Apakah Konsili Vatikan II mengubah ajaran tentang Keselamatan (EENS)?

Ajaran tentang keselamatan di dalam Gereja Katolik, yang menjadi bagian dalam topik ajaran tentang Gereja,  tidak pernah berubah. Kongregasi Ajaran Iman di Vatikan pernah ditanya apakah KV II mengubah ajaran KV I mengenai ajaran tentang Gereja, dan jawabnya adalah tidak. Demikian kutipan selengkapnya pertanyaan dan jawaban tersebut:

“Pertanyaan pertama

Apakah Konsili Vatikan II mengubah ajaran Katolik tentang Gereja?

Tanggapan

“Konsili Vatikan II tidak mengubah ataupun bermaksud mengubah ajaran ini, melainkan mengembangkannya, memperdalam dan menjelaskannya dengan lebih penuh.

Inilah yang secara persis dikatakan oleh Paus Yohanes XXIII di saat permulaan Konsili. Paus Paulus VI meneguhkannya dan menguraikannya di surat keputusan saat mempromulgasikan Konstitusi Lumen Gentium: “Tak ada komentar yang lebih baik untuk dibuat selain daripada mengatakan bahwa promulgasi ini sungguh tidak mengubah apapun dari ajaran tradisional. Apa yang dikehendaki Kristus, kami pun menghendakinya. Apa yang dulu ada, sekarang tetao ada. Apa yang telah Gereja ajarkan di sepanjang abag, kami juga ajarkan. Dalam istilah sederhana, apa yang diasumsikan, kini dijadikan eksplisit (jelas); apa yang tadinya tidak jelas, sekarang dijelaskan; apa yang tadinya direnungkan, didiskusikan dan diperdebatkan, kini dijabarkan dalam satu rumusan yang jelas. Para Uskup telah berkali-kali menyatakan dan memenuhi maksud ini.” ((Ref: http://www.vatican.va/roman_curia/congregations/cfaith/documents/rc_con_cfaith_doc_20070629_responsa-quaestiones_en.html))

Ajaran tentang EENS (Extra Ecclesiam Nulla Salus– Tidak ada keselamatan di luar Gereja) itu tetap berlaku setelah Konsili Vatikan II. Yang diubah hanyalah cara penyampaiannya saja, yaitu tadinya secara negatif, yang dimulai dengan kata “Tidak ada….”, menjadi positif, yaitu “Keselamatan datang dari Kristus melalui Gereja Katolik.” Dalam Katekismus Gereja Katolik, rumusan “Di Luar Gereja Tidak Ada Keselamatan” tetap tercetak sebelum paragraf 846, yang artinya, rumusan itu tetap berlaku dan diajarkan oleh Gereja Katolik, hanya saja perlu dipahami menurut pemahaman Gereja Katolik.

Rumusan ini mengambil dasar dari Yoh 14:6 yang mengajarkan bahwa keselamatan diperoleh hanya melalui Yesus Kristus. Sebab dikatakan, “Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku [Yesus].” Dan karena Kristus sebagai Kepala Gereja, Kristus tidak pernah terlepas dari Tubuh-Nya yaitu Gereja-Nya- maka keselamatan juga diperoleh melalui Gereja-Nya.

Jadi, doktrin tentang EENS (Tidak ada keselamatan di luar Gereja Katolik) tetap diajarkan oleh Konsili Vatikan II, yang kemudian dijabarkan maknanya dalam Katekismus Gereja Katolik dengan rumusan yang positif menjadi: Keselamatan datang dari Kristus melalui Gereja-Nya (lih. KGK 846-847)

Selanjutnya, KV II menyampaikan sintesa ajaran Gereja tentang keselamatan sebagaimana disampaikan oleh Tradisi Suci dan Magisterium. Gereja Katolik mengajarkan bahwa memang terdapat kemungkinan bagi seseorang yang tidak tergabung secara penuh dengan Gereja Katolik untuk diselamatkan, namun ada syaratnya, yaitu bahwa: 1) keadaannya yang tidak mengenal Kristus dan Gereja-Nya itu terjadi bukan karena kesalahannya sendiri, 2) ia mencari kebenaran dan melakukan kehendak Allah sesuai dengan tuntunan suara hatinya; 3) ia bertobat/ menyesal atas dosa-dosanya; 4) ia hidup beriman dan melaksanakan cinta kasih. Sebab dengan hal-hal ini orang tersebut dapat diandaikan bahwa ia menginginkan Pembaptisan, seandainya mereka sadar akan peranannya demi keselamatan.

Maka kesimpulannya tentang ajaran Gereja Katolik tentang keselamatan adalah sebagaimana dijelaskan dalam Katekismus:

“Di Luar Gereja Tidak Ada Keselamatan” (EENS)

KGK 846    Bagaimana dapat dimengerti ungkapan ini yang sering kali diulangi oleh para bapa Gereja? Kalau dirumuskan secara positif, ia mengatakan bahwa seluruh keselamatan datang dari Kristus sebagai Kepala melalui Gereja, yang adalah Tubuh-Nya:

“Berdasarkan Kitab Suci dan Tradisi, konsili mengajarkan, bahwa Gereja yang sedang mengembara ini perlu untuk keselamatan. Sebab hanya satulah Pengantara dan jalan keselamatan, yakni Kristus. Ia hadir bagi kita dalam Tubuh-Nya, yakni Gereja. Dengan jelas-jelas menegaskan perlunya iman dan baptis, Kristus sekaligus menegaskan perlunya Gereja, yang dimasuki orang melalui baptis bagaikan pintunya. Maka dari itu andaikata ada orang, yang benar-benar tahu, bahwa Gereja Katolik itu didirikan oleh Allah melalui Yesus Kristus sebagai upaya yang perlu, namun tidak mau masuk ke dalamnya atau tetap tinggal di dalamnya, ia tidak dapat diselamatkan” (LG 14).

KGK 847    Penegasan ini tidak berlaku untuk mereka, yang tanpa kesalahan sendiri tidak mengenal Kristus dan Gereja-Nya:
“Sebab mereka yang tanpa bersalah tidak mengenal Injil Kristus serta Gereja-Nya, tetapi dengan hati tulus mencari Allah, dan berkat pengaruh rahmat berusaha melaksanakan kehendak-Nya yang mereka kenal melalui suara hati dengan perbuatan nyata, dapat memperoleh keselamatan kekal” (LG 16, Bdk. DS 3866 – 3872).

Dengan demikian, ajaran Gereja Katolik tentang keselamatan tidak pernah berubah, yaitu bahwa Gereja Katolik perlu untuk keselamatan. Walaupun demikian, terdapat kemungkinan keselamatan bagi orang-orang, yang bukan karena kesalahannya sendiri tidak mengenal Kristus dan Gereja-Nya, asalkan mereka hidup mencari Tuhan dan melakukan perintah-perintah Nya sebagaimana diketahui lewat hati nurani, dan asalkan ia bertobat dan hidup dalam iman dan kasih. Jika ini yang terjadi, keselamatan yang dapat diperolehnya tersebut tetap diberikan melalui Kristus saja, dengan perantaraan Gereja-Nya; sebab rahmat keselamatan hanya diberikan Allah di dalam Kristus.  Karena Kristus sebagai Sang Kepala, tidak terpisahkan dari Tubuh-Nya, maka rahmat keselamatan itu yang diberikan oleh Kristus, mengalir melalui Tubuh-Nya, yaitu Gereja Katolik.

Berkaitan dengan topik ini adalah artikel-artikel berikut ini:

Apa itu EENS (Extra Ecclesiam Nulla Salus)?
Apakah Konsili Vatikan II mengubah ajaran Konsili Vatikan I tentang EENS?
Apakah yang diselamatkan hanya orang Katolik dan yang lainnya masuk neraka?

Paus Benediktus XVI dan Sola Fide
Tidak ada Keselamatan kecuali melalui Yesus

Adakah Keselamatan di luar Tuhan Yesus/ Gereja Katolik?
Keselamatan dalam hubungannya dengan Baptisan

19/12/2018
Romo pembimbing: Rm. Prof. DR. B.S. Mardiatmadja SJ. | Bidang Hukum Gereja dan Perkawinan : RD. Dr. D. Gusti Bagus Kusumawanta, Pr. | Bidang Sakramen dan Liturgi: Rm. Dr. Bernardus Boli Ujan, SVD | Bidang OMK: Rm. Yohanes Dwi Harsanto, Pr. | Bidang Keluarga : Rm. Dr. Bernardinus Realino Agung Prihartana, MSF, Maria Brownell, M.T.S. | Pembimbing teologis: Dr. Lawrence Feingold, S.T.D. | Pembimbing bidang Kitab Suci: Dr. David J. Twellman, D.Min.,Th.M.| Bidang Spiritualitas: Romo Alfonsus Widhiwiryawan, SX. STL | Bidang Pelayanan: Romo Felix Supranto, SS.CC |Staf Tetap dan Penulis: Caecilia Triastuti | Bidang Sistematik Teologi & Penanggung jawab: Stefanus Tay, M.T.S dan Ingrid Listiati Tay, M.T.S.
top
@Copyright katolisitas - 2008-2018 All rights reserved. Silakan memakai material yang ada di website ini, tapi harus mencantumkan "www.katolisitas.org", kecuali pemakaian dokumen Gereja. Tidak diperkenankan untuk memperbanyak sebagian atau seluruh tulisan dari website ini untuk kepentingan komersial Katolisitas.org adalah karya kerasulan yang berfokus dalam bidang evangelisasi dan katekese, yang memaparkan ajaran Gereja Katolik berdasarkan Kitab Suci, Tradisi Suci dan Magisterium Gereja. Situs ini dimulai tanggal 31 Mei 2008, pesta Bunda Maria mengunjungi Elizabeth. Semoga situs katolisitas dapat menyampaikan kabar gembira Kristus. 
X