Apa dasar ajaran Gereja Katolik: Bunda Maria diangkat ke surga?

Gereja Katolik mengajarkan bahwa Bunda Maria diangkat ke surga, berdasarkan Tradisi Suci yang sudah diimani oleh Gereja sejak lama, namun baru ditetapkan menjadi Dogma melalui pengajaran Bapa Paus Pius XII tanggal 1 November 1950, yang berjudul Munificentimtissimus Deus. Selengkapnya silakan klik di sini. Doktrin ini berhubungan dengan Dogma Immaculate Conception/ Maria dikandung tanpa noda, yang diajarkan oleh Bapa Paus Pius IX, 8 Desember 1854. Untuk topik Maria dikandung tanpa noda, silakan klik di sini.
Umat Kristen non- Katolik banyak yang mempertanyakan hal ini, dan berpikir bahwa Gereja Katolik ‘menciptakan’ Dogma yang tidak berdasarkan Kitab Suci. Sebab bagi mereka sumber Wahyu Ilahi hanyalah Kitab Suci. Namun bagi orang Katolik, Wahyu Ilahi juga diperoleh dari Tradisi Suci yang telah berakar dan tumbuh di dalam Gereja Katolik,di mana Tradisi Suci ini tidak terpisahkan dari Kitab Suci. Maka hal Maria diangkat ke Surga juga memiliki dasar Kitab Suci, walaupun tidak dinyatakan secara eksplisit. Jadi jika Gereja Katolik mengumumkan suatu doktrin, itu sebenarnya hanya mengumumkan apa yang sudah lama diimani oleh Gereja, dan bukannya sesuatu yang baru tiba-tiba ditambahkan. Sebagai contohnya, pada waktu Gereja Katolik mengumumkan pengajaran tentang Allah Trinitas pada tahun 325 pada Konsili Nicea, adalah bukan berarti sebelumnya tidak ada pengajaran Allah Trinitas ini. Tulisan-tulisan pengajaran para Bapa Gereja menjadi saksi yang hidup atas pengajaran tentang Trinitas ini. Demikian juga pada saat Gereja Katolik menetapkan Kanon Alkitab yaitu pada Konsili Hippo tahun 393 dan Konsili Carthage tahun 397 bukan berarti Gereja Katolik baru ‘menciptakan’ Kitab Suci pada saat itu. Sebelumnya kitab-kitab yang menjadi bagian Alkitab itu sudah ada, namun baru pada saat itu ditetapkan sebagai kanon Alkitab/ kitab-kitab yang diakui sebagai ‘diilhami oleh Roh Kudus’, untuk membedakannya dengan kitab-kitab lain yang hanya merupakan karya tulis biasa.
Dengan pengertian yang sama maka Dogma Maria dikandung tanpa noda dan Dogma Maria diangkat ke surga merupakan pengajaran yang telah lama ada dan diimani oleh Gereja, yang nyata ada dalam tulisan para Bapa Gereja.

Munificentissimus Deus

Dalam pembukaan Munificentissimus Deus (MD, 3) yang menyatakan dogma Bunda Maria diangkat ke Surga, Bapa Paus Pius XII mengatakan bahwa dalam sejarah keselamatan, Bunda Maria mengambil tempat istimewa dan unik. Ini mengacu pada ayat Gal 4:4, di mana dikatakan, “…Setelah genap waktunya”, bahwa dalam pemenuhan rencana keselamatan Allah ini, Allah dengan keMahakuasaan-Nya memberikan hak-hak istimewa kepada Bunda Maria, agar nyatalah segala kemurahan hati-Nya yang dinyatakan kepada Bunda Maria, dalam keseimbangan yang sempurna.
Maka bahwa jika untuk melahirkan Yesus, Bunda Maria disucikan dan dikandung tanpa noda dosa, dan selama hidupnya tidak berdosa (karena tidak seperti manusia lainnya, ia tidak mempunyai kecenderungan untuk berbuat dosa/ concupiscentia), maka selanjutnya, adalah setelah wafatnya, Tuhan tidak akan membiarkan tubuhnya terurai menjadi debu, karena penguraian menjadi debu ini adalah konsekuensi dari dosa manusia.

Demikian pula dengan pengajaran bahwa Bunda Maria adalah Tabut Perjanjian Baru, karena dengan mengandung Yesus ia menjadi tempat kediaman Sabda Allah yang menjadi manusia, Sang Roti Hidup [kontraskan dengan tabut Perjanjian Lama yang isinya kitab Taurat Musa dan roti manna], maka Bunda Maria mengalami persatuan dengan Yesus. Mzm 132:8, mengatakan, “Bangunlah ya Tuhan, dan pergilah ketempat perhentian-Mu, Engkau beserta tabut kekuatan-Mu.” Dan dalam Perjanjian Baru tabut ini adalah Bunda Maria. Bunda Maria-lah juga yang disebut sebagai ‘permaisuri berpakaian emas dari Ofir (Mzm 45: 10,14). Hal ini sejalan dengan penglihatan Rasul Yohanes dalam kitab Wahyu 12, dan tentu, Luk 1:28, 42Hail, full of grace, the Lord is with you, blessed are you among women.” (Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau, diberkatilah engkau di antara semua perempuan) [lihat MD 26, 27]

Bahwa pengangkatan Bunda Maria ke surga merupakan pemenuhan janji Allah bahwa seorang perempuan (Maria) yang keturunannya (Yesus) akan menghancurkan Iblis [dan kuasanya, yaitu maut] (lihat Kej 3:15); dan bahwa pengangkatan ini merupakan kemenangan atas dosa dan maut (lihat Rom 5-6, 1 Kor 15:21-26; 54-57), di mana kematian akan ditelan dalam kemenangan (1 Kor 15:54).

Nubuat Simeon tentang Bunda Maria juga menunjukkan jalan kehidupan Bunda Maria, yang melalui penderitaan, dan bahwa suatu pedang akan menembus jiwanya (Luk 2:35) dan ini terpenuhi dengan penderitaannya melihat Yesus Puteranya disiksa sampai wafat di hadapan matanya sendiri. Penderitaan tak terlukiskan ini mempersatukannya dengan Kristus, dan karenanya layaklah ia menerima janji yang disebutkan oleh Rasul Paulus, “… jika kita menderita bersama-sama dengan Dia…kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia.” (Rom 8:17). Dan karena Bunda Maria adalah yang pertama menderita bersama Yesus dengan sempurna, maka layaklah bahwa Tuhan Yesus memenuhi janji-Nya ini dengan mengangkat Bunda Maria dengan sempurna, tubuh dan jiwa ke dalam kemuliaan surga, segera setelah wafat-Nya.

Namun dasar yang kuat dari pengangkatan Bunda Maria ke Surga adalah karena Maria adalah Bunda Allah (lih. MD 6,14,21,22,25). Sebab “kemuliaan seseorang terletak dalam menghormati bapanya, dan malu anak ialah ibu ternista” (Sir 3:11). Maka fakta bahwa Kristus mengasihi Bunda-Nya Maria, dan mempersatukannya di dalam misteri kehidupan-Nya, menjadikannya layak bahwa perempuan yang diciptakannya tidak bernoda dan perawan yang dipilih-Nya untuk menjadi ibu-Nya, menjadi seperti Dia, menang dengan jaya atas kematian melalui pengangkatannya ke surga sebagaimana Kristus telah menang atas dosa dan maut melalui Kebangkitan dan kenaikan-Nya ke Surga.

Demikian juga, yang tak kalah penting adalah karena sebagaimana yang disimpulkan dari Kitab Suci dan sudah diajarkan oleh para Bapa Gereja, Maria adalah Hawa yang baru (lih. MD 27,30, 39). Sebab karena kesalahan satu orang maka umat manusia jatuh dalam dosa, sedangkan karena ketaatan satu orang umat manusia dibenarkan (lih. Rom 5:18-19). Maka sebagaimana Hawa dahulu mengambil bagian dalam ketidaktaatan Adam, demikian pula Maria sebagai Hawa yang baru mengambil bagian dalam ketaatan Kristus sebagai Adam yang baru. Dengan ketidaktaatannya, Hawa yang pertama membawa kematian bagi umat manusia, sedangkan Bunda Maria, dengan ketaatannya membawa hidup bagi umat manusia, karena ia mengandung Sang Hidup yang menebus dan memberikan kehidupan kekal kepada manusia. Maria secara istimewa menyatu dan bekerja sama dengan Kristus, tidak saja dengan melahirkan-Nya tetapi juga di dalam fase- fase penting dalam kehidupan-Nya selanjutnya: saat Ia dipersembahkan ke bait Allah, saat mukjizat-Nya yang pertama, saat Ia disalibkan, saat kenaikan-Nya ke surga dan saat Pentakosta. Maka jika kasih Adam kepada Hawa memimpinnya kepada dosa, kasih Kristus kepada Bunda Maria memimpinnya untuk “mengambil bagian di dalam pertentangan-Nya melawan Iblis dan kepada hasil akhirnya” (MD 39), yaitu kemenangan total di dalam tubuh dan jiwa atas dosa dan maut.

Di sepanjang sejarah Gereja, sudah banyak sekali gereja dibangun dengan tema Bunda Maria diangkat ke surga (MD 15) Dalam doa-doa Liturgi Gereja Katolik, sudah banyak doa-doa yang menunjukkan iman bahwa Bunda Maria ini diangkat ke surga setelah wafatnya. Hal ini kita ketahui dari Sacramentarium Gregorianum, yang mengatakan, “Sangat terberkatilah hari ini O Tuhan, di mana Bunda Allah menderita wafat, namun tidak terikat oleh belenggu kematian, sebab ia telah melahirkan Sang Putera Allah yang menjelma dalam [tubuh]nya.” (MD 17) Dan juga dalam Menaei Totiu Anni, “Tuhan, Raja semesta Alam, telah memberikan kepadamu [Maria] rahmat yang mengatasi kodrat. Seperti Ia menjagamu tetap perawan saat melahirkan, maka Ia telah menjaga tubuhmu takkan rusak di kubur, dan telah memuliakan tubuhmu dengan perbuatan-Nya yang ilahi, mengangkatnya dari dalam kubur.” (MD 18)

Liturgi memang tidak menyebabkan/ menjadi sumber iman Katolik, tetapi merupakan hasil/ disebabkan oleh iman Katolik. Jadi liturgi di sini adalah seperti buah yang dihasilkan dari pohon (lihat MD 20). Maka di sini diketahui bahwa iman Gereja tentang pengangkatan Bunda Maria ke surga, telah lama berakar dalam Gereja. Para kudus yang mengajarkan hal ini antara lain adalah: St. Yohanes Damaskus (676-754), St. Antonius Padua, (1195-1231), (1206-1280), St. Thomas Aquinas (1225-1274), St Albert Agung, St. Benardinus (1380-1404), St. Robertus Belarminus (1542-1621), St. St. Petrus Kanisius (1520-1597), Alphosus Liguori (1696-1787). [lihat uraian MD 26-36].

Berikut ini adalah bunyi Dogma ini adalah, “…. by the authority of our Lord Jesus Christ, of the Blessed Apostles Peter and Paul, and by our own authority, we pronounce, declare and define it to be a divinely revealed dogma: that the Immaculate Mother of God, the ever Virgin Mary, having completed the course of her earthly life, was assumed body and soul into heavenly glory.” (MD 44)

Terjemahannya:

“…. dengan otoritas dari Tuhan kita Yesus Kristus, dari Rasul Petrus dan Paulus yang Terberkati, dan oleh otoritas kami sendiri, kami mengumumkan, menyatakan dan mendefinisikannya sebagai sebuah dogma yang diwahyukan Allah: bahwa Bunda Tuhan yang tak bernoda, Perawan Maria yang tetap perawan, setelah menyelesaikan perjalanan hidupnya di dunia, diangkat tubuh dan jiwanya ke dalam kemuliaan surgawi.” (MD 44)

Pada saat Paus Pius XII mengumumkan Dogma ini, ia menggunakan wewenangnya sebagai Magisterium, dan ia bertindak atas nama Kristus untuk mengajar umatnya. Selanjutnya tentang Magisterium, dalam kesatuan dengan Kitab Suci dan Tradisi Suci silakan klik di sini, dan lebih lanjut tentang Magisterium, silakan klik.

Perlu kita ketahui bahwa Bunda Maria ‘diangkat’ ke surga, dan bukan ‘naik’ ke surga. ‘Diangkat’ berarti bukan karena kekuatannya sendiri melainkan diangkat oleh kuasa Allah, sedangkan Yesus ‘naik’ ke surga oleh kekuatan-Nya sendiri. Bagi orang Katolik, peristiwa Bunda Maria diangkat ke surga adalah peringatan akan pengharapan kita akan kebangkitan badan di akhir zaman, di mana kita sebagai orang beriman, jika hidup setia dan taat kepada Allah sampai akhir, maka kitapun akan mengalami apa yang dijanjikan Tuhan itu: bahwa kita akan diangkat ke surga, tubuh dan jiwa untuk nanti bersatu dengan Dia dalam kemuliaan surgawi. Maka, Dogma Maria diangkat ke surga, bukan semata-mata doktrin untuk menghormati Maria, tetapi doktrin itu mau menunjukkan bahwa Maria adalah anggota Gereja yang pertama yang diangkat ke surga. Jika kita hidup setia melakukan perintah Allah dan bersatu dengan Kristus, seperti Bunda Maria, kitapun pada saat akhir jaman nanti akan diangkat ke surga, jiwa dan badan, seperti dia.

Dengan diangkatnya Bunda Maria ke surga, maka ia yang telah bersatu dengan Yesus akan menyertai kita yang masih berziarah di dunia ini dengan doa-doanya. Karena berpegang bahwa doa orang benar besar kuasanya (Yak 5:16), maka betapa besarlah kuasa doa Bunda Maria yang telah dibenarkan oleh Allah, dengan diangkatnya ke surga.

Beberapa tulisan Bapa Gereja tentang Maria diangkat ke surga:

1. Pseudo- Melito (300): Oleh karena itu, jika hal itu berada dalam kuasaMu, adalah nampak benar bagi kami pelayan- pelayan-Mu, bahwa seperti Engkau yang telah mengatasi maut, bangkit dengan mulia, maka Engkau seharusnya mengangkat tubuh Bundamu dan membawanya dengan-Mu, dengan suka cita ke dalam surga. Lalu kata Sang Penyelamat [Yesus]: “Jadilah seperti perkataanmu”. ((Pseudo- Melito-The Passing of the Virgin 16:2-17))

2. Timotius dari Yerusalem (400)
Oleh karena itu Sang Perawan [Maria] tidak mati sampai saat ini, melihat bahwa Ia yang pernah tinggal di dalamnya memindahkannya ke tempat pengangkatannya. ((St. Timothy of Jerusalem, Homily on Simeon dan Anna, 400))

3. Yohanes Sang Theolog (400)
Tuhan berkata kepada Ibu-Nya, “Biarlah hatimu bersuka dan bergembira. Sebab setiap rahmat dan karunia telah diberikan kepadamu dari Bapa-Ku di Surga dan dari-Ku dan dari Roh Kudus. Setiap jiwa yang memanggil namamu tidak akan dipermalukan, tetapi akan menemukan belas kasihan dan ketenangan dan dukungan dan kepercayaan diri, baik di dunia sekarang ini dan di dunia yang akan datang, di dalam kehadiran Bapa-Ku di Surga”… Dan dari saat itu semua mengetahui bahwa tubuh yang tak bercacat dan yang berharga itu telah dipindahkan ke surga ((John the Theologian, The Dormition of Mary))

4. Gregorius dari Tours (575)
Para Rasul mengambil tubuhnya  [jenazah Maria] dari peti penyangganya dan menempatkannya di sebuah kubur, dan mereka menjaganya, mengharapkan Tuhan [Yesus] agar datang. Dan lihatlah, Tuhan datang kembali di hadapan mereka; dan setelah menerima tubuh itu, Ia memerintahkan agar tubuh itu diangkat di awan ke surga: dimana sekarang tergabung dengan jiwanya, [Maria] bersukacita dengan para terpilih Tuhan … ((Gregory of Tours, Eight Books of Miracles 1:4))

5. Theoteknos dari Livias (600)
Adalah layak … bahwa tubuh Bunda Maria yang tersuci, tubuh yang melahirkan Tuhan, yang menerima Tuhan, menjadi ilahi, tidak rusak, diterangi oleh rahmat ilahi dan kemuliaan yang penuh …. agar hidup di dunia untuk sementara dan diangkat ke surga dengan kemuliaan, dengan jiwanya yang menyenangkan Tuhan ((Theoteknos, Homily on the Assumption))

6. Modestus dari Yerusalem (sebelum 634)
Sebagai Bunda Kristus yang termulia… telah menerima kehidupan dari Dia [Kristus], ia telah menerima kekekalan tubuh yang tidak rusak, bersama dengan Dia yang telah mengangkatnya dari kubur dan mengangkatnya kepada Diri-Nya dengan cara yang hanya diketahui oleh-Nya ((Modestus, Encomium in dormitionnem Sanctissimae Dominae nostrae Deiparae semperque Virginis Mariae))

7. Germanus dari Konstantinopel (683)
Engkau adalah ia, …. yang nampak dalam kecantikan, dan tubuhmu yang perawan adalah semuanya kudus, murni, keseluruhannya adalah tempat tinggal Allah, sehingga karena itu dibebaskan dari penguraian menjadi debu. Meskipun masih manusia, tubuhmu diubah ke dalam kehidupan surgawi yang tidak dapat musnah, sungguh hidup dan mulia, tidak rusak dan mengambil bagian dalam kehidupan yang sempurna ((Germanus, Sermon I))

8. Yohanes Damaskinus (697)
Adalah layak bahwa ia, yang tetap perawan pada saat melahirkan, tetap menjaga tubuhnya dari kerusakan bahkan setelah kematiannya. Adalah layak bahwa dia, yang telah menggendong Sang Pencipta sebagai anak di dadanya, dapat tinggal di dalam tabernakel ilahi. Adalah layak bahwa mempelai, yang diambil Bapa kepada-Nya, dapat hidup dalam istana ilahi. Adalah layak bahwa ia, yang telah memandang Putera-Nya di salib dan yang telah menerima di dalam hatinya pedang duka cita yang tidak dialaminya pada saat melahirkan-Nya, dapat memandang Dia saat Dia duduk di sisi Bapa. Adalah layak bahwa Bunda Tuhan memiliki apa yang dimiliki oleh Putera-nya, dan bahwa ia layak dihormati oleh setiap mahluk ciptaan sebagai Ibu dan hamba Tuhan. ((John Damascene, Dormition of Mary)).

9. Gregorian Sacramentary (795)
Terhormat bagi kami, O Tuhan, perayaan hari ini, yang memperingati Bunda Allah yang kudus yang meninggal dunia untuk sementara waktu, namun tetap tidak dapat dijerat oleh maut, yang telah melahirkan Putera-Mu, Tuhan kami yang menjelma dari dirinya. ((Gregorian Sacramentary, Veranda, ante 795))

19/12/2018

27
Tinggalkan pesan

Please Login to comment
13 Comment threads
14 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
14 Comment authors
JohnicalsebastianLody KolatlenaBudi YogaMaximillian Reinhart Recent comment authors
John
Guest
John

Siapapun dapat berargumen tantang hal ini, tetapi apakah semua argumen ini telah dibuktikan kebenarannya????? Firman (Yesus) adalah KEBENARAN YANG SESUNGGUHNYA jika kita percaya kepada Firman maka kita akan hidup. selanjutnya,..apakah hubungan Maria dengan begitu banyak PATUNG yang ada dalam Gereja Katolik, sedangkan Firman menyatakan bahwa; JANGAN MEMBUAT BAGIMU PATUNG MENYERUPAI BENTUK APAPUN BAIK YANG ADA DI LANGIT DI ATAS MAUPUN DI BUMI DI BAWAH,….Tolong penjelasannya.. Thanks,..Shaloom !! [dari Katolisitas: kami mengundang Anda membaca uraian yang kami paparkan di artikel-artikel berikut ini, silakan klik pada judulnya: Orang Katolik tidak menyembah patung Apakah umat Katolik yang berdoa di depan patung menyembah berhala?… Read more »

icalsebastian
Guest
icalsebastian

Berkah dalem,mohon petunjuk ada teman yang menanyakan kapan bunda maria lahir,dan silsilah bunda maria. Terimakasih.Berkah dalem [Dari Katolisitas: Silakan membaca artikel ini, terutama subjudul berikut, lihat point.3, silakan klik. Sejauh pengetahuan kami, tidak ditemukan catatan sejarah yang mencatat secara persis tahun berapa kelahiran Bunda Maria, namun dapat diperkirakan sekitar 12-14 tahun sebelum kelahiran Yesus, sebab menurut tradisi Yahudi, sekitar umur 12-14 tahun umumnya seorang perempuan muda Yahudi bertunangan/ menikah. Gereja Katolik merayakan hari kelahiran Bunda Maria tanggal 8 September, tepat 9 bulan setelah perayaan hari Bunda Maria dikandung tak bernoda, 8 Desember. Sekilas kisah tentang kehidupan Maria dicatat dalam kitab… Read more »

Lody Kolatlena
Guest
Lody Kolatlena

Dear Katolisitas,
Dalam link ini http://www.wayoflife.org/database/maryolatry.html banyak yang menuduh Gereja Katolik telah melakukan penghujatan besar-besar karena Maria digambarkan duduk di sebelah kanan Yesus, Maria juga turut di salib dengan Yesus. Ada juga sebuah patung Maria yang prominen yang diberi nama “Maria Ratu Damai.” Di luar basilika itu, bahkan ada patung MARIA SEDANG TERSALIB BERSAMA YESUS! Sebenarnya apa makna dari patung-patung Maria tersalib bersama Yesus…

Terimakasih

Stefanus Tay

Shalom Lody, Sebenarnya, kalau kita mengerti peran Maria dalam karya keselamatan Allah, maka kita dapat melihat karya-karya seni yang ada dalam proporsi yang tepat. Selama kita melihat bahwa Maria adalah Hawa yang kedua yang taat, yang menemani Adam yang kedua (Kristus) dalam menyelamatkan manusia, maka kita akan dapat menempatkan Bunda Maria sebagaimana mestinya. Sebagai contoh: 1. Maria digambarkan menerima mahkota di Sorga, karena memang Maria adalah yang pertama kali berjalan dalam iman akan Kristus dan telah menyelesaikan tugasnya di dunia ini dengan sempurna, sehingga pada akhirnya dia menerima mahkota di Sorga. Bukankah rasul Yakobus dan Rasul Petrus menekankan bahwa kita… Read more »

Maximillian Reinhart
Guest
Maximillian Reinhart

Dear Ingrid.
Aku paham, bahwa Yesus sungguh Allah sungguh manusia, kedua kodrat itu MENYATU TAK TERPISAHKAN (hypostatis union).
Jadi, aku kira Ingrid sudah memahami kelanjutan tulisanku.
Mohon lebih dijelaskan…
Salam Kasih.
Max

[Dari Katolisitas: Mohon membaca terlebih dahulu artikel Yesus Sungguh Allah Sungguh Manusia, silakan klik]

Maximillian Reinhart
Guest
Maximillian Reinhart

Dear Katolisitas.

Perlu kita ketahui bahwa Bunda Maria ‘diangkat’ ke surga, dan bukan ‘naik’ ke surga. ‘Diangkat’ berarti bukan karena kekuatannya sendiri melainkan diangkat oleh kuasa Allah, sedangkan Yesus ‘naik’ ke surga oleh kekuatan-Nya sendiri.

Lukas 9:51 Ketika hampir genap waktunya Yesus DIANGKAT ke sorga, Ia mengarahkan pandangan-Nya untuk pergi ke Yerusalem,

Bisa tolong dijelaskan?

Terima kasih.

Ingrid Listiati
Member

Shalom Maximillian Reinhart, Kita perlu mengingat ajaran Gereja yang mendasarinya yaitu bahwa saat penjelmaan-Nya sebagai manusia, Yesus adalah sungguh Allah namun juga sungguh manusia. Artinya ada dua kodrat dalam diri Yesus, yaitu kodrat Allah dan kodrat manusia. Maka jika ada ayat-ayat dalam Kitab Suci yang mengatakan bahwa Yesus ‘dibangkitkan’ Allah (lih. Kis 2:32; 7:37; 10:40; 13:37) dan ‘diangkat’ ke surga (Luk 9:51), itu mengacu kepada kodrat-Nya sebagai manusia. Sebaliknya, jika ayat-ayat Kitab Suci mengatakan bahwa Yesus ‘bangkit’ (lih. Mrk 16:6,9; Yoh 2:22; Kis 17:3; Rom 8:34; 1 Tes 4:12; 2Tim 2:8) dan  Ia ‘naik’ ke surga (Kis 1:11; 1 Ptr… Read more »

nicolaus agung suprobo
Guest
nicolaus agung suprobo

saya mencari buku yang membahas tentang kematian santa maria?

Ingrid Listiati
Member

Shalom Nicolaus, Sepanjang pengetahuan saya, para teolog mempunyai pandangan yang berbeda tentang akhir hidup Bunda Maria di dunia. Ada yang berpandangan bahwa Bunda Maria tidak mengalami kematian, namun langsung diangkat tubuh dan jiwanya oleh Allah ke surga. Namun ada pula yang berpandangan bahwa, seperti halnya Yesus Puteranya yang mengalami kematian, Bunda Maria pun wafat, tetapi kemudian diangkat tubuh dan jiwanya ke surga. Magisterium Gereja Katolik, dalam mendefinisikan Dogma Bunda Maria diangkat ke Surga, tidak menyebutkan secara eksplisit apakah Bunda Maria wafat atau tidak sebelumnya. Dikatakan demikian: “…. dengan otoritas dari Tuhan kita Yesus Kristus, dari Rasul Petrus dan Paulus yang… Read more »

Budi Yoga
Guest
Budi Yoga

Shalom Bu Inggrid. Dari buku yg pernah saya baca di yerusalem ada makam Bunda Maria. Bgmn mungkin diangkat kalau jasadnya masih di bumi kecuali rohnya diangkat itu benar spt nanti kita juga rohnya diangkat ke surga.Juga Maria masih melahirkan adik2 Yesus dari suami Yusuf sampai akhirnya Yusuf meninggal dunia Maria tidak kawin lg.Maria juga adalah istri ketiga atau keemoat dari Yusuf. Bgmn mungkin dia adalah perawan, kalau melahirkan Yesus mungkin krn dari Roh Kudus. GBU

Stefanus Tay

Shalom Budi Yoga, Sebenarnya, tidak ada pertentangan antara dogma Maria diangkat ke Sorga dengan keberadaan makam Bunda Maria di Yerusalem, sama seperti tidak ada pertentangan antara Yesus yang wafat, dimakamkan dan kemudian naik ke Sorga. Gereja Katolik tidak pernah mendefinisikan apakah Bunda Maria meninggal terlebih dahulu atau tidak sebelum diangkat ke Sorga. Banyak teolog – termasuk St. Thomas Aquinas – yang mengatakan bahwa Bunda Maria wafat terlebih dahulu mengikuti jejak Puteranya. Namun, yang jelas setelah habis masa tugasnya di dunia ini dan atas jasa Putera-Nya, maka tubuh dan jiwa Maria diangkat ke Sorga. Tentang topik yang lain, yaitu keperawanan Maria,… Read more »

Fonda
Guest
Fonda

Dear Katolisitas Saya ingin bertanya apakah tulisan di blog ini: http://www.newadvent.org/fathers/0832.htm adalah benar tulisan Rasul Yohanes mengingat tidak masuk dalam kanon serta penanggalan thn 400, dimana sangat kecil kemungkinan Rasul Yohanes sendiri masih hidup pada saat itu, mengingatkan saya kepada beberapa kitab2 apokrif seperti kitab Barnabas, yang tertanggal sktr 1000 thn setelah Barnabas meninggal. Justru yang masuk kanon adalah Injil Yohanes, yang sama sekali tidak menyebut peristiwa pengangkatan Maria. Hanya ada dua kemungkinan: Peristiwa itu (pengangkatan Maria) dianggap tidak penting atau tidak pernah terjadi. JBU [Dari Katolisitas: Pesan ini digabungkan karena masih satu topik] Tambahan lagi: Yang ingin saya tanyakan… Read more »

Ingrid Listiati
Member

Shalom Fonda, 1. Tentang dasar ajaran Maria diangkat ke surga Ajaran tentang Bunda Maria diangkat ke surga tidak semata- mata tergantung dari tulisan apokrif tentang pengangkatan Bunda Maria sebagaimana dituliskan oleh St. Yohanes Sang Teolog yang baru ditemukan tahun 400-an. Dasar yang kuat dari pengangkatan Bunda Maria ke Surga (yang secara implisit dapat disimpulkan dari Kitab Suci dan  diajarkan oleh para Bapa Gereja) adalah bahwa Bunda Maria adalah Hawa yang baru (lih. MD 27,30, 39). Tentang mengapa Maria disebut sebagai Hawa yang baru, sudah pernah dibahas di sini, silakan klik. Sebab karena kesalahan satu orang maka umat manusia jatuh dalam… Read more »

leonard
Guest
leonard

Dear Tim Katolisitas,

Tiba-tiba kepikiran saja kemarin malam ketika lagi Rosario. Setau saya Bunda Maria kan tinggal bersama Rasul Yohanes. Adakah tulisan dari Rasul Yohanes ttg peristiwa dinaikkannya Bunda Maria?

Terima Kasih

Ingrid Listiati
Member

Shalom Leonard, 1. Rasul Yohanes menuliskan tentang keberadaan Bunda Maria di Surga dalam penglihatannya yang dituliskan dalam Kitab Wahyu, demikian: “Maka terbukalah Bait Suci Allah yang di sorga, dan kelihatanlah tabut perjanjian-Nya di dalam Bait Suci itu dan terjadilah kilat dan deru guruh dan gempa bumi dan hujan es lebat. Maka tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya. Ia sedang mengandung dan dalam keluhan dan penderitaannya hendak melahirkan ia berteriak kesakitan. Maka tampaklah suatu tanda yang lain di langit; dan lihatlah, seekor… Read more »

leonard
Guest
leonard

Syaloom bu Ingrid

Tidak apa-apa, sudah dijawab udah syukur saya
Terima Kasih

Tuhan Berkati

Stefanus freydy
Guest
Stefanus freydy

Maaf..boleh saya share diskusi ini??
Saya ingin jelaskan kepada seorang saudara Protestan saya yang sangat bebal dan tidak percaya tentang ajaran Katolik… dan menganggap bahwa apapun yang terjadi di Katolik, adalah sebuah kebohongan.. saya sudah putus asa bagaimana membuat saudara saya mengerti.. terutama tentang Bunda Maria.. =(
Trims ibu Ingrid

Ingrid Listiati
Member

Shalom Stefanus, Silakan anda membagikan informasi yang ada di situs ini, jika anda pandang berguna, silakan anda sebutkan sumbernya dari katolisitas.org. Ada banyak artikel dan Tanya Jawab tentang Bunda Maria di situs ini. Ada juga FAQ (Frequently Asked Questions), tentang topik Bunda Maria, yang walaupun belum lengkap, namun sudah cukup banyak informasinya. Tentang dasar ajaran Bunda Maria diangkat ke surga, silakan klik di sini. Namun di atas semua itu, yang terpenting adalah mendoakan saudara anda, semoga Roh Kudus menuntunnya agar ia mempunyai sikap keterbukaan hati untuk membaca dan melihat kebenaran yang diajarkan oleh Gereja Katolik. Hal menerimanya atau tidak memang… Read more »

Stefanus freydy
Guest
Stefanus freydy

Terima kasih ibu, saya sungguh sedih.. sedikit kesaksian pendeta saja sudah membuatnya percaya, sekalipun itu mungkin palsu.. tetapi ketika saya memberikan kesaksian hidup santo/a, jangankan membacanya, mendengar namanya saja ia tidak mau.. sungguh sulit buat saya meyakinkannya.

[Dari Katolisitas: Memang demikianlah yang terjadi. Mungkin lebih baik kita mendoakan mereka ini, dan juga berdoa agar jangan sampai kita sendiri terombang ambing oleh banyaknya kesaksian- kesaksian yang tidak benar]

Michael Angello
Guest

Syalom Bu.Inggrid,

Saya mengutip tulisan Bu.Inggrid sbg berikut:

“Bunda Maria-lah juga yang disebut sebagai ‘permaisuri berpakaian emas dari Ofir Mzm 45: 10,14”
Berikut bunyi Mzm 45: 9 “Di antara mereka yg disayangi terdapat putri-putri raja, di sebelah kananmu berdiri permaisuri berpakaian emas dari Ofir”

Pertanyaannya:
– Apa dasarnya Gereja Katolik menafsirkan bahwa permaisuri berpakaian emas dari ofir itu adalah Bunda Maria???
– Apa arti dari berpakaian emas???
– Apa arti Ofir???
– Apa arti disebelah kanan???

Ingrid Listiati
Member

Shalom Michael Angello, Tafsiran bahwa Bunda Maria adalah permaisuri berpakaian emas dari Ofir (Mz 45:10, 14) diajarkan oleh para Bapa Gereja, terutama St. Yohanes Damaskus, dalam Homili II, 11; dan St. Modestus, Encomium. Ajaran ini yang dikutip oleh Bapa Paus IX ketika menjelaskan Dogma Maria diangkat ke surga, yaitu dalam tulisannya, Munificentissimus Deus (MD), 26. Silakan klik di sini, untuk menemukan pernyataan tersebut di dalam dokumen Gereja tersebut. Di sana yang tertulis adalah Mzm 44:10, 14, karena sisitem penomoran ayat Mzm-nya sedikit berbeda dengan Alkitab yang kita pakai di Indonesia, namun ayat yang dimaksud adalah ayat Mzm 45:10, 14. Maksudnya… Read more »

skywalker
Guest
skywalker

[quote] Namun bagi orang Katolik, Wahyu Ilahi juga diperoleh dari Tradisi Suci yang telah berakar dan tumbuh di dalam Gereja Katolik, dan sebenarnya ada dasar Alkitabnya, walaupun mungkin tidak dinyatakan secara eksplisit. Maka jika Gereja Katolik mengumumkan suatu doktrin, itu sebenarnya hanya mengumumkan apa yang sudah lama diimani oleh Gereja, dan bukannya sesuatu yang baru tiba-tiba ditambahkan [unquote] amat menarik sekali statemen : [quote] Wahyu Ilahi juga diperoleh dari Tradisi Suci yang telah berakar dan tumbuh di dalam Gereja Katolik, [unquote] Saya memahami kitab suci bukan wahyu ilahi – wahyu Ilahi adalah Yesus Kristus, dan bukan teks atau kebiasaan sekelompok… Read more »

Stefanus Tay

Shalom Skywalker, Terima kasih atas tanggapannya. Saya pernah menjawab tentang apakah Alkitab adalah wahyu Ilahi disini (silakan klik). Katekismus Gereja Katolik (KGK 101-103) mengatakan: 101 "Untuk mewahyukan Diri kepada manusia, Allah berbicara dalam kebaikan-Nya kepada manusia dengan bahasa manusiawi: "Sabda Allah yang diungkapkan dengan bahasa manusia, telah menyerupai pembicaraan manusiawi, seperti dahulu Sabda Bapa yang kekal, dengan Mengenakan daging kelemahan manusiawi, telah menjadi serupa dengan manusia" (DV 13)." 102 "Melalui kata-kata Kitab Suci, Allah hanya mengatakan satu kata: Sabda-Nya yang tunggal, dan di dalam Dia Ia mengungkapkan Diri seutuhnya: (Bdk. Ibr 1:1-3.) "Sabda Allah yang satu dan sama berada dalam… Read more »

Ingrid Listiati
Member

Shalom Skywalker, Arti Wahyu Ilahi/ Wahyu Allah ini dijelaskan dalam Katekismus Gereja Katolik, sebagai berikut: KGK 50     Dengan bantuan budi kodratinya, manusia dapat mengenal Allah dengan pasti dari segala karya-Nya. Namun masih ada lagi satu tata pengetahuan, yang tidak dapat dicapai manusia dengan kekuatannya sendiri: yakni wahyu ilahi Bdk. Konsili Vat I: DS 3015. Melalui keputusan yang sama sekali bebas, Allah mewahyukan dan memberikan Diri kepada manusia, dan menyingkapkan rahasia-Nya yang paling dalam, keputusan-Nya yang berbelas kasih, yang Ia rencanakan sejak keabadian di dalam Kristus untuk semua manusia. Ia menyingkapkan rencana keselamatan-Nya secara penuh, ketika Ia mengutus Putera-Nya yang terkasih,… Read more »

Machmud
Guest
Machmud

Dear Ingrid

Mohon maaf saya masih belum bisa meyakinkan hati dan fikiran saya tentang Bunda Maria diangkat ke Sorga, saya yakin sekali kalau Bunda Maria berada di Surga,tapi tidak diangkat ke Surga dan berdoa syafaat .

Yang berdoa syafaat itu setahu saya hanya Yesus

Yang saya tahu hanya 2 orang saja yang diangkat hidup2 ke Surga yaitu Henokh dan Elia dan Yesus setelah kebangkitannya juga naik ke Surga , sebab Dia juga adalah Allah Trinitas.

Salam
Machmud

Ingrid Listiati
Member

Shalom Machmud, Saya rasa, anda tidak perlu memohon maaf kepada saya karena anda belum bisa menyakinkan hati dan fikiran anda tentang pengajaran Bunda Maria diangkat ke Sorga. Sungguh, saya tidak memaksa anda untuk begitu saja percaya. Silakan anda merenungkannya dalam hati, dan memohon agar Roh Kudus membimbing anda ke arah kebenaran. Di sini saya hanya menyampaikan apa yang diajarkan oleh Gereja Katolik, yang saya yakini sebagai kebenaran yang diwahyukan oleh Tuhan. Sebenarnya pengajaran bahwa Maria diangkat ke surga, itu berkaitan dengan pengajaran tentang Bunda Maria lainnya, yang pernah juga saya tuliskan di sini, yaitu: Bunda Maria dikandung tanpa noda: apa… Read more »

Machmud
Guest
Machmud

Dear Ingrid
Mohon tanya dimana ayatnya :
Dan setelah Bunda Maria wafat dan diangkat ke surga, , ia masih menyertai Gereja dengan doa-doanya.
Terima kasih
Machmud
[Dari Admin: Pertanyaan ini sudah dijawab di atas, silakan klik]

Romo pembimbing: Rm. Prof. DR. B.S. Mardiatmadja SJ. | Bidang Hukum Gereja dan Perkawinan : RD. Dr. D. Gusti Bagus Kusumawanta, Pr. | Bidang Sakramen dan Liturgi: Rm. Dr. Bernardus Boli Ujan, SVD | Bidang OMK: Rm. Yohanes Dwi Harsanto, Pr. | Bidang Keluarga : Rm. Dr. Bernardinus Realino Agung Prihartana, MSF, Maria Brownell, M.T.S. | Pembimbing teologis: Dr. Lawrence Feingold, S.T.D. | Pembimbing bidang Kitab Suci: Dr. David J. Twellman, D.Min.,Th.M.| Bidang Spiritualitas: Romo Alfonsus Widhiwiryawan, SX. STL | Bidang Pelayanan: Romo Felix Supranto, SS.CC |Staf Tetap dan Penulis: Caecilia Triastuti | Bidang Sistematik Teologi & Penanggung jawab: Stefanus Tay, M.T.S dan Ingrid Listiati Tay, M.T.S.
top
@Copyright katolisitas - 2008-2018 All rights reserved. Silakan memakai material yang ada di website ini, tapi harus mencantumkan "www.katolisitas.org", kecuali pemakaian dokumen Gereja. Tidak diperkenankan untuk memperbanyak sebagian atau seluruh tulisan dari website ini untuk kepentingan komersial Katolisitas.org adalah karya kerasulan yang berfokus dalam bidang evangelisasi dan katekese, yang memaparkan ajaran Gereja Katolik berdasarkan Kitab Suci, Tradisi Suci dan Magisterium Gereja. Situs ini dimulai tanggal 31 Mei 2008, pesta Bunda Maria mengunjungi Elizabeth. Semoga situs katolisitas dapat menyampaikan kabar gembira Kristus. 
X