Apakah Paulus berbohong untuk mendatangkan kemuliaan Tuhan (Rom 3:7)?

Ada sebagian orang menggunakan Roma 3:7 untuk menyatakan bahwa Paulus adalah seorang pendusta. Untuk mengerti ayat ini, maka kita harus menganalisanya dari: (1) Konteks tanya jawab, (2) Kecaman untuk orang yang menghalalkan segala cara dan yang mengeraskan hatinya. Mari kita menganalisanya satu persatu.

1. Konteks tanya jawab.

Mari kita melihat teks Rom 3:1-8 sebagai berikut:

1.  Jika demikian, apakah kelebihan orang Yahudi dan apakah gunanya sunat?
2.  Banyak sekali, dan di dalam segala hal. Pertama-tama: sebab kepada merekalah dipercayakan firman Allah.
3.  Jadi bagaimana, jika di antara mereka ada yang tidak setia, dapatkah ketidaksetiaan itu membatalkan kesetiaan Allah?
4.  Sekali-kali tidak! Sebaliknya: Allah adalah benar, dan semua manusia pembohong, seperti ada tertulis: “Supaya Engkau ternyata benar dalam segala firman-Mu, dan menang, jika Engkau dihakimi.”
5.  Tetapi jika ketidakbenaran kita menunjukkan kebenaran Allah, apakah yang akan kita katakan? Tidak adilkah Allah–aku berkata sebagai manusia–jika Ia menampakkan murka-Nya?
6.  Sekali-kali tidak! Andaikata demikian, bagaimanakah Allah dapat menghakimi dunia?
7.  Tetapi jika kebenaran Allah oleh dustaku semakin melimpah bagi kemuliaan-Nya, mengapa aku masih dihakimi lagi sebagai orang berdosa?
8.  Bukankah tidak benar fitnahan orang yang mengatakan, bahwa kita berkata: “Marilah kita berbuat yang jahat, supaya yang baik timbul dari padanya.” Orang semacam itu sudah selayaknya mendapat hukuman.

Dari ayat-ayat di atas, maka kita dapat melihat bahwa rasul Paulus menggunakan dinamika tanya-jawab untuk memberikan pengajaran. Dalam pengajaran di atas, rasul Paulus seolah-olah sedang bertanya-jawab dengan penuduh atau orang-orang Yahudi. Untuk mempermudah, pertanyaan dari orang-orang Yahudi ini saya beri warna merah. Mengikuti konteks ini, maka rasul Paulus bukannya menyatakan dia berbohong, namun yang menyatakan adalah orang-orang Yahudi yang menuduh dia. Tuduhan di bab 3 adalah merupakan kelanjutan dari tuduhan-tuduhan yang dalam bentuk pertanyaan-pertanyaan di bab 2 atau bab sebelumnya (Pertanyaan 1 (ay.3-10) – Apakah Tuhan yang baik tidak menghukum dosa manusia; Pertanyaan 2 (ay.11-24) – Apakah Taurat dapat melindungi bangsa Israel dari keadilan Allah? ; Pertanyaan 3 (ay.25-29) – Apakah sunat dapat menyelamatkan?) Setelah tiga pertanyaan tersebut dijawab oleh rasul Paulus di bab 2, maka di bab 3 pertanyaan-pertanyaan ini dilanjutkan sebagai berikut:

Pertanyaan 4 (ay.1-2): Apakah kelebihan orang-orang Yahudi (yang mempunyai taurat dan tanda sunat) dibandingkan dengan bangsa lain? Rasul Paulus menjawab bahwa bangsa Yahudi mempunyai banyak kelebihan dibandingkan dengan bangsa lain, terutama dipercaya akan Firman Tuhan, yang telah disampaikan oleh Tuhan dengan perantaraan para nabi seperti yang tertulis di dalam Perjanjian Lama.

Pertanyaan 5 (ay.3-4): Kalau ada dari bangsa Yahudi tidak setia, apakah kemudian kesetiaan Allah menjadi batal? Kita mengingat bahwa Allah telah memilih bangsa Yahudi sebagai bangsa pilihan dan Allah telah mengikat perjanjian dengan bangsa Yahudi. Dan Allah senantiasa benar dan tidak mungkin berbohong, yang berarti Dia tidak pernah mengingkari perjanjian yang telah diikat-Nya dengan bangsa Yahudi. Namun, sebaliknya, manusialah yang selalu lemah dan sering mengingkari (berbohong) perjanjian dengan Allah, dengan tidak setia terhadap Allah dan perintah-perintah-Nya. Kesetiaan Allah di tengah-tengah ketidaksetiaan manusia ditegaskan oleh rasul Paulus di 2Tim 2:13 yang mengatakan “Jika kita tidak setia, Dia tetap setia, karena Dia tidak dapat menyangkal diri-Nya.

Pertanyaan 6 (ay.5-8): Apakah dengan demikian manusia dapat bertindak tidak benar untuk menunjukkan kebenaran Allah? Rasul Paulus menjawab bahwa orang yang menyatakan hal ini sudah selayaknya mendapatkan hukuman (ay.6,8)

II. Kecaman untuk orang yang menghalalkan segala cara dan mengeraskan hatinya

Pernyataan ke-6 di atas adalah pertanyaan dari orang yang mengeraskan hati, yang membuat begitu banyak pembenaran diri. Dia membuat alasan, bahwa dengan ketidakbenarannya, maka Alah dapat menyatakan kebenaran-Nya. Rasul Paulus menegaskan bahwa orang seperti ini layak mendapatkan murka Allah (ay.6) dan layak mendapatkan hukuman (ay.8). Kemudian rasul Paulus menggunakan logika dari si penuduh, yaitu kalau memang demikian – bahwa orang berdosa atau yang mengeraskan hati dapat bermegah terhadap dosanya karena dengan demikian Tuhan dapat semakin menyatakan kemuliaan-Nya – maka bagaimana Tuhan akan memberikan keadilan kepada mereka. Itu berarti orang-orang jahat ini tidak dapat menerima hukuman, karena mereka justru memberikan kemuliaan bagi nama Tuhan.

Dan dengan menggunakan logika yang sama, rasul Paulus berkata “Tetapi jika kebenaran Allah oleh dustaku semakin melimpah bagi kemuliaan-Nya, mengapa aku masih dihakimi lagi sebagai orang berdosa?” (ay.7) Ayat ini bukan mengatakan bahwa Paulus berbohong, namun untuk membuktikan kesalahan penuduh dengan menggunakan logika sang penuduh. Jadi, kalau memang benar, bahwa karena bangsa Yahudi harus bermegah dengan kesalahan atau dosanya sehingga Tuhan dapat semakin dimuliakan, maka seharusnya Paulus – yang dianggap seorang pendusta (berpindah dari agama Yahudi ke Kristen) – seharusnya dengan kesalahan Paulus maka kemuliaan Tuhan semakin nampak. Namun bukankah rasul Paulus masih terus dihakimi dan dikejar-kejar dan bahkan hendak dibunuh oleh bangsa Yahudi?

Ide pemikiran untuk membenarkan diri akan kesalahan demi semakin memuliakan nama Tuhan sungguh tidak benar dan rasul Paulus kembali menegaskan bahwa ini adalah suatu fitnahan dan layak mendapatkan hukuman. (ay.8)

Semoga dua point di atas dapat memberikan bukti yang kuat bahwa ayat Rom 3:7 bukanlah merupakan bukti bahwa rasul Paulus adalah pembohong, namun sebaliknya, rasul Paulus ingin membuktikan kesalahan pemikiran dari sebagian orang Yahudi yang mengeraskan hati mereka. Untuk memperoleh pemahaman yang benar tentang hal ini, kita harus melihat konteks dari ayat tersebut serta prinsip bahwa tujuan tidak dapat dicapai dengan menghalalkan segala cara. Semoga dapat membantu.

Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
stef – katolisitas.org

44
Tinggalkan pesan

Please Login to comment
14 Comment threads
30 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
19 Comment authors
FeliThe'Vhan Ridgechadoetpalar siahaanprasojo Recent comment authors
Feli
Guest
Feli

Daripada kita menghabiskan waktu mempertanyakan mana yg benar mana yg salah…alangkah baiknya kita proaktif membersihkan dunia ini dengan cara saling menghormati, menghargai, dan bertoleransi. Tidak ada gunanya kita menghabiskan waktu dengan mendiskusikan ayat2 yg sudah tidak relevan sekarang ini. Tuhan akan lebih menghargai kita kalau kita menghabiskan waktu dengan melakukan aktivitas2 positif, seperti: membuang sampah di tempat yg benar, mematuhi peraturan2 yg ada, membersihkan bumi ini dan hidup positif.

The'Vhan Ridge
Guest
The'Vhan Ridge

inilah arti penjelasan sesungguhnya dari Roma 3:7

Dusta krn kebenaran Allah dan kemulian-Nya adalah: berani berkata tidak kepada doa (meskipun hatimu menginginkannya/mendustai diri sendiri) inilah yg dimaksud dengan dusta krn kebenaran Allah,…

contohnya saya seorang pecandu narkoba yg bertobat,.. tiba2 kawan2 saya menawarkan narkoba kepada saya,,, sejujurnya hati saya menginginkan hal itu,.. tapi saya berani berkata tidak (membohongi diri sendiri) krn mempertahankan kebenaran Allah,.. nah inilah definisi sempurnah yg mengartikan DUSTA krn kebenaran Allah dan kemuliaan-Nya…

chadoet
Guest
chadoet

BOHONG dan DUSTA MENURUT KRISTEN ? Tuhannya Yesus tidak menyukai Penipu (Pembohong) —- Mazmur 5:7 Perintah Tuhan untuk tidak berbohong, dan berdusta —- Imamat 19:11-12 Menurut Paulus, Tuhan tetap bersukacita jika Berbohong —- Filipi 1:18 Menurut Paulus, Tuhan tetap mulia karena berdusta —- Roma 3:7 Pertanyaan : 1. Menurut Umat Kristen setelah membaca ayat diatas, BIBE L MEMBOLEHKAN BERDUSTA TIDAK ? 2. Mana yang benar, Perintah Tuhannya Yesus atau ajaran Paulus ? 3. Mana yang anda ikuti umat kristen, PERINTAH TUHAN-NYA YESUS atau Perintah Paulus ? Submitted on 2012/08/03 at 12:37 am | In reply to Ingrid Listiati. Dalam pasal… Read more »

prasojo
Guest
prasojo

Sebaiknya kita harus sadar diri wahwa kita ini hanyalah manusia. @saudara puji Tolong jangan terlalu keras mencoba meng-intepretasi-kan Tuhan sebagai sesuatu yang harafiah atau duniawi, sebab Dia terlalu besar, terlalu ajaib,melampaui pikiran manusia…saya yakin anda tidak akan sanggup dan takkan pernah mendapatkan gambaran penuh mengenai Tuhan. Alkitab merupakan surat cinta yang diwariskan oleh orang-orang yang dipakai olehNya supaya “Pembaca”nya bisa MENGENAL dan MEMPELAJARI saja…Ingat ada injil mengatakan, engkau takkan menambah sehasta pun dalam langkahmu jika kamu tak pernah bertindak alias mengamalkan kasih. Tidakkah dirimu rindu untuk benar2 mempraktekkan firmanNya dalam kehidupan nyata? Semoga engkau menggenapi rhema Tuhan dalam hidupmu. Janganlah… Read more »

xellz
Guest
xellz

syalom kejujuran,, trimakasih,,saya setuju dengan pendapat anda bahwa : “Sekedar menambahkan bahwa setau saya orang Yahudi juga mengakui keillahian Mesias ……. …..Bedanya hanya siapakah Mesias itu ? Menurut Kristen Dialah Yesus, menurut Yahudi masih ditunggu-tunggu. Jika mereka semua mengakui Yesus sebagai Mesias kelak…….” benar bahwa Yahudi juga mengakui ADA Mesias,,, tetapi apakah mereka mempercayai YESUS SEBAGAI MESIAS seturut iman kristen? mungkin karena komentar saya terlalu panjang jadi membingungkan…. maksud saya adalah kita tidak perlu menyalahkan agama lain atau membenarkan pendapat kita BAGI AGAMA LAIN… tentang : -Tuhan dan siapakah Tuhan -Yesus dan siapakah Yesus saya pribadi tidak menganggap Tuhan hanya… Read more »

kejujuran
Guest
kejujuran

Dear xellz, quote dari xellz : “yang aneh adalah, dari sumber yang sama (taurat), yang satu melihat ada nubuat tentang yesus adalah mesias dan TUhan, tp yang lain tidak sama sekali….(kristen dan Yahudi)” Sekedar menambahkan bahwa setau saya orang Yahudi juga mengakui keillahian Mesias berdasarkan Tanakh(Torah/taurat, Naviim/nabi-nabi, Khetuvim/nyanyian) atau perjanjian lama kita : – Dan 7:13-14 – Mazmur : 110:1 80:17 serta dalam tulisan belakangan setelah itu : – Sanhedrin 98 b : Seluruh dunia diciptakan bagi/dalam Mesias. dan ini paralalel dengan pengertian dalam perjanjian baru kita (Kol 1:16-17) serta salah satu pribadi Allah ketika dalam penciptaan (Kej 1:26). Bedanya… Read more »

xellz
Guest
xellz

syalom katolositas, sehubungan dengan pertanyaan sdr puji, yang menurut saya juga mewakili pertanyaan umat lain, mungkin saya dapat memberikan beberapa point yg sekiranya dapat diterangkan : 1. tidak ada yang tidak setuju mengenai monotheisme katolik, Tuhan adalah ESA, dan iman inilah yang benar, sejak adam, para nabi, hingga sekarang. yang tidak bisa diterima adalah : mengapa Tuhan yang Esa dalah Trinitas? sayangnya pertanyyaan ini tidak bisa dijawab dengan memberikan arti trinitas…..karena hanya memberikan penjelasan mengapa Tuhan ynag MONO adalah juga TRI? mungkin dapat dijelaskan juga, apa arti ESA sebelum menjelaskan arti TRI. dan perbedaan mengenai SEPERTI APA TUHAN YANG DIIMANI… Read more »

Ioannes
Guest
Ioannes

Salam, Xellz Pencarian akan Tuhan memang tidak akan berakhir sempurna kecuali kita beristirahat bersamaNya dalam kekekalan, sebagaimana St. Agustinus mengatakan ia akan senantiasa resah kecuali sampai ia berada bersamaNya. Karena Allah adalah Maha Besar, cukup wajar apabila manusia kesulitan memahamiNya. Apabila ciptaan dapat mengerti sepenuhnya mengenai Allah, tidak ada lagi yang luar biasa dari Allah. Permasalahannya, tidak semua orang percaya bahwa ada beberapa hal mengenai diri Allah yang dinyatakan kepada manusia agar kita mengenalNya. Umat Kristiani percaya bahwa Allah mewahyukan diriNya melalui Yesus Kristus, baik mengenai Misteri diriNya yang Tritunggal maupun Misteri Keselamatan yang telah direncanakanNya dalam keMahatahuanNya. Tanpa pewahyuan… Read more »

Karel Lewar
Guest
Karel Lewar

Di dalam Gereja Katolik tidak ada penafsir-penafsir Kitab Suci seperti pada agama saudara Puji, di mana setiap orang boleh menafsirkan ayat-ayat Kitab Suci menurut pengertiannya sendiri-sendiri. Jadi sangat sulit saudara memaksakan diri untuk memahami setiap penjelasan yang sudah diberikan di dalam ini. Tapi kami tetap menghargai usaha saudara. Dan meski berbeda kami tetap berdoa semoga Allah menunjukkan jalan bagi saudara untuk mengenal lebih dalam lagi akan Yesus Kristus(Nabi Isa)dan gereja Katolik. Amin

Yohanes
Guest
Yohanes

Mengapakah engkau melihat selumbar di dalam mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu sendiri tidak engkau ketahui? Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu: Saudara, biarlah aku mengeluarkan selumbar yang ada di dalam matamu, padahal balok yang di dalam matamu tidak engkau lihat? Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu.” “Karena tidak ada pohon yang baik yang menghasilkan buah yang tidak baik, dan juga tidak ada pohon yang tidak baik yang menghasilkan buah yang baik. Sebab setiap pohon dikenal pada buahnya. Karena dari semak duri orang tidak… Read more »

David Sembiring
Guest
David Sembiring

Dear Katolisitas and all, Dalam tanya jawab ini, saya melihat ada yang emosional dan ngotot, yang besar kemungkinan berbeda guru dan agamanya. Jadi kalau guru dan agamanya saja berbeda tentu jelas sulit untuk menerima dan mempercayainya, lalu untuk apa (sebenarnya diskusi?) Salahkah saya jika saya tidak bisa menerima/percaya pengajaran duniawi berkedok rohani, misalnya “boleh membunuh asalkan demi allah” , dan segala OMONG KOSONG bercorak duniawi lain yg LUAR BIASA dan tercermin dari “buah2nya itu”. Tentu tidak! Nak di titik ini sebaiknya kita tidak melakukan serangan terhadap penjelasan dan kepercayaan dari yang lain… [dari katolisitas: Kita tidak perlu melakukan serangan balik,… Read more »

PUJI
Guest
PUJI

kata siapa boleh membunuh asal demi allah ngawur !!!!!!!!!!!

[dari katolisitas: situs katolisitas bukan untuk memaparkan apa yang diajarkan oleh agama lain, melainkan untuk memaparkan ajaran Gereja Katolik. Sebenarnya masih begitu banyak komentar yang menanggapi komentar anda, namun tidak saya masukkan, karena hanya akan memancing perdebatan yang tidak perlu. Mari, kita sama-sama tunjukkan, bahwa sebagai umat beriman, kita dapat berdiskusi dengan baik, hormat dan lemah lembut.]

Linda Maria
Guest
Linda Maria

Shalom Tim, Terima kasih atas penjelasan dan pencerahannya. Orang yang tidak belajar ilmu bahasa / linguistik memang mudah sekali keliru dengan sifat ayat yang di kutip di atas. Saya sebagai seorang lulusan ilmu bahasa / linguistik setuju dengan penjelasan oleh bapak Stefanus kerana menurut saya, struktur ayat tersebut adalah menurut dinamika tanya jawab dan juga seperti menurut bapak Stefanus sebagai “Ayat ini bukan mengatakan bahwa Paulus berbohong, namun untuk membuktikan kesalahan penuduh dengan menggunakan logika sang penuduh.” Mungkin yang kurang puas hati tersebut harus belajar dahulu sistem penulisan dan juga dinamika ayat supaya tidak salah mengerti ayat tersebut. Bapak Stefanus… Read more »

puji
Guest
puji

jawaban yang ngawur dan hanya membela diri, benar-benar saya tidak puas, sungguh dengan jawaban ini saya bisa menyimpulkan dia seorang pendusta tulen, apalagi tulisannya yang banyak berbeda dengan ajaran yesus. dan aku melihat dengan jelas bahwq paulus benar-benar menjadikan ajaran kasih,etika dan epos sebagai pembenaran teologi kotor,kontradiksi dan penyimpangan dari ajaran yesus yang sebenarnya, yang bersarang di otak paulus. kita memang harus mengasihi sesama, membantu orang kesusahan,memberikan makan orang lapar tetapi menuhankan yesus dan ide-ide paulus lainnya adalah sesat,kotor,tidak logis,tidak adil,menyimpang dari ajaran para nabi sebelumnya dan menjijikan bahkan merusak ajaran kasih itu sendiri.

Maximillian Reinhart
Guest
Maximillian Reinhart

Mana ada orang pernah merasa puas? Kalau kamu berani menuding St. Paulus adalah demikian, apakah artinya kamu mau memahami ketika junjungan kamu juga dituding sedemikian rupa oleh oknum yang mempertanyakan tentang ajaran agama kamu?

Di sini sudah dijawab dengan lembut dan juga bersahabat, itu sudah melampaui nilai ajaran kamu yang ( bisa jadi dan sering) ketika ditanya hal serupa, maka umpatan dan cacian akan muncul serta (mungkin) disertai ancaman!

Dari hal di atas saja, kita semua bisa menangkap pesan mana ajaran yang gagal dalam menyiarkan sebuah agama.

Semoga mau memeriksa diri.

PUJI
Guest
PUJI

saya sudah memeriksanya dan justru kegagalan ada pada kristen

[dari katolisitas: Menurut saya diskusi akan menjadi substansial kalau anda mau menanggapi artikel ini – silakan klik. Tanpa tanggapan yang jelas dan hanya memberikan tuduhan tidak akan memberikan kedalaman dialog. Semoga dapat diterima.]

Linda Maria
Guest
Linda Maria

Syalom tim,

Saya mohon agar tanggapan saya kepada tulisan Puji yang sebelum ini telah saya hantar ke Katolisitas dipaparkan di sini agar Puji dapat menjawab tiga perkara yang saya sebutkan dalam tulisan saya.

Demi Kemuliaan Kristus
Linda M

[dari katolisitas: Kita tidak perlu mengadakan serangan balik yang hanya akan memancing diskusi yang tidak sehat dan emosional. Jadi, dengan sangat menyesal, saya tidak dapat menampilkan komentar anda sebelumnya. Mohon dimengerti.]

triatmojo
Guest
triatmojo

Saya juga sudah memriksanya, tampaknya si Puji ini sulit untuk memahami ajaran Gereja Katolik, mungkin perlu penjelasan yang lebih sederhana. Sayang sebetulnya bila ada yang gagal memahami ajaran Kekristenan dan gagal berdiskusi dengan baik. Namun demikian mohon katolisitas tetap memberinya kesempatan padanya untuk menumpahkan uneg-uneg dan keluhannya di sini. tks sebelumnya.Siapa tahu si Puji ini sudah merasa menang debat di mana-mana, namun hatinya belum tenang sehingga belum percaya diri dengan imannya sendiri, alias masih butuh meyakinkan diri lagi dengan mencari pengakuan dari pihak lain. [dari katolisitas: dialog yang baik akan terbangun kalau masing-masing pihak dapat memberikan argumentasi yang baik. Tuduhan… Read more »

kejujuran
Guest
kejujuran

Hai puji, saya bingung nih. Kalau Paulus mau berbohong untuk kepentingan apa ya ? Dia bukan pedagang yg mau jualan produk spy kaya (mungkin dia udah cukup materi sebelumnya krn bisa belajar agama yahudi ke tempat jauh dr kelahirannya), dia juga bukan pemimpin politik yg ingin punya pengaruh. Kenyataannya dia justru wafat sbg martir krn imannya. Sy tdk melihat motif utk berbohong. Jikalau pun dia berbohong utk mendapatkan murid maka bisa dengan mudah ditelanjangi oleh para rasul yg masih hidup di jaman itu (jangka waktunya terlalu pendek utk bisa berhasil membuat dongeng/mitos ttg Yesus). Yg menuduh dia “berbohong” adalah bbrp… Read more »

Robert
Guest
Robert

Saya tidak puas dengan jawaban anda, sepertinya PAULUS memang Pendusta,

[dari katolisitas: Silakan membaca sekali lagi, dan coba memberikan alasan ketidakpuasan anda.]

Dave
Guest
Dave

Dear Katolisitas, saya mau bertanya tentang tulisan Rasul Paulus yang mengatakan ” Jikalau karena dustaku kerajaan Allah semakin melimpah bagi kemuliaanNya, mengapa aku masih dihakimi lagi sebagai orang berdosa? (Rom 3:7), sebab ayat ini sering dipakai oleh orang-orang non Kristiani untuk menyerang dan mengatakan bahwa ia (Paulus) adalah seorang pendusta yang mengubah seorang nabi/ utusan (Yesus) menjadi Tuhan. GBU Always, amien

[dari katolisitas: silakan melihat jawaban di atas – silakan klik]

Romo pembimbing: Rm. Prof. DR. B.S. Mardiatmadja SJ. | Bidang Hukum Gereja dan Perkawinan : RD. Dr. D. Gusti Bagus Kusumawanta, Pr. | Bidang Sakramen dan Liturgi: Rm. Dr. Bernardus Boli Ujan, SVD | Bidang OMK: Rm. Yohanes Dwi Harsanto, Pr. | Bidang Keluarga : Rm. Dr. Bernardinus Realino Agung Prihartana, MSF, Maria Brownell, M.T.S. | Pembimbing teologis: Dr. Lawrence Feingold, S.T.D. | Pembimbing bidang Kitab Suci: Dr. David J. Twellman, D.Min.,Th.M.| Bidang Spiritualitas: Romo Alfonsus Widhiwiryawan, SX. STL | Bidang Pelayanan: Romo Felix Supranto, SS.CC |Staf Tetap dan Penulis: Caecilia Triastuti | Bidang Sistematik Teologi & Penanggung jawab: Stefanus Tay, M.T.S dan Ingrid Listiati Tay, M.T.S.
top
@Copyright katolisitas - 2008-2018 All rights reserved. Silakan memakai material yang ada di website ini, tapi harus mencantumkan "www.katolisitas.org", kecuali pemakaian dokumen Gereja. Tidak diperkenankan untuk memperbanyak sebagian atau seluruh tulisan dari website ini untuk kepentingan komersial Katolisitas.org adalah karya kerasulan yang berfokus dalam bidang evangelisasi dan katekese, yang memaparkan ajaran Gereja Katolik berdasarkan Kitab Suci, Tradisi Suci dan Magisterium Gereja. Situs ini dimulai tanggal 31 Mei 2008, pesta Bunda Maria mengunjungi Elizabeth. Semoga situs katolisitas dapat menyampaikan kabar gembira Kristus. 
X