Apakah arti ‘ular beludak’ (Mat 3:7)?

Ungkapan ‘keturunan ular beludak’, ditujukan oleh Yohanes Pembaptis kepada orang-orang Farisi dan Saduki. Berikut ini adalah penjelasan dari Haydock’s Commentary on Holy Scripture tentang Mat 3:7:

Kaum Farisi dan Saduki. Ini adalah nama dua sekte yang ada pada saat itu di kalangan orang -orang Yahudi. Terdapat bermacam interpretasi tentang istilah Saduki. Setidaknya ini kita temukan dalam Injil dan di Kisah para Rasul, bahwa mereka adalah orang-orang yang profan, yang tidak percaya akan kebangkitan dan tidak percaya akan adanya roh-roh dan jiwa yang sifatnya kekal. Terhadap mereka ini kaum Farisi menyatakan sebagai musuh, sebagai sekte yang lebih religius, yang berpura-pura sebagai pelaku yang dengan tepat melaksanakan hukum Taurat, dan banyak tradisi-tradisi yang besar, yang mereka miliki, atau seolah-olah mereka miliki, dari para bapa moyang mereka. St. Epiphanius (lih Haer.16, p.34) mengajarkan bahwa Farisi memperoleh nama mereka dari kata Ibrani Pharas, yang menandai keterpisahan, dibagi, atau dibedakan dari orang-orang lain oleh cara hidup yang lebih kudus. Sehingga orang Farisi yang sombong (Luk 18) berkata tentang dirinya sendiri, Aku tidak sama seperti semua orang lain….

Keturunan ular beludak: St. Yohanes Pembaptis dan juga Kristus sendiri (Mat 22:33) menggunakan kata menyalahkan yang tajam ini kepada mereka yang datang dengan penuh kepalsuan.

Murka yang akan datang: artinya hukuman bagi orang-orang yang jahat setelah kematian. Atau, seperti dijelaskan oleh sejumlah orang, sebagai kehancuran yang akan terjadi di kota Yerusalem, di bait Allah, dan seluruh bangsa Yahudi.”

4
Tinggalkan pesan

Please Login to comment
2 Comment threads
2 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
3 Comment authors
brianIngrid ListiatiMarga Recent comment authors
brian
Guest
brian

Dear Katolisitas,

Mohon jelaskan soal SETAN, IBLIS, dan ROH JAHAT, sehingga terlihat perbedaan dan kesamaannya.

Terima kasih,

Ingrid Listiati
Member

Dalam Kitab Suci, kata ‘demon/ roh jahat (ak√°thartos pneuma)’ mempunyai makna yang serupa dengan iblis atau setan, yang sesungguhnya adalah malaikat yang jatuh dalam dosa (fallen angels). Pembedaan penggunaan istilah terlihat dalam dekrit Konsili Lateran yang ke-4, “Diabolus enim et alii daemones” (The devil and the other demons), membedakan antara kedua istilah tersebut, yaitu semuanya dapat disebut sebagai roh jahat/ demons, namun kepalanya disebut devil (diabolos atau Satanas), atau diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia: iblis atau setan. Pembedaan ini juga nampak dalam kitab Perjanjian Baru Vulgata.

Silakan untuk selanjutnya membaca di link ini, silakan klik.

Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
Ingrid Listiati- katolisitas.org

Marga
Guest
Marga

Selamat siang.

Saya ingin menanyakan tentang ular beludak dalam Matius 3:7 dari perspektif Katolik.
1. Apa arti ular beludak?
2. Siapa yg. dimaksud ular beludak?
3. Tentang “siapa” dlm. nomor (2) di atas, yg. pastinya sebelum Masehi, bagaimana penjelasannya untuk manusia di zaman sekarang?

Mohon pencerahan.
(seandainya tidak dimuat, mohon jawaban lewat e-mail)

Terima kasih

Ingrid Listiati
Member

Shalom Marga,

Silakan membaca ulasan di atas, silakan klik.

Ungkapan ‘keturunan ular beludak’ ditujukan kepada kaum Farisi dan Saduki. Mereka disebut demikian karena kepalsuan mereka: kaum Saduki dengan gaya hidup mereka yang profan/ duniawi, sedangkan kaum Farisi dengan gaya hidup kepura-puraan sebagai pelaku hukum Taurat. Untuk konteks sekarang kita dapat juga melihat kedua jenis kelompok orang-orang yang mempunyai ciri-ciri sedemikian, yaitu orang-orang yang hidup menuruti kedagingan dan keinginan duniawi semata, dan orang-orang yang mengaku religius, namun sesungguhnya hatinya penuh kepura-puraan.

Semoga Tuhan menghindarkan kita dari kedua sikap ini, yang tidak berkenan di hadapan Allah.

Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
Ingrid Listiati- katolisitas.org

Romo pembimbing: Rm. Prof. DR. B.S. Mardiatmadja SJ. | Bidang Hukum Gereja dan Perkawinan : RD. Dr. D. Gusti Bagus Kusumawanta, Pr. | Bidang Sakramen dan Liturgi: Rm. Dr. Bernardus Boli Ujan, SVD | Bidang OMK: Rm. Yohanes Dwi Harsanto, Pr. | Bidang Keluarga : Rm. Dr. Bernardinus Realino Agung Prihartana, MSF, Maria Brownell, M.T.S. | Pembimbing teologis: Dr. Lawrence Feingold, S.T.D. | Pembimbing bidang Kitab Suci: Dr. David J. Twellman, D.Min.,Th.M.| Bidang Spiritualitas: Romo Alfonsus Widhiwiryawan, SX. STL | Bidang Pelayanan: Romo Felix Supranto, SS.CC |Staf Tetap dan Penulis: Caecilia Triastuti | Bidang Sistematik Teologi & Penanggung jawab: Stefanus Tay, M.T.S dan Ingrid Listiati Tay, M.T.S.
top
@Copyright katolisitas - 2008-2018 All rights reserved. Silakan memakai material yang ada di website ini, tapi harus mencantumkan "www.katolisitas.org", kecuali pemakaian dokumen Gereja. Tidak diperkenankan untuk memperbanyak sebagian atau seluruh tulisan dari website ini untuk kepentingan komersial Katolisitas.org adalah karya kerasulan yang berfokus dalam bidang evangelisasi dan katekese, yang memaparkan ajaran Gereja Katolik berdasarkan Kitab Suci, Tradisi Suci dan Magisterium Gereja. Situs ini dimulai tanggal 31 Mei 2008, pesta Bunda Maria mengunjungi Elizabeth. Semoga situs katolisitas dapat menyampaikan kabar gembira Kristus. 
X