Adakah Tempat Bagi-Nya di Hatimu pada Hari Natal

“Ketika mereka di situ, tibalah waktunya bagi Maria untuk bersalin, dan ia melahirkan seorang anak laki-laki, lalu dibungkusnya dengan lampin dan dibaringkannya di dalam palungan, karena tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan.” (Luk 2:6-7)

Natal di kandang…

Bau kandang. Itulah yang menjadi kesan pertama saya, ketika menghadiri tunil Natal yang diadakan oleh para suster Fransiskan di Alabama – USA, pada tahun 2006. Ya, mereka mengadakan tunil tersebut di sebuah gudang, yang telah ‘disulap’ menjadi kandang. Betul-betul kandang: dengan binatang-binatang, seperti kuda, sapi, kerbau dan domba, dan dengan aroma yang ‘alamak’ tak terlupakan. Herannya, semua binatang tersebut tidak berisik, seolah mereka tahu bahwa malam itu ada pertunjukan yang sangat khusuk. Para penonton yang jumlahnya sekitar 30 orang datang dan duduk di bangku panjang tanpa sandaran yang telah ditutupi jerami, demikian pula dengan seluruh permukaan lantai. Mereka semua duduk tanpa ribut-ribut. Hanya mungkin sebagian anak-anak yang dengan penuh rasa ingin tahu menghampiri pagar ternak yang letaknya cukup berdekatan dengan tempat duduk mereka, dan hewan-hewan itupun sedikit melenguh sesekali. Selebihnya, hanya keheningan.

Pertunjukan Natal berlangsung sangat indah. Para suster menyanyi dengan sangat merdu, demikian dengan cara penuturan kisah Natal. Tapi bukan hal itu yang paling menarik perhatian saya. Sebab, saya terhenyak oleh kenyataan ini: Ya, di tempat seperti inilah Tuhan Yesus lahir 2000 tahun yang lalu. Ia yang adalah empunya Kerajaan Surga dan seluruh semesta alam, merendahkan diri, untuk mengambil rupa seorang hamba. Karena kasih-Nya kepada anda dan saya, Yesus melepaskan segala sesuatu, bahkan kemuliaan-Nya sebagai Allah, untuk menjelma menjadi manusia, seorang bayi tak berdaya, dan lahir di tempat yang paling hina: sebuah kandang hewan!

Kesederhanaan dan kemiskinan yang dipilih Allah

Natal memang merupakan gambaran nyata tentang bagaimana Allah memilih kemiskinan dan kesederhanaan untuk menyapa manusia yang dikasihi-Nya. Dari kandang Natal, kita melihat bagaimana Kristus sendiri memenuhi ajaran pertama yang diajarkan-Nya pada khotbah di bukit, “Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga” (Mat 5:3). Pertanyaannya, adalah apakah arti ‘miskin di hadapan Allah’ ini? Banyak orang menghubungkannya dengan ketidak-terikatan kita dengan harta duniawi, kemewahan dan kekayaan. Maka tak jarang orang berpendapat, ini hanya mampu dilakukan oleh para biarawan biarawati. Padahal tidak demikian halnya, sebab dalam kondisi kita masing-masing kita dapat menerapkan ‘ketidak-terikatan’ kepada kekayaan. Suatu permenungan adalah, misalnya, jika kita dihadapkan pilihan untuk menggunakan uang kita yang terbatas, maka apakah kita memilih untuk kenyamanan kita, ataukah untuk menolong orang lain yang lebih membutuhkan? Jika kita bisa membeli barang yang mahal, apakah kita serta-merta membelinya, atau kita berpikir untuk membeli barang yang lebih murah dan sederhana, dan menggunakan sisa uangnya untuk menyumbang aksi sosial gereja, misalnya? Apakah kita bijaksana menggunakan kekayaan kita untuk membeli barang-barang yang sebenarnya tidak begitu perlu, namun hanya untuk koleksi saja, atau demi mengikuti ‘mode’? Mampukah kita bersuka cita selalu, meskipun dalam keadaan kekurangan? Ini adalah suatu renungan kita semua, sebab jika kita sangat terikat pada harta milik kita, maka sesungguhnya di hati kita tidak ada ruang buat Tuhan.

Namun sebenarnya, ‘miskin’ di hadapan Allah juga berarti bahwa kita mengakui bahwa Allah-lah yang memberikan segala sesuatu kepada kita. Jadi, segala sesuatu yang kita pikir kita miliki, sesungguhnya dari Allah, dan sudah selayaknya kita pergunakan untuk memuliakan Dia. Kesehatan, pekerjaan, bakat dan kepandaian, harta milik, keluarga, dan seterusnya semestinya kita arahkan untuk memuji Tuhan, sebab semuanya itu adalah pemberian Tuhan. Mari kita bertanya pada diri kita sendiri: Siapkah kita jika suatu saat, Tuhan mengizinkan sesuatu terjadi sehingga kita tidak lagi memiliki semua itu? Masih dapatkah kita bersyukur kepada-Nya? Sebab, justru pada saat kita kehilangan ‘milik’ kita, kita akan dibawa pada suatu kesadaran bahwa yang terpenting bagi kita adalah Tuhan sendiri. Karena Tuhan-lah yang menjadi sebab mengapa kita hidup, dan Dia-lah juga yang menjadi tujuan akhir hidup kita. Ia melimpahi kita dengan rahmat, agar kita dapat menggunakan hidup ini untuk memberitakan kasih dan kebaikan-Nya agar semakin banyak orang mengenal dan mengasihi-Nya. Ia menciptakan kita untuk tujuan yang mulia, untuk mengangkat kita menjadi milik-Nya dan bersatu dengan-Nya dalam Kerajaan Surga. Inilah yang menjadi alasan mengapa Allah mengirimkan Yesus Putera-Nya yang kita peringati pada hari Natal. Di dalam Yesus, Allah merendahkan diri, agar kita semua ditinggikan. Dengan kerendahan hati-Nya, Allah menunjukkan pada kita betapa Ia mengasihi kita semua, agar kitapun dapat belajar untuk mengasihi-Nya dan mengasihi sesama kita.

Dengan melihat ke kandang Natal, kita sungguh dapat melihat betapa dengan kerendahan hati-Nya, Yesus menghancurkan dosa pertama Adam, yaitu kesombongan. Dan sesungguhnya, Ia-pun mengundang kita untuk meninggalkan kesombongan kita. Mari kita tengok ke dalam hati kita masing-masing: apakah masih ada kesombongan di sana? Misalnya, menganggap berkat yang ada pada kita sebagai hasil karya sendiri? Atau menganggap diri paling baik, dan paling benar? Atau berkeras dengan pandangan sendiri, dan paling cepat menghakimi orang lain? Atau menganggap diri lebih mengetahui segala sesuatu daripada Tuhan? Bahkan menciptakan sendiri gambaran tentang Allah? Juga, marilah dengan jujur kita melihat, apakah kita memiliki kasih akan Tuhan yang melebihi dari semuanya? Mari, pada hari Natal ini, kita memandang ke palungan di mana Yesus dibaringkan, dan merenungkan misteri kasih Allah ini: Tuhan meninggalkan segala sesuatu untuk datang kepada anda dan saya. Apakah anda dan saya juga rela meninggalkan segala sesuatu yang mengikat kita untuk datang kepada-Nya?

Mari melihat teladan Bunda Maria dan Santo Yosef

Teladan kesederhanaan itu sesungguhnya kita lihat begitu nyata pada Bunda Maria dan Santo Yosef. Saya membayangkan seandainya saya mengikuti perjalanan Bunda Maria dan Santo Yosef dari Nazareth ke Bethlehem, ikut berjalan di belakang keledai mereka. Saya membayangkan, pasti mereka sungguh sangat lelah. Hari sudah malam, namun dari penginapan satu ke penginapan yang lain, tidak ada yang bersedia menerima mereka. Alangkah tragisnya, bahwa kelahiran Tuhan semesta alam ditolak oleh umat ciptaan-Nya, sampai Ia harus lahir di kandang yang bau. Namun, kelihatannya hal itu tidak mengambil suka cita Bunda Maria, Yosef, dan para gembala. Oleh kabar malaikat, para gembalapun datang menghampiri dan menyembah bayi Yesus yang dibaringkan di dalam palungan. Nampaknya memang Allah memilih orang-orang yang sederhana dan miskin untuk menerima kabar sukacita ini: “Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus…”(Luk 2:11). Mereka yang miskin hatinya di hadapan Allah itulah yang dapat melihat kemuliaan Allah di dalam kesederhanaan. Dan bagi mereka yang membuka hatinya, mereka dapat menerima misteri Allah yang menjelma menjadi manusia. Kelahiran seorang bayi mungil di dalam kandang disertai oleh penampakan sejumlah besar bala tentara surga yang memuliakan Allah dengan kidung pujian, “Kemuliaan bagi Allah di tempat yang Mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya” (Luk 2:14). O, betapa kemiskinan manusia telah dipakai Tuhan untuk menyatakan kemuliaan-Nya dan sukacita yang besar!

Dalam kesederhanaan, Bunda Maria memandang Yesus Puteranya yang terbaring di palungan. Mungkin ia melihat wajah bayi yang tak berdaya itu dengan kasih sayang dan hormat. Ada perasaan yang tak terlukiskan di sana. Sang bayi itu adalah anak yang lahir dari rahimnya, namun bayi itu juga adalah Tuhan yang menyelamatkannya. Mungkin ia mengingat kembali perkataan malaikat Gabriel, bahwa bayinya yang dilahirkan di tempat yang miskin ini akan menjadi raja, dan Kerajaan-Nya tidak berkesudahan… Mungkin ia mencium kaki dan wajah bayi itu, dan merenungkan betapa ia telah mencium kaki dan wajah Tuhan… Ya, dalam keheningan malam itu, “Maria menyimpan segala perkara itu di dalam hatinya dan merenungkan-Nya” (Luk 2:19)…. akan segala perbuatan Tuhan yang dinyatakan kepadanya, dan yang akan dinyatakan kepadanya di masa yang akan datang….

Mari seperti Bunda Maria kita merenung sejenak di masa Natal ini. Bahwa Allah hadir di dalam kesederhanaan dan kemiskinan. Cukuplah sudah karunia Allah bagi kita, sebab justru di dalam kelemahanlah kuasa Tuhan menjadi sempurna (2 Kor 12:9). Maka, seperti Bunda Maria, mari kita bersuka cita di dalam kelemahan kita dan dengan sikap demikian kita dapat sungguh-sungguh berbahagia (lih. Luk 1:47-48).

Mary, did you know?

Kesyahduan Natal membawa ingatan saya kembali ke tunil Natal di kandang Alabama. Mata saya terpejam saat merenungkan lagu, “Tahukah engkau, Maria?” Lirik lagu ini sangat menyentuh hati saya, karena menggambarkan betapa dalamnya misteri kasih Allah untuk menyelamatkan manusia yang secara nyata dimulai dari penjelmaan-Nya menjadi manusia di kandang Natal. Bunda Maria memberikan dirinya bagi pelaksanaan mukjizat ini: yaitu melalui kesediaannya, Allah menjelma menjadi manusia. Allah melaksanakan rencana keselamatan-Nya dengan melibatkan ketaatan Maria untuk mengikuti kehendak-Nya. “Maria, tahukah engkau, bahwa anak yang ada di dalam pelukanmu, adalah Tuhan yang Maha Besar?”, demikianlah akhir dari lagu itu…

Mari kita mohon kepada Tuhan, agar kita dapat memiliki sikap hati seperti Maria: sederhana serta memiliki hati terbuka dan taat untuk menerima rencana Tuhan. Semoga kita dapat belajar semakin merendahkan hati di hadapan Tuhan, agar kita dapat melihat dengan mata iman, bahwa segala sesuatu yang terjadi dalam kehidupan kita, betapapun sederhananya, merupakan anugerah istimewa dari Tuhan: suatu kesempatan bagi kita untuk turut mengambil bagian di dalam rencana keselamatan Allah. “Selamat Ulang Tahun ya Yesus. Terima kasih atas kasih-Mu yang besar, sehingga Engkau mau lahir di dunia ini. Mari, tinggallah di hatiku, dan perbaharuilah aku di dalam iman, pengharapan dan kasih….”

Selamat Natal dan Tahun Baru 2009 kepada semua saudara- saudari dalam Kristus. Semoga kelahiran-Nya kembali di hati kita membawa damai dan suka cita!

Teriring salam kasih dari http://www.katolisitas.org

Mary, did you know
that your baby boy will one day walk on water?
Did you know
that your baby boy will save our sons and daughters?
Did you know
that your baby boy has come to make you new?
This child that you’ve delivered
Will soon deliver youMary, did you know
That your baby boy will give sight to a blind man?
Did you know
That your baby boy will calm a storm with his hand?
Did you know
That your baby boy has walked where angels trod?
And when you kiss your little boy
You’ve kissed the face of GodMary, did you know?
The blind will see
The deaf will hear
And the dead will live again
The lame will leap
The dumb will speak
The praises of the Lamb

Mary, did you know
That your baby boy is lord of all creation?
Did you know
That your baby boy will one day rules the nations?
Did you know
That your baby boy is Heaven’s perfect Lamb?
This sleeping child you’re holding
Is the Great “I am”

Maria, tahukah engkau
Bahwa kelak puteramu akan berjalan di atas air?
Tahukah engkau
Bahwa puteramu akan menyelamatkan putera dan puteri kami?
Tahukah engkau
Bahwa puteramu datang untuk memperbaharui engkau?
Anak ini yang kau lahirkan
Kelak akan membebaskan engkauMaria, tahukah engkau
Bahwa puteramu akan menjadikan orang buta melihat?
Tahukah engkau
Bahwa puteramu akan meredakan badai dengan tangan-Nya?
Tahukah engkau
Bahwa puteramu telah berjalan di tempat para malaikat berpijak
Dan pada saat engkau mencium anakmu
Engkau telah mencium wajah TuhanMaria, tahukah engkau?
Orang buta akan melihat
Orang tuli akan mendengar
Dan orang mati akan hidup kembali
Orang lumpuh akan melompat
Orang bisu akan berkata-kata
Pujian kepada Anak Domba Allah

Maria, tahukah engkau
Bahwa puteramu adalah Tuhan segala ciptaan?
Tahukah engkau
Bahwa puteramu kelak akan memerintah semua bangsa?
Tahukah engkau
Bahwa puteramu adalah Anak Domba Surgawi yang sempurna?
Anak ini yang tertidur dipelukanmu
adalah, “Allah yang Besar” ….

19/12/2018

27
Tinggalkan pesan

Please Login to comment
15 Comment threads
12 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
19 Comment authors
MeiYohanes Dwi Harsanto PrGabriel DibyachrisRaymundus Genty Laras Recent comment authors
Mei
Guest
Mei

Pak Stef & Ibu Inggrid, Saya tertarik dengan istilah lampin & palungan dalam kisah ini. Bisakah tolong dijelaskan lampin yang dimaksud pada saat itu yang bagaimana? Semula saya menemukan artikel yang menuliskan lampin adalah sejenis kain yang digunakan untuk lap. Dan diceritakan tentang kesederhanaan (bahkan kekurangan) saat bayi Yesus dilahirkan. Tetapi kemudian ketika saya mencari artikel dalam bahasa Inggris, saya menemukan lampin yang ditulis dengan “swaddling clothes” merupakan ‘kain kematian’ Yusuf jika terjadi sesuatu dalam perjalanan ke Bethlehem. Pada masa itu, kain seperti itu biasa dipersiapkan jika orang akan melakukan perjalanan jauh. Benarkah lampin Yesus yang dimaksud adalah kain seperti… Read more »

Gabriel Dibya
Guest
Gabriel Dibya

Selamat sore,
di gereja kalau menjelang natal biasanya akan dibuat kandang natal (umumnya ada bentuk gua). Nah ada yang mengatakan seperti ini: jika gua natal sudah dibuat sebelum malam natal, maka patung bayi Yesus blm boleh diletakkan hingga malam Natal? Apakah itu benar? Karena kalau kita melihat pada prosesi pembuka malam natal ada upacara pemberkatan gua natal dan peletakan bayi Yesus. Aturan resminya seperti apa?
Kemudian, patung 3 raja belum boleh diletakkan hingga epifani, nah sedangkan di beberapa tempat hal itu sudah diletakkan. Jadi manakah yang benar sebetulnya?

terima kasih

Yohanes Dwi Harsanto Pr
Guest
Yohanes Dwi Harsanto Pr

Salam Gabriel Dibya, Romo Bosco Da Cunha O.Carm, Sekretaris Eksekutif Komisi Liturgi KWI menjawab demikian: “Hal ini mengenai soal logika saja. Patung-patung diletakkan menjelang perayaan malam Natal, namun patung bayi Yesus nanti dibawa waktu perarakan masuk. Patung tiga sarjana biasanya diletakkan sejak hari raya Epifani. Di seluruh dunia orang membuat begitu berdasarkan Kalender Liturgi. Pembongkaran gua Natal ialah pada pesta Pembaptisan Tuhan, hari penutup Masa Natal. Jadi, jangan cepat-cepat dibongkar jika masih dalam masa Natal”. Selain logika, saya menambahi makna rohani atas gua kandang Natal dengan kisah sebagai berikut. Kisah ini diceritakan oleh Mgr Joannes Pujasumarta, uskup Keuskupan Agung Semarang,… Read more »

chris
Guest
chris

Yth Katolisitas.org

Saya ingin tanya, Gua Natal (kandang/gua tempat Yesus dilahirkan) dalam bahasa Inggris biasa disebut dengan apa? terima kasih

chris

Raymundus Genty Laras
Guest
Raymundus Genty Laras

Pax Christi!

Saya ingin bertanya lagi, sebenarnya apakah dengan menggunakan bukti dan fakta autentik mengenai kelahiran Yesus yang sungguh di kandang domba dapat dijadikan alasan kuat bahwa yang tertulis di alquran yang mengatakan bahwa Yesus dilahirkan di bawah pohon kurma adalah bohong dan dosa besar?

Deus Benedicit Nos!

Prihadi tjipta
Guest
Prihadi tjipta

natal tahun ini semoga menjadikan kita untuk lebih menghargai arti natal yang sesungguhnya yg berasal dari hati.. ,berikan damai sukacita untuk setiap kita yang percaya kepada Nya..

Thnxs God..
Aku percaya bahwa engkau selalu ada di dalam hati ku..

Mary christmas and happy new year 2010

G.b.u all

skywalker
Guest
skywalker

[quote] Bau kandang. Itulah yang menjadi kesan pertama saya, ketika menghadiri tunil Natal yang diadakan oleh para suster Fransiskan di Alabama – USA, pada tahun 2006. Ya, mereka mengadakan tunil tersebut di sebuah gudang, yang telah ‘disulap’ menjadi kandang. Betul-betul kandang: [unquote] saya temukan ini Often the animals were kept right in the room with the people, for warmth. Sometimes the huts were bigger, and had two rooms, one for the people and the other for the animals. (though even so some of the animals, like dogs and cats, probably slept with the people, and some of the people, like… Read more »

Dias
Guest
Dias

Salam damai Kristus
Selamat Natal 2008 & Tahun baru 2009.
Mohon maaf,saya hanya orang awam yang sering ikut di web ini,info web ini dari ekaristi.org.Saya berterima kasih karena web ini bisa bantu saya mendalami ke Katolikan saya.Ada beberapa pertanyaan:
1.Mengapa peran Yoseph diceritakan sedikit di KS
2.Dimana Yoseph pada saat Yesus disalib
trimakasih,GBU

K. Paulus J.C
Guest
K. Paulus J.C

Shalom, Sebelumnya kami mengucapkan : Selamat Hari Natal 24-25 Desember 2008 dan Tahun Baru 01 January 2009 kepada bpk Stef & Inggrid beserta teamnya, dan sukses selalu http://www.katolisitas.org.- Disini kami ada pertanyaan sbb : Mat 18 : 18 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya apa yang kamu ikat didunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kamu lepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga. Mat 18 : 19 Dan lagi Aku berkata kepadamu : Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apa pun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga. Mat 18 :… Read more »

Stefanus Tay

Shalom Paulus, Selamat Natal dan Tahun Baru juga buat Paulus dan keluarga. Saya minta maaf baru sempat menjawab pertanyaan Paulus, karena beberapa hari pergi ke luar kota dan juga karena begitu banyak pertanyaan yang harus dijawab.Mari kita melihat pertanyaan Paulus: 1) Mat 18:18-20 mengatakan "(18) Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya apa yang kamu ikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kamu lepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga. (19) Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apapun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga.… Read more »

Rm.Yustin
Guest
Rm.Yustin

Salam dalam Kristus buat Stef & Ingrid
meskipun terlambat saya
Mengucapkan Selamat Natal dan Tahun Baru Buatmu semua yang menangani website ini… Hampir setiap minggu saya mengunjungi web ini, dan begitu banyak hal yang di diskusikan dan disharing, serta dijelaskan dengan sangat luar biasa. Semoga Tuhan selalu memberkatimu semua dalam berkarya khususnya melalui media ini, sehingga nama Tuhan semakin dimuliakan. Doa kami selalu.

Salam

Rd. Yustin

Veronica
Guest
Veronica

Great answer!! That is perfecly right. Merry Chrismas and Happy new year for ibu inggrid and Staff. G B U all

Julius Santoso
Guest
Julius Santoso

Syalom Ibu Ingrid Listiati. BAGAIMANAKAH YESUS DILAHIRKAN ?. 1. Menurut tradisi, Yesus dilahirkan secara normal seperti semua bayi lainnya dilahirkan ke dunia. Gereja-gereja Timur berkeyakinan ini. 2. Ada yang mengatakan bahwa ketika Bunda Maria mulai sakit bersalin, St. Yusuf menebarkan jerami di hadapan Maria dan tiba-tiba Bayi Yesus muncul di atas jerami tanpa lahir secara fisik. 3. Santa Birgitta dari Swedia, memperoleh penampakan Bunda Maria. Dalam penampakannya Bunda Maria mengatakan bahwa ketika tiba saatnya untuk bersalin, Bunda Maria berlutut dan berdoa. Tiba-tiba Bayi Yesus muncul di hadapannya dalam kilauan cahaya. Banyak orang barat menerima keyakinan ini dan melukiskan Bunda Maria… Read more »

semang
Guest
semang

Bro. Stef & Sist. Ingrid
Selamat Hari Krismas dan Tahun Baru 2009

Dari:
Thomas edem @ Semang
Malaysia

Justinus
Guest

Terima kasih Kristus, Engkau telah berkenan lahir kembali dalam hati kami. Selamat Natal

Simon Lay Wie Nam
Guest
Simon Lay Wie Nam

Bapak Stefanus Tay & Ibu Ingrid Listiadi

“Selamat Hari Natal 2008 dan Tahun baru 2009”

Berkat Tuhan melimpah untuk Bapak & Ibu & Keluarga

Keluarga Simon Lay Wie Nam

Julius Santoso
Guest
Julius Santoso

Kepada YTh. Bpk. Stefanus Tay dan Ingrid Listiati

Kami mengucapkan :
SELAMAT HARI NATAL 2008
dan
TAHUN BARU 2009

Semoga Damai dan Berkat Natal membuat kita lebih peduli kepada sesama.

Dari :
Keluarga Julius Santoso dan Istri.

Edwin ST
Guest
Edwin ST

Setuju2 !
…………………………………
Selamat Natal dan Tahun Baru ya Mas Stef dan Mba Ingrid !
                                                           .

Romo pembimbing: Rm. Prof. DR. B.S. Mardiatmadja SJ. | Bidang Hukum Gereja dan Perkawinan : RD. Dr. D. Gusti Bagus Kusumawanta, Pr. | Bidang Sakramen dan Liturgi: Rm. Dr. Bernardus Boli Ujan, SVD | Bidang OMK: Rm. Yohanes Dwi Harsanto, Pr. | Bidang Keluarga : Rm. Dr. Bernardinus Realino Agung Prihartana, MSF, Maria Brownell, M.T.S. | Pembimbing teologis: Dr. Lawrence Feingold, S.T.D. | Pembimbing bidang Kitab Suci: Dr. David J. Twellman, D.Min.,Th.M.| Bidang Spiritualitas: Romo Alfonsus Widhiwiryawan, SX. STL | Bidang Pelayanan: Romo Felix Supranto, SS.CC |Staf Tetap dan Penulis: Caecilia Triastuti | Bidang Sistematik Teologi & Penanggung jawab: Stefanus Tay, M.T.S dan Ingrid Listiati Tay, M.T.S.
top
@Copyright katolisitas - 2008-2018 All rights reserved. Silakan memakai material yang ada di website ini, tapi harus mencantumkan "www.katolisitas.org", kecuali pemakaian dokumen Gereja. Tidak diperkenankan untuk memperbanyak sebagian atau seluruh tulisan dari website ini untuk kepentingan komersial Katolisitas.org adalah karya kerasulan yang berfokus dalam bidang evangelisasi dan katekese, yang memaparkan ajaran Gereja Katolik berdasarkan Kitab Suci, Tradisi Suci dan Magisterium Gereja. Situs ini dimulai tanggal 31 Mei 2008, pesta Bunda Maria mengunjungi Elizabeth. Semoga situs katolisitas dapat menyampaikan kabar gembira Kristus. 
X