3 pertanyaan kekristenan

Pertanyaan:

[Tanpa maksud buruk, komentar ini telah diedit oleh admin, berhubung Sdri. Azwardini tidak memberikan komentar namun memberikan tiga karangan yang panjang sekali].

Secara singkat, isi dari karangan tersebut adalah:

I. Pencarian akan Tuhan:

  1. Kita harus menyadari, mengapa kita perlu mencari Tuhan ?  Dijelaskan bahwa kita mencari Tuhan untuk bisa memahami dan menyadari untuk apa kita diciptakan.
  2. Bagaimana cara yang dibenarkan untuk mencari Tuhan?
    1. Melalui buku-buku, diskusi dengan pakar, logic, bukti sejarah, proses terjadinya ajaran atau kitab atau kronologis kejadiaannya. Membaca semua Kitab Suci dari semua agama.
    2. Berdoa untuk mendapat petunjuk Tuhan
  3. Filosofi atau Hukum Alam
    1. Sesuatu harus ada yang menciptakan. Dan Pencipta tidak dapat menjadi yang diciptakan. Argumen ini saya kelompokkan menjadi bagian II.

II. Menurut Sdri. Azwardini: Tuhan tidak mungkin menjadi manusia

  1. Tuhan tidak mungkin menjadi manusia atau Pencipta tidak dapat menjadi yang diciptakan, karena ini berarti bertentangan.
  2. Tuhan tidak mungkin berwujud manusia, artinya tidak berjenis kelamin, tidak menempati ruang dan waktu.
  3. Tidak mungkin dosa dihapuskan oleh Penebus Dosa (Yesus).
  4. Jangan mengandalkan kemampuan nalar atau otak kita untuk menemukan Tuhan. Dan kesimpulannya, menurut Sdri Azwardini, Al Quran adalah jalan yang terbaik untuk menemukan Tuhan.
  5. Jangan memaksakan Tuhan untuk menampakkan wujud-Nya dalam rupa manusia.
  6. Jadi Tuhan yang sesungguhnya seperti apa?  setelah melihat tanda-tanda Tuhan dan tahu bagaimana mencari Tuhan secara benar, akhirnya Sdri. Azwardini menemukan bahwa Al-Quran mencakup semua itu: Tuhan adalah untuk semua orang, isinya berbeda dengan Kitab Suci lain, dll.

III. Kemudian Sdri. Azwardini memberikan suatu artikel yang panjang tentang bukti-bukti bahwa Yesus yang ada di Alkitab sekarang ini hanyalah merupakan karangan para rasul belaka, terutama Rasul Paulus. Dan artikel terakhir yang diberikan menyatakan bahwa Yesus ternyata bukan Tuhan.

Kira-kira itulah yang dapat disimpulkan dari komentar Sdri. Azwardini.

Jawaban:

Salam damai Azwardini,

Terimakasih sudah memberikan pesan di katolisitas.org. Sebelum kami memberikan tanggapan, kami ingin menekankan beberapa hal, yaitu: 1) kita sama-sama percaya akan Tuhan yang Esa, 2) kami juga mengagumi akan ketaatan umat Islam dalam berdoa lima waktu, berpuasa, dan berzakat. Semoga diskusi ini dapat saling menguatkan.

Mari, sekarang kita masuk dalam diskusi:

  1. Pencarian akan Tuhan. Kami merasa metode yang dipaparkan oleh Azwardini hampir sama dengan apa yang dilakukan oleh umat Katolik. Seperti yang dikatakan oleh Azwardini bahwa untuk mencari Tuhan, kita harus berdoa, membaca referensi, memakai logika, sejarah, dll, maka kami juga menggunakan akal budi (reason) dan juga iman (faith). Dua hal ini adalah seperti sayap yang membawa roh manusia kepada kontemplasi akan kebenaran (Faith and reason are like two wings on which the human spirit rises to the contemplation of truth – dikutip dari Ensiklik Fides et Ratio / relasi antara iman dan akal budi, oleh Paus Yohanes Paulus II). Kita menyadari bahwa akal budi dan iman saling bekerjasama untuk mencapai kebenaran. Azwardini dapat melihat artikel yang ada di sini, yang sebenarnya memakai metode yang sama, akal budi dan iman.
    Untuk pertanyaan tentang mengapa kita harus percaya kepada Tuhan maka dapat dilihat di dalam artikel:

  2. Untuk menjawab keberatan Azwardini yang mengatakan bahwa Tuhan, Sang Pencipta tidak mungkin menjadi manusia, maka kami telah menulis dua artikel. Disinilah, dengan segala kerendahan hati, kami menyadari bahwa hanya dengan menggunakan akal budi, kami tidak dapat mengetahui bahwa Tuhan menjadi manusia kalau Tuhan sendiri tidak menyatakannya. Seperti yang Azwardini katakan, bahwa kita tidak dapat hanya menggunakan logika saja dalam menemukan Tuhan yang benar. Dalam hal ini, kami juga berpendapat sama. Jadi Sabda Allah atau “revelation” memegang peranan yang begitu penting dalam pembuktiaan ini. Namun filosofi juga digunakan untuk membantu bahwa apa yang dilakukan Allah memang sungguh-sungguh ajaib dan membuka mata kami, bahwa Inkarnasi adalah perbuatan Tuhan yang begitu agung, besar, dan penuh kasih kepada umat manusia. Dengan inkarnasi ini, kami malah mengasihi Tuhan dengan lebih lagi, karena Dia yang terlebih dahulu menunjukkan kasih-Nya kepada kami dengan tak terbatas. Artikel tersebut dapat dibaca di:
  3. Kemudian untuk menjawab keberatan Azwardini yang melampirkan dua artikel yang membahas tentang Yesus hanyalah karangan rasul belaka dan keAllahan Yesus ditentukan oleh Konsili Nicea (325AD), maka kami menjawabnya dalam artikel tersendiri. Disinilah kami ingin membuktikan bahwa Yesus yang ada kami imani adalah Yesus yang juga diceritakan dalam sejarah. Artinya, ke-Allahan Yesus bukanlah karangan belaka. Artikel ini dapat  di baca di:

Semoga artikel-artikel tersebut di atas dapat memberikan gambaran kepada Azwardini tentang ajaran Gereja Katolik mengenai Tuhan dan ke-Allahan Yesus Kristus. Kami menyadari bahwa terdapat perbedaan antara ajaran Gereja Katolik dan ajaran Islam. Setelah mengetahui latar belakang masing-masing marilah kita saling menghormati iman dan agama yang kita yakini masing-masing.

Salam kasih dalam Kristus Tuhan,
Stef dan Ingrid – www.katolisitas.org

1
Tinggalkan pesan

Please Login to comment
1 Comment threads
0 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
1 Comment authors
Azwardini Ridhawati Recent comment authors
Azwardini Ridhawati
Guest
Azwardini Ridhawati

[Tanpa maksud buruk, komentar ini telah diedit oleh admin, berhubung Sdri. Azwardini tidak memberikan komentar namun memberikan tiga karangan yang panjang sekali. Saya juga memindahkan pesan ini dari buku tamu ke artikel "Inkarnasi, Tuhan yang Beserta Kita"]. Secara singkat, isi dari karangan tersebut adalah: I. Pencarian akan Tuhan: 1) Kita harus menyadari, mengapa kita perlu mencari Tuhan ?  Dijelaskan bahwa kita mencari Tuhan untuk bisa memahami dan menyadari untuk apa kita diciptakan. 2) Bagaimana cara yang dibenarkan untuk mencari Tuhan? a) Melalui buku-buku, diskusi dengan pakar, logic, bukti sejarah, proses terjadinya ajaran atau kitab atau kronologis kejadiaannya. Membaca semua Kitab… Read more »

Romo pembimbing: Rm. Prof. DR. B.S. Mardiatmadja SJ. | Bidang Hukum Gereja dan Perkawinan : RD. Dr. D. Gusti Bagus Kusumawanta, Pr. | Bidang Sakramen dan Liturgi: Rm. Dr. Bernardus Boli Ujan, SVD | Bidang OMK: Rm. Yohanes Dwi Harsanto, Pr. | Bidang Keluarga : Rm. Dr. Bernardinus Realino Agung Prihartana, MSF, Maria Brownell, M.T.S. | Pembimbing teologis: Dr. Lawrence Feingold, S.T.D. | Pembimbing bidang Kitab Suci: Dr. David J. Twellman, D.Min.,Th.M.| Bidang Spiritualitas: Romo Alfonsus Widhiwiryawan, SX. STL | Bidang Pelayanan: Romo Felix Supranto, SS.CC |Staf Tetap dan Penulis: Caecilia Triastuti | Bidang Sistematik Teologi & Penanggung jawab: Stefanus Tay, M.T.S dan Ingrid Listiati Tay, M.T.S.
top
@Copyright katolisitas - 2008-2018 All rights reserved. Silakan memakai material yang ada di website ini, tapi harus mencantumkan "www.katolisitas.org", kecuali pemakaian dokumen Gereja. Tidak diperkenankan untuk memperbanyak sebagian atau seluruh tulisan dari website ini untuk kepentingan komersial Katolisitas.org adalah karya kerasulan yang berfokus dalam bidang evangelisasi dan katekese, yang memaparkan ajaran Gereja Katolik berdasarkan Kitab Suci, Tradisi Suci dan Magisterium Gereja. Situs ini dimulai tanggal 31 Mei 2008, pesta Bunda Maria mengunjungi Elizabeth. Semoga situs katolisitas dapat menyampaikan kabar gembira Kristus. 
X