquinas (ST, I-II, q. 98-108) mengatakan bahwa ada 3 macam hukum di dalam Perjanjian Lama, yaitu:
    1. Moral Law: Moral Law atau hukum moral adalah menjadi bagian dari hukum kodrati, hukum yang menjadi bagian dari kodrat manusia, sehingga Rasul Paulus mengatakan “Sebab dengan itu mereka menunjukkan, bahwa isi hukum Taurat ada tertulis di dalam hati mereka dan suara hati mereka turut bersaksi dan pikiran mereka saling menuduh atau saling membela” (Rom 2:15). Contoh dari hukum ini adalah yang tertulis di 10 perintah Allah, dimana terdiri dari dua loh batu, yang mencerminkan kasih kepada Allah (perintah 1-3) dan juga kasih kepada sesama (perintah 4-10). Hukum kodrati ini adalah hukum yang tetap mengikat (bahkan sampai sekarang) dan dipenuhi dengan kedatangan Kristus, karena hukum kodrati ini adalah merupakan partisipasi di dalam hukum Tuhan.
    2. Ceremonial law atau hukum seremonial: sebagai suatu ekpresi untuk memisahkan sesuatu yang sakral dari yang duniawi yang juga berdasarkan prinsip hukum kodrat, seperti: hukum persembahan, tentang kesakralan, proses penyucian untuk persembahan, tentang makanan, pakaian, sikap, dll. Hukum ini tidak lagi berlaku dengan kedatangan Kristus, karena Kristus sendiri adalah persembahan yang sempurna; sebab Kristus menjadi Anak Domba Allah yang dikurbankan demi menebus dosa-dosa dunia. Maka kurban sembelihan seperti yang disyaratkan di dalam Perjanjian Lama tidak lagi diperlukan, karena telah disempurnakan di dalam kurban Kristus di dalam Perjanjian Baru. Itulah sebabnya di Gereja Katolik sesuai dengan apa yang diajarkan oleh Yesus dan juga para rasul (Petrus dan Paulus) tidak mempermasalahkan makanan-makanan persembahan, karena bukan yang masuk yang najis, namun yang keluar. Ulasan ini dapat melihat di jawaban ini (silakan klik ini).
    3. Judicial law: Ini adalah merupakan suatu ketentuan yang menetapkan hukuman (sangsi) sehingga peraturan dapat dijalankan dengan baik. Oleh karena itu, maka peraturan ini sangat rinci, terutama untuk mengatur hubungan dengan sesama, seperti: peraturan untuk penguasa, bagaimana memperlakukan orang asing, dll. Dalam Perjanjian Lama, Judicial law ini ditetapkan sesuai dengan tradisi bangsa Yahudi. Contoh dari judicial law: kalau mencuri domba harus dikembalikan empat kali lipat (Kel 22:1), hukum cambuk tidak boleh lebih dari empat puluh kali (Ul 25:3), memberikan persembahan persepuluhan (Mal 3:6-12). Setelah kedatangan Kristus di Perjanjian Baru, maka judicial law ini tidak berlaku lagi; sebab Kristus membuka pintu keselamatan bagi bangsa-bangsa lain, sehingga ketentuan hukuman (sangsi) diserahkan kepada pemerintahan bangsa-bangsa lain tersebut, dan di dalam konteks umat Kristiani, maka judicial law ditetapkan oleh Gereja Katolik yang memiliki anggota dari seluruh bangsa.
      Mari kita melihat peran ‘judicial law’ dalam kehidupan sehari-hari:

      1. Judicial law berdasarkan akan moral law. Kalau kita mengendarai mobil di Indonesia, maka kita harus mendahului mobil ke arah kanan, karena posisi setir ada di sebelah kanan. Namun kalau kita mengendarai mobil di Amerika yang posisi setirnya ada di sebelah kiri, maka kita harus mendahului dari sebelah kiri. Dari contoh ini, moral law-nya adalah tetap, yaitu “mengasihi sesama, dengan tidak menimbulkan kecelakaan”. Namun judicial law-nya berbeda antara Indonesia dan Amerika. Setiap negara perlu mendefinisikan peraturannya masing-masing agar setiap warganya dapat selamat.
      2. Kita tidak dapat mengatakan bahwa tidak ada kebenaran di Indonesia atau di Amerika dalam judicial law. Kebenaran secara umum adalah sama, yaitu untuk tidak menyakiti sesama, yang dilaksanakan dengan cara yang berbeda di tempat yang berbeda berdasarkan latar belakang budaya, aturan praktis yang berlaku di sana, dst.
  2. Dari sini jelas, bahwa Perjanjian Lama harus dibaca dalam terang Kristus dalam Perjanjian Baru, karena Kristus adalah pemenuhan Perjanjian Lama. Sebagai contoh:
    • Yesus berkata “27) Kamu telah mendengar firman: Jangan berzinah. 28) Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya.” (Mat 5:27-28).
      • Mt 5:27 merujuk kepada Kel 20:14; Ul 5:18.
      • Dan kemudian Mt 5:28 adalah suatu hukum yang lebih sempurna daripada yang lama. Hal ini dikarenakan karena Yesus menekankan disposisi hati.
    • Contoh yang lain, Yesus berkata “38) Kamu telah mendengar firman: Mata ganti mata dan gigi ganti gigi. 39) Tetapi Aku berkata kepadamu: “Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapapun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu.” (Mt 5:38-39).
      • Mt 5:38 merujuk kepada Kel 21:24; Im 24:20; Ul 19:21
      • Mt 5:39 menjadi lebih sempurna, karena ini adalah penerapan hukum kasih yang lebih sempurna dibandingkan dengan yang tertulis di dalam Perjanjian Lama.
    • Kristus bukan hanya memberikan hukum-hukum, namun terutama Dia memberikan Diri-Nya sendiri, sehingga berkat Tuhan tercurah bagi umat manusia, sehingga manusia mempunyai kekuatan untuk berkata ‘tidak’ terhadap dosa, kalau manusia mau bekerja sama dengan rahmat Allah. Inilah yang dicontohkan oleh para orang kudus. Mungkin HambaAllah pernah mendengar tentang Ibu Teresa dari Kalkuta, di mana dia melayani sesama karena kasih-Nya kepada Yesus.

V. Alkitab terus mengalami perubahan.

  1. Gereja Katolik mengakui Alkitab yang terdiri dari 73 kitab, dimana terdiri dari 46 Perjanjian Lama dan 27 Perjanjian Baru.
  2. Pertama, mungkin perlu diluruskan bahwa Katolik mempercayai 73 buku di dalam Alkitab, sedangkan agama Kristen yang lain percaya bahwa Alkitab terdiri dari 66 buku. Mengapa hal ini terjadi, silakan melihat jawaban ini (silakan klik).
  3. Mungkin maksud HambaAllah tentang begitu banyak perubahan adalah terdapat begitu banyak versi dari Alkitab. Kita perlu mengetahui bahwa dalam menerjemahkan Al Qur’an, terjemahan yang dilakukan adalah “literal translation“, dan pada saat terjadi ketidakcocokan, maka seorang yang ingin mendalami Al Qur’an harus membaca bahasa aslinya. Dalam menerjemahkan Alkitab, maka dari berbagai versi terjemahan, ada dua grup besar, yaitu: 1) yang menerjemahkan berdasarkan terjemahan sehari-hari, sehingga lebih mudah dimengerti pada waktu membacanya, 2) yang menerjemahkan lebih pada “literal translation”, sehingga lebih mendekati bahasa aslinya (Ibrani dan Yunani). Grup kedua lebih cocok untuk mendalami Alkitab dan mendapatkan pengertian yang benar. Kemudian pada saat terjadi kebingungan untuk mengartikan suatu ayat, maka seorang ahli Kitab Suci dari Katolik akan mempertimbangkan beberapa hal, seperti:
    • Bagaimana ayat yang satu berhubungan dengan ayat yang lain, dan juga konteksnya. Bagaimana ayat yang lain dapat memberikan pengertian yang baik terhadap ayat tersebut. Apakah arti dalam bahasa aslinya?, Apakah pesan moral yang terkandung di dalamnya?, dll.
    • Bagaimana ayat tersebut diartikan oleh ahli-ahli Kitab Suci pada masa-masa awal dan terutama pengertian yang diberikan oleh Bapa Gereja. Disinilah pentingnya Tradisi Suci.
    • Apakah Gereja Katolik melalui Magisterium (Wewenang Mengajar) Gereja telah memberikan pengertian yang definitif tentang ayat atau perikop tertentu dalam Alkitab? Kalau sudah, maka umat Katolik harus mengikutinya. Kalau belum, maka umat Katolik dapat menafsirkannya, sejauh tidak bertentangan dengan doktrin yang sudah ditetapkan. Dengan cara ini, maka tidak ada doktrin atau ajaran yang saling bertentangan.

VI. Pertanyaan seputar hari Natal dan tradisinya.

Saya tidak memasukkan pertanyaan lain dari Hamba Allah tentang

  • Untuk pertanyaan tentang tanggal 25 Desember, saya pernah menjawabnya disini (silakan klik).
  • Untuk tradisi pohon natal:
    • Sejarah pohon natal mungkin ditelusuri sekitar abad ke-8, dimana St. Boniface (675-754), seorang uskup Inggris, yang menyebarkan iman Katolik di Jerman sekitar abad ke-8. Pada saat dia meninggalkan Jerman dan pergi ke Roma sekitar 15 tahun, maka jemaat yang dia tinggalkan kembali lagi kepada kebiasaan mereka untuk mempersembahkan kurban di bawah pohon Oak. Namun dengan berani St. Boniface menentang hal ini dan kemudian mengganti pohon Oak dengan pohon fir atau pine, dimana merupakan pohon yang senantiasa hijau sepanjang tahun. Dan karena bentuknya yang segitiga dan menjulang ke atas serta hijau sepanjang tahun, pohon ini dapat mengingatkan kita akan misteri Trinitas, Allah yang kekal untuk selama-lamanya, yang turun ke dunia dalam diri Kristus untuk menyelamatkan manusia.
      Lihat artikel di website “Catholic Culture” (silakan klik).

Semoga uraian di atas dapat menjawab pertanyaan dan keberatan Hamba Allah.

Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
stef – www.katolisitas.org

16
Tinggalkan pesan

Please Login to comment
9 Comment threads
7 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
11 Comment authors
RitaadrainBudi Darmawan KusumoIngrid ListiatiDave Recent comment authors
Rita
Guest
Rita

Saya dilahirkan dalam keluarga katolik. Mungkin disebabkan oleh pengaruh media massa dan persekitaran timbul keraguan saya tentang agama saya. Sebenarnya pernah terdetik dalam hati saya untuk keluar dari iman katolik. Apalagi bila mereka mengatakan agama Islam adalah agama yang amat indah dan sempurna bila diikuti. Di samping saya mendalami katolik, saya juga cuba mengetahui tentang sejarah al-quran itu sendiri. Semasa bersekolah dahulu, kami telah belajar sejarah Islam dan dari situ memang dinyatakan pemusnahan al-quran kerana perbezaannya. Saya bersyukur kerana pertanyaan-pertanyaan berkenaan dengan agama katolik menjadikan saya semakin teguh dengan iman katolik saya. Terimakasih kepada team katolisitas, Tuhan memberkati.

adrain
Guest
adrain

Benarkah ada sebuah Alkitab yang disimpan di Vatikan dalam keadaan terapung? Mengikut cerita Alkitab itu bersalut emas dan hanya boleh dilawat sekali setahun..

[dari katolisitas: Terus terang kami belum pernah mendengar keberadaan Alkitab yang terapung tersebut.]

Budi Darmawan Kusumo
Guest
Budi Darmawan Kusumo

Syalom Pak Stef, Saya mempunyai beberapa ‘ganjalan’ pertanyaan yang ‘konyol’ namun juga sering membuat hati saya ini tidak ‘sreg’. Tapi yah namanya pertanyaan, terkadang saya bingung mau mendiskusikan dengan siapa. Kalau di forum–forum umum malahan yang ada adalah menjelek–jelekkan iman yang lain. Siapa tahu Pak Stef bisa mengarahkan pikiran saya untuk berpikir secara logika, supaya logika saya ini bisa ‘dipuaskan’, karena saya suka cara Pak Stef mengarahkan iman melalui logika dengan data–data yang akurat. (Sekarang ini masalah Perjanjian Lama itu saya masih sulit percaya, karena saya orangnya suka bermain logika dan susah bagi saya untuk mempercayai Perjanjian Lama). 1) Salinan… Read more »

Dave
Guest
Dave

Dear katoliksitas, Menurut buku Misquoting Jesus terbitan gramedia pustaka utama dikatakan bahwa kata-kata pertama dalam injil yohanes (pada mulanya adalah firman …………..dst) yang berbicara mengenai tritunggal itu sebenarnya tidak ada dalam naskah aslinya, kemudian dalam injil markus kata-kata terakhir yang dipakai untuk menutup injil tersebut juga tidak terdapat dalam naskah tertua, selain itu kisah tentang seorang PSK (Yoh 8:3) juga sepertinya merupakan kisah tambahan yang dituliskan oleh para penyalin pada abad berikutnya. Secara pribadi saya tidak mempermasalahkan hal ini karena sebagai seorang beriman saya percaya bahwa kitab suci itu bukan kata-kata Allah yang didekte lalu harus ditulis sama persis seperti… Read more »

Ingrid Listiati
Member

Shalom Dave, Pertama- tama harap dipahami terlebih dahulu bahwa ajaran tentang Trinitas itu tidak tergantung dari satu ataupun dua ayat dalam Kitab Suci, tetapi ada banyak ayat- ayat dalam Kitab Suci, dan diajarkan dalam Tradisi Suci. Bahwa istilah “Trinitas” memang tidak pernah ditulis secara eksplisit dalam Kitab Suci, itu memang benar, seperti halnya dengan kata ‘inkarnasi’, namun prinsipnya jelas diajarkan, dan bukan sekedar hanya ditambahkan. Silakan membaca lebih lanjut tentang Trinitas di sini, silakan klik. Ungkapan Allah Trinitas memang diajarkan dalam Mat 28:19-20, dan tentang keaslian teks Mat 28:19-20, sudah pernah dibahas di sini, silakan klik. Sedangkan tentang keotentikan kisah… Read more »

tora
Guest
tora

Salam sejahtera Dalam seminar yesus di amerika thn 1993 di ikuti 76 ahli dari berbagai kalangan,seperti guru besar dari berbagai universitas terkenal dunia.para ahli ilmu teologi dari katolik dan protestan,ahli kitab suci dan ahli bahasa ibrani dll,yang tidak ada seorang pun beragama islam.Dari hasil seminar tersebut ternyata INJIL YOHANES ayat 1@ 14 di anggap tidak termasuk kategori bukan sabda atau ucapan yesus, ayat itu hanyalah ucapan yohanes saja dan dari hasil seminar dan penelitian 76 ahli dari berbagai kalangan menyatakan”delapan puluh dua persen di anggap berasal dari yesus di dalaam injil,tidaklah di anggap bener benar ucapan yesus menurut seminar yesus… Read more »

Lopre
Guest
Lopre

Shalom, Terimakasih atas perhatian Bapak Stef membalas pertanyaan saya yang begitu panjang.. Saya telah membacanya dan merenungkannya. Tanggapan: 1. St. Agustinus memiliki kertendahan hati. Pertanyaan: jadi apakah mungkin St.Agustinus mengajarkan sesuatu yang bukan berasal dari Allah? Lalu jika ya, bagaimana kita/Gereja mengetahuinya? Bukankah pengajaran St.Agustinus yang sebagian besar menjadi dasar iman Katolik? 2. Jika saya baca dari dekrit Paus St. Damasus I sampai Konsili Carthage IV, mengapa tidak disebutkan mengenai kitab barukh? Kitab Baruch baru disebut pada Konsili Frorence atau Basel? 3. Saya setuju mengenai persatuan gereja yang mengusahakan hidup damai antarsesama hanya sebatas kulit. Namun, dosen berpendapat bahwa persatuan… Read more »

Lopre
Guest
Lopre

Shalom… Saya telah membaca seluruh jawaban Bapak pada website ini beserta linknya. Terimakasih. Beberapa point yang saya dapat lagi adalah sbb: 1. Saya membaca kembali buku Teologi Sistematika 1 yang ditulis oleh dr. Nico syukur Dister, OFM (terbitan Kanisius, 2004), kemudian pada bagian Kristologi saya mendapati pernyataan St. Agustinus (hal. 163) yang kurang lebih mirip dengan pernyataan dosen saya: “Ya Tuhan Yang Maha Esa, Allah Tritunggal, apa saja dalam buku ini yang telah kukatakan dan yang berasal dari padaMu; semoga juga diterima oleh mereka yang berasal dari padaMu; dan kalau ada sesuatu yang berasal dari diriku sendiri, maka semoga diampuni,… Read more »

Lopre
Guest
Lopre

Shalom, Saya ingin menanyakan kepada Ibu Inggrid/Bapak Stef mengenai beberapa hal yang saya dapat di kelas teologi Kristen protestan: 1. Apakah benar Agustinus sebagai bapa gereja menyatakan di akhir seluruh pengajarannya, kurang lebih seperti ini “Pengajaranku yang sesuai dengan Alkitab terimalah, jika tidak buanglah.” Dengan menyatakan statement itu bukankah berarti mengindikasikan adanya suatu pengajaran yang salah/tidak disadari oleh St. Agustinus? 2. Bagaimanakah proses dan kronologis kanonisasi Deuterokanonika? Mereka menyebutkan bahwa Deuterokanonika ditambahkan oleh Gereja Katolik Roma ketika Marthin Luther memprotes Gereja Katolik Roma saat itu untuk membenarkan teologi Roma Katolik sehingga Gereja Katolik Roma memiliki fondasi dan otoritas? Saya telah… Read more »

HambaAllah
Guest
HambaAllah

Maaf, Yang saya pernah tau dari berbegai majalah, Bible itu hanya 20% perkataan Yesus, sisanya kebanyakan adalah perkataan Paulus, saya sebagai muslim pernah membaca salah satu ayat bible yg ‘kerangka’nya mirip di salah satu ayat AlQuran,,, dan saya masuk islam, alasan kuatnya adalah, karena AlQuran dari zaman Nabi Muhammad sampe sekarang tidak berubah isinya setitikpun, karena kalau kebenaran mutlak itu pasti sifatnya akan statis, tidak akan berubah dan tetap, begitu pula Alquran,, klo bible kan tiap taun mengalami perubahan, bahkan ayat di bible yg mengharamkan babi, bisa jadi lenyap di dalam bible. Allah pernah berfirman dalam salah satu dalil Islam,… Read more »

Isa Inigo
Guest
Isa Inigo

Saudaraku Hamba Allah. Assalau’alaikum, Damai Sejahtera Tuhan bagimu. Saya pun tahu bahwa paham mengenai kitab suci antara Islam dan Katolik bahkan protestan berbeda-beda. Bagi saya yang Katolik, kitab suci saya (Perjanjian lama dan perjanjian baru) adalah tulisan buah refleksi dan inspirasi iman orang-orang beriman sejak zaman Israel kuno sampai awal abad masehi, akan iman mereka terhadap Allah yang punya rencana penyelamatan manusia berabad-abad dan yang dipuncaki pada Yesus Kristus. Jadi, ada peristiwa penyelamatan Allah dalam Yesus, lalu para penulis suci itu menuliskan refleksi pengalaman imannya. Orang-orang sebelum Yesus menguimpulkan kitab-kitab itu, lalu kitab-kitab itu disebut Perjanjian Lama. Orang-orang setelah Yesus… Read more »

frans
Guest
frans

Seandainya saja Hamba Allah mau membuka sedikit saja hati untuk mempelajari sejarah Al Quran maka istilah tak berubah setitikpun tak akan ada.Bukankah penulisan tulisan arab yang sekarang ada, berbeda dengan penulisan yang dahulu? setahu saya huruf arab hampir sama dengan penulisan huruf ibrani yaitu konsonan saja, nah karena pemeluk islam yang bukan suku Qurais kesulitan maka penulisannya mengalami perkembangan yaitu ada vokalnya, kan berarti berubah kan? itu yang pertama.Bukankah musaf Al quran yang beda dengan musaf dinasti yang berkuasa dahulu dimusnahkan? nah itu berarti kan ada versi lain? Sebagai umat beragama memang kita Wajib menyakini kebenaran kitab suci kita, tetapi… Read more »

Romo pembimbing: Rm. Prof. DR. B.S. Mardiatmadja SJ. | Bidang Hukum Gereja dan Perkawinan : RD. Dr. D. Gusti Bagus Kusumawanta, Pr. | Bidang Sakramen dan Liturgi: Rm. Dr. Bernardus Boli Ujan, SVD | Bidang OMK: Rm. Yohanes Dwi Harsanto, Pr. | Bidang Keluarga : Rm. Dr. Bernardinus Realino Agung Prihartana, MSF, Maria Brownell, M.T.S. | Pembimbing teologis: Dr. Lawrence Feingold, S.T.D. | Pembimbing bidang Kitab Suci: Dr. David J. Twellman, D.Min.,Th.M.| Bidang Spiritualitas: Romo Alfonsus Widhiwiryawan, SX. STL | Bidang Pelayanan: Romo Felix Supranto, SS.CC |Staf Tetap dan Penulis: Caecilia Triastuti | Bidang Sistematik Teologi & Penanggung jawab: Stefanus Tay, M.T.S dan Ingrid Listiati Tay, M.T.S.
top
@Copyright katolisitas - 2008-2018 All rights reserved. Silakan memakai material yang ada di website ini, tapi harus mencantumkan "www.katolisitas.org", kecuali pemakaian dokumen Gereja. Tidak diperkenankan untuk memperbanyak sebagian atau seluruh tulisan dari website ini untuk kepentingan komersial Katolisitas.org adalah karya kerasulan yang berfokus dalam bidang evangelisasi dan katekese, yang memaparkan ajaran Gereja Katolik berdasarkan Kitab Suci, Tradisi Suci dan Magisterium Gereja. Situs ini dimulai tanggal 31 Mei 2008, pesta Bunda Maria mengunjungi Elizabeth. Semoga situs katolisitas dapat menyampaikan kabar gembira Kristus. 
X