Setup Menus in Admin Panel

Akhir Jaman menurut Ajaran Gereja Katolik (bagian ke-2)

Apakah tanda-tanda akhir jaman?

Injil Matius (terutama Mat 24) dan juga kitab Wahyu menuliskan tentang akhir jaman. Kita perlu membaca ayat-ayat tersebut dengan cermat, sebab sebagian dari ayat-ayat Mat 24 telah terjadi sebelum kehancuran Bait Allah di Yerusalem pada tahun 70 AD, dan sebagian lagi dari ayat-ayat itu mengacu pada akhir jaman. Dan ada juga tanda-tanda yang mengacu pada keduanya. Mari kita melihat satu-persatu.[1]:

1. Kerajaan seribu tahun/ Milennium (berdasarkan Why 20).

“[Seorang malaikat] menangkap naga, si ular itu, yaitu Iblis dan Setan, dan mengikatnya seribu tahun lamanya….. Aku juga melihat jiwa-jiwa mereka, yang dipenggal kepalanya karena kesaksian tentang Yesus… hidup kembali dan memerintah sebagai raja bersama-sama dengan Kristus untuk masa seribu tahun…. Dan setelah masa seribu tahun itu berakhir, Iblis akan dilepaskan dari penjaranya, dan ia akan pergi menyesatkan bangsa-bangsa…” (Why 20:1-8)

Gereja Katolik tidak secara khusus mendefinisikan Millennium ini, namun mengambil patokan dari pengajaran St. Agustinus, yang menginterpretasikan secara allegoris, yaitu mengartikan 1000 tahun ini sebagai simbol, sebagai ‘jangka waktu yang cukup lama’, sebagaimana teks angka ‘1000’ yang lain dalam Alkitab merupakan simbol dari jumlah yang banyak/ ribuan.[2] Seribu tahun kejayaan ini di mana Iblis diikat dan para kudus memimpin bersama Kristus ini sebagai Gereja Katolik yang masuk ke dalam sejarah manusia untuk menebarkan nilai-nilai Injil. Jadi seribu tahun kejayaan ini mengacu pada era Kekristenan. Pengikatan Iblis selama 1000 tahun ini dikaitkan dengan perumpamaan yang diajarkan oleh Kristus tentang orang kaya yang diikat: …Bagaimanakah orang dapat memasuki rumah seorang yang kuat dan merampas harta bendanya apabila tidak diikatnya dahulu orang yang kuat itu? Sesudah diikatnya, barulah dapat ia merampok rumah itu.”[3] Kristus telah mengikat Iblis dengan korban sengsara dan salib-Nya. Namun demikian, Iblis terus berusaha mempengaruhi banyak bangsa, walaupun akhirnya mereka berangsur ‘tunduk’ dengan menerima nilai-nilai Injil dan pertobatan.

Maka, ke 1000 tahun tersebut adalah untuk diartikan sebagai simbol, yang mengacu pada arti jangka waktu yang lama antara kedatangan Kristus yang pertama dan kedatangan Kristus yang kedua. Namun menjelang akhir jaman, terjadi pelepasan ikatan Iblis, yang dihubungkan dengan kejayaan singkat suatu kesesatan/apostasy yang besar yang memuncak pada kejayaan Anti-Kristus. Pada saat inilah Gereja akan mengalami pencobaan yang hebat (lihat Why 20:7-9, KGK 675).

Gereja Katolik menolak untuk mengajarkan pandangan mengartikan 1000 tahun itu sebagai sesuatu masa yang literal. Hal ini dinyatakan secara tegas pada pernyataan Congregation for the Doctrine of the Faith di Roma pada tahun 1944, bunyinya sebagai berikut:

In recent times, on several occasions this Supreme Sacred Congregation of the Holy Office has been asked what must be thought of the system of mitigated Millenarianism, which teaches for example, that Christ the Lord before the final judgment, whether or not preceded by the resurrection of the many just, will come visibly to rule over this world. The answer is: The system of mitigated Millenarianism cannot be taught safely.”[4]

Kelihatannya pernyataan ini sulit, tetapi maksudnya sebenarnya sederhana: sebagai orang Katolik, kita menolak doktrin yang mengajarkan bahwa sebelum kedatangan Kristus yang kedua, maka Kristus akan datang lagi sebagai manusia dalam sejarah manusia, untuk memimpin kerajaan-Nya di dunia.

2. Kebangkitan Antikristus (1Yoh 2:18-23, 2Tes 2:3-4, Why 13, KGK 675-676)

“Seperti yang telah kamu dengar, seorang antikristus akan datang, sekarang telah bangkit banyak antikristus…” (1 Yoh 2:18)

“Janganlah kamu memberi dirimu disesatkan orang dengan berbagai cara…Sebab sebelum Hari itu, haruslah datang dahulu murtad dan haruslah dinyatakan dahulu manusia durhaka, yang harus binasa…. Kedatangan si pendurhaka itu adalah pekerjaan Iblis, dan akan disertai dengan rupa-rupa perbuatan ajaib, tanda-tanda dan mukjizat-mikjizat palsu, dengan rupa-rupa tipu daya jahat…” (2Tes 2:3-10)

Antikris adalah seseorang yang menyebut dirinya sendiri sebagai Kristus, dan dengan bantuan Iblis akan melakukan banyak mukjizat untuk menarik banyak orang (lih. 2Tes 2:9-10) dan ia akan menganiaya Gereja (lih. KGK 675). Antikristus ini juga disebut oleh Rasul Paulus sebagai “manusia durhaka” atau yang disebut dalam kitab Wahyu sebagai “binatang yang keluar dari dalam laut” yang disembah sebagai nabi palsu.

3. Penyesatan secara besar-besaran (2Tes 2-3, Why 13:3, Mat 24:11-12 dan Luk 18:8).

“Akan tetapi jika Anak Manusia datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?” (Luk 18:8)

Alkitab mengajarkan bahwa sebelum kedatangan Kristus yang kedua akan terjadi banyak orang meninggalkan iman Kristiani. Banyak orang akan tertipu oleh nabi-nabi palsu, terutama nabi palsu yang terakhir, yaitu, Antikristus.

4. Pertobatan bangsa Yahudi (Rom 11)

“Aku mau kamu mengetahui rahasia ini: Sebagian dari Israel telah menjadi tegar sampai jumlah yang penuh dari bangsa-bangsa lain telah masuk. Dengan jalan demikian, seluruh Israel akan diselamatkan…” (Rom 11:25-26)

Dengan demikian, kita dapat berharap bahwa bangsa Israel akan akhirnya menerima Yesus sebagai Sang Mesias.

5. Pemberitaan Injil sampai ke ujung dunia (Mat 24:14)

“Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya.” (Mat 24:14)

Maksudnya, ini bukan hanya penyiaran Injil melalui mass-media dan internet, namun merupakan penanaman nilai-nilai Injil di setiap bangsa.

6. Tampaknya tanda Kristus [dimengerti sebagai tanda salib] di langit (Mat 24:30)

“Pada waktu itu akan tampak tanda Anak Manusia di langit dan semua bangsa di bumi akan meratap dan mereka akan melihat Anak Manusia itu datang di atas awan-awan di langit…” (Mat 24:30)

7. Tanda-tanda yang menakutkan di langit, bencana alam yang dashyat dan kerusakan hebat yang disebabkan oleh manusia (Mat 24: Luk 21:25-26).

“Segera sesudah siksaan pada masa itu, matahari akan menjadi gelap dan bulan tidak bercahaya dan bintang-bintang akan berjatuhan dari langit dan kuasa-kuasa langit akan goncang.” (Mat 24: 29)

“Dan akan ada tanda-tanda pada matahari dan bulan dan bintang-bintang. Dan di bumi bangsa-bangsa akan takut dan bingung menghadapi deru dan gelombang laut…” (Luk 21:25)

8. Kemenangan Kristus di dunia tidak terjadi oleh karena kemajuan yang terus menerus oleh kemenangan historis Gereja (lih. Why 3:18), tetapi oleh kemenangan Allah dalam perjuangan akhir melawan Si jahat (lih. Why 20:7-10).

Dapatkah kita mengetahui waktu kedatangan Yesus yang kedua kali?

Yesus mengatakan bahwa kita tidak dapat mengetahui waktu kedatangan-Nya yang kedua (Mat 24:42). Alkitab berkali-kali menyatakan bahwa kedatangan Yesus yang kedua ini sifatnya seperti pencuri, dan tak pernah dapat diketahui (lih. Mat 25: 13. Luk 17:22-35, 1 Tes 5:2 dan 2 Pet 3:10). Hal ini juga dinyatakan dengan jelas dalam KGK 673 dan KGK 1040), bahwa hanya Tuhan saja yang mengetahui kapan saatnya kedatangan Yesus yang kedua tersebut.

Jika kita teliti tanda-tanda yang diberikan itu tidak dengan jelas menunjukkan urutan-urutannya, juga periode/ interval yang ada tidak jelas disebutkan jangka waktunya, dan banyak dari tanda itu mempunyai banyak arti dan telah terpenuhi, dan kita tidak tahu persis apakah hal yang lebih besar akan terjadi sebagai pemenuhan tanda-tanda tersebut. Sejarah telah membuktikan bahwa banyak orang telah berusaha mengartikan tanda-tanda, menghitung tahun-tahun untuk meramalkan akhir jaman, namun hanya berakhir dengan sejumlah teori yang tidak menjadi kenyataan.

Jadi, apa gunanya diberitahukan tanda-tanda/ angka-angka tersebut?

  1. Jawabannya adalah sederhana: tidak banyak. St. Agustinus mengajarkan bahwa tanda, angka, simbol yang kurang jelas tersebut dimaksudkan untuk mengajar pada kita kerendahan hati, untuk tidak berkutat meneliti yang melebihi kemampuan kita. Bahwa, kita tidak dapat mengerti semuanya detail Alkitab, dan karenanya kita dibawa untuk menerima apa yang diajarkan oleh Magisterium Gereja. Sejarah telah membuktikan bahwa orang-orang yang mengiterpretasikan sendiri tentang akhir jaman ini, tidak ada yang berhasil.
  2. Tanda-tanda tersebut juga untuk mengajarkan pada kita bahwa hidup kita sangat rentan terhadap serangan kejahatan. Kita diingatkan akan bahaya ‘kesesatan’ yang mungkin akan kita hadapi, yang disebabkan oleh pengajaran nabi-nabi palsu.
  3. Untuk mengingatkan kita bahwa kita harus selalu berjaga-jaga, bijaksana menilai tanda-tanda itu dan waspada, sebab walaupun kita tidak mengalami akhir jaman sewaktu kita masih hidup, kita akan tetap mengalami ‘akhir dari jaman kita’ pada waktu kita meninggal dunia.
  4. Untuk mengingatkan kita bahwa pada akhirnya, meskipun Iblis kelihatan sangat hebat, namun kuasa Allah tetap lebih besar dan akan mengalahkan Iblis.

Apa yang terjadi pada Kedatangan Yesus yang kedua tersebut?

  1. Akhir dunia.
  2. Akhir dari waktu, sebab sesudah itu hanya ada keabadian.
  3. Akhir dari kematian, sebab semua yang masih hidup pada saat Yesus datang yang kedua ini tidak mengalami kematian, tetapi ‘diubah’ (lih 1Kor 15:51; 1Tes 14:17)
  4. Akhir dari Api Penyucian. Setelah kedatangan Yesus ini maka semua orang yang ada dalam Api Penyucian akan memasuki surga.
  5. Kebangkitan orang mati. Orang-orang mati akan dibangkitkan (Yoh 5:27-29; 11:23-24). Tubuh orang-orang yang jahat akan bersatu dengan jiwanya dan masuk dalam siksa abadi di neraka, sedangkan tubuh orang-orang benar akan bersatu dengan jiwanya dan akan memasuki kebahagiaan kekal di surga. Tubuh orang-orang benar akan bersinar seperti matahari (Mat 13:43) dan tak bisa lagi mengalami penderitaan, penyakit dan kematian (1 Kor 15:42).
  6. Penghakiman terakhir (Mat 25:31-46; Why 20:1-15). Seluruh umat manusia akan dikumpulkan di hadapan tribunal yang akan menyatakan keseluruhan sejarah manusia. Segala sesuatu yang diperbuat seseorang akan dinyatakan di hadapan segala mahluk, tak ada yang tersembunyi. Tuhan akan mengumumkan penghakiman/ hukuman final, atau penghargaan final yang melibatkan tubuh dan jiwa setiap manusia: ke neraka atau ke surga. Mereka yang wafat sebelum kedatangan Yesus yang kedua telah mengetahui tujuan akhir mereka pada saat penghakiman khusus, dan hal ini tidak berubah. Hanya pada Pengadilan Akhir, pengadilan mereka dinyatakan kembali dan diumumkan hasilnya pada segenap mahluk, dan jiwa mereka bersatu dengan tubuh mereka menuju ke tempat tujuan akhir: surga atau neraka sesuai dengan hasil Penghakiman tersebut. Lebih lanjut mengenai hal ini silakan klik tanya jawab ini.
    Katekismus Gereja Katolik mengajarkan demikian tentang Penghakiman Terakhir:
    KGK 1038 Sesudah kebangkitan semua orang mati “baik orang yang benar maupun yang tidak benar” (Kis 24:15), menyusullah pengadilan terakhir. Itulah saatnya, di mana “semua orang yang di dalam kubur akan mendengar suara-Nya. Dan mereka yang telah berbuat baik akan keluar dan bangkit untuk hidup yang kekal, tetapi mereka yang telah berbuat jahat akan bangkit untuk dihukum” (Yoh 5:28-29). Lalu, “Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia. … Lalu semua bangsa akan dikumpulkan di hadapan-Nya dan Ia akan memisahkan mereka seorang dari pada seorang, sama seperti gembala memisahkan domba dari kambing. Ia akan menempatkan domba-domba di sebelah kanan-Nya dan kambing-kambing di sebelah kiri-Nya. … Dan mereka ini akan masuk ke tempat siksaan yang kekal, tetapi orang benar ke dalam hidup kekal” (Mat 25:31.32-33.46).
    KGK 1039 Di depan Kristus, yang adalah kebenaran, akan nyata secara definitif hubungan setiap manusia dengan Allah yang sebenarnya (Bdk. Yoh 12:49). Pengadilan terakhir akan membuka sampai ke akibat-akibat yang paling jauh, kebaikan apa yang dilakukan atau tidak dilakukan oleh setiap orang selama hidupnya di dunia ini….
    KGK 1040 Pengadilan terakhir akan berlangsung pada kedatangan kembali Kristus yang mulia. Hanya Bapa yang mengetahui hari dan jam, Ia sendiri menentukan, kapan itu akan terjadi. Lalu, melalui Putera-Nya Yesus Kristus Ia akan menilai secara definitif seluruh sejarah. Kita akan memahami arti yang terdalam dari seluruh karya ciptaan dan seluruh tata keselamatan dan akan mengerti jalan-jalan-Nya yang mengagumkan, yang di atasnya penyelenggaraan ilahi telah membawa segala sesuatu menuju tujuannya yang terakhir. Pengadilan terakhir akan membuktikan bahwa keadilan Allah akan menang atas segala ketidak-adilan yang dilakukan oleh makhluk ciptaan-Nya, dan bahwa cinta-Nya lebih besar dari kematian (Bdk. Kid 8:6).
    KGK 1041 Kabar mengenai pengadilan terakhir mengajak manusia supaya bertobat, selama Allah masih memberi kepada mereka “waktu rahmat”, satu “hari penyelamatan” (2 Kor 6:2). Kabar itu membangkitkan ketakutan suci akan Allah dan mewajibkan orang melakukan keadilan Kerajaan Allah. Ia mengumumkan “pengharapan yang penuh bahagia” (Tit 2:13) akan parusia (?) Tuhan yang akan datang, “untuk dimuliakan di antara orang kudus-Nya, dan untuk dikagumi oleh semua orang yang percaya” (2 Tes 1:10).
  7. Restorasi universal (Kis 3:21, 1 Kor 15:28, KGK 671, 769). Setelah Penghakiman Terakhir, maka Gereja akan disempurnakan dalam kemuliaannya, sebagai Yerusalem yang baru (Why 21). Gereja hanya akan terdiri dari orang-orang kudus, yaitu semua orang benar sejak Adam, dari Abel sampai ke orang pilihan terakhir (KGK 769). Para orang kudus akan berjaya bersama Kristus, dalam tubuh dan jiwa yang mulia, dan akan melihat Allah dengan pandangan yang membahagiakan, dimana Allah akan membuka Diri kepada orang-orang pilihan-Nya secara tidak terbatas dan akan menjadi sumber kebahagiaan, perdamaian dan persekutuan sempurna, tanpa akhir (lih. KGK 1044-1045). Unsur-unsur dunia akan hancur karena nyala api ilahi, dan Tuhan akan menciptakan langit dan bumi yang baru (2 Pet 3:12-13), kuasa jahat dikalahkan, dan segala sesuatu akan ditaklukkan di bawah-Nya, dan Allah menjadi semua di dalam semua (1 Kor 15:28).

Untuk akhir yang mulia inilah maka, kita tidak perlu gelisah dan takut menghadapi akhir jaman. Sebab jika kita setia beriman kepada Tuhan dan hidup sesuai dengan perintah-perintah-Nya, maka malah selayaknya bersuka-cita akan adanya akhir jaman ini, di mana Kristus akan kembali lagi sebagai Raja semesta alam.

Kesimpulan

Jadi apa yang harus kita lakukan jika akhir dunia itu datang esok hari? Mungkin ada baiknya kita mengingat kisah kuno yang sering dikaitkan dengan St. Fransiskus Assisi, walaupun mungkin ini hanya sekedar legenda. Ada orang yang bertanya kepadanya demikian, “Apa yang akan kamu lakukan kalau besok kiamat?” Pada waktu ia sedang mencabut alang-alang di kebunnya. Lalu ia menjawab dengan cepat, “Aku akan menyelesaikan mencabut alang-alang ini dari kebunku.” Ini adalah jawaban seseorang yang yakin bahwa ia telah berusaha melayani Tuhan, sehingga tidak takut menghadapi akhir dunia. Jika Tuhan Yesus datang kembali, ia hanya berharap akan mendengar Yesus berkata, “Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia.” (Mat 25:21). Tentu, karena hidup St. Fransiskus yang selalu melaksanakan perbuatan yang ditugaskan kepadanya dengan setia, dengan mata hati terarah kepada Tuhan.

Sekarang memang masalahnya adalah, apakah kita dapat mengatakan demikian, jika pertanyaan itu ditujukan pada kita. Apakah kita sudah melakukan pekerjaan kita dengan setia sesuai dengan panggilan hidup kita? Apakah kita sudah berusaha melakukan kehendak Tuhan? Maka, belajar dari St. Fransiskus, maka mari kita melakukan hal yang serupa, yaitu mencabut alang-alang dalam kebun hati kita, yaitu mencabut ajaran-ajaran yang keliru tentang akhir jaman, dan mengisinya dengan biji kebajikan, iman, pengharapan dan kasih. Semoga dengan demikian, kita dapat melihat akhir jaman dalam perspektif iman, sebab kita percaya, bahwa akhir jaman akan membawa kita, orang-orang yang percaya, kepada kepenuhan janji Kristus, yaitu keselamatan kekal dan persatuan dengan Allah yang tak terbatas. Maranatha, datanglah, ya Tuhan Yesus!


CATATAN KAKI:
  1. Sumber: Spirago- Clark, The Catechism Explained, A Practical Manual, (Rockford, Illinois: Tan Books and Publishers, Inc, 1899, 1921, 1993) p. 273-274; Father Frank Chacon, Jim Burnham, Beginning Apologetics: The End of Time, (Farmington, NM: San Juan Catholic Seminars), p. 3-5. []
  2. Lihat Mzm 50:10 dan Dan 7:10: seribu dan beribu-ribu di sini maksudnya adalah banyak sekali []
  3. Mat 12:29, lihat St. Augustine, City of God, book XX, chap. 8. []
  4. Congregation for the Doctrine of the Faith, Decree of 19 July 1944, DS, 3839. []

Tinggalkan pesan

75 Komentar di "Akhir Jaman menurut Ajaran Gereja Katolik (bagian ke-2)"

Ingatkan untuk
Disortir menurut:   terbaru | terlama
Gunang
Member
The Demand for a Sign . The Pharisees and Sadducees came to Jesus and tested him by asking him to show them a sign from heaven.2 He replied, “When evening comes, you say, ‘It will be fair weather, for the sky is red,’ 3 and in the morning, ‘Today it will be stormy, for the sky is red and overcast.’ You know how to interpret the appearance of the sky, but you cannot interpret the SIGNS of the times (…“spiritual skies in poetic expressions from the Father’s heart or prophecies”…of the times). [a] 4 A wicked and adulterous generation looks… Read more »
Budi Nurgraha
Guest

payah. Apa anda mengerti Doa Bapa Kami. “Terjadilah Kerajaan – Mu diatas Bumi seperti di dalam Surga” ?

[Dari Katolisitas: Pembahasan tentang makna doa Bapa Kami, ada di artikel ini, silakan klik. Untuk lain kali silakan Anda menggunakan tutur kata/ tulisan yang santun, yang lebih mencerminkan bahwa Anda adalah seorang yang beriman.]

Yosep Yendra Afriza
Guest

Shalom.

Saya telah membaca suatu artikel di situs http://senjatarohani.wordpress.com/2013/02/17/penglihatan-st-malachy-dan-nubuatan-alkitab-tentang-kehancuran-gereja-roma-katolik/#comment-569. Di sana dikutip ayat-ayat Alkitab yang dibuat seolah-olah sebenarnya Gereja Katolik adalah Kota Babel masa kini. Saya mohon penjelasan tentang masalah tersebut dari pihak Katolisitas.

Terima Kasih.

[Dari Katolisitas:

Sejujurnya komentar senada dengan pandangan Anda sudah pernah dibahas dengan panjang lebar di situs ini.  Silakan membaca artikel-artikel berikut ini, jika Anda tertarik dengan topik ini:

Apakah Gereja Katolik adalah the Whore of Babylon (Pelacur besar)?
Apakah Paus = Vicarius Filii Dei?
Satanisme di Gereja Katolik?
Tanggapan terhadap nubuat St. Malachy dan World’s Last Chance

.
Silakan untuk membaca terlebih dahulu di sana sebelum melanjutkan dengan pertanyaan Anda]

Tony
Guest
Shalom tim Katolisitas, Saya ingin bertanya mengenai ayat 2Tes 2:6-8 2:6 Dan sekarang kamu tahu apa yang menahan dia, sehingga ia baru akan menyatakan diri pada waktu yang telah ditentukan baginya. 2:7 Karena secara rahasia kedurhakaan telah mulai bekerja, tetapi sekarang masih ada yang menahan. Kalau yang menahannya itu telah disingkirkan, 2:8 pada waktu itulah si pendurhaka baru akan menyatakan dirinya, tetapi Tuhan Yesus akan membunuhnya dengan nafas mulut-Nya dan akan memusnahkannya, kalau Ia datang kembali. Apakah yg menahan dia (Anti-Kristus)? Sepertinya rasul Paulus telah memberi-tahukan apa yg menahan Anti-Kristus tsb kepada jemaat di Tesalonika, tetapi tidak tertulis di dalam… Read more »
yusup sumarno
Guest
Dear katolisitas, Katolisitas menulis bahwa: Katekismus Gereja Katolik mengajarkan demikian tentang Penghakiman Terakhir: KGK 1038 Sesudah kebangkitan semua orang mati “baik orang yang benar maupun yang tidak benar” (Kis 24:15), menyusullah pengadilan terakhir. Itulah saatnya, di mana “semua orang yang di dalam kubur akan mendengar suara-Nya. Dan mereka yang telah berbuat baik akan keluar dan bangkit untuk hidup yang kekal, tetapi mereka yang telah berbuat jahat akan bangkit untuk dihukum” (Yoh 5:28-29). Lalu, “Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia. … kebingungan saya adalah: 1. jika saat ini semua orang baik yang baik maupun yang jahat… Read more »
yusup sumarno
Guest

Dear katolisitas,

banyak terima kasih. saya sangat memahami sekarang. Dan sungguh ADIL Allah itu.

pertanyaan lanjutan adalah: apakah kebangkitan badan (semua orang yang telah meninggal, dan menjadi tanah, bahkan ada yang tidak jelas lagi di mana keberadaan abu atau tanahnya karena tercerai berai di lautan luas) itu dalam arti sesungguhnya (menjadi manusia yang berdaging dan berroh lagi) atau makna kiasan?mohon penjelasan. salam

[dari katolisitas: Pada saatnya, badan kita akan diubah dan menjadi tubuh yang dimuliakan. Tidak menjadi masalah walaupun tubuh telah terurai, karena Tuhan akan menjadikan tubuh yang baru, yaitu tubuh yang telah dimuliakan. Lihat diskusi ini – silakan klik, bagian kebangkitan badan.]

yusup sumarno
Guest

Dear Katolisitas,

banyak terima kasih.
Lalu bagaimana dapat dijelaskan kalimat dalam doa Aku Percaya, yaitu: ” dari situ Ia akan datang mengadili orang HIDUP dan mati”. Apa maksudnya mengadili orang hidup? apakah yang dimaksud di situ adalah pengadilan khusus, bagi orang yang baru saja mati dari kehidupan?

Jika benar itu maksudnya, maka benarkah maksud dari megadili orang mati adalah pengadilan umum (mengadili semua orang yang sudah mati dan dibangktkan lagi?.

Jika benar demikian maka berarti pengadilan khusus dan pengadilan umum itu sudah diakui dalam doa Aku Percaya. Dan itu sungguh indah dan hebat.

mohon penjelasan
salam

Stefanus Tay
Admin
Shalom Yusuf, Dalam doa Aku Percaya, “Ia akan datang mengadili orang hidup dan mati” adalah mengacu kepada akhir zaman. Pada waktu itu, Kristus akan datang yang ke-dua kali dan pengadilan umum akan terjadi. Siapa yang “hidup” dan siapa yang “mati”? Kita dapat melihatnya dalam dua pengertian: (1) Yang mati adalah yang telah mati sebelum akhir zaman dan yang hidup adalah orang-orang yang masih hidup ketika akhir zaman terjadi; (2) Yang mati adalah orang-orang yang hidup dalam dosa dan masuk ke neraka, sedangkan yang hidup adalah orang-orang yang dibenarkan Allah dan mendapatkan kehidupan abadi di Sorga. Namun, keduanya mengacu bahwa Kristus… Read more »
yusup sumarno
Guest

Pak Stef,
banyak terima kasih atas penjelasan yang singkat padat dan jelas ini.
Saya percaya penuh pada penjelasan itu. Tanpa bermaksud meragukan, dari manakah sumber jawaban ini? apakah ada dalam Magisterium (KGK)?
GBU

Stefanus Tay
Admin
Shalom Yusuf Sumarno, Berikut ini adalah beberapa sumber yang saya dapat berikan: KGK 678.    Seperti para nabi (Bdk. Ul 7:10. Yl 3-4; Mal 3:19. dan Yohanes Pembaptis Bdk. Mat 3:7-12.), Yesus pun mengumumkan pengadilan pada hari terakhir dalam khotbah-Nya. Di sana akan disingkapkan tingkah laku (Bdk. Mrk 12:38-40.) dan isi hati yang paling rahasia dari setiap orang (Bdk. Luk 12:1-3; Yoh 3:20-21; Rm 2:16; 1Kor 4:5.). Lalu ketidak-percayaan orang berdosa, yang telah menolak rahmat yang ditawarkan Allah, akan diadili (Bdk. Mat 11:20-24; 12:41-42.). Sikap terhadap sesama akan menunjukkan, apakah orang menerima atau menolak rahmat dan cinta Allah (Bdk. Mat 5:22;… Read more »
yusup sumarno
Guest

Pak Stef,

banyak terima kasih. sungguh luar biasa Gereja kita yang Satu, Kudus, Katolik, dan Apostolik. ini semakin meneguhkan bahwa 3 pilar Gereja itu sungguh saling melengkapi/melayani. Tuhan memberkati pak Stef dan keluarga.

salam
yusup

Pdt. Rolly Rorong, S.Th
Guest

Kiranya menjadi berkat.memang ada perbedaan dari sudut pandang akhir zaman dari berbagai tafsiran,dengan masing-masing mengambil dukungan suratan Paulus,wahyu dan kitab-kitab lainnya.Saya berpendapat kelak akan menjadi satu pandangan lebih jelas bagi para penafsir maupun pengungkap,jika Rohkudus akan mempersatukan ajaran yang benar dalam pemwahyuan langsung dari Tuhan.Sekarang kita semua salin mengisi dan melengkapi skema yang dibuat nabi Daniel dan pasal-pasal dalam kitab wahyu akan tertata dengan baik oleh Rohkudus dalam skema Daniel yaitu scatologi yang benar amin

Stefanus Tay
Admin
Shalom Pendeta Rolly Rorong, S.Th, Selamat datang di situs ini dan terima kasih atas komentar anda. Dialog tentang akhir zaman telah dibahas cukup panjang di situs ini, di mana salah satunya dapat dibaca di sini – silakan klik. Menjadi bahwa permenungan bersama, kalau kita mau meluangkan waktu untuk membaca buku dari St. Hieronimus (St. Jerome) tentang intrepretasi dari Kitab Daniel. Dia memberikan pemaparan dari beberapa tulisan Bapa Gereja yang lain, seperti: Julius Africanus, Eusebius Pamphili, Hippolytus, Apollinarius of Laudicea, Clement of Alexandria, Origen, Tertullian, maupun St. Jerome sendiri. Interpretasi para tokoh Gereja ini mungkin dapat memberikan sumbangan pemikiran bagi kita… Read more »
Pdt. Rolly Rorong, S.Th
Guest
Syalom semoga menjadi pertimbangan.Ketika Yesus mengatakan bahwa hari tiu hanya Bapa yang tau malaekatpun tidak apalagi manusia.ada hal mungkin disimak yaitu ketika Yesus mengatakan hal itu,Dia belum disalib senghingga yang byk belum terungkap dan krtika Yesus menang di golguta,maka Bapa memberikan segala kuasa padaNya dan Wahyu 5 ada suatu upacara besar di Arasy yaitu upacara pembukaan segel yaitu sebuah buku yg di segel dan tdk ada yg berlayak hanya Anak Domba yg disembeli.Maka Anak Domba itu membuka ke 7 segel itu dgn rahasia dasyat yg akan terjadi terutama kedatanganNya, terbuka.berarti,bukan hanya Bapa yg tau tetapi SAnak juga dan pengantenNya ketahui… Read more »
Stefanus Tay
Admin
Shalom Pdt. Rolly Rorong, S.Th, Terima kasih atas tanggapan anda. Memang dalam hal ini kita mempunyai pandangan yang berbeda. Bagi Gereja Katolik, Mat 24:36 dan Mrk 13:32 menunjukkan bahwa Yesus sebagai Allah sesungguhnya tahu tentang hari dan saatnya, namun Dia memilih untuk tidak mengungkapkannya kepada manusia. Yang ingin ditekankan oleh Yesus adalah sikap yang senantiasa berjaga-jaga. Pada abad ke-6 ada pandangan yang disebut Agnoetae, yang menolak kepenuhan pengetahuan Yesus sebagai manusia sebagai akibat dari persekutuan-Nya dengan Allah (sehubungan dengan akhir zaman Mrk 13:32). Berikut ini adalah tanggapan yang diberikan oleh Bapa Gereja: St. Paus Gregorius Agung (540-604):“Allah Putera yang Mahatahu… Read more »
Atria Wati
Guest
Salam buat Katolisitas Saya ingin sedikit menanggapi pernyataan sdr Stef tentang Mat 24 : 36 dan Mark 13 : 32. Didalam kedua ayat tersebut sudah jelas ditulis bahwa Yesus menyatakan TIDAK TAHU tentang hari dan saatnya, yang tahu cuma Bapa di Surga. Bagaimana sdr bisa mengatakan tahu seperti kutipan berikut ini : Bagi Gereja Katolik, Mat 24:36 dan Mrk 13:32 menunjukkan bahwa Yesus sebagai Allah sesungguhnya tahu tentang hari dan saatnya, namun Dia memilih untuk tidak mengungkapkannya kepada manusia. Yang ingin ditekankan oleh Yesus adalah sikap yang senantiasa berjaga-jaga. Bagaimana sdr dan gereja Katolik bisa membaca pikiran Yesus yang menyatakan… Read more »
Atria Wati
Guest
Salam Katolisitas, Saya baru saja selesai membaca diskusi yang sdr Stef tunjukkan. Dari apa yang telah saya baca saya berkesimpulan bahwa Gereja Katolik dan sdr Stef : LEBIH MEMPERCAYAI MULUTNYA SETAN dari pada apa yang ditulis dan di ucapkan oleh Yesus sendiri di dalam Mat 24 : 36 dan Mark 13 : 32.tersebut Sudah jelas ditulis dan diucapkan bahwa Yesus tidak tahu akan hari dan saatnya, tapi sdr Stef tetap berpendapat Yesus tahu tapi tidak mau mengatakannya. Kalau Yesus tahu tapi Yesus tidak mau mengatakanNya, lalu berkata TIDAK TAHU, apa itu bukan berarti suatu kebohongan besar ? Sdr Stef, sama… Read more »
handel
Guest

Shalom Aleichem, Atria Wati.

Saya hanya mau menunjukan bahwa di dalam Alquran.

Ada kata hari kiamat yang disampaikan oleh ISA (YESUS) tolonglah di baca jika anda benar-benar seorang muslim.

“Wa innahu la’ilmul lis saa’ati la laa lamlarunna bihaa wa isbiuunl haadzaa shiraalhum mustaqiim.” (Qs. 43 Az Zukhruf 61).

“Dan sesungguhnya Isa itu benar memberikan pengatahuan tentang hari kiamat karena itu Janganlah kamu ragu tentang hari kiamat itu dan ikutlah Aku. Inilah jalan yang lurus.”
(Qs. 43 Az Zukhruf 61).

Stefanus Tay
Admin
Shalom Atria Wati, Terima kasih atas komentar Anda. Menurut saya, diskusi akan lebih membangun, jika anda juga mencoba menjawab beberapa pertanyaan yang telah saya ajukan dalam diskusi tersebut, seperti: Apakah Anda percaya bahwa Yesus adalah Allah ketika Dia berada di dunia? Kalau tidak percaya, bagaimana mengartikan begitu banyak ayat yang membuktikan bahwa Dia adalah Allah – lihat artikel ini – silakan klik? Kalau Anda percaya bahwa Yesus adalah Tuhan, mengapa Yesus tidak tahu tentang hari dan saatnya? Saya telah memberikan argumentasi bahwa dengan percaya bahwa Yesus adalah Allah, maka bukan berarti bahwa Yesus berbohong di Mat 24:36, karena Yesus tidak… Read more »
Atria Wati
Guest

Sdr Stef,
Yesus itu adalah Firman Yohanes 1: 1
Kalau Allah Bapa belum berfirman, bagaimana Yesus / Anak / Firman itu bisa tahu ? Walaupun Dia / Yesus itu Tuhan .
Oleh sebab itu Anak itu ,meskipun Dia Tuhan tetap tidak tahu akan hari dan saatnya.
Dengan jujur Yesus berkata bahwa Dia benar-benar tidak tahu.

Kalau sdr tetap menganggap Yesus tahu akan hari dan saatnya,sebab Dia Tuhan,maka saya menganggap sdr Stef telah tersesat oleh pengajaran yang salah.Cobalah renungkan hal ini baik-baik,semoga Rohkudus memberikan pemcerahan pada pola pikir anda selama ini. Tuhan Yesus memberkati,sampaikan salam saya buat istri anda sdri Inggrid.

Atria Wati

yusup sumarno
Guest

Itulah kelemahan sola scriptura / hanya kitab suci.
bagi saya sola scriptura ibarat melihat sesuatu pake kaca mata kuda. Hanya melihat dari satu sisi (tulisan/arti harafiah/makna literar). Maka tidak mengherankan bila Sdri Wati bersikukuh bahwa kalau ditulis Yesus tidak tahu ya titik, artinya tidak tahu. Padahal banyak sudut pandang yang bisa dipakai untuk menafsirkan (makna Trinitas, pandangan Bapa Gereja). So saya setuju pada Bpk Stef untuk tidak lanjutkan diskusi dengan yang bersangkutan karena memang tidak membangun. Pastilah Yesus tahu (kapan saat itu tiba) sebagai Allah Putra. Yang meragukan bahwa Yesus tidak tahu, berarti ia masih meragukan keAllahan Yesus.

Gery Mudaya@
Guest
Katolisitas Jadi bagaimana kesimpulan diskusi dgn sdri Atria Wati,apakah Katolisitas tetap yakin bahwa Yesus tahu akan hari dan saatnya,walaupun itu bertentangan dgn Firman Tuhan atau memang Yesus tidak tahu seperti yg tertulis dlm Matius 24 :36 Tolong berikan jawaban yg pasti dan jangan berikan pertanyaan lagi yg mengambang.Jika memang Yesus tahu katakan tahu dan jika tidak tahu katakan tidak tahu. Terima kasih Gery Submitted on 2012/08/08 at 2:15 pm | In reply to yusup sumarno. Katolisitas Koq ngak ada kesimpulan dari diskusi antara sdri Atria Wati dan sdr Stef tentang Mat 24 : 36 Apa mungkin benar bahwa Yesus tidak… Read more »
Gery Mudaya
Guest

Itulah kelemahan sola scriptura / hanya kitab suci.bagi saya sola scriptura ibarat melihat sesuatu pake kaca mata kuda

Pak Yusup Sumarno,
Sebagai orang beriman mengapa anda meremehkan akan Kitab Suci, apakah itu artinya anda menganggap Alkitab tidak ada artinya ?
Dari mana anda tahu bahwa Yesus itu Allah, kalau tidak dari Kitab Suci ?

Tolong jangan hanya komentar, buktikan bahwa Kitab Suci tidak ada manfaatnya.

Gery

[dari katolisitas: Silakan membaca komentar lebih teliti, yaitu pada kata “HANYA”. Tidak ada yang mengatakan bahwa Kitab Suci tidak ada gunanya.]

Stefanus Tay
Admin
Shalom Atria Wati, Anda bertanya “Kalau Allah Bapa belum berfirman, bagaimana Yesus / Anak / Firman itu bisa tahu ? Walaupun Dia / Yesus itu Tuhan” Dua pernyataan yang Anda buat sebenarnya bertentangan satu sama lain. Kalau Anda percaya bahwa Yesus Tuhan, maka Dia harus tahu tentang apapun, karena Tuhan adalah maha tahu dan Dia juga harus ada sebelum segala abad, karena Tuhan adalah kekal. Anda mengutip Yoh 1:1 untuk menyatakan bahwa Yesus adalah Firman, dan seolah berfikir bahwa pengetahuan Yesus sebagai Firman belum ada sebelum Bapa menyatakannya kepada Putera. Namun, kalau kita melihat Yoh 1:1, maka dikatakan “Pada mulanya… Read more »
Atria Wati
Guest
Sdr Stef, Sdr menulis : Kalau Anda percaya bahwa Yesus adalah Tuhan, mengapa Yesus tidak tahu tentang hari dan saatnya? Suatu pertanyaan yang bodoh. Kalau Yesus berkata bahwa Dia TIDAK TAHU,maka sudah pasti Dia tidak tahu. Percaya saja dengan apa yang telah dikatakan sebab Yesus selalu berkata benar tidak ada kebohongan di dalam-Nya Yesus memang Allah, tetapi selama bertugas di dunia (kalau boleh dikatakan demikian) Dia menjelma menjadi manusia, maka Dia adalah manusia 100% yang mendapat pengurapan dari Allah Bapa dan Allah Roh Kudus, sehingga Dia bisa melakukan segala mujizat termasuk menghidupkan orang mati (meskipun ada juga Nabi sebelum Dia… Read more »
Stefanus Tay
Admin
Shalom Atria Wati, Ketika saya bertanya “Kalau Anda percaya bahwa Yesus adalah Tuhan, mengapa Yesus tidak tahu tentang hari dan saatnya?”, maka Anda menjawab “Suatu pertanyaan yang bodoh.” Sayang, bahwa pertanyaan yang Anda anggap bodoh ini, justru tidak dapat Anda jawab dan Anda tidak dapat menerangkan kontradiksi bahwa kalau Yesus adalah Tuhan, mengapa Dia mengatakan bahwa Dia tidak tahu tentang hari dan saatnya di Mat 24:36. Argumentasi Anda secara tidak langsung hanya mengatakan pokoknya di teks tertulis seperti itu.  Menurut saya, Anda belum melihat bahwa di dalam Trinitas, yang adalah Satu Tuhan dalam kodrat (esensi), maka ke-tiga Pribadi menginginkan, mengetahui… Read more »
pdt rolly rorong.S.Th
Guest

Thanks Tuhan berkati situs ini.atas karya-karya untuk kemuliaan nama Tuhan amin

[dari katolisitas: Semoga Tuhan terus memampukan kita untuk mengasihi-Nya dengan segenap hati, jiwa dan kekuatan kita.]

Machmud
Guest

Syalom Katolisitas

Kita sudah mendengar ada salah satu presiden dari negara Timur Tengah di dalam pidatonya pernah mengatakan bahwa mereka berniat akan menghapuskan negara Isreal dari peta dunia. Mungkinkah hal ini akan terjadi ?
Apakah ada ayat-ayat di dalam Alkitab yang menuliskan bahwa Israel akan dihapus keberadaannya ?

Terima kasih
Mac

Fransisca Happy
Guest
Salam damai dalam Kasih Kristus, Saya mau tanya, tapi tidak yakin apakah disini tempatnya. Kalau bukan, tolong beritahu saya dimana. Tapi kalau iya, mohon penjelasannya untuk pertanyaan saya sehubungan dengan Bunda Maria. 1. Apakah di dalam Alkitab ada tertulis tetang Bunda Maria pada saat kedatangan Yesus yang kedua dan pada hari penghakiman? Apakah Beliau ikut datang ke dunia? Apa peran Beliau pada hari penghakiman? 2. Saya pernah membaca buku tentang jiwa-jiwa di api pencucian dan disebutkan dalam buku itu bahwa Bunda Maria sering mengunjungi jiwa-jiwa di api pencucian untuk menghibur dan mendoakan mereka, sedangkan Yesus sendiri tidak pernah. Apakah hal… Read more »
johan
Guest
shallom, berkaitan dengan dosa yang mengakibatkan manusia nantinya diputuskan masuk ke sorga atau ke neraka atau bahkan ke api penyucian, ada hal yang ingin saya tanyakan sebagai berikut : 1. bagaimana hubungan antara dosa yang mengakibatkan manusia masuk ke sorga sedangkan Yesus sendiri datang untuk orang-orang berdosa? apakah dengan demikian dari awal mulanya memang sudah ditetapkan ada orang-orang yang pada akhirnya akan masuk ke sorga atau ke neraka? bukankah dengan adanya para pendosa maka orang-orang benar dapat memberikan penjelasan kepada mereka? dan bukankah dengan adanya para pendosa maka pengampunan dosa menjadi berarti? 2. bagaimana dengan arti sesungguhnya mengenai 144.000 orang… Read more »
Stefanus Tay
Admin
Shalom Johan, Terima kasih atas pertanyaannya. Tuhan memang menginginkan seluruh umat manusia diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran (lih. 1Tim 2:3-4) dan hal ini telah dibuktikan-Nya dengan mengirimkan Putera-Nya yang terkasih untuk menebus dosa manusia (lih. Yoh 3:16). Namun, walaupun keselamatan terbuka bagi semua orang, namun setiap orang harus secara bebas menjawab rahmat Allah dan untuk setia dalam perjalanan imannya sampai pada akhirnya. Dalam pertobatan pertama dan pertobatan yang terus-menerus rahmat Allah terus bekerja. Dengan demikian, keselamatan tidak mungkin dilepaskan dari rahmat Allah. Dosa adalah secara sadar menolak tawaran kasih Allah dan lebih memilih ciptaan daripada Pencipta. Dalam kondisi seperti… Read more »
aloysius
Guest
sekedar sharing informasi saja. sering saya menemukan iklan/banner/advertise yang berjudul “May 21 2011, The Judgment Day” di situs2 yang sering saya kunjungi, bahkan juga ada satu situs katolik yang juga memasang iklan tersebut. Karena tertarik, saya mencoba mengunjungi linknya dan membaca artikel2 ttg “May 21, The Judgment Day”. Setelah membacanya, saya mengetahui bahwa mereka adalah pengikut ajaran rapture dimana terjadi pengangkatan terlebih dahulu baru kemudian penghakiman. Yang menarik bagi saya adalah cara mereka menentukan tanggal 21 mei sebagai hari kiamat. Sungguh mereka sangat kreatif, meski saya sedikit pusing untuk memahaminya. Untungnya saya sudah membaca artikel di katolisitas.org ttg “akhir jaman… Read more »
pemirsa
Guest

Shallom sdr2….. sy mau tanya pd rekan2 katolik apa yg menjadi dasar bahwa umat katolik percaya adanya api penyucian.

[Dari Katolisitas: Tentang Api Penyucian sudah pernah dibahas di sini, silakan klik]

julius
Guest

Syalom.
Sy mau tny dlm setiap agama (budha,hindu,katolik,islam,protestan) ajaran kiamatnya berbeda-beda? Bukannya kiamat itu terjadi cuma sekali?

Kaoruchan
Guest

Sejak kecil saya sering mendengar kata “renkarnasi” dari pihak luar, dari teman, dari majalah, buku2, dll.
Apakah benar renkarnasi sendiri diyakini di agama Katolik?
Terimakasih sebelumnya
Salam Damai
n.n

[Dari Katolisitas: Gereja Katolik tidak mengajarkan re-inkarnasi (anda menyebutnya renkarnasi). Tentang hal ini sudah pernah dibahas di sini, silakan klik]

christina
Guest
Syalom Ibu Ingrid…… Terimakasih untuk semua tulisannya, banyak membantu saya untuk tenang menghadapi berita2 mengenai akhir zaman…meskipun rasa kuatir dan takut kadang-kadang suka menyerang, satu hal yang terus saya ingat adalah janji Tuhan Yesus yang mengatakan bahwa IA sendiri akan menyertai kita semua sampai akhir zaman, dan mudah mudahan kita semua di KuatkanNya sampai waktu kita tiba.Namun sebagai manusia saya merasa masih ada beberapa hal yang menganjal di hati, mohon bantuannya sbb. Kebetulan saya bekerja di sebuah sekolah protestan, dimana ada seorang atasan saya yang selalu mengingatkan saya mengenai akhir jaman ini, bahkan bencana-bencana yang terjadi belakangan ini seperti tsunami,… Read more »
JOSE
Guest

saya sangat percaya kepada Tuhan karena bisa mengusir roh jahat

hans
Guest

setuju 100 persen…….

Tidak Mau
Guest
Salam sejahtera… Pertama, saya ingin mengucapkan terima kasih untuk situs seperti ini. Situs ini benar-benar memberikan pencerahan ( bukan pembelaan ) kepada umat Kristiani di Gereja Katolik dan umat manusia lainnya. Mohon maaf sebelumnya jika tidak menampilkan nama saya, jika ingin memanggil saya, panggil saja dengan panggilan laki-laki atau terserah anda. Bagi saya itu tidak penting, yang terpenting adalah tanggapan anda. Sebelumnya, saya tidak mengerti mengapa anda menyapa dengan “Shalom”. Dulunya saya juga begitu, tetapi sekarang tidak. Bukankah Yesus mengatakan jika kita memberikan salam, salam itu harus bisa dapat diterima oleh semua orang? Lagipula salam itu diambil dari bahasa Ibrani,… Read more »
yohat
Guest
Greetings Sir, sebelumnya saya juga baru di web ini, dan topik tentang akhir jaman ini menarik sekali untuk diikuti. tapi dari beberapa sumber yang saya pernah saya baca dan ikuti, sebenarnya muslim dan umat nasrani bersama umat yahudi (jewish), sama-sama menyembah Allah yang sama. Namun karena era yang berbeda dan nabi yang berbeda, maka ketiga iman ini terlihat terpecah. Jews d era perjanjian lama menyebut Allah sebagai Yahwe dengan Nabi Musa sebagai nabi besarnya, dan Nasrani di era perjanjian baru menyebut Allah sebagai Allah dengan Yesus Kristus (Nabi Isa) sebagai nabi besarnya, dan terakhir Islam di era setelah perjanjian baru… Read more »
salomon
Guest
di dalam beberapa agama yang terdapat di bumi ini semuanya punya cerita sendiri tentang akhir zaman. seperti hal nya agama jews, menurut mereka pada akhir zaman mereka percaya kehadiran messiah yang mereka nanti-nanti khan selama ini akan muncul. sehingga mereka membutuh khan tabut perjanjian sebagai ritual mereka dalam menyambut kehadiran messiah dan di dalam agama kristen itu sendiri percaya yesus akan di turun khan untuk kedua kali nya di muka bumi ini. dan di dalam islam juga percaya kalau pada akhir zaman nabi isa ataupun yesus akan turun di muka bumi ini. dan dalam versi ini pada akhir zaman juga… Read more »
djapar
Guest
Salam sejahtera Saya sedikit bingung dengan kalimat terakhir ini, yang mengatakan “bahwa hanya Tuhan saja yang mengetahui kapan saatnya kedatangan Yesus yang kedua tersebut.” bukankah yesus sendiri itu tuhan. terimakasih Dapatkah kita mengetahui waktu kedatangan Yesus yang kedua kali? Yesus mengatakan bahwa kita tidak dapat mengetahui waktu kedatangan-Nya yang kedua (Mat 24:42). Alkitab berkali-kali menyatakan bahwa kedatangan Yesus yang kedua ini sifatnya seperti pencuri, dan tak pernah dapat diketahui (lih. Mat 25: 13. Luk 17:22-35, 1 Tes 5:2 dan 2 Pet 3:10). Hal ini juga dinyatakan dengan jelas dalam KGK 673 dan KGK 1040), bahwa hanya Tuhan saja yang mengetahui… Read more »
hamid
Guest

aku adalah hamba allah,aku sangat prcaya pada ahir jaman{kiamat} saya beragama islam,tapi di islam ada persamaan dengan kitab injil contoh di ahir jaman akan bnyak nabi palsu dan akan datang nabi isa yg k2 kalinya,marilah sesama agama saling menhormati,menhargai karna tujuan 1 ya itu mnjuju kebaikan

krisman manik
Guest
syalom,,,, bu ingrid, saya merupakan salah seorang yang peduli dan mau tahu terhadap akhir zaman dan kematian, saya ada beberapa soalan yang ingin saya sampaikan kepada bu ingrid, dari beberapa informasi yang saya dapatkan melalaui internet ataupun langsung dari ajaran katolik baik non katolik yaitu masalah akhir zaman yang sebenarnya kini sudah berlansung dengan adanya bencana2 alam yang dasyat,munculnya hal2 yang tidak wajar,yang semua hal ini merupakan tanda2 akhir zaman yang telah yesus katakan pada saat Ia membocorkan sedikit info tentang akhir zaman,kemudian ada lagi mengenai guru2 palsu, pertanyaan saya adalah : Di india ada yang bernama sai baba beliau… Read more »
Stefanus Tay
Admin
Shalom Krisman Manik, Terima kasih atas pertanyaannya tentang akhir zaman. Memang pertanyaan tentang akhir zaman tidak pernah berhenti dari masa ke masa, bahkan dapat ditelusuri dari permulaan abad. Anda dapat melihat daftarnya di sini (silakan klik). Bagi Gereja Katolik, yang terpenting adalah agar kita senantiasa mempersiapkan diri setiap saat. Berjaga-jagalah dan senantiasa berjuang untuk hidup kudus adalah persiapan yang terbaik dalam menghadapi akhir zaman, yang tidak ada seorangpun yang tahu kapan terjadinya. Tentang orang yang telah meninggal, Gereja Katolik mengajarkan bahwa mereka langsung diadili dalam pengadilan khusus, dan kemudian diputuskan untuk masuk 1) Sorga, 2) neraka, maupun 3) Api Penyucian.… Read more »
krisman manik
Guest

syalom jg pak stefanus

thanks buat jawabannya ,,,,tapi atas jawaban tersebut juga membuat saya jadi ingin bertanya lagi,,yaitu masalah api penyucian dan neraka,pertanyaan saya adalah”
# apakah api penyucian tersebut tempat bagi orang yang berdosa ringan ?
# sedangkan neraka adalah tempat bagi orang yang berdosa besar bukankah semua dosa itu sama saja tanpa melihat besar kecilnya….(lalu apa bedanya neraka dan api penyucian)
# apakah orang2 yang di neraka tidak akan bisa lagi masuk sorga,,,,
terimakasih,,,mohon di jawab!!!

wpDiscuz
katolisitas.org adalah karya kerasulan yang berfokus dalam bidang evangelisasi dan katekese, yang memaparkan ajaran Gereja Katolik berdasarkan Kitab Suci, Tradisi Suci dan Magisterium Gereja. Situs ini dimulai tanggal 31 Mei 2008, pesta Bunda Maria mengunjungi Elizabeth. Semoga situs katolisitas dapat menyampaikan kabar gembira Kristus. @Copyright katolisitas - 2008-2016 All rights reserved. Silakan memakai material yang ada di website ini, tapi harus mencantumkan "www.katolisitas.org", kecuali pemakaian dokumen Gereja. Tidak diperkenankan untuk memperbanyak sebagian atau seluruh tulisan dari website ini untuk kepentingan komersial |
Romo pembimbing: Rm. Prof. DR. B.S. Mardiatmadja SJ. | Bidang Hukum Gereja dan Perkawinan : RD. Dr. D. Gusti Bagus Kusumawanta, Pr. | Bidang Sakramen dan Liturgi: Rm. Dr. Bernardus Boli Ujan, SVD | Bidang OMK: Rm. Yohanes Dwi Harsanto, Pr. | Bidang Keluarga : Rm. Dr. Bernardinus Realino Agung Prihartana, MSF, Maria Brownell, M.T.S. | Pembimbing teologis: Dr. Lawrence Feingold, S.T.D. | Pembimbing bidang Kitab Suci: Dr. David J. Twellman, D.Min.,Th.M.| Bidang Spiritualitas: Romo Alfonsus Widhiwiryawan, SX. STL | Bidang Pelayanan: Romo Felix Supranto, SS.CC |Staf Tetap dan Penulis: Caecilia Triastuti | Bidang Sistematik Teologi & Penanggung jawab: Stefanus Tay, M.T.S dan Ingrid Listiati Tay, M.T.S.
X