Apakah perbedaan evangelisasi dan katekese?

Pertanyaan:

Dear,
aku mau nanya dikit ya:
apa yang dimaksudkan dengan kegiatan evangelisasi pasti bernilai kateketis tetapi tidak semua kegiatan evangelisasi bisa disebut katekese?

syalon n JBU – Chrsnt

Jawaban:

Shalom Chrsnt,

Terima kasih atas pertanyaannya tentang hubungan antara evangelisasi dan katekese. Pertanyaan ini terlihat sederhana, namun sebenarnya tidaklah terlalu sederhana.

1) Mari kita melihat definisi evangelisasi dan katekese:

a) Kita dapat mendefinisikan bahwa evangelisasi adalah pewartaan Kristus, yang dilakukan dengan kesaksian hidup dan kata-kata. Katekismus Gereja Katolik mendefinisikan “Kaum awam melaksanakan tugasnya sebagai nabi juga melalui penginjilan, “yakni pewartaan Kristus, yang disampaikan dengan kesaksian hidup dan kata kata“. ..” (LG 35).” (KGK, 905).

Kita dapat melihat beberapa hal yang berhubungan dengan evangelisasi di Evangelii Nuntiandi, no: 17, 22-24, 47. Namun, untuk mempersingkat, saya akan kutipkan dari “The General Directory for Catechesis” yang merangkum konsep tentang evangelisasi dari beberapa dokumen, seperti Ad Gentes, Evangelii Nuntiandi, Catechesi Tradendae dan Redemptoris Misssio. Dikatakan bahwa evangelisasi adalah suatu proses, yang melaluinya Gereja:

1) Didorong oleh kasih, mengilhami dan mengubah seluruh tatanan yang bersifat sementara dengan cara mengambil dan memperbaharui budaya.

2) Menjadi saksi di dunia untuk menunjukkan suatu cara yang baru dan menunjukkan kehidupan yang mempunyai karakter kekristenan.

3) Secara eksplisit, memberitakan Injil dengan tujuan utama pewartaan adalah pertobatan.

4) Memperkenalkan iman dan kehidupan kristiani kepada mereka yang telah menerima Kristus atau kepada mereka yang telah berbalik untuk mengikuti Kristus.

5) Secara terus menerus memelihara berkat persatuan dari umat Allah dengan cara memberikan edukasi secara terus menerus di dalam iman (melalui homili-homili dan bentuk lain dari pelayanan sabda), sakramen-sakramen dan perbuatan kasih.

6) Secara terus-menerus mempromosikan misi dengan mengirimkan murid-murid Kristus untuk memberitakan Injil, baik dengan kata-kata maupun perbuatan kepada seluruh dunia, demi keselamatan jiwa-jiwa.

b) Katekese dapat didefinisikan sebagai “pembinaan anak-anak, kaum muda dan orang dewasa dalam iman, yang pada khususnya mencakup penyampaian ajaran Kristen, dan yang pada umumnya diberikan secara organis dan sistematis dengan maksud mengantar para pendengar memasuki kepenuhan kehidupan Kristen” (KGK, 5). Kristus menjadi pusat dari proses katekese (lih. KGK, 426-427).

Dalam kaitannya dengan Sakramen inisiasi, katekese adalah suatu langkah atau momen dalam proses evangelisasi (Catechesi Tradendae, 18). Dan dikatakan lebih lanjut bahwa katekese adalah suatu periode dimana pertobatan kepada Kristus dilakukan secara formal dan diberikan suatu pengenalan akan Kristus. Dan ini adalah suatu proses magang dalam kehidupan kristiani dan juga suatu proses inisiasi kepada misteri penyelamatan dan kehidupan misioner, yang pada akhirnya menuntun mereka kepada kepenuhan hidup kristiani. (lih. The General Directory for Catechesis, 63)

2) Dari definisi di atas, maka kita dapat menyimpulkan bahwa:

a) Yang menjadi pusat dari proses evangelisasi dan katekese adalah Kristus sendiri. Apapun yang diwartakan dan diajarkan di dalam evangelisasi dan katekese harus senantiasa berpusat pada Kristus.

b) Kegiatan evangelisasi sebenarnya bersifat lebih luas dibandingkan dengan katekese. Evangelisasi (baik dalam bentuk kata-kata maupun perbuatan) diperlukan terlebih dahulu sebelum seseorang masuk dalam proses katekese secara formal – dalam kaitannya dengan sakramen inisiasi. Seseorang tidak akan masuk secara formal dalam kelas pelajaran agama Katolik, tanpa dia mempunyai ketertarikan akan Kristus. Oleh karena itu, evangelisasi diperlukan untuk membangkitkan iman, sehingga seseorang ingin mengenal lebih dalam iman Katolik dalam proses katekese. Dan proses katekese ini akan menuntun seseorang kepada kepenuhan hidup kristiani, yang dimanifestasikan dalam sakramen inisiasi (Sakramen Baptis, Sakramen Penguatan, Sakramen Ekaristi).

Namun, evangelisasi harus dilakukan secara terus-menerus, termasuk kepada orang-orang yang telah dibaptis, sehingga mereka terus diperbaharui dengan semangat Injil dan terus berkobar untuk menjadi saksi Kristus yang baik. Namun, katekese juga harus dilakukan secara teru-menerus sehingga orang yang telah dibaptispun dapat terus mendalami, menghayati dan melaksanakan iman Katolik dalam kehidupan nyata.

c) Bagaimana dengan pertanyaan Chrsnt “Kegiatan evangelisasi pasti bernilai kateketis tetapi tidak semua kegiatan evangelisasi bisa disebut katekese?” Pernyataan tersebut benar, karena semua kegiatan evangelisasi (baik dengan perkataan, perbuatan), pasti mempunyai nilai-nilai katekese. Evangelisasi pasti mempunyai nilai-nilai katekese, karena di dalam katekese, seseorang diajarkan seluruh misteri iman secara terstruktur (dibagi menjadi empat: apa yang dipercaya, bagaimana merayakan apa yang dipercaya, bagaimana hidup sesuai dengan apa yang dipercaya, dan doa). Namun memang tidak semua kegiatan evangelisasi (seperti: kegiatan bakti sosial, dll) dapat disebut katakese, karena katekese adalah momen atau saat tertentu yang mempunyai karakter yang khusus – pemaparan dan pengajaran iman secara formal dan terstruktur.

Semoga uraian di atas dapat membantu.

Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
stef – http://www.katolisitas.org

13
Tinggalkan pesan

Please Login to comment
7 Comment threads
6 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
10 Comment authors
wicaksonoRichardP Andy SRomo Wanta, Pr.inus Recent comment authors
wicaksono
Guest
wicaksono

Dear Katolisitas Mohon diberikan saran atau masukan berkaitan tentang Evangelisasi dan katekese…: 1. Yang saya rasakan saat ini , pendamping2 dari KEP sebenarnya menguasai banget atau mempunyai kekuatan tentang pendalaman Kitab Suci 2. Para katekis yang ada di beberapa gereja dan duduk di bidang pewartaan gereja masih banyak berkecimpung pada Inisiasi Dari kelemahan dan kekuatan ini, bagaimanakah cara bisa memdukan atau “mengawinkan” kedua perbedaan tersebut..karena kami di gereja kesulitan saat dihadapkan pada kegiatan yg didasarkan pada pengulasan tentang Kitab Suci contohnya Bulan Kitab Suci. Ada semacam garis yg membatasi kami untuk bisa memadukan keduanya dengan alasan tertentu. Kami sangat berterima… Read more »

Ingrid Listiati
Member

Shalom Wicaksono, Hal pengembangan evangelisasi dan katekese umat dalam Gereja Katolik memang merupakan sesuatu yang perlu kita pikirkan dan usahakan bersama. Sebagai umat yang sudah dibaptis, semua dari kita diberi tugas oleh Kristus untuk mengambil bagian dalam misi Kristus sebagai imam, nabi dan raja. Oleh karena itu tugas mewartakan Injil tidak hanya menjadi tugas para katekis maupun pengajar KEP. Bahkan para katekis dan pengajar maupun pendamping KEP masih perlu terus mempelajari dan mendalami ajaran iman Katolik, yang tidak habis-habisnya dapat dipelajari dan diresapkan dalam kehidupan sehari-hari. Adalah tugas bagi kita semua umat Katolik untuk semakin mengenal dan mengasihi Kristus dan… Read more »

Richard
Guest
Richard

Shalom,

Mao tanya? Sejak kapan Katakese mulai?
Klo di Kitab Suci, kaya nya tidak ada musti belajar agama dl. Kalau bertobat dan percaya, maka langsung di baptis. Di Kisah Para Rasul banyak sekali seperti itu. Maka tidak heran gereja denominasi lainnya langsung membaptis orang?

Kenapa sekarang Gereja Katolik yang adalah turunan para Rasul tidak seperti di jaman dulu lg. yg membaptis dl baru katakese?

Terima Kasih

P Andy S
Guest
P Andy S

Shalom Tim Katolisitas,

Berhubung dlm waktu dekat di paroki saya akan diadakan Kursus Evangelisasi Pribadi/KEP maka ada beberapa hal yg ingin saya tanyakan,

– Apa itu Kursus Evangelisasi Pribadi (KEP) ?
– Syarat untuk mengikuti KEP?
– Materi apa yg akan diajarkan?
– Tata cara pelaksanaan KEP itu sendiri seperti apa, dan berapa lama?
– Manfaat yg bisa kita petik dari KEP?

Terima kasih sebelumnya,
Andy

[dari katolisitas: silakan melihat di sini – silakan klik]

inus
Guest
inus

dear katolisitas,,,,,,
saya mo tabya sedikit,..apakah seorang Prodiakon boleh memberikan berkat pada bunga tabur dan air suci yang akan digunakan untuk berdoa dimakam dan bagaimana bentuk doanya.terimaksaih GBU

Rm Gusti Kusumawanta
Member

Inus Yth

Prodiakon tidak diperkenankan memberikan berkat seperti layaknya imam yang tertahbis. Tindakan berkat oleh prodiakon keliru dan salah karena itu kewenangan imam. Bacalah PUMR 107, di sana tercatat tugas prodiakon. Prodiakon adalah minister extraordinarius (pelayan luar biasa) dia bertugas membantu imam dalam keadaan tak lazim. Jadi jangan menggantikan tugas imam. Doanya lihat buku upacara pemakaman.

salam
Rm Wanta

Julius Paulo
Guest
Julius Paulo

http://katolisitas.org/apakah-perbedaan-evangelisasi-dan-katekese/ Dear katolisitas, Menganggapi pertanyaan dari Sdri. Elizabeth di atas pada butir no.1; [1. Kita sebagai umat Katolik tidak boleh berusaha menarik orang-orang yang sudah memiliki agama karna berarti kita menyalahi Roma 14:13.. menurutnya, selama orang-orang taat menjalankan agamanya, mereka juga sudah mendapatkan keselamatan (seorang Muslim menjalankan sholat 5 waktu, Hindu 3 kali sehari, dll). Beda cerita dengan seorang katolik yang sudah mulai menjauh dari gereja barulah kita boleh mendekatkan dirinya kepada Tuhan dan juga untuk orang-orang yang tidak memiliki agama boleh kita evangelisasi ~ tugas dari Romo Misionaris. Benarkah demikian?] Ajaran demikian pun juga telah saya dapatkan ketika mendapatkan… Read more »

Ingrid Listiati
Member

Shalom Julius Paulo, Ya, harus diakui, banyak terdapat kesalahpahaman tentang EENS ini baik di kalangan non- Katolik maupun di kalangan Katolik sendiri. Sedangkan jika dipelajari, ajaran Gereja Katolik sebenarnya tidak berubah. EENS itu yang masih kita pegang, hanya dengan pengertian seperti yang pada Katekismus/ KGK dan juga dalam dokumen Gereja Katolik lainnya. Di situs Katolisitas kami berusaha memberika informasi tentang pengertian EENS yang benar, sesuai dengan ajaran Magisterium Gereja Katolik, dan bukan hanya terbatas pada pengertian “beberapa orang tokoh Katolik”. Maka jika itu menjadi kapasitas anda untuk membantu kaum awam yang ada di paroki anda/ lingkungan pergaulan anda, silakan anda… Read more »

Julius Paulo
Guest
Julius Paulo

Terima kasih banyak Katolisitas, sungguh suatu website yang memberikan banyak pengajaran katekese baik dari segi doktriner, namun juga mengajak kita untuk melihatnya dari sisi Teologi dan Filsafat.

Maju terus katolisitas !! kudoakan selalu untuk kemajuan Katolisitas…..

Gloria in Patri et Filii et Spiritui Sancto. Sicut erat in principio, et nunc et semper et in saecula saeculorum, Amen.

Juius Paulo

Elizabeth
Guest
Elizabeth

Shalom Ibu Inggrid dan Pak Stefanus yang terkasih, pertama-tama saya sungguh-sungguh ingin berterima kasih akan adanya situs ini yang sangat membantu saya dalam membina iman kekatolikan saya apalagi melihat latar belakang studi dan cara penyampaian Bapak dan Ibu yang begitu penuh kasih dan juga dapat dipercaya kredibilitasnya. Saya mohon bimbingannya untuk sebuah pertanyaan: ada seorang pendoa Katolik yang mengatakan tentang 3 hal kepada saya: 1. Kita sebagai umat Katolik tidak boleh berusaha menarik orang-orang yang sudah memiliki agama karna berarti kita menyalahi Roma 14:13.. menurutnya, selama orang-orang taat menjalankan agamanya, mereka juga sudah mendapatkan keselamatan (seorang Muslim menjalankan sholat 5… Read more »

Chrsnt
Guest
Chrsnt

Dear,
aku mau nanya dikit ya:
apa yang dimaksudkan dengan kegiatan evangelisasi pasti bernilai kateketis tetapi tidak semua kegiatan evangelisasi bisa disebut katekese?
syalon n JBU
[dari katolisitas: silakan melihat jawaban di atas – silakan klik]

Romo pembimbing: Rm. Prof. DR. B.S. Mardiatmadja SJ. | Bidang Hukum Gereja dan Perkawinan : RD. Dr. D. Gusti Bagus Kusumawanta, Pr. | Bidang Sakramen dan Liturgi: Rm. Dr. Bernardus Boli Ujan, SVD | Bidang OMK: Rm. Yohanes Dwi Harsanto, Pr. | Bidang Keluarga : Rm. Dr. Bernardinus Realino Agung Prihartana, MSF, Maria Brownell, M.T.S. | Pembimbing teologis: Dr. Lawrence Feingold, S.T.D. | Pembimbing bidang Kitab Suci: Dr. David J. Twellman, D.Min.,Th.M.| Bidang Spiritualitas: Romo Alfonsus Widhiwiryawan, SX. STL | Bidang Pelayanan: Romo Felix Supranto, SS.CC |Staf Tetap dan Penulis: Caecilia Triastuti | Bidang Sistematik Teologi & Penanggung jawab: Stefanus Tay, M.T.S dan Ingrid Listiati Tay, M.T.S.
top
@Copyright katolisitas - 2008-2018 All rights reserved. Silakan memakai material yang ada di website ini, tapi harus mencantumkan "www.katolisitas.org", kecuali pemakaian dokumen Gereja. Tidak diperkenankan untuk memperbanyak sebagian atau seluruh tulisan dari website ini untuk kepentingan komersial Katolisitas.org adalah karya kerasulan yang berfokus dalam bidang evangelisasi dan katekese, yang memaparkan ajaran Gereja Katolik berdasarkan Kitab Suci, Tradisi Suci dan Magisterium Gereja. Situs ini dimulai tanggal 31 Mei 2008, pesta Bunda Maria mengunjungi Elizabeth. Semoga situs katolisitas dapat menyampaikan kabar gembira Kristus. 
X