Bagaimana agar tidak lupa kepada Tuhan dalam keseharian kita

Kita semua memang harus berjuang setiap hari agar tidak ‘lupa’ akan Tuhan. Sebab walaupun mulut kita sering mengucapkan kita mengasihi Tuhan, namun di dalam perbuatan, sering kita gagal mewujudkannya. Contoh yang sederhana ialah di dalam keseharian kita sering ‘lupa’ kepada-Nya, atau tepatnya lebih banyak memperhatikan diri sendiri dan kehendak sendiri daripada Tuhan dan kehendak-Nya. Singkatnya, kita cenderung lebih ‘cinta diri’ ketimbang ‘cinta Tuhan’.

Tulisan “Refleksi Praktis tentang Kekudusan”, silakan klik– mungkin dapat membantu, namun memang benar bahwa untuk senantiasa ingat akan Tuhan kita harus membawa serta Dia di dalam kehidupan kita sehari-hari. Berikut ini adalah tips sederhana yang mungkin dapat diterapkan, yang pada dasarnya melibatkan Tuhan di dalam segala hal yang kita lakukan setiap hari, baik pada saat yang senang ataupun susah:

1) Usahakan bangun lebih pagi setiap hari, dan awali dengan ucapan syukur. Pajanglah gambar Yesus di kamar tidur, atau di dekat tempat tidur kita, sehingga begitu kita terjaga/ terbangun, Yesuslah yang kita ingat terlebih dahulu. Begitu kita mengingatNya, kita mengucap syukur, bahwa kita diberi karunia ‘hidup’ hari itu.

2) Jangan lupa, mohonlah di dalam doa pagi, “Tuhan, bantulah aku untuk lebih mengingat Engkau hari ini.”

3) Sediakanlah ‘pojok doa’/ tempat berdoa di rumah. Letakkanlah di situ Kitab suci, buku doa/ renungan, rosario dan salib Tuhan Yesus.

4) Sediakan waktu secara khusus untuk berdoa (pagi dan malam) dan merenungkan bacaan harian hari itu, misalnya 1/2 jam sehari. Jika dirasakan kurang dapat ditambahkan kemudian hingga 1 jam atau lebih. Carilah waktu yang paling baik, jangan mengambil waktu terlalu malam, supaya tidak ngantuk dan terburu-buru. Lakukan doa hening, doa Yesus, atau doa lain, seperti Ibadat harian/Liturgy of the Hour, atau doa rosario sambil merenungkan peristiwa-peristiwa kehidupan Yesus (Gembira, Terang, Sedih, Mulia), ataupun doa spontan.

5) Ambillah sepenggal ayat/ kata dari bacaan Kitab suci hari itu, dan ulangi dalam batin sepanjang hari. Seperti misalnya kita terkesan dengan kata, “menghasilkan buah yang baik” (Luk 6:43). Doakanlah terus, “Tuhan, bantu aku agar aku menghasilkan buah yang baik hari ini.”

6) Jika mengendarai mobil, pasanglah kaset/ CD rohani, entah berupa lagu-lagu, ataupun doa rosario, atau jika ada/ memungkinkan dengarkanlah siaran radio Katolik.

7) Temukanlah Tuhan dalam hal-hal yang biasa dan rutin. Untuk ini mari kita teliti, kegiatan apa yang paling mendominasi hari-hari kita: Misalnya, jika kita bekerja di kantor, begitu sampai di meja kerja, ucapkanlah syukur. Jika mengalami kesulitan dalam pekerjaan, ucapkanlah, “Tuhan, kasihanilah aku.” Jika mengalami pujian dan berkat, “Tuhan, terima kasih, Engkau sungguh ajaib.”

8) Temukanlah Tuhan dalam hal-hal yang sederhana bahkan dalam hal-hal yang membosankan, seperti ketika sedang membersihkan rumah/ mencuci piring, olah raga/ jogging, atau sedang menunggu sesuatu, berdoalah Salam Maria. Ingatlah akan orang-orang yang membutuhkan doa kita, dan doakanlah mereka bersama dengan Bunda Maria, “Bunda Maria, doakanlah ….(nama yang mau di doakan) di hadapan Yesus. Salam Maria….dst” atau berdoalah rosario.

9) Temukanlah Tuhan pada saat kita melakukan hal-hal yang tidak kita sukai atau yang membutuhkan pengorbanan kita. Katakanlah dalam hati, “…ini kulakukan demi kasihku kepada Yesus… ini bukan apa-apa jika dibandingkan dengan salib Kristus… mari, Yesus, bantulah aku memikul salibku ini…. semoga salib kecil ini nanti menghantarku / dan ….. (nama orang yang kudoakan) ke surga”.

10) Temukanlah Tuhan dalam orang-orang yang kita jumpai. Mulai dari suami/ istri/ orang tua/ anak-anak yang terdekat dengan kita (atau bagi para biarawan biarawati, temukanlah Tuhan dalam diri superior, atau sesama rekan biarawan/ biarawati). Mulailah hari dengan menyapa dan memberikan ungkapan kasih kepada mereka.

11) Temukanlah Tuhan dalam orang-orang yang datang kepada kita/ yang kita jumpai pada hari itu, misalnya: tamu asing, teman yang berkeluh kesah, orang yang minta tolong, atau bahkan orang yang membuat kita sedih/ kesal. Ingatlah bahwa apa yang kita lakukan pada mereka, kita lakukan terhadap Yesus.

12) Temukanlah Tuhan dalam berita dunia hari itu. Jika anda membaca koran/ mendengar berita TV, lihatlah apa yang terjadi di dunia sekitar kita, ucapkanlah syukur untuk segala berita baik, dan mohonlah pertolongan Tuhan jika ada bencana. Doakanlah mereka yang menderita, para pemimpin negara dan pemimpin Gereja.

13) Ingatlah untuk selalu berdoa mengucap syukur sebelum dan sesudah makan.

14) Jika kita mau berdisiplin, pasanglah alarm pada jam-jam tertentu untuk mengingatkan bahwa pada saat itu anda perlu berdoa singkat, misal setiap jam 6pagi, 12 siang, jam 3 siang, jam 6 sore. Begitu sudah terbiasa, maka alarm itu tidak dibutuhkan lagi.
Doa- doa singkat ini dapat sangat sederhana, “Terpujilah Engkau, Tuhan”,atau “Jesus and Mother Mary, I love you, save sinners.” Atau jika mau lebih khusus, doakanlah anggota keluarga atau teman atau siapapun yang ingin kita doakan pada saat itu. Atau mendoakan doa Angelus, setiap jam 6 pagi, 12 siang, 6 sore, dan doa Kerahiman pada jam 3 siang, memperingati jam wafatnya Tuhan Yesus.

15) Pasanglah sticker/’post-it’ polos di tempat-tempat tertentu yang paling sering kita lihat. Pada saat kita melihatnya, ucapkanlah syukur kepada Tuhan. Jika sudah terbiasa, kita tidak memerlukan post-it lagi.

16) Usahakan mengikuti Misa Kudus, lebih dari sekali seminggu. Persiapkan hati sungguh-sungguh sebelum mengikuti misa, dan pada saat konsekrasi, mohonlah sekali lagi, “Tuhan, bantulah aku mengingat dan mengasihi Engkau.”

17) Sediakanlah waktu untuk bersekutu dengan saudara/saudari seiman, dan mendalami iman Katolik anda.

18) Periksalah batin sebelum tidur. Persembahkan kepada Tuhan, segala yang baik yang kita perbuat hari itu. Dan mohonlah ampun atas kegagalan kita untuk berbuat baik hari itu. Sediakan waktu hening di dalam Tuhan. Contoh doa malam, klik di sini.

19) Jika kita temukan dosa dalam pemeriksaan batin itu, kita secepatnya mengaku dosa dalam Sakramen Tobat, sedapat mungkin pada hari berikutnya, dan mohon agar Tuhan membantu kita agar tidak mengulangi dosa itu lagi.

20) Tutuplah hari dengan senyuman, “Yesus, aku bersyukur, terpujilah Engkau!”

Marilah kita berdoa, agar Tuhan memberikan kepada kita rahmat untuk senantiasa mengingat dan mengasihi-Nya. Mengingat akan Tuhan adalah bagian dari ‘doa’, dan oleh karena keinginan untuk berdoa itu sendiri adalah suatu rahmat (“…for the desire to pray is in itself a gift“), marilah kita bersyukur untuk rahmat ini, dan memohon agar Tuhan memampukan kita untuk menanggapi rahmat tersebut.

4
Tinggalkan pesan

Please Login to comment
4 Comment threads
0 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
4 Comment authors
JimmyOlivia Maidy FransiscaSamuel shancesThomas Veri Vernando Recent comment authors
Jimmy
Guest
Jimmy

Terima kasih.. Semoga ini dapat sy lakukan.. Tulisan yang sangat bagus dan indah…
Menantikan tulisan yang lainnya…
Tuhan memberkati.. :)

Olivia Maidy Fransisca
Guest

Ya Tuhan aku bersyukur karena telah mendapatkan artikel tentang doa ini yg sangat bermanfaat…semoga aku bisa menjadi hamba pendoa yg setia kepada Yesus utk selamanya. Amin.
Thanks Tay’s..

Samuel shances
Guest
Samuel shances

Terimakasih Tuhan,Engkau telah Menggerkkan hati,bgi org2,tuk membagikan tata cara tuk lebih mengenali Engkau,dengan ucapan syukur dan doa,…

Thomas Veri Vernando
Guest
Thomas Veri Vernando

menarik :)

Romo pembimbing: Rm. Prof. DR. B.S. Mardiatmadja SJ. | Bidang Hukum Gereja dan Perkawinan : RD. Dr. D. Gusti Bagus Kusumawanta, Pr. | Bidang Sakramen dan Liturgi: Rm. Dr. Bernardus Boli Ujan, SVD | Bidang OMK: Rm. Yohanes Dwi Harsanto, Pr. | Bidang Keluarga : Rm. Dr. Bernardinus Realino Agung Prihartana, MSF, Maria Brownell, M.T.S. | Pembimbing teologis: Dr. Lawrence Feingold, S.T.D. | Pembimbing bidang Kitab Suci: Dr. David J. Twellman, D.Min.,Th.M.| Bidang Spiritualitas: Romo Alfonsus Widhiwiryawan, SX. STL | Bidang Pelayanan: Romo Felix Supranto, SS.CC |Staf Tetap dan Penulis: Caecilia Triastuti | Bidang Sistematik Teologi & Penanggung jawab: Stefanus Tay, M.T.S dan Ingrid Listiati Tay, M.T.S.
top
@Copyright katolisitas - 2008-2018 All rights reserved. Silakan memakai material yang ada di website ini, tapi harus mencantumkan "www.katolisitas.org", kecuali pemakaian dokumen Gereja. Tidak diperkenankan untuk memperbanyak sebagian atau seluruh tulisan dari website ini untuk kepentingan komersial Katolisitas.org adalah karya kerasulan yang berfokus dalam bidang evangelisasi dan katekese, yang memaparkan ajaran Gereja Katolik berdasarkan Kitab Suci, Tradisi Suci dan Magisterium Gereja. Situs ini dimulai tanggal 31 Mei 2008, pesta Bunda Maria mengunjungi Elizabeth. Semoga situs katolisitas dapat menyampaikan kabar gembira Kristus. 
X