Apakah yang diselamatkan hanya orang Katolik dan yang lainnya pasti masuk neraka?

Salah satu diskusi agama yang terpenting adalah tentang keselamatan. Gereja Katolik mengajarkan prinsip Extra Ecclesiam Nulla Salus (EENS), yaitu, Tidak ada keselamatan di luar Gereja Katolik. Namun, hal ini harus dimengerti dengan benar. Dogma ini bukanlah mengatakan “Yang diselamatkan hanya orang Katolik dan yang lainnya pasti masuk neraka”. Pernyataan ekstrim seperti ini pernah dikatakan oleh seorang Pastor di Amerika yang bernama Fr. Leonard Feeney. Namun kemudian ia mendapat teguran keras dari Vatikan, melalui Uskupnya yaitu Uskup Boston, Richard J. Cushing. Berikut ini silakan melihat link-nya di sini, http://www.ewtn.com/library/CURIA/CDFFEENY.HTM, tentang pernyataan dari Vatikan (dari Kongregasi Kepausan) untuk meluruskan pengertian yang salah tersebut.

Bapa Paus Pius XII memang, mengulangi pengajaran yang telah berakar dari para Bapa Gereja, yaitu sejak jaman St. Cyprian dan St. Agustinus. (Lihat De Bapt. IV, 17, 24) di abad ke 4 dan ke 5 mengajarkan bahwa tidak ada keselamatan di luar Gereja Katolik. Namun ajaran ini harus dimengerti berdasarkan interpretasi Gereja Katolik yang mengeluarkannya, dan bukan untuk di-interpretasikan secara pribadi. Nah, menurut pernyataan Gereja Katolik, seperti yang dituliskan dalam link di atas, maksudnya adalah demikian:

1. Tuhan Yesus memerintahkan kepada para rasul untuk membaptis dan mengajar semua bangsa segala perintah-Nya (Mat 28:19-20). Segala perintah-Nya di sini adalah termasuk untuk menggabungkan diri melalui Pembaptisan dengan Tubuh Mistik Kristus, yaitu Gereja yang didirikan-Nya di atas Petrus (Mat 16: 18) dan penerusnya, yang melaluinya Kristus memimpin umat-Nya.

2. Maka seperti diajarkan dalam Lumen Gentium 14, “…andaikata ada orang, yang benar-benar tahu, bahwa Gereja Katolik itu didirikan oleh Allah melalui Yesus Kristus sebagai upaya yang perlu, namun tidak mau masuk ke dalamnya atau tetap tinggal di dalamnya, ia tidak dapat diselamatkan.” [Namun tentu untuk parameter ‘benar-benar tahu’ itu hanya Tuhan yang tahu]

3. Maka Tuhan Yesus memerintahkan seluruh bangsa untuk bergabung dengan Gereja-Nya, dan menetapkan Gereja sebagai sarana bagi seseorang untuk memperoleh keselamatan.

4. Namun, di dalam belas kasihan-Nya yang tak terbatas, Tuhan berkehendak bahwa efek-efek yang diperlukan agar seseorang dapat diselamatkan, yang adalah bantuan untuk mengarahkan seseorang kepada keselamatan yang menjadi tujuan hidupnya, tidak dengan keharusan yang mutlak, namun dengan institusi ilahi, dapat juga diperoleh di dalam keadaan- keadaan tertentu di mana bantuan tersebut digunakan hanya melalui keinginan dan kerinduan. Hal ini jelas diajarkan di dalam Konsili Trente, berkaitan dengan sakramen Pembaptisan dan Pengakuan dosa.
Demikianlah dengan derajat yang sama, harus diajarkan bahwa Gereja adalah bantuan umum untuk keselamatan. Maka, bahwa untuk dapat mencapai keselamatan, seseorang tidak harus selalu tergabung di dalam Gereja sebagai anggota secara nyata, tetapi setidak-tidaknya, tergabung dengannya (Gereja) melalui keinginan dan kerinduan.” Silakan membaca apa itu “Implicit desire for Baptism“, silakan klik di sini.

5. Keinginan ini tak harus selalu eksplisit, seperti dalam diri katekumen, tetapi, ketika seseorang mempunyai “invincible  ignorance” (ketidaktahuan yang tak dapat dihindari) Tuhan tetap dapat menerima keinginan yang implisit, yang termasuk dalam sikap batin yang baik yang selalu ingin melaksanakan kehendak Tuhan.

6. Pengertian di atas dijelaskan sendiri oleh Paus Pius XII pada tgl 29 Juni 1943, menjelaskan surat Ensikliknya, Tentang Tubuh Mistik Yesus Kristus (Mistici Corporis), AAS, Vol.35, an. 1943, p. 193 ff.). Maka Paus membedakan mereka yang secara nyata menjadi anggota Gereja dan mereka yang bersatu dengan Gereja hanya dalam keinginan.

7. Menjelaskan tentang keanggotaan Tubuh Mistik Kristus ini Paus Pius XII mengatakan, “Yang menjadi anggota Gereja adalah mereka yang telah dibaptis dan menyatakan iman yang benar, dan yang belum pernah memisahkan diri mereka sendiri dari kesatuan Tubuh, atau yang dikeluarkan oleh otoritas yang legitim karena kesalahan-kesalahan yang sangat berat.”

8. Paus Pius XII juga mengundang kepada kesatuan mereka yang tidak tergabung dalam Gereja Katolik. Paus menyebutnya mereka sebagai “yang berhubungan dengan Tubuh Mistik Kristus dengan kerinduan dan keinginan tertentu yang tidak disadari” dan mereka ini bukannya tidak termasuk dalam keselamatan kekal, tetapi, “…mereka tetap kurang dapat memperoleh bermacam karunia surgawi dan bantuan-bantuan yang hanya dapat diberikan di dalam Gereja Katolik” (AAS, 1.c., p 243). Maka dengan perkataan yang bijaksana ini, Paus mengkoreksi 1) mereka yang mengatakan bahwa keselamatan tidak mencakup orang-orang yang bersatu dengan Gereja secara implisit, dan 2) mereka yang mengatakan bahwa orang-orang dapat sama saja diselamatkan dengan baik di setiap agama manapun.

9. Tidak boleh hanya diajarkan bahwa segala keinginan untuk memasuki Gereja sudah cukup sehingga seseorang dapat diselamatkan. Adalah perlu bahwa keinginan yang menggabungkan seseorang dengan Gereja harus dijiwai oleh kasih yang sempurna. Juga keinginan implisit ini tak akan berdaya guna, kecuali jika orang itu mempunyai iman yang supernatural: “Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia” (Ibr 11:6). Konsili Trente mengajarkan (Ses.VI, ch.8), “Iman adalah awal dari keselamatan manusia dan pondasi dan akar dari pembenaran, yang tanpanya seseorang tidak mungkin menyenangkan Tuhan dan memperoleh persahabatan sebagai anak-anak Allah.” (Denz, n.801)

10. Maka pengajaran Paus Pius XII ini tidak bertentangan dengan pengajaran Konsili Vatikan II, Lumen Gentium 16, “Sebab mereka yang tanpa bersalah tidak mengenal Injil Kristus serta Gereja-Nya, tetapi dengan hati tulus mencari Allah, dan berkat pengaruh rahmat berusaha melaksanakan kehendak-Nya yang mereka kenal melalui suara hati dengan perbuatan nyata, dapat memperoleh keselamatan kekal [33]. Penyelenggaraan ilahi juga tidak menolak memberi bantuan yang diperlukan untuk keselamatan kepada mereka, yang tanpa bersalah belum sampai kepada pengetahuan yang jelas tentang Allah, namun berkat rahmat ilahi berusaha menempuh hidup yang benar. Sebab apapun yang baik dan benar, yang terdapat pada mereka, Gereja pandang sebagai persiapan Injil [34], dan sebagai kurnia Dia, yang menerangi setiap orang, supaya akhirnya memperoleh kehidupan.”

Sebab keselamatan tidak tertutup bagi orang-orang yang bukan karena kesalahan sendiri tidak mengenal Kristus dan Gereja-Nya. Namun tentu saja, bantuan yang mereka perlukan tidak sama bentuknya dengan bantuan yang diperoleh melalui sakramen- sakramen Gereja. Dalam hal ini, kita perlu dengan rendah hati menyerahkan kepada kebijaksanaan Tuhan mengenai bagaimana Tuhan akan memberikan bantuan ilahi kepada mereka yang di luar Gereja Katolik, yang bukan karena kesalahan sendiri, namun selalu berusaha dengan tulus hati mencari Allah. Namun demikian, ini tidak berarti bahwa ada keselamatan di luar Gereja ataupun di luar Kristus. Sebab seandainya mereka diselamatkan, hal itu tetap tercapai hanya melalui jasa Kristus yang dalam kesatuan dengan Gereja-Nya, senantiasa menyampaikan rahmat keselamatan kepada umat manusia sampai akhir zaman.

Akhirnya, kita harus melihat juga dengan obyektif, sebab berada di Gereja Katolik saja bukan jaminan bahwa seseorang pasti selamat, sebab masih ada bagian yang harus dilakukan orang itu, yaitu bertumbuh dalam iman dan kasih. Lumen Gentium 14 mengatakan, “Tetapi tidak diselamatkan orang, yang meskipun termasuk anggota Gereja namun tidak bertambah dalam cinta-kasih; jadi yang “dengan badan” memang berada dalam pangkuan Gereja, melainkan tidak “dengan hatinya” [26]. Pun hendaklah semua Putera Gereja menyadari, bahwa mereka menikmati keadaan yang istimewa itu bukan karena jasa-jasa mereka sendiri, melainkan berkat rahmat Kristus yang istimewa pula. Dan bila mereka tidak menanggapi rahmat itu dengan pikiran, perkataan dan perbuatan, mereka bukan saja tidak diselamatkan, malahan akan diadili lebih keras [27].”

Pada akhirnya, memang hanya Tuhan saja yang dapat menentukan seseorang diselamatkan atau tidak. Di atas semua itu memang kita perlu meyakini bersama bahwa pada dasarnya, Allah “menghendaki semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran” (1 Tim 2:4), namun memang akhirnya tergantung bagaimana setiap dari kita menanggapinya. Bagi orang Katolik memang kebenaran tak hanya diperoleh dari Kitab Suci, namun juga dari Tradisi Suci Gereja. Sebab, Alkitab sendiri mengatakan tonggak dan dasar kebenaran adalah Gereja (1 Tim 3:15), dan bukannya Kitab Suci. Maka sangatlah penting bagi kita untuk melihat kebenaran yang diajarkan oleh Gereja baik melalui Kitab Suci  namun juga melalui para Bapa Gereja dalam Tradisi Suci. Namun demikian, maksud utama dari mempelajari ajaran Gereja adalah untuk mengetahui bagaimana supaya kita dapat diselamatkan dan bukannya untuk mencari siapa yang masuk neraka, karena Gereja sendiri tidak mengajarkan demikian. Akhirnya, daripada berpayah-payah menduga siapa-siapa yang masuk neraka, lebih baik berjuang untuk hidup dalam kekudusan, supaya kita bisa didapati-Nya siap sedia untuk masuk dalam Kerajaan Surga.

69
Tinggalkan pesan

Please Login to comment
30 Comment threads
39 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
38 Comment authors
didimus12dionisiustonnyJbroA Gentur Panuwun Recent comment authors
didimus12
Member
didimus12

Shalom Saya ingin menanyakan jika semua orang non kristen dapat diselamatkan maka apa yang membedakan umat beriman dengan orang yang orang yang tidak beriman( apakahmenjadi kristen mendapat nilai plus)? Saya pernah mendengar kotbah seorang pendeta bernama erastus sabdono ajaran beliau tentang keselamatan mirip seperti ajaran gereja katolik yaitu semua orang non kristen dapat diselamatkan kecuali jika orang tersebut menghina Tuhan Yesus , dan Allah Tritunggal maka orang tersebut tidak akan diselamatkan. Beliau mengatakan yang membedakan orang percaya dengan yang tidak percaya adalah kita akan menjadi anggota kerajaan Allah , memerintah bersama Kristus dan dimuliakan dengan Tuhan Yesus sedangkan orang yang… Read more »

Ingrid Listiati
Member

Shalom Didimus 12, Saya mengundang Anda untuk membaca kembali artikel di atas, silakan klik. Di sana tidak dikatakan bahwa semua orang non Kristen dapat diselamatkan. Sebab walaupun Allah menghendaki semua orang diselamatkan (1Tim 2:4), namun hal perwujudannya, itu melibatkan kerja sama dengan orang yang bersangkutan. Gereja mengajarkan bahwa agar orang dapat diselamatkan, diperlukan iman. Sebab Sabda Allah mengatakan bahwa “tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah … ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia.” (Ibr 11:6) Selanjutnya mengenai topik keselamatan menurut Gereja Katolik, silakan Anda membaca artikel-artikel berikut ini:… Read more »

dionisius
Guest
dionisius

saya juga percaya kalau diluar gereja juga ada keselamatan.*no offense* :)

[dari katolisitas: Coba silakan membaca lagi dengan lebih teliti, terutama pada bagian “bagi yang bukan karena kesalahan sendiri tidak mengenal Kristus dan Gereja-Nya….”]

Jbro
Guest
Jbro

Apakah menurut katolik, pengikut lutheran, Orthodox, Anglikan dll. tidak termasuk golongan yang selamat? setahu saya mereka juga mengimani Allah, Jesus dan Holy Spirit. [Dari Katolisitas: Silakan membaca kembali artikel di atas. Gereja Katolik tidak mengajarkan demikian. Sebab terdapat kemungkinan bagi mereka yang tidak mengenal Gereja Katolik (sebagai Gereja yang didirikan Kristus) dan bahkan bagi mereka yang belum sempat mengenal Kristus, untuk diselamatkan, jika ketidaktahuan mereka itu bukan karena kesalahan mereka sendiri (istilahnya “invincible ignorance”), dan mereka menanggapi rahmat Allah selama hidupnya, dengan mencari Allah menurut tuntunan hati nuraninya, bertobat, mempunyai iman akan Allah (yang dinyatakan dengan Baptisan, pada umat Kristen… Read more »

A Gentur Panuwun
Guest
A Gentur Panuwun

Pak Stef, Bu Ingrid dan Rm Santo Ytk, Di poin 9 menjelaskan : Tidak boleh hanya diajarkan bahwa segala keinginan untuk memasuki Gereja sudah cukup sehingga seseorang dapat diselamatkan. Adalah perlu bahwa keinginan yang menggabungkan seseorang dengan Gereja harus dijiwai oleh kasih yang sempurna. Juga keinginan implisit ini tak akan berdaya guna, kecuali jika orang itu mempunyai iman yang supernatural: “Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia” (Ibr 11:6). > Kasih yang sempurna harus ada dan… Read more »

Ingrid Listiati
Member

Shalom Gentur, 1. Kasih yang sempurna dan iman yang supernatural/ adikodrati Kasih yang sempurna ini mengacu kepada yang diajarkan oleh Kristus, yaitu mengasihi tanpa pamrih, mengampuni tanpa batas, bahkan sampai mengasihi musuh (lih. Mat 5:44) yaitu orang yang berbuat jahat kepadanya. Dengan melaksanakan kasih sedemikian, ia mengasihi tanpa motivasi cinta diri (ingin memperoleh balasan, ingin dianggap sebagai orang baik, dst). Iman yang supernatural/ adikodrati, adalah iman yang mempercayai bahwa Allah itu sungguh ada, dan akan ada upah/ ganjaran bagi orang-orang yang sungguh-sungguh mencari Dia (lih. Ibr 11:6), dan sebaliknya, hukuman bagi mereka yang menolak Dia. Dengan iman semacam ini maka… Read more »

tonny
Guest
tonny

Misalnya ada orang yang hidupnya rukun,baik, toleran, dermawan, taat beribadah,pokoknya perfect menurut kacamata Katolik. Tapi kemungkinan besar dia akan menolak secara tegas jika diwartakan Injil. Bukankah lebih baik tidak mewartakan supaya dia tetap invincible ignorance ? [Dari Katolisitas: Mari kita sadari bersama, bahwa pewartaan Injil tidak harus selalu dilakukan dengan kata-kata apalagi dengan bersifat memaksa. Maka dalam hubungan kita di tengah masyarakat, dengan perbuatan kita selalu dapat menjadi saksi Kristus dan mewartakan Injil. Namun kita perlu dengan bijaksana menilai, kapankah saatnya kita dapat mewartakan Injil dengan kata-kata, kepada mereka yang belum mengenal Kristus, agar pewartaan itu menjadi lebih berdaya guna… Read more »

tonny
Guest
tonny

Minta tolong diberikan contoh perbuatan tsb. Begitu banyak pembela HAM dan dermawan di luar Katolik bahkan ada yang atheist, lalu bagaimana orang tahu tentang Kabar Baik ? Apa yang dimaksud dengan ayat ini: “Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.” ? Mohon dijelaskan. Saya lagi cari-cari di Kitab suci ayat yang mengatakan, “iman timbul dari melihat perbuatan orang” tapi belum ketemu, bisa dibantu. Pada waktu melihat “perbuatan” pengorbanan Yesus, para rasul pun belum mengerti. Antipati? bukankah dari sejak jaman para rasul dan para martir kita sudah menimbulkan antipati? “I didn’t go to religion to make me happy.… Read more »

Stefanus Tay

Shalom Tonny, Kunci dalam pewartaan adalah menerapkan kebijaksanaan, agar kita dapat melakukan pewartaan dengan cara yang tepat, baik dengan kata-kata, tulisan (atau dalam bentuk media yang lain), maupun tingkah laku kita. Bukan berarti kita tidak boleh mewartakan Injil dengan kata-kata kepada orang-orang yang tidak percaya kepada Kristus, namun diperlukan kebijaksanaan, sehingga pewartaan kita dapat menjadi lebih efektif. Keefektifan pewartaan senantiasa berkaitan dengan kehidupan orang yang mewartakan. Kita dapat melihat contoh bahwa ada begitu banyak orang yang tidak mengenal Kristus terinspirasi akan kehidupan dan pelayanan bunda Teresa dari Kalkuta. Mungkin dia telah menarik orang yang tidak percaya Kristus lebih banyak dari… Read more »

eddy batubara
Guest
eddy batubara

Menurut iman Katolik ketika kita meninggal dunia apakah kita langsung ke surga? Dan apakah orang yang tidak beriman kepada Kristus juga langsung masuk neraka ketika ia meninggal dunia?

[Dari Katolisitas: Silakan membaca terlebih dahulu artikel di atas, silakan klik Pada akhirnya hanya Tuhan yang memutuskan tentang apakah seseorang dapat langsung masuk surga, ataukah masih perlu dimurnikan terlebih dahulu dalam Api Penyucian sebelum dapat masuk surga, ataukah masuk neraka, karena ia sendiri menolak Allah. Tentang Api Penyucian, silakan klik di sini. ]

Paulus Sutikno Panuwun
Guest
Paulus Sutikno Panuwun

Dear “Katolisitas” : Bentuk 2 Teori Kepercayaan akan membawa umat (yang umumnya sederhana dan terikat dengan keinginan duniawi nya )kepada kehidupan beragama yang menyedihkan karena hanyalah mengutamakan mengejar Keuntungan .Menjadi Katolik karena ingin mendapatkan “keselamatan” ; dan masuk kedalam surga. Lihatlah hasilnya apakah umat pada umumnya mampu hidup sesuai kehendak Allah ; memberikan hidupnya untuk orang lain , menyangkal dirinya dan memanggul salibnya ; bukankah sebenarnya yang di kehendaki Tuhan terasa bertentangan dengan kehendak umat pada umumnya ? . Mampukah Katolisitas lebih mengedepankan kehendak Tuhan dan melihat situasi zaman ( mengapa begitu banyak umat pintar di negara 2 maju keluar… Read more »

Stefanus Tay

Shalom Paulus Sutikno, Sebenarnya kalau kita menganalisa lebih lanjut, adalah wajar untuk masuk Katolik demi mendapatkan keselamatan. Kalau kita mengasihi Tuhan, maka yang menjadi tujuan akhir kita adalah bersatu dengan orang yang kita kasihi. Kalau keselamatan adalah persatuan abadi dengan Tuhan yang kita kasihi, maka apakah salahnya kita menginginkannya? Justru menjadi aneh kalau kita tidak menginginkannya. Tujuan akan menentukan cara. Dengan demikian, kalau seseorang menjadikan persatuan dengan Allah (hidup kekal) sebagai tujuan dari kehidupannya, maka sudah seharusnya cara hidupnya harus disesuaikan agar dapat mencapai tujuan akhir. Dengan demikian, sebagian umat Katolik yang tidak mencerminkan kasih menjadi satu refleksi kaburnya tujuan… Read more »

rafael raya rua
Guest
rafael raya rua

Alkitab adalah dasar dan sumber dari segala sumber hukum orang-orang yang percaya kepada Yesus Kristus. Diluar Alkitab saudara bukan pengikut Kristus. Tidak ada satu ayat pun di Alkitab yang menyatakan Gereja Khatolik ataupun Khatolik yang masuk surga atau neraka. 1 Kor 15:2 Oleh Injil itu kamu diselamatkan, asal kamu teguh berpegang padanya, seperti yang telah kuberitakan kepadamu — kecuali kalau kamu telah sia-sia saja menjadi percaya. (Pegang teguh kepada Firman Tuhan bukan pada ajaran gereja yang bisa saja bertentangan dengan firman Tuhan) Efesus 2:8 Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah (keselamatan… Read more »

Ingrid Listiati
Member

Shalom Rafael Raya, Tidak ada yang mengklaim di sini bahwa yang masuk surga hanya umat Katolik. Dalam hal ini Anda benar. Nah tentang 1 Kor 15:2 dikatakan oleh Injil kita diselamatkan, itu memang benar, tetapi Injil yang dimaksud di sini bukan hanya ke-empat kitab Injil, tetapi Injil dalam arti keseluruhan Kabar Gembira yang disampaikan oleh Kristus, baik yang ditulis dalam Kitab Suci maupun yang disampaikan secara lisan oleh para Rasul (lih. 2 Tes 2:15) yang disebut Tradisi Suci para Rasul, yang sampai sekarang dilestarikan oleh Gereja Katolik. Karena baik Kabar Gembira yang disampaikan secara lisan maupun tertulis, keduanya berasal dari… Read more »

Robby
Guest
Robby

Lalu, kalo diluar gereja ada keselamatan, kenapa harus jadi Katolik?
Toh semua agama mengandung keselamatan…Dengan demikian semua pewartaan tentang Gereja Sejati tidak ada gunanya bukan??

Stefanus Tay

Shalom Robby, Terima kasih atas komentarnya. Kalau Anda membaca tanya jawab di atas – silakan klik, maka sebenarnya tidak ada pernyataan bahwa di luar Gereja Katolik ada keselamatan. Mungkin link tentang EENS ini akan memberikan kejelasan tentang topik ini – silakan klik. Walaupun agama-agama yang lain mengandung kebenaran, namun kepenuhan kebenaran hanya didapatkan di dalam Gereja Katolik. Hal ini disebabkan karena Kristus sendiri yang mendirikan-Nya, sehingga Gereja Katolik menjadi mempelai wanita dan tubuh mistik Kristus. Dengan masuk ke dalam Gereja Katolik, maka anggotanya diberi kekuatan melalui sakramen-sakramen, pengajaran dan komunitas, sehingga memungkinkan seluruh anggota dapat berjuang dalam kekudusan. Contoh dari… Read more »

yusup sumarno
Guest
yusup sumarno

KGK 838 “Gereja tahu, bahwa karena banyak alasan ia berhubungan dengan mereka, yang karena dibaptis mengemban nama Kristen, tetapi tidak mengakui ajaran iman seutuhnya atau tidak memelihara kesatuan persekutuan di bawah pengganti Petrus” (LG 15). “Siapa yang percaya kepada Kristus, dan menerima Pembaptisan dengan baik, berada dalam semacam persekutuan dengan Gereja Katolik, walaupun tidak sempurna” (UR 3). Persekutuan dengan Gereja-gereja Ortodoks begitu mendalam “bahwa mereka hanya kekurangan sedikit saja untuk sampai kepada kepenuhan yang membenarkan satu perayaan bersama Ekaristi Tuhan” (Paulus VI, Wejangan 14 Desember 1975 Bdk. UR 13-18). pertanyaan saya: Saya punya saudara sepupu yang dari lahir sampai kuliah… Read more »

Stefanus Tay

Shalom Yusuf Sumarno, Memang, kita sering menemui bahwa ada sebagian umat Katolik yang mengorbankan iman Katolik dan berpindah ke gereja lain karena pernikahan. Kalau ditelusuri, maka kita melihat bahwa mereka sesungguhnya tidak benar-benar mengerti apa yang sebenarnya diajarkan oleh Gereja Katolik. Kalau mereka benar-benar mengerti dan menghayati apa yang diajarkan oleh Gereja Katolik, maka mereka tidak mungkin mau menukar iman Katolik dengan apapun, karena tidak ada orang yang mau menukar kebenaran dengan yang lain. Untuk umat Katolik yang berpindah ke gereja lain, maka yang berlaku adalah Lumen Gentium 14, yang menuliskan sebagai berikut: Maka terutama kepada umat beriman Katoliklah Konsili… Read more »

yusup sumarno
Guest
yusup sumarno

Pak Stef, Banyak terima kasih atas tanggapan / jawaban Bapak. Terhadap orang Katolik yang pindah (dalam hal ini pindah ke kristen), Bapak menulis: “Kalau ditelusuri, maka kita melihat bahwa mereka sesungguhnya tidak benar-benar mengerti apa yang sebenarnya diajarkan oleh Gereja Katolik.” Apakah yang Bapak tulis dengan “tidak benar benar mengerti apa yang sebenarnya diajarkan oleh Gereja Katolik” di atas sama artinya dengan tidak “benar benar tahu bahwa Gereja Katolik itu didirikan oleh Allah melalui Yesus Kristus sebagai upaya yang perlu”? jika artinya sama, berarti saudara sepupu saya itu tetap dapat diselamatkan dong, karena dia, memakai istilah Bapak, “benar benar tidak… Read more »

Stefanus Tay

Shalom Yusuf, Dalam hal ini, istilah “benar-benar tahu” mengacu apakah bukan karena kesalahan sendiri maka orang tersebut tidak tahu bahwa Gereja Katolik didirikan oleh Kristus sebagai upaya yang perlu untuk keselamatan. Orang seperti ini masuk dalam golongan “invincible ignorance”. Diskusi tentang hal ini dapat dilihat di sini – silakan klik. Yang menjadi masalah adalah hanya Tuhan saja yang tahu apakah seseorang masuk dalam kategori invincible ignorance atau tidak. Namun, satu hal yang jelas, bahwa mereka yang meninggalkan Gereja Katolik sebenarnya telah mengambil resiko akan keselamatannya. Jadi, dalam kasus Anda, dalam beberapa kesempatan, cobalah untuk berdiskusi dengan saudara sepupu Anda dan… Read more »

matius
Guest
matius

urgent katolisitas selamat malam saya baru mendarat di situs katolik n saya sempat membaca beberapa artikel di forum ini dan sifatnya cukup membantu karena forum ini berisi berbagai pandangan dari setiap umat katolik sekalian, saat ini saya punya beberapa pertanyaan. 1. saya mempunyai seorang ayah, 1 kakek dan 2 nenek yang sudah tua. 2 dari kakek dan nenek saya sudah tua dan sakit-sakitan dan beragama budhis, sementara itu saya khawatir dgn berakhirnya hidup mereka yang sehari2 hanya duduk, makan dan menyembah sesuatu (saya tidak masalah karena mereka beragama budhis). a. apakah mereka yang beragama selain kristen dan katolik akan masuk… Read more »

Stefanus Tay

Shalom Matius, Terima kasih atas pertanyaan Anda. Pertama Anda dapat melihat tanya jawab ini – silakan klik dan klik ini. Kedua, kita juga harus menyadari, karena Gereja menjadi sakramen keselamatan, maka menjadi tugas kita semua – yang telah menerima baptisan – agar dapat terus mewartakan Kristus dan Gereja-Nya, mulai dari keluarga kita dan juga komunitas di sekitar kita. Namun, dalam mewartakan diperlukan kebijaksanaan. Jadi, menjadi tugas Anda dan kita semua untuk dapat mewartakan Kristus dan Gereja-Nya kepada anggota keluarga. Sebagai contoh, kepada kakek dan nenek, Anda dapat menawarkan kepada mereka apakah mereka mau dibaptis secara Katolik? Kalau mereka tertarik, maka… Read more »

Romo pembimbing: Rm. Prof. DR. B.S. Mardiatmadja SJ. | Bidang Hukum Gereja dan Perkawinan : RD. Dr. D. Gusti Bagus Kusumawanta, Pr. | Bidang Sakramen dan Liturgi: Rm. Dr. Bernardus Boli Ujan, SVD | Bidang OMK: Rm. Yohanes Dwi Harsanto, Pr. | Bidang Keluarga : Rm. Dr. Bernardinus Realino Agung Prihartana, MSF, Maria Brownell, M.T.S. | Pembimbing teologis: Dr. Lawrence Feingold, S.T.D. | Pembimbing bidang Kitab Suci: Dr. David J. Twellman, D.Min.,Th.M.| Bidang Spiritualitas: Romo Alfonsus Widhiwiryawan, SX. STL | Bidang Pelayanan: Romo Felix Supranto, SS.CC |Staf Tetap dan Penulis: Caecilia Triastuti | Bidang Sistematik Teologi & Penanggung jawab: Stefanus Tay, M.T.S dan Ingrid Listiati Tay, M.T.S.
top
@Copyright katolisitas - 2008-2018 All rights reserved. Silakan memakai material yang ada di website ini, tapi harus mencantumkan "www.katolisitas.org", kecuali pemakaian dokumen Gereja. Tidak diperkenankan untuk memperbanyak sebagian atau seluruh tulisan dari website ini untuk kepentingan komersial Katolisitas.org adalah karya kerasulan yang berfokus dalam bidang evangelisasi dan katekese, yang memaparkan ajaran Gereja Katolik berdasarkan Kitab Suci, Tradisi Suci dan Magisterium Gereja. Situs ini dimulai tanggal 31 Mei 2008, pesta Bunda Maria mengunjungi Elizabeth. Semoga situs katolisitas dapat menyampaikan kabar gembira Kristus. 
X