Apakah Yesus lahir tanggal 25 Desember?

Ada banyak orang mempertanyakan, apakah benar Tuhan Yesus Kristus lahir di dunia tanggal 25 Desember? Sejumlah orang kemudian membuat banyak teori, yang seolah-olah ingin menunjukkan bahwa hari raya Natal di tanggal 25 Desember berasal dari kebiasaan kafir. Apakah benar demikian?

Keberatan dan tanggapan tentang perayaan Natal 25 Desember

Berikut ini adalah penjelasan yang kami sarikan dari buku karangan Taylor Marshall, The Eternal City: Rome and Origins of Catholic Christianity, ((Link:  http://taylormarshall.com/2012/12/yes-christ-was-really-born-on-december.html)), [teks dalam kurung adalah tambahan dari Katolisitas]:

Gereja Katolik, setidaknya sejak abad kedua, telah mengklaim bahwa Kristus lahir di tanggal 25 Desember. Meskipun demikian, ada banyak pendapat bahwa Tuhan kita Yesus Kristus tidak lahir pada tanggal itu. Berikut ini adalah tiga macam keberatan yang umum terhadap tanggal tersebut, dan  tanggapan atas masing-masing keberatan itu:

Keberatan 1: Tanggal 25 Desember dipilih untuk mengganti festival pagan Romawi, yang dinamakan Saturnalia. Saturnalia adalah festival musim dingin yang populer, sehingga Gereja Katolik dengan bijak menggantikannya dengan perayaan Natal.

Tanggapan atas Keberatan 1: Saturnalia adalah peringatan winter solstice, yaitu titik terjauh matahari dari garis khatulistiwa bumi. Namun demikian titik winter solstice jatuh pada tanggal 22 Desember. Memang benar bahwa perayaan Saturnalia dapat dimulai sejak tanggal 17 Desember sampai 23 Desember. Tetapi dari tanggalnya sendiri, tidak cocok [tidak ada kaitannya dengan tanggal 25 Desember].

Keberatan 2: Tanggal 25 Desember dipilih untuk menggantikan hari libur Romawi, Natalis Solis Invicti, yang artinya, “Kelahiran dari Matahari yang tak Terkalahkan” [atau dikenal sebagai kelahiran dewa matahari]

Tanggapan atas Keberatan 2: Pertama-tama, mari memeriksa kultus Matahari yang tak Terkalahkan. Kaisar Aurelian memperkenalkan kultus Sol Invictus atau Matahari yang tak Terkalahkan di Roma tahun 274. Aurelian mendirikan pergerakan politik dengan kultus ini, sebab namanya sendiri Aurelian, berasal dari kata Latin aurora, yang artinya “matahari terbit”. Uang logam koin masa itu menunjukkan bahwa Kaisar Aurelian menyebut dirinya sendiri sebagai Pontifex Solis atau Pontiff of the Sun (Imam Agung Matahari). Maka Kaisar Aurelian mendirikan kultus matahari itu dan mengidentifikasikan namanya dengan dewa matahari, di akhir abad ke-3.

Yang terpenting, tidak ada bukti historis tentang adanya perayaan Natalis Sol Invictus pada tanggal 25 Desember, sebelum tahun 354. Dalam sebuah manuskrip yang penting di tahun 354, terdapat tulisan bahwa tanggal 25 Desember tertulis, “N INVICTI CM XXX.” Di sini N berarti “nativity/ kelahiran”. INVICTI artinya “Unconquered/ yang tak terkalahkan”. CM artinya, “circenses missus/ games ordered/ permainan yang ditentukan/ diperintahkan.” Angka Romawi XXX sama dengan tiga puluh. Maka tulisan tersebut artinya ialah 30 permainan yang ditentukan untuk kelahiran Yang tak terkalahkan, pada tanggal 25 Desember. Perhatikan bahwa di sini kata “matahari” tidak disebutkan. [Maka bagaimana dapat dipastikan bahwa itu mengacu kepada dewa matahari?].  Selanjutnya, naskah kuno tersebut juga menyebutkan, “natus Christus in Betleem Iudeae/ kelahiran Kristus di Betlehem, Yudea” di tanggal 25 Desember itu. ((The Chronography of AD 354. Part 12: Commemorations of the Martyrs.  MGH Chronica Minora I (1892), pp. 71-2.))

Tanggal 25 Desember baru menjadi hari “Kelahiran Matahari yang tak terkalahkan” sejak pemerintahan  kaisar Julian yang murtad. Kaisar Julian pernah menjadi Kristen, tetapi telah murtad dan kembali ke paganisme Romawi. Sejarah menyatakan bahwa Kaisar Julian itulah yang menentukan hari libur pagan tanggal 25 Desember… Ini menyatakan apa?

Fakta-fakta ini menunjukkan bahwa “Matahari yang tak terkalahkan” bukanlah dewa yang popular di kekaisaran Romawi [sebab sebenarnya bukan dewa, tetapi suatu karakter yang dihubungkan dengan kaisar tertentu.] …Lagi pula, tradisi perayaan pada tanggal 25 Desember tidak ada dalam kalender Romawi sampai setelah Roma menjadi negara Kristen. Kelahiran Sang Matahari yang Tak Terkalahkan adalah sesuatu yang jarang dikenal dan tidak popular. Perayaan Saturnalia yang disebut di atas lebih popular … Sepertinya, lebih mungkin bahwa Kaisar Julian yang murtad itulah yang berusaha untuk memasukkan hari libur pagan, untuk menggantikan perayaan Kristen.

[Tambahan dari Katolisitas:

Maka penghubungan tanggal 25 Desember dengan perayaan agama pagan, itu sejujurnya adalah hipotesa. Silakan Anda klik di Wikipedia, bahwa penghormatan kepada dewa Sol Invictus di kerajaan Romawi, itu dimulai tanggal 274 AD. Maka penghormatan umat Kristen kepada Kristus, Sang Terang Dunia (Yoh 9:5), itu sudah ada lebih dulu daripada penghormatan kepada dewa Sol Invictus/ dewa matahari kerajaan Romawi. Nyatanya memang ada sejumlah orang yang menghubungkan peringatan kelahiran Yesus pada tanggal 25 Desember dengan perayaan dewa Sol Invictus itu. Sumber Wikipedia itu sendiri ((Link: https://en.wikipedia.org/wiki/Sol_Invictus#Sol_Invictus_and_Christianity_and_Judaism)) menyatakan bahwa hipotesa ini secara serius layak dipertanyakan. Bukti prasasti di zaman Kaisar Licinius, menuliskan bahwa perayaan dewa Sol itu jatuh tanggal 19 Desember. Prasasti tersebut juga menyebutkan persembahan kepada dewa Sol itu dilakukan di tanggal 18 November. (Wallraff 2001: 174–177). Bukti ini sendiri menunjukkan adanya variasi tanggal perayaan dewa Sol, dan juga bahwa perayaannya tersebut baru marak dilakukan di abad ke-4 dan 5, jauh setelah zaman Kristus dan para Rasul. Dengan demikian, pandangan yang lebih logis adalah bahwa para kaisar itu yang “mengadopsi” perayaan Natal 25 Desember sebagai perayaan dewa matahari-nya mereka, daripada kita umat Kristen yang mengadopsinya dari mereka.]

Keberatan 3: Kristus tidak mungkin lahir di bulan Desember sebab St. Lukas menjabarkan bahwa para gembala menggembalakan domba-domba di padang Betlehem. Gembala tidak menggembalakan pada saat musim dingin. Maka Kristus tidak mungkin lahir di musim dingin.

Tanggapan terhadap Keberatan 3: Palestina bukan Inggris atau Rusia atau Alaska. Betlehem terletak di lintang 31.7 [dari garis khatulistiwa, lebih dekat sedikit ke khatulistiwa daripada kota Dallas, Texas di Amerika, 32.8]. Adalah masih nyaman untuk berada di luar di bulan Desember di Dallas, [maka demikian juga dengan di Betlehem]. Sebab di Italia, yang terletak di garis lintang yang lebih tinggi dari Betlehem, seseorang masih dapat menggembalakan domba di akhir bulan Desember.

Penentuan kelahiran Kristus berdasarkan Kitab Suci

Penentuan kelahiran Kristus berdasarkan Kitab Suci, terdiri dari 2 langkah. Pertama adalah menentukan kelahiran St. Yohanes Pembaptis. Langkah berikutnya adalah menggunakan hari kelahiran Yohanes Pembaptis sebagai kunci untuk menentukan hari kelahiran Kristus. Kita dapat menemukan bahwa Kristus lahir di akhir Desember dengan mengamati kali pertama dari tahun itu, yang disebutkan oleh St. Lukas, St. Zakaria melayani di bait Allah. Ini memberikan kepada kita perkiraan tanggal konsepsi St. Yohanes Pembaptis. Dari sini dengan mengikuti kronologis yang diberikan oleh St. Lukas, kita sampai pada akhir Desember sebagai hari kelahiran Yesus.

St. Lukas mengatakan bahwa Zakaria melayani pada ‘rombongan Abia’ (Luk 1:5). Kitab Suci mencatat adanya 8 rombongan di antara 24 rombongan imamat (Neh 12:17). Setiap rombongan imam melayani satu minggu di bait Allah, dua kali setahun. Rombongan Abia melayani di giliran ke-8 dan ke-32 dalam siklus tahunan. Namun bagaimana siklus dimulai?

Josef Heinrich Friedlieb telah dengan meyakinkan menemukan bahwa rombongan imam pertama, Yoyarib, bertugas sepanjang waktu penghancuran Yerusalem pada hari ke-9 pada bulan Yahudi yang disebut bulan Av. ((Josef Heinrich Friedlieb’s Leben J. Christi des Erlösers. Münster, 1887, p. 312.)) Maka masa rombongan imamat Abia (yaitu masa Zakaria bertugas) melayani adalah minggu kedua bulan Yahudi yang disebut Tishri, yaitu minggu yang bertepatan dengan the Day of Atonement, hari ke-10. Di kalender kita, the Day of Atonement dapat jatuh di hari apa saja dari tanggal 22 September sampai dengan 8 Oktober.

Dikatakan dalam Injil bahwa Elisabet mengandung ‘beberapa lama kemudian/ after these days‘ setelah masa pelayanan Zakaria (lih. Luk 1:24). Maka konsepsi St. Yohanes Pembaptis dapat terjadi sekitar akhir September, sehingga menempatkan kelahiran St. Yohanes Pembaptis  di akhir Juni, meneguhkan perayaan Gereja Katolik tentang Kelahiran St. Yohanes Pembaptis tanggal 24 Juni.

Buku Protoevangelium of James dari abad ke-2 menggambarkan St. Zakaria sebagai imam besar dan memasuki tempat maha kudus…. dan ini mengasosiasikan dia dengan the Day of Atonement, yang jatuh di tanggal 10 bulan Tishri (kira-kira akhir September). Segera setelah menerima pesan dari malaikat Gabriel, Zakaria dan Elizabet mengandung Yohanes Pembaptis. Perhitungan empat puluh minggu setelahnya, menempatkan kelahiran Yohanes Pembaptis di akhir Juni, meneguhkan perayaan Gereja Katolik tentang Kelahiran St. Yohanes Pembaptis tanggal 24 Juni.

Selanjutnya… dikatakan bahwa sesaat setelah Perawan Maria mengandung Kristus, ia pergi untuk mengunjungi Elisabet yang sedang mengandung di bulan yang ke-6. Artinya umur Yohanes Pembaptis 6 bulan lebih tua daripada Yesus Kristus (lih. Luk 1:24-27, 36). Jika 6 bulan ditambahkan kepada 24 Juni maka diperoleh 24-25 Desember sebagai hari kelahiran Kristus. Jika tanggal 25 Desember dikurangi 9 bulan, diperoleh hari peringatan Kabar Gembira (Annunciation) yaitu tanggal 25 Maret… Maka jika Yohanes Pembaptis dikandung segera setelah the Day of Atonement, maka tepatlah penanggalan Gereja Katolik, yaitu bahwa kelahiran Yesus jatuh sekitar tanggal 25 Desember.

Selain itu Tradisi Suci juga meneguhkan tanggal 25 Desember sebagai hari kelahiran Tuhan Yesus. Sumber dari Tradisi tersebut adalah kesaksian Bunda Maria sendiri. Sebagai ibu tentu ia mengetahui dengan rinci tentang kelahiran anaknya [dan ini yang diteruskan oleh para rasul dan para penerus mereka]. Bunda Maria pasti mengingat secara detail kelahiran Yesus ini yang begitu istimewa, yang dikandung tidak dari benih laki-laki, yang kelahirannya diwartakan oleh para malaikat, lahir secara mukjizat dan dikunjungi oleh para majus.

Sebagaimana umum bahwa orang bertanya kepada orangtua yang membawa bayi akan umur bayinya, demikian juga orang saat itu akan bertanya, “berapa umur anakmu?” kepada Bunda Maria. Maka tanggal kelahiran Yesus 25 Desember (24 Desember tengah malam), akan sudah diketahui sejak abad pertama. Para Rasul pasti akan sudah menanyakan tentang hal ini dan baik St. Matius dan Lukas mencatatnya bagi kita. Singkatnya, adalah sesuatu yang masuk akal jika para jemaat perdana telah mengetahui dan merayakan kelahiran Yesus, dengan mengambil sumber keterangan dari ibu-Nya.

Kesaksian berikutnya adalah dari para Bapa Gereja abad-abad awal (abad 1 sampai awal abad 4) di masa sebelum pertobatan Kaisar Konstantin dan kerajaan Romawi. Para Bapa Gereja tersebut telah mengklaim tanggal 25 Desember sebagai hari kelahiran Kristus.

Catatan yang paling awal tentang hal ini adalah dari Paus Telesphorus (yang menjadi Paus dari tahun 126-137), yang menentukan tradisi Misa Tengah malam pada Malam Natal… Kita juga membaca perkataan Teofilus (115-181) seorang Uskup Kaisarea di Palestina: “Kita harus merayakan kelahiran Tuhan kita pada hari di mana tanggal 25 Desember harus terjadi.” ((Magdeburgenses, Cent. 2. c. 6. Hospinian, De origine Festorum Christianorum.))

Tak lama kemudian di abad kedua, St. Hippolytus (170-240) menulis demikian: “Kedatangan pertama Tuhan kita di dalam daging terjadi ketika Ia dilahirkan di Betlehem, di tanggal 25 Desember, pada hari Rabu, ketika Kaisar Agustus memimpin di tahun ke-42, …. Ia [Kristus] menderita di umur tiga puluh tiga, tanggal 25 Maret, hari Jumat, di tahun ke-18 Kaisar Tiberius, ketika Rufus dan Roubellion menjadi konsul. ((St. Hippolytus of Rome, Commentary on Daniel.))

Dengan demikian tanggal 25 Maret menjadi signifikan, karena menandai hari kematian Kristus (25 Maret sesuai dengan bulan Ibrani Nisan 14- tanggal penyaliban Yesus. Kristus, sebagai manusia sempurna- dipercaya mengalami konsepsi dan kematian pada hari yang sama, yaitu tanggal 25 Maret…Maka tanggal 25 Maret dianggap istimewa dalam tradisi awal Kristiani. 25 Maret ditambah 9 bulan, membawa kita kepada tanggal 25 Desember, yaitu kelahiran Kristus di Betlehem.

St. Agustinus meneguhkan tradisi 25 Maret sebagai konsepsi Sang Mesias dan 25 Desember sebagai hari kelahiran-Nya: “Sebab Kristus dipercaya telah dikandung di tanggal 25 Maret, di hari yang sama saat Ia menderita; sehingga rahim Sang Perawan yang di dalamnya Ia dikandung, di mana tak seorang lain pun dikandung, sesuai dengan kubur baru itu di mana Ia dikubur, di mana tak seorang pun pernah dikuburkan di sana, baik sebelumnya maupun sesudahnya. Tetapi Ia telah lahir, menurut tradisi, di tanggal 25 Desember.” ((St. Augustine, De Trinitate, 4, 5.))

Di sekitar tahun 400, St. Agustinus juga telah mencatat bagaimana kaum skismatik Donatist merayakan tanggal 25 Desember sebagai hari kelahiran Kristus, tetapi mereka menolak merayakan Epifani di tanggal 6 Januari, sebab mereka menganggapnya sebagai perayaan baru tanpa dasar dari Tradisi Apostolik. Skisma Donatist berasal dari tahun 311, dan ini mengindikasikan bahwa Gereja Latin telah merayakan hari Natal pada tanggal 25 Desember sebelum tahun 311. Apapun kasusnya, perayaan liturgis kelahiran Kristus telah diperingati di Roma pada tanggal 25 Desember, jauh sebelum Kristianitas dilegalkan dan jauh sebelum pencatatan terawal dari perayaan pagan bagi kelahiran Sang Matahari yang tak Terkalahkan. Untuk alasan ini, adalah masuk akal dan benar untuk menganggap bahwa Kristus benar telah dilahirkan di tanggal 25 Desember, dan wafat dan bangkit di bulan Maret, sekitar tahun 33.

Sedangkan tentang perhitungan tahun kelahiran Yesus, menurut Paus Benediktus XVI dalam bukunya Jesus of Nazareth: The Infancy Narratives, adalah sekitar tahun 7-6 BC. Paus mengutip pandangan seorang astronomer Wina, Ferrari d’ Occhieppo, yang memperkirakan terjadinya konjungsi planet Yupiter dan Saturnus yang terjadi di tahun 7-6 BC (yang menghasilkan cahaya bintang yang terang di Betlehem), yang dipercaya sebagai tahun sesungguhnya kelahiran Tuhan Yesus. ((Pope Benedictus XVI,  Jesus of Nazareth: The Infancy Narratives, kindle version, loc. 1097-1101))

 

19/12/2018

68
Tinggalkan pesan

Please Login to comment
29 Comment threads
39 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
37 Comment authors
yanuarhadapetrusRydwanbasilius parwantokrisna Recent comment authors
sparx
Guest
sparx

Mengenai kelahiran Kristus pada tanggal 25 Desember, ini merupakan dogma yang tidak dapat salah atau sebenarnya Gereja tidak pernah menyatakan bahwa Kristus lahir pada tanggal 25 Desember tetapi hanya merayakannya pada tanggal itu?

Stefanus Tay

Shalom Sparx,

Penentuan tanggal 25 Desember sebagai hari Natal bukanlah dogma, namun tradisi (dengan t kecil). Walaupun ada dasar tanggal 25 sebagai hari kelahiran Kristus, namun tentu saja orang dapat berbeda pendapat. Namun, yang harus dipercayai adalah Kristus, yang sungguh Allah telah datang ke dunia dengan mengambil kodrat manusia. Yang terakhir ini adalah dogma.

Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
stef – katolisitas.org

Sparx
Guest
Sparx

Jadi sebenarnya Gereja tidak pernah menetapkan bahwa Kristus dilahirkan pada tanggal 25 Desember, tetapi hanya merayakan kelahirannya pada tanggal itu, yang didasarkan pada tradisi sejak dahulu?

Stefanus Tay

Shalom Sparx, Menjadi fakta bahwa Kristus lahir dalam sejarah umat manusia, namun fakta ini tidak disertai oleh tanggal kelahiran-Nya yang tertulis di dalam Kitab Suci. Oleh karena itu, di abad-abad awal, banyak para pemikir Gereja yang mencoba menentukan kapan Kristus lahir. Namun, para pemikir tersebut memperoleh kesimpulan berbeda-beda. Beberapa pemikir yang mencoba untuk menghitung tanggal kelahiran Kristus adalah Clement of Alexandria, Hippolytus, dll. Dalam kotbah St. Gregorius dari Nissa tentang St. Basil, disebutkan bahwa mereka telah merayakan Natal tanggal 25 Desember. Yohanes Krisostomus juga merayakan Natal pada tanggal 25 Desember. Diskusi lengkap tentang hal ini dapat dibaca di New Advent… Read more »

borisrowo
Guest
borisrowo

tarsus, kota asal paulus, makanya kadang disebut paulus tarsus, adalah pusat teologi pagan penyembah dewa metehere si mithras berdoanya di gua mithras lahir dri prawan tanpa bapak mati untuk menebus dosa umat manusia hari 3 bangkit menjadi dewa/tuhan saya ga heran ma doktrin katolik tentang ketuhanan yg similiar ma faham pagan tempo dolo ada 16 crita penyaliban tuk menyelamatkan umat manusia sblm jesus, baca aja buku : Kersey Graves -The World’s Sixteen Crucified Saviors same story, same dogma,same doctrine- different era re-branding re-packing same content [Dari Katolisitas: pesan ini digabungkan, karena masih satu topik dan dikirim oleh pengirim yang sama]… Read more »

Ingrid Listiati
Member

Shalom Borisworo, 1. Tentang Tarsus dan dewa Mithras Hal kelahiran Yesus Sang Immanuel dari seorang perawan telah dinubuatkan oleh nabi Yesaya (lih. Yes 7:14), sejak sekitar 700 tahun sebelum Masehi (700 BC). Maka hal itu bukan baru diajarkan di abad pertama oleh Rasul Paulus dari Tarsus, yang konon adalah kota pagan. Saya tidak tahu dari mana Anda mendapatkan sumber yang mengatakan bahwa dewa Mithra itu lahir dari perawan. Silakan Anda mencari di google, yang tampil di sana adalah kisah bahwa Mithra digambarkan lahir dari batu besar. Jadi kisah dewa pagan Yunani (Mithra) itu tidak ada hubungannya dengan nubuatan tentang Yesus… Read more »

xellz
Guest
xellz

syalom bu ingrid,, sehubungan dengan kepercayaan terhadap dewa mithras,, saya justru menemukan artikel berikut dari wikipedia (http://id.wikipedia.org/wiki/Mithras): “Mithras adalah sebuah kepercayaan yang memuja Dewa Mitras. Kepercayaan ini berkembang di Persia.[1] Dewa Mithras ini juga dikenal sebagai Dewa Matahari.[2] Kepercayaan ini sudah ditetapkan di Roma sekitar zaman Perjanjian Baru.[2] Ada beberapa kepercayaan dan upacaya keagamaan Mithras yang memiliki kemiripan dan kesamaan dengan agama Kristen.[2] Mitrhas yang dijadikan sebagai dewa memiliki persamaan dengan Yesus Kristus yang telah mengalahkan maut.[2] Dia pun naik ke surga.[2] Demikian juga setelah Mithras mengalahkan lembu jantan dan mengorbankannya, ia pun naik ke surga.[2] Roti, air, dan anggur… Read more »

Ingrid Listiati
Member

Shalom Xells, Sebelumnya, pertanyaan dari Sdr. Borisworo itu adalah menyangkut kota Tarsus (kota Romawi di zaman Rasul Paulus) dan adanya kepercayaan dewa Mithras Romawi di sana. Maka saya mencari di Google dengan kata kunci tersebut, dan sampailah saya kepada situs yang menulis tentang The Roman Cult Mithras (Pemujaan Mithras Romawi). Di sana disebutkan bahwa kultus itu baru muncul di akhir abad ke-1 AD dan berakhir di akhir abad ke-4. Wikipedia sendiri membedakan antara dewa Mitra (menurut Veda), Mithra (menurut kepercayaan Persia), dan Mithra Romawi (kepercayaan bangsa Romawi)- dan mengatakan bahwa perkembangan mitos tentang ketiga dewa itu, berdiri sendiri-sendiri, dan ketiganya… Read more »

xellz
Guest
xellz

syalom bu ingrid, terima kasih atas jawabannya. pertama memang, kalau berbicara soal pengaruh lintas kepercayaan, para ahli pun hanya bisa sampai pada hipotesa,karena pembuktiannya jelas tidak akan mencakup hal-hal yang berkaitan dengan kepercayaan. demikian yang saya tangkap dari wikipedia, juga tidak berbicara soal kepercayan mitras yang mempengaruhi kepercayaan kristen, tetapi hanya dianggap ada pengaruh dari segi budaya. seperti saat para sejarawan mencoba menghubungan hukum-hukum dalam perjanjian lama (imamat) yang berasal dari Musa, memiliki kemiripan dengan produk hukum bangsa lain yang sezaman, misal undang-undang hamurabi (saya pernah membaca ini kalau tidak salah pada pengantar perjanjian lama yang terbit sekitar tahun 1970-an).… Read more »

Ingrid Listiati
Member

Shalom Xells, Pertama-tama, kita perlu memahami bahwa Kristus menghendaki agar Kabar Gembira (Injil) itu diwartakan ke seluruh dunia (lih. Mat 28:19-20), artinya untuk seluruh bangsa. Sebab Allah yang menyatakan diri-Nya di dalam Kristus itu, bukan hanya Allah orang Yahudi, tetapi juga adalah Allah bangsa-bangsa lain (Rom 3:29). Maka, walaupun pertama-tama diwartakan kepada bangsa Yahudi, Injil itu tidak dimaksudkan oleh Allah hanya untuk orang Yahudi saja. Itulah sebabnya Kristus datang untuk menggenapi dan menyempurnakan hukum Taurat Musa, agar keselamatan dapat disampaikan kepada seluruh bangsa umat manusia. Nah iman yang sedemikian, juga nyata dalam perayaan iman/ perayaan liturgis Gereja. Maka perayaan iman… Read more »

Maximillian Reinhart
Guest
Maximillian Reinhart

Stef dan Ingrid terkasih.

mohon bantuan untuk membaca catatan ini, saya sedang menyusun apologianya…

Terima kasih.

Salam Kasih.
Maximillian.

https://www.facebook.com/notes/mimi-syifa/benarkah-yesus-lahir-pada-tanggal-25-desember/504111419621334

Ingrid Listiati
Member

Shalom Maximilian Reinhart, Tentang Asal Usul Perayaan Natal, sudah kami ulas di artikel di atas, silakan klik. Memang ada sejumlah orang yang beranggapan bahwa perayaan Natal asalnya dari perayaan dewa matahari oleh kaum pagan, sehingga mereka menolak perayaan Natal. Namun Gereja Katolik (dan gereja-gereja lain pada umumnya) tentu tidak menghubungkan perayaaan Natal dengan dewa matahari, namun dengan kelahiran Kristus, yang menurut tradisi Katolik, memang jatuh di sekitar tanggal 25 Desember. Menurut St. Yohanes Krisostomus, Natal (kelahiran Kristus)  jatuh pada tanggal 25 Desember, atas dasar perhitungan kelahiran Yohanes Pembaptis. Karena Zakaria, ayah Yohanes Pembaptis, adalah imam agung yang memimpin ibadah pada… Read more »

yusup sumarno
Guest
yusup sumarno

Dear Katolisitas, meski saat ini masa prapaska, tidak salah saya tanya soal merrychristmas. Saya tidak mau bertanya asal usul perayaan natal, namun lebih menukik ke asal usul dan arti ucapan merrychristmas itu sendiri. Apakah arti sesungguhnya merrychristmas itu? apakah ada hubungannya dengan Mary (Maria)? apakah ada hubungannya dengan misa Kristus (Cristmass)? ini sangat penting bagi saya karena selama ini saya hanya ikut ikutan mengucapkan kata itu tanpa tahu arti sesungguhnya dan asal usul kata itu dari mana/bagaimana? terima kasih [dari Katolisitas: Christmas, berasal dari kata Christ’s Mass (the Mass of Christ), atau Misa-nya Kristus, yaitu perayaan Misa, secara khusus untuk… Read more »

jasonss
Guest
jasonss

Syalom Saya cuman ingin bilang kepada anda, Kolose 2:8 Hati-hatilah supaya jangan ada yang menawan kamu dengan filsafatnya yang kosong dan palsu menurut ajaran turun-temurun dan roh-roh dunia tetapi tidak menurut Kristus. Natal diajarkan di Alkitab? Trinitas diajarkan dialkitab? Semuanya itu palsu saya disini hanya “KRISTEN” Bukan pengikut ajaran Roma,semuanya itu menyimpang,tidak ada di Alkitab, Galatia 1:6-9 1:6 Aku heran, bahwa kamu begitu lekas berbalik dari pada Dia, yang oleh kasih karunia Kristus telah memanggil kamu, dan mengikuti suatu injil lain 1:7 yang sebenarnya bukan Injil. Hanya ada orang yang mengacaukan kamu dan yang bermaksud untuk memutarbalikkan Injil Kristus. 1:8… Read more »

Stefanus Tay

Shalom Jasonss,

Menurut saya, hanya mengutip ayat-ayat Kitab Suci untuk menuduh bahwa orang lain sesat tidak akan membawa kita pada dialog yang baik. Akan lebih baik kalau memang Anda tidak setuju terhadap tulisan di katolisitas, maka silakan memberikan argumentasi yang baik, sehingga kita dapat berdialog sebagaimana layaknya umat beriman berdialog – hormat dan lemah lembut (lih. 1Pet 3:15) namun tanpa mengaburkan kebenaran. Jadi, daripada mengutuk, mari kita berdialog dengan baik. Semoga hal ini dapat diterima.

Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
stef – katolisitas.org

riswan
Guest
riswan

Salam Pa steve, Saya hanya mau ksi komentar,apa yg di tulis oleh jasonss bukanlah menuduh apa lagi mengutuk, itulah gunanya Firman Tuhan. Natal ini bukan cara kekristenan natal lebih menonjolkan st clause, hura2, di setiap negara mana pun di dunia baik orang2 yang percaya Yesus dan tdk percaya Yesus merayakan natal, kapan Yesus merayakan ulang tahunNya dalam Alkitab?mudah2an byk org akan disadarkan akan bohongnya natal. [dari katolisitas: Sebenarnya menuduh tanpa adanya argumentasi yang kuat, tidak akan menjadi diskusi yang baik. Kalau Anda mau membaca tentang tradisi natal dan masa Adven dalam Gereja Katolik, maka Anda akan melihat bahwa ini adalah… Read more »

riswan
Guest
riswan

salam, benarkah demikian tradisi natal membawa kita kepada pesiapan spiritual?? apa yg sudah saya baca itu semua masi meraba2 masi tdk pasti bahwa Yesus lahir tgl 25 Desember tetapi GK menentukan demi kepstian kapan Yesus lahir di tetapkanlah tgl 25 desember dan saya melihat di artikel GK berkompromi dengan orang2 penyembah berhala dengan alasan pengenalan kektristenan?? ini yang namanya maunya agama bukan iman. pa stef mengatakan apakah YESUS menolak di rayakan natal? saya mau jawab dengan iman saya (bkn karena agama) Dia tdk mau dirayakan karena kelahirannya yg Yesus mau kita mengingat kematianNya dan merayakan kemenangan atas dosa maut. kapan… Read more »

Stefanus Tay

Shalom Riswan, Sebenarnya dalam diskusi ini Anda memakai standar ganda. Di satu sisi, Anda ingin menekankan bahwa Gereja Katolik tidak boleh merayakan Natal karena tidak tercantum di Kitab Suci. Di satu sisi, ketika saya bertanya apakah Yesus menolak untuk dirayakan hari kelahirannya, maka Anda menjawab bahwa iman Anda mengatakan bahwa Yesus menolak dirayakan hari kelahiran-Nya dan hanya mau diingat kematian-Nya. Artinya Anda juga tidak akan menemukan di Kitab Suci, bahwa Yesus menolak untuk dirayakan hari kelahiran-Nya. Gereja Katolik ingin mengenang Kristus secara menyeluruh, sehingga Gereja Katolik mengenang dan merenungkan kedatangan-Nya dengan merayakan Natal dan merenungkan misteri Paskah dengan merayakan Paskah.… Read more »

yusup sumarno
Guest
yusup sumarno

isi komentar mencerminkan kepribadian penulis.
Jika ada yang mengatakan “berdosalah kalian…”, menurut saya itu suatu bentuk “kesombongan”. mengapa? karena hanya Allah yang berkuasa menghakimi orang sebagai berdosa atau tidak berdosa.
Kita semua (termasuk saya) adalah manusia berdosa.
“Jika di antara kalian ada yang tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melempari batu perempuan itu”, kataNya.

xellz
Guest
xellz

syalom saya rasa menganggap bahwa apa yang tidak diajarkan dalam alkitab adalah salah/sesat/palsu justru tidak benar. kecuali jika apa yang diajarkan trsebut tidak sesuai dengan ajaran alkitab/kitab suci. sebagai manusia yang menghormati figur tertentu, saya rasa tidak menjadi masalah jika melakukan peringatan/perayaan atas apa yang dihormatinya tsb. Kita manusia yang diberi akal dan pikiran, tidak melulu harus diperintah (seperti kerbau), apalagi jika selain akal dan pikiran juga ada roh kudus yang mambimbing manusia. jika orang katolik menatapkan tgl 25 desember sebagai natal kristus juga tidak salah. Justru malah salah jika agama katolik membebaskan umatnya untuk memilih hari yang disukainya sebagai… Read more »

Putra
Guest
Putra

Dear Admin katolisitas.org

saya mau tanya…

Benerkah Paud Benediktus menyatakan kalau hari natal bukan jatuh pada tanggal 25 Desember, pada buku terbarunya yang berjudul “The Telegraph”

Ingrid Listiati
Member

Shalom Putra, Buku Paus Benediktus XVI yang mengulas tentang seputar kelahiran Tuhan Yesus berjudul, “Jesus of Nazareth: The Infancy Narrative“, dan bukan the Telegraph. The Telegraph itu hanya nama sebuah media yang mengulas apa yang disampaikan oleh Paus Benediktus dalam bukunya itu. Dalam bukunya tersebut, Paus Benediktus mengatakan bahwa terdapat miskalkulasi titik tolak penghitungan kalender yang diambil sebagai tahun kelahiran Yesus yang dilakukan oleh Dionysius Exiguus di tahun 550. Sebab secara historis, kelahiran Yesus terjadi beberapa tahun sebelumnya, yaitu sekitar tahun 7-6 sebelum Masehi, beberapa tahun sebelum kematian raja Herodes (4 SM). Jadi yang dibahas oleh Paus di sini adalah… Read more »

hermawan
Guest
hermawan

Klo menghitung Tahun saja sudah salah, apalagi menentukan hari, tanggal dan bulannya pasti jauh lebih meleset lagi. Itulah agama yang didasarkan pada prasangka bukan pada dasar keimanan.
Yaa ahlal kitab ta’alaw ila kalimatin sawa’ baynana wa baynahum alla na’buda illALLah….Ali-Imraan:64
Wahai saudaraku ahli kitab marilah kita kembali pada kalimat yang satu (tauhid) diantara kita dan kalian tidak ada persembahan selain kepada Allah SWT….

Stefanus Tay

Shalom Hermawan, Kitab Suci tidak pernah menyebutkan hari, tanggal, bulan dan tahun kelahiran Yesus Kristus secara persis, namun hanya memberikan indikasi akan kedatangan Kristus. Dengan indikasi ini, maka Kitab Suci mencatat bahwa Kristus, sungguh datang di dunia ini, seperti yang juga tercatat oleh ahli sejarah Yahudi, yaitu Josephus. Yang mencoba menentukan tahun kelahiran Kristus adalah Dionysius Exiguus di tahun 550. Kalaupun ada kesalahan tentang hal ini, maka hal ini tidak mengubah satu hal: Yesus Kristus sungguh datang di dalam sejarah manusia untuk menebus dosa manusia, sehingga barang siapa percaya kepada-Nya akan mendapatkan kehidupan kekal. Dialah yang akan mengadili orang hidup… Read more »

windakar
Guest
windakar

Mana dalilnya Yesus lahir pada tanggal 25 Desember dan perintah merayakannya!! Sejarah Natal Chritmas diartikan sebagai hari kelahiran Yesus, yang dirayakan oleh hampir semua orang Kristen didunia, berasal dari ajaran Gereja Katolik Roma. Padahal ajaran tersebut tidak terdapat dalam Alkitab dan Yesus-pun tidak pernah memerintahkan kepada murid-muridnya untuk menyelenggarakannya. Perayaan yang masuk kedalam ajaran Gereja Katolik Roma pada abad ke empat ini, berasal dari upacara adat masyarakat penyembah berhala. Perayaan Natal yang diselenggarakan diseluruh dunia ini samasekali tidak mempunyai dasar dari Alkitab. Menurut penjelasan di dalam Catholic Encyclopedia edisi 1911, yang berjudul “Christmas”, ditemukan kata-kata yang berbunyi sebagai berikut :… Read more »

Linda Maria
Guest
Linda Maria

Salam saudara, Dalam kata yang singkat, Yesus Kristus itu TUHAN yang mahapengasih dan penyayang dan Dia membuktikannya dengan MENEBUS dan MENGAMPUNI DOSA DOSA manusia di kayu salib. Jadi apa masalah anda kaum muslim? Saya sangat gembira bahkan bersukacita kerana Allah membuktikan kasih dan sayangnya kepada saya seorang pendosa dengan MENEBUS dan MENGAMPUNI dosa saya. Apakah anda semua cemburu dengan itu? Saya sebagai orang Kristen apalagi Katolik tidak pernah mau menjelek jelekan agama Islam kerana bagi saya Allah yang ada dalam Kekeristenan ini sudah membuktikan kasih sayangnya kepada saya lewat PENEBUSAN dan PENGAMPUNAN DOSA dan itu adalah sempurna bagi saya dan… Read more »

agustinus dw
Guest
agustinus dw

mohon maaf, ingin bertanya, ada beberapa pertanyaan : 1. sebagai orang Katolik, diajarkan untuk mencontoh kehidupan para martir dan para kudus, salah satunya adalah Keluarga Kudus Nasaret, yang menjadi pertanyaan : agama/keimanan apa yang dianut Maria dan Yusuf sebagai orang tua Yesus ? apakah mereka mengimani trinitas, atau ke-esa-an Allah ? 2. sebagai bagian tradisi, hari lahir yesus diperingati 25 des, yang berdasar sejarahnya, adalah hasil inkulturasi agama kristen ke eropa (sebagian besar menyembah matahari), yg sebelum agama kristen masuk tgl itu diperingati sebagai tgl kelahiran dewa matahari (secara keilmuan, matahari berada di garis balik belahan selatan bumi tgl 22/23… Read more »

Ingrid Listiati
Member

Shalom Agustinus, 1. Tentang iman Bunda Maria dan St. Yusuf Bunda Maria adalah orang pertama yang mengimani rencana Allah Bapa, yang atas kuasa Roh Kudus akan mengutus Putera-Nya ke dunia. Kata malaikat itu kepadanya: Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus. Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi….. dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan.” (Luk 1:30-33) “Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan… Read more »

irene
Guest
irene

mohon ijin bapak stefanus untuk copy penjelasannyanya ttg hari NATAL..

terima kasih..

[Dari Katolisitas: Silakan digunakan, asalkan bukan untuk kepentingan komersial, dan silakan pula menuliskan sumbernya, yaitu dari situs katolisitas.org/ http://www.katolisitas.org ]

fonny (sabah,Malaysia)
Guest
fonny (sabah,Malaysia)

Shalom, Bu saya mahu penerangan jelas mengenai kelahiran YESUS..Baru-baru ini saya menjumpai artikel milik seseorg yg mengulas pasal CHRISTMAS..dimana dia mengatakan CHRISTMAS itu sebenarnya bukan menyambut kelahiran Yesus, 25DEC.dia juga menafikan bahawa yesus bukan lahir 25DEC.dia juga mengaitkan petikan bible mengenai saat Yesus Dilahirkan. ini ulasannya: (“Sungguh sangat mustahil jika Jesus dilahirkan pada musim sejuk (Di wilayah Yudea, setiap bulan Disember adalah musim hujan dan suhunya sangat sejuk). Injil Lukas 2:11 menceritakan suasana di saat kelahiran Jesus: “Di kawasan itu terdapat gembala-gembala yang tinggal di padang menjaga kawanan ternakan mereka pada waktu malam. Tiba-tiba berdirilah seorang malaikat Tuhan berdekatan dengan… Read more »

Ingrid Listiati
Member

Shalom Fonny, St. Yohanes Krisostomus berargumentasi bahwa Natal memang jatuh pada tanggal 25 Desember, dengan perhitungan kelahiran Yohanes Pembaptis. Karena Zakaria adalah iman agung dan hari Atonement jatuh pada tanggal 24 September, maka Yohanes lahir tanggal 24 Juni dan Kristus lahir enam bulan setelahnya, yaitu tanggal 25 Desember. (sumber: New Catholic Encyclopedia, Vol. 3: Can-Col, 2nd ed. (Gale Cengage, 2002), p.655-656.) Nah argumentasi ini lebih kuat dibanding dengan argumentasi iklim, yang dipakai sebagai dasar perkiraan orang- orang yang ingin menolak perayaan Natal di bulan Desember. Tentang argumen mereka ini (yang dikaitkan dengan ayat Kitab Suci yang mengatakan, ‘gembala tinggal di… Read more »

riswan
Guest
riswan

salam, sudah jelas alkitab tidak membicarakan atau memberitahukan tentang kelahiran Yesus apa lagi bicara tentang perayaan ualang tahunnya YESUS tetapi sekarang saya lebih mengerti bahwa gereja katolik mencari2 bukti dan sejarah kapan lahirnya Yesus dan ternyata memang benar Natal itu buatan gereja katolik, tak bisa disangkal lagi. [dari katolisitas: Alkitab mencatat dengan jelas bahwa Yesus dilahirkan oleh Perawan Maria. Yang tidak dicatat adalah tanggal lahirnya. Hal ini tidak menjadi masalah, karena kalau kita juga merayakan ulang tahun saudara dan teman kita, maka menjadi hal yang lebih penting untuk merayakan ulang tahun Yesus Kristus, sebagai tanda syukur atas kasih Allah yang… Read more »

Cyprian
Guest
Cyprian

Shalom Saudara Stef bagaimana menjawab jika ada saudara non Katolik bertanya begini..” cari dalam Al-Kitab, dari manakah asalnya perayaan hari Natal?… [Dari Katolisitas: Pertama-tama, silakan Anda membaca artikel di atas, silakan klik. Selanjutnya, mari kita pahami bahwa Kitab Suci tidak menuliskan segala sesuatunya tentang Kristus. Tentang kapan tepatnya tanggal hari kelahiran Kristus memang tidak disebutkan dalam Kitab Suci, namun para ahli dapat memperkirakannya, sebagaimana dikatakan oleh St. Yohanes Krisostomus. Setelah diketahui tanggalnya, memang pertanyaannya adalah: maukah kita merayakan hari istimewa tersebut? Jika seseorang memutuskan untuk tidak mau merayakan hari kelahiran Kristus, itu adalah keputusannya sendiri. Namun jika Gereja Katolik merayakannya… Read more »

keyfas
Guest
keyfas

bole bertanya… saya habis baca link http://edwardgustaf.blogspot.com/2011/12/natal-menurut-herbert-w-amstrong.html?utm_source=BP_recent.. mungkin barangkali boleh menjelaskan, karena saya sebagai katholik pun baru tahu itu.. trimakasih sebelumnya,,

[dari katolisitas: silakan melihat jawawban di atas – silakan klik]

Brian
Guest
Brian

Syalom Katolisitas.org!
Berkaitan dengan natal, saya mau tanya nih. Sering saya mendengar kalau natal itu dikaitkan dengan inkarnasi. Kita tahu bahwa INKARNASI ITU ADALAH ALLAH YANG MENJADI MANUSIA. Nah, saya pernah mendengar penyataan kurang lebih begini SANTO AGUSTINUS BERKATA BAHWA DALAM PERISTIWA INKARNASI ITU ALLAH MENJADI MANUSIA AGAR MANUSIA MENJADI ALLAH.
Pertanyaan saya, benarkah pernyataan itu berasal dari St Agustinus?
Tolong jawaban saya dikirim juga ke alamat email saya.

Terima kasih!!!!

Stefanus Tay

Shalom Brian, Terima kasih atas pertanyannya tentang Inkarnasi. Beberapa Bapa Gereja mengatakan bahwa Allah menjadi manusia, sehingga manusia dapat diilahikan atau menjadi Allah. St. Athanasius menuliskan “God became man so that man might become a god.” (cf. St. Athanasius, De Incarnatione or On the Incarnation 54:3, PG 25:192B”). St. Thomas juga mengutip St. Agustinus menuliskan “the full participation of the Divinity, which is the true bliss of man and end of human life; and this is bestowed upon us by Christ’s humanity; for Augustine says in a sermon (xiii de Temp): ‘God was made man, that man might be made… Read more »

brian
Guest
brian

Terima kasih atas jawaban sekalian informasinya. Membaca jawaban ini saya menjadi kagum dengan Allah orang katolik. Melalui peristiwa inkarnasi, Allah tidak hanya tinggal dalam keilahian-Nya melainkan tampak juga dalam kemanusiawian-Nya. Jadi, Allah orang kristen tidak hanya tampak ilahinya saja melainkan juga tampak kemanusiawiannya.

jason
Guest
jason

apakah kepentingan hari natal bagi umat kristian walaupun hari tersebut tidak disebut dalam bible

Stefanus Tay

Shalom Jason, Terima kasih atas pertanyaannya. Tidak semua hal disebutkan di dalam Alkitab (lih. Yoh 21:25), termasuk kata Inkarnasi, Trinitas, Natal. Jangan lupa juga bahwa Alkitab juga tidak pernah menuliskan larangan untuk merayakan Natal. Satu hal yang pasti bahwa kelahiran Yesus disebutkan di Alkitab. Merayakan misteri Inkarnasi, merayakan Tuhan datang ke dunia dalam rupa manusia, merayakan bukti cinta kasih Allah kepada manusia adalah esensi dari perayaan Natal. Dengan demikian perayaan Natal adalah hal yang sangat baik, karena seluruh umat Allah memperingati belas kasih Allah. Kalau memperingati ulang tahun anak kita adalah hal yang baik – karena mengingatkan akan kasih Allah… Read more »

ANGGARA
Guest

saya seorang muslim, direkomendasikan oleh teman katholik saya untuk mengunjungi situs ini,
dari uraian-uraian yang anda sampaikan di atas, berarti yang membentuk agama katholik sendiri bukanlah Yesus (dalam kepercayaan kami Isa putra maryam)? namun agama katholik adalah hasil susunan orang-orang setelahnya baik dalam hal :
1.aqidah (konsep trinitas dan lain sebagainya)
2. syari’at (tata cara peribadatan)
3. ma’rifat (proses pengenalan tentang hakekat tuhan itu sendiri)
dan lain sebagainya? alias banyak sekali kelonggaran di dalam agama katholik sehingga mampu menurunkan ajaran-ajaran baru (alias boleh berinovasi dalam permasalahan agama) yang dikatakan dengan dosa bidaat (di kami dikenal istilah bid’ah)? mohon penjelasannya…..terima kasih

Ingrid Listiati
Member

Shalom Anggara, Terima kasih, anda sudah datang mengunjungi situs katolisitas. Yesus Kristus memang tidak menuliskan Injil, namun bukan berarti apa yang tertulis dalam Injil bukan berasal daripada-Nya. Keempat kitab Injil dituliskan oleh para Rasul Kristus (yaitu Injil Matius dan Yohanes), dan oleh para pembantu rasul Kristus (Injil Markus yang adalah anak angkat Rasul Petrus dan Lukas yang adalah pembantu Rasul Paulus). Kenyataan bahwa meskipun dituliskan oleh empat orang yang berbeda namun menyampaikan hal yang kurang lebih sama dan saling melengkapi, memberikan kesaksian yang lebih kuat akan adanya campur tangan Allah dalam penulisan Kitab Injil tersebut. Di atas semua itu, iman… Read more »

SONYA
Guest
SONYA

Shalom mbak Ingrid/Mas Stef, Seorang teman saya menanyakan apakah dasar orang katolik merayakan hari NATAL pada tgl. 25 Desember (mengapa tgl 25 Desember) karena tidak ada tertulis dalam kitab suci? Teman saya itu beragama kristen tetapi saya tidak tahu nama gerejanya (Ia beribadah dalam persekutuan doa di rumah-rumah). Saya sempat dua kali mengucapkan selamat hari natal pada beliau melalui SMS tetapi tidak dibalasnya. Dalam satu kesempatan berjumpa dengan beliau mengatakan bahwa ia tidak membalas ucapan selamat NATAL saya oleh karena ia tidak mengakui adanya hari natal. Mohon mbak Ingrid/Mas Stef memberi penerangannya. Terimakasih sebelumnya saya ucapkan atas penerangan2nya. Salam, Sonya… Read more »

Lian
Guest
Lian

syalom,,
mau tanya apakah boleh merayakan hari natal sebelum tanggal 25 Desember atau sesudah lewat masa natal, seperti yg sering dilakukan oleh Sdr2 kt yg protestan???

Ingrid Listiati
Member

Shalom Lian, Sebenarnya, memang dari pemahaman makna Adven, kita tidak dianjurkan untuk merayakan Natal sebelum hari Natal. Maka kalau anda ingin merayakan Natal bersama keluarga, rayakanlah setelah Malam Natal, setelah hari Natal selama dalm 8 hari (Oktaf Natal). Gereja Katolik memang merayakan Natal dari sejak Malam Natal, sampai hari Epifani (Minggu Pertama setelah Oktaf Natal) dan bahkan gereja-gereja memasang dekorasi Natal sampai perayaan Pembaptisan Yesus oleh Yohanes Pembaptis, (hari Minggu setelah tanggal 6 Januari). Memang, dalam kenyataannya, misalnya, kita melihat perayaan Natal diadakan misalnya di kantor tempat kita bekerja, yang diadakan sebelum tanggal 25 Desember. Dengan mempertimbangkan semangat ekumene, maka… Read more »

justin syuhada
Guest
justin syuhada

Salam damai sejahtera dalam nama Kristus, kepada pak stefanus, Menurut saya kita boleh saja merayakan natal supaya umat beriman mengingat akan kelahiran Yesus Kristus, mengenai tanggal kapan Yesus lahir ke dunia tidak ada yang tahu kecuali tentu saja keluarga kudus di nasaret ( St. Yosef dan Bunda Maria ), jadi tidak jadi maalah kapan kita merayakan kelahiran Tuhan, contoh gereja roma merayakan tgl 25 des sedangkan gereja2 timur merayakan tanggal 6 januari. Saya pikir bukan kapan tanggal yang tepat untuk merayakan natal tetapi pemahaman yang tepat akan arti natal adalah lebih penting yaitu merayakan inkarnasi sang sabda yang menjadi manusia… Read more »

Stefanus Tay

Shalom Justin, Terima kasih atas tanggapannya tentang perayaan Natal. Secara prinsip memang benar, bahwa tidak ada di Alkitab yang mengatakan bahwa kita harus merayakan natal. Namun, prinsip bahwa kita harus mensyukuri akan kedatangan Kristus tentu saja banyak disebutkan di Alkitab. Kalau kita, sebagai manusia sering merayakan hari ulang tahun saudara, keluarga maupun teman, mengapa kita tidak merayakan ulang tahun Yesus Kristus? Kalau kita tahu hari ulang tahun saudara, keluarga dan teman, sebaliknya kita tidak tahu secara persis tanggal kelahiran Yesus, walaupun ada beberapa teori yang menjelaskan tentang hal ini. Oleh karena itu, adalah baik untuk mempunyai tanggal dan hari yang… Read more »

brian
Guest
brian

Saya setuju soal perayaan natal bukan terletak pada tanggalnya melainkan pada pemahamannya. Namun kita harus mengikuti kebijakan Bapa Gereja kita. Mereka sudah menetapkan tanggal 25 Desember dan menyongsong tanggal itu umat dipersiapkan hati dan dirinya untuk memahami perayaan natal itu. Itulah masa adven.

Banyak orang yang berpikiran seperti sdr Justin (tanggal tidak penting, pemahaman penting) lalu membuat acara natalnya suka-suka. Karena itu, di daerah saya sering kali terjadi masih tanggal belasan sudah ada acara natalan bersama. Untuk Gereja Katolik bersikap tegas agar umatnya tidak terlibat demi mengadakan persiapan.

kusno
Guest
kusno

Matius 7 7:21 Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. oke, terima kasih atas jawabannya. Namun ada hal-hal yang hendak saya pertanyakan disini: 1. Dalam ayat Matius diatas jelas sekali bahwa yang masuk surga adalah orang yang melakukan kehendak Tuhan. ” menurut anda apakah [b]”kehendak Tuhan”[/b] dalam ayat diatas mengandung nilai perintah peribadatan?” 2. Kalau anda jawab [b]’ya'[/b], maka dalam hal peribadatan itu bersifat mutlak harus diikuti? kalau anda jawab [b]”tidak”[/b] apakah argumen anda tentang hal tersebut? 3. Jadi sesuai dengan yang anda sampaikan… Read more »

Stefanus Tay

Shalom Kusno, Terima kasih atas pertanyaannya. Kalau Kusno ingin mengetahui konsep keselamatan menurut Gereja Katolik, maka Kusno harus melihat apa yang dikatakan oleh Alkitab secara keseluruhan, dan bukan satu ayat, seperti Mt 7:21 yaitu "Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga." Karena di dalam Alkitab, juga dikatakan pentingnya iman dalam proses keselamatan, seperti "Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah" (Ibr 11:6), dan juga baptisan sebagai sarana keselamatan karena Alkitab mengatakan "Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak… Read more »

KUSNO
Guest
KUSNO

Kepada Bpk stefanus Umat Kristen beranggapan bahwa Yesus dilahirkan pada tahun I, karena penanggalan Masehi yang dirancang oleh Dionysius justru dibuat dan disesuaikan dengan tahun kelahiran Yesus. Namun Injil Lukas 2:1 menyatakan Yesus lahir dalam masa pemerintahan Kaisar Agustus, jadi antara tahun 27 Sebelum Masehi – 14 Sesudah Masehi.** Sedangkan Matius 2:1 menyatakan Yesus lahir dalam masa pemerintahan raja Herodes Agung: tahun 37 Sebelum Masehi – 4 sesudah Masehi. Ternyata antara pemahaman yang beredar di kalangan umat Kristen tentang kelahiran Yesus dengan berita yang disampaikan oleh Injil, Lukas maupun Matius, tidaklah menunjukkan suatu kepastian, sehingga ilmuwan-ilmuwan mereka ada yang menyatakan… Read more »

Stefanus Tay

Shalom Kusno, Terima kasih atas pertanyaannya tentang tahun kelahiran Yesus Kristus. Saya pernah menjawab pertanyaan serupa di sini (silakan klik). Secara prinsip, Dionysius Exiguus, orang yang pertama kali memperkenalkan AD (Anno Domini / the year of hte Lord) membuat kesalahan dalam perhitungan. Jadi, memang benar, bahwa Yesus diperkirakan lahir sekita tahun 3BC – 5BC. Dan mengapa kita merayakan natal tanggal 25 Desember, silakan melihat jawaban ini (silakan klik). Lebih lanjut Kusno mengatakan “LALU JIKA ANDA BERPENDAPAT BOLEH MERAYAKAN HARI NATAL YANG TIDAK ADA KETERANGANYNYA SAMA SEKALI DI BIBLE BERARTI ANDA TELAH MELAKUKAN BIDAAT DAN MEMBAWA SESUATU YANG TIDAK PERNAH DIAJARKAN… Read more »

Romo pembimbing: Rm. Prof. DR. B.S. Mardiatmadja SJ. | Bidang Hukum Gereja dan Perkawinan : RD. Dr. D. Gusti Bagus Kusumawanta, Pr. | Bidang Sakramen dan Liturgi: Rm. Dr. Bernardus Boli Ujan, SVD | Bidang OMK: Rm. Yohanes Dwi Harsanto, Pr. | Bidang Keluarga : Rm. Dr. Bernardinus Realino Agung Prihartana, MSF, Maria Brownell, M.T.S. | Pembimbing teologis: Dr. Lawrence Feingold, S.T.D. | Pembimbing bidang Kitab Suci: Dr. David J. Twellman, D.Min.,Th.M.| Bidang Spiritualitas: Romo Alfonsus Widhiwiryawan, SX. STL | Bidang Pelayanan: Romo Felix Supranto, SS.CC |Staf Tetap dan Penulis: Caecilia Triastuti | Bidang Sistematik Teologi & Penanggung jawab: Stefanus Tay, M.T.S dan Ingrid Listiati Tay, M.T.S.
top
@Copyright katolisitas - 2008-2018 All rights reserved. Silakan memakai material yang ada di website ini, tapi harus mencantumkan "www.katolisitas.org", kecuali pemakaian dokumen Gereja. Tidak diperkenankan untuk memperbanyak sebagian atau seluruh tulisan dari website ini untuk kepentingan komersial Katolisitas.org adalah karya kerasulan yang berfokus dalam bidang evangelisasi dan katekese, yang memaparkan ajaran Gereja Katolik berdasarkan Kitab Suci, Tradisi Suci dan Magisterium Gereja. Situs ini dimulai tanggal 31 Mei 2008, pesta Bunda Maria mengunjungi Elizabeth. Semoga situs katolisitas dapat menyampaikan kabar gembira Kristus. 
X