Apakah hubungan doktrin keperawanan Maria dengan Keselamatan?

Kebenaran artikel iman (article of faith) dalam iman Kristiani itu memang sifatnya berlapis- lapis. Kebenaran utama yang menjadi dasar dari iman Kristiani, adalah ajaran tentang Allah Trinitas, yang menyelamatkan kita manusia melalui Inkarnasi (yaitu penjelmaan Allah Putera menjadi manusia). Pengajaran inilah yang mendasari artikel- artikel iman selanjutnya, yaitu bahwa manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah, dan pada saat penjelmaan-Nya Allah melibatkan manusia, yaitu Bunda Maria sebagai seorang wanita yang melahirkan-Nya.

Nah, maka memang hal keperawanan Maria tidak pernah berdiri sendiri sebagai artikel iman yang menentukan keselamatan manusia, namun pengajaran tersebut adalah ajaran yang penting dan tak terlepaskan dari kebenaran tentang mukjizat kelahiran Kristus. Sebab sewaktu penjelamaan-Nya di dunia, Kristus selain menjadi sungguh manusia, Ia juga sungguh Allah. Maka tentu ada keistimewaan- keistimewaan yang ada pada Diri Yesus, baik dalam proses konsepsi-Nya maupun kelahiran-Nya, yang berhubungan dengan kodrat-Nya sebagai Allah.

Hal konsepsi Tuhan Yesus, memang mungkin tak perlu diperdebatkan, sebab semua dari kita (baik Katolik maupun Kristen non- Katolik) percaya bahwa Maria mengandung dari Roh Kudus, tidak melibatkan benih laki- laki. Sedangkan secara manusiawi, Yesus memperoleh kemanusiaan-Nya dari Bunda Maria (perkembangan sel- sel dan gen- gen-Nya secara manusiawi). Ini disebabkan karena Yesus benar- benar menjadi manusia. Namun jangan dilupakan bahwa pada saat penjelmaan-Nya menjadi manusia, Yesus tidak berhenti menjadi Tuhan (Allah Putera). Dan untuk melahirkan Tuhan inilah, maka Maria dikuduskan oelh Allah, sebab seperti telah dinubuatkan dalam Kitab Suci, bahwa seorang perempuan dan keturunannya akan melawan Iblis (lih. Keh 3:15). Perlawanan total antara sang perempuan dan keturunannya melawan Iblis ini mensyaratkan bahwa keduanya tidak berdosa. Hal ini sesuai dengan Sabda Allah yang disampaikan oleh malaikat, bahwa Maria dinyatakan sebagai “penuh rahmat/ full of grace/ kecharitomene” (lih. Luk 1: 28). Artinya, Maria sempurna dipenuhi rahmat Allah sejak awal mula kehidupannya, sehingga ia tidak berdosa; sebab hanya dengan keadaannya yang tanpa dosa inilah, Maria dapat ditempatkan dalam kesatuan dengan Kristus, untuk melawan Iblis.

Nah, keadaan Maria yang tanpa dosa inilah yang mengakibatkan ia melahirkan tanpa rasa sakit, karena rasa sakit melahirkan itu diberikan oleh Allah sebagai konsekuensi dari dosa (Kej 3:16). Maka jika Maria melahirkan tanpa kesakitan, itu disebabkan karena yang dilahirkannya adalah Allah yang tidak berdosa, yang telah membebaskan Maria ibu-Nya dari dosa dan dari pengaruh dosa.

St. Agustinus mengajarkan agar tidak mempertanyakan kesucian Bunda Maria demi hormat kita kepada Tuhan Yesus: “Kita harus menerima bahwa Perawan Maria yang suci, yang tentangnya saya tidak akan mempertanyakan sesuatupun ketika kita membicarakan tentang dosa, demi hormat kita kepada Tuhan; sebab dari Dia kita mengetahui betapa berlimpahnya rahmat untuk mengalahkan dosa di dalam segala hal telah diberikan kepadanya [Maria] yang telah berjasa untuk mengandung dan melahirkan Dia yang sudah pasti tidak berdosa.”[25] Selanjutnya, tentang keperawanan Maria, St. Agustinus mengajarkan:

“Dengan kuasa Roh Kudus yang sama, Yesus lahir tanpa merusak keperawanan Bunda Maria, seperti halnya setelah kebangkitan-Nya, Dia dapat datang ke dalam ruang tempat para murid-Nya berdoa, tanpa merusak semua pintu yang terkunci (Lih. Yoh 20:26).”[36] Roh Kudus yang membangkitkan Yesus dari mati adalah Roh Kudus yang sama yang membentuk Yesus dalam rahim Bunda Maria. Maka kelahiran Yesus dan kebangkitan-Nya merupakan peristiwa yang ajaib: kelahirannya tidak merusak keperawanan Maria, seperti kebangkitan-Nya tidak merusak pintu yang terkunci.

Selanjutnya, St. Agustinus mengajarkan, “It is not right that He who came to heal corruption should by His advent violate integrity.” (Adalah tidak mungkin bahwa Ia yang datang untuk menyembuhkan korupsi/kerusakan, malah merusak keutuhan pada awal kedatangan-Nya.”[37]

Berpegang kepada pengajaran St. Agustinus dan para Bapa Gereja lainnya, maka Gereja Katolik melalui Sinode Lateran (649) di bawah Paus Martin I mengajarkan:

“Ia [Maria] mengandung tanpa benih laki-laki, [melainkan] dari Roh Kudus, melahirkan tanpa merusak keperawanannya, dan keperawanannya tetap tidak terganggu setelah melahirkan.” (D256)

Ajaran sejalan dengan pengajaran Gereja Katolik lainnya tentang Bunda Maria, sebagai Hawa Baru dan Tabut Perjanjian Baru. Sebagai masukan, para pendiri gereja Protestan (Luther, Calvin, Zwingli dan Wesley) juga mengajarkan tentang keperawanan Maria, dan bahwa Maria tetap perawan. Jadi ajaran tentang keperawanan Maria sesungguhnya bukan monopoli ajaran Gereja Katolik. Lihat kutipannya di artikel ini, silakan klik, di bagian Appendix, sub judul B. Menjadi sesuatu pertanyaan yang patut direnungkan, mengapa sekarang para pengikut mereka, menolak ajaran para pendiri gereja mereka sendiri. Apakah itu mau mengatakan bahwa yang diajarkan oleh para pendiri tersebut salah, sedangkan pemahaman mereka sendiri lebih benar?

Agaknya, masalahnya di sini adalah bahwa mereka yang menolak ajaran tentang keperawanan Maria cenderung untuk menempatkan pemahaman pribadinya di atas pengajaran yang disampaikan oleh para Bapa Gereja [dan para pendiri gereja mereka]. Penempatan pemahaman pribadi di atas apa yang diwahyukan Allah kepada Gereja inilah yang berkaitan dengan hal keselamatan. Sebab keselamatan sesungguhnya mensyaratkan ketaatan iman yang total atas apa yang diwahyukan Allah (divine faith), dan bukannya atas iman yang didasari pemahaman pribadi semata (human faith).

Iman yang menyelamatkan adalah iman yang disertai oleh perbuatan kasih (lih. Gal 5:6; Yak 2:14-26), baik kepada Tuhan dan sesama. Kasih kepada Tuhan ini mensyaratkan ketaatan dan penyerahan total akal budi dan pikiran kepada Allah. Konsili Vatikan II mendefinisikan ketaatan iman tersebut demikian:

“Kepada Allah yang menyampaikan wahyu manusia wajib menyatakan “ketaatan iman” (Rom 16:26; lih. Rom 1:5; 2 Kor 10:5-6). Demikianlah manusia dengan bebas menyerahkan diri seutuhnya kepada Allah, dengan mempersembahkan “kepatuhan akalbudi serta kehendak yang sepenuhnya kepada Allah yang mewahyukan”, dan dengan secara sukarela menerima sebagai kebenaran wahyu yang dikurniakan oleh-Nya.” (Dei Verbum 5)

Nah, Wahyu Allah tersebut telah diberikan kepada Gereja, melalui Kitab Suci dan Tradisi Suci, seperti yang diajarkan oleh Magisterium Gereja. Hal keperawanan Maria, termasuk salah satu kebenaran yang telah diajarkan oleh Magisterium. Maka jika kita sungguh mempunyai iman yang penuh kepada apa yang diwahyukan Allah, kita harus menerima pengajaran tentang hal ini dengan ketaatan iman. Iman yang sedemikian adalah iman yang ilahi (divine faith)- bersumber dari Allah yang mewahyukan, dan bukan bersifat manusiawi (human faith)- yang tergantung kepada pengertian pribadi- yang cenderung sulit mempercayai hal ini.

Maka walaupun kita tidak dapat memaksa semua orang untuk menerima ajaran ini (tentang keperawanan Maria), namun selayaknya kita memahami bahwa ajaran ini tidak terlepas dari kebenaran yang diwahyukan Tuhan tentang Diri-Nya dan rencana keselamatan-Nya kepada Gereja. Ajaran tentang keperawanan Maria ini tidak terlepas dari ajaran tentang:

1) kesempurnaan rencana keselamatan Allah: Allah yang menjelma ke dunia untuk memulihkan kerusakan, pada awal kedatangan-Nya tidak merusak keutuhan Ibu-Nya.
2) teladan kesempurnaan/ kekudusan Maria agar menjadi teladan bagi kita: Kekudusan melibatkan komitmen untuk menjaga kemurnian jiwa dan tubuh.
3) teladan Maria menjadi gambaran akan kekudusan Gereja, sebagai Mempelai Kristus, yang hanya memberikan penghormatan dan ketaatannya kepada Kristus Sang Kepala.

Memang sulit untuk dapat mengakui ajaran ini, kalau pertama tidak mengakui Wewenang mengajar (Magisterium) Gereja atau jika ia mengutamakan logika berpikir manusia di atas segalanya. Namun berbahagialah mereka yang dapat menerima ajaran ini, karena sungguh ajaran ini memberkati, dan menunjukkan ke-Mahakuasaan Allah dan kesempurnaan rencana keselamatan-Nya, yang melibatkan ketaatan penuh manusia.

19/12/2018

16
Tinggalkan pesan

Please Login to comment
5 Comment threads
11 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
8 Comment authors
Budi Darmawan KusumoAntonius SandyKay RovendavidAdi Hermawan Recent comment authors
Kay Roven
Guest
Kay Roven

Yesus memperoleh kemanusiaan-Nya dari Bunda Maria (perkembangan sel- sel dan gen- gen-Nya secara manusiawi). Saya kurang mengerti maksudnya dari Yesus memperoleh kemanusiaanya dari maria?

Ingrid Listiati
Member

Shalom Kay, Maksud pernyataan bahwa Yesus memperoleh kemanusiaan-Nya dari Maria adalah dalam kodratnya sebagai manusia, tubuh Tuhan Yesus memperoleh perkembangannya dari Maria. Pada kita manusia, kita memperoleh kemanusiaan kita (pertumbuhan tubuh dan segala sifat- sifatnya) dari kedua orang tua kita. Walaupun kita diciptakan oleh Tuhan, namun penciptaan-Nya melibatkan juga kedua orang tua kita, yaitu melalui persatuan sel sperma ayah dan sel telur ibu. Dari persatuan itulah kita memperoleh pertumbuhan tubuh kita yang dimulai dari satu sel zigot, yang mempunyai sistem DNA yang baru, yang berbeda dengan DNA ibu dan DNA ayah. Pada kasus Yesus, Ia memperoleh DNA-Nya hanya dari Bunda… Read more »

Kay Roven
Guest
Kay Roven

Tuhan Yesus memang harus menjadi manusia cuman itu cara manusia bisa di selamatkan, malaikat Tuhan mengatkan anak yg di dlm kandungannya adalah dari Roh Kudus, artinya bagai mana mkn Yesus mendapatkan DNA dari maria, sedangkan janinnya sudah di ditaruh atau dititip di rahim maria. Saya ingin bilang enaknya kita ada di dunia ini adalah karena hasil dari DNA bapa dan DNA ibu dan Tuhan yg memberi pertumbuhan, saya adalah anak asli dari papa mama saya karena memang saya hasil dari buah cinta mereka, tp apakah Yesus bisa dikatakan anak asli dari maria sedangkan janin yg dikandung adalah dari Roh Kudus?

Ingrid Listiati
Member

Shalom Kay, Jika kita percaya bahwa dalam penjelmaan-Nya sebagai manusia Yesus adalah sungguh Tuhan dan sungguh manusia, kita selayaknya percaya bahwa tubuh Yesus sebagai manusia juga terbentuk dari manusia (dalam hal ini ibu-Nya, Maria). Roh Kudus adalah Roh yang tidak bertubuh, maka untuk menjadi manusia, Yesus mengikutsertakan peran serta manusia, dalam hal ini Bunda Maria, untuk menjadi ibu yang mengandung, melahirkan dan membesarkan-Nya. Dari Maria-lah Yesus memperoleh sel- sel dan gen- gen-Nya sebagai manusia. Maka dapat dikatakan, bahwa memang DNA Yesus diperolehnya dari Maria, walaupun Roh Kudus tetaplah yang memberi kehidupan dan perkembangan-Nya. Yesus adalah anak asli Bunda Maria bukan… Read more »

Kay Roven
Guest
Kay Roven

Mbak inggrid berbicara tentang DNA logikanya bahwa Yesus mendapatkan DNA dari maria,mbak ingrid tau kan bagaimana proses bayi tabung mbak bisa search di google dan ternyata saya mendapatkan bahwa sel sperma yang sudah di buahi di masukan ke tubuh pihak yang akan menerima sel telur yg sudah di buahi dan apa pun yang terjadi DNA si anak atau si janin ini tetap milik dari orang tua biologis. Sedangkan apa yang terjadi ama maria tidak seperti itu tdk terjadi krn maria tdk mengambil bagian dari proses terjadinya janin makanya kalau proses terjadinya janin Yesus melibatkan maria terjadi artinya akn menjadi kisah… Read more »

Antonius Sandy
Guest
Antonius Sandy

Shaloom Ibu Inggrid Listiati, Jika kita percaya bahwa dalam penjelmaan-Nya sebagai manusia Yesus adalah sungguh Tuhan dan sungguh manusia, kita selayaknya percaya bahwa tubuh Yesus sebagai manusia juga terbentuk dari manusia (dalam hal ini ibu-Nya, Maria). Roh Kudus adalah Roh yang tidak bertubuh, maka untuk menjadi manusia, Yesus mengikutsertakan peran serta manusia, dalam hal ini Bunda Maria, untuk menjadi ibu yang mengandung, melahirkan dan membesarkan-Nya. Dari Maria-lah Yesus memperoleh sel- sel dan gen- gen-Nya sebagai manusia. Maka dapat dikatakan, bahwa memang DNA Yesus diperolehnya dari Maria … Sungguh pandangan yang sangat berani yang ibu sampaikan bahwa DNA Yesus diperoleh dari… Read more »

Ingrid Listiati
Member

Shalom Antonius Sandy, Izinkanlah saya menjelaskan duduk perkara yang anda permasalahkan di sini, menurut urutannya: 1. Maria Bunda Tuhan Gereja Katolik mengajarkan bahwa Maria adalah sungguh- sungguh Bunda Tuhan Yesus. Pengajaran ini diberikan bukan demi meninggikan Maria, tetapi untuk melestarikan kebenaran tentang kedua kodrat Yesus yang tak terpisahkan, namun juga tak tercampur baur, yaitu kodrat-Nya sebagai Allah dan kodrat-Nya sebagai manusia. Ajaran ini memang tidak mudah dipahami, sehingga ada banyak orang di sepanjang sejarah Gereja, yang berusaha menginterpretasikannya menurut pemahamannya sendiri. Contohnya adalah seorang uskup Kostantinopel yang bernama Nestorius. Ia memisahkan kedua kodrat ini, dengan mengatakan bahwa Maria adalah hanya… Read more »

Antonius Sandy
Guest
Antonius Sandy

Shaloom Ibu Inggrid Listiati, Terima kasih atas penjelasan Ibu dan juga komentar dari Bpk budi Darmawan Kusumo. Menarik sekali dalam forum katolisitas ini karena dialog kita ini adalah dialog sesama saudara seiman. Saya sendiri di baptis secara khatolik sejak tahun 1975 dan mungkin demikian juga Bpk Budi Darmawan. Saya tidak bermaksud menentang ajaran gereja khatolik tetapi saya hanya sharing pengalaman iman saya bersama Yesus. Saya lebih fokus hanya kepada Yesus, bukan kepada pribadi yang lain sekalipun termasuk orang-orang kudus (menurut pengakuan versi manusia). Saya hendak berbagi pengalaman sedikit untuk menyambung dialog kita sebelumnya : Saya sangat tertarik akan pribadi seorang… Read more »

Ingrid Listiati
Member

Shalom Antonius Sandy, Saya percaya anda tidak bermaksud menentang ajaran Gereja Katolik, dan untuk maksud itulah saya menanggapi kembali komentar anda. Situs ini diadakan bukan untuk berdebat, tetapi untuk semakin menggali kedalaman makna ajaran Gereja Katolik. Kalau anda sebagai orang Katolik sama sekali tidak tertarik untuk mengetahuinya, tidak apa, kami juga tidak memaksa. Namun tidak dapat dipungkiri, bahwa ada banyak umat Katolik yang tertarik untuk mengetahuinya. 1. Yang mengabulkan doa adalah Allah. Saya setuju dengan anda bahwa yang mengabulkan doa- doa kita adalah Allah, dan bukan yang lain. Bunda Maria dan para kudus di surga ‘hanya’ mendukung doa- doa kita,… Read more »

Budi Darmawan Kusumo
Guest
Budi Darmawan Kusumo

Syalom Antonius Sandy, Saya ingin mengomentari 1 hal saja ( berhubung yang lain sudah di jawab oleh Ingrid ) Tentang Tradisi Suci, Ingatlah bahwa Alkitab itu DIAMBIL DARI TRADISI SUCI ( jadi alkitab itu BUKAN DASAR KEBENARAN, tapi KEBENARAN SAJA, justru TRADISI SUCI itu DASAR DARI SEGALA KEBENARAN ). Coba anda bisa bayangkan gereja kristen yang bersumber pada ALKITAB saja ( SOLA SCRIPTURA ) langsung terpecah – pecah menjadi puluhan ribu denominasi gereja. Sedangkan Gereja Katolik yang bersumber pada 3 hal : ALKITAB, TRADISI SUCI & MAGISTERIUM. Tetap menjadi 1 gereja dari dulu, sekarang dan sampai kiamat. Kita lihat mana… Read more »

david
Guest
david

Salam

Kesucian bunda maria memang tidak perlu dipertanyankan — tetapi yang dipertanyakan adalah ketidak berdosaan bunda maria tidak berdosa pasti suci, tetapi suci belum tentu tidak berdosa.

salam

Ingrid Listiati
Member

Shalom David, Jika anda menginterpretasikan Kitab Suci sebagaimana para Bapa Gereja menginterpretasikannya, maka anda akan mengetahui bahwa Sabda Allah sendiri mengatakan bahwa Bunda Maria adalah perempuan yang telah dipilih secara istimewa oleh Tuhan untuk menjadi ibu bagi Kristus Sang Allah Putera, dan karenanya dibebaskan dari segala dosa. Hal ini sudah pernah dengan kami jabarkan dalam dalam artikel: Sekilas Ajaran Gereja tentang Bunda Maria, silakan klik, ataupun secara khusus tentang mengapa Bunda Maria dikandung tanpa noda dosa, silakan klik. Jika anda tertarik untuk mengetahui dasar ajaran Gereja Katolik tentang hal ini, silakan anda membaca artikel- artikel tersebut di atas. Salam kasih… Read more »

Adi Hermawan
Guest
Adi Hermawan

Shalom semua,
Menurut saya keperawanan Bunda Maria lebih bijak jika diartikan sebagai kesucian bukan diartikan secara harafiah yg merujuk ke selaput dara semata. karena Bunda Maria memang telah dipersiapkan Allah sebagai Ibu Yesus, yg pastinya telah disucikan juga oleh Allah. Kehidupan Bunda Maria mungkin dpt di ibaratkan biarawati, dan di Al Quran pun diakui kesucian nya. Contohnya seorang gadis jika selaput dara nya sudah sobek karena pernah terjatuh dari sepeda tapi belum pernah melakukan hubungan sex dan belum menikah, apakah dpt dibilang gadis tsb sudah tidak perawan??? Terlalu picik jika mengartikan keperawanan Bunda Maria dgn selaput dara.

Ingrid Listiati
Member

Shalom Adi Hermawan, Gereja Katolik tidak pernah mengartikan keperawanan hanya dari segi fisik saja (yang berhubungan dengan selaput dara). Bunda Maria telah disucikan Allah sejak ia terbentuk dalam kandungan ibunya, dan selama hidupnya tidak berdosa. Nah keadaan tidak berdosa ini (kudus dan penuh rahmat Allah) termasuk juga adalah keperawanan fisik. Maka tidak benar jika Gereja Katolik hanya menghubungkan keperawanan Maria dengan selaput dara. Maria adalah seorang yang perawan, baik secara rohani maupun jasmani. Silakan jika anda tertarik untuk mengetahui sekilas ajaran Gereja Katolik tentang Maria, klik di sini. Seorang gadis yang selaput daranya robek karena kecelakaan (jatuh dari sepeda), menurut… Read more »

Agustha
Guest
Agustha

Ibu Inggrid …. saya ingin comment mengenai Bunda Maria juga, saya merasa agama Katholik adalah agama yang paling menghormati dan bertoleransi dengan agama lain. Yang kurang dari penjelasan di atas adalah bagaimana rasanya jika seorang wanita yang : melahirkan tanpa suami pada awal mulanya setelah melahirkan susah payah lalu melihat anaknya di siksa dan di bunuh dengan kejam tanpa bisa melawan dan menolong karena harus menjalani misi Nya di dunia. Air mata seorang Bunda mengalir tiada henti dan saya merasakan pada waktu melihat film the passion, air mata seperti mata air yg mengalir. dari situ bukan hanya Tuhan Yesus yang… Read more »

Ingrid Listiati
Member

Shalom Agustha, Terima kasih atas komentar anda. Ya, kita menghormati Maria bukan hanya karena teladan keperawanannya, namun terlebih- lebih karena kekudusan dan persatuannya yang begitu sempurna dengan Kristus. Persatuannya yang sempurna ini mengakibatkan Maria teguh berdiri di kaki salib Kristus, ketika hampir semua murid-Nya meninggalkan Dia. Dengan ketaatan yang sama ketika Ia menerima kabar gembira dari malaikat; Maria menyerahkan kembali kepada Allah Bapa, Puteranya yang dikandungnya dan dibesarkannya untuk menjadi tebusan bagi dosa umat manusia. Ketaatan imannya sampai akhir inilah yang menjadi teladan kita semua. Selanjutnya tentang sekilas ajaran Gereja tentang Bunda Maria, silakan klik di sini. Salam kasih dalam… Read more »

Dela
Guest
Dela

Shalom Ibu Inggrid, ada yang menanyakan kepada saya demikian: apakah ajaran ini ( tentang keperawanan Maria ) membawa kepada keselamatan umat manusia?? Kalau tidak menapa mesti susah2 mengimani itu toh tidak akan ada pengaruhnya dengan keselamatan saya, sepanjang saya mengakui Yesus sebagai Juruselamat. Saya bisa mengakui Yesus sebagai juru selamat saya tanpa harus mengimani keperawanan Maria yan tidak ada kaitannya sama sekali. Bagaimana kita harus menjawab atau menanggapinya Salam, dan trimakasih sebelumnya atas jawaban Ibu. Dela [Dari Katolisitas: Pertanyaan berikut digabungkan karena satu topik] Terimakasih sekali atas jawabannya Ibu Inggrid. Sebenarnya pertanyaan ini muncul karena saya didebat oleh kawan Protestan.… Read more »

Romo pembimbing: Rm. Prof. DR. B.S. Mardiatmadja SJ. | Bidang Hukum Gereja dan Perkawinan : RD. Dr. D. Gusti Bagus Kusumawanta, Pr. | Bidang Sakramen dan Liturgi: Rm. Dr. Bernardus Boli Ujan, SVD | Bidang OMK: Rm. Yohanes Dwi Harsanto, Pr. | Bidang Keluarga : Rm. Dr. Bernardinus Realino Agung Prihartana, MSF, Maria Brownell, M.T.S. | Pembimbing teologis: Dr. Lawrence Feingold, S.T.D. | Pembimbing bidang Kitab Suci: Dr. David J. Twellman, D.Min.,Th.M.| Bidang Spiritualitas: Romo Alfonsus Widhiwiryawan, SX. STL | Bidang Pelayanan: Romo Felix Supranto, SS.CC |Staf Tetap dan Penulis: Caecilia Triastuti | Bidang Sistematik Teologi & Penanggung jawab: Stefanus Tay, M.T.S dan Ingrid Listiati Tay, M.T.S.
top
@Copyright katolisitas - 2008-2018 All rights reserved. Silakan memakai material yang ada di website ini, tapi harus mencantumkan "www.katolisitas.org", kecuali pemakaian dokumen Gereja. Tidak diperkenankan untuk memperbanyak sebagian atau seluruh tulisan dari website ini untuk kepentingan komersial Katolisitas.org adalah karya kerasulan yang berfokus dalam bidang evangelisasi dan katekese, yang memaparkan ajaran Gereja Katolik berdasarkan Kitab Suci, Tradisi Suci dan Magisterium Gereja. Situs ini dimulai tanggal 31 Mei 2008, pesta Bunda Maria mengunjungi Elizabeth. Semoga situs katolisitas dapat menyampaikan kabar gembira Kristus. 
X