Apakah Galileo Galilei dibunuh Gereja Katolik?

Ada banyak orang yang salah paham dengan mengatakan bahwa Galileo dihukum mati oleh Gereja Katolik, karena ia mengajarkan tentang teori heliosentris dan menolak paham geosentris yang saat itu diterima oleh masyarakat luas, termasuk Gereja. Namun hal ini tidaklah benar. Mari kita melihatnya satu persatu faktanya:

  1. Ada banyak teori/ paham berkaitan dengan kasus Galileo. Namun secara obyektif, kita melihat ada kesalahan yang dilakukan oleh pihak Galileo dan juga oleh Gereja.
  2. Sebelum Galileo, Nicolaus Copernicus (1473-1543) telah mempresentasikannya kepada Gereja Katolik tentang teori “heliocentric”. Bahkan Vatikan sendiri membantu untuk mempublikasikannya, setelah melalui proses editing, dan membantu publikasinya dengan bantuan Cardinal Schonberg dan Tiedemann Giese, uskup dari Culm dengan persetujuan Paus Paul III. Hanya dalam publikasi tersebut dikatakan bahwa teori itu masih berupa ” hipotesa“. Tidak ada yang menentang hipotesa ini, termasuk Paus. Malah reaksi keras tentang teori ini datang dari teolog Protestan. Untuk lengkapnya, dapat dilihat di: New Advent – Nicolaus Copernicus. Jadi dari sini kita melihat bahwa Gereja Katolik tidak anti science, namun malah mendorong kemajuan science, yang diteruskan sampai sekarang. Sungguh sangat disayangkan bahwa banyak orang beranggapan bahwa Gereja menentang science dan menyembunyikan science dari manusia untuk mempertahankan kekuasaan.
  3. Galileo Galileo (1564-1642) yang tertarik dan mendukung teori heliocentric dari Copernicus, mencoba membuktikan bahwa teori heliocentric adalah benar, dengan beberapa argumentasi yang tidak memenuhi standard science pada waktu itu. Namun dengan keadaan tersebut, Galileo tetap berkeras bahwa teori yang dikemukakannya adalah benar. Hal inilah yang menjadikan pertentangan dengan Gereja Katolik pada saat itu. Dan hal ini menimbulkan kebingungan di kalangan umat. Kemudian Galileo menghadap tim investigasi di Roma dan dari penyelidikan tim tersebut, dinyatakan bahwa teori heliocentric tidak dapat dibuktikan sesuai dengan standard science pada waktu itu, sehingga dinyatakan salah, juga bidaah dan anti Kitab Suci. Galileo harus mencabut pernyataannya, dan Galileo berjanji tidak akan mengajarkan teori ini lagi.
  4. Galileo benar ketika dia mengatakan bahwa Kitab Suci ditujukan untuk mengajarkan manusia bagaimana untuk mencapai surga. Bahkan Kardinal Bellarminus yang mempunyai pengaruh besar pada waktu itu mengatakan, “Saya katakan bahwa jika sebuah bukti yang konkrit ditemukan bahwa matahari tetap dan tidak berputar mengelilingi bumi, tetapi bumi mengelilingi matahari, maka menjadi sangat penting, secara hati-hati, untuk melakukan penjelasan dari beberapa ayat di Kitab Suci yang terlihat bertentangan, dan kita lebih baik mengatakan bahwa kita telah salah menginterpretasikan semua ini daripada mengumumkan bahwa hal itu adalah salah seperti yang telah dibuktikan”. Hal ini berarti bahwa Gereja Katolik mempunyai sikap bahwa kalau teori tersebut dapat dibuktikan sesuai dengan standard pembuktian science pada waktu itu, dan terbukti benar, maka Gereja akan berfikir bagaimana menginterpretasikan Kitab Suci, sehingga tidak bertentangan dengan kebenaran tersebut. Di sinilah Galileo benar, bahwa Alkitab bukanlah buku science, namun mengajarkan orang untuk mencapai surga.
  5. Walaupun Galileo telah berjanji mentaati untuk tidak mengajarkan teori tersebut, namun Galileo mengingkarinya dengan menerbitkan buku di tahun 1632. Dan kemudian Galileo dihadapkan pada tim investigasi dan kemudian Galileo menjalani tahanan rumah sambil melakukan penitensi. Namun sungguh sangat salah kalau dikatakan seolah-olah Galileo tidak diperlakukan tidak manusiawi, karena baik selama proses investigasi dan tahanan rumah, Galileo mendapatkan fasilitas yang sangat baik. Pada tahun 1642, dia meninggal dan 5 tahun sebelum meninggal dia mengalami kebutaan. Paus Urban VIII memberikan berkat khusus buat Galileo, dan jenasahnya dikuburkan di dalam Gereja Santa Croce di Florence. Hal ini dapat dibaca di New Advent – Galileo Galilei.
  6. Dari hal ini, sejarah membuktikan bahwa Gereja Katolik tidak membunuh Galileo. Apakah ada kesalahan yang dibuat oleh Gereja Katolik? Ya, terutama adalah tim investigasi pada waktu itu, yang mungkin kurang bijaksana menyikapi kasus ini. Di sisi yang lain, Galileo sendiri tidak dapat membuktikan kebenaran teorinya sesuai dengan standard science pada waktu itu dan tetap memaksakan sesuatu yang belum terbukti sebagai suatu kebenaran. Dari sinilah Cardinal Ratzinger mengutip Paul Feyerabend, seorang filsuf dari Austria yang mengatakan ” Pada jaman Galileo, Gereja lebih setia terhadap akal budi dibandingkan dengan Galileo sendiri“. Paus Yohanes Paulus II mengatakan bahwa “Pada akhir dari milenium ke dua, kita harus mengadakan pemeriksaan batin bagaimana kita sekarang, bagaimana Kristus telah membawa kita, dan bagaimana kita telah menyimpang dari Injil”. Dan memang Gereja yang masih mengembara harus terus memurnikan diri, karena walaupun Gereja itu Kudus (karena Kepala dari Gereja, Kristus, adalah kudus), namun mempunyai anggota yang berdosa (KGK, 827).

Berikut ini adalah sekilas kisahnya tentang Galileo dan mengapa ia dihadapkan pada tim investigasi Gereja:

Hal ini akan lebih dapat dipahami jika kita berusaha memahami keadaan masyarakat pada zaman abad pertengahan sampai pada abad 17, di mana peran Gereja sangat besar dalam perkembangan ilmu pengetahuan. Sebab para imam/ biarawan terutama kaum Jesuit pada saat itu banyak yang menjadi ahli dalam ilmu pengetahuan, seperti matematika, biologi, kedokteran, metalurgi, dst, termasuk astronomi. Pada saat itu sikap para ilmuwan adalah mengembangkan ataupun menyelaraskan apa yang mereka pelajari dengan apa yang mereka ketahui sebagai Wahyu Ilahi yang dinyatakan dalam Kitab Suci.

Berikut ini kami menyarikan informasi yang netral dari Wikipedia, dan juga dari sumber- sumber lainnya:

Dalam hal astronomi khususnya prinsip heliosentris (matahari sebagai pusat yang statis, sedangkan bumi, bulan dan planet-planet yang berputar mengelilinginya) yang diajarkan oleh Galileo Galilei, menjadi sangat menarik, karena seolah- olah, hal ini berlainan dengan apa yang tertulis dalam Kitab Suci dan yang diyakini masyarakat umum dan Gereja pada saat itu, yang menyatakan bahwa sepertinya bumi-lah yang menjadi pusatnya (geosentris), seperti tertulis dalam Mzm 93:1, 96:10 dan 1 Taw 16:30 yang mengatakan, “Sungguh tegak dunia (bumi), tidak bergoyang” (lihat juga ayat Mzm 104:5, Pkh 1:5). Galileo berargumen, bahwa sesungguhnya ayat- ayat ini harus dianggap sebagai puisi, dan tidak harus diinterpretasikan secara literal. Nah untuk inilah pihak Gereja membutuhkan pembuktian dari Galileo, sebelum dapat menyetujui interpretasi ayat- ayat tersebut, karena pada umumnya, cara interpretasi Kitab Suci yang diajarkan oleh Gereja Katolik adalah, pertama- tama harus diterima arti literalnya terlebih dahulu; baru kemudian arti spiritualnya; kecuali jika pengartian secara literal itu sama sekali tidak mungkin/ tidak masuk akal.

Pada saat teleskop ditemukan sekitar 1608, sehingga Galileo menggunakannya (1610) untuk mengamati tata surya, maka ia melihat adanya 4 satelit/ bulan yang mengitari planet Yupiter, dan ini membuktikan bahwa tidak semua planet bergerak mengitari bumi. Namun penemuan teleskop itu tidak bisa secara meyakinkan menjelaskan secara empiris bahwa semua planet, termasuk bumi bergerak mengitari matahari. Inilah permasalahannya. Sebab ada juga teori lain saat itu- yang dipelopori oleh Tycho de Brahe, yang mengatakan bahwa semua planet bergerak mengitari matahari, dan bersama-sama dengan matahari, semuanya mengitari bumi.

Selanjutnya, pada tahun 1616, Galileo menyampaikan bukti teori heliosentris kepada Kardinal Orsini, yaitu adanya pasang air laut, yang menurut Galileo disebabkan oleh perputaran bumi pada porosnya dan perputaran bumi terhadap matahari. Memang teori ini memberikan dasar pemikiran akan pentingnya bentuk dasar lautan dalam hal ukuran dan waktu terjadinya pasang. Namun sebagai alasan terjadinya pasang, teorinya ini keliru. Sebab jika teori ini benar, maka akan hanya terjadi satu kali saja pasang yang tinggi setiap harinya, padahal kenyataannya di Venesia, contohnya, terdapat dua kali pasang, dengan jeda sekitar 12 jam. Terhadap pernyataan Galileo ini ilmuwan Albert Einstein mengatakan, bahwa Galileo mengembangkan “argumen yang mengagumkan” ini tanpa dikritisi, karena keinginannya menemukan bukti fisik tentang pergerakan bumi.

Pada tahun yang sama, Galileo bertemu dengan Kardinal Bellarminus, dan ia menyampaikan teori heliosentris tersebut. Awalnya Kardinal Bellarminus tidak menolak hipotesa tersebut, namun setelah beliau mengetahui bahwa bukti- bukti yang disampaikan Galileo tidak memadai, maka ia kemudian mengeluarkan dekrit yang melarang publikasi teori tersebut.

Ilmuwan yang pertama-tama menentang Galileo dengan menggunakan Kitab Suci adalah seorang bernama Lodovico delle Colombe, yang kemudian mendapat dukungan dari imam Dominikan, Tommaso Caccini (1614), walaupun pada saat itu banyak tokoh Gereja Katolik malah sebenarnya mendukung percobaan Galileo, terutama kaum Jesuit. Pandangan Gereja Katolik yang resmi akhirnya disampaikan oleh Kardinal Robertus Bellarminus, yang mengatakan demikian:

I say that if there were a true demonstration that the sun was in the center of the universe and the earth in the third sphere, and that the sun did not go around the earth but the earth went around the sun, then it would be necessary to use careful consideration in explaining the Scriptures that seemed contrary, and we should rather have to say that we do not understand them than to say that something is false which had been proven.” (Letter of Cardinal Bellarmine to Foscarini.)

terjemahannya:

“Saya berkata jika ada pembuktian yang benar bahwa matahari berada di pusat jagad raya, dan bumi di lingkaran ke tiga, dan bahwa matahari tidak berputar mengelilingi bumi tetapi bumi mengitari matahari, maka adalah penting untuk menggunakan pertimbangan yang hati- hati dalam menjelaskan Kitab Suci yang kelihatannya sebaliknya, dan kita seharusnya mengatakan bahwa kita tidak mengetahuinya daripada mengatakan sesuatu yang salah, seperti yang telah dibuktikan.” (Surat Kardinal Belarminus kepada Foscarini).

Karena bukti yang dapat mendukung teori ini tidak cukup memadai, maka Gereja tidak dapat mendukung teorinya. Maka pada tahun 1616, pihak Gereja Katolik mengeluarkan dekrit bahwa teori heliosentris tersebut adalah teori yang salah dan bertentangan dengan Kitab Suci. Perlu kita ketahui bahwa bukan hanya Gereja Katolik yang menolak teori Copernicus yang dipegang oleh Galileo, tetapi gereja Protestan juga menolaknya. Bahkan Martin Luther termasuk barisan pertama yang menentang teori heliosentris, bersama-sama dengan muridnya Melancthon dan para teolog Protestan lainnya. Mereka mengecam karya Copernicus. Luther memanggil Copernicus sebagai “keledai/ orang bodoh yang mencari perhatian”, lengkapnya demikian “an ass who wants to pervert the whole of astronomy and deny what is said in the book of Joshua, only to make a show of ingenuity and attract attention”. ((Herbert Butterfield, The Origins of Modern Science (New York: the Free Press, 1957), p. 69))  Atau Melancthon yang menyebut semua pengikut Copernicus (termasuk Galileo) sebagai ‘tidak jujur dan merusak’. ((P. Melancthon, “Initia doctrinae physicae,” Corpus Reformatorum, ed. Bretschneider, XIII, p. 216.))  Maka tidak benar bahwa pada saat itu yang menentang Galileo hanya Gereja Katolik, sebab Luther dan para tokoh gereja Protestan juga menentang teori heliosentris yang diyakininya.

Galileopun untuk sementara waktu tunduk pada larangan ini, sampai pada tahun 1623 saat Kardinal Maffeo Barberini, seorang pengagumnya, menjadi Paus, dengan nama Paus Urban VIII. Pada tahun ini, Galileo diijinkan oleh Paus untuk melanjutkan penelitian atas hipotesanya, asalkan 1) memberi argumen- argumen tentang hal- hal yang mendukung dan menentang teori heliosentrism, 2) agar pandangannya tentang hal ini dimasukkan dalam buku tersebut. Galileo hanya memenuhi permintaan yang kedua dalam bukunya yang diberi judul Dialogue Concerning the Two Chief World Systems. Namun, sengaja atau tidak, Galileo memasukkan pandangan Paus itu dalam tokoh Simplicio, sebagai pendukung teori geosentris-nya Aristoteles, yang dibuatnya menjadi tokoh yang bodoh/ pandir. Maka Galileo bukannya menampilkan hal pro dan kontra secara netral, tetapi cenderung untuk membela pandangannya yang pro terhadap heliosentris ini- walaupun ia belum dapat memberikan bukti yang meyakinkan secara ilmiah untuk mendukung teorinya. Oleh karena itu, Galileo kehilangan dukungan dari Paus yang merasa dilecehkan olehnya, dan juga oleh para astronom Jesuit. Akhirnya Galileo dikenakan tahanan rumah sampai ia diadili oleh Pengadilan Inkuisisi tahun 1633, atas tuduhan mengajarkan teori yang bertentangan Kitab Suci, yaitu bahwa matahari tidak bergerak sebagai pusat jagad raya. Namun atas kebaikan Uskup Agung Siena, akhirnya Galileo diperbolehkan pulang ke villanya di dekat Florence tahun 1634 sampai wafatnya di tahun 1642, setelah menderita demam dan serangan jantung, di usia yang ke 77.

Maka sebenarnya kita ketahui bahwa pihak otoritas Gereja Katolik mempunyai pikiran yang terbuka terhadap teori Galileo, seandainya ia dapat membuktikannya. Namun sayangnya Galelio tidak dapat membuktikannya, tapi ia berkeras agar Gereja memperhitungkan cara baru untuk menginterpretasikan Kitab Suci. Sebenarnya, jika Galileo hanya mendiskusikan mengenai pergerakan planet, maka ia dapat terus mengajarkan konsep heliosentris ini sebagai proposal teori dengan aman, tetapi rupanya Galileo berkeras untuk mengatakan hal ini sebagai kebenaran, walaupun ia tidak mempunyai bukti yang mendukung pada saat itu. Bukti yang diperlukan, yaitu data/ informasi mengenai jalur pergeseran paralel dari bintang-bintang karena pergeseran orbit bumi mengelilingi matahari, tidak dapat diamati dengan teknologi pada saat itu. Konfirmasi stellar parallax ini baru ditemukan di tahun 1838 oleh Friedrich Wilhelm Bessel.

Seperti telah diuraikan di point 1, teori heliosentris yang diajarkan oleh Galileo berhubungan dengan cara menginterpretasikan Kitab Suci. Magisterium Gereja Katolik berpegang kepada Tradisi Suci mengajarkan bahwa Kitab Suci pertama- tama harus diartikan secara literal, dan baru kemudian secara spiritual. Dengan kata lain, hanya jika suatu ayat tidak mungkin diartikan secara literal, baru dapat dinyatakan bahwa ayat itu hanya untuk diinterpretasikan secara spiritual. Untuk mengubah interpretasi menjadi arti spiritual saja pada ayat- ayat tersebut (Mzm 93:1, 96:10 dan 1 Taw 16:30), nampaknya masih merupakan perdebatan saat itu, karena pihak Gereja menghendaki buktinya terlebih dahulu. Penjelasan ini diperlukan, sebab jika tidak, orang dapat menyangka bahwa apa yang ditulis dalam Kitab Suci adalah salah, padahal sebenarnya yang salah adalah interpretasinya. Tetapi untuk sampai pada kesimpulan ini, Gereja membutuhkan kepastian terlebih dahulu, bahwa ayat itu memang tidak dapat diartikan secara literal.

Maka urusan Galileo ini tidak ada hubungannya dengan Infalibilitas Bapa Paus. Sebab karisma Infalibilitas Bapa Paus (Paus yang tidak dapat sesat) ini hanya dapat berlaku dalam 3 syarat ((lih. Lumen Gentium, 25, KHK Kan. 748, 1)): 1) Bapa Paus harus berbicara dalam kapasitasnya sebagai penerus Rasul Petrus; 2) pada saat Bapa Paus mengajarkan secara definitif tentang iman dan moral; 3) Ketika Bapa Paus mendefinisikan doktrin yang harus dipegang oleh Gereja secara universal. Dalam kasus Galileo ini, ketiga syarat ini tidak terpenuhi. Klaim yang dapat dikatakan dalam hal ini adalah bahwa Gereja pada saat itu mengeluarkan disiplin yang non-infallible terhadap seorang scientist yang mengajarkan teori yang belum bisa dibuktikan, dan yang menuntut Gereja mengubah interpretasi Kitab Suci untuk dapat menerima teorinya ini.

Adalah baik bahwa Gereja Katolik tidak terburu-buru untuk menyetujui teori Galileo ini, sebab sekarang kita ketahui bahwa teori Galileo ini tidak sepenuhnya benar. Galileo berpegang bahwa matahari tidak hanya pusat tata surya tetapi pusat seluruh jagad raya. Sekarang kita ketahui bahwa matahari bukan pusat dari seluruh jagad raya, dan matahari juga sebenarnya bergerak mengitari galaksi Milky Way. Maka Galileo ‘benar’ dengan menyatakan bahwa bumi bergerak, tetapi ‘salah’ dengan menyatakan matahari tidak bergerak. Sebaliknya para opponent Galileo ‘benar’ dalam mengatakan bahwa matahari bergerak, namun ‘salah’ dengan menyatakan bumi tidak bergerak.

Terlepas dari bermacam kontroversi Galileo ini, kenyataannya, Gereja Katolik juga telah berusaha mengembalikan nama baik Galileo. Paus Yohanes Paulus II pernah membuat permintaan maaf secara formal pada tahun 1992. Sekarang malah direncanakan Vatikan akan meletakkan patung Galileo di kompleks Vatikan, yaitu kebun di dekat apartemen tempat Galileo ditahan ketika menunggu pengadilan tahun 1633. Namun jauh sebelumnya melalui surat ensikliknya Providentissimus Deus (1893), Paus Leo XIII telah mendorong pendekatan/ approach Galileo untuk menyelaraskan antara iman dan ilmu pengetahuan, sebab keduanya sebenarnya tak mungkin bertentangan. Alkitab memang bukan buku science/ ilmu pengetahuan. Jika ada ayat-ayat yang kelihatannya bertentangan dengan science, itu adalah karena penyampaiannya dengan gaya bahasa fenomenologis, dan yang termasuk dalam salah satu gaya bahasa yang harus diperhatikan dalam menginterpretasikan Kitab Suci, yang diajarkan oleh Gereja Katolik, seperti yang pernah disampaikan di artikel ini, silakan klik.

 

19/12/2018

75
Tinggalkan pesan

Please Login to comment
29 Comment threads
46 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
42 Comment authors
Fransiskus ArdhazeraJessica Celinne KusnadiHJKHerman Jayanonim Recent comment authors
Antony
Guest
Antony

Dear katolisitas, Upaya mempertahankan pendapat yang dikemukakan Galileo akan berdampak pada kredibilitas Gereja Katolik saat itu. Tokoh gereja katolik berupaya mempertahankan pendapatnya walaupun pada akhirnya salah< seperti pepatah "Intan yang keluar dari mulut anjing adalah tetap intan". Bagaimana bila hal ini terjadi pada ayat-ayat yang ada pada alkitab. Pada jaman dahulu bisa saja dapat diterima begitu saja, sementara perubahan alkitab sendiri dirubah oleh manusia yang kemungkinan mempunyai maksud dan tujuan lain. Sebagai gambaran, Yesus dilahirkan di Betlehem, yang daerah itu merupakan padang pasir (panas). Tetapi mengapa perayaan keagamaan Katolik diidentifikasikan dengan salju, pohon pinus yang merupakan habitat daerah dingin. Apakah… Read more »

Ingrid Listiati
Member

Shalom Antony, 1. Kitab Suci diubah manusia? Kitab Suci tidak diubah oleh manusia. Gereja menerima Kitab Suci apa adanya, tanpa pernah distandarisasi. Oleh karena itu dalam pencetakannyapun terdapat bagian ayat-ayat yang diberi tanda kurung, yang maksudnya teks tersebut ada di beberapa manuskrip asli tertentu yang tidak ada pada manuskrip asli yang lain. Namun jumlah ayat-ayat sedemikian ini tidak banyak, dan justru itu membuktikan otentisitas Kitab Suci. Manuskrip Injil ditemukan sekitar 30 tahun setelah kejadian, dan bahwa terdapat 5000 manuskrip asli dalam bahasa Yunani (dan sekitar 20,000 non-Yunani) yang eksis. Kitab Injil dan Perjanjian Baru yang asli seluruhnya dituliskan dalam bahasa… Read more »

Ioannes
Guest
Ioannes

Salam, Antony Saya percaya Allah mendorong Antony untuk mulai berdiskusi dalam Katolisitas untuk memperoleh kebenaran. Saya berdoa semoga Antony mendapatkan apa yang anda butuhkan. Tentu saja, saya percaya Antony mengutarakan pendapat bukan tanpa dasar. Tim Katolisitas sangat terbuka untuk diskusi yang memiliki dasar argumen jelas. Silahkan Antony berikan sumber yang menunjukkan perubahan pada Kitab Suci yang dilakukan manusia dengan maksud dan tujuan yang tidak baik, tidak jelas, atau mengaburkan makna aslinya. Tentu kita dapat membandingkannya terjemahan zaman mmodern dengan naskah kuno yang otentik, seperti berbagai codex (codex sinaiticus, codex vaticanus, dll), Dead Sea Scroll, septuaginta, dan sebagainya. Untuk menanggapi mengenai… Read more »

Umat
Guest
Umat

Salam damai sejahtera bagi kita semua.. Bagi saya seorang katolik, kisah tentang galileo ini merupakan salah satu kisah yang membuat saya merasa malu ketika berdiskusi tentang ilmu pengetahuan dengan saudara-saudari kita yang berbeda agama. kisah ini tersmasuk salah satu kisah yang menjadi alasan saya cukup meragukan otoritas gereja sebagai otoritas yang terinspirasi oleh roh kudus, namun disisi lain saya tetap berusaha menjaga iman saya dengan berpikir bahwa Tuhan punya rencana lain bagi umatnya yang sulit untuk dipahami oleh manusia. untuk menemukan sumber penguatan yang lebih saya mencoba membaca artikel yang ditulis saudara diatas. namun ada kritik yang ingin saya tambahkan… Read more »

Ingrid Listiati
Member

Shalom Umat, Selain dari artikel di atas, silakan juga membaca penjelasan tentang kasus Galileo di situs Catholic Answers, silakan klik. Adalah hak Anda untuk tidak merasa puas terhadap penjelasan apapun tentang Galileo, namun adalah hak kami juga di Katolisitas untuk menyampaikan apa yang kami pandang cukup memadai untuk menjelaskan tentang kasus Galileo berdasarkan fakta yang dapat diketahui dari sumber yang netral, yaitu yang disampaikan oleh ensiklopedia maupun wikipedia ataupun situs netral lainnya. Sejarah mencatat bahwa Gereja Katolik tidak anti science. Gereja terbukti mendukung penemuan-penemuan ilmu pengetahuan selama berabad-abad. Ordo Benediktin (abad 6- 10) terbukti sebagai ordo yang berperan dalam melestarikan… Read more »

Ioannes
Guest
Ioannes

Salam, Umat Syukur pada Allah karena Ia mendorong anda untuk mencari informasi dan sumber untuk menguatkan iman anda pada Kristus dan GerejaNya. Saya berdoa semoga Allah membukakan jalan menuju jawaban yang anda butuhkan. Jika boleh, ijinkan saya berbagi sedikit pengalaman dan sharing. Institusi Gereja, terus terang, adalah salah satu penghalang ketika saya dulu dalam masa pencarian apakah Yesus memanggil saya menuju Gereja Katolik. Dulu bagi saya, institusi kuno ini penuh dengan segala intrik, penipuan, keangkuhan, dan konspirasi besar. Namun, sama seperti melihat ketika melihat Tembok Besar Cina, saya ternyata hanya terfokus pada retakan kecil di beberapa titik. Saya belum paham… Read more »

teman
Guest
teman

walaupun teman2 kristen mempunyai pembelaan terhadap Gereja dimasa Galileo… tapi apa pembelaan teman2 kristen tentang Bible yg bertentangan dengan sains yg telah terbukti sekarang ini… 1 contoh teori yg di kemukakan oleh Galileo tsb Tentang Bumi itu bulat sedangkan Alkitab mengatakan Bumi lingkaran datar. Yesaya [40:22]dan [Daniel 4:20]

#maaf saya hanya ingin tahu sudut pandang anda, tidak bermaksud mnkukai perasaan… karena saya tau banyak kristen yg baik di Dunia ini.

[dari katolisitas: Silakan melihat jawaban ini – silakan klik]

Ioannes
Guest
Ioannes

Salam, Teman Tidak masalah dalam mengutarakan pendapat dalam diskusi selama kita berniat untuk berdiskusi dengan lemah lembut dan sopan (1 Pet 3.15). Berikut adalah pemahaman saya mengenai ajaran bagaimana cara membaca dan menafsirkan Kitab Suci. Mohon Katolisitas memperbaiki bila terdapat kekeliruan. Salah satu sudut pandang yang keliru mengenai Kitab Suci adalah cara penafsiran. Umat Katolik tidak menafsirkan Kitab Suci secara melulu harafiah atau melulu spiritual, melainkan memperhatikan konteks dan budaya zaman tersebut. Apabila penafsiran harafiah terbukti tidak mungkin atau tidak masuk akal, Roh Kudus akan menunjukkan pada Gereja apa yang sebenarnya ingin Allah sampaikan melalui ayat-ayat tertentu itu. Oleh sebab… Read more »

Ioannes
Guest
Ioannes

Salam, Teman

Maaf, saya baru menyadari kekeliruan saya. Galileo tidak berusaha membuktikan bahwa bumi bulat, namun bahwa bumi mengitari matahari. Dengan ini, saya juga ingin menyampaikan informasi ini pada Teman, bahwa Galileo mengajukan teori Heliosentris, bukan mengenai datar atau bulatnya bumi.

Pacem,
Ioannes

[Dari Katolisitas: Ya, teori Galileo saat itu bukan mau membuktikan bahwa bumi itu bulat, tetapi teori heliosentris, yaitu bahwa matahari adalah pusat yang tetap sedangkan bumi bergerak mengitarinya. Sayangnya, ia tidak berhasil memberikan bukti-bukti yang memenuhi standar ilmu pada saat itu. Karena itulah Gereja Katolik menganjurkan agar ia menghentikan ajarannya. Kami pernah menanggapi juga hal serupa di jawaban ini, silakan klik]

yoseph stenly agung jemparut
Guest
yoseph stenly agung jemparut

Terimakasih atas penjelasannya. Penjelasan ini semakin membuat saya mersa yakin bahwa gereja katolik adalah gereja yang beriman dan selalu mengedepankan rasionalitas dalam menghadapi berbagai masalah yang terus menerus merongrong gereja sebagai persekutuan umat Allah. Gereja mengajarkan umatnya bukan untuk beriman dengan emosinal tapi selalu rasional.

MG
Guest
MG

Dikutip dari Artikel diatas: “Adalah baik bahwa Gereja Katolik tidak terburu-buru untuk menyetujui teori Galileo ini, sebab sekarang kita ketahui bahwa teori Galileo ini tidak sepenuhnya benar. Galileo berpegang bahwa matahari tidak hanya pusat tata surya tetapi pusat seluruh jagad raya. Sekarang kita ketahui bahwa matahari bukan pusat dari seluruh jagad raya, dan matahari juga sebenarnya bergerak mengitari galaksi Milky Way. Maka Galileo ‘benar’ dengan menyatakan bahwa bumi bergerak, tetapi ‘salah’ dengan menyatakan matahari tidak bergerak. Sebaliknya para opponent Galileo ‘benar’ dalam mengatakan bahwa matahari bergerak, namun ‘salah’ dengan menyatakan bumi tidak bergerak.” Komentar: 1. “Maka Galileo ‘benar’ dengan menyatakan… Read more »

Ingrid Listiati
Member

Shalom MG, 1. Galileo: Matahari tidak bergerak? Sebagaimana telah dituliskan di atas, Galileo memang benar dalam mengatakan bahwa matahari tidak bergerak mengelilingi bumi. Tetapi dia keliru, dengan mengatakan bahwa matahari sama sekali tidak bergerak. Sebab Galileo meyakini bahwa matahari tidak saja sebagai pusat tata surya, tetapi juga pusat alam semesta, dan sebagai pusat ini, matahari tidak bergerak. Dewasa ini dengan pembuktian yang ilmiah dari modern science, kita ketahui bahwa matahari-pun bergerak dan mempunyai orbit terhadap pusat galaksi alam semesta. 2.  Para penentang Galileo: Matahari yang bergerak? Maka walaupun para penentang Galileo salah sewaktu mengatakan bahwa bumi tidak bergerak dan sebaliknya… Read more »

Thomas More
Guest
Thomas More

Para pendeta protestan & semua org yg memutarbalikkan fakta ttg Galileo Galilei, segeralah bertobat dgn sungguh2! Bagi yg ingin mendalami kisah GG, ilmuwan keblinger ini, sebaiknya anda harus memahami posisi Gereja Katolik & negara Italia saat itu. Jika anda menggunakan ukuran2 skrg sehingga anda dgn pragmatis melakukan penilaian/justifikasi, maka anda bukanlah seorg penilai sejarah yg baik. Singkat kata, terlalu banyak dusta yg dijejali oleh pelopor gereja2 protestan ttg Gereja Katolik & tetap diteruskan oleh para pengikutnya hingga saat: kisah ttg GG, Perang Salib, mitos Abad Kegelapan, sejarah munculnya protestanisme “dgn damai/baik2 saja”, dll, membuat saya semakin yakin bhw gereja2 di… Read more »

Paulus Prana
Guest
Paulus Prana

Ikutan komen ya.. Ada DUA sisi yang hendak saya komentari: 1. Mengapa saya sampai hari ini masih & semakin teguh beriman Catholicism, antara lain krn: – Saya merasa nyaman dan semakin percaya, dari sejarah positif dan sejarah negatif yang begitu kaya dari institusi ini. – Sejarah positif sudah jelas manfaatnya – Sejarah negatif bagi saya semakin menguatkan betapa manusia memang harus belajar dari masa lalu & kesalahannya untuk semakin mendekati ke arah yg lebih baik.. – Saya pribadi kalau milih pacar / istri, pasti akan NGERI dan BERTANYA-TANYA kalau calon saya itu BEGITU PERFECT-nya, tidak ada salahnya sama sekali…. wah….… Read more »

Stefanus Tay

Shalom Paulus Prana, Apa yang salah kita akui, seperti yang dilakukan oleh Paus Yohanes Paulus II. Dan apa yang tidak benar namun dituduhkan kepada kita, maka kita mencoba membuktikan kebalikannya. Namun, kalau dengan bukti-bukti tersebut ternyata orang tidak mempercayai, maka hal tersebut bukan menjadi masalah kita lagi. Anda memberikan analogi bahwa gereja tidak sempurna, sama seperti istri kita tidak sempurna. Namun, jangan lupa bahwa Gereja adalah mempelai wanita dari mempelai pria yang sempurna, yaitu Kristus. Itulah sebabnya, dalam doa Aku Percaya kita mempercayai Gereja yang kudus, di mana kekudusannya mengalir dari kepalanya, yaitu Kristus sendiri. Untuk mengerti tentang hal ini,… Read more »

danie
Guest
danie

semua argumen bantahan hanya bersifat BERMAIN KATA ATAU SILAT LIDAH, fakta yang tidak bisa dibantah adalah ajaran agama pada waktu itu telah keliru mengenai TEORI BUMI ADALAH PUSAT TATA SURYA. PADAHAL TUHAN TIDAK MUNGKIN PUNYA SIFAT BODOH. PERADABAN BARAT DIBANGUN DENGAN SISTEM SEKULERISME DAN ATHEISME, SERTA MENEMPATKAN AGAMA PADA TEMPAT YG SESEMPIT MUNGKIN. Di zaman sebelum renaisence di eropa telah terjadi pula RENAISENCE DI TIMUR TENGAH,AFRIKA UTARA HINGGA KE SPANYOL pd abad ke 7 hingga abad 12 tapi tidak pernah ada satupun ilmuan yang dihukum oleh otoritas keagamaan waktu itu karna agama yang berkembang pada waktu itu MEWAJIBKAN ORANG UNTUK… Read more »

Ingrid Listiati
Member

Shalom Danie, 1. Geocentrism? Saya setuju dengan Anda bahwa Tuhan tidak bodoh. Pandangan bahwa bumi adalah pusat tata surya merupakan pandangan umum masyarakat sampai pada saat Abad Pertengahan, yaitu bahwa bumi tidak bergerak, sebagaimana tertulis dalam Kitab Suci (lih. 1Taw 16:30; Ayb 38:4, 9:6; Mzm 93:1, 96:10, 104:5, 119:90), dan bahwa mataharilah yang bergerak, terbit dan tenggelam (Yos 10:12-14; Ayb 9:7; Pkh 1:5, Mzm 19:5-6; Mal 1:11; Yak 1:11, Mrk 16:2, Mat. 5:45; 13:6; Mrk 1:32; 4:6; 16:2; Luk 4:40; Ef 4:26). Tak mengherankan, bahwa karena ditulis demikian dalam Kitab Suci, lalu orang-orang pada saat itu berpandangan bahwa bumi-lah yang… Read more »

Deddy Buchan
Guest
Deddy Buchan

kenapa yg dibahas Galileo dihukum mati oleh gereja? Bahaslah kok bisa Gereja mengatakan “bumi pusat alam semesta” bukti pembodohan dan bodohnya gereja di jaman, karena itulah muncul sekular di Europa, jadi Gereja dinnyatakan gagal memimpin Europa dikala itu. Yahh…cuman dijaman pimpinan Gereja lah ada namanya “Dark Ages”. Syukur, agamaku gak mengajarkan pembodohan, dan aku pengikut sebenar Yesus karena aku disunat, tidak makan babi, menyembah Tuhan yang satu, aku gak mengenal trinitas…karena Jesus juga disunat, melarang makan babi, menyembah Tuhan yg Esa, Jesus gak mengenal Trinitas, bahkan Jesus gak pernah menyebut dia beragama Kristen lebih2 Katolik. [dari katolisitas: Tentang diskusi Galileo,… Read more »

markus
Guest
markus

kalimaat “…Di sinilah Galileo benar, bahwa Alkitab bukanlah buku science, namun mengajarkan orang untuk mencapai surga…?” Kalimat ini membuat sy bingung…kalau mmg alkitab diturunkan dari Surga oleh Allah, apakh mngkn Allah membuat kesalahan shg menjadi bertentangan dengan Science ? atau bukti science justru lbh benar dari alkitab ? Nampak jelas bhw alkitab ditulis oleh seseorang sbgmnan yg sering dijelaskan oleh sarjana2 kristen dlm menganalisa bibble yang mana kesimpulan mereka bhw hanya 18% saja yg benar2 asli dari Wahyu Allah…lantas siapa yg menulisnya..? Terlihat mmg bibble ini ditulihs/dikarang oleh oknum2 tertentu yg mmg tdk memiliki kompetensi yg memadai shg dlm bidang… Read more »

maria
Guest
maria

salam Galileo prnh dikucilkan Gereja krn mendukung teori Copernicus yg menyatakan matahari sbg pusat tata surya. Pandangan tsb dianggap bertentangan dg keyakinan Gereja bahwa bumi adl pusat semesta alam. Ia dikucilkn/dihukum tahanan rumah smp meninggal. Baru pd thn 1992 Paus Yohanes Paulus II menyatakan scr resmi bahwa keputusan penghukuman itu salah dan dlm pidato 21 Des 2008 Paus Benedictus XVI menyatakan bahwa Gereja Katolik Roma merehabilitasi namanya sbg ilmuwan. Jika Gereja prnh salah, apakah ada kemungkinan ada pandangan maupun keyakinan Gereja yg salah pd saat ini? Ttg kontrasepsi yg kontroversi misalnya ato yg lainnya? Klo bumi bukan pusat semesta alam,… Read more »

Ingrid Listiati
Member

Shalom Maria, Pertama- tama silakan Anda membaca terlebih dahulu artikel di situs ini yang sudah pernah membahas tentang topik Galileo, silakan klik. Jika Paus Yohanes Paulus II pernah meminta maaf sehubungan dengan kasus Galileo, ini bukan disebabkan karena Gereja pernah salah mengajar, tetapi bahwa Gereja pernah salah dalam hal perlakuan terhadap Galileo, yang mungkin kurang menampakkan kasih. Dengan demikian kasus Galileo tidak dapat dijadikan dasar argumen bahwa karena Gereja pernah salah pada masalah Galileo, berarti dapat terjadi Gereja salah mengajar dalam hal- hal lainnya. Sebenarnya yang diminta oleh Gereja pada Galileo saat itu sederhana saja, yaitu agar Galileo dapat membuktikan… Read more »

Monica
Guest
Monica

Shalom Pak Stef, Maaf. Saya belum mengerti. Jadi, mengapa Galileo Galilei dihadapkan pada tim investigasi Gereja? Apakah akibatnya pada perkembangan iman umat abad pertengahan waktu itu, saat Galileo mengatakan bahwa bumi bulat dan mengelilingi matahari? Lalu, bagaimana Galileo memaksakan teorinya? Maksud saya, pada uraian di atas dikatakan bahwa dia mempublikasikan buku walaupun belum dapat dibuktikan secara prinsip science. Saya kurang mengerti, prinsip science bagaimana yang tidak diikutinya? Apa pandangan Gereja tentang science? Sejak KV II, kita tidak lagi memusuhi dunia, tetapi bagaimana cara agar kita justru terjebak dalam pandangan relativisme akibat science? Contoh, Stephen Hawking yang mengatakan bahwa tidak ada… Read more »

Ingrid Listiati
Member

Shalom Monica, 1. Mengapa Galileo Galilei dihadapkan pada tim investigasi Gereja? Hal ini akan lebih dapat dipahami jika kita berusaha memahami keadaan masyarakat pada jaman abad pertengahan sampai pada abad 17, di mana peran Gereja sangat besar dalam perkembangan ilmu pengetahuan. Sebab para imam/ biarawan terutama kaum Jesuit pada saat itu banyak yang menjadi ahli dalam ilmu pengetahuan, seperti matematika, biologi, kedokteran, metalurgi, dst, termasuk astronomi. Pada saat itu sikap para ilmuwan adalah mengembangkan ataupun menyelaraskan apa yang mereka pelajari dengan apa yang mereka ketahui sebagai Wahyu Ilahi yang dinyatakan dalam Kitab Suci. Berikut ini saya menyarikan informasi yang netral… Read more »

Lian
Guest
Lian

syalom,
sy mau tanya, dari website yg saya baca katanya Gereja pernah dikecam karena memerintahkan pemenggalan Kepala Galileo Galilei.. apa itu benar..??
saya baca mengenai hal itu di sebuah situs, berikut alamat situsnya : http://www.mirifica.net/artDetail.php?aid=2879
mohon penjelasannya, karena sepertinya itu adalah situs resmi Gereja Katolik Indonesia..
Trima Kasih

Stefanus Tay

Shalom Lian, Terima kasih atas pertanyaannya tentang Galileo Galilee. Saya telah mencoba menjawabnya di artikel di atas – silakan klik. Kalau ada orang yang mengatakan bahwa Gereja Katolik memerintahkan untuk memenggal kepala Galileo Galilee, silakan memberikan referensi dan bukti sejarah. Kalau dalam artikel tersebut dikatakan “Takhta Suci juga pernah dikecam habis karena memerintahkan pemenggalan kepala Galileo Galilei, yang mempunyai pikiran bahwa Bumi bulat dan bukan datar dengan jurang di tepinya. ” adalah sungguh tidak tepat dalam dua hal. Pertama, karena Gereja tidak pernah memerintahkan untuk memenggal kepala Galileo Galilee dan kedua, permasalahan dengan Galileo adalah bukan masalah dunia bulat atau… Read more »

Anna
Guest
Anna

Salam Sejahtera, saya percaya agama ajaran yg dibawakan oleh Yesus adl ajaran penuh kasih dan perdamaian. namun sebagai manusia, baik paus maupun uskup bisa melakukan dosa-dosa, seperti yang dilakukan oleh para pendahulu kita di abad pertengahan. Terkadang dosa-dosa tersebut muncul karena mereka kurang memahami Alkitab, terkadang muncul akibat kemiskinan, keserakahan, kedengkian, dll. Saya acapkali mendengar kritikan dan kecaman dari non-katolik yg menganggap Gereja Katolik pd zaman Kaisar Constance melakukan fitnah dan penyiksaan terhadap orang2x non-katolik dari desa yg disebut kaum Pagan. kala itu kaum Pagan memang cerdas dan mengerti banyak hal yg tdk dimengerti oleh Gereja dan hal itulah yg… Read more »

Stefanus Tay

Shalom Anna, Terima kasih atas komentarnya. Berikut ini adalah jawaban yang dapat saya berikan: 1. Anda mengatakan “saya percaya agama ajaran yg dibawakan oleh Yesus adl ajaran penuh kasih dan perdamaian. namun sebagai manusia, baik paus maupun uskup bisa melakukan dosa-dosa, seperti yang dilakukan oleh para pendahulu kita di abad pertengahan.” Memang ajaran Yesus adalah ajaran cinta kasih. Namun, Yesus juga menuntut agar umat-Nya mengikuti-Nya secara total, yang berarti kita harus menjalankan semua perintah-perintah-Nya sebagai tanda bahwa kita mengasihi Kristus (lih. 1 Yoh 5:2). Gereja Katolik tidak mengajarkan bahwa Paus dan para uskup tidak dapat berbuat salah. Pada waktu seorang… Read more »

johannes yus
Guest
johannes yus

aya he ghe he jadi nimbrung lagi begini saudara supaya pembicaran tidak melebar kemana-mana kita pakai frame referensi fokus satu hal dan tuntas1.saya menanyakan kasus galelio pointnya ke pernyataan bumi adalah bulat gereja pernyataanya lempeng,saya pikir itu pernyataan berdasarkan firman ternyata saya sering kan dengan romo paroki dia beri pernyataan bukan tapi berdasarkan oPini masyarakat Dunia pada waktu itu LHO??? (TEMUKAN DIYESAYA42;22. DARI SITU KITA TAHU FIRMAN SUDAH KATAKAN BUMI BULAT kenapa?BELAJAR MENDENGAR KEBENARAN GEREJA LAIN.) GEREJA KOK TIDAK BERPATHOKAN FIRMAN TUHAN TIDAK BERPATHOKAN -BERDASARKAN SUMBER KEBENARAN DARI FIRMAN? piye kuwi?( terus begini saudara logikanya SEDERHANA SAJA kenapa kemudian yang… Read more »

Ingrid Listiati
Guest

Shalom Johannes Yus, Pertama- tama kami mohon untuk lain kali jangan menulis dengan huruf besar semua, karena di dalam bahasa internet, itu artinya berteriak. Kami percaya, anda berniat berdiskusi, dan sebagai sesama umat beriman, selayaknya kita tidak berteriak satu sama lain. 1. Mengenai kasus Galileo. Sebenarnya anda keliru jika mengatakan bahwa kasus Galileo adalah mempermasalahkan bahwa bumi itu rata atau bulat, dengan mengatakan Galileo mengatakan bumi itu bulat, sedangkan Gereja Katolik mengatakan bumi itu rata. Silakan anda klik di situs-situs yang netral seperti Wikipedia, anda akan mengetahui, bahwa masalahnya bukan itu. Jadi bukannya kami di Katolisitas mau menjadikan hal ini… Read more »

Lukas Cung
Guest
Lukas Cung

Shalom Bu Ingrid, Jawaban yang Ibu berikan di “Apakah Galileo Galilei dibunuh Gereja Katolik?” pada November 23, 2009 at 5:52 pm memang terlihat sangat beradab; berisi, logis, berdasar, detil, mencerahkan, terstruktur, bahasa yang santun, dan ditambah bahasa yang mudah dimengerti. Semakin jelas buat saya bahwa pendapat-pendapat negatif terhadap Gereja Katolik yang selama ini berkumandang, belum tentu berdasar yang benar – malah tidak berdasar sama sekali. Sangat menarik, Bu Ingrid menulis point ini: “Bahkan Martin Luther termasuk barisan pertama yang menentang teori heliosentris, bersama-sama dengan muridnya Melancthon dan para teolog Protestan lainnya. Mereka mengecam karya Copernicus. Luther memanggil Copernicus sebagai “keledai/… Read more »

johanes
Guest
johanes

@yohanes Yus:
Tolong pakai bahasa Indonesia yang benar dalam tulisannya….sangat membingungkan untuk dibaca.thanks

johanes
Guest
johanes

@yohannes yus: 1. Kalau pun Martin Luther dikenakan ekskomunikasi oleh para bapa gereja waktu itu saya sangat setuju.Kenapa? Mari kita lihat dari sisi yang lain….Gereja Katolik teguh berpegang pada kesatuan iman yang Kristus kehendaki sendiri………Dari bibit yang dia (luther) tanam yakni sola scriptura,sola fide dan sola gratia kini sudah berbuah lebat yakni 28.000 jenis gereja protestan yang saling terpecah dan dalam kenyataan dasarnya…masing2 gereja berlomba2 mencari jemaat dengan menghalalkan segala cara, termasuk mencuri domba dari gereja lain (mencuri domba dari gereja Katolik sudah bukan rahasia umum lagi), saling menjelekkan, saling menjatuhkan dalam kothbah2, saling mengklaim paling benar , dlll…..sungguh ironi…….Gereja… Read more »

alexander wang
Guest
alexander wang

Saudara Yohanes Yus yang dikasihi oleh Tuhan Yesus Ibu Inggrid Listiati yang kami kasihi hari ini saya melihat-lihat arsip katolisitas dan menemukan komentar cukup emosional ini. ada beebrapa hal yang saudara Yohanes harus sadari: 1. Mohon tulis dengan huruf kecil 2. Gereja Katolik itu selalu adil loh. Ada sejarawan agnostik, saya lupa namanya, yang menyatakan bahwa di dunia ini cuma ada dua institusi yang sangat berhati-hati dan dilengkapi auto-critic yaitu Gereja Katolik dan kedokteran. 3. Marthin Luther jelas memecah belah. [Dari Katolisitas: mungkin pada awalnya Luther sendiri tidak bermaksud memecah belah, namun setelah sekian tahun dan abad berlalu, memang fakta… Read more »

J.J.H.Kuswanto
Guest
J.J.H.Kuswanto

Tdk pakai shalom ( krn bukan orang yahudi ) Kulo nuwun, Menyangkut Galileo, yg menjadi pertanyaan saya adalah mengapa Paus Urbanus sampai menjatuhkan tahanan rumah, kan tdk manusiawi, tidakkah cukup di breidel saja karyanya kalau dianggap sesat. selain itu ada beberapa pertanyaan sehubungan dg “buku rahasia2 Vatikan” karya CYRUS SHAHRAD sbb: 1.Benarkah Paus Yohanes XII (Octavius) dari Tusculum (955-964) berjudi, menyembah dewa pagan dan memasukan pelacur ke istana? 2.Pada th.984 apakah memang ada dua Paus yg bertahta yaitu Bonifasius VII dan Yohanes XV ? 3.Apakah benar Paus Innocentius III (Lotario dei Conti di Segni) dari Anagni (1198-1216) membantai kelompok Kataris… Read more »

Ingrid Listiati
Member

Shalom J.J.H Kuswanto (tak apa pakai shalom ya, singkatan dari ‘salam damai’. Pinjam istilah Yahudi, karena dulu toh Tuhan Yesus lahir sebagai seorang Yahudi) Jika kita membaca kisah Galileo, maka kita mengetahui bahwa ia berkeras untuk menyebarkan teori heliosentris tanpa didukung bukti scientifik menurut standar pada saat itu, meskipun sudah diperingatkan oleh Bapa Paus (Urban VIII). Dengan sikapnya ini, maka ia menimbulkan kekacauan dan kebingungan pada masyarakat pada saat itu. Kemungkinan pihak kepausan menilai bahwa pembredelan saja tidak cukup, mengingat walaupun sudah diperingatkan, Galileo masih tetap melanggar kesepakatan. Terlepas bahwa pada akhirnya pandangan Galileo-lah yang benar dan sesuai dengan science,… Read more »

BUDI YOGA PRAMONO
Guest
BUDI YOGA PRAMONO

Shalom Bu inggrid , saya salut dgn ibu dgn gamblang membeberkan dosa-dosa Gereja katolik yang pernah dilakukan pada masa lalu shg terjadi perpecahan spt yg ada sekarang ini. Seperti kata ibu sendiri ; segala sesuatu tidak ada yang kebetulan , saya percaya itu semua bukan kebetulan , itu semua diizinkan oleh Tuhan boleh terjadi utk Tuhan membuat sesuatu yang lebih dahsyat . banyak kegerakan2 zaman ini yg membuat kekristenan menjadi begitu bergairah , apalagi dgn masuknya gerakan karismatik dgn berbagai macam karunia roh yang begitu dimanifestasikan. Walaupun banyakapara pastor yang anti bahkan meremehkan krn tidak sesuai dgn ajaran katolik .… Read more »

Ingrid Listiati
Member

Shalom Budi, Ralat sedikit ya, bahwa dosa dan kesalahan yang disebutkan di atas adalah yang dilakukan oleh oknum/ orang-orang dalam Gereja Katolik, karena memang selain mempunyai dimensi ilahi (dari Allah sendiri), Gereja mempunyai dimensi manusiawi, yang terdiri dari orang-orang yang lemah dan berdosa. Justru karena kedua dimensi (ilahi dan manusiawi) inilah kita dapat mengatakan bahwa walaupun Gereja ini kudus (karena dikepalai dan dikuduskan oleh Yesus) namun juga harus terus menerus bertobat (karena terdiri dari manusia- manusia yang berdosa). Mengenai gerakan karismatik, memang harus diakui bahwa terdapat bermacam reaksi dan tanggapan, baik dari umat maupun para pastor. Kemungkinan disebabkan karena gerakan… Read more »

johannes yus
Guest
johannes yus

BERKAITAN DENGAN PERNYATAAN TENTANG DIATAS BATU KARANG INI AKU MENDIRIKAN GEREJA-KU DAN ALAM MAUT TIDAK MENGUASAINYA.NAH YANG SAYA TANYAKAN BENAR MANA KESIMPULANYA?.1. PETRUS YANG KEMUDIAN DISIMPULKAN PAUS ARTINYA PEMIMPIN GEREJA KHATHOLIK ATAU?
2.DIATAS BATU KARANG YANG DISUMPULKAN PENGENALAN YANG BENAR AKAN TUHAN ALLAH KITA. TOLONG RENUNGKAN APALAGI ANDA SEDANG MEMBAWA ANYAK JIWA SAUDARI. TANGGUNG JAWABNYA BERAT PENGENALAN ALLAH YANG BENAR ARTINYA TENTU NYA BERPHATHOKAN PADA FIRMAN DAN TERANG ROH KUDUS.MATUR NUWUN

Stefanus Tay

Shalom Johannes Yus, Terima kasih atas pertanyaannya. Saya ingin menghimbau kepada Johannes agar tidak menuliskan pesan dalam huruf besar semua, karena di dalam internet, itu berarti berteriak. Saya percaya bahwa Johannes mempunyai niat baik untuk berdiskusi. Berkaitan dengan pernyataan tentang Petrus sebagai batu karang, saya telah menjawabnya di sini (silakan klik). Terima kasih telah mengingatkan Ingrid dan saya untuk berhati-hati dalam memberikan pendapat. Memang inilah yang kami coba lakukan, untuk senantiasa memberikan pengajaran berdasarkan Magisterium Gereja Katolik yang tidak mungkin bertentangan dengan Alkitab. Kalau setelah membaca link tersebut, Johannes tetap tidak setuju, silakan memberikan argumentasi, sehingga kita dapat berdialog secara… Read more »

Fauzan
Guest
Fauzan

“Shalom J.J.H Kuswanto (tak apa pakai shalom ya, singkatan dari ‘salam damai’. Pinjam istilah Yahudi, karena dulu toh Tuhan Yesus lahir sebagai seorang Yahudi)” Pembahasan ini hanya ingin membangun citra yang sia-sia.. Anda tidak BERPIKIR dengan ajaran yang menuhankan yesus sebagai tuhan? Tuhan itu Esa! bagaimana mungkin anda menyembah tuhan sedangkan anda mengatakan “dulu toh tuhan yesus lahir sebagai seorang yahudi”??? – Tuhan lahir??? – Tuhan lahir sebagai seorang Yahudi? – Tuhan setara dengan orang ‘seorang’??? – Tuhan seorang Yahudi??? KESALAHAN KALIAN adalah: TIDAK BERPIKIR bahwa isa itu rasul yang diturunkan Allah untuk membimbing kaum Bani Israil yang udah sesat… Read more »

Stefanus Tay

Shalom Fauzan, Silakan untuk menanggapi argumentasi berikut ini: Tidak ada yang menyangkal bahwa Kitab Suci membuktikan bahwa Yesus adalah manusia, sehingga Gereja Katolik mengajarkan bahwa Yesus adalah sungguh manusia. Namun, Kitab Suci yang sama juga membuktikan bahwa Yesus adalah Tuhan, sehingga Gereja Katolik juga mengajarkan bahwa Kristus mempunyai kodrat Allah. Ke-Allahan-Nya dapat dibuktikan dengan kedatangan-Nya yang dinubuatkan oleh para nabi dari generasi ke generasi: Kelahiran-Nya (lih. Mik 5:2), kehidupan-Nya yang membuat banyak mukjizat (lih. Yes 29:18, 35:5-6, 61:1; bdk. Mat 11:5; Luk 4:18; Mat 15:30), penderitaan dan kematian-Nya (lih. Yes 42, 49, 50, 53). Yesus memberikan hukum dalam namanya sendiri,… Read more »

Irena
Guest
Irena

Shalom katolisitas, Saya mau nanya nih… di kitab Yesaya 40:22 kan ada dinyatakan kalau bumi itu bulat… tapi kok pada zaman Galileo sepertinya Gereja masih berpandangan bahwa bumi itu datar, ya? Kenapa bisa terjadi hal seperti ini? Terus ada yang pernah bilang kalau di alkitab ada tertulis mengenai 4 sudut bumi (saya nggak tahu ini kitab yang mana dan bab berapa ayat berapa). Bagaimana gereja katolik menafsirkan kedua ayat itu (yang sepertinya bertentangan, satu bilang bulat satu bilang bersudut)? Kemudian apakah di surga itu benar-benar tidak ada kesedihan lagi? Kalau begitu, bagaimana dengan penampakan2 Yesus dan Bunda Maria (yang beberapa… Read more »

Stefanus Tay

Shalom Irena, Terima kasih atas beberapa pertanyaan yang diajukan. 1) Memang kitab Yesaya 40:22 mengatakan “Dia yang bertakhta di atas bulatan bumi yang penduduknya seperti belalang; Dia yang membentangkan langit seperti kain dan memasangnya seperti kemah kediaman!” Dan memang pada jaman Galileo, Gereja tidak mempertentangkan bahwa bumi bulat atau datar, namun lebih kepada geosentris (bumi sebagai pusat) atau heliosentris (matahari sebagai pusat). Sesuai dengan pendapat pada waktu itu, teori geosentris lebih banyak dipegang, walaupun akhirnya terbukti salah. Namun, Galileo yang mengatakan bahwa bumi tidak bergerak dan bumi mengelilingi matahari juga ada salahnya, karena kita tahu bahwa sebenarnya matahari tidak diam,… Read more »

Michael Angello
Guest
Michael Angello

Syalom……… Walaupun Gereja itu Kudus (karena Kepala dari Gereja, Kristus, adalah kudus), namun mempunyai anggota yang berdosa !!!! ……Tuhan….ampunilah kami…….Amin 1. “…….teori heliocentric tidak dapat dibuktikan sesuai dengan standard science pada waktu itu, sehingga dinyatakan salah, juga bidaah dan anti Alkitab. Galileo harus mencabut pernyataannya, dan Galileo berjanji tidak akan mengajarkan teori ini lagi.” PERTANYAAN : Kenapa karena Galileo tidak dapat menjelaskan teori Heliosentric menurut standar ilmu pengetahuan pada waktu itu, kemudian ia di nyatakan sebagai BIDAAH dan ANTI ALKITAB??? Padahal teori heliosentrik ini kan tidak ada hubungannya dng unsur Bidaah ataupun Alkitab!!! Dng pernyataan keras seperti ini mengindikasikan bahwa… Read more »

Stefanus Tay

Shalom Michael, Terima kasih atas tanggapannya tentang kasus Galileo Galilei. 1) Mungkin kita akan sulit membayangkan keadaan pada masa itu. Namun, tujuan dari inquisition adalah untuk melindungi umat dari banyaknya bidaah pada masa itu, sebagai contoh bidaah Albigensian, yang menentang perkawinan legal dan memperbolehkan bunuh diri. Dalam kasus Galileo Galilei: karena dia tidak dapat membuktikan teorinya dengan standard ilmu pengetahuan yang dipakai pada waktu itu dan teorinya (heliocentric) dipandang bertentangan dengan Alkitab (lih. Yos 10:12-13; 1 Taw 16:30; Maz 93:1; Mz 96:10; Maz 104:5; Pkh 1:5), maka dikhawatirkan dapat menyesatkan umat. Pada waktu itu, teori ini bukan hanya dianggap bertentangan… Read more »

Michael Angello
Guest
Michael Angello

1. Ya…jawabannya dapat diterima ….mengingat di masa itu Gereja mengalami berbagai macam tekanan sehingga Gereja harus mengambil tindakan tegas untuk kebaikan banyak orang. Juga ilmu pengetahuan saat itu belum berkembang spt sekarang ini…dan kebenaran akan teori heliosentrik juga tidak dapat dijelaskan oleh Galileosecara proporsional…..jadi bisa dimaklumi lah… 2. Ya…benar….argumentasi harus didukung dengan fakta dan bukti yg dapat dipertanggung jawabkan. Karena keterbatasan bukti-bukti maka isu yg mengatakan bahwa Gereja Katolik yg membunuh Galileo adalah hanya FITNAH BELAKA…MANA BUKTINYA???? Jadi ini hanya sebuah LEGENDA atau dengan kata lain TIDAK BENAR!!!!!! 3. Untuk poin ini…. hanya satu kata yg layak untuk Gereja Katolik….”HEBAT”…sungguh… Read more »

glenn
Guest
glenn

1.” Gereja Katolik tidak anti science, namun malah mendorong kemajuan science, yang diteruskan sampai sekarang. “, jika tidak anti science lantas kenapa setiap malam paskah kita selalu mendengarkan proses penciptaan alam semesta versi alkitab yang jelas-jelas tidak berlandaskan science,.,.,,.????? 2. Memang benar Gereja katolik tidak membunuh galileo-galilei namun akibat dukungannya terhadap teori heliosentris Gereja katolik melakukan “ekskomunikasi” terhadapnya,.,.,logika dan hati saya mengatakan bahwa tidak mungkin seoratang tahanan akan diperlakukan layaknya raja,,,jelas2 sejak jaman mana saja setiap tahanan pasti dilakukan perampasan terhadap hak2 nya,.,.,., 3.dan bertahun2 setelah teori heliosentrik terbukti benar pun Gereja katolik tidak pernah merehabilitasi nama Galileo -galilei Baru… Read more »

Stefanus Tay

Shalom Glenn, Terima kasih atas tanggapannya tentang kasus Galileo Galilei. Berikut ini adalah tanggapan saya untuk menjawab komentar Glenn: 1) Proses penciptaan di dalam Alkitab yang bertentangan dengan ilmu pengetahuan. Saya menungggu argumentasi tentang hal ini di diskusi ini (silakan klik). 2) Pada saat Gereja melakukan ekskomunikasi, ini berarti seseorang yang menjadi anggota Gereja Katolik, dan diperingati akan kesalahannya yang bertentangan dengan iman, tetapi orang tersebut tetap berkeras dengan pendapatnya. Pembahasan lebih lengkap tentang ekskomunikasi, dapat dibaca di sini (silakan klik). Oleh karena itu, ekskomunikasi adalah salah satu cara penyembuhan, dimana diharapkan orang tersebut sadar akan kesalahannya dan kembali kepada… Read more »

Gilberto Alves
Guest
Gilberto Alves

Inilah tanggapan saya tentang Komentar kamu di atas 1. Di dunia yg beraneka ragam kebudayaannya seseorang tidak bisa mengatakan bahwa kisah penciptaan alam semesta seperti yg ditulis di alkitab adalah universal, karena yg ditulis dalam alkitab itu menurut pengertian saya hanyalah sejarahnya bangsa zionis Israel. Allah yg disebut dalam alkitab itu tidak lain hanyalah nenek moyang bangsa Israel, seperti alkitab sendiri menyebutnya. jika kita menginterpretasi denganseksama allah itu hanya mengakui Israel sebagai umatnya. Jika allah yg di alkitab adalah universal mengapa orang di belahan dunia lain tidak mengenalnya sebelum zaman penjelajahan samudra? Jika kita menanyai seorang aborigin dari australia yg… Read more »

Stefanus Tay

Shalom Gilberto, Terima kasih atas tanggapannya. Berikut ini adalah jawaban saya: 1) Memang budaya dan agama yang lain – selain Kristen – juga mempunyai kisah penciptaan sendiri-sendiri. Namun, satu hal yang dapat kita tarik dari kisah penciptaan seperti yang disebutkan di dalam Alkitab adalah "Allah menciptakan segala sesuatu dari tidak ada menjadi ada (ex-nihilo)". a) Kita berbeda pendapat tentang pengertian dari Gilberto yang mengatakan "yg ditulis dalam alkitab itu menurut pengertian saya hanyalah sejarahnya bangsa zionis Israel". Mungkin pada waktu Gilberto menuliskan Alkitab, maka yang dimaksudkan adalah Perjanjian Lama. Namun, sebenarnya, Alkitab sendiri terdiri dari Perjanjian Lama (PL) dan Perjanjian… Read more »

georgius
Guest
georgius

Buat saudara Gilberto Alves….. Atas komentarnya…… damai sejahtera selalu… Apa yang selama ini disampaikan oleh saudara Stefanus dan team sangatlah obyektif… Mereka sangat terbuka dengan segala permasalahan yang ditanyakan, dan jawabannyapun tidak tendensius… Maaf, apakah saudara seorang Kristen atau bukan, seyogyanya masuk ke komunitas ini dalam suasana yang damai, pertanyaan didasarkan atas keingin-tahuan dan komentar didasarkan atas semangat untuk lebih memperdalam masalah. Disini, kita belajar untuk MENCARI KEBENARAN dan BUKAN MENCARI PEMBENARAN (ini bagian dari iman Kristen). Banyak hal yang sudah disampaikan oleh saudara Stefanus bukan berdasar argumen KOSONG, semua ada dasar yang dapat dipertanggung jawabkan. Saya sebagai orang awam,… Read more »

Thomas
Guest
Thomas

Dear katolisitas,
Saya sering mendengar dari orang2 bahwa Galileo dihukum mati oleh Gereja Katolik karena mengajukan teori heliosentris dan menolak geosentris. Apakah hal ini benar? Mohon penjelasannya. Terima kasih

Stefanus Tay

Shalom Thomas,

Telah dijawab di artikel di atas (silakan klik)
Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
stef-www.katolisitas.org

Paulus Sugiharto B
Guest

Untung ada penjelasan – penjelasan yg mencerahkan seperti ini.
Karena Kasus Galileo ini sudah banyak diplintir baik secara sengaja maupun tidak (sekedar paste – copy, tanpa menyelidiki), bahkan dari pengarang – pengarang buku yg sudah ngetop. Sehingga Sebagian besar orang tidak tahu kebenaran yg sesungguhnya. Selain dari sudut pandang Katolik seperti penjelasan diatas, bagi yg ingin melihat dari sudut pandang sains bisa dilihat di http://jalakbali.wordpress.com
Terima kasih.GBU

Romo pembimbing: Rm. Prof. DR. B.S. Mardiatmadja SJ. | Bidang Hukum Gereja dan Perkawinan : RD. Dr. D. Gusti Bagus Kusumawanta, Pr. | Bidang Sakramen dan Liturgi: Rm. Dr. Bernardus Boli Ujan, SVD | Bidang OMK: Rm. Yohanes Dwi Harsanto, Pr. | Bidang Keluarga : Rm. Dr. Bernardinus Realino Agung Prihartana, MSF, Maria Brownell, M.T.S. | Pembimbing teologis: Dr. Lawrence Feingold, S.T.D. | Pembimbing bidang Kitab Suci: Dr. David J. Twellman, D.Min.,Th.M.| Bidang Spiritualitas: Romo Alfonsus Widhiwiryawan, SX. STL | Bidang Pelayanan: Romo Felix Supranto, SS.CC |Staf Tetap dan Penulis: Caecilia Triastuti | Bidang Sistematik Teologi & Penanggung jawab: Stefanus Tay, M.T.S dan Ingrid Listiati Tay, M.T.S.
top
@Copyright katolisitas - 2008-2018 All rights reserved. Silakan memakai material yang ada di website ini, tapi harus mencantumkan "www.katolisitas.org", kecuali pemakaian dokumen Gereja. Tidak diperkenankan untuk memperbanyak sebagian atau seluruh tulisan dari website ini untuk kepentingan komersial Katolisitas.org adalah karya kerasulan yang berfokus dalam bidang evangelisasi dan katekese, yang memaparkan ajaran Gereja Katolik berdasarkan Kitab Suci, Tradisi Suci dan Magisterium Gereja. Situs ini dimulai tanggal 31 Mei 2008, pesta Bunda Maria mengunjungi Elizabeth. Semoga situs katolisitas dapat menyampaikan kabar gembira Kristus. 
X