Apakah arti kunci Rasul Petrus?

Dalam Mat 16:19 dituliskan “Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga.” Apakah maksud dari kunci ini? “Kunci” yang diberikan di sini maksudnya adalah kuasa untuk memimpin dan mengatur Kerajaan Sorga. Dan karena Kerajaan Sorga yang ada di dunia ini adalah Gereja, maka Rasul Petrus (dan para penggantinya) diberi kuasa untuk memimpin Gereja. Karena Gereja direncanakan oleh Yesus untuk terus eksis sampai akhir jaman (Mat 16:18; 28:19-20), maka kuasa memimpin ini diberikan juga kepada para penerus Rasul Petrus.

Di Perjanjian Lama, memang tugas “pemegang kunci” ini telah digambarkan oleh Eliakim (Yes 22) yang diberi tanggungjawab untuk memegang kunci Rumah Raja Daud, sebagai pengatur rumah tangga, yang menjadi simbol kekuasaan Kerajaan Yehuda. Dengan diberikannya kuasa ini kepada Eliakim, tentu bukan berarti Eliakim menjadi “lebih tinggi daripada” Raja Daud. Pemberian kunci ini hanya dimaksudkan agar Eliakim menjadi pengurus, pengajar bagi kerajaan raja Daud. Di Perjanjian Baru, oleh Yesus, Sang Raja keturunan Daud, kerajaan Yehuda disempurnakan menjadi Gereja-Nya yang dibangun di atas Rasul Petrus (Mat 16:18-19). Maka dengan analogi yang sama, kuasa yang diberikan oleh Yesus kepada Rasul Petrus juga tidak membuat Petrus lebih tinggi daripada Yesus. Sebab biar bagaimanapun, Yesus tetaplah Sang Pemilik kunci yang menguasai kunci itu. Jadi kunci yang disebutkan itu baik yang di kitab Yesaya 22:22 maupun Why 3:7, adalah kunci Kerajaan yang sama, sebab memang sudah sejak dahulu, Allah mempersiapkan Kerajaan Allah, dari bangsa Israel di kerajaan Yehuda pada jaman Raja Daud, sampai sekarang saat Kerajaan-Nya nyata di dalam Gereja Katolik yang didirikan-Nya. Pada PL tugas mengatur rumah/ kerajaan Daud diberikan kepada Eliakim, sedangkan pada PB, tugas mengaturKerajaan Surga diberikan kepada Rasul Petrus dan para panerusnya.

Kuasa ‘mengikat dan melepaskan’ disebutkan oleh Flavius Josephus, seorang ahli sejarah di abad ke -1, sebagai otoritas untuk mengatur, yang mengikat atau melepaskan masyarakat dari suatu kewajiban, untuk menghukum atau untuk mengampuni, dan untuk menentukan sesuatu sebagai sesuatu yang sah atau tidak sah, boleh atau tidak boleh dilakukan. Kuasa ‘mengikat dan melepaskan’ ini diberikan oleh Ratu Alexandra (76-67 BC) kepada kaum Farisi. Kuasa inilah yang sering menjadi pertentangan antara para Rabi golongan Shamma dan Hillel, pada jaman Yesus, karena yang diikat oleh golongan yang satu dilepaskan oleh yang lain, demikian sebaliknya. Di sini Josephus tidak meragukan bahwa maksud ungkapan ‘mengikat dan melepaskan’ itu berkaitan dengan otoritas. ((lihat Stanley L. Jaki, The Keys of the Kingdom (Chicago: Franciscan Herald Press, 1986), p.43)) Yesus mengakhiri kesimpangsiuran ini dengan memberikan otoritas yang benar kepada Petrus, yang dipercayakan untuk memimpin Gereja-Nya. Maka istilah ‘kunci’ ini adalah untuk menggambarkan pemberian kuasa yang penuh dan otoritas/ kuasa yang penuh, absolut dan tertinggi yang diberikan Yesus kepada Rasul Petrus. Jadi “kunci” ini bukanlah hanya berarti kunci pintu masuk saja (pembuka pintu bagi orang-orang yang belum mengenal Kristus untuk mengimani-Nya), tetapi seluruh kunci bagi semua pintu rumah/ Kerajaan Allah tersebut, yang menyangkut seluruh kepemimpinan umat beriman. Tugas ini kemudian dijalankan oleh Magisterium (Paus dan para uskup dalam persekutuan dengan Paus), yaitu tugas/ wewenang untuk mengikat atau melepaskan dalam hal pengajaran iman dan moral (Mat 16:19; 18:18). “Kunci” ini selain untuk membuka dan menutup Kerajaan Allah di Surga, adalah untuk juga kunci untuk mengatur Kerajaan Allah yang ada di dunia ini, yaitu di dalam Gereja. Menurut para Bapa Gereja, termasuk di sini, selain kuasa mengajar, adalah kuasa untuk mengampuni dosa (Mat 16:19).

Maka menurut Suarez, seorang Teolog Scholastik yang menggabungkan ajaran St. Gregorius dan St. Maximus, kuasa memegang kunci ini meliputi tiga hal, yaitu kuasa memberikan sakramen- sakramen, kuasa memimpin/ mengatur dan kuasa untuk mendefinisikan ajaran iman dan moral (lihat Suarez, De Poenit., disp xvi). Jadi di sini “kunci” bukan sesuatu yang dibagi-bagikan sama rata kepada semua pengikut Kristus. Interpretasi yang “kunci” pada PB harus melihat juga konteks penggenapan yang dimaksud pada PL, sebab pemberian kunci kerajaan Yehuda pada PL hanya diberikan kepada Eliakim, maka pada PB, juga hanya kepada Rasul Petrus. Sedangkan karena Yesus menginginkan agar Kerajaan-Nya/ Gereja-Nya terus bertahan sampai akhir jaman, maka pemberian “kunci”/ wewenang ini berlangsung terus kepada para penerus Rasul Petrus. Dan karena secara prinsip: yang diberi wewenang selalu tidak pernah mengatasi Yang Memberi wewenang, maka Petrus (dan penerusnya) yang diberi wewenang tidak akan pernah menjadi lebih tinggi daripada Kristus Sang Pemberi wewenang. Sebab apapun yang ditetapkan oleh Petrus adalah yang menjadi ketetapan Kristus dan Petrus hanya menjalankan tugas ini, sesuai dengan wewenang yang diberikan kepadanya.

19/12/2018

26
Tinggalkan pesan

Please Login to comment
11 Comment threads
15 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
13 Comment authors
SalsaKefasberlyAnnaadrain Recent comment authors
Kefas
Member
Kefas

Shalom tim katolisitas saya pernah melihat debat antara Katholik vs Protestan, di situ dipaparkan oleh ahli dari Protestan bahwa semua bukti yang dipaparkan oleh Katholik dari bapa-bapa Gereja sebenarnya tidak menunjukkan bahwa Gereja Roma merupakan yang utama di antara yang setara (first among equals?). Hal ini disebabkan karena dalam kutipan-kutipan yang dipakai dari para bapa Gereja tidak ada yang secara eksplisit menunjukkan bahwa Gereja Roma merupakan pemimpin dari jemaat-jemaat lainnya. Menurutnya, yang terjadi ialah begitu ada kata atau tulisan dari para bapa gereja yang menyinggung atau mendukung St. Petrus dan gereja Roma, maka oleh Katholik langsung dianggap sebagai bukti bahwa… Read more »

Ingrid Listiati
Member

Shalom Kefas, Silakan untuk terlebih dahulu membaca artikel seri Keutamaan Paus, silakan klik di artikel berikut ini: Keutamaan Petrus 1: Menurut Kitab SuciKeutamaan Petrus 2: Bukti sejarah tentang keberadaan Rasul Petrus di RomaKeutamaan Petrus 3: Tanggapan terhadap mereka yang menentang keberadaan Petrus di RomaKeutamaan Petrus 4: Menurut dokumen paling awal GerejaKeutamaan Petrus 5: Dalam Gereja di Lima Abad Pertama Tentang ‘Petros’ dan ‘Petra’Keutamaan Gereja Roma (Primus Inter Pares) Semoga dengan membaca artikel-artikel tersebut Anda dapat melihat secara obyektif tentang keutamaan Gereja Roma di bawah pimpinan Uskup Roma (yaitu Paus, yang melanjutkan kepemimpinan Rasul Petrus) di antara Gereja-gereja di daerah lainnya.… Read more »

berly
Guest
berly

Shalom, saya mau bertanya
pada Matius 16:19 “Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan didunia ini akan terlepas di sorga.”
berarti apakah Keselamatan Abadi hanya ada pada Gereja Katolik saja? mengingat St Petrus adalah Paus pertama, dan apakah arti dari “dan apa yang kau lepaskan di dunia akan terlepas di sorga”? Apakah berarti gereja non-katolik tidak bisa masuk kedalam Kerajaan Sorga?
terima kasih.

Ingrid Listiati
Member

Shalom Berly, Kuasa ‘mengikat dan melepaskan’ disebutkan oleh Flavius Josephus, seorang ahli sejarah di abad ke -1, sebagai otoritas untuk mengatur, yang mengikat atau melepaskan masyarakat dari suatu kewajiban, untuk menghukum atau untuk mengampuni, dan untuk menentukan sesuatu sebagai sesuatu yang sah atau tidak sah, boleh atau tidak boleh dilakukan. Kuasa ‘mengikat dan melepaskan’ ini diberikan oleh Ratu Alexandra (76-67 BC) kepada kaum Farisi. Kuasa inilah yang sering menjadi pertentangan antara para Rabi golongan Shamma dan Hillel, pada jaman Yesus, karena yang diikat oleh golongan yang satu dilepaskan oleh yang lain, demikian sebaliknya. Di sini Josephus tidak meragukan bahwa maksud… Read more »

Salsa
Member
Salsa

Ingrid@ saya selalu bingung jika ada pertanyaan yang mengatakan bahwa “apa agamanya Yesus dan kapan/di mana Yesus memerintahkan muridNya untuk memelihara umatNya didalam gereja katolik? Dan pertanyaan sama juga sebenarnya agama para bapa gereja mula2 yang mana, sehingga akhirnya gereja katolik ngotot dan bersikeras bahwa Petrus adalah paus pertama bagi gereja katolik?
Terima kasih…!

Ingrid Listiati
Member

Shalom Salsa, Pertama- tama, mari kita melihat kepada apakah sebenarnya definisi ‘agama’, supaya kita mengetahui apakah pernyataan Anda itu tepat atau tidak. Silakan selanjutnya membaca uraian tentang definisi agama, silakan klik. Dalam Glossary Katekismus Gereja Katolik dikatakan bahwa agama adalah “A set of beliefs and practices followed by those committed to the service and worship of God. The first commandment requires us to believe in God, to worship and serve him, as the first duty of the virtue of religion” atau “Satu perangkat kepercayaan dan tindakan yang diikuti oleh mereka yang berkomitmen untuk melayani dan menyembah Allah. Perintah pertama menuntut… Read more »

Anna
Guest
Anna

syalom..

pada waktu perjamuan kudus, Yesus memecahkan roti menjadi 3. Ada seseorang mengatakan kepada saya bahwa maksudnya adalah gereja Tuhan, akan terbagi menjadi 3 yaitu katolik roma, katolik ortodoks dan protestan. Apakah itu benar?
trima’s

Ingrid Listiati
Member

Shalom Anna, Kita tidak mengetahui menjadi berapa bagian-kah Yesus memecahkan roti pada saat Perjamuan Terakhir. Sepanjang pengetahuan saya yang ditulis di Kitab Suci adalah bahwa Yesus mengambil roti, mengucap berkat dan memecah-mecahkannya, namun tidak dituliskan menjadi berapa bagian. Seandainya roti tersebut dipecah menjadi dua atau tiga atau lima sekalipun, tidak untuk diartikan bahwa Yesus menghendaki Gerejanya (Tubuh Mistiknya) terpecah menjadi dua, tiga atau lima atau sejumlah angka lainnya. Sebab yang tertulis secara eksplisit dalam Injil Yohanes adalah Yesus menghendaki agar Gerejanya yang terdiri dari mereka yang mengimani Dia, itu tetap satu. Demikian kutipannya: “Dan bukan untuk mereka ini saja Aku… Read more »

Salsa
Member
Salsa

Ingrid@ pada waktu perjamuan terakhir Yesus memecahkan roti lalu memberi kepada muridNya, dan setelah itu Yesus mengangkat cawan dan memberkati lalu memberi kepada muridNya untuk diminum.
Jadi, pertanyaan saya adalah kenapa gereja katolik setiap perjamuan or prosesi misa di bagian komuni umat hanya menerima hosti (tubuh Kristus) tapi anggur (darah Kristus) tidak disertakan seperti yang dilakukan oleh Yesus di perjamuan terakhir…!
Terima kasih…

[dari Katolisitas: untuk menemukan jawaban pertanyaan Anda, silakan membaca dua artikel ini: “Mengapa komuni satu rupa maknanya sama dengan dua rupa?”” dan “Mengapa Komuni satu rupa, mengapa dua rupa?“]

adrain
Guest
adrain

Shalom Ibu Ingrid.

Saya ingin bertanyakan mengenai berita Pope John Paul II dan Pope Benedict 16 telah memeluk agama Islam. Berita tersebut sedang hangat di perkata di Internet dan juga surat-surat khabar di serata dunia. Soalan saya

1.Adakah berita ini benar?
2.Apakah sumber yang dapat menafikan berita tersebut?

sekian

adrian

[dari Katolisitas: silakan membaca penjelasan yang sudah kami berikan untuk pertanyaan yang sama yang ada di link-link ini: silakan klik di sini dan klik di sini]

adrian
Guest
adrian

Pertanyaan:

saya ingin bertanyakan maksud 3 anak kunci yang tergantung di pinggang santo Petrus.

[dari Katolisitas: Anda dapat menemukan jawaban pertanyaan Anda di artikel ini, silahkan klik.]

justin syuhada
Guest
justin syuhada

Salam damai dalam nama Kristus, Saya tergoda untuk bertanya sbb: Gereja Roma Katolik menyatakan bahwa tahta Bapa Suci adalah penerus Tahta Petrus Rasul dan rasul Petus telah dipilih Tuhan sebagai pemimpin dari para rasul yang lain, sehingga persatuan dengan rasul Petrus adalah persatuan dengan Bapa Suci sebagai pengganti Petrus. Tetapi dalam sejarahnya Rasul Petrus juga menjadi Uskup pertama di antiokhia, yang sampai sekarang diteruskan oleh Patriakh Ignatius IV, yang jadi pertanyaan saya, bukankah tahta Petrus di antiokhia, ( gereja di Anthiokia) juga sesuai dengan sabda Tuhan ” …di atas batu karang ini akan Kudirikan gerejaKu…” dalam arti bukan gereja Roma… Read more »

Ingrid Listiati
Member

Shalom Justin, Mat 16:18 yang mengatakan ” …di atas batu karang ini akan Kudirikan GerejaKu…”, itu mengacu kepada Petrus dan imannya akan Kristus. Nah misi Rasul Petrus, seperti yang dikatakannya, adalah juga mewartakan Injil baik kepada orang Yahudi, maupun bangsa-bangsa lain, agar mereka juga percaya kepada Kristus (Kis 15:7). Maka Rasul Petrus dan juga Paulus bersama-sama mendirikan Gereja di Roma, yang dianggap sebagai pusat dunia pada saat itu, agar Injil dapat diwartakan ke seluruh ujung bumi, sesuai dengan amanat Yesus (Mat 28:19-20). Saya baru saja sekilas membahas mengenai hal ini di jawaban ini, silakan klik. Dengan demikian, peran Patriarkh Antiokhia… Read more »

Febry
Guest
Febry

Saya ingin bertanya tentang arti Limbas Infantium.
Dan siapa siapa sajakah yang berada di sana?
Trima kasih atas penjelasannya
Salam Damai

Stefanus Tay

Shalom Febry,
Terima kasih atas pertanyaannya tentang Limbas Infantius (Limbo). Beberapa link ini mungkin dapat menjawab (klik ini, klik ini, dan klik ini). Kalau setelah membaca link tersebut, Febry masih mempunyai pertanyaan, silakan untuk bertanya kembali.

Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
stef – http://www.katolisitas.org

Isa Inigo
Guest
Isa Inigo

Pak Stef dan Bu Ingrid, Salam. Perkenankanlah saya bertanya mengenai dasar pendirian Hirarki Gereja. Dalam keterangan mengenai kuasa Petrus sebagai pemimpin para rasul dikutipkan Mat 16:18. Namun seorang teman Protestan menyangkalnya sebagai pendirian hirarki, selain bahwa paling tidak Petrus dipercaya sebagai pemimpin para rasul. Bagaimana diterangkan bahwa hal itu menjadi dasar pendirian hirarki Gereja? Demikianlah pertanyaan saya. Maju terus Katolisitas. Selamat Natal 2009 dan Tahun Baru 2010. Shalom. Isa Inigo

Ingrid Listiati
Member

Shalom Isa Inigo, Sebenarnya jawaban singkatnya adalah, karena Rasul Petrus telah ditunjuk sebagai Batu Karang, tempat Yesus mendirikan Gereja-Nya (Mat 16:18) dan Yesus berjanji bahwa akan menyertai Gereja-Nya sampai akhir jaman (Mat 28:19-20), dan bahwa maut tidak akan menguasainya (artinya Gereja-Nya tidak akan dibiarkannya tersesat oleh kuasa Iblis) maka konsekuensinya Yesus pasti menyertai Petrus dan para penerus Petrus demi penggenapan janji-Nya itu. Sebab kalau janji Yesus itu hanya diberikan kepada Petrus, dan tidak kepada para penggantinya, artinya, Gereja bisa disesatkan, dan ini bertentangan dengan perkataan Yesus sendiri di Mat 16:18. Jadi dengan ayat Mat 16:18, maka Petrus diangkat menjadi pemimpin… Read more »

Isa Inigo
Guest
Isa Inigo

Terima kasih Bu Ingrid atas jawaban mengenai Hirarki Gereja Katolik yang didirikan Kristus. Hal ini akan saya jadikan bahan dialog dengan teman-teman protestan dan agama-agama lain agar saya pun belajar mempertanggungjawabkan apa yang saya imani dengan hormat dan lemah lembut. Dengan adanya http://www.katolisitas.org yang dilayani Pak Stef dan Bu Ingrid serta romo-romo, saya merasa percaya diri dan jauh lebih baik dalam menjawab pertanyaan dari sahabat-sahabat khususnya dari teman yang beragama Protestan dan Islam. Saya merasa bahwa setelah saya mengutarakan jawaban dari katolisitas, mereka jauh lebih hormat pada iman Katolik karena orang Katolik sendiri tahu apa yang diimani, dan saya pun… Read more »

Ingrid Listiati
Member

Shalom Isa Inigo,
Terima kasih atas doa dan dukungan anda terhadap Katolisitas. Kami bersyukur kepada Tuhan, jika situs ini bisa membantu anda dan para pembaca yang lain, dan tentu kami juga bersyukur dan berterima kasih kepada Tuhan, telah memperkenalkan kami dengan begitu banyak saudara/i dalam Kristus melalui situs ini. Sungguh, Tuhan dapat memakai banyak cara untuk mempersatukan umat-Nya dalam kasih.
Semoga Tuhan juga memberkati karya kerasulan yang anda lakukan sehari-hari. Salam hangat kami untuk anda sekeluarga dan kerabat anda.

Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
Ingrid & Stef – http://www.katolisitas.org

BUDI YOGA PRAMONO
Guest
BUDI YOGA PRAMONO

Shalom Ibu ingrid, Kalau Petrus memang menjadi kepala para rasul jaman Yesus, bagaimanakah dia mengatur para rasul dgn dogma2 & aturan2 yang harus ditetapkan & pusat Gereja harus di Roma, padahal yang saya baca di yerusalem tempat para rasul berkumpul & bila ada perkara2 yang sulit dijawab oleh jemaat maka harus dibawa ke yerusalem untuk diberi jawaban yang sesuai dgn firman Tuhan. Dan apakah Petrus juga mengatur ttg liturgi, tata gereja & aturan lainnya kepada para rasul lain mengingat jaman itu belum ada administrasi yang baik bahkan gereja mula2 adalah tidak resmi & sering dikejar2 pemerintah roma. Dan pula para… Read more »

Ingrid Listiati
Member

Shalom Budi Yoga, Jika kita mempelajari Kitab Suci, fakta sejarah dan tulisan para Bapa Gereja, kita akan mengetahui bahwa Rasul Petrus memimpin Gereja yang dimulai di Yerusalem pada sekitar tahun 33-37. Namun kemudian, Petrus berkeliling mewartakan Injil -tidak hanya di Yerusalem- sebab Kristus berpesan, "Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi." (lih. Kis 1:8). Maka Rasul Petrus dan Paulus menaati perintah Yesus ini, dengan melakukan perjalanan ke daerah-daerah di luar Yerusalem untuk memberitakan Injil. Mereka mendirikan Gereja… Read more »

Abin
Guest
Abin

Mohon maaf kalau OOT. Marilah kita membiasakan diri untuk menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar. Kata yang sering salah penggunaannya adalah kata DARI dan DARIPADA, seperti pada kalimat diatas: “apa berarti Petrus lebih tinggi DARI Yesus?” “bukan berarti Eliakim menjadi “lebih tinggi DARI” Raja Daud” Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia seharusnya kata (yang huruf besar) yang lebih tepat adalah “DARIPADA”: “da·ri·pa·da p kata depan untuk menandai perbandingan: buku ini lebih bagus — buku itu” (sumber Kamus Besar Bahasa Indonesia, http://pusatbahasa.diknas.go.id/kbbi/) Dalam bahasa Inggris “DARIPADA” = THAN dan “DARI” = OF. Jika kita salah memakai kata tersebut maka terjemahan ke… Read more »

Ingrid Listiati
Member

Shalom Abin,
Terima kasih atas masukan anda. Ya, yang benar adalah “daripada”/ than dan bukannya “dari”/ from. Jadi yang benar adalah:
“bukan berarti Eliakim menjadi “lebih tinggi daripada” Raja Daud.”
“kuasa yang diberikan oleh Yesus kepada Rasul Petrus juga tidak membuat Petrus lebih tinggi daripada Yesus.”
Saya sudah memperbaikinya dalam artikel di atas.
Sekali lagi terima kasih.

Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
Ingrid Listiati- http://www.katolisitas.org

Alexander Pontoh
Guest
Alexander Pontoh

bu inggrid, saya menemukan bahasa yunani dari Matius 16:19 di situs http://www.sarapanpagi.org/batu-dasar-jemaat-vt381.html ____________________________________________________________________________________ 16:19 LAI TB, Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga.” KJV, And I will give unto thee the keys of the kingdom of heaven: and whatsoever thou shalt bind on earth shall be bound in heaven: and whatsoever thou shalt loose on earth shall be loosed in heaven. TR, και δωσω σοι τας κλεις της βασιλειας των ουρανων και ο εαν δησης επι της γης εσται δεδεμενον… Read more »

Stefanus Tay

Shalom Alexander Pontoh, Terima kasih atas pertanyaannya tentang Mt 16:19. Memang di beberapa terjemahan, seperti RSV, NASB, KJV menggunakan kata “keys” (jamak dari key), yang sesuai dengan Yunani (kleis, G2807). Dan kata “keys” ini juga dipakai di Why 1:18. Mari kita melihat Mt 16:18-19, yang mengatakan: 18 Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya. 19 Kepadamu akan Kuberikan kunci (kunci-kunci) Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga. Kata-kata… Read more »

Alexander Pontoh
Guest
Alexander Pontoh

saya masih ada pertanyaan ttg kunci. ini pertanyaan saya sendiri. jadi… kunci itu sebetulnya kuasa. apa mungkin seperti surat kuasa diatas materai kalau di jaman modern ini? jadi… ketika Yesus berkata “Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga” kepada Petrus, berarti Yesus memberikan wewenang (hanya) kepada Petrus untuk mengatur / mengepalai Gereja. Hanya saja Yesus tidak menulis Surat Kuasa diatas materai yg diberikannya kepada Petrus. saya menangkap maksudnya begini, salah kah saya? apakah kerajaan Sorga = Surga? seingat saya, dulu guru agama katolik saya di sekolah mengatakan kalau kerajaan surga jangan dibayangkan ada temboknya, ada rajanya, ada tentaranya tetapi kerajaan surga… Read more »

Romo pembimbing: Rm. Prof. DR. B.S. Mardiatmadja SJ. | Bidang Hukum Gereja dan Perkawinan : RD. Dr. D. Gusti Bagus Kusumawanta, Pr. | Bidang Sakramen dan Liturgi: Rm. Dr. Bernardus Boli Ujan, SVD | Bidang OMK: Rm. Yohanes Dwi Harsanto, Pr. | Bidang Keluarga : Rm. Dr. Bernardinus Realino Agung Prihartana, MSF, Maria Brownell, M.T.S. | Pembimbing teologis: Dr. Lawrence Feingold, S.T.D. | Pembimbing bidang Kitab Suci: Dr. David J. Twellman, D.Min.,Th.M.| Bidang Spiritualitas: Romo Alfonsus Widhiwiryawan, SX. STL | Bidang Pelayanan: Romo Felix Supranto, SS.CC |Staf Tetap dan Penulis: Caecilia Triastuti | Bidang Sistematik Teologi & Penanggung jawab: Stefanus Tay, M.T.S dan Ingrid Listiati Tay, M.T.S.
top
@Copyright katolisitas - 2008-2018 All rights reserved. Silakan memakai material yang ada di website ini, tapi harus mencantumkan "www.katolisitas.org", kecuali pemakaian dokumen Gereja. Tidak diperkenankan untuk memperbanyak sebagian atau seluruh tulisan dari website ini untuk kepentingan komersial Katolisitas.org adalah karya kerasulan yang berfokus dalam bidang evangelisasi dan katekese, yang memaparkan ajaran Gereja Katolik berdasarkan Kitab Suci, Tradisi Suci dan Magisterium Gereja. Situs ini dimulai tanggal 31 Mei 2008, pesta Bunda Maria mengunjungi Elizabeth. Semoga situs katolisitas dapat menyampaikan kabar gembira Kristus. 
X