Adakah Keselamatan di luar Tuhan Yesus/ Gereja Katolik?

Pertanyaan:

Dear Pengasuh,

Saya akan bertanya mengenai “Sungguh adakah Keselamatan diluar Tuhan Yesus/Gereja ” ?. Apakah pernyataan konsili Vatikan II mengenai hal itu sudah benar dan sesuai terjemahannya ke dalam bahasa Indonesia ?. Karena kalau saya amati buah2 dari pemahaman pernyataan konsili vatikan II ini menjadi tidak baik yaitu banyak anak2 Tuhan yang sudah dibabtis meninggalkan gereja, karena mereka beranggapan dalam iman yang lainpun orang bisa selamat. Kalau kita menilik Sabda Tuhan sudah sangat jelas ” Akulah Jalan Kebenaran dan Hidup, tidak ada seorang pun sampai kepada Bapaku kalau tidak melalui Aku.”, “Kalau kamu percaya berikan dirimu dibabtis kalau tidak percaya akan dihukum”. Mohon jawaban karena saya masih bingung dengan hal ini, terima kasih. JBU.
Stefana

Jawaban:

Shalom Stefana,

Mengenai topik, “Adakah Keselamatan di luar Gereja Katolik” sekilas telah disinggung di dalam artikel Mengapa Kita Memilih Gereja Katolik, di bagian akhir artikel dengan sub-judul, Bagaimana dengan orang yang tidak mengenal Kristus atau umat yang sudah menjadi anggota gereja lain? Silakan membaca artikel tersebut. Namun untuk lebih jelasnya, topik ini akan ditulis lebih rinci di artikel terpisah.

Ya, betul, keselamatan hanya ada pada Yesus, Jalan, Kebenaran dan Hidup, dan tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa tanpa melalui Yesus (lih.Yoh 14:6). Namun, jangan lupa, bahwa Allah juga menghendaki semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran (1 Tim 2: 3-4). Jadi jika ada orang yang di luar Gereja Katolik dapat diselamatkan, itu hanya terjadi karena jasa Kristus yang telah wafat bagi semua orang. Dengan pengertian ini, maka benar jika dikatakan tidak ada keselamatan di luar Tuhan Yesus dan Gereja-Nya yang adalah Tubuh Kristus. Sebab keselamatan yang diberikan Allah kepada manusia, itu diberikannya melalui Kristus dan Gereja-Nya. Berikut ini adalah kutipan lengkap dari Katekismus Gereja Katolik 1260:

“Sebab karena Kristus telah wafat bagi semua orang, dan panggilan terakhir manusia benar-benar hanya satu, yakni bersifat ilahi, kita harus berpegang teguh, bahwa Roh Kudus membuka kemungkinan bagi semua orang, untuk bergabung dengan cara yang diketahui oleh Allah dengan misteri Paska itu (GS 22). Setiap manusia yang tidak mengenal Injil Kristus dan GerejaNya, tetapi mencari kebenaran dan melakukan kehendak Allah sesuai dengan pemahamannya akan hal itu, dapat diselamatkan. Orang dapat mengandaikan bahwa orang-orang semacam itu memang menginginkan Pembaptisan, seandainya mereka sadar akan perannya demi keselamatan.”

Jadi dalam hal ini, kalimat ‘tidak mengenal Injil Kristus dan Gereja-Nya’ itu hanya berlaku bagi mereka yang belum dibaptis. Sedangkan bagi yang sudah dibaptis ataupun yang sudah mengerti bahwa Gereja Katolik adalah Sakramen Keselamatan yang telah direncanakan Allah, ketentuannya dapat kita baca pada Lumen Gentium 14,

“… andaikata ada orang, yang benar-benar tahu, bahwa Gereja Katolik itu didirikan oleh Allah melalui Yesus Kristus sebagai upaya yang perlu, namun tidak mau masuk ke dalamnya atau tetap tinggal di dalamnya, ia tidak dapat diselamatkan.”

Jadi, hal ini sesuai dengan sabda Yesus, bahwa, “Setiap orang yang kepadanya banyak diberi, daripadanya akan banyak dituntut “(Luk 12:48). Kita yang sudah diberi (lebih banyak) karunia iman di dalam Kristus (daripada mereka yang belum mengenal Yesus), dituntut untuk melakukan lebih banyak dan lebih baik, sesuai dengan yang telah diajarkan oleh iman itu kepada kita. Jika tidak, kita akan ‘menerima banyak pukulan’ (lih Luk 12:47). Namun orang yang tetap bertahan di dalam iman sampai kesudahannya akan selamat (lihat Mat 10:22, Mat 24:13).

Maka, jika seseorang yang sudah dibaptis Katolik betul-betul mempelajari dan mengenal imannya, sesungguhnya ia tidak mungkin pindah ataupun meninggalkan Gereja. Bahwa kenyataannya ada banyak orang pindah/ meninggalkan Gereja, mungkin memang disebabkan karena alasan-alasan tertentu. Namun dari yang saya ketahui, alasan tersebut banyak yang disebabkan karena ketidaktahuan/ kekurangan pengertian akan pengajaran Gereja Katolik yang adalah pengajaran Tuhan Yesus sendiri, atau karena alasan yang lebih bersifat praktis atau berhubungan dengan perasaan, misalnya karena pergaulan, senang dengan musik atau khotbah, atau mendapat kemudahan yang lain, seperti pekerjaan, dll.

Adalah tantangan bagi kita umat Katolik untuk mempelajari iman kita, agar kita dapat sungguh-sungguh mengenal iman kita ini dan mempraktekkannya (Silakan baca: Gereja Tonggak Kebenaran dan Tanda Kasih Tuhan, terutama bagian 5). Dengan demikian, kita menjadi saksi iman yang hidup bagi orang-orang di sekitar kita dan dapat membawa mereka agar mempunyai keinginan untuk datang kepada Tuhan dan Gereja-Nya.

Semoga tulisan di atas menjawab pertanyaan Stefana.

Salam kasih dalam Ktristus Tuhan,
Ingrid Listiati- http://www.katolisitas.org

19/12/2018

23
Tinggalkan pesan

Please Login to comment
8 Comment threads
15 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
14 Comment authors
AnggiYohanesyusup sumarnoDionisius Ganeshamantan katolik Recent comment authors
Anggi
Guest
Anggi

Shalom Katolisitas, Kalau saya tidak salah berarti kenapa pihak Katolik mengeluarkan pernyataan bahwa hanya melalui Gereja Katolik ada keselamatan karena Gereja Katolik adalah mempelai Kristus yg langsung berasal dari Tuhan Yesus melalui Rasul Petrus dan merupakan misi kelanjutan akan keselamatan dari Tuhan Yesus dimana Rasul Petrus adalah perpanjangan tangan Tuhan Yesus Kristus yg di dukung oleh Roh Kudus dan memang benar bahwa Rasul Petrus benar2 seperti batu karang, imannya tidak goyah pada saat mau di salibkan malah Rasul Petrus meminta di salibkan terbalik karena tidak pantas apabila di salibkan seperti Tuhan Yesus. Dan saya mau menanggapi email dari Katolisitas yg… Read more »

Stefanus Tay

Shalom Anggi, Menurut saya, diskusi akan berjalan dengan lebih baik, kalau Anda dapat mengerti terlebih dahulu tentang konsep keselamatan dalam Gereja Katolik. Anda dapat mulai membaca tentang EENS – silakan klik. Dengan observasi yang jujur, kita sebenarnya dapat melihat bahwa gereja-gereja yang hanya bersumber pada “Kitab Suci saja” akan tercerai berai. Kalau Anda mau mempelajari lebih dalam, silakan untuk melakukan riset, berapa banyak perpecahan gereja setelah zaman Martin Luther. Saran saya, cobalah untuk berfokus pada satu topik, entah tentang keselamatan atau tentang sola scriptura. Dan cobalah juga melihat arsip diskusi panjang yang telah dilakukan di sini – silakan klik. Semoga… Read more »

Dionisius Ganesha
Guest
Dionisius Ganesha

Salam Kasih dan Persaudaraan untuk kita semua, Membaca artikel ini “Adakah Keselamatan di luar Tuhan Yesus/Gereja “?, Kalau anda semua mengimani Yesus sebagai manusia biasa anda pasti tersesat karena kata “YESUS” (“ISA ALMASIH” bagi saudara kita yang Muslim) adalah ucapan dari malaikat Gabriel (malaikat “JIBRIL” bagi saudara kita yang Muslim) untuk dijadikan ungkapan agar dapat dibedakan antara “ALLAH PUTRA” dengan “ALLAH YANG MAHA PENCIPTA”, bahwa sesungguhnya ALLAH sudah memberi perintah kepadanya (Gabriel) untuk disampaikan kepada seorang wanita yang sudah disucikan (sudah dipersiapkan ALLAH untuk dijadikan media perantara). Dalam hal ini “KEMAHAAN ALLAH” terjadi melalui proses pemindahan wujud yang hanya dapat… Read more »

mantan katolik
Guest
mantan katolik

Selama saya di Katolik belum pernah denger ayat bahwa Yesus berkata: “akulah tuhanmu maka sembahlah aku”
Yesus itu dinobatkan sbg tuhan oleh manusia bukan wahyu Allah, jgn salah mentafsir ayat. Dulu saya Katolik tp skrg masuk Islam krn udah ragu dgn Katolik, masa ayat kitab bisa berubah-ubah sesuai tahun terbit, udah gitu banyak ayat cerita yang sama tapi beda surat beda isinya ketahuan kan boongnya

[dari katolisitas: Silakan membaca dua link ini – silakan klik, dan klik ini, yang telah membahas semua yang anda tanyakan. Kalau anda mau membahas secara lebih mendalam, silakan untuk berfokus pada salah satu topik pembahasan. Terima kasih.]

Dionisius Ganesha
Guest
Dionisius Ganesha

Salam persaudaraan dan kasih menyertai anda yang “mantan katolik” Apa yang anda komentari itu memang tidak ada, tetapi rupanya anda selama menjadi katolik belum pernah membaca kitab Injil Yohanes 14 : 1 – 14. Di dalam kitab tsb jelas sangat menguatkan iman kita yang kristen bahwa Yesus adalah Allah. 1.”Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku” dan 2. “Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku. Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu telah melihat Dia”. dan 3.”Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa”. Dari 3 perikop… Read more »

yusup sumarno
Guest
yusup sumarno

saya meragukan bahwa anda benar mantan katolik. saya lebih senang anda jujur. dari nama yang anda pakai saya sudah meragukan. mengapa tidak pakai nama asli anda, tetapi malah pakai nama mantan katolik. saya dengan mudah memakai nama mantan islam, dan menulis yang tidak baik tentang islam. namun itu tdk saya lakukan karena saya mau jujur/genuine dan tidak ada gunanya menjelekkan agama lain. anda jujur atau tidak hanya Allah dan anda yang tahu.

Yohanes
Guest
Yohanes

Yesus menjawab mereka: “Aku telah mengatakannya kepada kamu, tetapi kamu tidak percaya; pekerjaan-pekerjaan yang Kulakukan dalam nama Bapa-Ku, itulah yang memberikan kesaksian tentang Aku,
tetapi kamu tidak percaya, karena kamu tidak termasuk domba-domba-Ku.
Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku,
dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku.
( Yoh 10 : 25 – 28 )

tresna
Guest
tresna

Selamat malam katolisitas.org, saya ke sini meminta bantuan katolisitas.org menengahi perdebatan yang saya rasa hanya memecah belah mereka yang tergabung di facebook Gereja Katolik karena ada pernyataan : http://www.facebook.com/gerejakatolik/posts/10150404150684638 Banyak yang berkata banyak jalan keselamatan menuju Surga, tetapi Gereja Katolik mengatakan hanya Gereja Katoliklah jalan yang menuju keselamatan itu, Gereja Katolik bagaikan Nuh yang menyelamatkan manusia dari banyak kesesatan dan penyimpangan…” Dan pertanyaan saya apakah status yang ditulis pada wall gereja Katolik itu benar, karena saya rasa bukannya timbul sukacita dan kedamaian, melainkan buahnya pertikaian dan perdebatan, Atas bantuan katolisitas.org saya ucapkan terima kasih banyak, Tuhan beserta kita, Amin [dari… Read more »

aloysius
Guest
aloysius

Saya ingin memberikan contoh yg konkret, yaitu mengenai Mahatma Gandhi. Dikatakan bahwa ia terbuka kepada Injil dan menyukai sosok/pribadi Kristus dan ajaran/sabda-Nya, tetapi menolak untuk menjadi kristen hanya karena perilaku buruk orang-orang kristen yang ia lihat. Bagaimana tanggapan Pak Stef/Bu Inggrid? Menurut ajaran Gereja, apakah ia dapat diselamatkan karena ia telah melakukan banyak perbuatan kasih semasa hidupnya tetapi ia menolak untuk bergabung dengan Gereja?

budi
Guest
budi

trims atas uraian diatas..membantu saya dalam memberi penjelasan kepada orang lain….We love Lord Jesus

skywalker
Guest
skywalker

[quote] Juga perlu diketahui, bahwa perbuatan kasih dan keinginan untuk selalu melakukan kehendak Tuhan sebenarnya secara tidak langsung berkaitan dengan Gereja Katolik, [unquote] berbuat kasih dan berkendak baik tidak akan ada harganya bagi keselamatan ybs jika ia tidak dibaptis dalam gereja katolik karena at the end of the day [quote] ‘tidak ada keselamatan di luar Gereja Katolik’ [unquote] terhadap non katolik yang berbuat baik pada kita -orang katolik- kita katakan : terima kasih banyak. Tuhan memakai engkau untuk memberikan yang baik pada ku – tetapi too bad engkau tidak akan Ia selamatkan – so thank you and good bye betapa… Read more »

Stefanus Tay

Shalom Skywalker, Terima kasih atas tanggapannya. Silakan untuk membaca jawaban "Siapa saja yang dapat diselamatkan" (Silakan klik). Dan terhadap umat non-Katolik yang berbuat baik kepada kita, maka itu adalah suatu tantangan bagi umat Katolik, agar dapat berbuat lebih baik, karena kita telah diberikan Roh Kudus yang memampukan kita untuk hidup dalam kasih. Dan kita berdoa agar kita diberikan kebijaksanaan untuk membagikan iman Katolik kita kepada mereka dengan cara yang baik, sehingga dapat terjadi diskusi yang terbuka dan baik. Urusan mengubah hati adalah urusan Tuhan, yang penting adalah kita menjalankan bagian kita, dan sisanya kita serahkan kepada Tuhan. Mungkin kita hanya… Read more »

anton
Guest
anton

Jika demikian alangkah egoisnya umat katolik, mau menerima kebaikan orang lain yg berbuat baik terhadap kita namun tidak mau memikirkan nasib mereka apalagi berusaha untuk menyelamatkan mereka.
Sungguh hal yang mengecewakan mendapatkan kepercayaan / pemikiran yang demikian ini,
bukankah Yesus terutama mengajarkan kasih yang menyelematkan ? Apakah umat katolik merasa diri paling benar ?

Stefanus Tay

Shalom Anton, Terima kasih atas tanggapannya anda. Saya tidak tahu secara persis komentar anda untuk menjawab komentar siapa. Kalau anda menjawab komentar dari skywalker yang mengatakan “terhadap non katolik yang berbuat baik pada kita -orang katolik- kita katakan : terima kasih banyak. Tuhan memakai engkau untuk memberikan yang baik pada ku – tetapi too bad engkau tidak akan Ia selamatkan – so thank you and good bye” maka ini bukanlah pandangan Gereja Katolik. Oleh karena itu, silakan membaca jawaban yang pernah saya berikan di sini – silakan klik. Dengan demikian, komentar anda tidaklah valid dengan mengambil komentar dari skywalker (salah… Read more »

Stefana SW
Guest
Stefana SW

Dear Pengasuh, Saya akan bertanya mengenai “Sungguh adakah Keselamatan diluar Tuhan Yesus/Gereja ” ?. Apakah pernyataan konsili Vatikan II mengenai hal itu sudah benar dan sesuai terjemahannya ke dalam bahasa Indonesia ?. Karena kalau saya amati buah2 dari pemahaman pernyataan konsili vatikan II ini menjadi tidak baik yaitu banyak anak2 Tuhan yang sudah dibabtis meninggalkan gereja, karena mereka beranggapan dalam iman yang lainpun orang bisa selamat. Kalau kita menilik Sabda Tuhan sudah sangat jelas ” Akulah Jalan Kebenaran dan Hidup, tidak ada seorang pun sampai kepada Bapaku kalau tidak melalui Aku.”, “Kalau kamu percaya berikan dirimu dibabtis kalau tidak percaya… Read more »

Romo pembimbing: Rm. Prof. DR. B.S. Mardiatmadja SJ. | Bidang Hukum Gereja dan Perkawinan : RD. Dr. D. Gusti Bagus Kusumawanta, Pr. | Bidang Sakramen dan Liturgi: Rm. Dr. Bernardus Boli Ujan, SVD | Bidang OMK: Rm. Yohanes Dwi Harsanto, Pr. | Bidang Keluarga : Rm. Dr. Bernardinus Realino Agung Prihartana, MSF, Maria Brownell, M.T.S. | Pembimbing teologis: Dr. Lawrence Feingold, S.T.D. | Pembimbing bidang Kitab Suci: Dr. David J. Twellman, D.Min.,Th.M.| Bidang Spiritualitas: Romo Alfonsus Widhiwiryawan, SX. STL | Bidang Pelayanan: Romo Felix Supranto, SS.CC |Staf Tetap dan Penulis: Caecilia Triastuti | Bidang Sistematik Teologi & Penanggung jawab: Stefanus Tay, M.T.S dan Ingrid Listiati Tay, M.T.S.
top
@Copyright katolisitas - 2008-2018 All rights reserved. Silakan memakai material yang ada di website ini, tapi harus mencantumkan "www.katolisitas.org", kecuali pemakaian dokumen Gereja. Tidak diperkenankan untuk memperbanyak sebagian atau seluruh tulisan dari website ini untuk kepentingan komersial Katolisitas.org adalah karya kerasulan yang berfokus dalam bidang evangelisasi dan katekese, yang memaparkan ajaran Gereja Katolik berdasarkan Kitab Suci, Tradisi Suci dan Magisterium Gereja. Situs ini dimulai tanggal 31 Mei 2008, pesta Bunda Maria mengunjungi Elizabeth. Semoga situs katolisitas dapat menyampaikan kabar gembira Kristus. 
X