1-1-2: Misi Yesus Kristus

Bacaan: Efesus 1:3-14

Renungan:

Perikop yang indah dari Rasul Paulus ini merangkum karya Allah Trinitas yang membawa kita kembali untuk mengambil bagian di dalam kehidupan Ilahi-Nya. Jika kita berpusat kepada misi Allah Putera, terdapat banyak cara untuk menjabarkan maksud kedatangan Kristus ke dunia. Kitab Suci menggunakan banyak penggambaran. Ia telah datang untuk menyelamatkan atau membebaskan apa yang tadinya terikat perbudakan, untuk menemukan yang hilang, untuk memperdamaikan dengan Allah Bapa mereka yang telah terpisah dari-Nya oleh karena dosa, untuk membersihkan atau memurnikan kita dari dosa, untuk membawa terang kepada dunia yang penuh kegelapan, untuk memberikan hidup dan mengalahkan maut.

Apa yang sama dari semua penggambaran ini adalah bahwa Yesus datang untuk membawa sebuah perubahan yang nyata dalam diri kita. Karena tindakan-tindakan-Nya yang menyelamatkan dan oleh rahmat-Nya, kita beralih dari keadaan tersesat menjadi ditemukan, dari terasing menjadi berada di dalam persekutuan, dari kematian ke dalam kehidupan, dari kegelapan menuju terang, dari ketidakmurnian menjadi dimurnikan. Satu kata merangkum semua ekspresi dan penggambaran ini: kekudusan. Kristus datang untuk menjadikan kita kudus. Ia datang untuk memungkinkan kita mengambil bagian di dalam kehidupan Tuhan sendiri, yang di dalam Alkitab dikatakan kudus. Ia datang untuk mengantar kita ke dalam sebuah hubungan timbal balik saling membagi, sebuah persekutuan hidup dengan Tuhan.

Yesus menyelesaikan penyelamatan kita dengan bertindak sebagai seorang Nabi, Imam Agung dan Raja. Ketiga hal ini disebut sebagai ketiga jabatan Kristus. Misi-Nya untuk membawa kita ke dalam persekutuan dengan Tuhan dipenuhi melalui yang dikerjakan-Nya sebagai Nabi, Imam Agung dan Raja.

Sebagai Nabi, Yesus menyatakan kebenaran kepada kita. Sebagai gambaran Allah, kita diciptakan untuk kebenaran. Untuk menaati kebenaran adalah martabat kita. Kita selalu membutuhkan kebenaran sebab karena dosa kita telah diperbudak oleh tipuan Iblis dan dihalangi oleh ketidaktahuan/ kebodohan. Oleh karena itu, Yesus mengajarkan bahwa kebenaran memerdekakan kita (Yoh 8:32), dan kematian-Nya adalah saksi kebenaran tersebut (Yoh 8:40; 18:37) tentang Tuhan yang adalah Kasih dan Kebenaran tentang kita. Kebenaran memampukan kita untuk mengambil bagian di dalam kurban Kristus dalam cara yang sungguh-sungguh manusiawi, disengaja, dan dengan penuh kesadaran. Jabatan/ tugas kenabian mengarah dan melayani tugas ke- imamat-an.

Sebagai Imam, Yesus mempersembahkan kurban yang sempurna dalam hal ketaatan dengan penuh kasih dan ketaatan seorang anak (Ibr 10:1-10). Kurban ini menyenangkan Allah Bapa dan mencapai pendamaian dunia dengan Allah Bapa. Oleh rahmat, yang dimenangkan oleh Kristus di kayu salib, kita dibebaskan dari keterasingan dari Tuhan dan diberikan bagian di dalam kehidupan Allah sendiri dan dijadikan kudus.

Sebagai Raja, Yesus mendirikan Kerajaan Allah di dunia. Mukjizat-mukjizat-Nya membuktikan kuasa-Nya untuk membebaskan kita dari semua penderitaan, pengusiran kuasa jahat yang dilakukan oleh Yesus membuktikan dominasi-Nya atas kerajaan setan, dan pengendalian diri-Nya menyatakan penguasaan diri yang dicari semua orang. Sebagai orang yang secara sempurna bebas dari dosa, Yesus dapat melayani. Kebebasan ini mengalir dari kebebasan-Nya yang sempurna untuk melakukan kehendak Bapa. Jabatan/ tugas raja mengalir dari tugas ke- imamat-an sebagai buahnya.

Ketika Ia membagikan hidup-Nya kepada kita, ini berarti bahwa kita juga dipanggil untuk menjadi nabi, imam dan raja.  Oleh rahmat, Yesus memampukan kita untuk melakukan seperti yang dilakukan-Nya. Ia juga memberikan kepada kita contoh yang sempurna untuk ditiru.

Latihan untuk permenungan dan diskusi

  1. Apa saja ketiga jabatan/ tugas Kristus?
  2. Apakah artinya ‘menjadi kudus’?
  3. Dari apakah kita terbebas melalui ketiga jabatan/ tugas Kristus?
  4. Apakah hubungan antara kebebasan dan pelayanan?
  5. Apakah perbuatan yang telah engkau lakukan atau yang dapat engkau lakukan untuk meniru Kristus Sang Nabi, Imam, dan Raja?

Tambahan dari Katolisitas:

  1. Ceritakan pengalaman anda mencari kebenaran/ menyebarkan kebenaran ajaran Tuhan dan Gereja Katolik kepada teman/ saudara/ anggota keluarga anda/ orang lain.
  2. Ceritakan pengalaman anda mendoakan orang lain dan buah-buahnya.
  3. Ceritakan pengalaman anda membantu orang yang kesusahan/ melayani orang yang membutuhkan pertolongan

19/12/2018

15
Tinggalkan pesan

Please Login to comment
7 Comment threads
8 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
10 Comment authors
tarsisiusxellzAndreas WijayamichaelSaulus Recent comment authors
Andreas Wijaya
Guest
Andreas Wijaya

Shalom, perkenalkan anggota baru ini. Karena selama saya jadi pengikut Kristus dalam Anggota Tubuh di Kelompok orang-orang Katolik di Surabaya sejak saya lahir tahun 1966 sampai sekarang selalu mencari-cari Pembimbing Rohani yang tepat buat saya, kok rasanya belum mendapat jawaban yang dapat membuat saya semakin yakin dengan para penerus Ajaran Kristus yang telah disampaikan oleh Yesus sebagai Utusan yang diutus sendiri oleh ALLAH BAPA yang ada di Surga, untuk menyampaikan Pesan berupa Perintah, Ajaran-ajaran & Larangan-larangan yang harus disampaikan kepada semua umat manusia sebagai anak-anakNYA yang selama ini selalu menolak dan menyiksa bahkan sampai membunuh para utusan-utusan yang diturunkanNYA. Coba… Read more »

Stefanus Tay

Shalom Andreas Wijaya, Terima kasih atas tanggapan Anda. Berikut ini adalah prinsip yang dapat saya berikan untuk menjawab tanggapan Anda. 1. Allah mempunyai kodrat kasih dan adil. Dengan demikian, kalau Yesus bersikap keras kepada orang Farisi yang telah mengeraskan hati mereka, maka kita tidak dapat meyimpulkan bahwa sikap tersebut bukan sikap Allah. Sikap yang adil dari Allah nanti dapat kita lihat pada Pengadilan Terakhir, di mana sebagian dari orang-orang yang menolak belas kasih dan pengampunan Allah masuk ke dalam Api Neraka. Jadi, Yesus bukan hanya mempunyai kodrat manusia seutuhnya, namun juga mempunyai kodrat Allah seutuhnya, seperti yang dapat dilihat dalam… Read more »

xellz
Guest
xellz

syalom Andreas Wijaya rasanya pokok pikiran yang anda jabarkan sudah tidak asing lagi, tetangga sebelah sepertinya memiliki pendapat yang sama mengenai pribadi Yesus. 1. anda menganggap bahwa Yesus adalah ‘sekedar’ nabi yang diutus oleh Allah, sama seperti nabi-nabi yang lain. Maka kematian Yesus dikayu salib juga sama dengan kematian yang dialami oleh nabi-nabi terdahulu “dari zaman ke zaman selalu ada penolakan-penolakan yang membuat Informasi yang berupa Pesan-pesan Penting agar anak-anakNYA didunia ini dapat terselamatkan semua….menurut saya, seharusnya peristiwa kejadian terbunuhnya Yesus dikayu salib ini adalah sebagai puncak kebejatan dan kemurkaan manusia sebagai anak-anak ALLAH BAPA, DAN SEHARUSNYA KITA MENYADARINYA SEBAGAI… Read more »

tarsisius
Guest
tarsisius

@xells,terima kasih atas tanggapan anda terhadap pernyataan Andreas Wijaya.Saya jadi mempunyai iman yg lebih dalam bahwa Yesus lebih dari sekedar nabi.Tetapi menurut saya,anda akan lebih tepat mengutip injil Matius 12 ayat 42 atau Lukas 11 ayat 31-32 {Tanda Yunus}. Matius 11 ayat 9 Yesus berbicara tentang Yohanes Pembaptis Thanks and GBU [Dari Katolisitas: Baik Mat 11:9, sesungguhnya mau menyatakan bahwa Yesus menyatakan bahwa Yohanes Pembaptis adalah seorang yang lebih dari sekedar nabi, sebab Yohanes Pembaptis mempersiapkan jalan bagi-Nya. Maka jika seorang yang lebih dari pada nabi diutus oleh Allah untuk mempersiapkan jalan bagi Yesus, maka Yesus secara implisit juga menyatakan… Read more »

michael
Guest
michael

Salam Damai dalam Kristus

Sy ingin bertanya, sbg umat Katolik, ketika kt dibaptis kita mendapat 3 jabatan dr Allah yaitu sbg Raja,Nabi dan Imam…..
Adakah dsr Alkitabiah dr p’ajaran Gereja tsb?
Trima kasih

Berkah Dalem

[dari katolisitas: Silakan melihat artikel di atas – silakan klik]

Saulus
Guest
Saulus

Yesus sebagai Nabi, Imam dan Raja. Sempurna menjalankan peran itu. Tugas atau panggilan kita masing-masing juga diminta sebagai nabi, imam dan raja ? Apakah tepat jika sebagai nabi, yang awam, kita harus berusaha membawa kabar gembira bagi orang-orang disekitar kita? Apakah sebagai imam , kita diminta untuk mendoakan dan mendorong orang disekitar kita menjadi semakin akrab dengan Yesus? Apakah sebagai raja, kita mesti berperan serta untuk menghadirkan kerajaanNya dalam rupa pelayanan bagi sesama?

Stefanus Tay

Shalom Saulus, Terima kasih atas partisipasinya dalam program pertumbuhan. Pada waktu kita dibaptis kita telah hidup di dalam Kristus dan Kristus hidup di dalam kita. Karena Kristus mengemban tugas sebagai nabi, raja, dan imam, maka kitapun mengemban tugas yang sama. Sebagai kaum awam, maka tugas kita sebagai nabi harus menyebarkan kebenaran dan pada saat yang sama kita harus belajar dan setia akan kebenaran iman Katolik. Benar, sebagai imam kita diminta untuk hidup kudus, yaitu mengasihi Tuhan dan mengasihi sesama atas dasar kasih kita kepada Tuhan. Dan mendoakan dan mendorong orang-orang di sekitar kita untuk semakin akrab dengan Yesus adalah manifestasi… Read more »

Grup 4
Guest
Grup 4

Berdasarkan diskusi kami minggu ini, Grup kami menyimpulkan bahwa Yesus dapat di andaikan seperti: Teman/ sahabat, bapa yang teladan, dan juga menjadi guru(pembimbing tujuan hidup manusia). Untuk menjadi kudus, itu berarti kita sudah di selamatkan dari dosa. Kita bisa menjadi kudus jika kita bisa lebih rela mengorbarkan hidup kita terhadap sesama, mengamalkan kasi Allah, memberikan ke jalan yang lebih benar , menjauhkan diri dari dosa dan tentu saja menjalankan perintah-perintah Tuhan. Dari penderitaan Yesus sendiri, kita bisa terbebas dari dosa, penderitaan dan juga terbebas dari perasaan cemas/takut. Menurut diskusi dari grup kami, kebebasan itu bertolak belakang dengan pelayanan, karena kalau… Read more »

Stefanus Tay

Shalom teman-teman di Group 4, Memang kasih Allah adalah penggerak utama dalam kekudusan. Tanpa rahmat Allah, tidak mungkin manusia menjadi kudus. Untuk itu, Yesus yang mengorbankan diri-Nya di kayu salib menjadi manifestasi sempurna akan kekudusan, karena pengorbanan-Nya didasarkan akan kasih kepada Allah dan manusia. Dengan demikian, Kristus menjadi contoh yang sempurna untuk kekudusan. Bukan hanya memberi contoh, namun Kristus juga memampukan manusia untuk menjadi kudus, yaitu dengan memberikan rahmat pengudusan pada saat kita semua menerima Sakramen Permandian, dan juga Dia telah mengirimkan Roh Kudus-Nya, untuk senantiasa membimbing kita dalam setiap langkah hidup kita. Kekudusan berkaitan erat dengan kebenaran, karena tidaklah… Read more »

M.A.N.J.A
Guest
M.A.N.J.A

Melisa. Adeline.Nicky.Josephine.Agatha

Hasil dari diskusi kami:

Tuhan Yesus adalah Nabi yang datang untuk mewartakan kebenaran.

Tuhan Yesus juga adalah Imam. Bukan hanya seorang Imam biasa, tapi adalah Imam yang Agung, karena dia mengurbankan dirinya sendiri untuk keselamatan umat manusia.

Terakhir, Yesus adalah Raja. Dia adalah Raja yang baik, karena Dia menjadi ‘the Serving Leader’ Dia merendahkan dirinya untuk melayani orang yang lemah.

Stefanus Tay

Shalom M.A.N.J.A Terima kasih untuk partisipasinya. Memang Tuhan Yesus datang sebagai Nabi, Imam, dan Raja. Dan tiga tugas utama ini dilanjutkan oleh Gereja dan semua orang yang telah dibaptis, termasuk masing-masing dari kita. Pertanyaannya adalah, bagaimana kita berpartisipasi dan menjalankan tiga tugas utama kita dalam kehidupan sehari-hari? Mungkin dapat direnungkan kembali bagaimana mengaplikasikan tiga tugas utama ini dalam kehidupan kita, sehingga tugas ini bukan hanya sekedar teori, namun adalah suatu tugas yang kita jalankan setiap hari dengan sadar dan penuh sukacita. Dengan kesadaran ini, kita akan dapat melayani Tuhan dan sesama dengan lebih baik, bebas, dan penuh sukacita, atas dasar… Read more »

Group 3
Guest
Group 3

Dari bacaan minggu ini, group kami menyadari bahwa kedatangan Kristus bukan hanya sekedar menghapuskan dosa manusia, tetapi juga untuk membuka jalan bagi kita untuk dapat hidup dalam kasih Tuhan dan ikut meneruskan karya keselamatanNya. Banyak dari kita tidak mengetahui bahwa tujuan kedatangan Yesus begitu spesifik dan bisa dikategorikan menjadi 3 tugas, yakni sebagai Nabi, Imam, dan Raja. Ketiga tugas ini didelegasikan dengan cara yang berbeda-beda, namun dengan satu tujuan, yakni mengajak manusia untuk semakin dekat dengan hidup yang kudus. Arti dari ‘menjadi kudus’ itu sendiri berarti mengambil bagian dalam hubungan timbal balik dan persekutuan hidup dengan Tuhan. Hal ini dilakukan… Read more »

Stefanus Tay

Shalom teman-teman di Group 3, Benar sekali, bahwa Kristus menginginkan manusia untuk berpartisipasi dalam kehidupan Tritunggal Maha Kudus. Untuk berbagi kehidupan, maka harus ada sesuatu / nilai yang sama. Karena Tuhan adalah kudus, maka manusia harus menjadi kudus untuk dapat benar-benar berpartisipasi dalam kehidupan Trinitas. Dosa adalah berlawanan dengan kekudusan. Oleh karena itu, Yesus yang ingin menyambung hubungan yang terputus antara manusia dan Allah, harus memutuskan belenggu dosa. Agar manusia dapat terlepas dari dosa, maka manusia harus merendahkan diri di hadapan Tuhan, menyadari bahwa dia telah berdosa, dan pada saat yang bersamaan menyadari bahwa Tuhan adalah maha pengasih. Kesadaran ini… Read more »

feny
Guest
feny

1. Kristus sebagai Nabi, Imam Agung dan Raja.
2.Menjadi Kudus bebarti kita di selamatkan dan di murnikan dari dosa, di berikan kehidupan baru dari gelap menjadi terang.Kita mengambil bagian dalam Persekutuan hidup dengan Tuhan.
3. dari dosa,keterasingan dari Tuhan dan dari semua penderitaan.
4.Kebenaran memerdekakan kita dan memampukan kita mengambil bagian dalam kurban Kristus.
5. Ambil bagian dalam aksi sosial dan peduli lingkungan, rajin berdoa dan mendoakan, mau melayani dan menerima tugas dalam pekerjaan/kehidupan sehari-hari sekalipun berat dan terasa tidak adil.

Stefanus Tay

Shalom Feny, Terima kasih atas partisipasinya dalam program pertumbuhan. Memang Kristus datang ke dunia sebagai penebus dengan tiga misi utama, yaitu sebagi nabi, imam dan raja. Dan dia mengundang seluruh manusia untuk menjadi kudus, karena hanya dengan kekudusan maka manusia dapat berpartisipasi dalam kehidupan Tuhan. Kekudusan yang memungkinkan manusia untuk dapat mengasihi Tuhan dan sesama atas dasar kasih kepada Tuhan. Melalui tiga misi inilah, Kristus membebaskan kita. Sebagai nabi, Kristus memberitakan kebenaran, bahkan Dia sendiri adalah Kebenaran (lih. Yoh 14:6). Kebenaran membebaskan manusia dari dosa, karena kebenaran membuka mata hati kita untuk dapat melihat dan mengikuti Kristus. Dan sebagai Imam… Read more »

Romo pembimbing: Rm. Prof. DR. B.S. Mardiatmadja SJ. | Bidang Hukum Gereja dan Perkawinan : RD. Dr. D. Gusti Bagus Kusumawanta, Pr. | Bidang Sakramen dan Liturgi: Rm. Dr. Bernardus Boli Ujan, SVD | Bidang OMK: Rm. Yohanes Dwi Harsanto, Pr. | Bidang Keluarga : Rm. Dr. Bernardinus Realino Agung Prihartana, MSF, Maria Brownell, M.T.S. | Pembimbing teologis: Dr. Lawrence Feingold, S.T.D. | Pembimbing bidang Kitab Suci: Dr. David J. Twellman, D.Min.,Th.M.| Bidang Spiritualitas: Romo Alfonsus Widhiwiryawan, SX. STL | Bidang Pelayanan: Romo Felix Supranto, SS.CC |Staf Tetap dan Penulis: Caecilia Triastuti | Bidang Sistematik Teologi & Penanggung jawab: Stefanus Tay, M.T.S dan Ingrid Listiati Tay, M.T.S.
top
@Copyright katolisitas - 2008-2018 All rights reserved. Silakan memakai material yang ada di website ini, tapi harus mencantumkan "www.katolisitas.org", kecuali pemakaian dokumen Gereja. Tidak diperkenankan untuk memperbanyak sebagian atau seluruh tulisan dari website ini untuk kepentingan komersial Katolisitas.org adalah karya kerasulan yang berfokus dalam bidang evangelisasi dan katekese, yang memaparkan ajaran Gereja Katolik berdasarkan Kitab Suci, Tradisi Suci dan Magisterium Gereja. Situs ini dimulai tanggal 31 Mei 2008, pesta Bunda Maria mengunjungi Elizabeth. Semoga situs katolisitas dapat menyampaikan kabar gembira Kristus. 
X